You are on page 1of 20

PENINGKATAAN KESEJAHTERAAN MELALUI

PERLINDUNGAN PAJAK AIR TANAH

Oleh :
TOMI
1109200030075

Dosen Pembimbing
Mata Kuliah Hukum Tata Lingkungan :

DR. SYARIFUDDIN HASYIM, S.H., M.Hum.

PROGRAM PASCA SARJANA
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T. yang telah

memberikan kesehatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan makalah ini

dengan tepat waktu tanpa adanya suatu kendala apapun. Dan tidak lupa penulis

panjatkan kehadirat Nabi Muhammad S.A.W. yang telah membawa kita dari

dunia yang tidak berilmu pengetahuan kepada dunia yang berilmu pengetahuan.

Penulis berharap proposal penelitian ini dapat memberikan suatu dampak positif

bagi perkembangan ilmu pengetahuan kita semua.

Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan industri, permintaan akan

pemenuhan kebutuhan air bersih meningkat dengan pesat. Terkait penggunaan air

permukaan telah terjadi penyedotan dan pengambilan air bawah tanah yang

berlebihan, hal tersebut menyebabkan permukaan tanah semakin menurun.

Negara dalam hal ini Pemerintah Daerah bertanggung jawab terhadap

persoalan atau permasalahan Ekonomi dan lingkungan atau segala hal yang

menyangkut kebijakan publik dan regulasi atas sumber daya alam. Untuk itu

penulis akan membahas pemikiran-pemikiran ilmiah mengenai Pajak Melindungi

Ketersediaan Air Tanah.

Semoga setiap kata dan tulisan yang ada dalam makalah ini dapat memberi

kontribusi yang nyata untuk membawa kehidupan kita bersama ke arah yang lebih

baik.

Banda Aceh, Juni 2012

Penulis,

DAFTAR ISI

Halaman

.................................................................................................................................................. 5 D.... 15 B........... 8 B.............................................................. 15 DAFTAR PUSTAKA ................. Kesimpulan ........................................... i DAFTAR ISI ......... Latar Belakang ........ Air Tanah ............... 16 BAB I PENDAHULUAN A. 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................... Pajak Daerah ............................................................................. Latar Belakang ...............................................KATA PENGANTAR ........................ Tujuan Penulisan ...................................................... 12 A................................................................. 15 A.................................. 1 B...................................................................................... 5 C........................... 1 A............................................................................................... 13 BAB IV PENUTUP ..................................... Kerangka Pikir .... Pengelolaan Lingkungan ..................................................... 8 A.... 9 C....................................... ii BAB I PENDAHULUAN ...... 12 B.......................................... Saran .................................................................................... 10 BAB III MELINDUNGI KETERSEDIAAN AIR TANAH MELALUI PAJAK .......................................................................................................................................................... Identifikasi Masalah ................................................................. Pajak Air Tanah .......... Desentralisasi dan Otonomi Daerah ...

tidak mungkin dilaksanakan sendiri oleh seluruh bangsa Indonesia. Ciri negara kesejahteraan ini tercermin antara lain dalam rumusan Pasal 23 ayat (3). . Tugas pengelola tersebut yang menurut sifatnya termasuk hukum publik. hak penguasaannya adalah ada pada negara. Pasal 18 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 antara lain menyatakan bahwa pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil. Mengacu kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 1 R. kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab negara. dengan bentuk dan susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang. Salah satu cirinya yang penting adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengandung ide negara kesejahteraan (welfare state) yang tumbuh berkembang karena pengaruh sosialisme sejak abad 19.1 Dalam konteks penguasaan sumber daya air dalam wilayah negara Indonesia. Pasal 33 dan Pasal 34. Negara Republik Indonesia sebagai negara kesatuan menganut asas desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah. Disertasi Program Studi Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. yang paling terkait adalah Pasal 33 ayat (3). Berkaitan dengan pendayagunaan sumber daya air dari pasal-pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengandung ide negara kesejahteraan. Dalam hal ini negara adalah sebagai kuasa dan petugas bangsa Indonesia bukan sebagai pemilik. Depok. Ismala Dewi. Karena itu. 19. Pada intinya pasal tersebut mengemukakan bahwa sumber daya alam (termasuk sumber daya air). Asshiddiqie mengemukakan dalam pidato pengukuhan bahwan “ Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2009. disamping sebagai konstitusi politik juga dapat disebut sebagai konstitusi ekonomi”. Sumber Daya Air Untuk Kesejahteraan Masyarakat Lokal Lokal : Kajian Mengenai Pengusahaan Air di Kecamatan Cidahu-Sukabumi dan Polanharjo-Klaten. hlm.

