You are on page 1of 35

BAB IV

HASIL PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Umum
Didalam penelitian ini akan dilakukan perencanaan pengelolaan sampah di
Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Perencanaan yang dibuat mulai dari pewadahan
sampah, pengumpulan sampah, pengolahan sampah dengan membuat design TPS
3R, hingga pengangkukan residu ke TPA.
Sebelum merencanakan pewadahan, pengumpulan, pengolahan dan
pengangkutan, hal yang perlu dilakukan yaitu melakukan sampling timbulan
sampah. Tujuannya untuk mengetahui jumlah volume total dan berat total serta
mengetahui komposisi sampah yang ada di Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang
berasal dari Terminal A, Terminal B dan Kantor Administrasi. Perencanaan
pewadahan hingga pengangkutan sampah dibandingkan dengan observasi
pengelolaan sampah yang telah di terapkan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

4.2 Kondisi Eksisting
Dalam mewujudkan eco-airport memiliki delapan komponen pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup di bandara yaitu kualitas udara, energi,
kebisingan/getaran, air, pencemaran tanah, limbah, lingkungan alamiah dan lain-
lain. Parameter yang diambil yaitu parameter limbah padat, karena didalam
limbah terdapat dua parameter yaitu limbah cair dan limbah padat. Bandara
Adisutjipto memiliki pengelolaan limbah padat (sampah) yang cukup baik. Hasil
wawancara kepada pegawai kantor angkasa pura yang mengurus sampah yaitu
Bidang SHE (Safety Health and Enviroment), menurut narasumber pihak Angkasa
Pura 1 Bandara Adisutjipto Yogyakarta, mereka telah melakukan pemilahan
terhadap sampah, dan telah di kelola secara baik. Pengelolaan sampah di Bandara
Adisutjipto di serahkan ke pihak ke 2 yaitu pihak APS (Angkasa Pura Support).
Angkasa Pura sebagai pengontrol dan memastikan sampah telah terkelola dengan
baik. Gambar dibawah ini adalah alur pengelolaan sampah di Bandara Adisutjipto
Yogyakarta.

1

Gambar 4.1 Pengelolaan Sampah di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

2

Gambar 4.1 di atas menunjukan ilustrasi singkat pengelolaan sampah di
Bandara Adisutjipto Yogyakarta dimulai dari sumbernya hingga ke TPA. Berikut
ini adalah penjelasan hasil observasi pengelolaan sampah di Bandara Adisutjipto
Yogyakarta yaitu :
1. Sumber sampah berasal dari pesawat dikumpulkan didalam gerobak
sampah, untuk sumber sampah yang berasal dari tempat sampah yang di
letakan di Terminal A dan B serta Kantor Administrasi diangkut
menggunakan wadah sampah yang lebih besar yaitu 240 liter kemudian
diangkut dan dipindahkan ke tosa pengangkut sampah.
2. Kemudian sampah yang telah dipindahkan ke tosa langsung diantar ke
TPS untuk diolah.
3. Sampah yang masuk ke TPS kemudian di pilah sesuai dengan jenisnya
untuk dijual kembali oleh pihak TPS.
4. Sampah yang tidak memiliki harga jual kemudian di buang ke TPA
Piyungan menggunakan truk sampah.

4.2.1 Pewadahan
Pewadahan adalah tempat penampungan sampah sementara yang berasal
dari sumbernya. Umumnya di Indonesia, dikenal dengan nama tempat sampah.
Pewadahan sampah ada dua tipe yaitu pewadahan sampah individu dan
pewadahan sampah komunal. Pewadahan sampah individu sendiri yaitu
pawadahan umumnya diletakkan di depan rumah atau di depan bangunan lainnya.
Sedangkan pewadahan komunal yaitu pewadahan yang umumnya pewadahan
yang diletakkan di tempat yang mudah diakses.
Bandara Adisutjipto Yogyakarta sendiri menerapkan ke dua tipe
pewadahan tersebut, baik di Terminal A, Terminal B dan Kantor Administrasi.
Secara fungsinya pewadahan ini hanya menjadi media yang bersifat sementara
untuk menampung sampah. Gambar 4.2 – 4.10 adalah jenis pewadahan yang di
gunakan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

3

.Gambar 4. Gambar 4. Tempat Sampah Terpilah di Terminal A & B Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Tempat Sampah Terpilah di Terminal A & B Bandara Adisutjipto Yogyakarta.3.2.

Gambar 4. Tempat Sampah Terpilah di Terminal A & B Bandara Adisutjipto Yogyakarta.4. Gambar 4.5. . Tempat Sampah Campur di Terminal A & B Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

.6. Gambar 4.Gambar 4. Tempat Sampah Campur di GSE Terminal A & B Bandara Adisutjipto Yogyakarta.7. Tempat Sampah Campur di GSE Terminal A & B Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Gambar 4. Tempat Sampah Campur Yang Ada di Setiap Kendaraan Area GSE Terminal A & B Bandara Adisutjipto Yogyakarta.9.Gambar 4. .8. Tempat Sampah Terpilah di Kantor Administrasi.

tempat sampah telah terpilah sesuai dengan jenisnya. Dibedakan berdasarkan warna. Dikarenakan sampah memiliki ragam jenis baik dari bahan. Gambar 4. bahkan pengolahannya yang berbeda-beda. bahan dan bentuk. Diberi label atau tanda 3.10. di Bandara Adisutjipto sendiri beberapa area terminal. Tempat Sampah Campur di Kantor Administrasi. sarana dan prasarana tempat sampah yang baik harusnya terpilah sesuai dengan jenis sampahnya. Idealnya tempat sampah yang disediakan oleh pihak bandara harus memenuhi persyaratan yang sesuai dengan regulasi. . tetapi masih ada tempat sampah yang campur. Dalam hal ini pemilahan sampah mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013 lampiran II tentang persyaratan sarana pewadahan yaitu : 1. Jumlah sarana harus sesuai dengan jenis pengelompokan sampah 2.

