You are on page 1of 68
Spring is Coming - Festival of Flowers Sydney & Canberra Floriade Tulip Farm One Day
Spring is Coming - Festival of Flowers Sydney & Canberra Floriade Tulip Farm One Day
Spring is Coming - Festival of Flowers Sydney & Canberra Floriade Tulip Farm One Day
Spring is Coming - Festival of Flowers Sydney & Canberra Floriade Tulip Farm One Day
Spring is Coming - Festival of Flowers
Sydney & Canberra Floriade
Tulip Farm One Day Tour
4 Days Tour
Special Departures: 16 Sep,
23 Sep, 30 Sep, 07 Oct 2017
Departs Daily
Code: C26
Fare Includes:
*
Code: C66F
72
Parliament House
Lake Burley Griffin
Darling Harbour
War Memorial
Diplomatic Embassies
$
Mrs Macquaries's Chair
Opera House
Blue Dandenong Ranges
Quaint Mountain Villages
Tesselaar Tulip Festival
Yarra Valley
Visit to Winery
pp
Captain Cook Memorial
Hyde Park
China Town
Highlights (own expense):
Price Includes:
Tulip Festival 2017
16 Sep - 8 Oct
3
nights accommodation
3
breakfasts*
Coach transportation &
sightseeing
fr
Horse and carriage rides most days
Pick your own tulips
Fresh flowers for sale
Summer flowering bulbs for sale.
$ 280 *
pp
Purchase any Extragreen products and get an opportunity to win:
PRIZE
PRIZE
2017 EXTRAGREEN
LUCKY DRAW
Adelaide
Sydney Canberra
3
4
4 Days Tour (1 pax)
4 Days Tour (1 pax)
PRIZE
$500 *
PRIZE
2
Nights *
$439*
$353*
1
2
PRIZE
PRIZE
Phillip Island
Great Ocean Road
Extragreen Holidays Offers Prizes
Value Over $3000* Each Season!
5
6
Extragreen Travel
Gift Voucher (1 pax)
Twin Share Luxury Apartment
(2 pax)
Day Tour (2 pax)
Day Tour (2 pax)
$72* x 2
$69* x 2
Awarded Mt Buller
Top Producer of The Year
since 1994
2017 MT BULLER DAY TOUR
Top Seller & Ski Specialist
BOOK YOUR TOUR NOW!
From
Come & Try Ski Package
$
169 *
Exclusive to Buset Readers Only!
Ski Equipment, Lift Ticket, Ski lessons
pp
From
Sightseeing Day Trip
Overnight Package
*
FREE
$
69.90 *
Return Transfer
Tour Guide Service
Mt Buller Entrance Fee
$
179 *
Luxury Coach Return Transfer
Entrance Fee
Experienced Driver
& Professional Tour Guide
pp
pp
Accommodations
was
Extragreen *
Includes sightseeing lift
tickets valued at $31
value at
Free Return
$73*
44 *
Oversnow Transfer
$
Exclusive Offer!
/pp
We are also located in:
Melbourne City
Box Hill
Glen Waverley
260 Swanston St,
Melbourne
VIC 3000
Tel: 03 9623 9900
5 Market St
Box Hill
VIC 3128
Tel: 03 9899 2788
Shop 2B IKON
39 Kingsway
VIC 3150
Tel: 03 9561 0311
SYDNEY: 02 8324 5628
EASTWOOD: 02 8026 7010
GOLD COAST: 07 5538 0725
BRISBANE: 07 3105 1450
extragreenholidays
ExtragreenLtd
extragreenholidays
extragreen
1010670567
1196239900
1296239900
*Conditions Apply
Free call from Hong Kong: 3500 2143
Free call from China: 9504 038 2643
Outbound Dep: 9623 9911
Domestic Dep: 1300 006 888
Email: enquiries@extragreen.com.au
Extragreen Holidays
Level 3 Chalet Hotel, Mt Buller Phone : 8383 6674 HOT ASIAN FOOD lunch &
Level 3 Chalet Hotel, Mt Buller
Phone : 8383 6674
HOT ASIAN FOOD
lunch & Dinner
www.popokitchen.com.au
OPEN DAILY
* Condition Applies

www.buset-online.com

www.buset-online.com

buset ngeliput

www.buset-online.com www.buset-online.com buset ngeliput Kepemimpinan Baru DWP Membawa Harapan Baru Foto bersama penuh