3. 2. Otonomi Penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah. diatur dan ditentukan sumber-sumber keuangan daerah. hlm. Pajak Restoran. 2. Di daerah-daerah yang bersifat otonom akan didakan Badan Perwakilan Daerah. Jakarta. 2001. Gramedia. . 3. 4. 5. Didaerah-daerah yang bersifat otonom (streek en locale rechtgemeenschapper) atau bersifat undang-undang”. Daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah propinsi dan daerah propinsi akan dibagi dalam daerah yang lebih kecil. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan. 4. Pajak Hiburan. didaerahpun pemerintah akan bersendi atas dasar permusyawaratan. Dalam penjelasan pasal tersebut. misalnya pajak daerah yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 2 Deddy Supriady Bratakusumah dan Dadang Solihin. antara lain dikemukakan bahwa “oleh karena Negara Indonesai itu suatu eenheidsstaat. Oleh karena itu. maka Indonesia tidak akan mempunyai daerah dalam lingkungannya yang staat juga. 6. Pajak Daerah dibagi menjadi Pajak Propinsi dan Pajak Kabupaten/Kota. Jenis pajak Kabupaten/Kota terdiri atas : 1. Pajak Reklame. Pajak Rokok. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor. Pajak Air Permukaan. Pajak Hotel.2 Untuk mendukung penyelenggaraan otonomi daerah. Jenis Pajak Propinsi ditetapkan sebanyak 5 (lima) jenis pajak yaitu : 1. Pajak Penerangan Jalan. 1. Selain itu mengenai peraturan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah juga telah diatur dan mengacu pada Undang- Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Pajak Kendaraan Bermotor.

permintaan akan pemenuhan kebutuhan air bersih meningkat dengan pesat. kualitas relatif lebih baik. Pajak Air Tanah. 3 Walaupun demikian. apabila potensi pajak di daerah tersebut dipandang kurang memadai. Pajak Parkir. 9. . 7. Kendati air tanah mengalami penyedotan secara berlebihan akan tetapi pendapatan air bawah tanah ternyata masih jauh dibawah target. infrastruktur yang dibutuhkan lebih sederhana. Pasal 2. yang menyebabkan permukaan tanah semakin menurun. dan 11. 10. daerah propinsi dapat tidak memungut salah satu atau beberapa jenis pajak yang telah ditetapkan. Pajak Sarang Burung Walet. Khususnya untuk daerah yang setingkat daerah propinsi tetapi tidak terbagi dalam daerah kabupaten/kota seperti daerah khusus ibukota Jakarta. jenis pajak yang dapat dipungut merupakan gabungan dari pajak untuk daerah propinsi dan pajak untuk daerah kabupaten/kota. Terkait pajak air permukaan telah terjadi penyedotan dan pengambilan air bawah tanah yang berlebihan. pengaturan pemanfaatannya lebih mudah. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan industri. Hingga saat ini air tanah masih menjadi andalan utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut dibandingkan dengan sumber air lainnya karena memiliki beberapa kelebihan antara lain : sebarannya luas. harga/biaya untuk memperolehnya lebih murah serta ketidakmampuannya 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan. 8. Pajak Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan kepada daerah kabupaten/kota dalam mengantisipasi situasi dan kondisi serta perkembangan perekonomian daerah pada masa mendatang yang mengakibatkan perkembangan potensi pajak dengan tetap memperhatikan kesederhanaan jenis pajak dan aspirasi masyarakat serta memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.

