You are on page 1of 6

KEGIATAN PENCAPAIAN TARGET PEMERIKSAAN BTA PADA MASYARAKAT

DI WILAYAH DESA TULUNGREJO

I. PENDAHULUAN
Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh Mycrobacterium
Tuberculosis. Pada tahun 1995, diperkirakan ada 9 juta pasien TB baru dan 3 juta kematian
akibat TB diseluruh dunia. Diperkirakan 95% kasus TB dan 98% kematian akibat TB didunia
terjadi pada negara berkembang.
Sekitar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis
(15-50 tahun).
Penyebab utama meningkatnya beban masalah TB antara lain :
 Kemiskinan pada berbagai kelompok masyarakat, seperti pada masyarakat pada Negara
yang sedang berkembang
 Kegagalan program TB selama ini. Hal ini dakibatkan oleh :
 Tidak memadainya komitmen pendanaan
 Tidak memadainya organisasi pelayanan TB
 Tidak memadainya tatalaksana kasus dan paduan obat yang tidak standart
 Salah persepsi tentang manfaat dan efektifitas BCG
 Infrastruktur kesehatan yang buruk pada Negara-negara yang mengalami krisis ekonomi
atau pergolakan masyarakat.
 Perubahan demografik karena meningkatnya penduduk dunia dan perubahan struktur umur
kependudukan
 Dampak pandemic HIV

1. Profil Desa Tulungrejo
Desa Tulungrejo mempunyai luas yaitu 38,13 km2 atau sekitar 807,019 Ha. Desa
Tulungrejo terdiri dari 5 dusun yaitu Dusun Gondang, Dusun Kekep, Dusun Gerdu, Dusun
Junggo dan Dusun Wonorejo. Batas desa Tulungrejo, yaitu :
Sebelah Utara : Desa Sumber Brantas
Sebelah Selatan : Desa Punten
Sebelah Barat : Hutan Perum Perhutani BKPH Pujon KPH Malang

5% pegawai dan 16% sebagai buruh tani dan 3% lainnya tidak bekerja.535 jiwa. anak umur 5-6 tahun 3. usia di atas 60 tahun 10. untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena TB  Menurunkan resiko penularan TB  Mengurangi dampak social dan ekonomi akibat TB .02%. dusun Kekep jumlah penduduknya 1. usia 16-21 tahun 8.13%. Penggolongan masyarakat berdasarkan golongan umur bayi 0-1 tahun 1.17%. 7% sebagai pedagang. 2. II. dusun Junggo jumlah penduduknya 14.7%. Pola pemukiman yang menonjol yaitu pola pemukiman linear (sepanjang jalan) karena merupakan wilayah pegunungan yang tidak memungkinkan pola pemukiman menyebar karena tipografinya berbukit.27%. Sehingga penggunaan lahanya yaitu sebagai pemukiman. usia 22-59 tahun 55. anak usia sekolah 7-15 tahun 16. perkebunan apel. Visi. Sebelah Timur : Desa Sumbergondo Desa Tulungrejo merupakan desa yang sangat subur dengan corak masyarakatnya yang majemuk dan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani sayur-mayur dan buah apel.163 jiwa.984 jiwa. Sasaran dan Target Visi TB tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat desa Tulungrejo Misi  Menjamin bahwa setiap pasien TB mempunyai akses terhadap pelayanan yang bermutu. Desa Tulungrejo terdiri dari 5 dusun yaitu dusun Gondang dengan jumlah penduduk 1. Profil Masyarakat Desa Tulungrejo Desa Tulungrejo yang wilayahnya terletah di daerah pegunungan menjadikan tanahnya baik untuk daerah pertanian. Misi. balita 1-5 tahun 5.534 jiwa dan dusun Wonorejo jumlah penduduknya 1. dan hutan konservasi. Tujuan. tanaman holtikultura. dusun Gerdu jumlah penduduknya 945 jiwa.5%. sehingga 69% warga usia produktifnya bekerja sebagai petani.09%.

 Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab  Daya penularan pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Surveillance epidemiologi V. makin menular pasien tersebut. Rencana Kegiatan a. Sebagian besar kuman TB menyerang paru. Jangka panjang Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian TB. Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak. Kuosinoner b. b. Jangka pendek Tercapainya angka kesembuhan minimal 85% dari semua penderita baru dengan BTA positif III. pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei).  Penularan umumnya terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. sementara sinar matahari langsung dapat membunuh kuman. Tujuan a. memutuskan rantai penularan. tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. . Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak. Sasaran Dan Target Kegiatan Sasaran program penanggulangan TB adalah tercapainya penemuan pasien baru TB BTA positif paling sedikit 70% dari perkiraan dan penyembuhan 85% dari semua pasien tersebut serta mempertahankannya. Cara penularan  Sumber penularan adalah pasien TB BTA positif  Pada waktu batuk atau bersin. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan. IV. Pengertian dan Faktor Resiko TB TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Target ini diharapkan dapat menurunkan tingkat prevalensi dan kematian akibat TB di Desa Tulungrejo.

diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk) VI.000 penduduk rata-rata terjadi 1000 terinfeksi TB dan 10% diantaranya (100 orang) akan menjadi sakit TB setiap tahun.  Factor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. ARTI sebesar 1%.  ARTI di Indonesia bervariasi 1-3%  Infeksi TB dibuktikan dengan perubahan reaksi tuberculin negative menjadi positif. Masyarakat  Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya penyakit TBC  Tidak adanya penyuluhan dari petugas tentang TBC  Masyarakat merasa jijik bila disuruh periksa dahak  Tidak adanya dukungan dari aparatur desa  Masyarakat menolak bila diperiksa dahak karena takut tahu penyakitnya b.  Resiko penularan setiap tahunnya di tunjukkan dengan Annul Risk Of Tuberculosis Infection (ARTI) yaitu proporsi penduduk yang beresiko terinfeksi TB selama satu tahun. Lingkungan  Pengaruh dari lingkungan sekitar menolak untuk diperiksa dahak . Resiko menjadi sakit TB  Hanya sekitar 10% yang terinfeksi TB akan menjadi sakit TB  Dengan ARTI 1%. Sekitar 50 diantaranya adalah pasien TB BTA positif  Factor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi paisen TB adalah daya tahan tubuh yang rendah. Resiko Penularan  Resiko tertular tergantung dari tingkat pajanan dengan percikan dahak. Pasien TB paru dengan BTA positif memberikan kemungkinan resiko penularan lebih besar dari pasien TB paru dengan BTA negative. diperkirakan diantara 100. Berarti 10 orang diantara 1000 penduduk terinfeksi setiap tahun. Permasalah Yang ada a.

Lingkungan  c. c. Masyarakat  Penyuluhan kesehatan tentang penyakit TBC bisa sampai kepada semua lapisan masyarakat b. Petugas Petugas kesulitan untuk pengambilan dahak karena :  Kurangnya penguasaan medan oleh petugas  Tidak adanya rencana kerja pengambilan dahak sehingga terkadang berbenturan dengan jadwal lain  Petugas malas mengambil dahak ke rumah warga VII. Penyelesaian dari masalah yang ada a. Petugas  Memasukkan pengambilan dahak ke rencana kerja bulanan  Petugas mau datang ke rumah warga untuk mengambil dahak  Petugas mempunyai data tentang lingkungan yang rawan terkena TBC  Petugas mau bekerja sama dengan aparat desa untuk mengambil dahak  Petugas mau melakukan pendekatan kepada masyarakat agar mau diperiksa dahak  Pengambilan dahak dilakukan saat warga memeriksakan diri .

--- +-- Foto toraks dan pertimbangan dokter TB BUKAN TB . .. Suspek TB Paru Pemeriksaan dahak mikroskopis – sewaktu. sewaktu (SPS) Hasil BTA Hasil BTA Hasi BTA +++ +-.- ++ - Antibiotic Non-OAT Tidak ada perbaikan Ada perbaikan Foto toraks dan Pertimbangan dokter Pemeriksaan dahak mikroskopis Hasil BTA Hasil +++ BTA ++. pagi.