Kepemimpinan Baru DWP Membawa Harapan Baru

Foto bersama penuh keakraban

Bazaar pertemuan anggota
Bazaar pertemuan anggota
Baru Foto bersama penuh keakraban Bazaar pertemuan anggota Makanan ringan khas nusantara menemani sesi ramah tamah

Makanan ringan khas nusantara menemani sesi ramah tamah

P ada penghujung bulan Juli kemarin, anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Victoria dan Tasmania kembali berkumpul untuk

menyampaikan salam perpisahan kepada periode kepemimpinan Yohana Umbara dan menyambut Ketua DWP KJRI Victoria dan Tasmania yang baru, Sherry Abdi Lubis.

Yohana memang telah menjabat sebagai Ketua DWP semenjak akhir tahun 2015 lalu, dan kini menyerahkan posisinya setelah hampir 2 tahun menjabat. “Alhamdulilah, sudah selesai,” ujar Yohana lega, “menurut saya pengalaman ini benar-benar menantang dan untungnya semua orang senang [akan program-program DWP semasa kepemimpinan saya]”.

Yohana kemudian menenangkan para anggota dengan mengatakan kalau Sherry dan timnya yang berusia lebih muda akan dapat membuat DWP Melbourne lebih berwarna dan kalau dirinya masih akan tetap membantu DWP dari belakang.

Sherry sendiri percaya dan bertekad untuk dapat mensukseskan DWP Melbourne dengan bekal pengalamannya selama menjadi Ketua DWP KBRI Sri Lanka. Meskipun baru bergabung dengan DWP Melbourne kurang lebih 6 bulan yang lalu, tekad Sherry tidak pudar.

“Saya merasa kalau jabatan sebagai Ketua Dharma Wanita itu bukan

merupakan suatu jabatan, melainkan amanah dan kewajiban untuk menyukseskan DWP, terutama DWP KJRI Melbourne,” tutur istri dari Konsul Pensosbud Albert Abdi ini.

Dengan tim intinya, Yohana Umbara, Sari Kilin, Syntia Prima Januar, serta Karina Fajrin, Sherry bervisi untuk menjalin tali silaturahmi dan kedekatan dengan sesama anggota.

Konsul Albert Abdi memberikan kata sambutan mewakili Konjen Dewi Wahab
Konsul Albert Abdi memberikan kata sambutan mewakili Konjen
Dewi Wahab
Ketua DWP KJRI Melbourne Sherry Lubis
Ketua DWP KJRI Melbourne Sherry Lubis

“Anggota itu buat saya bukan ada atasan dan bawahan, atau ketua dengan anggota, tetapi kita itu teman. Jadi saling membantu, saling memberi dukungan.”

Menutup kata sambutannya kepada para anggota, Sherry membacakan sebuah pantun yang ia akhiri dengan pesan, “Marilah kita saling kenal, supaya kita bisa saling sayang untuk terus menyukseskan DWP.”

Langkah awal Sherry dalam kepemimpinannya akan ia mulai dengan membangun tim kepengurusan terlebih dahulu, lalu kemudian menyusun program-program kerja untuk setahun ke depan. Ia berencana untuk terus menjalankan program-program yang telah membawa efek baik kepada para anggota DWP dari kepemimpinan Yohana sambil menunggu masukan serta saran.