5 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 menjadi dasar bagi semua pengelolaan lingkungan. penguasa ingin mencapai tujuan tertentu. terbentuknya cekungan-cekungan air tanah kritis di beberapa wilayah. asas pengelolaan dan kekuasaan negara berbasis kepentingan publik (bottom-up). 35. Hukum lingkungan adalah hukum yang mengatur hubungan timbal balik antara manusia dengan makhluk hidup lainnya yang apabila dilanggar dapat dikenakan sanksi. Undang-undang baru dimaksudkan untuk menyerap nilai-nilai yang bersifat keterbukaan. paradigma pengawasan masyarakat. kenyataannya saat ini pajak air tanah belum dapat memberikan perimbangan terhadap upaya pemulihan air tanah yang optimal. Daya tarik air tanah yang sangat besar tersebut. Namun. Salah satu upaya dari pemerintah dalam rangka penyediaan dana rehabilitasi air tanah ini adalah dengan menetapkan pajak pengambilan air tanah. misalnya di bidang sumber daya air dengan Undang-Undang Nomo 7 Tahun 2004. intrusi air laut dan instrusi polutan serta terjadinya kelangkaan air tanah yang semakin luas. Hal ini diperlihatkan dengan tetap tingginya penggunaan air tanah yang menunjukkan bahwa air tanah tetap menjadi pilihan warga pengguna air. 2005. . Pembahasan mengenai perlindungan hukum dalam pengelolaan lingkungan tersebut diatas telah 4 Siti Sundari Rangkuti. 5 Ibid.4 Dalam menetapkan kebijaksanaan lingkungan. hlm. Hukum Lingkungan dan Kebijaksanaan Lingkungan Nasional. Keadaan ini secara cepat menimbulkan kerusakan seperti penurunan muka air tanah. hingga dampak- dampak ikutan lainnya seperti penurunan muka tanah. hlm. Airlangga University Press. 2. Pengenaan pajak air tanah terhadap pemakaian air setelah sesuatu yang tepat dan merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh dalam rangka pemulihan kondisi air tanah ini. sumber daya air lainnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih domestik maupun industri. sangat tidak sebanding dengan proses pembentukan air tanah itu sendiri yang sangat kompleks dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Surabaya. baik dari segi kualitas maupun kuantitas. akses publik terhadap manfaat sumber daya alam dan keadilan lingkungan.

D. Hukum Lingkungan.H. Jakarta. 2008. tanggung jawab negara dapat dikaitkan dengan tugas-tugas dan fungsi semua aparat dalam menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance). Jakarta : Ind-Hill-Co. Bagaimana kewenangan negara dan pemerintah daerah dalam mengelola air tanah ? 2.7 Teori ini dikenal dengan nama teori Le Contract Social. 141. Dasar-Dasar Perpajakan. Jakarta. 7 Safri Nurmantu. hlm. Kerangka Pikir Berbagai teori yang dikemukakan oleh para ahli dan filsuf tentang asal mula suatu negara dan kedaulatan baik yang dikemukakan oleh Thomas Hobbes. Teori ini mengemukakan bahwa sebagian dari hak masyarakat diserahkan kepada suatu 6 N. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. telah ada suatu wadah yang menguasai dan memerintah penduduk.T. Siahaan. 2. Pancuran Alam. Memberikan pemahaman terhadap pembentukan perundang-undangan lingkungan hidup yang baru khususnya pengelolaan air tanah beserta pajaknya di masa yang akan datang.6 B. Oleh karena itu. John Locke dan Jean Jacques Rousseau yang pada akhirnya berkesimpulan bahwa jauh sebelum Romawi dan Yunani kuno serta zaman Firaun di Mesir. Memberikan pemahaman mengenai kewenangan negara dan pemerintah daerah dalam pengelolaan air tanah. 1. hlm. mengungkapkan berbagai masalah yang memerlukan kajian teoritik melalui hukum lingkungan ketatanegaraan dan administratif. . 1994. ada beberapa masalah yang harus dicermati yaitu : 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan apa yang telah diuraikan di atas. Bagaimana seharusnya peraturan daerah mengatur pengelolaan pajak air tanah di masa yang akan datang ? C.