2.13. Pengumpulan Tahap 1 Dengan Grobak Sampah.2 Pengumpulan Pengumpulan sampah adalah proses penanganan sampah dengan cara pengumpulan dari masing-masing sumber sampah untuk di angkut ke tempat penampungan sampah atau pengolahan sampah skala kawasan atau langsung ke tempat pemrosesan akhir tanpa melalui proses pemindahan.11 sampai Gambar 4. Bandara Adisutjipto Yogyakarta memiliki dua tahap pengumpulan sampah yang dapat di lihat pada Gambar 4. . Gambar 4.4.11.

Gambar 4. Pengumpulan Tahap 2 Dengan Motor Sampah.12. Pengumpulan Tahap 1 Dengan Bak Sampah Dorong.13.Gambar 4. .

Pengumpulan sampah tahap 1 menggunakan grobak sampah dan bak sampah dorong. 4.3 Pengolahan Pengolahan sampah adalah kegiatan mengolah sampah dengan cara memilah sampah sesuai dengan karakteristiknya. Gambar 4. Terminal B dan Kantor Administrasi. . sampah akan mudah diolah. Kondisi TPS Sorogenen. Pengumpulan sampah tahap 1 nantinya dipindahkan ke pengangkutan tahap 2 yaitu motor sampah.2. dengan melakukan pemilahan sesuai dengan jenis atau karakteristiknya.14. Bak sampah dorong digunakan untuk mengangkut sampah yang berasal dari tempat sampah yang terdapat di Terminal A. GSE dan sampah yang dihasilkan dari pesawat. Pengumpulan sampah tahap 2 menggunakan motor sampah. Sampah yang dihasilkan oleh Bandara Adisutjipto Yogyakarta di bawa ke TPS Sorogenen untuk dilakukan pengolahan. Motor sampah digunakan untuk mengangkut sampah dari pengumpulan tahap 1 yang nantinya sampah di bawa ke TPS Sorogenen untuk diolah. Grobak sampah digunakan untuk mengangkut sampah dari area parkir pesawat.

kayu. Kondisi TPS Sorogenen. Pengolahan dilakukan di TPS Sorogenen. c. gelas plastik. kertas putihan dan duplex (kotak makanan dari kertas). kertas warna. kertas warna dan tisu.  Sampah kertas terdiri dari : kardus.  Sampah kertas terdiri dari : kertas putihan. pengolahan yang dilakukan di sana yaitu memilah sampah yang memiliki nilai jual untuk di jual kembali ke pihak ke tiga.  Sampah logam terdiri dari : kaleng dan besi  Sampah kaca terdiri dari : botol kaca b. Sampah layak buang (residu) terpilah secara umum menjadi 3 yaitu  Sampah plastik terdiri dari : plastik kemasan. Jenis sampah yang memiliki nilai jual yang di pilah seperti : a. food pack gabus dan kresek plastik.  Sampah lain-lain terdiri dari : popok & pembalut. Sampah layak jual (daur ulang) terpilah secara umum menjadi 4 yaitu :  Sampah plastik terdiri dari : botol plastik. Sampah layak kompos (organik) yaitu sampah organik terdiri dari sampah taman dan sisa makanan. Gambar 4. kresek dan botol warna. . food pack plastik.15. gelas gabus.

4.16 adalah dump truck yang digunakan untuk mengangkut residu yang telah terpilah di TPS Sorogenen yang nantinya di angkut ke TPA Piyungan. Sampling dimulai pada pukul 08.4 Pengangkutan Pengangkutan sampah adalah kegiatan yang bertujuan untuk membawa sampah dari lokasi pemindahan atau dari sumber sampah secara langsung menuju tempat pemrosesan akhir (TPA). Data yang didapat dari proses sampling didapatkan dari .16. 4. Gambar 4. Kegiatan pengangkutan sampah di Bandara Adisutjipto Yogyakarta menggunakan dump truck milik Dinas Kebersihan Daerah Istimewa Yogyakarta Gambar 4.2.3 Sampling Sampah Pengukuran timbulan dan komposisi sampah dilakukan selama delapan hari berturut-turut dimulai dari hari kamis tanggal 28 April 2016 sampai hari kamis tanggal 5 Mei 2016. TPS Sorogenen sendiri tidak memiliki tempat atau wadah penyimpanan residu sehingga menimbulkan polusi yang tidak sedap bagi pemukiman disekitar TPS Soregenen. Residu diangkut tiga hari sekali sehingga sampah menumpuk banyak di TPS Sorogenen. Pengangkutan Sampah Menggunakan Dump Truck.00 – selesai di TPS Sorogenen tepatnya di rumah Bapak Slamet. Keadaan cuaca selama sampling dalam kondisi cerah.