Konsul Albert pun turut hadir sekaligus untuk mewakilkan Konsulat Jenderal RI Dewi Savitri yang berhalangan hadir karena harus menjemput beberapa anggota Mahkamah Agung yang datang ke Melbourne. Albert menyampaikan harapannya agar DWP Melbourne tak hanya menjadi mitra bagi KJRI, namun juga dapat menjadi instansi yang dapat memperkenalkan dan menyebarluaskan kultur Indonesia.

Sony Simanjuntak, selaku representasi dari para anggota DWP Melbourne pun turut menyampaikan salam perpisahan untuk Yohana serta menyambut kedatangan kepemimpinan baru Sherry. Sony mengucapkan terimakasih atas pengabdian Yohana selama ini yang begitu peduli serta atas berbagai inisiatif yang telah Yohana kerjakan. Selain itu, Sony juga menyampaikan harapannya serta anggota-anggota DWP Melbourne lainnya akan kedekatan relasi dengan Sherry serta program- program yang akan dicanangkan.

JLie

Mantan Ketua DWP Yohana Umbara (kiri) bersenda gurau dengan hadirin
Mantan Ketua DWP Yohana Umbara (kiri) bersenda gurau dengan hadirin

Apa Kata Mereka

Umbara (kiri) bersenda gurau dengan hadirin Apa Kata Mereka Tini Harvey & Lina Siagian Kepengurusan yang

Tini Harvey & Lina Siagian

Kepengurusan yang lama sudah baik sekali. Mudah- mudahan di kepengurusan yang akan datang akan lebih baik lagi dan kita sebagai anggota DWP siap untuk membantu kepengurusan yang baru.

anggota DWP siap untuk membantu kepengurusan yang baru. Syahisti Abdurrachman Apa yang telah dilakukan oleh Ibu

Syahisti Abdurrachman

Apa yang telah dilakukan oleh Ibu Yohana begitu lancar, dan selama 2 tahun ini banyak yang mengatakan pimpinan beliau merupakan kepemimpinan yang bagus. Saya yakin Ibu Sherry akan dapat meneruskan hal itu dengan lancar, terutama setelah mendengar apa yang beliau katakan, tak kenal maka tak sayang. Tapi kalau kesayangan itu sudah tumbuh bagus, kerja sama itu no problem.

itu sudah tumbuh bagus, kerja sama itu no problem . Sony Simanjuntak Ibu Yohana sangat care

Sony Simanjuntak

Ibu Yohana sangat care, peduli dengan kegiatan- kegiatan dan talenta-talenta dari anggota- anggotanya. Beliau tidak segan-segan untuk membantu apabila ada anggotanya yang ingin mengembangkan klub atau sanggar tarinya misalnya, beliau juga membantu supaya sanggar tari tersebut bisa lebih populer. Dengan Ibu Sherry Lubis yang baru datang, saya melihat bahwa beliau itu juga tidak berbeda dengan Ibu Yohana, beliau sangat dekat dan ramah dengan anggota-anggota DWP.

7 7

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

BUSET VOL. 13-146 AGUSTUS 2017

8 8

PERWAKILAN RI

CANBERRA Embassy of The Republic of Indonesia in Australia (KBRI Canberra)

Alamat

:

8 Darwin Avenue Yarralumla A.C.T. 2600, Canberra

No. telepon

:

+61 2 6250 8600

Email

:

indonemb@kbri-canberra.org.au

Situs

:

www.kemlu.go.id/canberra/

NEW SOUTH WALES, QUEENSLAND, DAN SOUTH AUSTRALIA Consulate General of The Republic of Indonesia in Sydney(KJRI Sydney)

Alamat

:

236-238 Maroubra Rd, Maroubra NSW 2035

No. telepon

:

+61 2 8347 6881

Email

:

visa.sydney@kemlu.go.id

Situs

:

www.kemlu.go.id/sydney/

NORTHERN TERRITORY (DARWIN) Consulate of the Republic of Indonesia in Darwin (KRI Darwin)

Alamat

:

20

Harry Chan Avenue, Darwin N.T. 0800

No. telepon

:

+61 8 8943 0200

Email

:

kridrw@indoconsdarwin.org.au

Situs

:

www.kemlu.go.id/darwin/

VICTORIA DAN TASMANIA Consulate General of The Republic of Indonesia in Melbourne (KJRI Melbourne)

Alamat

:

72

Queens Rd, Melbourne VIC 3004

No. telepon

:

+61 3 9525 2755

Email

:

info.melbourne@kemlu.go.id

Situs

:

www.kemlu.go.id/melbourne/

WESTERN AUSTRALIA, COCOS, DAN CHRISTMAS ISLAND Consulate General of The Republic of Indonesia in Perth (KJRI Perth)

Alamat

:

134 Adelaide Terrace, East Perth WA 6004

No. telepon

:

+61 8 9221 5858

Email

:

perth.kjri@kemlu.go.id

Situs

:

www.kemlu.go.id/perth - www.kemlu.go.id/perth/

EMERGENCY NUMBER

Fire Ambulance & Police - 000- www.kemlu.go.id/perth/ EMERGENCY NUMBER POISON Information Centre - 131 126 State Emergency Service

POISON Information Centre - 131 126EMERGENCY NUMBER Fire Ambulance & Police - 000 State Emergency Service (SES) - 132 500 CRIME

State Emergency Service (SES) - 132 500& Police - 000 POISON Information Centre - 131 126 CRIME STOPPERS - 1800 333 000

CRIME STOPPERS - 1800 333 000Centre - 131 126 State Emergency Service (SES) - 132 500 Telephone Interpreter Service - 131

Telephone Interpreter Service - 131 450Service (SES) - 132 500 CRIME STOPPERS - 1800 333 000 AKAN DATANG-VIC Sekarang – 2

AKAN DATANG-VIC

Sekarang – 2 September

AKAN DATANG - NSW

ART ACROSS WATER by Museum of Indonesian Arts

Jumat, 1 September

Monash Gallery of Art

SOUNDQURIANG 4

860

Ferntree Gully Rd, Wheelers Hill

‘Spirit of Khatulistiwa’

Gratis Selasa – Jumat:

pk. 10-17

by PPIA Macquarie Enmore Theatre

Sabtu – Minggu:

pk. 12-17

118-132 Enmore Rd, Newton NSW

Official Opening:

GA plus $45, GA $35

Jumat, 4 Agustus, pk. 18-20 Halina: 03 9525 2683 Museumofindonesianarts.org

(ticketek.com.au) William: 0426 699 906 Leonardus: 0452 452 532

Sabtu, 9 September MUDIKA BALL ‘Retro Night’ by MUDIKA

Rydges Hotel, Bobby McGees

186 Exhibition St, Melbourne

$75 student, $85 non-student pk. 18-22 Felicia: 0432 541 057 Fionna: 0432 148 345

Sabtu, 16 September SOUNDSEKERTA ‘Harmony in Diversity’ by PPIA Monash featuring: Isyana Sarasvati, RAN, Project Pop Melbourne Town Hall $35, pintu dibuka pk. 17:30 Lui – 0435 761 282 Yuli – 0426 261 996

Sabtu, 7 Oktober INDO FAMFEST Laverton Community Hub 95-105 Railway Ave, Laverton Gratis, pk: 15-21 indofamfest.com

AKAN DATANG – WA

Sabtu, 9 September SERENATA by PPIA WA Featuring: RAN, Kunto Aji The Rocks Cannington 26 Cecil Avenue pk. 15-21 Early bird $20, General $25 Yogi: 0433 322 455 Caca: 0456 602 997

bird $20, General $25 Yogi: 0433 322 455 Caca: 0456 602 997 BUSET Vol. 13-147 SEPTEMBER

BUSET Vol. 13-147 SEPTEMBER 2017

322 455 Caca: 0456 602 997 BUSET Vol. 13-147 SEPTEMBER 2017 Bulan Agustus yang baru saja