2004. 10 terdapat dua fungsi pajak yaitu fungsi budgetair dan fungsi regulerend. Jakarta. PT.9 Pajak merupakan alat yang ampuh ditangan pemerintah. Fungsi kedua adalah fungsi regulerend (mengatur). hlm. Kepentingan bersama dalam hal ini diantara mengelolal dan menjaga ketersediaan air tanah. 3. . Negara dapat memungut pajak dari masyarakat karena adanya sebagian hak dari warga masyarakat sudah diserahkan kepada wadah tadi yaitu negara. Hukum pajak adalah hukum yang selalu mengalami perkembangan dan tentunya tidak dapat dilepaskan antara kepentingan negara dan kepentingan warga negara. Dengan fungsi ini pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah (daerah) dalam bidang sosial dan ekonomi. Menurut Nurmantu. Hlm. Suatu negara dapat menentukan pola-pola hubungan yang bersifat tetap antara negara dan masyarakat atau antara sesama anggota masyarakat itu sendiri serta mempunyai tujuan yang jelas. Fungsi ini dipandang sebagai 8 Sofrin Sofyan dan Asyar Hidayat. wadah yang akan mengurus kepentingan bersama.Cit. Op. Fungsi budgetair memandang pajak sebagai alat untuk memasukkan dana secara optimal ke kas negara berdasarkan undang- undang perpajakan.8 Menurut Sjachran Basah adalah dimungkinkan administrasi negara (pemerintah) untuk menjalankan fungsinya dan melindungi warga (termasuk wajib pajak) terhadap sikap tindakan administrasi negara (dalam arti mengatur kehidupan warganya dalam mengeluarkan ketetap-ketetapan yang menimbulkan akibat hukum bagi objek yang diaturnya) serta melindungi pemerintah itu sendiri. Fungsi pertama yang kerap disebut fiskal. Hasil pajak yang dipungut dari masyarakat oleh pemerintah harus dipergunakan untuk kepentingan bersama. 9 Ibid. Pajak-pajak tidak hanya digunakan untuk memasukkan uang ke kas negara tetapi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan politis atau tujuan yang ada diluar bidang keuangan. Refika Aditama. Hukum Pajak dan Permasalahannya. hlm. Wadah tersebut yang kemudian berkembang menjadi suatu negara. 10 Safri Nurmantu. 9. Fungsi budgetair disebut fungsi utama pajak karena fungsi inilah yang secara historis pertama kali muncul dengan pengenaan pajak. 26.

Asas dan Dasar Perpajakan. PT. Mengatur tingkat pendapatan sektor swasta. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Mengadakan redistributin pendapatan. Jakarta. hlm. Eresco. Desentralisasi dan Otonomi Daerah 11 Rochmat Soemitro. Mengatur volume pengeluaran swasta. tetapi juga untuk mengatur :11 1. fungsi tambahan dari pajak. Spiegelenberg mengatakan bahwa pajak-pajak tidak hanya digunakan untuk pemasukan uang ke dalam kas negara. dan 3. karena fungsi ini merupakan pelengkap dari fungsi pertama dan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. 2. . 50.

