You are on page 1of 10

C.

Kosep Dasar Kecemasan

1. Pengertian

Kecemasan adalah gangguan dalam perasaan yang ditandai dengan

perasaan ketakutan atau kekhawatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak

mengalami gangguan dalam menilai realitas, kepribadian masih tetap utuh,

perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas normal ( Hawari, 2002 : 18 ).

a. Macam Atau Diagnosa Kecemasan

1) Kecemasan Akut

Definisi : Pada keadaan ini perasaan sakit berat dan takut bisa berjalan

beberapa menit atau beberapa jam. Mungkin penderita sadar, sebelumnya

punya pengalaman emosi ( biasa terdapat pada ibu yang akan bersalin ).

Gejala – gejala :

a) Perasaan takut.

b) Mudah berdebar – debar.

c) Hyperventilasi.

d) Perasaan payah ( lemah, lesu ).

e) Tachy cardi.

f) Hyperhyrosis.

g) Pernafasan kasar.

h) Hypertensi sifatnya sistolik.

i) Diarrhee.

j) Polyuri ( sering kencing ).

b) Keluhan – keluhan gastro intestinal. b) Terangsang untuk melakukan tindakan. c) Kelelahan. Mungkin karena penderita tidak tahu sebab maka justru kecemasannya akan bertambah. b. c. k) Perasaan tersumbat ditenggorokan dan sebagainya. 2) Nilai – nilai moral. c) Termotivasi secara pasif. d) Sedikit mengalami peningkatan tanda – tanda vital. d) Pada pemeriksaan fisik lengkap tidak ditemukan kelainan apa – apa. 3) Ketentuan pendidikan dan agama. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan 1) Faktor – faktor yang kulturil merupakan faktor yang tidak dapat di abaikan. 2) Kecemasan Sedang . 2) Kecemasan Kronis Definisi : Kecemasan timbul untuk sebab yang tidak diketahui ( tidak disadari ). 4) Ketentuan hukum. Tingkat Kecemasan 1) Kecemasan Ringan a) Meningkatnya kesadaran. Gejala – gejala : a) Sakit kepala. sehingga fisik makin bertambah pula.

gemetar. pada binatang atau besav. tidak bisa istirahat tenang. diaporesis. pada kerumunan orang banyak. b) Menurunnya konsentrasi dan persepsi. pada orang lain. mual. lesu. sakit kepala. ditinggal sendiri. c) Komunikasi menjadi terganggu. Penilaian Kecemasan Gejala kecemasan dapat diukur dengan tehnik HARS – A yang mengandung 14 item sebagai berikut : 1) Perasaan Cemas Cemas. e) Gejala – gejala fisik berkembang. 2) Ketegangan Merasa tegang. a) Lebih tegang. nyeri dada dan muntah. d) Mengalami peningkatan tanda – tanda vital lebih dramatis. pada keramaian lalu lintas. d. c) Sadar tapi fokusnya sempit. gelisah. palpitasi. 3) Ketakutan Pada gelap. 3) Tingkat Berat a) Persepsi menjadi terganggu. b) Perasaan tentang mengancam atau takut meningkat. mudah tersinggung. nyeri dada dan muntah. mudah terkejut. firasat buruk. sering berkemih. diare. . takut akan pikiran sendiri. d) Sedikit mengalami peningkatan tanda – tanda vital. mudah menangis.

nyeri dada. rasa lesu. 6) Perasaan Depresi Hilangnya minat. nyeri sebelum dan sesudah makan. bangun tidur dalam perasaan berubah – ubah. berdebar – debar. konstipasi. 9) Gejala Kardio Vaskuler ( Jantung Dan Pembuluh Darah ) Denyut jantung cepat. berkurangnya kesenangan pada hobi. muah muntah. 8) Gejala Sensorik Tinritus ( telinga berdenging. kedutan otot. daya ingat buruk. kaku. perasaan ditusuk – tusuk ). gigi gemerutuk. daya ingat menurun. perut mules. muka merah atau pucat. terbangun malam hari.4) Gangguan Tidur Sukar masuk tidur. 10) Gejala Respiratori Rasa tertekan atau sempit didada. denyut nadi mengeras. 5) Gangguan Kecerdasan Sukar konsentrasi. sedih. penglihatan kabur. suara tidak stabil. gangguan pencernaan. 12) Gejala Urogenital ( Perkemihan Dan Kelamin ) . 7) Gejala Somatic (Otot) Sakit dan nyeri otot – otot. buang air besar lembek. 11) Gejala Gastrointestinal ( Pencernaan ) Sulit menelan.

tidak datang bulan. otot tegang atau mengeras. masa haid berkepanjangan. Sering buang air kecil. ejakulasi dini. menjadi dingin ( Frigid ). 14) Tingkah Laku Gelisah. kerut kening. kepala terasa berat. masa haid sangat pendek. ereksi melemah. muka merah. mudah berkeringat. 13) Gejala Otomom Mulut kering. darah haid sedikit. haid beberapa kali dalam sebulan. nafas pendek dan cepat. darah haid berlebihan. bulu – bulu berdiri. jadi gemetar. . kepala pusing. tidak tenang. kepala terasa sakit. ereksi hilang. muka tegang.

