You are on page 1of 17

POA

(PLAN OF ACTION)

PROGRAM
KESEHATAN JIWA

PENYUSUN :
LILIK ERNAWATI, Amd Keb.

UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS SIDAYU

DINAS KESEHATAN KABUPATEN GRESIK

2016
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Indonesia telah menghadapi berbagai transformasi dan transisi diberbagai bidang
yang mengakibatkan terjadinya perubahan gaya hidup, pola perilaku dan tata nilai
kehidupan. Dalam bidang kesehatan terjadi transis epidemologi dimasyarakat dengan
berbergesernya kelompok penyakit menular kekelompok penyakit tidak menular,
termasuk berbagai jenis gangguan akibat perilaku manusia dan gangguan jiwa.

Masalah kesehatan jiwa dewasa masih kurang mendapatkan perhatian dari berbagai
pihak, adanya kemajuan tehnologi, kerasnya persaiangan ekonomi, kondisin politik dan
keamanan serta perubahan budaya di era sekarang ini membuat potensi munculnya
masalah kesehatan jiwa menjadi semakin besar.

Banyaknya penyeba yang membuat masalah kesehatan jiwa belum menjadi
perhatian oleh semua pihak. Adanya pemahaman yang salah masih banyaknya sikap
negative atau stigma dan diskriminasi termasuk beberapa penyebab terpinggirkannya
masalah kesehatan jiwa. Tang menjadi persoaalan ternyata pemahamanan yang salah ini
tidak hanya tidak ditemukan pada masyarakat aja tetapi juga pada pengambil kebijakan
dan penyedia layanan kesehatan. Hal inilah yang mengakibatkan masih maraknya
ditemukan perlakuan salah bagi penderita masalah kejiwaan .

Salah satu contoh yang sering dilakukan adalah adanya penanganan yang salah
terhadap orang dengan masalah kejiwaan dengan alasan dengan penertiban desa atau kota.
Masih ditemukannaya kasus penelantaran, pemasungan, dan tindak kekerasan terhadap
orang dengan masalah kejiwaan.

Masalah kesehatan jiwa juga menimbulkan dampakm sosial antaralain
meningkatkan angka kekerasan, kriminalitas, bunuh diri, penganiayaan anak, perceraian,
kenakalan remaja, penyalahgunaan zat adiktif, HIV, AIDS Perjudian, pengangguran dan
lain lain. Oleh karena itu masalah kesehatan jiwa perlu ditangani dengan serius.

Gangguan jiwa pada pandangan masyarakat masih identik dengan gila ( psikotik )
sementara kelompok gangguan jiwa lain seperti anxietas, depresi, dan gangguan jiwa yang
tampil dalam bentuk berbagai keluhan fisik kurang dikenal. Kelompok gangguan jiwa
inilah yang banyak ditemukan di masyarakat. Mereka ini dating ke pelayanan kesehatan
umum dengan keluhan fisiknya sehingga petugas kesehatan sering kali terfokus pada
keluhan fisik, melakukan berbagai pemeriksaan dan memberkan berbagai jenis obat untuk
mengobati pasien.
B. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Tertanganinya kasus kesehatan jiwa terutama pasien jiwa yang pasung dan pada
pasien yang datang berobat ke pelayanan kesehatan dasar.

2. TUJUAN KHUSUS
 Mendeteksi secara dini pasien jiwa yang dipasung dan kasus kesehatan jiwa
diwilayah kerja puskesmas sidayu
 Mendeteksi kasus kesehatan jiwa yang datang kepelayanan kesehatan dasar
 Menangani kasus kesehatan jiwa yang ditemukan dan yang dating ke pelayana
dasar
 Melakukan rujukan pada pasien yang membutuhkan.
 Meningkatkan pemahaman dan menghilangkan stigma pada keluarga pasien jiwa
yang dipasung
 Pembebasan pasien jiwa yang dipasung.

C. SASARAN
Sasarannya adalah dokter, perawat, bidan, kader kesehatan jiwa dan tenaga kesehatan
lainnya yang bekerja dipelayanan kesehatan dasar.

D. RUANG LINGKUP
Masalah kesehatan jiwa meliputi:

1. Masalah perkembangan manusia yang harmonis dan peningkatan kualitas hidup,yaitu
masalah kesehatan jiwa yang berkaitan dengan siklus kesehatan ,mulai dari anak
dalam kandungan sampai usia lanjut.

