You are on page 1of 9

PSIKOTERAPI SUPPORTIF

HERIANSYAH, S.Kep, M.Kes.

Seorang anak yang menangsis ditenangkan oleh ibunya. Seorang murid
yang menjadi malas, dibangkitkan semangatnya oleh gurunya. Semua hal ini
boleh dianggap sebagai psikoterapi dalam arti kata yang luas, akan tetapi biasanya
tidak dinamakan psikoterapi.

Apakah bedanya dengan psikoterapi yang dilakukan oleh seorang dokter
atau seoarng professional yang lain? Definisi psikoterapi professional dapat
diberikan sebagai berikut:

Psikoterapi adalah suatu cara pengobatan terhadap masalah emosional seorang
pasien yang dilakukan oleh seorang yang terlatih dalam hubungan professional
secara sukarela dengan maksud hendak menghilangkan, mengubah atau
menghambat gejala-gejala yang ada, mengoreksi prilaku yang terganggu dan
mengembangkan pertumbuhan kepribadian secara positif. Dalam psikoterapi,
hubungan dokter pasien serta pengenalan pemindahan dan hambatan adalah
sangat penting.( Maramis, 2005)

1. Pembagian psikoterapi

Cara-cara psikoterapi dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu
psikoterapi suportif dan psikoterapi genetic-dinamik.

Psikoterapi suportif (atau supresif atau non spesifik)

Tujuan psikoterapi jenis ini ialah:

- Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
- Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik
untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri. ( Maramis, 2005)
- Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan (Anonym , 2001)
- Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta
kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien melakukan perubahan
realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik (Tomb,
2004)

1

(Tomb. berempati dan hangat (dengarkan pasien). atau tahun-sesuai kebutuhan. atau insight psychotherapy) dibagi menjadi psikoterapi reedukatif dan psikoterapi rekonstruktif. abreaction. dan menolong pasien untuk menetukkan arah. untuk beberapa minggu atau bulan (kadang ada pula yang mencapai tahunan). tetapi hanya sedikit mengolah proses alam nirsadarnya dan tidak berupaya mengubah kepribadian. Terapis berurusan dengan gejala pasien. 2010) Lama Terapi Beberapa hari. Termasuk pula disini intevensi krisis yang singkat (untuk 1-3 pertemuan). mengeluarkan semua masalah. 2 . Pertahanan psikologik diperkuat dan teknik yang digunakan antara lain menenangkan. 2010) Mekanisme Pasien dianjurkan untuk datang sekali (atau lebih) seminggu. mengerti hal-hal yang menjadi perhatian pasien. bulan. ( Kaplan dan Sadock.Kriteria Pemilihan: Pasien yang sangat sehat yang berhadapan dengan krisis yang melanda pasien dengan defisit ego. Terapis bersikap aktif. dan manipulasi lingkungan. Medikasi juga dapat diberikan. 2004) Cara-cara psikoterapi suportif antara lain sebagai berikut:  Ventilasi atau (psiko-) kataris  Persuasi atau bujukan (persuasion)  Sugesti  Penjaminan kembali ( reassurance)  Bimbingan dan penyuluhan  Terapi kerja  Hipno-terapi dan narkoterapi  Psikoterapi kelompok  Terapi prilaku Psikoterapi wawasan (atau genetic-dinamik. sugesti. menunjukkan minat. ( Kaplan dan Sadock.

Terapi wawancara (interview therapy) . terapi main. Beberapa jenis psikoterapi suportif 3 . terapi seni. Cara-cara psikoterapi reedukatif antara lain: . dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan pengluasan daripada pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru. Psikoterapi reedukatif: Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar. Terapi hubungan antar-manusia (relationship-therapy) . Psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa Cara : asosiasi bebas. Terapi kelompok yang reedukatif . Reconditioning . Analisa dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf meyer) . narkoterapi. Terapi somatic Psikoterapi rekonstruktif Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknaya di alam tak sadar. Terapi case-work . Psikoanalisa non-freud . 2. Cara-cara psikoterapi rekonstruktif antara lain: . hipoanalisa/sintesa. Psikoanalisa Freud . dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri kembali. terapi kelompok analitik. Terapi sikap (attitude therapy) . memodifikasi tujuan dan membangkitkan serta mempergunakan potensi kreatif yang ada. Konseling terapetik . analisa mimpi.