Individu tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat berfokus pada suatu area lain. Suparyanto. Ansietas adalah respon emosional terhadap penilaian tersebut yang penyebabnya tidak diketahui. 2. 2010 : 281). gelisah. Ansietas pada tingkat ini menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. Ansietas ini dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan dan kreatifitas. Definisi Kecemasan Kecemasan adalah keadaan individu atau kelompok yang mengalami perasaan gelisah dan aktifasi sistem saraf autonom dalam berespons terhadap ancaman yang tidak jelas (Carpenito. tetapi tingkat ansietas yang parah tidak sejalan kehidupan. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Sehingga seseorang mengalami tidak perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih banyak jika diberi arahan. . tidak tenang dan dapat disertai dengan keluhan fisik. Individu cenderung untuk berfokus pada sesuatu yang terinci dan spesifik serta tidak dapat berfikir tentang hal lain. Hal ini merupakan isyarat kewaspadaan yang memperingatkan individu akan adanya bahaya dan memampukan individu untuk bertindak menghadapi ancaman (Nanda. 2006 : 11). 07 Maret 2014 KECEMASAN DAN CARA PENGUKURAN Dr. Respons yang timbul ansietas (cemas) yaitu khawatir. Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respons autonom (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu). Kapasitas kecemasan diperlukan untuk bertahan hidup. c) Ansietas berat sangat mengurangi lahan persepsi seseorang.Kes KECEMASAN DAN CARA PENGUKURAN Konsep Kecemasan 1. Jumat. b) Ansietas sedang memungkinkan orang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan hal lain. Sedangkan rasa takut mempunyai penyebab yang jelas dan dapat dipahami. Kondisi dialami secara subjektif dan di komunikasikan dalam hubungan interpersonal. Ansietas berbeda dengan rasa takut yang merupakan penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya. perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi yang berbahaya. M. Tingkat Ansietas (kecemasan) Tingkatan ansietas menurut Stuart (2006) dibagi menjadi 4 yaitu : a) Ansietas ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari- hari.

Panik melibatkan disorganisasi kepribadian dan terjadi peningkatan aktifitas motorik. pensiun. persepsi yang menyimpang dan kehilangan pemikiran yang rasional. adanya kegagalan. 2006 : 12) . menurunnya kemampuan berhubungan dengan orang lain. perpindahan. Berhubungan dengan ancaman konsep diri terhadap perubahan status. f) Berhubungan dengan perubahan status sosial ekonomi. g) Berhubungan dengan kecemasan orang lain terhadap individu (Carpenito. dan promosi jabatan. d) Berhubungan dengan ancaman integritas biologis : yaitu penyakit. perceraian. mual dan muntah 12) Sakit dan nyeri tubuh 13) Pusing / mau pingsan 14) Ruam panas atau dingin 15) Anoreksia (Carpenito. Faktor Penyebab Kecemasan Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya kecemasan menurut Carpenito (2006) yaitu : a) Patofisiologis. 3. dan penanganan-penanganan medis terhadap sakit.d) Tingkat panik dari ansietas berhubungan dengan terperangah. yaitu setiap faktor yang berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia akan makanan. dan bahaya terhadap keamanan. b) Situasional (orang dan lingkungan). jika berlangsung terus dalam waktu yang lama dapat terjadi kelelahan bahkan kematian. pekerjaan baru. Karena mengalami kehilangan kendali. dan adanya perpisahan sementara atau permanen. air. kehilangan benda yang dimiliki dan kurang penghargaan dari orang lain. terkena penyakit mendadak. c) Berhubungan dengan kehilangan orang terdekat karena kematian. 2006 : 13) Gejala-gejala Kecemasan Secara fisiologis gejala-gejala tersebut meliputi : 1) Peningkatan frekuensi jantung 2) Peningkatan tekanan darah 3) Peningkatan frekuensi pernafasan 4) Gelisah 5) Gemetar 6) Berdebar-debar 7) Sering berkemih 8) Insomnia 9) Keletihan dan kelemahan 10) Pucat atau kemerahan 11) Mulut kering. kenyamanan dan keamanan. misalnya pengangguran. Tingkat ansietas ini tidak sejalan dengan kehidupan. individu yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. ketakutan dan teror. tekanan budaya. e) Berhubungan dengan perubahan dalam lingkungannya misalnya : pencemaran lingkungan. sekarat.