2. Masalah psikososial yaitu setiap perubahan dalam kehidupan individu baik yang
bersifat psikologis ataupun social yang mempunyai pengaruh timbale balik dan
dianggap berpotensi cukup besar sebagai factor penyebab terjadinya ganguan jiwa
secara nyata atau sebaliknya masalah kesehatan jiwa yang berdampak pada
lingkungan social,misalnya tawuran, kenakalan remaja ,penyalagunakan NAPZA,
masalah seksual ,tindak kekerasan stres pasca trauma

3. Ganguan jiwa yaitu suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan adanya
gangguan pada fungsi jiwa, yang menimbulkan penderita pada individu dan atau
hambatan dalam melaksanakan peran social.
BAB II
ANALISA SITUASI

A. DATA UMUM
a. Geografis, Administrasi, Batas Wilayah
Wilayah Kecamatan Sidayu berada di Kabupaten Gresik bagian utara, mempunyai
wilayah yang berbatasan langsung Selat Madura yang merupakan bagian dari Laut
Jawa sehingga termasuk sebagai daerah Pantura.
 Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Ujung Pangkah
Sebelah Timur : Selat Madura
Sebelah Selatan : Kecamatan Bungah
Sebelah Barat : Kecamatan Dukun dan Panceng
 Luas Wilayah : 4.795,291 Ha yang terdiri dari
Perumahan : 225,885 Ha
Sawah : 1.765,740 Ha
Tambak : 1.370,665 Ha
Tegal : 1.097,290 Ha
Lain-lain : 211,800 Ha
 Kecamatan Sidayu secara administratif meliputi 21 desa, yaitu :
1. Desa Bunderan
2. Desa Purwodadi
3. Desa Srowo
4. Desa Sedagaran
5. Desa Pengulu
6. Desa Kauman
7. Desa Sidomulyo
8. Desa Mriyunan
9. Desa Asempapak
10. Desa Mojoasem
11. Desa Ngawen
12. Desa Randuboto
13. Desa Racikulon
14. Desa Racitengah
15. Desa Golokan
16. Desa Sambipondok
17. Desa Wadeng
18. Desa Gedangan
19. Desa Sukorejo
20. Desa Lasem
21. Desa Kertosono

 Ketinggian tanah wilayah Kecamatan Sidayu rata-rata 2,95 meter dari
permukaan air laut dengan iklim tropis dan curah hujan rata-rata 117 mm per
tahun. Kecamatan Sidayu merupakan dataran rendah dengan wilayah pantai,
sungai, sawah, dan tambak. Tidak memiliki wilayah gunung dan hutan.
 Wilayah kecamatan sidayu dilewati oleh sungai Bengawan Solo yaitu desa
Randuboto, Ngawen, dan Srowo
 Wilayah kecamatan Sidayu dilewati oleh Jalan Propinsi yang menghubungkan
Kabupaten Gresik dengan Kabupaten Lamongan
 Jarak tempuh dari Puskesmas ke desa :
3-5 km : 16 desa
0-2 km : 5 desa
 Jarak Puskesmas ke Kabupaten : 25 km

b. Demografi
 Pertumbuhan Penduduk (tahun 2015)
- Jumlah Penduduk : 41.118
- Jumlah KK : 10.247
- Jumlah Anggota gakin : 18,650
- Jumlah Bayi 0-1 tahun : 668
- Jumlah Balita 0-5 tahun : 3.167
- Jumlah Anak Prasekolah : 1.452
- Jumlah PUS : 7132
- Jumlah WUS : 10514
- Jumlah Ibu Hamil : 719
- Jumlah Bulin : 635
- Jumlah Ibu Meneteki : 1.630

c. Sosial Ekonomi
 Perusahaan swasta meliputi perusahaan pengolah dolomit (kapur), dan
penggilingan gabah, sedangkan industri rumah tangga kebanyakan produksi
kerupuk ikan, petis ikan, dan minuman
d. Sosial Budaya
 Wisata religi di wilayah kecamatan Sidayu yaitu Masjid Kanjeng Sepuh
 Hasil Industri rumah tangga khas Sidayu antara lain Kerupuk Ikan dan Petis
Ikan

e. Pendidikan Masyarakat
 Distribusi kepala keluarga berdasarkan tingkat pendidikan
- Sarjana (D3/S1) : 782
- SLTA/Sederajat : 2163
- SD-SLTP : 6094
- Tidak lulus SD :1256
 Sarana Pendidikan
- TK : 22
- SD / MI : 17 / 21
- SLTP / MTs :6 / 7
- SMU / MA / SMK :4 / 5/1
- Jumlah Ponpes :9

f. Sarana Kesehatan dan Tenaga Kesehatan
 Sarana Kesehatan di Wilayah Kecamatan Sidayu
- Puskesmas Perawatan & PONED : 1 buah
- Puskesmas Pembantu : 4 buah
- Polindes : 17 buah
- Ponkesdes : 7 buah
- Rumah Sakit/RB :0
- Klinik / Balai Pengobatan :0
- Dokter Praktek Swasta :6
- Bidan Praktek Swasta :2
- Apotek :3
- Laboratorium swasta :0
B. DATA SUMBER DAYA
a. Ketenagaan
YANG KEKU STATUS
JENIS SUKWAN
NO ADA RANG KEPEGAW KET
KETENAGAAN PUSKESMAS
(PNS) AN AIAN

