You are on page 1of 12

Nama : Ats Tasyauri, SH

N.I.M : 2016 0104 61086
Kelas : I. 1
Mata Kuliah : Hukum Waris Islam
Dosen : al-Ustadz Saleh Fadjarwanto

1. Jawaban Soal Nomor 9

SISTEM KEWARISAN BILATERAL

a. Bilateral jika yang lahir anak kandung laki-laki
 Langkah Pertama
- Pewaris : Seorang Suami
- Ahli Waris : Seorang Istri (Janda), 3 Orang Anak Kandung Perempuan dan 2
Orang Anak Kandung Laki-laki;

Gambar Waris/ Garis Hukumnya:

SM P A

B C D Z X

 Langkah Kedua

0 31 29 23 AHLI ANGKA BAGIAN
DALIL
1 1 WARIS WARIS WARIS
A
2 8 1
Istri (Janda) 23 17
1 8
8 3 Anak Kandung 1
29 20
1 1 Perempuan 2
A 2 Anak Kandung
2 8 31 A 1
Laki-laki
Perhitungan Bagi Setiap Ahli Waris
Harta Peninggalan (HP) : 1 – 1/8 = 1/8
Anak KD LK I : Anak KD LK II : Anak KD PR I : Anak KD PR II : Anak KD PR III
2 : 2 : 1 : 1 : 1
X = 2/7 x 7/8 = 1/4 Test:
Z = 2/7 x 7/8 = 1/4 = A+X+Z+B+C+D
B = 1/7 x 7/8 = 1/8 = 1/8 + 1/4 + 1/4 + 1/8 + 1/8 + 1/8
C = 1/7 x 7/8 = 1/8 = 1+2+2+1+1+1
D = 1/7 x 7/8 = 1/8 8
= 8/8 = 1
b. Bilateral jika yang lahir anak kandung perempuan
 Langkah Pertama
- Pewaris : Seorang Suami
- Ahli Waris : Seorang Istri (Janda), 4 Orang Anak Kandung Perempuan dan 1
Orang Anak Kandung Laki-laki;

Gambar Waris/ Garis Hukumnya:

SM P A

B C D Z X

 Langkah Kedua

0 31 29 23 AHLI ANGKA BAGIAN
DALIL
1 1 WARIS WARIS WARIS
A
2 8 1
Istri (Janda) 23 17
1 8
8 4 Anak Kandung 1
29 20
1 1 Perempuan 2
A 1 Anak Kandung
2 8 31 A 1
Laki-laki
Perhitungan Bagi Setiap Ahli Waris
Harta Peninggalan (HP) : 1 – 1/8 = 7/8
Anak KD LK I : Anak KD PR I : Anak KD PR II : Anak KD PR III : Anak KD PR IV
2 : 1 : 1 : 1 : 1
X = 1/6 x 7/8 = 7/48 Test:
Z = 2/6 x 7/8 = 14/48 = 7/24 = A + X + Z + B + C + D
B = 1/6 x 7/8 = 7/48 = 1/8 + 7/48 + 7/24 + 7/48 + 7/48 + 7/48
C = 1/6 x 7/8 = 7/48 = 6 + 7 + 14 + 7 + 7 + 7
D = 1/6 x 7/8 = 7/48 48
= 48/48 = 1
SISTEM KEWARISAN PATRILINEAL

a. Patrilineal jika yang lahir anak kandung laki-laki
 Langkah Pertama
- Pewaris : Seorang Suami
- Ahli Waris : Seorang Istri (Janda), 3 Orang Anak Kandung Perempuan dan 1
Orang Anak Kandung Laki-laki, 1 Orang Cucu Laki-laki dan 1 Orang Cucu
Perempuan;

Gambar Waris/ Garis Hukumnya:

SM P A

B C D X

E F

 Langkah Kedua

0 31 30 29 26 23 AHLI ANGKA BAGIAN
DALIL
1 WARIS WARIS WARIS
A MJ 2/3 MJ 1
8
Istri (Janda) 23 17
1 1 1 8
2 2 8 3 Anak Kandung 1
29 20
1 Perempuan 2
MJ 1 Anak Kandung
8 31 A 1
Laki-laki
1
1 Cucu Laki-laki 30 MJ 4
8
1
1 1 1 Cucu Perempuan 26 20
1 2
A MJ 2 8
2

