You are on page 1of 14

BAB IV

PENGOPERASIAN AUTOMATIC METER READING (AMR)

4.1 Pengertian Automatic Meter Reading (AMR)


Automatic Meter Reading (AMR) adalah sistem pembacaan atau
pengambilan data hasil pengukuran meter elektronik atau ME secara terpusat
dan otomatis dari jarak jauh (remote) melalui media komunikasi tertentu
menggunakan software tertentu yang dilengkapi dengan kemampuan untuk
pengolahan data.
Meter elektronik bekerja berdasarkan prinsip elektronis. Sinyal arus dan
tegangan diteruskan ke sinyal processor modul, meliputi modul modul :

a. Transformer Modul
b. Power Supply Modul
c. Analog Ke Digital Modul
d. Register Processor Modul
e. Display Modul
f. Mass Memory Modul
g. Input / Output Modul
h. Communication Modul
Sedangkan meter elektro mekanik bekerja berdasarkan prinsip elektro
mekanik. Arus dan tegangan listrik menimbulkan gaya gerak listrik yang
menggerakkan / memutar piringan pada porosnya. Putaran poros piringan
diteruskan melalui roda-roda gigi ke drum register.

23

http://digilib.mercubuana.ac.id/
24

O PT I CAL

ALARM INDICATOR

LCD DISPLAY

IMPULS KWH & KVAR

TOMBOL SCROLLING

TOMBOL RESET

EXTERNAL BATTERY

SLOT INTERNAL MODEM

TERMINAL BLOK

PORT RS232 & RS485

Gambar 4.1 Fisik Automatic Meter Reading (AMR)

4.2 Perbedaan Cara Kerja KWH Mekanik Dengan Automatic Meter Reading
(AMR)

Perbedaan meter elektronik dengan meter mekanik adalah sebagai berikut:

Meter Elektronik

1. I Dan V Menghasilkan modul pulsa


2. Di transformer modul Analog ke Digital
3. Register ke digital modul
4. Display modul
5. Input / output modul
6. Comunication modul

http://digilib.mercubuana.ac.id/
25

Meter Elektro Mekanik

1. I Dan V Menghasilkan Medan Listrik / GGL


2. Induksi Magnit
3. Piringan Berputar
4. Register Mekanis
5. Alat Ukur Satu Satuan Energi

4.3 Fungsi Automatic Meter Reading (AMR)


Fungsi Automatic Meter Reading (AMR) adalah sebagai berikut:
1. Mengukur daya / energi yang dikonsumsi pelanggan untuk proses
billing.
2. Memantau karakteristik / mutu penyaluran daya dan energi ke
pelanggan.
3. Mutu pelayanan listrik:
a. kontinuitas penyaluran (lama dan frekwensipemadaman).
b. Tegangan
c. Frekwensi

4.4 Keuntungan Dan Manfaat Automatic Meter Reading (AMR)


Manfaat Automatic Meter Reading (AMR) antaralain sebagai beerikut:
1. Pembacaan meter secara real time dan akurat
2. Mendeteksi dini pemakaian energi listrik secara ilegal.
3. Mempercepat proses penerbitan rekening
4. Menekan koreksi rekening
5. Meningkatkan pendapatan penjualan tenaga listrik.
6. PLN dan pelanggan dapat mengontrol pemakaian listrik melalui
record data yang akurat
7. Meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan.

http://digilib.mercubuana.ac.id/
26

4.5 Kategori Automatic Meter Reading (AMR)

Meter Elektronik dibedakan menurut :

Cara Penyambungannya

1. Sambungan langsung
2. Sambungan tak langsung dengan CT
3. Sambungan tak langsung dengan CT dan PT
a. Alasan pemakaian CT PT untuk metering
b. Penggunaan faktor perkalian akibat penggunaan CT - PT
c. CT untuk metering dan proteksi

Golongan Pelanggan PLN


a. Pelanggan TT : 1. TT / TT / TT
2. TT / TT / TM
3. TT / TM / TM
b. Pelanggan TM : 1. TM / TM / TM
2. TM / TM / TR
3. TM / TR / TR
c. Pelanggan TR : TR / TR / TR
TDL : TET : > 245 KV
TT : 35 KV S/D 150 KV
TM : > 100 V S/D < 35 KV