Bulan Agustus yang baru saja berlalu merupakan bulan yang penuh dengan berbagai acara di komunitas Indonesia di Melbourne. Gaungnya pun masih terus berdengung hingga beberapa minggu ke depan. Pada edisi kali ini Buset ingin berbagi liputan acara, diantaranya Celebration of Indonesia yang memasuki kali ke-2 menghibur masyarakat melalui tari dan kesenian yang kental dengan keindahan Indonesia, khususnya bagian timur. Tak terkecuali liputan upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati 72 tahun kemerdekaan RI, lomba 17-an, pemilihan Ketua DWP yang baru dan juga pisah sambut staff KJRI Melbourne, dan banyak lagi.

Selain itu, Buset juga memuat informasi acara-acara yang akan diselenggarakan di Victoria dan Western Australia. Kawan-kawan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) ranting Monash University akan kembali mengadakan Soundsekerta yang selalu mampu menghibur masyarakat Melbourne. Soundsekerta 2017 mengangkat tema ‘Harmony in Diversity’ dan akan menampilkan Isyana Sarasvati, RAN dan Project Pop. Perhelatan akbar tersebut diadakan pada tanggal 16 September di Melbourne Town Hall. Lain halnya di negara bagian barat dari benua ini, PPIA cabang Western Australia akan mempromosikan Indonesia lewat acara yang diberi nama SERENATA pada tanggal 9 September. RAN dan Kunto Aji akan hadir sebagai bintang tamu acara yang berlokasi di The Rocks Cannington.

Tentunya jangan lupa memanjakan lidah kita dengan mencicipi berbagai tempat kuliner yang menjadi sponsor Buset dan juga berbagai perusahaan yang menawarkan jasa pengurusan pendidikan, migrasi, travel, pengiriman barang, properti, keuangan dan lainnya yang selalu dapat dijadikan referensi selama tinggal di kota ternyaman dunia 7 tahun berturut-turut.

Selamat beraktivitas dan memperluas wawasan dengan banyak membaca dan bersosialisasi.

BUSET - Not Your Ordinary One! The most talked about Indonesian Magazine in Australia

PUBLISHER

ADVERTISING EXECUTIVES

Projek 21

Vini Rotty (0438 012 183) Roy Rotty (0404 546 646)

EDITOR in CHIEF Roy Rotty

ART

Rizwana

EDITOR

Vini Rotty

DISTRIBUTION COORDINATOR Roy Rotty

ASSOCIATE EDITOR

Isabell Hie

CONTRIBUTORS

JOURNALISTS/PHOTOGRAPHERS Adeste Adipriyanti Alifia Wahyuningsih Amelinda Devina Analuna Manullang Isabell Hie Jennifer Lie Natanael Setiawan Natasya Salim Sasha Luhulima Theresia Titus Tjintjin Jones Roy Rotty Vini Rotty

Alain Warisadi – Xynergy Realty Group Crime Stoppers Australia GRII Melbourne Kainus Travel KJRI Melbourne Meg Lie – ML&K Legal PPIA VIC dan ranting PPIA WA Suhana Lim Superstar Education Virda Ersan – SEA Accountants Yapit Japoetra – YNJ Migration

READ BUSET ONLINE at WWW.BUSET-ONLINE.COM

BUSETMAGAZINEMelbourne– YNJ Migration READ BUSET ONLINE at WWW.BUSET-ONLINE.COM @BUSETMagazine busetmagazine SUBSCRIPTION Kotak Langganan

@BUSETMagazineBUSET ONLINE at WWW.BUSET-ONLINE.COM BUSETMAGAZINEMelbourne busetmagazine SUBSCRIPTION Kotak Langganan Ingin

busetmagazineWWW.BUSET-ONLINE.COM BUSETMAGAZINEMelbourne @BUSETMagazine SUBSCRIPTION Kotak Langganan Ingin mendapatkan BUSET