Perhitungan Bagi Setiap Ahli Waris
Harta Peninggalan (HP) : 1 – 1/8 = 7/8
Anak KD LK I : Anak KD PR I : Anak KD PR II : Anak KD PR III : Cucu PR I
2 : 1 : 1 : 1 : 1
X = 2/6 x 7/8 = 14/48 = 7/24 Test:
B = 1/6 x 7/8 = 7/48 = A+X+B+C+D+F
C = 1/6 x 7/8 = 7/48 = 1/8 + 7/24 + 7/48 + 7/48 + 7/48 + 7/48
D = 1/6 x 7/8 = 7/48 = 6 + 14 + 7 + 7 + 7 + 7
F = 1/6 x 7/8 = 7/48 48
= 48/48 = 1
b. Patrilineal jika yang lahir anak kandung perempuan
 Langkah Pertama
- Pewaris : Seorang Suami
- Ahli Waris : Seorang Istri (Janda), 4 Orang Anak Kandung Perempuan dan 1
Orang Cucu Laki-laki dan 1 Orang Cucu Perempuan;

Gambar Waris/ Garis Hukumnya:

SM P A

B C D X

E F

 Langkah Kedua

0 30 29 26 23 AHLI ANGKA BAGIAN
DALIL
1 WARIS WARIS WARIS
A 2/3 MJ 1
8
Istri (Janda) 23 17
1 1 8
2 8 4 Anak Kandung
29 2/3 21
1 Perempuan
8 1 Cucu Laki-laki 30 A 1
1
1 1 Cucu Perempuan 26 20
2
8
1 1
A 2/3 8
2

Perhitungan Bagi Setiap Ahli Waris
Harta Peninggalan (HP) : 1 – (1/8 + 2/3)
: 1 – (3/24 + 16/24)
: 1 – 19/24 = 5/24
Cucu LK I : Cucu PR I
2 : 1
E = 2/3 x 5/24 = 5/36 Test:
F = 1/3 x 5/24 = 5/72 = A + (4 Anak KD PR) + E + F
= 1/8 + 2/3 + 5/36 + 5/72
= 9 + 48 + 10 + 5
72
= 72/72 = 1
Dalil al-Qur’an dan atau sunnah

1. Dalil dari Ibni Abbas Ra, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: berikanlah
bahagian tertentu pada mereka yang berhak menerimanya, adapun sisanya untuk ahli
waris laki-laki yang terdekat hubungannya kepada pewaris. (HR. Bukhori Muslim, al-
Khotib juz II halaman 99);

4. Ia terhalang oleh ahli waris yang terdekat hubungannya dengan pewaris dari padanya;

17. Jika kamu mempunyai anak maka seorang isteri atau beberapa orang isteri mendapatkan
1/8 (seperdelapan) bagian dari harta yang kamu tinggalkan (Qs: an-Nisa ayat 12);

20. Allah mensyariatkan bagian warisan anak-anakmu, yaitu seorang anak laki-laki, sama
dengan dua orang anak perempuan. (Qs:an-Nisa ayat 11);

21. Jika anak perempuan itu dua atau lebih, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang di
tinggalkan (Qs: an-Nisa ayat 11);

Syarat Hak Waris Janin dalam Kandungan
Janin dalam kandungan berhak menerima waris dengan memenuhi dua persyaratan:

1. Janin tersebut diketahui secara pasti keberadaannya dalam kandungan ibunya ketika
pewaris wafat.
2. Bayi dalam keadaan hidup ketika keluar dari perut ibunya, sehingga dapat dipastikan
sebagai anak yang berhak mendapat warisan.

Syarat pertama dapat terwujud dengan kelahiran bayi dalam keadaan hidup. Dan keluarnya
bayi dari dalam kandungan maksimal dua tahun sejak kematian pewaris, jika bayi yang ada
dalam kandungan itu anak pewaris. Hal ini berdasarkan pernyataan Aisyah r.a.:

“Tidaklah janin akan menetap dalam rahim ibunya melebihi dari dua tahun sekalipun berada
dalam falkah mighzal.”