A Puskesmas
Induk (rawat
Inap)

1 Dokter 3 2 PNS

2 Dokter Gigi 1 0 THL

3 Perawat Gigi 1 0 PNS

4 Perawat 8 5 PNS 5 Untuk
UGD Dan
Rawat Inap

5 Bidan 4 5 PNS 6 Untuk
Ranap
PONED

6 Nutrisionist 1 0 PNS

7 Sanitarian 1 0 PNS

8 Analis Medis 0 0 1

9 Apoteker 1 0 PNS

10 Asisten Apoteker 0 1

11 Radiografer 1 0 PNS

12 Administrasi 3 3 4 PNS

13 Pelaksana 0 3 2
kebersihan

B Puskesmas
Pembantu

1 Perawat 3 2 2 PNS, 1 1
THL

2 Bidan 4 PNS 1

3 Administrasi 0 4 Tidak ada
pustu

C Ponkesdes
/Polindes

1 Bidan desa 15 9 PNS 6
PTT

2 Perawat 14 2 3 CPNS 11
Ponkesdes PTT

JUMLAH 60 25 16

C. DATA KHUSUS
a. Jumlah Pemberdayaan Kelompok :1
b. Penemuan dan Penanganan Gangguan Kasus Jiwa dari Rujukan Masyarakat : 34
c. Penanganan Kasus Kesehatan Jiwa Melalui Rujukan Rumah Sakit : 108
d. Jumlah Pasien Pasung :5
BAB III
RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)

A. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan hasil Penilaian Kinerja Puskesmas (PKPus) Sidayu tahun 2015 program
kesehatan jiwa
HASIL PENILAIAN PROGRAM KESEHATAN JIWA TAHUN 2015
No Jenis Kegiatan Target Pencapaian Kesenjangan

1 Pemberdayaan kelompok masyarakat 100% 50% 50%
khusus dalam upaya penemuan dini
dan rujukan kasus gangguan jiwa
(2klpk/ thun)

2 Penemuan dan penanganan kasus 12% 24 % 76 %
gangguan perilaku, maslah napza, dll
(142 (34) (108)
dari rujukan kader dan masyarakat
kasus)

3 Penanganan kasus kesehatan jiwa, 20% 46% 51%
melalui rujukan ke RS / spesialis
(237 (108) (129)
kasus)

4 Deteksi dini dan penanganan kasus 100% 80% 20%
jiwa( gangguan prilaku, gangguan
jiwa, gangguan psikosomatik,
masalah napza) yang datang berobat
ke puskesmas

5 Penemuan dan penanganan pasien 100% 100% -
pasung

6 Pembebasan pasien pasung 100% 40% 60%
Berdasarkan data kinerja Puskesmas (PKPus) tahun 2015 diatas, selanjutnya kami analisa
menggunakan grafik sarang laba-laba,dan hasilnya seperti grafik dibawah ini :

Pemberdayaan kelompok
masyarakat
150
Pembebasan pasien 100 Penemuan dan
pasung 50.0 penanganan kasus
50
40.0 24.0
0 PENCAPAIAN
46.0
Penemuan dan 100.0 Penanganan kasus
penanganan pasien 80.0 kesehatan jiwa

Deteksi dini dan
penanganan khusus

Dari grafik sarang laba-laba diatas, didapatkan beberapa kegiatan dengan pencapaian
yang rendah yaitu:

1. Penemuan dan penanganan kasus gangguan perilaku, maslah napza, dll dari rujukan
kader dan masyarakat
2. Pembebasan pasien pasung

B. MENENTUKAN PRIORITAS MASALAH
Prioritas masalah di Puskesmas Sidayu dilakukan dengan menggunakan metode USG
yaitu menentukan masalah berdasarkan Urgency, Seriousness dan Growth. USG dilakukan
dengan cara penilaian oleh pemegang program kesehatan jiwa.