SUBSCRIPTION

Kotak Langganan Ingin mendapatkan BUSET langsung di rumah? Hubungi (03) 901 277 64 atau email info@buset-online.com BUSET juga bisa dibaca gratis melalui www.buset-online.com

buset ngeliput

TUKAR PEJABAT PROTOKOL DAN KOMUNIKASI KJRI MELBOURNE

Irma Maulia dan keluarga berfoto bersama Konsul Jenderal Dewi Wahab dan Bp Syahrir Wahab sebelum bertolak ke Tanah Air

T ak kurang dari empat puluh orang tamu berkumpul di aula Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Jumat, 28 Juli 2017, untuk memenuhi undangan acara perpisahan Irma Maulia, mantan petugas komunikasi, sekaligus menyambut kedatangan dua petugas baru, Faisal M. Perdanaputra dan Kilin Prasetyo. Malam pisah sambut itu berlangsung hangat dimulai dari

ramah tamah dan santap malam bersama, kata sambutan dari masing-masing pihak hingga pemberian hadiah perpisahan.

Bertanggung jawab atas keamanan kantor, pengiriman informasi antara perwakilan dengan pusat, serta urusan-urusan teknis, Irma memang jarang bertatap muka langsung dengan masyarakat. Ia menuturkan bahwa pengalamannya bekerja di KJRI Melbourne telah menimbulkan kesan yang baik, dan meski sibuk luar biasa, ia

Kilin Prasetyo menempati fungsi Komunikasi KJRI Melbourne (foto bersama keluarga)

10 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017
10
BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

Senang bisa dapat pimpinan seperti Ibu Dewi,” tambah Irma. Sebelumnya, tidak pernah terlintas di benak ibu dua anak ini bahwa ia akan ditempatkan bekerja di Negeri Kangguru. Meski awalnya tidak tahu apa-apa tentang kota Melbourne, setelah tiga tahun menetap, ia justru ingin menghabiskan lebih banyak waktu di kota multikultural tersebut. “Yang senangnya kota ini adalah the most livable city, ya. Saya sebagai orangtua dengan anak-anak yang masih kecil suka sekali tinggal di sini karena semuanya lengkap. Fasilitas transportasi umumnya canggih,” kenangnya.

Menyusul penugasan Irma kembali di Ibu Kota, pekerjaan “di balik layar” ini lalu diserahkan kepada Kilin Prasetyo, S1 Universitas Terbuka Banten, yang sudah pernah bekerja di bidang komunikasi Kantor Kementerian Luar Negeri wilayah Eropa dan Afrika Utara. Sama seperti Irma, Kilin juga tidak menyangka akan ditempatkan bekerja di kota Melbourne. Usai menetap selama tiga hari, ia mengaku suka dengan cuaca dan keteraturan kotanya.

“Kalau saya sih memiliki prinsip bahwa kita tidak bisa melihat masa depan. Saya pun tidak pernah menyangka akan ditugaskan disini, tapi so far senang dengan kota ini.” Tiga tahun akan bertugas mengamankan komunikasi, infrastruktur internet, dan fisik KJRI Melbourne, Kilin berharap agar dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia di Melbourne. “Agar pelayanan terhadap masyarakat, terutama WNI itu lebih bagus dan lebih cepat juga, supaya KJRI jadi rujukan pertama untuk WNI yang ada di sini dalam menjadi tempat mengurus administrasi atau keperluan lainnya,” ungkap Kilin.

Faisal M. Perdanaputra juga memiliki harapan yang sama tentang keberadaannya sebagai Konsul Protokol dan Kekonsuleran di KJRI Melbourne hingga tiga setengah tahun ke depan. Berlatar belakang pendidikan S1 jurusan Sastra Rusia di Universitas Indonesia, penempatan pertama pria asal Jawa Tengah ini adalah di Moskow pada tahun 2010-2013.

