You are on page 1of 3

HIPERTENSI ESENSIAL

No Dokumen :
445/C.VII.0146/SOP/402.102.08/12/2016
SOP No Revisi :0
TglTerbit : 22 Desember 2016
Halaman : 1/3

UPT
dr.LILIK PUJI RESTINI,M.MKes
PUSKESMAS
NIP.19621026 198901 2 001
MEJAYAN

1. Pengertian Hipertensi esensial merupakan kondisi terjadinya peningkatan
tekanan darah sisolik ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90
mmHg. Kondisi ini sering tanpa gejala. Peningkatan tekanan
darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi,
seperti strok, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung,
dan kerusakan ginjal.

2. Tujuan SebagaibahanacuanpetugasdalamTatalaksanahipertensi
essensial

Surat keputusan kepala UPT Puskesmas Mejayan
3. Kebijakan nomor 445/C.VII.0001/SK/402.102.08/12/2016
tentang Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Mejayan

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
4. Referensi nomor HK.02.02/MENKES/514/2015
tentang Panduan Praktek Klinis Bagi Dokter
di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

5. Prosedur a. Anamnesa
1. Apakah ada riwayat hiprtensi esensial dalam kelurga
2. Apakah anda merasakan pusing yang hebat dan
sakit pada tengkuk.
3. Apakah jantung ana tidak berdebar-debar
4. Apakah penglihatan anda kabur
b. Pemeriksaan klinis
1. Pemeriksaan fisik
Pasien tampak sehat, dpat terlihat sakit ringan –
berat. Tekanan darah meningkat ( sesuai kriteria
JNC VII). Nadi tidak normal, pada pasien hipertensi
wajib di periksa status neurologis, akral, dan
pemeriksaan fisik jantungnya (JVP,batas jantung,
dan rhonki)
c. Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan penunjang
Urinalisis ( protein urin) test gula darah, test
cholesterol, EKG.
d. Diagnosis
Hipertensi Essensial
e. Diagnosa banding
1. Proses akibat whight coat hipertension
2. Proses akibat obat
3. Nyeri akibat tekanan intra serebral
4. Ensefalitis

Bil target terapi tidak tercapai setelah observasi selama 2 inggu. atau nifedipin long acting 30-60 mg/hari) atau kombinsi b.0146/SOP/402. HIPERTENSI ESENSIAL UPT No Dokumen : 445/C.MKes PUSKESMAS No Revisi :0 NIP.5-10 mg/hari.102. furosemid 2x20-80 mg/hari). Kontrol pengobatan dilakukan setiap 2 minggu tau satu bulan untuk mengoptimalkan hasil pengobatan.08/12/2016 dr. atau pemberian penghambat ACE (captopril 2x25-100 mg/hari. Terapi 1.M. c. amlodipin 1x2.LILIK PUJI RESTINI.19621026 198901 2 001 MEJAYAN SOP TglTerbit : 22 Desember 2016 Halaman : 2/3 f. Hipertensi stage-1 dapat diberikan diuretik (HCT 12. 2. Pemilihan antihipertensi di dasarkan ada tidak ya kontra indikasi dari masing-masing anti hipertensi diatas.  Hipertensi tanpa compelling indication a. Hipertensi stage-2. Pemberian obat antihipertensi merupakan pengobatan jangka panjang.VII. dapat diberikan kombinasi 2 obat biasanya golongan diuretik. Sebaiknya memilih anti hipertensi yang di minum sekali sehari atau maksimal 2 kali sehari  Hipertensi compelling indication (lihat tabel) Bila target tidak tercapai maka dilakukan optimalisasi dosis tau di tambahkan obat lain sampai target tekanan darah tercai (kondisi untuk merujuk ke spesialis) Indiksi diuretik Penyek ACEI Antago kasus at beta nis reseptor A II Gagal     jantung Paska    infark miokar d akut Resiko     tinggi penyait koroner DM     Gagal   ginjal kronik Penjega   han .5-50 mg/hari. tiazid. dan ACEI atau antagonis reeptor A II atau penyekat reseptor β atau penghmbat kalsium.

102. Unit Terkait 8. Dokumen RekamMedis Terkait 9.0146/SOP/402. Tanggalmulaidi Rekaman No Yang dirubah Isi perubahan berlakukan histori perubahan .VII.M.MKes PUSKESMAS No Revisi :0 NIP. HIPERTENSI ESENSIAL UPT No Dokumen : 445/C.LILIK PUJI RESTINI.08/12/2016 dr. Bagan pasien datang Alir Menanyakan keluhan Melakukan pemeriksaan fisik Melakukan Pemeriksaan penunjang Menegakkan diagnosis klinis Melakukan penatalaksanaan Memberikan konseling dan edukasi Menentukan kriteria rujukan 7.19621026 198901 2 001 MEJAYAN SOP TglTerbit : 22 Desember 2016 Halaman : 3/3 strok berulan g 6.