You are on page 1of 4

Pengaruh Nano Partikel Terhadap Aktifitas Antiageing pada Krim (Dwinna Rahmi

)
Akreditasi LIPI Nomor : 395/D/2012
Tanggal 24 April 2012

PENGARUH NANO PARTIKEL TERHADAP AKTIFITAS
ANTIAGEING PADA KRIM

Dwinna Rahmi, RetnoYunilawati dan Emmy Ratnawati
Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK)- Kemenperin
Jl. Balai Kimia No. 1, Pekayon Pasar Rebo, Jakarta 13069
e-mail: dwinna2002@yahoo.com

Diterima: 23 Juli 2012 Diperbaiki: 17 Januari 2013 Disetujui: 14 Februari 2013

ABSTRAK
PENGARUH NANO PARTIKEL TERHADAP AKTIFITAS ANTIAGEING PADA KRIM. Telah
dilakukan penelitian efek nanopartikel terhadap aktifitas antiaging pada krim. Dalam penelitian ini aktifitas
antiaging untuk krim biasa (ukuran partikel > nm) dan krim nanopartikel diuji dengan menggunakan hewan
percobaan. Krim biasa dengan ukuran partikel 1439,8 nm hingga 2573,4 nm dibuat dengan metode konvensinal,
sedangkan krim nano partikel (54,6 nm hingga 91,8 nm) dibuat dengan metode ultrasonikasi. Selain itu krim
pasar dengan ukuran partikel 548,2 nm hingga 975 nm diolah kembali dengan ultrasonikasi menjadi krim nano
partikel dengan ukuran 72,4 nm hingga 132,2 nm. Hasil uji antiaging untuk krim nano partikel menunjukkan
skor rata-rata kerutan adalah 0. Ini menunjukkan bahwa krim nano partikel memiliki potensi untuk melindungi
kerusakan kulit yang akan disertai proses penuaan. Begitu juga dengan hasil uji aktifitas antiaging pada krim
pasar terlihat meningkat dari 0,25 kerutan menjadi 0 kerutan setelah diolah menjadi nano partikel.

Kata kunci: Krim nano partikel, Krim biasa, Antiageing, Konvensional, Ultrasonikasi, Krim pasar

ABSTRACT
EFFECT OF PARTICLE NANO ON ANTIAGEINGACTIVITIES OF CREAM. Effect of particle
nano on antiageing activities of cream had performed. In this research, the antiageing activities for common
cream and particle nano cream have tested using experimental animal. Common cream with particle size 1439,8
nm-2573,4 nm was prepared by convensional methode, the other hand particle nano cream (54,6-91,8 nm) was
prepared by ultrasonication. Futhermore, market cream with particle size is 548,2-975 nm then ultrasonicated
be 72,4-132,2 nm. Antiageing testing result of particle nano cream shows score wrinkles is zero. From this
result, particle nano cream has potencial to protect of skin damage. Moreover, the testing result of antiageing
activities of market cream have been increasing from 0.25 wrinkles to be 0 wrinkles after reprocess to be
particle nano by ultrasonicated.

Keywords: Particle nano cream, Common cream, Antiageing, Convensional, Ultrasonication, Market cream

PENDAHULUAN
Nanoteknologi pada kosmetik dan obat dikenal bahan aktif pada kosmetik dan obat lebih tepat ke
sebagai nanoemulsi, nanosuspensi dan solid nano sasaran dengan efek samping yang kecil [2,3]. Bahan
partikel. Nanosuspensi adalah suspensi yang mineral pada ukuran nano akan mengubah sifat kuantum
mengandung nanokristal. Pembuatan nanosuspensi dari bahan yang berukuran lebih besar. Ukuran nano
dimulai dari mikronisasi 0,1 µm hingga 300 µm lalu partikel pada kosmetik dan obat harus dilihat pada
dilanjutkan ke nanonisasi [1]. Dikenal beberapa ukuran kebutuhan aplikasinya seperti bahan aktif kosmetik
partikel pada bahan kosmetik dan obat, seperti coarse untuk kulit, diharapkan ukuran partikel tidak menembus
partikel yaitu lebih kecil dari 10 µm, fine partikel yaitu membran yang terhubung langsung dengan pembuluh
lebih kecil dari 2,5 µm, ultrafine partikel yaitu lebih kecil darah [4].
dari 0,1 µm, nano partikel yaitu 1 nm hingga 100 nm. juga Ageing dapat diartikan perubahan manusia yang
termasuk 200 nm hingga 300 nm. diakibatkan oleh faktor usia berupa fisik, psikologikal
Penerapan nanoteknologi sudah berkembang ke dan sosial. Antiageing untuk fisik manusia dapat berupa
inovasi bahan kosmetik dan system drug delivery, dimana obat-obatan dan kosmetika. Kosmetik seperti krim pada
dengan teknologi nano target untuk mengantarkan umumnya mengandung zat aktif seperti retinol, egg oil,