Batasan Daya Pelanggan


1. Pelanggan TT : 30 MVA
2. Pelanggan TM : 200 KVA S/D 30 MVA
3. Pelanggan TR : 197 KVA

4.6 Feature Automatic Meter Reading (AMR)

1. Mengukur beberapa parameter listrik


2. Mengukur daya / energi di 4 kwadran aktif dan reaktif
3. Mengukur max demand serta mencatat waktu dan tanggal kejadiannya

http://digilib.mercubuana.ac.id/
27

4. Merekam hasil ukur kwh, kvarh, a, v, cosq, dengan interval waktu 15,
30, 45, 60 menit atau sesuai kebutuhan ( programable ).
5. Mendeteksi kelainan kelainan hasil pengukuran akibat kesalahan alat
maupun akibat pencurian / pemakaian tidak sah.
6. Pembacaan / pemprograman meter secara remote maupun lokal.
7. Dilengkapi security level pada meter dan pasword pada software
program.
8. Dilengkapi power super capasitor dan baterai untuk backup clock
selama 720 jam.
9. Mengirim sinyal untuk memutus / koneksi beban.
10. Desain dan arsitektur yang lebih baik.
11. Export / import energi

4.7 Papan Nama Automatic Meter Reading (AMR)


Contoh data Automatic Meter Reading (AMR)
1. Nomor Seri : 2013010009885
2. Merk : Wasion
3. Type : I Meter 310
4. Tegangan : 3x230/400 V
5. Arus : 3x5(80) A
6. Frekwensi : 50 Hz
7. Konstanta : 800 imp/kWh
8. Kelas :1
9. Fasa / Pengawatan : 3 Phase 4 Kawat
10. Buatan : China
11. Tahun Pembuatan : 2013

4.8 Display Automatic Meter Reading (AMR)


Pada display meter elektronik ditampilkan:
1. Nilai dan besaran parameter yang diukur
2. Kode kode
3. Informasi / keterangan - keterangan

http://digilib.mercubuana.ac.id/
28

Lebih dari seratus item / urutan tampilan yang dapat ditampilkan pada
display.
Selang waktu per item tampilan dan selang waktu tampilan blank dapat
diprogram. Misalnya 5 detik per item untuk tampilan isi dan 2 detik untuk
tampilan blank antara satu item isi dengan item isi berikutnya.

Kelompok Tampilan Meter Elektronik :


1. Tampilan Normal
2. Tampilan Long Alternate
3. Tampilan Short Alternate
Meter elektronik yang terpasang dan sudah dioperasikan, akan
menampilkan data-data dan nilai /besaran besaran yang terukur meliputi :

Keterangan :
1) Nomor Seri Meter
2) Tanggal, Bulan dan Tahun
3) Jam
4) Power Faktor (Cos Phi)
5) kVA atau kW
6) kWh (WBP)
7) kWh (LWBP)
8) Total kWh (WBP + LWBP)
9) kVarh
10) Max Dimand kVA
11) Tegangan Phasa R
12) Tegangan Phasa S
13) Tegangan Phasa T
14) Arus Phasa R
15) Arus Phasa S
16) Arus Phasa T
17) Energi Reverse

http://digilib.mercubuana.ac.id/
29

4.9 Perangkat Sistem Automatic Meter Reading (AMR)

Perangkat Automatic Meter Reading (AMR) terdiri dari :


1. Perangkat keras (hardware), seperti meter elektronik atau ME,
modem, computer, server dan media komunikasi.
2. Perangkat lunak (software), seperti software meter dan software
aplikasi

4.10 Peneraan Automatic Meter Reading (AMR)

Peneraan meter elektronik dapat dilakukan dengan sistrim perbandingan


energi. Berikut ini adalah rangkaian pengawatannya.

Meter Standard Meter Yang Diuji


Sumber
Beban

Gambar 4.2 Peneraan Automatic Meter Reading (AMR)

S = { ( E2 E1 ) / E1 } X 100% ................................... (4.1)


Dimana : S = Kesalahan Kwh Meter
E1 = Energi Total Yang Diukur Kwh Standard
E2 = Energi Total Yang Diukur Meter Yang Diuji

4.11 Penyegelan Automatic Meter Reading (AMR)


1. Penyegelan meter elektronik dilakukan setelah meter dikalibrasi sesuai
aturan yang berlaku, menyatakan bahwa meter tersebut sudah dapat
digunakan sebagai alat transaksi yang sah.

http://digilib.mercubuana.ac.id/
30

2. Segel yang terpasang pada meter elektronik adalah segel tera / tanda sah
dari badan metrologi departemen perindustrian dan perdagangan serta
segel pengamanan dari PLN.

4.12 Ketentuan Pemasangan Automatic Meter Reading (AMR)

Langkah-langkah / ketentuan yang harus diperhatikan dan dilaksanakan


dalam pemasangan meter elektronik dan modem sebagai sarana komunikasi
sistim AMR sebagai berikut:

1. Meter elektronik dipasang pada pelanggan dengan daya kontrak 33


41.5 kVA, dengan tarif ; B2, I2, P2, R3, S2.