Tujuan dilakukan sampling itu sendiri adalah untuk mengetahui berapa banyak sampah yang dihasilkan oleh aktivitas bandara perharinya selama delapan hari berturut-turut.aktivitas Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang diperoleh dari tiga tempat yaitu Terminal A. 4. Tabel. Sampah Terpilah Komposisi Umum Komposisi Sesuai Lapak Layak Sisa Makanan Organik Kompos Sampah Taman Botol Plastik Gelas Plastik Plastik Kresek Plastik Botol Warna Kardus Layak warna Jual Kertas Putihan Dupleks Kaleng Logam Besi Kaca Botol Kaca Plastik Kemasan Food Pack Plastik Plastik Gelas Gabus Food Pack Gabus Kresek Plastik Putihan Layak Warna Kertas Buang Kardus Tisu Popok & Pembalut B3 Lain-lain Kayu Debu & Batu Sisa Makanan .1. Jenis sampah yang dihasilkan bandara tiap harinya dapat dilihat pada Tabel 4. Sampah yang di hasilkan oleh Bandara Adisutjipto Yogyakarta.1. serta mengetahui jenis sampah yang dihasilkan. Terminal B dan Kantor Administrasi.

Grafik Berat Total Timbulan Sampah Menurut acuan dari American Society for Testing and Matrials (ASTM) Standard Test for Determination of the Composition of Unprocessed Manicipal Solid Waste (ASTM designation D 5231-92) standar sampling minimal yaitu sebesar 90 Kg.84 Kg.1.5 Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Gambar 4. ini tidak menjadi masalah dikarenakan untuk mendapatkan komposisi sampah yaitu dengan melakukan sampling minimal sebesar 90 Kg.7 90. sampah yang ditimbang melebihi batas minimum. .5 90.5 92 91. Tabel 4.17.5 89 88. Gambar 4.5 Berat Sampah Berat (Kg) 91 91 Rata-rata 90.1 90 89.6 90. Pada hari ke lima sampling terjadi lonjakan dikarenakan saat sampling. 93. Dari Tabel 4.1 merupakan komposisi sampah yang dipilah sesuai dengan jenisnya berdasarkan lapak di TPS tersebut. 4.3.5 90 90.1 Komposisi Berat Sampah Setelah dilakukan sampling selama delapan hari secara berturut-turut maka didapatkan berat sampah sesuai dengan komposisinya masing-masing.17 berikut ini menunjukan berat sampah dari hasil sampling. Sehingga.5 93 93 92. Jadi dari tiga pengelompokan tersebut di dapatkan 26 jenis sampah sesuai lapak yang terdapat di TPS yang dapat dilihat di Tabel 4. dengan berat tersebut dapat menentukan komposisi sampah yang di hasilkan dari aktivitas Bandara Adisutjipto Yogyakarta.1 terdapat tiga pengelompokan sampah yaitu sampah layak kompos. Rata-rata berat sampling yaitu sebesar 90. sampah layak jual dan sampah layak buang.8 90.

. Diagram Data Berat Sampah Umum. dan sebanyak 15% dibuang ke TPA. sampah layak kompos (organik) dan sampah layak buang (residu) yang dapat dilihat pada tabel berikut : 15% Layak Jual Layak Buang 25% 60% Layak Kompos Gambar 4.8 kg) % Layak Jual = 𝑥100 = 60% Rata-rata berat total (90.84 kg) 7% 4% Plastik 28% Kertas 14% Logam Kaca Organik 15% Plastik 29% Kertas Lain-lain 2% 1% Gambar 4.18 diatas menunjukan bahwa komposisi sampah yang didapat sebanyak 60% dapat dijual atau dimanfaatkan kembali. Gambar 4.18. Diagram Data Berat Sampah Terpilah Umum. Untuk mendapatkan persentase pengelompokan sampah yaitu : Rata-rata berat layak jual (54. 25% dapat diolah kembali menjadi kompos. Komposisi berat sampah total selama sampling 8 hari terkelompokan menjadi tiga yaitu sampah layak jual (daur ulang).19.

logam dan kaca. yaitu sampah layak jual (daur ulang).  Sampah layak kompos terdiri dari sampah organik. Data berat sampah terpilah secara umum merupakan pemilahan dari tiga pengelompokan utama. kertas.  Sampah layak buang terdiri dari plastik.  Sampah layak jual terdiri dari plastik. kertas dan sampah lain-lain. . Dari data berat sampah terpilah secara umum diatas. sampah layakkompos (organic) dan sampah layak buang (residu). komposisi berat jenis sampah didominasi oleh sampah kertas layak jual sebasar 29% dan sampah plastik layak jual sebesar 28%. Diagram Sampah Terpilah Sesuai Lapak Gambar 4.20 menunjukan berat jenis sampah yang terpilah sesuai lapak didominasi oleh sampah kertas layak jual yaitu duplex sebesar 15% dan sampah botol plastik sebesar 14%.20. Botol Gelas 1% Kresek Botol Warna 1% 4% 2% 6% Kardus 6% 3% Kertas Warna 14% Kertas Putihan 9% 3% Duplex 3% Kaleng 3% Botol Kaca 3% Sisa makanan 8% 2% Sampah Taman 5% 15% 4% Residu Plastik Kemasan 2% Residu Food Pack Plstik 5% Residu Gelas Gabus 2% 1% Residu Food Pack Gabus Residu Kresek plastik Residu Kertas Putihan Residu Kertas Warna Tisu Pempers & Pembalut Kayu Gambar 4.