235

alcohol dan gliserin dari Ecogreen Oleochemicals. 14.00 0. Bahan tambahan olive oil mempunyai distribusi ukuran partikel yang optimal yaitu diperoleh dari Ecogreen Oleochemicals. April 2013.238 Indonesian Journal of Materials Science ISSN : 1411-1098 Alpha Hydroxy Acids (AHAs).00 0.00 0.00 0. 48 jam dan 72 jam.00 0.00 1.00 0. distribusi ukuran partikel 30 menit.00 0. Air Bila dilihat dari hasil uji PSA krim nano partikel demineral dari Bratachem.8 nm. Uji iritasi terhadap kulit dilakukan dengan menggunakan kelinci New Zealand sehat dengan bobot sekitar 2. Reaksi secara subjektif setiap hari pada Pembuatan Krim Biasa 1 jam.00 0.00 0. Tahun 2006 peneliti partikel krim biasa dan krim nano partikel yang diperoleh dari Germany memperkenalkan produknya yang diberi dari hasil uji dengan Particle Size Analysis (PSA). proses dibawah satu jam (60 menit) berukuran diatas 1. Coenzyme Q10.00 0. Re-Proses Krim Pasar 102 Krim pasar dilakukan proses homogenisasi Krim Nanopartikel menggunakan alat ultrasound untuk menjadikan nano 0 30 60 90 120 150 partikel.00 0. 3. tutup dan simpan didalam 103 pendingin.00 edema 0. Skoring dilakukan dengan Bahan utama sebagai fasa lemak yaitu asam sistem numerik dan kesimpulan akhir Indeks Iritasi Primer stearat.6 nm hingga 91. Diketahui homogenisasi METODE PERCOBAAN selama 90 menit menghasilkan partikel dengan ukuran 54.00 0. Pada tahun 2005 peneliti dari Distribusi dan Ukuran Partikel Germany memperkenalkan produknya Q10 yang Tabel 1 dan Gambar 1 memperlihatkan distribusi merupakan produk nano partikel. 90 menit dan 120 menit. cetyl stearyl lebih besar. proses Waktu / menit ultrasonikasi dilakukan dengan variasi waktu sebesar Gambar 1. Krim pasar yang digunakan pada menghasilkan partikel dengan ukran nanometer dengan penelitian ini adalah krim dengan bahan utama glyceryl kisaran 54. Sementara homogenisasi Bahan dan Alat lebih dari 90 menit menjadikan partikel teraglomerasi Bahan utama untuk membuat krim pada penelitian kembali sehingga ukuran partikelnya menjadi ini adalah asam stearat. Setelah proses homogenisasi dengan alat mixer.00 0. Sunscreen atau vitamin yang berfungsi sebagai antiageing. demineral juga ditempatkan dalam alat gelas yang Tabel 1. Waktu Skor Selanjutnya tambahkan fasa cair ke dalam fasa lemak pengamatan Efek pada Kelinci Kelinci 2 Kelinci 3 Skor rata-rata sambil tetap dihomogenkan dengan alat mixer pada kulit 1 kecepatan 1000 rpm. dan emulsifier pada variabel waktu homogenisasi 90 menit telah dari Bratachem.00 1.00 Pembuatan Krim Nano Partikel 72 jam eritema 0. Hasil uji dengan PSA.06 dibuat dan ditempatkan pada wadah gelas.00 48 jam eritema 0.8 nm.00 Dengan perlakuan dan komposisi yang sama krim Indeks Iritasi Primer (IIP) 0. Pada tahun yang sama Dari hasil uji distribusi ukuran partikel dengan dengan menggunakan bahan aktif omega-3 perusahaan PSA menunjukkan bahwa ukuran partikel dengan Amore Pacifik dari Korea Selatan [5. Produk krim nano Krim Biasa partikel dimasukkan kedalam wadah kaca yang sudah ukuran Partikel / nm dibersihkan dan disterilkan.00 0.67 tutup dan simpan didalam pendingin. glycerin dan cetyl alcohol. hal : 235 . edema 0. Acute dermal irritation/ Begitu juga sebagai fasa cair glycerin dan 65% air corrosion [7]. lalu dilanjutkan 104 homogenisasi dengan alat ultrasonik.00 0.00 wadah kaca yang sudah dibersihkan dan disterilkan. Pengamatan reaksi produk krim nano partikel berbeda. stearyl acid. the Testing of Chemicals.Jurnal Sains Materi Indonesia Vol. 24 jam eritema 1.6 nm hingga 91. cetyl alcohol dan cetyl stearyl alcohol dengan (IIP) dievaluasi sesuai prosedur OECD Guideline for prosentasi yang sama ditempatkan pada wadah gelas.000 g. Untuk mendapatkan ukuran optimum.00 0.00 0. 24 jam.67 edema 0. Peptodes. cetyl alcohol.00 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Antioksidan. stearate.00 0.00 edema 0. Kemudian panaskan fasa lemak pada suhu terhadap kulit 70 oC dan fasa cair pada suhu 55 oC dengan water bath. No.00 0.00 0. produk krim biasa dan krim nano partikel 236 . 60 menit. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah mixer merk Iritasi Terhadap Kulit Labortechnik dan Ultrasonic Processor merk Chrom Technology dengan diameter getaran < 10 mm.000 nano meter.00 0. Produk krim dimasukkan kedalam 1 jam eritema 1. nama Nano Lipid Restore CLR.6].