Dokter sendiri harus mempunyai sikap yang meyakinkan dan otoritas profesional serta menunjukan empati. Jangan terlalu banyak memotong bicaranya (menginterupsi). perasaan salah atau berdosa. Sesudahnya biasanya ia merasa lega dan kecemasannya (tentang penyakitnya) berkurang. 4 . Sugesti dengan aliran listrik (faradisasi) atau dengan masasi kadang-kadang juga menolong. Jadi sugesti harus diikuti dengan reedukasi. diubah atau diperkuat dan impuls-impuls yang lain dihilangkan atau dikurangi . Sugesti ialah secara halus dan tidak langsung menanamkan pikiran pada pasien atau membangkitkan kepercayaan padanya bahwa gejala-gejala akan hilang. Ventilasi atau katarsis ialah membiarkan pasien mengeluarkan isi hati sesukanya. tetapi perbaikan itu cenderung untuk tidak menjadi tetap karena pasien menganggap pengobatan itu dari luar dirinya. Anak-anak dan orang-orang dengan inteligensi yang sedikit kurang serta pasien yang berkepribadian tak matang atau histerik lebih mudah disugesti. kecemasan. Pasien percaya pada doketr sehingga kritiknya berkurang dan emosinya terpengaruh serta perhatiannya menjadi sempit. Hal ini dibantu oleh dokter dengan sikap yang penuh pengertian (empati) dan dengan anjuran. Dengan demikian maka impuls-impuls yang tertentu dibangkitkan. Yang dibicarakan ialah kekhawatiran. Pasien pelan-pelan menjadi yakin bahwa gejala-gejalanya akan hilang. penjaminan kembali. umpamanya pada reaksi konversi yang baru dan dengan konflik yang dangkal atau pada nerosa cemas sesudah kecelakaan. bimbingan dan penyuluhan (konseling). impuls-impuls. Kritik diri sendiri oleh pasien penting untuk dilakukan. Ia mengharap-harapkan sesuatu dan ia mulai percaya. karena ia kemudian dapat melihat masalahnya dalam proporsi yang sebenarnya. sugesti. maka sugesti akan efektif. persuasi. serta pasien dibebaskan dari impuls-impuls yang sangat mengganggu. Persuasi ialah penerangan yang masuk akal tentang timbulnya gejala-gejala serta baik-buruknya atau fungsinya gejala-gejala itu. Semua dokter kiranya harus dapat melakukan psikoterapi suportif jenis katarsis. masalah keluarga. Bila tidak terdapat gangguan kepribadian yang mendalam.

ataupun berupa latihan kerja tertentu agar ia terampil dalam hal itu dan berguna baginya untuk mencari nafkah kelak. Fokusnya ialah pada masalah luar atau keadaan social dan tidak pada gangguan dalam individu itu sendiri. karena tujuannya ialah hendak menangani masalah situasi pada tingkat realistic. hal itu terjadi karena ia sendiri mengenal maksud gejala-gejala itu dan bahwa timbulnya gejala itu tidak logis. 5 . cara berkomunikasi. Tidak diadakan usaha untuk mengubah pola dasar kepribadian pasien. bahwa pasien mampu berfungsi secara adekuat. Kerja kasus social (social casework) secara tradisional didefinisikan sebagai suatu proses bantuan oleh seorang yang terlatih kepada seorang pasien yang memerlukan satu atau lebih pelayanan social khusus.Jangan memaksa-maksa pasien dan jangan memberikan kesan bahwa dokter menganggap ia membesar-besarkan gejalanya. bekerja dan belajar dan sebagainya. dapat juga diberi secara tegas berdasarkan kenyataan atau dengan menekankan pada apa yang telah dicapai oleh pasien. Konseling biasanya dilakukan sekitar masalah pendidikan. Bimbingan ialah memberi nasehat-nasehat yang praktis dan khusus yang berhubungan dengan masalah kesehatan (jiwa) pasien agar ia lebih sanggup mengatasinya. Penjaminan Kembali atau reassurance dilakukan melalui komentar yang halus atau sambil lalu dan pertanyaan yang berhati-hati. Jangan mengganggu rasa harga diri pasien.. pekerjaan. Pasien harus percaya bahwa gejala-gejalanya akan hilang dan bahwa tidak terdapat kerusakan organic sebagai penyebab gejala-gejala itu. agar ia dapat mengatasi suatu maaslah lingkungan atau Dapat menyesuaikan diri. Penyuluhan atau konseling ialah suatu bentuk wawancara untuk membantu pasien mengerti dirinya sendiri lebih baik. Terapi kerja dapat berupa sekedar memberi kesibukan kepada pasien. pernikahan dan pribadi. Ia harus diyakinkan bahwa bila gejala-gejala itu hilang. umpamanya tentang cara mengadakan hubungan antar manusia.