Gambar 4.2 Komposisi Volume Sampah Setelah dilakukan sampling selama delapan hari secara berturut-turut maka didapatkan volume sampah sesuai dengan komposisinya masing-masing.21 menunjukan volume sampah dari hasil sampling. Grafik Volume Total. 10% Layak Jual 20% Layak Buang 70% Layak Kompos Gambar 4. wadah makan). Diagram Volume Sampah Umum. Gambar 4.22 menujukan bahwa komposisi volume sampah yang didapat sebanyak 70% dapat dijual atau dimanfaatkan kembali. gelas. Terminal B dan Kantor Administrasi.3. dan duplex (wadah makanan dari bahan kertas).4. 3000 2500 2465 2255 2300 2160 2000 1965 2020 1985 1950 Volume (L) Volume Sampah 1500 Rata-rata 1000 500 0 Kamis Jumat Sabtu Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Gambar 4. Volume sampah di bandara cukup besar.22.5 L.21. Garis biru menunjukan volume sampah perharinya dan garis jingga menunjukan rata-rata volume per harinya yaitu sebesar 2137. ini dikarenakan sampah yang dihasilkan hampir sebagian besar berupa plastik (botol. 20% dapat diolah kembali . Sampah tersebut banyak dihasilkan dari pesawat sendiri baik dari Terminal A.

komposisi berat jenis sampah didominasi oleh sampah plastik layak jual sebasar 44% dan sampah kertas layak jual sebesar 25%. Untuk mendapatkan persentase per pengelompokan sampah yaitu : Rata-rata berat layak jual (1498.  Sampah layak buang terdiri dari plastik.23. .menjadi kompos.5 L) 4% 2% Plastik 14% Kertas Logam 44% Kaca 9% Organik 1% Plastik 1% Kertas Lain-lain 25% Gambar 4. Dari data volume sampah terpilah secara umum diatas. dan sebanyak 10% dibuang ke TPA.  Sampah layak jual terdiri dari plastik. logam dan kaca. yaitu sampah layak jual (daur ulang).  Sampah layak kompos terdiri dari sampah organik. kertas dan sampah lain-lain.13 L) % Layak Jual = 𝑥100 = 70% Rata-rata berat total (2137. sampah layak kompos (organic) dan sampah layak buang (residu). Volume Sampah Terpilah Secara Umum Data volume sampah terpilah secara umum merupakan pemilahan dari 3 pengelompokan utama. kertas.

Volume total sampah dihitung dari besar volume bak motor sampah.24 menunjukan volume sampah yang terpilah sesuai lapak didominasi dengan sampah plastik layak jual yaitu botol plastik sebesar 27% dan sampah kertas layak jual yaitu duplex sebesar 14%. Diagram Volume Sampah Sesuai Lapak.3.4. 4. jumlah pengangkutan menggunakan motor sampah dikalikan dengan bak motor sampah seperti pada Tabel 4. dimana volume bak motor sampah sebesar 2376 liter. Gambar 4.3 Volume Total Sampah Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Botol 1% 1% Gelas 1% Kresek 2% 1% 1% Botol Warna 3% Kardus 3% 6% Kertas Warna 27% Kertas Putihan 1% Duplex 9% Kaleng Botol Kaca Sisa makanan 1% 11% Sampah Taman 17% 5% Residu Plastik Kemasan 0% 4% Residu Food Pack Plstik Residu Gelas Gabus 1% 0% Residu Food Pack Gabus Residu Kresek plastik 2% 3% Residu Kertas Putihan Residu Kertas Warna Tisu Pempers & Pembalut Kayu Gambar 4.24. Untuk mendapatkan total volume sampah. .

Berat Timbulan Total per Kapita = Rata-rata berat sampah sampling (Kg) Berat Jenis = Rata−rata volume sampah sampling (liter) 90.84 (kg) = = 0.4.043 Kg/liter 2137. Tabel. Berikut ini adalah perhitungan untuk mendapatkan berat total sampah perharinya.4 Rata-rata Volume Sampah Total Volume Sampah Total Volume Total Volume per Hari Bak Pengangkutan Hari (Liter) (Liter) Kamis 9 2376 21384 Jumat 10 2376 23760 Sabtu 10 2376 23760 Minggu 9 2376 21384 Senin 8 2376 19008 Selasa 11 2376 26136 Rabu 9 2376 21384 Kamis 8 2376 19008 Total Volume Sampah 175824 Rata-rata 21978 Diketahui rata-rata penumpang perhari sebanyak 17. Untuk mengetahui jumlah volume perharinya dengan persamaan (4) yaitu : 21978 (liter) Volume Timbulan Total per Kapita = = 1.4 Berat Total Sampah Bandara Adisutjipto Yogyakarta Berat total sampah dapat dihitung setelah mengetahui data rata-rata berat dan volume saat sampling.05 Kg/org/hari 17723+449 (orang) .723 orang/hari dan jumlah pegawai sebanyak 449 orang.3.209 (liter/org/hari) 17723 +449 4.5 (liter) = 43 Kg/m3 Berat Total = Berat Jenis x Volume Total = 43 Kg/m3 x 22 m3 = 946 Kg/hari 946 (kg/hari) Berat Total Penumpang = = 0.