2. Meter elektronik diprogram oleh Supervisor pasang di kantor PLN


Area Cikupa sesuai dengan wewenang security levelnya dengan
menggunakan software masing-masing meter.

3. Security level ditetapkan melalui password sesuai dengan tingkatannya


yang disetujui oleh Manager Bidang Distribusi.

4. Jadwal pemasangan meter elektronik dipelanggan dilakukan melalui


koordinasi dengan supervisor penyambungan.

5. Sebelum melaksanakan pemasangan/penggantian dengan meter


elektronik di pelanggan, petugas pasang harus melakukan pemeriksaan
untuk memastikan bahwa instalasi meter kWh / eksisting terpasang
tidak bermasalah atau terdapat indikasi pelanggaran / P2TL, dan
menuangkannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BA P2TL).

6. Dalam hal ditemukan indikasi pelanggaran, petugas pasang dari AP


menyelesaikannya sesuai prosedur P2TL dan pemasangan meter
elektronik dapat ditangguhkan.

7. Pelaksanaan pemasangan/penggantian dengan kWh meter elektronik


di pelanggan harus dibuatkan Berita Acara Penggantian (BA
Pengantian kWh meter) dan disertai pelaksanaan Comissioning untuk
memastikan bahwa meter yang telah terpasang berfungsi sebagai
pengukuran dengan benar.

http://digilib.mercubuana.ac.id/
31

8. Comissioning hasil pemasangan kWh meter elektronik dibuat dalam


rangkap 3 (tiga) yang ditandatangani oleh petugas dari PT PLN
(Persero) Area Cikupa, pihak pelanggan yang selanjutnya di
distribusikan kepada pelanggan, bidang konstruksi Area Cikupa, dan
bidang transaksi energi.

9. Penyegelan terhadap instalasi meter berikut kelengkapannya dan kotak


/ Box APP dipelanggan dengan daya kontrak 33 kVA sampai daya
41.5 KVA disegel dengan segel pelaksana / pengawas dari AP (Area
Pelayanan).

10. Pemasangan modem PSTN atau GSM sebagai sarana komunikasi oleh
Tim Pasang, dan sedapat mungkin dilaksanakan bersamaan dengan
pemasangan meter elektronik dengan memanfaatkan sumber tegangan
dari existing power (220 Volt/AC) sebagai power Modem GSM nya.

11. Untuk meter elektronik yang sudah terpasang dengan modem PSTN
atau GSM sebagai sarana komunikasi pengiriman data agar dicoba di
remote dari ruang kontrol AMR untuk memastikan bahwa sarana
komunikasi yang tersambung pada meter elektronik diatas sudah
berfungsi sebagaimana mestinya.

12. Meter elektronik yang sudah tersambung dengan sarana komunikasi


dan dapat di remote dari ruang kontrol , password manager dapat
dirubah sesuai kebutuhan dan dilaksanajkan oleh manager yang
bersangkutan.

4.13 Surat Tugas

Dalam hal pemasangan/penggantian kWh meter elektronik petugas dari


Area Pelayanan (AP) untuk malaksanakan tugas tersebut harus dilengkapi
surat tugas.
Contoh surat tugas seperti pada lampiran 1

http://digilib.mercubuana.ac.id/
32

4.14 Berita Acara (BA)

Dalam setiap kegiatan pekerjaan yang dilakukan seharusnya atas


dasar perintah kerja atau surat tugas dan apabila pekerjaan tersebut telah
selesai dilaksanakan maka sebagai pertanggung jawaban atas pelaksanaan
tugas yang telah dilaksanakannya harus dibuatkan Berita Acara (BA). Berita
acara tersebut ditanda tangani bersama oleh petuas lapangan dari PLN Area
Cikupa dan pihak pelanggan atau yang mewakilinya. Selanjutnya berita
acara tersebut didistribusikan / dibagikan kepada Pelanggan dan Area
Pelayanan (AP) untuk diarsipkan.

Adapun Berita acara yang dibuat dalam pekerjaan pemasangan /


penggantian dengan kWh meter elektronik yaitu :

1. Berita acara (BA) Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) yang


dilengkapi dengan data hasil pemeriksaan untuk sistim pengukuran
tidak langsung (Lampiran 2.1 s/d 2.6) dan dibuat dalam 4 rangkap.

2. Berita acara ini dibuat jika didapatkan adanya pelanggaran /


pemakaian tenaga listrik secara tidak syah / ilegal) dan peralatan / alat
temuan P2TL tersebut dikemas/bungkus dan disegel dan kemasan
barang temuan tersebut ditanda tangani bersama antara petugas PLN
dan Pelanggan atau yang mewakilinya untuk dibawa ke kantor PLN
sebagai barang bukti.