Penyelenggaraan otonomi daerah bertalian erat dengan keuangan otonomi daerah otonom. Proses tersebut menghasilkan pembentukan daerah otonom. Ketika. . 198. Sentralisasi berfungsi untuk menciptakan keseragaman dalam penyelenggaraan pemerintahan. termasuk kewenangan dalam urusan keuangan. Kedua. hlm. Desentralisasi dapat pula dipandang sebagai proses otonomisasi suatu masyarakat yang berada diwilayah tertentu. kerapkali dianut pula desentralisasi. Oleh karena itu. Seperti organisasi lainnya. dan pelaksanaannya sesuai dengan keanekaragaman masyarakat. hukum. Jakarta. otonomi daerah tidak akan terealisasikan. Pada hakekatnya negara merupakan organisasi. 12 Bhenyamin Hoessein. sedangkan pelaksanaannya dilimpahkan kepada aparatur pemerintah di berbagai wilayah. Dalam asas ini pembentukan kebijakan dan hukum secara terpusat pada pemerintah. Desentralisasi berfungsi menciptakan keanekaragaman dalam penyelenggaraan pemerintahan. daerah otonom mempunyai kewenangan yang terpisah dari keuangan pemerintah. yaitu wewenang untuk membentuk dan melaksanakan kebijakan sendiri berdasarkan prakarsa sendiri. Daerah otonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah dan otonomi. Dengan asas ini terjadi keanekaragaman kebijakan. penyelenggaraan otonomi daerah menuntut dukungan sumber keuangan. Dalam kaitan sentralisasi kerap kali dianut pula dekonsentrasi. Tanpa dukungan keuangan. Dengan asas sentralisasi terjadi keseragaman baik kebijakan dan hukum maupun pelaksanaannya di seluruh wilayah dan masyarakat negara yang bersangkutan. daerah otonom merupakan badan hukum.12 Bagi organisasi negara yang besar dilihat dari aspek penduduk dan wilayah serta permasalahannya. kewenangan yang diserahkan kepada daerah otonom kepada pemerintah. Pertama. Hubungan Kewenangan Pusat dan Daerah Dalam Pasang Surut Otonomi Daerah : Sketsa Perjalanan 100 Tahun Institut for Local Develompment dan Yayasan Tifa. sejak lahir organisasi negara menganut sentralisasi.

UI Press. 4. 2009. 260. Jakarta. penyerahan kewenangan daerah juga dibarengi dengan penyerahan sumber-sumber pembiayaan yang dipegang oleh pemerintah pusat. Iuran tersebut digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pembangunan daerah. hlm. Diharapkan daerah mampu untuk melaksanakan segala urusannya sendiri sebab sumber-sumber pembiayaan juga sudah diserahkan. hlm. Pajak Daerah Salah satu sumber keuangan daerah otonom adalah pajak daerah. 39- 40. Pemerataan Keuangan dan Kapasitas Daerah. Soelarno mendefinisikan pajak daerah sebagai berikut : Pajak asli daerah atau pajak negara yang diserahkan kepada daerah. . Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah. Jenis pajak propinsi bersifat limitatif. Pajak yang dipungut dan diadministrasikan oleh pemerintah pusat tetapi hasil pemungutannya diberikan sebahagian atau dengan kata lain bahwa pajak tersebut dibagihasilkan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah (opsenten). Menurut Davey. Berdasarkan hukum nasional. 1988. Penerbit FHUI. Davey. Pembiayaan Pemerintah Daerah. Sesuai asas money follows function. Jurnal Hukum dan Pembangunan. pajak daerah merupakan iuran wajib yang diberikan oleh orang pribadi kepada daerah otonom tanpa imbalan langsung yang seimbang. Jika mekanisme tersebut sudah terwujud maka cita-cita kemandirian daerah juga dapat direalisasikan. 14 Kenneth J. 2. Pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dengan dasar pengaturan dari daerah itu. yang pemungutannya diselenggarakan oleh daerah didalam wilayah kekuasaannya. Pajak yang ditetapkan dan dipungut oleh pemerintah daerah itu sendiri. Jakarta. 3. Propinsi tidak berwenang memungut pajak diluar keempat jenis pajak yang telah ditentukan oleh 13 Harsanto Nursadi.13 B. Pajak yang dipungut berdasarkan peraturan nasional tetapi penetapan tarifnya dilakukan oleh pemerintah daerah. pajak daerah meliputi :14 1. yang gunanya untuk membiayai pengeluaran daerah didalam wilayah kekuasaannya berhubung tugas dan kewajiban mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