Pernyataan Aisyah r.a. tersebut dapat dipastikan bersumber dari penjelasan Rasulullah saw..
Pernyataan ini merupakan pendapat mazhab Hanafi dan merupakan salah satu pendapat
Imam Ahmad.

Adapun mazhab Syafi’i dan Maliki berpendapat bahwa masa janin dalam kandungan
maksimal empat tahun. Pendapat inilah yang paling akurat dalam mazhab Imam Ahmad,
seperti yang disinyalir para ulama mazhab Hambali.

Sedangkan persyaratan kedua dinyatakan sah dengan keluarnya bayi dalam keadaan nyata-
nyata hidup. Dan tanda kehidupan yang tampak jelas bagi bayi yang baru lahir adalah jika
bayi tersebut menangis, bersin, mau menyusui ibunya, atau yang semacamnya. Bahkan,
menurut mazhab Hanafi, hal ini bisa ditandai dengan gerakan apa saja dari bayi tersebut.

Adapun menurut mazhab Syafi’i dan Hambali, bayi yang baru keluar dari dalam rahim
ibunya dinyatakan hidup bila melakukan gerakan yang lama hingga cukup menunjukkan
adanya kehidupan. Bila gerakan itu hanya sejenak –seperti gerakan hewan yang dipotong–
maka tidak dinyatakan sebagai bayi yang hidup. Dengan demikian, ia tidak berhak mewarisi.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah saw.:

“Apabila bayi yang baru keluar dari rahim ibunya menangis (kemudian mati), maka
hendaklah dishalati dan berhak mendapatkan warisan.” (HR Nasa’i dan Tirmidzi)

Namun, apabila bayi yang keluar dari rahim ibunya dalam keadaan mati, atau ketika keluar
separo badannya hidup tetapi kemudian mati, atau ketika keluar dalam keadaan hidup tetapi
tidak stabil, maka tidak berhak mendapatkan waris, dan ia dianggap tidak ada.

Keadaan Janin
Ada lima keadaan bagi janin dalam kaitannya dengan hak mewarisi. Kelima keadaan
tersebut:

1. Bukan sebagai ahli waris dalam keadaan apa pun, baik janin tersebut berkelamin laki-laki
ataupun perempuan.
2. Sebagai ahli waris dalam keadaan memiliki kelamin (laki-laki atau perempuan), dan
bukan sebagai ahli waris dalam keadaan berkelamin ganda (banci).
3. Sebagai ahli waris dalam segala keadaannya baik sebagai laki-laki maupun perempuan.
4. Sebagai ahli waris yang tidak berbeda hak warisnya, baik sebagai laki-laki ataupun
perempuan.
5. Sebagai ahli waris tunggal, atau ada ahli waris lain namun ia majhub (terhalang) hak
warisnya karena adanya janin.
2. Jawaban Soal Nomor 10

Harta Bawaan Suami (A):
a. Rumah pribadi seharga Rp. 720.000.000;
b. Rumah makan Kupat Tahu Cimahi Mang Ihin seharga Rp. 330.000.000;

Harta Bawaan Istri (P):
a. Tanah dan bangunan seharga Rp. 900.000.000;
b. Tabungan sebesar Rp. 230.000.000;
c. Bengkel mobil yang diperkiraan berharga Rp. 400.000.000;

Selama Perkawinan diperoleh Harta Bersama :
a. Uang sebesar Rp. 12.000.000.000;
b. Emas sebesar 120gr

Pada waktu P meninggal, Nilai harta bawaan keduanya bertambah nilainya 30%, kecuali
tabungan tetap nilainya, rincian sebagai berikut :
a. Rumah pribadi seharga Rp. 720.000.000; + 30% menjadi Rp. 936.000.000;
b. Rumah makan Kupat Tahu Cimahi Mang Ihin seharga Rp. 330.000.000; + 30%
menjadi Rp. 429.000.000;
c. Tanah dan bangunan seharga Rp. 900.000.000; + 30% menjadi Rp. 1.170.000.000;
d. Bengkel mobil yang diperkiraan berharga Rp.400.000.000; + 30% menjadi
Rp.520.000.000;