3. Berita acara Pemasangan / Penggantian APP dan Penyegelan


(Lampiran 3)

4.15 Pemasangan Automatic Meter Reading (AMR)


Sesuai prosedur pemasangan yang telah dikemukakan diatas maka
sebelum dilakukan pemasangan / penggantian dengan meter elektronik
terlebih dahulu dilakukan proses Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik
(P2TL) terhadap pengawatan / pengukuran sebelumnya.

http://digilib.mercubuana.ac.id/
33

Gambar 4.3 Pemasangan Meter Elektronik

4.15.1 Peralatan Meter Elektronik dan Perlengkapannya

Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dalam pemasangan


meter elektronik dan sarana komunikasinya yaitu:

1. Meter elektronik (3 phase 4 kawat) class 1 atau class 0,2S

2. Box

http://digilib.mercubuana.ac.id/
34

3. Modem PSTN atau Modem GSM

4. Kabel Port RS 232

5. Adaptor (untuk power Modem GSM)

6. Antena

7. Kabel penghubung dari Port RS 232 ke Modem GSM

8. SIM CARD / Kartu GSM (XL) pra /pasca bayar.

9. Stop kontak 1 phase

10. MCB 2 Amp

11. Sumber tegangan 220 Volt /AC untuk power adaptor modem.

12. Konektor Modem PSTN dengan socket saluran kabel telkom.

13. Peralatan kerja

14. Kabel NYAF 2,5 mm

15. Kabel Ties / spiral kabel

16. Ties mount

17. Marking kabel

18. Solder + timah patri atau kabel skun

4.15.2 Pengawatan / Wiring Diagram


Dalam melaksanakan penyambungan kWh meter perlu
diperhatikan terminal terminal yang akan disambung. Terminal
input untuk arus harus dibedakan dengan terminal outputnya,
demikian pula terminal untuk tegangan harus dapat dibedakan
menurut ukuran fasya. Sistem pengawatan kWh meter sebagai alat
ukur energi listrik, tergantung dari cara pengukuran yang akan
dilakukan,apakah pengukuran langsung atau pengukuran tidak
langsung juga sekaligus tegantung dari konstruksi dari kWh meter itu
sendiri.

http://digilib.mercubuana.ac.id/
35

kWh 3 phase
26 27 28 29
R S T N
18 20 22 24 OK tipe 3

1 3 4 6 7 9 10 11
25 26 13 27 15 28 17 29 11
18 12 20 14 22 16 24

Terminal
Blok
18 19 20 21 22 23 24 25
3 6 9
12 14 16
34
19 21 23
1 30 4 31 7 32 10 33
13 15 17
19 21 23 25
MCB R S T N
30 31 32 33

Gambar 4.4 Wiring APP Pengukuran Langsung

4.16 Konfigurasi Sistem Automatic Meter Reading (AMR)

Komputer Meter
Elektronik

Modem Modem
PSTN / GSM
Saluran Komunikasi

Gambar 4.5 Konfigurasi Sistem Automatic Meter Reading (AMR)

Pengembangan Sistem AMR


1. Integrasi dengan billing system
2. Keluaran AMR langsung dijadikan masukan dalam proses
penerbitanrekening, tanpa melakukan entry data lagi.
3. Integrasi dengan aplikasi web

http://digilib.mercubuana.ac.id/
36

4. Keluaran AMR dimasukkan ke dalam website PLN yang dapat


diakses oleh masing-masing pelanggan, menggunakan nomor ID
Pelanggan.

4.17 Pembacaan Secara Automatic Meter Reading (AMR)

Pembacaan Secara Automatic Meter Reading (AMR) antara lain sebagai


berikut:
1. Pembacaan secara AMR dilakukan tanpa melakukan dial up,
2. Pembacaan dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan atau di set.
3. Data yang dibaca merupakan data hasil pengukuran yang direkam dan
disimpan dalam memory meter, terdiri dari load profile atau
historical, dan event list.
4. Pembacaan secara jarak jauh dilakukan dengan melakukan Dial Up
(panggilan), data yang dibaca meliputi real time dan rekaman hasil
pengukuran yang lalu.
5. Real Time data hasil pengukuran saat itu, sebagaimana dinyatakan
dalam display / tampilan meter.

4.18 Penyebab Kegagalan Automatic Meter Reading (AMR)


Penyebab kegagalan AMR antaralain sebagai berikut:
1. Kerusakan meter elektronik
2. Port komunikasi rusak
3. Kerusakan modem (tak berfungsi)
4. Sinyal komunikasi kurang kuat dan tidak stabil

http://digilib.mercubuana.ac.id/