kemanfaatan umum. Kabupaten/kota berwenang memungut pajak diluar dari ketujuh jenis pajak yang telah ditentukan oleh undang-undang dengan kriteria tertentu. kemandirian serta transparansi dan akuntabilitas. 1. Air Perkotaan Jakarta. (2) secara ekonomis dapat diterima.35 % saja yang merupakan air tawar (fresh water). 178-179. Disertasi. ekonomi yang diselenggarakan dan diwujudkan secara selaras. 21. Air Tanah Dari seluruh air yang ada di bumi. 16 Hamid Chalid. India dan Indonesia. keterpaduan dan keserasian. Sumber daya air mempunyai fungsi sosial. juga harus memperhatikan hal- hal seperti (1) keadilan. Menurut data.35 % air tawar tadi. hlm. . ataupun dibawah permukaan tanah. termasuk pengertian ini air permukaan. diatas. Sementara itu. yakni pungutan tersebut tidak merusak sumber-sumber kemakmuran rakyat. hanya 2. hlm. hlm. dalam arti pungutan itu harus bersifat umum. Jakarta. ada sekitar 2 juta ton air segar setiap hari terbuang percuma karena polusi dan lain-lain. dua pertiganya terperangkap dalam glasiers dan tertutup salju permanen. 17 Konrad Adenauer Stiftung. FHUI. (3) dapat dicapai tujuannya. undang-undang. Hak Asasi Manusia Atas Air : Studi tentang Hukum Air di Belanda. Sisa sepertiganya masih pula dikotori dengan polusi. dalam arti pungutan itu jangan sampai mengakibatkan adanya kemungkinan penyelundupan atau pengurangan hasil karena tarifnya terlalu tinggi.15 Pemungutan pajak daerah selain didasarkan dan dilaksanakan berdasarkan asas-asas dan sistem perpajakan. sisanya adalah air laut (salt water). Jurnal Bisnis & Birokrasi Nomor 02/Vol.17 15 Ning Rahayu. air tanah. keadilan. C. Adeksi. lingkungan hidup. merata dan menurut kekuatan. Dari 2. keseimbangan.16 Air adalah semua air yang terdapat pada. air hujan dan air laut yang berada di darat.XIII/Mei/2005. Penerimaan Pajak Sebagai Salah Satu Sumber Pembiayaan Dalam Ranga Otonomi Daerah Dan Permasalahan-Permasalahan. jenis pajak kabupaten/kota tidak bersifat limitatif. Sumber daya air dikelola berdasarkan asas kelestarian.

18 BAB III MELINDUNGI KETERSEDIAAN AIR TANAH MELALUI PAJAK 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Air tanah adalah semua air yang terdapat dibawah permukaan tanah pada lajur zona (zona of saturation). . Air tanah terbentuk air hujan dan air permukaan yang meresap (infiltrate) mula-mula ke zona tak jenuh (zona of aeration) dan kemudian meresap makin dalam (percolate) hingga mencapai zona jenuh air dan menjadi air tanah. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan dibawah permukaan air. Pasal 1 ayat (4). Sedangkan pengertian air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah.

4. Memberikan penghargaan terhadap yang pihak berjasa (pengabdi. 2. baik secara perorangan atau institusi (organisasi/LSM). Mengembangkan dan menerapkan perangkat yang bersifat pre emptif. 8. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan dibidang lingkungan (research and development). 6.A. pejuang dan penyelamat lingkungan). Pasal 10 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 menetapkan 9 (sembilan) kewajiban pemerintah dalam mengelola lingkungan : 1. Kesalahan pengertian tersebut akan menjadikan tujuan mewujudkan kemanfaatan tanah terutama bagi masyarakat tidak mencapai sasaran. Mengembangkan (termasuk menumbuhkan dan meningkatkan) kesadaran dan tanggung jawab para pengambil keputusan dalam pengelolaan lingkungan. Mengembangkan kesadaran mengenai hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. termasuk memahami asal-usul dan sifat-sifat air tanah. Memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang akrab lingkungan (environmental friendly). 9. bahkan justru menimbulkan dampak yang merugikan bagi ketersediaan air tanah itu sendiri. 5. Pengelolaan Lingkungan Pengelolaan air tanah adalah hal mutlak bagi para pejabat pemerintah. Mengembangkan dan menerapkan kebijaksanaan nasional pengelolaan lingkungan yang menjamin terpeliharanya kemampuan lingkungan (environmental capacity). Menyediakan dan menyebarkan informasi. Mengembangkan kemitraan antara masyarakat. dunia usaha dan pemerintah dalam rangka pengembangan kemampuan lingkungan (environmental capacity). agar tidak terjadi kesalahan pengertian tentang sumber daya yang dikelola. . preventif. dan proaktif terhadap penurunan kemampuan lingkungan. 7. 3.

air dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya. B. T. Hingga saat ini air tanah masih menjadi andalan utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih dibandingkan dengan sumber air lainnya. baik dari segi kualitas maupun kuantitas. infrastruktur yang dibutuhkan lebih sederhana. kekuasaan berhubungan dengan wewenang. Salah satu aspek penting dalam hukum lingkungan adalah adanya suatu instansi yang memiliki kekuasaan untuk melakukan pengelolaan atas sumber-sumber daya alam dan lingkungan. berbangsa dan bernegara adalah negara. Dari segi yuridis. harga/biaya untuk memperolehnya lebih murah serta ketidakmampuan sumber daya air lainnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih domestik maupun industri. dapat dilihat dari prinsip penguasaan negara : bumi. Pajak Air Tanah Terkait pajak air permukaan yang terjadi penyedotan dan pengambilan air bawah tanah secara berlebihan. Sumber kekuasaan didalam pola hidup bermasyarakat. untuk digunakan untuk kehidupan orang banyak. permintaan akan pemenuhan kebutuhan air bersih meningkat dengan pesat. Negara menurut Bellefroid adalah suatu masyarakat hukum. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan industri. karena memiliki beberapa kelebihan antara lain : sebarannya luas. serta menjadi hajat hidup orang banyak. H. kualitas relatif lebih baik. 19 N. yang menyebabkan permukaan tanah semakin menurun.. . Pengelolaan lingkungan merupakan upaya manusia untuk berinteraksi dengan lingkungan guna mempertahankan kehidupan dan mencapai kesejahteraan. 92.Cit. Kendati air tanah mengalami penyedotan secara berlebihan akan tetapi pendapatan (pajak) air bawah tanah ternyata masih jauh dibawah target. dikuasai oleh negara. Op. yang secara permanen menempati suatu daerah tertentu dan yang diperlengkapi dengan kekuasaan tertinggi untuk mengurus kepentingan umum. Siahaan.19 Kekuasaan negara dalam konteks menyelenggarakan kepentingan umum. pengaturan pemanfaatannya lebih mudah. hlm.

terbentuknya cekungan-cekungan air tanah kritis di beberapa wilayah. Keadaan ini secara cepat menimbulkan kerusakan seperti penurunan muka air tanah. Daya tarik air tanah yang sangat besar tersebut. BAB IV PENUTUP . Salah satu upaya dari pemerintah dalam rangka penyediaan dana rehabilitasi air tanah ini adalah dengan menetapkan pajak pengambilan air tanah. Namun. kenyataannya saat ini pajak air tanah belum dapat memberikan perimbangan terhadap upaya pemulihan air tanah yang optimal. Hal ini diperlihatkan dengan tetap tingginya penggunaan air tanah yang menunjukkan bahwa air tanah tetap menjadi pilihan warga pengguna air. Berkenaan akan hal tersebut maka pajak air tanah terhadap pemakaian air adalah sesuatu yang tepat dan merupakan salah satu upaya yang dapat ditempuh dalam rangka pemulihan kondisi air tanah ini. sangat tidak sebanding dengan proses pembentukan air tanah itu sendiri yang sangat kompleks dan membutuhkan waktu yang sangat lama. intrusi air laut dan instrusi polutan serta terjadinya kelangkaan air tanah yang semakin luas. hingga dampak ikutan lainnya seperti penurunan muka tanah.