Maka harta peninggalan P adalah
- Uang sebesar Rp.1.170.000.000; + Rp.520.000.000; + Rp.230.000.000;
+ Rp.6.000.000.000; = Rp. 7.920.000.000;
- Emas seberat 60gr

 Langkah Pertama
Gambar Waris/ Garis Hukumnya

E

A F

P

B C
 Langkah Kedua
0 29 24 20 9
AHLI ANGKA BAGIAN 1
DALIL 2/3 1/6As MJ
WARIS WARIS WARIS 6
Suami 1
24 1/6As 28 A
(Duda) 6
1 1
Ibu 9 6 6
6
2 Anak KD 1
29 2/3 21 2/3 1/6As MJ 6
Perempuan
1 Sdr KD
20 MJ 4
Laki-laki

Perhitungan Bagian Setiap Ahli Waris
1. Harta peninggalan pada waktu P meninggal 100%. Berdasarkan pasal 37 UU No.1/1974
harta bersama dibagi dua. Bagian P = ½ dan Bagian A = ½. Harta peninggalan P adalah
a. 1/2 Harta Bersama
b. Harta Bawaan
2. Wasiat Maximum 1/3 dari hari peninggal P, sedangkan yang di berikan sebagai wasiat
untuk Masjid sebesar 1/8 dari harta peninggalan P.
Pelaksanaan wasiat;
Seolah-olah harta peninggalan P = 1
Masjid = 1/8
Yayasan Pendidikan = Sisa wasiat untuk Masjid
Wasiat yang dibolehkan adalah 1/3 dari angka ini dikurangi 1/8 untuk Masjid sisanya
5/24 untuk Yayasan Pendidikan
Hasil 5/24 didapatkan dari = 1/3 – 1/8
= 8/24 – 3/24
= 5/24
3. Perhitungan untuk para ahli waris;
Dari harta P setelah dikurangi wasiat (1 – 1/3 = 2/3), sisanya adalah 2/3
A mendapatkan 1/6 x 2/3 = 2/18 = 1/9
2 Anak KD PR mendapatkan 2/3 x 2/3 = 4/9
E mendapatkan 1/6 x 2/3 = 2/18 = 1/9
Dzul Faraid dijumlahkan seluruhnya :
Suami (A) = 1/6 (4/24) = 4/24 x 2/3 = 8/72
2 Anak KD PR = 2/3 (16/24) = 16/24 x 2/3 = 32/72
Ibu (E) = 1/6 (4/24) = 4/24 x 2/3 = 8/72 +
Jumlah = 48/72
Catatan :
Untuk wasiat yang 1/3 dapat dirinci sbb:
1/3 HP P = 24/72 dikurangi 1/8 untuk masjid dengan perhitungan sbb:
24/72 – 1/8 = 24/72 – 9/72 = 15/72, sisa yang 15/72 tersebut diberikan kepada Yayasan
pendidikan. Angka 15/72 jika disederhanakan menjadi 5/24.

Test : setelah dikurangi wasiat 1/3 HP P tinggal 2/3 maka harta bagian Suami, Ibu dan 2
Orang Anak Kandung Perempuan harus dikali 2/3 terlebih dahulu. Seperti dibawah ini:
Ibu = 1/6 x 2/3 = 2/18 = 1/9
Suami = 1/6 x 2/3 = 2/18 = 1/9
2 Anak Kandung Perempuan = 2/3 x 2/3 = 4/9

Suami + Ibu + 2 Anak Kandung Perempuan + Masjid + Yayasan Pendidikan
1/6 + 1/6 + 2/3 + 9/72 + 5/24

Setalah dzul faraidh dikali 2/3 menjadi sbb:
= (1/6 + 1/6 + 2/3) x 2/3
= 1/9 + 1/9 + 4/9 + 9/72 + 5/24
= 8/72 + 8/72 + 32/72 + 9/72 + 15/72
= 72/72 = 1

Jadi Perincian Pembagian Harta P :
Masjid 1/8 sebagai pengurang dari 1/3 HP = 9/72
Yayasan Pendidikan = 15/72
Suami (A) = 8/72
Ibu (E) = 8/72
2 Anak KD PR (B dan C) = 32/72
- Anak KD PR (B) = 16/72
- Anak KD PR (C) = 16/72
Saudara KD Laki-laki = MJ