0 = tidak ada. Dari Gambar 3 memperlihatkan bahwa proses Pada akhir minggu ke-2. namun belum diketahui seberapa besar antiageing. Dengan penambahan waktu proses ukuran diberikan skoring menurut kriteria pengamatan yaitu.06 atau kurang dari 1 yang kerutan). Bersamaan dengan pengamatan di 103 Krim Pasar Ukuran Partikel / nm atas. 5 hari seminggu. Aktifitas Antiageing Antiaging Krim Pasar Untuk mengetahui kemampuan krim yang Produk pasar yang dipilih adalah produk krim memiliki potensi untuk melindungi kerusakan kulit yang dengan komposisi bahan baku hampir sama dengan menyertai proses penuaan akibat paparan sinar Ultra bahan baku krim nano partikel yang dibuat dalam Violet Type B (UV-B) dilihat dari hasil uji aktivitas penelitian ini. 2 = sedang dan 3 = banyak Pengamatan secara visual pada kerutan kaki dan hasil penghitungan skor kerutan kaki setelah pemakaian 102 Krim Pasar Nanopartikel krim nano partikel ditunjukkan pada Gambar 2. 2 = beberapa kerutan kasar dan 3 = beberapa kerutan kasar dalam. Untuk mendapatkan produk sampel dan menjadi kontrol. Penyinaran dilakukan Pada krim pasar variabel waktu sebesar 30 menit. menyertai proses penuaan akibat paparan sinar UV-B. Hasil rata-rata perhitungan skor kerutan menyebabkan pembentukan edema. sekitar 10 cm tepat di atas kulit kaki. Pengaruh pemberian sampel krim nano partikel terhadap skor visual kerutan setelah paparan Gambar 4. Pengaruh pemberian sampel krim pasar sinar UV-B terhadap skor visual kerutan setelah paparan sinar UVB 237 . Hasil pengujian PSA produk krim pasar dan krim pasar nano partikel K rim K rim b ia sa N a n o p a rtik e l Gambar 2. Dari Gambar 2 dapat dilihat bahwa kerutan tidak teramati pada 0 50 100 150 kaki yang diberi perlakuan sampel krim nano partikel. sehingga aman dalam pemakaiannya. mempunyai ukuran partikel 548.Pengaruh Nano Partikel Terhadap Aktifitas Antiageing pada Krim (Dwinna Rahmi) Hasil pengujian menunjukkan bahwa krim nano terlihat adanya kerutan dengan skor yang bervariasi partikel hanya menyebabkan eritema ringan dan tidak antara 1 sampai 3. Tikus ukuran partikel produk krim pasar dengan menggunakan diimobilisasi sedemikian sehingga bagian posterior dari PSA. dengan lama penyinaran 10 menit 90 menit dan 120 menit. dilihat terjadinya eksfoliasi kulit. Dari Tabel 2 dapat dilihat menggunakan krim nano partikel sebesar 0 (tidak ada bahwa angka IIP sebesar 0. Hasil ditampilkan pada setiap harinya.53 sedangkan skor rata-rata kerutan pada kaki yang dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil selengkapnya nilai 0. diatas kanan tikus sedangkan kaki kiri tidak mendapat perlakuan ukuran nano partikel. Dari hasil pengukuran diketahui bahwa krim pasar kaki belakang yang tidak berbulu menghadap ke atas. kerutan kemudian nano partikel. Sebagai hewan percobaan. 0 = tidak ada kerutan kasar. 60 menit.2 nm hingga 975 nm. Sebagai tahap awal dilakukan analisis Wistar sehat dengan bobot sekitar 200 g. menurut kriteria pengamatan yaitu . Lampu UV-B (merek Philip) dengan ukiran nanometer maka perlu dilakukan dengan intensitas iradiasi 10 mW/cm2 ditempatkan pengolahan kembali dengan menggunakan ultrasound. Waktu / menit sedangkan pada kaki yang tidak mendapat perlakuan Gambar 3. sampel uji diaplikasikan pada kaki Ukuran sebesar ini merupakan ultrafine partikel. diamati kerutan pada dengan proses selama 90 menit sudah menghasilkan bagian kaki yang terpapar UV-B. digunakan Tikus ukuran partikelnya. partikel menjadi semakin kecil. menilai bahwa krim nano partikel memiliki nilai IIP yang Skor kerutan rata-rata pada kontrol menunjukkan berada pada kategori non-iritan. Gambar 3. 1 = sedikit kerutan kasar dangkal. Penghitungan IIP dapat dilihat pada Gambar 2. Hal ini menunjukkan bahwa krim nano partikel berarti bahwa krim nano partikel tidak menyebabkan memiliki potensi untuk melindungi kerusakan kulit yang iritasi. 1 = sedikit. Sebelum penyinaran.