025 – 0. Dari perhitungan diatas didapat berat total sampah di Bandara Adisutjipto Yogyakarta sebesar 946 Kg/hari dan berat sampah yang dihasilkan tiap orang perharinya sebesar 0.100 Kg. pengolahan dan pengangkutan sampah. Data tersebut menunjukan kesesuaian dengan besaran timbulan sampah berdasarkan sumbernya di buku pengelolaan sampah Damanhuri tahun 2010.4 Rencana Pengelolaan Sampah di Bandara Adisutjipto Setelah mengetahui data timbulan dan komposisi sampah serta mengetahui volume sampah total yang terdapat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta selanjutnya dapat merencanakan pewadahan.26 adalah neraca sampah di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Setelah mengetahui berat dan volume masing-masing komposisi sampah serta mengetahu volume total per hari (L/org/hari) dan berat total perhari selanjutnya dapat merencanakan pewadahan. . pengumpulan. Gambar 4. dimana komponen sumber sampah kantor disebutkan untuk berat sampah yaitu 0.05 Kg/org/hari. 4. pengumpulan.25 dan gambar 4. pengolahan. dan pengangkutan sampah.

23 .Gambar 4.25 Rencana Pengelolaan Sampah di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

56 liter. Rencana Pewadahan Terpilah Dengan Tiga Jenis Tempat Sampah Rencana pewadahan ini disesuaikan dengan jenis sampah yang ada pada saat dilakukan sampling yaitu sampah organik. Gambar 4. Berikut adalah besar volume komposisi sampah.26 Neraca Sampah 4.384. Jadi 24 . sampah layak kompos (organic) sebesar 10% dan sampah layak buang (residu) sebesar 20%.6 liter  Sampah layak kompos => 10% x 21.8 liter  Sampah layak buang => 20% x 21.1 Perencanaan Pewadahan Perencanaan pewadahan sampah dapat dihitung setelah mengetahui komposisi dan volume total sampah. daur ulang dan residu.978 liter = 4395.978 liter. Diketahui volume total sampah sebesar 21. a.978 liter = 15. Direncanakan ada dua jenis rencana pewadahan sampah.6 liter Dikarenaka pada saat sampling sampah tercampur dengan sampah perumahan untuk perencanaan wadah sampah organik tidak menggunakan data sampah taman didapatlah persentase sampah organik sebesar 2% dengan volume sampah sebesar 439.978 liter = 2197.  Sampah layak jual => 70% x 21.4. sedangkan persentase komposisi volume sampah yaitu sampah layak jual (daur ulang) sebesar 70% .

Rencana Pewadahan Terpilah Dengan Dua Jenis Tempat Sampah Dikarenakan rencana pengelolaan sampah yang dibuat untuk sampah organik nantinya dibuang bersama residu ke TPA Piyungan maka perencanaan pewadahan terpilah dibuat dengan dua jenis tempat sampah yaitu tempat sampah daur ulang dan tempat sampah residu. Berikut adalah perhitungan volume bak sampah yang dapat dilihat pada Tabel 4.63 40 Jadi.205 130 Organik 439. Selanjutnya dapat menghitung volume bak sampah yang dibutuhkan pada Tabel 4. organik dan lain-lain. hotel. diambil 120 buah agar ketiga bak sampah memiliki volume seperti pada tabel kolom pembulatan yang sesuai dengan acuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 13 Tahun 2003 volume pewadahan individual untuk pemukiman dan toko kecil (10-40) liter.5.5 Rencana Pewadahan Terpilah Dengan Dua Tempat Sampah Volume Rencana Jumlah Volume Bak Pembulatan Jenis Sampah (liter) Pewadahan Sampah (liter) (liter) Daur Ulang 15384. . pewadahan direncanakan untuk terpilah menjadi tiga jenis bak sampah yaitu bak sampah daur ulang.6.56 120 3.663 4 Lain-lain 4395. b. toko besar.perencanaan pewadahan terpilah dibuat menjadi tiga tempat sampah yang bakal melayani sampah organik. Meskipun pada sampah organik hanya didapat untuk pewadahannya sebesar 4 liter. Direncanakan jumlah bak sampah sebanyak 120 buah. daur ulang dan residu. rumah makan (100-500) liter. Tabel 4.6 120 128.6 120 36. Sedangkan untuk kantor. tetapi untuk pengaplikasiannya disesuaikan dengan besar volume pewadahan yang dijual dipasaran.