karena cemas 13. Mudah merasa kesal Merasa banyak menghabiskan energi 12. Pesimis 11. Tidak sabaran 15. Menjadi marah karena hal sepele 2. Merasa hidup tidak bahagia 22. nadi tanpa stimulasi oleh latihan fisik .1 Tabel Kecemasan Depression Anxiety Stress Scale (DASS) Skor No. Aspek penilaian 0 1 2 3 1. atau hampir setiap saat 2. Sulit untuk beristirahat 23. misalnya makan 17. Berkeringat (misal: tangan berkeringat) 20. Merasa sedih dan depresi 14. namun bisa lega jika hal / situasi itu berakhir 10.kadang 2: sering 3: sangat sesuai dengan yang dialami. Ketakutan tanpa alasan yang jelas 21. Merasakan gangguan dalam bernafas Merasa tidak kuat lagi melakukan suatu 5. situasi 7. Mulut terasa kering Tidak dapat melihat hal yang positif 3. Kesulitan untuk relaksasi / bersantai Cemas yang berlebihan dalam situasi 9. Merasa diri tidak layak 18. kegiatan Cenderung bereaksi berlebihan pada 6. Mudah tersinggung 19.Kecemasan Depression Anxiety Stress Scale (DASS) Keterangan 0: tak ada atau tidak pernah 1: sesuai yang dialami sampai tingkat tertentu / kadang. suatu kejadian 4. Kesulitan untuk menelan Tidak dapat menikmati hal-hal yang saya 24. Kelelahan Kehilangan minat pada banyak hal 16. lakukan Perubahan kegiatan jantung dan denyut 25. Kelemahan pada anggota tubuh 8.

mengganggu Takut terhambat oleh tugas-tugas yang 30. Sulit untuk antusias pada suatu hal Sulit mentoleransi gangguan-gangguan 32. EGC. Aprianawati. melakukan sesuatu Sumber : Nursalam (2011) Skor penilaian kecemasan berdasarkan DASS : Normal : 0 .Aziz Alimul. Jakarta . A. Carpenito.59 Kecemasan sedang : 60 . Salemba Medika.http://skripsistikes.89 Kecemasan berat : 90 – 119 Sangat berat : > 120 DAFTAR PUSTAKA 1.files. Gemetar Sulit untuk meningkatkan inisiatif dalam 42.com/2009/08/56. 2007. Lynda Juall. menghalangi anda untuk menyelesaikan hal yang sedang anda lakukan 36. B. Jakarta 3. Kecemasan Ibu Hamil. Ketakutan 37.pdf diakses tanggal 2 Maret 2013 2.wordpress.29 Kecemasan ringan : 30 . Hidayat. terhadap hal yang sedang dilakukan 33. Merasa hilang harapan dan putus asa 27. Merasa hidup tidak berarti 39. 2009. Berada pada keadaaan tegang 34. Mudah panic Kesulitan untuk tenang setelah sesuatu 29. mungkin menjadi panik 41. Mudah marah 28. Mudah gelisah Khawatir dengan situasi saat diri anda 40. tidak bisa dilakukan 31. Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisis Data. Tidak ada harapan untuk masa depan 38. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. 2006. 26. Merasa tidak berharga Tidak dapat memaklumi hal apapun yang 35.

com. dan Susanti.id/ diakses tanggal 26 Februari 2013 12. 2010. Leveno. 2009. Yogyakarta 14. PT Rineka Cipta. Persalinan. Metode Penelitian Kesehatan. 2011. dan Saryono. Rusmiati. Rodiyah. http://lib. Jakarta 11. Maryanah. Asuhan Kebidanan 1 Kehamilan. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Edisi 2. 2009. Nanda Internasional.uin- malang. Puspitasari. Nuha Medika. Yogyakarta 10. Sarwono. Salmah. 2012. Notoatmodjo. Obstetri Williams Edisi 21. Jakarta 7. Judha Mohamad. Y. Salemba Medika. EGC. Pantiawati. Asuhan Kebidanan Antenatal. Nursalam. Gangguan Cemas Pada Ibu Hamil. Nuha Medika. J Kenneth. Jakarta . 2010. Jauhari. Jakarta 13. Kecemasan Ibu Hamil. 2009. Jakarta 8. Ika. Soekidjo. Jakarta 6. N. dan Yongky.ac.blogdetik. EGC.4. Asuhan Pertumbuhan Kehamilan. Ari. 2011. Sulistyawati. 2010.cemas-pada-ibu-hamil/ diakses tanggal 1 maret 2013 5. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Salemba Medika. Neonatus. Ilmu Kebidanan. 2009. Prawirohardjo. Jakarta 9. Diagnosis Keperawatan. Bayi Dan Balita.http://medicom. EGC. Sudarti.