dan psikoterapi rekonstruksi. Bahan yang timbul sewaktu narkoterapi dapat juga dipakai dalam sintesa sesudah pasien sadar kembali. Bila hanya suami istri disebut konseling pernikahan (marriage counseling). Narkoterapi secara intravena disuntikkan suatu hipnotikum dengan efek yang pendek (umpamanya pentothal atau amital natrium). Psikoterapi kelompok Pembagian kerja psikoterapi berdasarkan prosesnya dibagi manjadi psikoterapi suportif. Bila dilihat dari lamanya. Bila dilihat dari jumlah pasien maka ada psikoterapi individual dan psikoterapi kelompok. ia masuk dalam keadaan trance mulai dari ringan sampai trance yang dalam dengan kekakuan otot diseluruh badan. pasien diwawancarai.Hipnosa dapat membantu psikoterapi. Dalam keadaan setengah tidur. Kesadaran pasien menyempit dan menurun. Terapi keluarga (family therapy) dan konseling pernikahan dilakukan bila keadaan keluarga atau pernikahan itu sendiri yang menjadi sumber stress atau penyebab gangguan jiwa. Sukar untuk mengobati satu orang saja bila interaksi atau pola komunikasi itu yang patologis. reedukatif. Narkoterapi dengan narkoanalisa dan narkosintesa itu membantu psikoterapi. Bila kelompok ini terdiri dari para anggota satu keluarga. Hal yang penting dalam hipnosa adalah sugesti (bukan kekuatan kemauan terapis hipnotisir). akan tetapi apa yang dapat dicapai dengan hipnosa dalam psikoterapi dapat juga dicapai dengan cara yang lain tanpa hipnosa. akhirnya ia hanya menerima rangsangan dari hipnotisir. konflik dianalisa lalu disintesa. atau sintesa dilanjutkan sesudah pasien sadar kembali. maka ada psikoterapi jangka pendek dan psikoterapi jangka panjang. 6 . Dalam hipnosa dapat dilakukan analisa konflik-konflik dan sintesa. Dalam hal ini sugesti dalam waktu hipnosa dan sugesti sesudah hipnosa dapat dipakai. karena semua anggota keluarga merupakan kesatuan dan mereka terus menerus saling mempengaruhi. maka disebut terapi keluarga. Hipnosa hanya dapat mempercepat pengaruh psikoterapi.

Akan tetapi bila pola komunikasi sudah patologis. bersaing keras dengan terapis. Terapi kelompok berguna untuk pasien yang:  Segan terhadap psikoterapi individual karena takut.  Pembentukan kelompok harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para anggota secara perorangan.  Reaksi-reaksi dalam interaksi kelompok dinilai. Jumpa nikah atau marriage encounter sudah tersebar diseluruh dunia sebagai cara yang efektif untuk memperkokoh pernikahan melalui pengembangan komunikasi antara suami isteri. sebagaimana dia adanya. tidak atau suka menyesuaikan diri dalam kelompok.  Pernyataan verbal yang tak tertahankan dibiarkan keluar.  Pembatasan yang tidak perlu dihindarkan.Khusus untuk suami isteri.  Tidak atau kurang berpengalaman dengan saudara-saudara mempunyai sikap bertentangan dengan saudara-saudara. ataupun pasangan lain (kedua-duanya pria atau wanita) yang sering bekerja sama dan masih dapat berfungsi secara normal maka latihan- latihan (encounter) sangat berguna untuk mengembangkan komunikasi dan saling pengertian yang lebih dalam. konseling pernikahan atau terapi kelompok. Fase-fase terapi kelompok secara singkat pada umumnya ialah:  Penyatuan kelompok dengan terbentuknya identifikasi kelompok  Interaksi dalam kelompok dengan melihat pada dinamika kelompok  Pengertian dan penyelesaian dinamika dengan timbulnya wawasan. melawan figure orang tua. maka sebaiknya dilakukan terapi keluarga. tak percaya kepada terapis. kurang berpartisipasi dalam lingkunagn.  Mempunyai intelegensi yang rendah Agar proses kelompok dapat berjalan lebih lancar maka:  Individu harus diterima sebaik-baiknya. mempunyai pengalaman keluarga yang merusak. 7 .

Umpamanya seoaranga anak yang tidak berprestasi disekolah dan nakal dikelas hanya dengan seorang guru tertentu dapat menjadi efektif dan rajin bila ia dipindahkan ke kelas lain diajar oleh guru yang lain. membantu para anggota kelomp[ok agar dapat mengerti lebih jelas sebab kesukaran mereka. DAFTAR PUSTAKA 8 . 3. terbentunya mekanisme pembelaan yang lebih baik yang dapat diterima dan yang lebih memuaskan. yang membangkitkan bentuk prilaku khusus itu. social dan keadaan lain diluar klinik. bukan hanya untuk meringankan atau menghilangkan gejala psikiatri. Pendekatan perilaku memang makin lama makin banyak diterapkan. akan tetapi dipakai juga dalam bidang pendidikan.Tujuan terapi kelompok ialah membebaskan individu dari stress. Ada tiga cara untuk menguasai atau mengubah perilaku manusia. Suatu jenis perilaku yang timbul dalam suatu keadaan tertentu dapat diubah atau dimodifikasi. 2. Akibatnya suatu perilaku tertentu dapat diubah dan demikian perilaku itu dapat dimodifikasi. yaitu: 1. Perilaku dapat diubah dengan mengubah peristiwa-peristiwa yang mendahuluinya. Umpamanya seoarang anak dapat diajar untuk melihat dirinya sendiri dalam suatu kegiatan kompromi yang konstruktif dan tidak menunjukkan ledakan amarah bila ia menghadapi frustasi. Terapi Perilaku Terapi perilaku berusaha menghilangkan masalah perilaku khusus secepat- cepatnya dengan mengawasi perilaku belajar pasien.

David A. Airlangga University Press: Surabaya Tomb. Maramis. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. 2001.Kapita Selekta Kedokteran jilid 1. EGC : Jakarta 9 . 2004. Media Aesculapicus : Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Buku Saku Psikiatri edisi 6.2005.