Untuk pewadahannya nanti disesuaikan dengan jenis volume tempat sampah yang dijual dipasaran.293 41 Pada tabel 4. ini bisa ditimbulkan karena ketiga wadah sampah memiliki volume yang sama sedangkan lebih dari 50% sampah yang dihasilkan adalah sampah berjenis daur ulang. Gambar 4.6 dengan merencanakan jumlah tempat sampah terpilah sebnyak 120 buat didapat jumlah volume tempat sampah daur ulang sebesar 130 liter dan tempat sampah lain-lain sebesar 41 liter.16 120 40. sehigga jika tempat sampah daur ulang telah penuh pengunjung atau penumpang membuang sampah di wadah sebelahnya.60 120 128. Selain itu masih kurangnya kesadaran pengunjung ataupun penumpang untuk membuang sampah sesuai dengan jenis karakteristiknya.org/dariiqlimanis-the-power-of-dream .205 130 Lain-lain 4835.6 Rencana Pewadahan Terpilah Dengan Dua Tempat Sampah Rencana Volume Volume Bak Pembulatan Jenis Sampah Jumlah (liter) Sampah (liter) (liter) Pewadahan Daur Ulang 15384. Tabel 4.27 Pewadahan di Changi Airport Singapura Sumber : enerc. Permasalahan pewadahan yang muncul di Bandara Adisutjipto Yogyakarta adalah sampah tercampur padahal tempat sampah telah dipilah. Perencanaan pewadahan yang penulis buat mengacu pada pewadahan di Changi Airport Singapura.

Tempat sampah dorong melayani pengumpulan sampah residu. sampah yang diangkut dari tempat sampah dorong dan gerobak sampah di pindahkan ke motor sampah untuk selanjutnya diangkut ke TPS. dapat menghitung jumlah pengumpulan sampah yang menggunakan alat tempat sampah dorong dan gerobak sampah seperti pada Tabel 4. Sedangkan tahap kedua. Untuk 60% sampah daur ulang dilayani oleh gerobak sampah. 4. GSE dan sampah yang dihasilkan oleh pesawat. sampah dari sumber diangkut menggunakan dua alat berupa tempat sampah dorong dan grobak sampah. ruang kedatangan. 40% sampah daur ulang disini diasumsikan melayani area terminal khususnya area yang diizinkan untuk pengunjung dan penumpang seperti ruang tunggu.4. koridor. Diasumsikan 60% sampah daur ulang disini melayani area terminal khususnya di sekitar apron.8 liter  Sampah layak buang (Residu) => 20% x 21. sampah organik.2 Perencanaan Pengumpulan Pengumpulan sampah yang direncanakan menggunakan dua tahapan yaitu untuk tahap pertama.978 liter = 15.978 liter = 4395. dan 40% sampah daur ulang. dan dibuat seunik mungkin sehinga memiliki daya tarik bagi pengunjung.384.978 liter = 2197. Berikut adalah besaran volume komposisi sampah terpilah :  Sampah layak jual (Daur Ulang) => 70% x 21. check-in.6 liter  Sampah layak kompos (Organik) => 10% x 21. restoran dan kantor. .7. Sebaiknya pewadahan itu direncanakan sesuai dengan volume yang dibutuhkan.6 liter Setelah mengetahui volume sampah terpilah. Pengangkutan sampah tahap pertama dibagi menggunakan dua alat yaitu tempat sampah dorong dan gerobak sampah. penumpang bahkan karyawan sekalipun untuk bisa membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis karakteristiknya masing-masing.

Direncanakan pengumpulan sampah dilakukan sebanyak tiga kali sehari yaitu pada pagi.7.1575 10 40% Sampah Daur Ulang 6153. Pada siang hari.8.315 19 Organik 2197. Untuk jumlah pengumpulan sampah yang diangkut sebanyak tiga kali dalam sehari dapat dilihat pada Tabel 4.76 .6 240 . siang dan malam hari. 18.7 menunjukan jumlah pengumpulan sampah menggunakan tempat sampah dorong sebanyak 55 kali. jumlah sampah yang diangkut menggunakan tempat sampah dorong sebanyak 17 kali dan dengan gerobak sampah sebanyak 2 kali. Tabel 4. Pagi hari. 25.8 240 . Selanjutnya untuk merencanakan pengumpulan tahap dua bisa dilakukan dengan menggunakan data yang diperoleh dari perhitungan jumlah pengumpulan . jumlah sampah yang diangkut menggunakan tempat sampah dorong sebanyak 19 kali dan dengan gerobak sampah sebanyak 3 kali. jumlah sampah yang diangkut menggunakan tempat sampah dorong sebanyak 19 kali dan dengan gerobak dorong sebanyak 3 kali. Tabel 4. Untuk malam hari.641 26 60% Sampah Daur Ulang 9230. 1200 7. 9. sedangkan dengan alat gerobak sampah sebanyak 8 kali. Jadwal dan Jumlah Pengumpulan Sampah Tahap 1.84 240 .6923 8 Tabel 4.8 menggambarkan jadwal dan jumlah pengumpulan sampah tahap pertama.Perhitungan Jumlah Pengumpulan Sampah Volume Volume Volume Total Tempat Jenis Sampah Sampah Gerobak Pengumpulan Pembulatan Sampah (Liter) Sampah (Liter) Sampah Dorong (Liter) Residu 4395.8. Sampah Sampah Sampah Daur Residu Organik Ulang Waktu Tempat Tempat Tempat Gerobak Sampah Sampah Sampah Sampah Dorong Dorong Dorong Pagi 6 4 9 3 Siang 6 3 8 2 Malam 7 3 9 3 Total 19 10 26 8 Tabel 4.

