You are on page 1of 2

PEDALIAN

PENETAPAN KLASIFIKASI DAN TIPE PASIEN TBC

RSUD dr. SOESELO Nomor Dokumen : No. Revisi : Halaman :
SLAWI KABUPATEN 00 1 dari 2
TEGAL

Ditetapkan,
Tanggal terbit DIREKTUR RSUD dr. SOESELO SLAWI
KABUPATEN TEGAL
STANDAR
PROSEDUR 31-12-2015
OPERASIONAL
dr. WIDODO JOKO MULYONO, M.Kes, MMR
Pembina Utama Muda
NIP. 19630919 199001 1 001
Pengertian Penetapan klasisifikasi dan tipe pasien TB adalah tata cara
penetapan klasifikasi dan tipe pasien TB. Penetapan
klasifikasi pasien TB adalah penetapan berdasarkan organ
tubuh yang terserang Tb : Organ Paru disebut TB Paru.
Selain organ paru disebut Ekstra Paru.
Penetapan Pasien TB adalah penetapan berdasarkan
pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung yaitu BTA
positif dan BTA negative, riwayat pengobatan ( baru atau
sudah pernah diobati ) dan tingkat keparahan penyakit
( ringan, berat ).
Tujuan Untuk menetapkan regimen obat anti TB ( OAT ) yang harus
diberikan kepada pasien tersebut.
Kebijakan 1. UU no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. UU no 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 364 Tahun 2009
tentang Pedoman Nasional Penanggulangan TB
4. Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 884 Tahun 2007
tentang Ekspansi TB Strategi DOTS di RS dan
Balkes/Pengobatan Penyakit Paru
Prosedur 1. Berdasarkan hasil anamnesa, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan dahak mikroskopis dan pemeriksaan
penunjang lainnya, maka pasien TB akan di tetapkan
klasifikasi dan tipe nya :
a. berdasarkan organ tubuh yang diserang : pasien TB
paru / pasien TB ekstra paru
b. berdasarkan hasil pemeriksaan dahak secara
mikroskopis : pasien TB paru BTA (+) / pasien TB
paru BTA (-) foto thorax (+)
c. berdasarkan riwayat pengobatan TB sebelumnya :
pasien TB paru BTA (+) baru / pasien TB paru BTA (+)
kambuh-gagal-default-kronis
d. berdasarkan tingkat keparahan penyakit : pasien TB
ekstra paru ringan / pasien TB ekstra paru berat /
pasien TB paru BTA (-) foto thorax (+) ringan / pasien
TB paru BTA (-) foto thorax (+) berat

syaraf. Instalasi Rawat Jalan. atau 1 sediaan apusan dahak BTA (+) foto thorax mendukung TB.d akhir pengobatan BTA nya tetap (+) f. kelenjar. atau kasus TB yang tidak diperoleh hasil apusan dahak pasien c. ringan maupun berat 3. tulang. klasifikasi dan tipe : a. atau TB anak. pasien belum pernah mendapat pengobatan OAT sebelumnya atau minum OAT < 1 bulan b. Instalasi Laboratorium Klinik . PEDALIAN PENETAPAN KLASIFIKASI DAN TIPE PASIEN TBC RSUD dr. Revisi : Halaman : SLAWI KABUPATEN 00 2 dari 2 TEGAL 2. SOESELO Nomor Dokumen : No.d bulan ke- 5 dengan BTA nya tetap (+) e. TB paru gagal : pasien yang sediaan apusan dahak awalnya BTA (-) kemudian dengan pengobatan menjadi BTA (+). TB paru BTA (+) baru : 2 atau lebih sediaan apusan dahak ditemukan BTA (+). Dokter penanggung jawab perawatan pasien TB tersebut selanjutnya menetapkan paduan regimen obat anti TB. TB paru BTA (+) kambuh : pasien sudah pernah mendapat pengobatan OAT dan sudah dinyatakan sembuh yang kemudian di diagnosis lagi dengan BTA (+) d. Instalasi Rawat Inap 2. atau pasien TB yang pengobatan s. 3. TB ekstra paru : kasus TB yang menyerang organ selain paru ( kulit. Diagnosis. TB paru kronis : pasien TB BTA (+) yang s. sesuai dengan klasifikasi dan tipe pasien. TB paru BTA (-) foto thorax positif : 3 sediaan apusan dahak BTA (-) dengan hasil foto thorax mendukung TB. TB paru setelah default : pasien kembali berobat dengan TB BTA (+) setelah putus obat > 2 bulan g. sesuai standar WHO dan ISTC ( International Standard of Tuberculosis Care ) Unit Terkait 1. dll ).