Pada analisis menggunakan USG didapatkan prioritas masalah adalah

Masalah Urgency Seriousness Growth Total Rangking
(U) (S) (G) (U x S x
G)
1. Penemuan dan 8 7 3 168 2
penanganan kasus
gangguan perilaku,
maslah napza, dll dari
rujukan kader dan
masyarakat

2. Pembebasan pasien 7 6 5 210 1
pasung
C. MENENTUKAN PENYEBAB MASALAH
Penyebab masalah masih rendahnya pembebasan pasien pasung di wilayah
Puskesmas Sidayu menggunakan metode Fish Bone Diagram dan didapatkan hasil sebagai
berikut :
DIAGRAM FISH BONE

SARANA DANA MANUSIA

Alat penunjang Faktor ekonomi Rendahnya pengetahuan
kesehatan masih terbatas keluarga masih keluarga tentang dampak
rendah pemasungan

Kurangnya pelatihan bagi
Tenaga Kesehatan
Pembebasan pasien
pasung wilayah kerja
Puskesmas Sidayu
Tahun 2016
Kurangnya dukungan
masyarakat di sekitar pasien Kunjungan rumah blm
pasung optimal

Kurangnya kerjasama
lintas sektor Kurangnya sosialisasi bebas
pasung

LINGKUNGAN
METODE
D. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
Alternatif pemecahan masalah terhadap penyebab masalah yang ditemukan,
didiskusikan dengan metode brain storming dan didapatkan pemecahan masalah sebagai
berikut :

NO PENYEBAB MASALAH ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

1. Kunjungan rumah blm - Meningkatkan kerjasama dengan lintas sektor terkait
optimal

2. Kurangnya sosialisasi bebas - Mengadakan penyuluhan tentang bebas pasung
pasung

3. Kurangnya dukungan - Melakukan pendekatan kepada keluarga dan
masyarakat di sekitar pasien masyarakat pasien pasung
BAB IV
PENUTUP

Perencanaan program jiwa ini dibuat sebagai pedoman dalam melaksanakan program-
program jiwa sehingga dalam pelaksanaannya nanti kegiatan yang dilaksanakan akan lebih
terarah.
Diharapkan kepada semua pihak yang terkait dapat melaksanakan program jiwa dengan
baik dan profesional sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik.
Akhirnya kami mengharapkan dukungan dari semua pihak maupun lintas sektoral terkait untuk
dapat berperan serta dalam program kesehatan yang kami rencanakan
RENCANA USULAN KEGIATAN ( RUK )
PUSKESMAS SIDAYU 2016
KEBUTUHAN SUMBER SUMBER
UPAYA INDIKATOR
No KEGIATAN TUJUAN SASARAN TARGET DAYA PEMBIAYA
KESEHATAN KEBERHASILAN
Dana Alat Tenaga AN
1 JIWA Penyuluhan Agar masyarakat 1. Keluarga yang 80% JKN slide 1. Dokter 100% Sidayu JKN
sosialisasi tengtang mengerti tentang punya pasien 2. Bidan bebas pasung
bebas pasung dampak pasung 3. perawat
2. Tokoh masyarakat
pemasungan
3. Sektor terkait
Kaderisasi Membentuk kader Kader seluruh desa di 100% JKN 1. formulir 1. Dokter 100% terbentuk JKN
kesehatan jiwa kesehatan jiwa wilayah kerja 2. leaflet 2. Bidan kader
agar mampu puskesmas sidayu 3. buku saku 3. perawat
4. ATK
mendeteksi
masalah kejiwaan
yang ada di
masyarakat

Kerjasama lintas Mendapat 1. Dinas sosial 50% JKN Slide 1. Dokter JKN
sektor dukungan dari 2. Camat 2. Bidan
lintas sentor 3. Koramil 3. perawat
4. Polsek
terkait
5. Tokoh masyarakat
6. Tokoh Agama
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN (RPK) PUSKESMAS SIDAYU
PROGRAM KESEHATAN JIWA TAHUN 2016
Upaya Kesehatan Kegiatan Sasaran Target Volume Rincian Lokasi Tenaga Jadwal Biaya Sumber
Kegiatan Pelaksanaan Pelaksanaan Pelaksana Biaya
Kesehatan jiwa Penyuluhan4. Keluarga yang 1 kali 1 kali Konsumsi: Balai desa 1. Dokter Februari Rp 1500000 JKN
punya pasien
sosialisasi pertahun pertemuan ngawen 2. Bidan 2016
pasung 1. Snak
tengtang 5. Tokoh 3. perawat
masyarakat 12000x40
bebas
6. Sektor terkait 2. Nasi kotak
pasung
25000x40

Kesehatan Kader desa 1 kali 1 kali Konsumsi: Puskesmas 1. Dokter Februari Rp 1500000 JKN
Jiwa Kaderisasi yang terpilih : pertahun pertemuan sidayu 2. Bidan 2016
1. Snak
kesehatan 1. Srowo 3. perawat
2. Ngawen 12000x40
jiwa
3. mriyunan 2. Nasi kotak
25000x40

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN JIWA
PUSKESMAS SIDAYU
TAHUN 2016

No Kegiatan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
1. Kunjungan Pasien Pasung 6 6 14 21 28 2 10 17 27 3

2. Sosialisasi Kesehatan Jiwa dan Bebas Pasung 11