. a. untuk pagi hari motor sampah dapat mengangkut sampah sebanyak empat kali ke TPS 3R. Pertama dilakukan 2 kali angkut sampah daur ulang. Perencanaan Pengumpulan Tahap 2 Pagi Hari Volume Motor Sampah = 2376 liter Volume Sampah Residu => 6 x 240 L = 1440 liter Volume Sampah Organik => 4 x 240 L = 960 liter Volume Sampah Daur Ulang => (3x1200 L) + (9x240 L) = 5760 liter Setelah diketahui volume jenis sampah terpilah. Kedua dilakukan 1 kali angkut residu sebesar 1440 liter ditambah 720 liter sampah organik dengan pemberian sekat menggukan triplek agar sampah tidak tercampur. direncanakan model pengangkutannya seperti ini : . bak pada motor sampah disekat menggunakan triplek agar sampah tidak tercampur.dipagi. b. siang dan malam hari. . Kedua dilakukan 1 kali angkut sampah daur ulang sebesar 1008 liter ditambah 960 liter sampah organik dengan pemberian sekat menggukan triplek agar sampah tidak tercampur. Ketiga dilakukan 1 kali angkut sampah residu sebesar 1440 liter. . dengan total volume yang terangkut sebesar 4752 liter. dengan total volume yang terangkut sebesar 4320 liter. Jadi. Pertama dilakukan 2 kali angkut sampah daur ulang. Perencanaan Pengumpulan Tahap 2 Siang Hari Volume Motor Sampah = 2376 liter Volume Sampah Residu => 6 x 240 L = 1440 liter Volume Sampah Organik => 3 x 240 L = 720 liter Volume Sampah Daur Ulang => (2x1200 L) + (8x240 L) = 4320 liter Setelah diketahui volume jenis sampah terpilah. Dalam pengumpulan menggunakan motor sampah. direncanakan model pengangkutannya seperti ini : . .

direncanakan model pengangkutannya seperti ini : . dengan total volume yang terangkut sebesar 4752 liter. sampah logam dan sampah kaca. Perencanaan Pengumpulan Tahap 2 Malam Hari Volume Motor Sampah = 2376 liter Volume Sampah Residu => 7 x 240 L = 1680 liter Volume Sampah Organik => 3 x 240 L = 720 liter Volume Sampah Daur Ulang => (3x1200 L) + (9x240 L) = 5760 liter Setelah diketahui volume jenis sampah terpilah. Untuk sampah organik sendiri tidak di kelola di dalam TPS ini karena keterbatasan lahan. Terminal B dan Kantor Administrasi. Jadi.3 Perencanaan Pengolahan Pengolahan sampah yang direncanakan dengan membuat desain TPS 3R. sehingga sampah organik menjadi residu yang nantinya dibuang ke TPA. untuk siang hari motor sampah dapat mengangkut sampah sebanyak tiga kali ke TPS 3R. Jadi.4. Dalam perencanaan pengumpulan sampah tahap dua dengan menggunakan motor sampah dalam sehari total pengumpulan sampah sebanyak 11 kali. c. Di TPS 3R ini hanya mengolah sampah yang memiliki nilai ekonomis seperti sampah plastik. sampah kertas. hasil observasi dalam sehari motor sampah dapat mengangkut 8 sampai 11 kali menggunakan motor sampah. untuk malam hari motor sampah dapat mengangkut sampah sebanyak empat kali ke TPS 3R. Ketiga dilakukan 1 kali angkut sampah residu sebesar 1680 liter. Kedua dilakukan 1 kali angkut sampah daur ulang sebesar 1008 liter ditambah 720 liter sampah organik dengan pemberian sekat menggukan triplek agar sampah tidak tercampur. . Pertama dilakukan 2 kali angkut sampah daur ulang. . . Jadi. perencanaan yang dibuat sesuai dengan hasil observasi dilapangan. 4. Perencanaan TPS 3R yang akan dibuat hanya menerima dan mengolah sampah yang dihasilkan oleh Bandara Adisutjipto Yogyakarta yaitu sampah yang berasal dari Terminal A.

Gambar 4. Gambar 4.30 Tampak Samping Rencana TPS 3R.28 Rencana TPS 3R. . Gambar 4.29 Tampak Depan Rencana TPS 3R.