D.A. J. ENRICO MASTROBATTISTA. 24th April 2002.A. PARDEIKE.A. PETERSEN. Advanced Drug pada getaran < 10 mm selama 90 menit. H. 366 (2009) tidak teramati pada kaki yang diberi perlakuan sampel 170-184 krim pasar nano partikel. PARDEIKE. HOMMOSS. sebaliknya pada kaki yang diberi [2]. Advanced Drug Delivery Reviews. Advanced Drug Delivery Reviews. potensi untuk melindungi kerusakan kulit yang menyertai 59 (2007) 522-530 proses penuaan akibat paparan sinar Ultra Violet [7]. Dari Gambar 4 dapat dilihat bahwa kerutan International Journal Pharmaceutics. J. Hal ini 245-251 menunjukkan bahwa krim pasar nano partikel memiliki potensi untuk melindungi kerusakan kulit yang menyertai proses penuaan akibat paparan sinar Ultra Violet Type B (UV-B) dibanding krim pasar. (2002) nilai sebesar 0. 17(1) (1995) 31-48 hasil uji iritasi terhadap kulit menunjukkan bahwa [5]. Diperoleh bahwa Delivery Reviews. H. GUTIERREZ. krim nano partikel berada pada level non iritan. 13(4) (2008) nano partikel sebesar 0 (tidak ada kerutan). DANILO D. R. JOSHI. 47 (2001) 165-196 dengan skor yang bervariasi antara 1 sampai 3.Jurnal Sains Materi Indonesia Vol. 3. LASIC. MULLER. R. WENDY J. SHEILA O. SOLE. Gambar 4. NOLLA. R. TOOS kelapa sawit dibuat dengan proses ultrasonikasi DAEMEN. 14. M. GERT STORM. menunjukkan bahwa krim nano partikel memiliki J. M. OECD GUIDELINE FOR THE TESTING OF Type B (UV-B). C. H. D. MEDHA D. UNGER. Journal of Controlled KESIMPULAN Release. PEY and J. krim nano partikel hasil penelitian lebih aman dalam 59 (2007) 522-530 pemakaian di kulit. PARDEIKE. MENHNERT and K. C. W. HOMMOSS and R. 161(1) (2012) 25-37 Krim nano partikel dengan bahan baku turunan [4]. GONZALEZ. MULLER. hal : 235 . HOMMOSS. R. MULLER. No.53 sedangkan skor rata-rata kerutan pada [8]. Acute Dermal Irritation/Corrosion. MADER.238 Indonesian Journal of Materials Science ISSN : 1411-1098 Dari hasil pengamatan secara visual pada kerutan DAFTAR ACUAN kaki tikus dan dari hasil penghitungan skor kerutan kaki setelah pemakaian krim pasar ditunjukkan pada [1]. sehingga J. PETERSEN. YVETTE VAN KOOYK. [3]. April 2013. Dari hasil uji aktivitas antiageing [6]. CHEMICALS. Advanted Drug perlakuan sampel krim pasar terlihat adanya kerutan Delivery. kaki yang menggunakan krim pasar sebesar 0.A. Current Opinion rata-rata kerutan pada kaki yang menggunakan krim pasar in Colloid & Interface Science. Skor kerutan rata-rata pada kontrol menunjukkan Protocol 404. 238 . GERT STORM. MAESTRO.25 dan skor I. BELLIOT.