2. Air merupakan bagian mutlak yang diperlukan dan harus ada bagi kelangsungan hidup. Negara. Selain untuk mengisi kas negara pajak juga harus dapat menjaga kelestarian lingkungan. Pengenaan pajak air diharapkan dapat mempunyai manfaat sebagai pengisi kas pemerintah dan dapat menjaga kelestarian dan ketersediaan air bawah tanah. Penutup 1. 3. B. DAFTAR PUSTAKA . yaitu bahwa pajak harus bersifat netral terhadap lingkungan.A. sehingga secara tidak langsung masyarakat dapat ikut terlibat dalam menjaga ketersediaan air. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan industri. dalam hal ini pemerintah daerah. 3. Pemerintah diharapkan dapat membuat model pemungutan pajak air. dan karena itu perlu dijaga kelestariannya. ekologis atau segala hal yang menyangkut kebijakan publik atas masalah lingkungan dan sumber daya alam. bertanggung jawab terhadap persoalan atau permasalahan lingkungan. Air merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. yang berarti bahwa pengenaan pajak tidak memberikan peluang kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk merusak lingkungan yang akan menjadi beban bagi pemerintah daerah. tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk hewan dan tumbuhan. Saran 1. 2. permintaan akan pemenuhan kebutuhan air bersih meningkat dengan pesat sehingga terjadi penyedotan dan pengambilan air bawah tanah yang berlebihan. yang dapat menyebabkan permukaan tanah semakin menurun. Terjaganya ketersediaan air tanah akan berdampak pada terjaganya ekosistem lingkungan hidup.

Jakarta. Jakarta. Buku-Buku Bhenyamin Hoessein. Davey. Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah.. Disertasi. Deddy Supriady Bratakusumah dan Dadang Solihin. Ismala Dewi. Dasar-Dasar Perpajakan. Airlangga University Press.H. Konrad Adenauer Stiftung. N. Jakarta : Ind-Hill-Co. Jakarta. Pembiayaan Pemerintah Daerah. Jakarta. Hukum Lingkungan. Hukum Lingkungan dan Kebijaksanaan Lingkungan Nasional. R. PT. Jakarta. 2005. Hubungan Kewenangan Pusat dan Daerah Dalam Pasang Surut Otonomi Daerah : Sketsa Perjalanan 100 Tahun Institut for Local Develompment dan Yayasan Tifa. Hak Asasi Manusia Atas Air : Studi tentang Hukum Air di Belanda. 2008. Jakarta. 1988. Sofrin Sofyan dan Asyar Hidayat. UI Press. Surabaya. Jakarta. FHUI. Depok. Safri Nurmantu. Pancuran Alam. PT.XIII/Mei/2005.T. Refika Aditama. 2009. Hamid Chalid. Hukum Pajak dan Permasalahannya. Jakarta. Ning Rahayu. 2001. B. Rochmat Soemitro. Gramedia. 1994. Eresco. Penerbit FHUI. Penerimaan Pajak Sebagai Salah Satu Sumber Pembiayaan Dalam Ranga Otonomi Daerah Dan Permasalahan-Permasalahan. Jurnal Hukum dan Pembangunan. Jurnal Bisnis & Birokrasi Nomor 02/Vol. 2009. Kenneth J. Adeksi. Disertasi Program Studi Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Otonomi Penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah. India dan Indonesia. Asas dan Dasar Perpajakan. Jakarta. Siti Sundari Rangkuti.A. Siahaan. Pemerataan Keuangan dan Kapasitas Daerah. Harsanto Nursadi. Air Perkotaan Jakarta. Perundang-Undangan . Sumber Daya Air Untuk Kesejahteraan Masyarakat Lokal Lokal : Kajian Mengenai Pengusahaan Air di Kecamatan Cidahu- Sukabumi dan Polanharjo-Klaten. 2004.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. .