3.6 liter atau 4. Berikut adalah perencanaan fasilitas TPS 3R. dalam perencanaan yang akan dibuat adalah TPS tipe II. Wadah pemilahan sampah daur ulang yang dibuat untuk menampung 6.5m x 0. Wadah penampungan sampah organik yang direncanakan dengan ukuran 2m x 1. Wadah penampungan residu direncanakan dari data vulume sampah residu sebesar 4395. wadah pemilahan sampah daur ulang.5m x 2m x 1m dengan volume 5 m3.000 jiwa dengan luasan TPS sebesar ± 300 m 2. . wadah penyimpanan residu. Fasilitas yang dimiliki di dalam TPS 3R ini adalah Kantor Administrasi. Dikarenakan dalam pengelolaan sampah sekala industri bandara tidak memiliki ketentuan yang pasti.5m x 1m dengan volume 3 m3. wadah pemilahan sampah organik. gudang penyimpanan sampah daur ulang dan area peletakan alat pemadatan sampah dengan luasan TPS 3R sebesar 300 m2.4 m3.172 jiwa. kaleng dan kaca. Wadah penampungan sampah organik direncanakan untuk menampung sampah selama sehari. didalam SNI 3242-2008 dijelaskan TPS tipe II melayani 30. 2. Wadah penampungan sampah residu direncanakan untuk menampung sampah selama sehari. Pos satpam direncanakan seluas 3m2 dengan ukuran 2m x 1. pos satpam. kertas. Wadah penampungan sampah residu yang direncanakan 2. Wadah penampungan sampah organik direncanakan dari data volume sampah organik sebesar 2197. Penulis mengambil acuan tersebut dikarenakan rata-rata penumpang dan jumlah pegawai perharinya mencapai 18.6m. Wadah sampah daur ulang direncanakan untuk memilah sebanyak dua kali pemilahan setiap harinya. Didalam gudang terdapat area tempat penyimpanan sampah plastik. penulis mengambil acuan dari SNI 3242-2008 tentang Pengelolaan Sampah di Permukiman. Jadi.6 liter atau 15.384.3 m3 dengan ukuran 7m x 1.4 m3. Wadah pemilahan sampah daur ulang dibuat dari data volume sampah daur ulang sebesar 15. 5. 4. Perencanaan untuk gudang penyimpanan sampah daur ulang sesuai ketentuan yang ada di dalam SNI 3242-2008 dengan luasan sebesar 50 m2 dengan ukuran 5m x 10m.5m.2 m3.8 liter atau 2. parkiran. 1.

kertas. Berikut upaya pengolahan terhadap jenis sampah daur ulang tersebut : . Pengolahan terhadap sampah daur ulang yang dilakukan di TPS 3R ini adalah dengan memilah sampah daur ulang sesuai dengan jenisnya seperti plastik. 6. . . . Sedangkan untuk sampah organik dibuang bersama residu ke TPA Piyungan. Sebaiknya limbah yang dihasilkan harus kelola. 7. Untuk sampah kertas nantinya dijemur terlebih dahulu dan ditumpuk untuk dipadatkan agar tidak memenuhi tempat. Area pencacahan sampah plastik. parkir dump truck dan parkir motor sampah. . . Kantor direncanakan seluas 10m2 dengan ukuran 5m x 2m. Selama sampling timbulan sampah tidak ditemukan limbah padat B3. kaleng dan kaca. Untuk limbah padat B3 sendiri nantinya dikumpulkan di gudang penyimpanan limbah padat B3. Seharusnya Bandara Adisutjipto Yogyakarta menghasilkan limbah padat B3 seperti lampu. kaleng oli bekas dan lain-lain. Selanjutnya diserahkan kepihak ke tiga untuk diolah. 8. Untuk selanjutnya sampah daur ulang di jual ke pihak ketiga. Berikut adalah pengelolaan terhadap limbah B3 yang ditimbulkan yaitu : . Untuk sampah kaleng juga dipadatkan untuk mengurangi volume dan tidak memenuhi gudang. . Area motor pegawai. Untuk sampah plastik dilakukan pencacahan agar mengurangi volume dari sampah plastik yang tinggi. TPS 3R yang direncanakan hanya mengolah sampah yang memiliki nilai jual dikarenakan keterbatasan lahan. Untuk sampah kaca hanya dikumpulkan dan disimpan di gudang.

34 .31 Layout Peletakan TPS 3R di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. TPS 3R Gambar 4.

6 m3 setiap harinya. .2 m3 yang juga menjadi residu.4. Alasan dipilih lokasi tersebut karena tidak adanya lahan lagi untuk membangun TPS 3R dan lahan yang diploting itulah yang memenuhi dengan luasan rencana TPS 3R. Gambar 4.6 m3/hari. Jadi sampah dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang dibuang ke TPA Piyungan tiap harinya sebesar 6.6 liter atau 4. maka jumlah volume sampah yang akan di buang ke TPA sebesar 6593. dimana nantinya sampah residu dari TPS 3R diangkut menggunakan dump truckberkapasitas 8 m3 menuju TPA Piyungan.8 liter atau 2. Didalam pengolahan yang dilakukan di TPS 3R dihasilkan sampah residu sebesar 4395.4 liter atau 6. Letak tepatnya di parkiran mobil sebelah utara.4 m3 dan sampah organik sebesar 2197. Direncanakan untuk pengangkutan sampah residu ke TPA dilakukan sebanyak satu kali dalam sehari menggunakan dump truck berkapasitas 8 m3 dipagi hari. Kenapa menggunakan sitem SCS secara manual karena sampah residu diangkut melalui TPS 3R untuk dibuang ke TPA Piyungan sesuai dengan penjelasan sistem pangangkutan SCS manual yang terdapat didalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 03 Tahun 2013 lampiran II. 4.31 menunjukan letak plotingan TPS 3R sesuai dengan wilayah yang kosong di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.4 Perencanaan Pengangkutan Residu Perencanaan pengangkutan residu menggunakan sistem pengangkutan dengan kontainer tetap (Stationasy Container System = SCS) secara manual.