Irma menerima kenang-kenangan berupa lukisan karikatur diri bersyukur karena memiliki rekan- rekan kerja yang suportif.
Irma menerima kenang-kenangan berupa lukisan karikatur diri
bersyukur karena memiliki rekan-
rekan kerja yang suportif. “Saya
merasa sangat beruntung bisa
memiliki teman-teman Indonesia
yang jago IT, sehingga banyak
kebantu sama mereka, bisa sharing
sama mereka, dan, alhamdullilah, so
far kerjaan utama tetap jalan, dan
tidak banyak kendala,” ujarnya.
“Satu lagi yang saya senangkan itu
bahwa Ibu [Dewi] juga mengerti
bagaimana repotnya punya anak
kecil. Jadi kalau saya dan suami
lagi repot sama anak-anak itu bisa
dimaklumi. Aku ingin bilang terima
kasih ke Ibu, karena telah kasih
pengertian itu ke aku dan keluarga.
Nasa
Konsul Protokol dan Kekonsuleran yang baru, Faisal M. Perdanaputra

Ia mengatakan sangat bersyukur bisa ditempatkan di Australia, karena istri dan anak- anaknya juga berada di benua yang sama, hanya lain kota. Dengan jadwal yang menurutnya akan cukup padat di KJRI Melbourne, ia berharap agar masih sempat mengunjungi keluarganya di Perth.

Untuk menambah keakraban antar petugas baru dan para tamu, acara yang berlangsung selama tiga jam tersebut dilanjutkan dengan foto dan karaoke bersama.

11 www.buset-online.com
11
www.buset-online.com

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

advertorial

Program Cyber Security ECU:

Terdepan di Bidang Riset dan Pengajaran

12 12

Dengan semakin berkembangnya teknologi, banyak hal yang dapat kita lakukan dari balik layar komputer atau smartphones. Banyak informasi yang dapat diakses ataupun disebarkan hanya dengan menekan satu tombol saja. Selain informasi terkini mengenai perkembangan dunia, banyak juga informasi pribadi yang dapat kita peroleh melalui berbagai macam media sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sebagainya. Media sosial dapat digunakan sebagai platform untuk berbagi informasi dan sarana komunikasi. Dunia maya ini juga membuka kesempatan untuk berbisnis, melakukan pendataan kependudukan, menyimpan data, dan banyak lagi. Karena kenyamanan dan fleksibilitasnya, dunia online memiliki banyak peminat dan manfaat. Namun, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dimana ada kesempatan, di situ juga banyak orang bisa menyalahgunakan kesempatan dan kebebasan yang ada. Karena itu, dunia online membutuhkan keamanan yang ketat untuk meminimalkan besarnya kemungkinan penyalahgunaan.

Cyber Security Program is Top of The Class

Edith Cowan University (ECU) menawarkan program Bachelor of Science (Cyber Security) yang akan menelusuri dunia online secara mendetil, seperti keamanan jaringan, keamanan informasi, digital forensik, keamanan perangkat nirkabel/ wireless, dan keamanan data. Dalam program ini, murid akan diajarkan dari dasar pengetahuan komputer, perangkat jaringan aktif seperti smartphones dan tablet, hingga jaringan telekomunikasi.

Program ini dapat diselesaikan dalam masa 3 tahun, dengan menyelesaikan 4 mata kuliah dalam 1 semesternya (6 bulan). Mata kuliah tersebut meliputi, antara lain:

System Analysis, Computer Security, UNIX and C, Information Security, Ethical Hacking and Defence, dan Applied IT Project.

Bachelor of Science (Cyber Security) di ECU tidak hanya sebatas belajar di kelas dan dalam ruangan saja. Program ini juga memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengikuti Work Experience Project, yang berarti para pelajar akan langsung terjun untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung dari industri terkait. Penempatan kerja ini dapat ditempuh selama satu semester. Jika pelajar sudah menyelesaikan S1 atau sederajat dan ingin menelusuri lebih dalam mengenai dunia online, ECU juga mempunyai program Master of Cyber Security yang didesain khusus untuk melatih para pelajar untuk bekerja secara profesional di bidang pemerintahan, penegak hukum, ataupun perusahaan swasta. Dalam program Master of Cyber Security, ECU juga menganjurkan para pelajar untuk mengambil Work Experience Project, supaya para pelajar bisa mendapat pengalaman bekerja. Beberapa mata-kuliah yang dapat diambil dalam program ini yaitu: Wireless and Mobile Computing Security, Programming Principles, Advanced Scripting Language, Computer Forensic, dan Information Security.