 Maka Harta Peninggalan P adalah Uang sebesar Rp. 7.920.000.000; dan Emas seberat
60gr, dan dibagikan kepada ahli waris dan wasiat dengan perincian sebagai berikut :

AHLI WARIS/ BAGIAN JUMLAH HARTA HP YANG
NO
WASIAT WARIS PENINGGALAN DITERIMA
1. Wasiat 1/3 Rp. 7.920.000.000;
Emas 60gr
a. Masjid 9/72 Rp. 7.920.000.000; Rp. 990.000.000;
Emas 60gr Emas 7,5gr
b. Yayasan 15/72 Rp. 7.920.000.000; Rp. 1.650.000.000;
Pendidikan Emas 60gr Emas 12,5gr
2. Ibu 8/72 Rp. 7.920.000.000; Rp. 880.000.000;
Emas 60gr Emas 6,7gr
3. Suami 8/72 Rp. 7.920.000.000; Rp. 880.000.000;
Emas 60gr Emas 6,7gr
4. 2 Anak KD PR 32/72 Rp. 7.920.000.000;
Emas 60gr
a. Anak KD PR (B) 16/72 Rp. 7.920.000.000; Rp. 1.760.000.000;
Emas 60gr Emas 13,3gr
b. Anak KD PR (C) 16/72 Rp. 7.920.000.000; Rp. 1.760.000.000;
Emas 60gr Emas 13,3gr
Jumlah Total Rp. 7.920.000.000;
Emas 60gr

 Jadi Harta Keseluruhan Suami Meliputi Emas 6,7gr dan uang sebesar Rp. 8.245.000.000,
dengan perincian sebagai berikut:

a. Harta Bawaan Suami Rp. 1.365.000.000;
b. Harta Bersama Rp. 6.000.000.000;
c. Harta Warisan Rp. 880.000.000;
Jumlah Total Rp. 8.245.000.000;

Dalil al-Qur’an dan atau sunnah

4. Ia terhalang oleh ahli waris yang terdekat hubungannya dengan pewaris dari padanya;

6. Untuk kedua orang tua ibu-bapak, masing-masing menerima seperenam dari harta
peninggalan, jika pewaris mempunyai anak. (Qs:an-Nisa ayat 11)

21. Jika anak perempuan itu dua atau lebih, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang di
tinggalkan (Qs: an-Nisa ayat 11);

28. Ayah atau kakek baginya 1/6 (seperenam) bagian sebagai bagian tetap dan sisanya
sebagai bagian lunak, jika pewaris mempunyai anak perempuan atau cucu perempuan
berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 11 yang artinya : “bagi ayah dan
ibunya masing-masing 1/6 (seperenam) bagian jika pewaris mempunyai anak”.
3. Jawaban Soal Nomor 15

Kritik dan Saran

Terima kasih Pak selama semester 1 ini telah membagi sebagian ilmu bapak kepada
saya dan kami semua tentang Hukum Waris Islam. Dan saya meminta maaf jika mempunyai
salah kepada bapak. saya sangat suka sekali dengan metode pembelajaran yang diberikan
kepada mahasiswa, dengan metode tersebut semakin membuat kita mengerti akan mata
kuliah yang bapak ajarkan, Pemberian materinya sangat baik, banyak memberikan study
kasus perihal materi yang di sampaikan, dan akibatnya kita bisa memahami apa yang kita
pelajari, kesan saya selama mengikuti mata kuliah bapak sangatlah menyenangkan dan
menggembirakan, pesan saya tetaplah menjadi dosen yang menyenangkan. Kritik saya pada
keterbatasan waktu yang diberikan oleh Universitas.

Semoga evaluasi ini dapat menjadi timbal balik bagi saya untuk tetap termotivasi
menjadi dosen yang lebih baik di semester selanjutnya.

Mahasiswa,
Program Pascasarjana, Magister
Kenotariatan, Universitas Jayabaya

Ats Tasyauri, SH
NIM. 2016 0104 61086