You are on page 1of 2

Peringati Hari Bumi Sedunia, Awardee LPDP UNDIP

kampanyekan Peduli Lingkungan Hidup

Hari Bumi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 April, menjadi momentum
berharga bagi puluhan penerima beaiswa Lpdp di Universitas Diponegoro untuk
menampilkan aksi dan partisipasinya melestarikan alam dan lingkungan sekitar, hal
tersebut dilakukan dengan membagi-bagikan puluhan tanaman gratis kepada warga
Kota Semarang. (23/4/2017)
Acara yang dilakukan di pelataran kampus Undip Peleburan dan juga bertepatan
dengan momen acara Car Free Day ini, mendapatkan animo positif dari warga
semarang. Isu lingkungan hidup yang saat ini menjadi ancaman bagi kehidupan umat
manusia, menjadi penting untuk dikampanyekan secara massif, perubahan iklim
global yang berimbas pada kenaikan suhu bumi menuntut manusia untuk lebih arif
dalam menjaga lingkungan.
Hal tersebut juga disampaikan oleh koordinator acara, Rizki Bareta, S.T Mahasiswa
Magister Hukum Universitas Diponegoro angkatan 2016, “Pembagian tanaman ini
adalah upaya refleksi diri kepada kami mahasiswa dan masyarakat luas, bahwa
begitu penting untuk hidup selaras dengan alam sekitar” ungkap mahasiswa yang
juga menjabat sebagai wakil katua Awardee Lpdp Semarang.
Tanaman yang dibagikan pada acara peringatan hari bumi ini lebih banyak
didominasi oleh komoditi tanaman sayur-mayur, Ketua Panitia Aksi Peringatan Hari
bumi sedunia Faqih Yusuf, S.E menyampaikan bahwa kegiatan fokus utama sasaran
daripada kegiatan ini adalah pada ibu rumah tangga yang hadir di acara Car Free
Day, oleh karenaya lebih banyak kami sediakan tanaman dari komoditi sayuran.

“ Bulan-bulan kebelakang, kita semua disibukan oleh melambungnya harga sayuran,
utamanya adalah harga cabai yang tidak terkontrol, kami ingin bersama-sama
mengingatkan kepada masyarakat bahwa dengan menanam tanaman sendiri di
rumah, kita mampu meminimalisir tidak terjangkaunya harga sayuran termasuk
melambungnya harga cabai, dan yang lebih penting adalah upaya awareness diri,
bahwa melambungnya harga bahan makanan juga lebih banyak bersumber dari daya
dukung lingkungan yang menurun akibat pemanasan global, maka momen hari bumi
sedunia ini semoga menyadarkan kita semua bahwa jika tidak bersahabat dengan

Indonesia bersiap untuk menghadapi Bonus Demografi di Tahun 2045. SKM Ketua Awardee LPDP Universitas Diponegoro menambahkan bahwa “Apa yang kami lakukan adalah terinspirasi dari gerakan kampus Undip yang sangat getol untuk mewujudkan kampus berwawasan lingkungan. Fajrul Falakh (Lurah Awardee Lpdp Semarang) . yang juga alumni S1 Undip ini. setidaknya ke masyarakat di Kota Semarang. pada saatnya nanti Indonesia akan menjadi jantung perekonomian dunia juga harus tetap mempertahankan karakter hijaunya sebagai paru-paru dunia. dan itu mustahil tanpa alam yang memadai. Daya dukung dan Daya Tampung lingkungan harus dipikirkan matang-matang agar Bonus Demografi tidak menjadi sia-sia dengan kerusakan alam yang ada.alam maka hari-hari depan kita akan disibukan oleh tidak stabilnya perekonomian nasional” ungkap penerima bewasiswa Lpdp di Magister Akuntansi ini. intelektualitas di kampus harus berimplikasi positif ke masyarakat. kehadiran kami Mahasiswa penerima Beasiswa Lpdp di Undip menjadi penting untuk melakukan sesuatu. Fajrul Falakh. Kondisi tersebut harus terfasilitasi dengan baik dengan menyiapkan SDM yang unggul. kami dibayar oleh uang rakyat untuk persiapan bonus demografi nanti. Undip yang kini masuk dalam jajaran 5 besar kampus terhijau di Indonesia harus mampu membawa semangat itu keluar kampus. kita harus tetap menjadi Negeri yang ijo royo-royo” ujar mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan. namun yang tak kalah penting adalah ketersediaan alam yang mendukung. yang mana banyak pengamat menaksir bahwa Indonesia dapat menjadi daya kejut dunia dalam pembangunan ekonomi.