Program Cyber Security di ECU menduduki peringkat top 10 di dunia, serta salah satu yang terbaik di Australia, dan diakui oleh Australian Computer Society (ACS). Karena pesatnya perkembangan teknologi, tuntutan untuk terus meningkatkan keamanan dan kenyamanan dunia online sangatlah tinggi dan terus meningkat di berbagai bidang. Setelah lulus, para pelajar dapat berkarir di berbagai macam bidang dan industri, sebagai Cyber Security Analyst, Network Security Engineer, Information Security Auditor, Computer Forensic Analyst, atau bahkan Network Security Investigator.

Analyst, atau bahkan Network Security Investigator. Dengan kurikulum yang sangat progresif dan memiliki

Dengan kurikulum yang sangat progresif dan memiliki kerjasama dengan WA Police, Australian Federal Police, Cisco, Interpol, Emirates Airlines, CERT Australia, tidak mengherankan bila lulusan ECU cenderung lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Lulusan dari program Cyber Security di ECU banyak yang berkarir di perusahaan ternama seperti Google, Facebook dan Microsoft.

Kuliah di Perth: Biaya Hidup yang Terjangkau

Edith Cowan University ini berlokasi di Perth, Western Australia yang dapat ditempuh dalam waktu 3.5 jam penerbangan dari Indonesia (khususnya Bali). Hal ini memudahkan bagi pelajar dari Indonesia dan juga orang tua atau keluarga bila ingin berkunjung pada saat libur semester. Tiket pesawat dari Denpasar – Perth juga sangat terjangkau (sekitar AUD$220 untuk tiket pp).

ECU didirikan pada tahun 1991, dan terus berkembang hingga saat ini. Universitas yang memiliki 2 kampus utama (Joondalup dan MT Lawley) ini sangat mudah dicapai dengan transportasi umum dari Perth CBD. Biaya karcis kereta untuk pelajar internasional berkisar 70 sen saja. Bandingkan bila kamu harus kuliah di kota lain seperti Sydney. Jadi, tunggu apa lagi?

Hubungi Superstar Education untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini. Ikuti Facebook dan Instagram Superstar Education untuk mendapatkan update terbaru mengenai program-program di Australia serta kunjungan ke universitas-univertas di Australia.

mendapatkan update terbaru mengenai program-program di Australia serta kunjungan ke universitas-univertas di Australia.

buset ngeliput

Pameran Seni Art Across Water’ Menuai Decak Kagum

Elisabeth Hames-Brooks (pengunjung)
Elisabeth Hames-Brooks (pengunjung)
Profesor Campbell McKnight
Profesor Campbell McKnight

seperti bahan tekstil yang begitu indah dan berbagai kerajinan perak. Sangat bersyukur rasanya kepada para individu anggota MIA yang telah bersedia meminjamkan berbagai benda yang ada di sini. Menurut saya penting sekali untuk mempertahankan hubungan antar budaya yang dimiliki oleh Indonesia dan Australia yang sangat istimewa adanya.”

Setelah peresmian pameran, para pengunjung pun diajak memasuki sebuah aula yang telah tertata rapi di bagian belakang museum. Di sana mereka bisa menikmati berbagai santapan ringan yang telah disediakan. Opening night juga diramaikan oleh komunitas Batak Bonapasogit, yang tampil membawakan berbagai tembang merdu. Dengan bangga dan senyum tersungging, mereka mengenakan pakaian khas Batak dan berlenggak-lenggok untuk menghibur para pengunjung yang hadir.

Ishie

Bonapasogit Victoria menghibur melalui nyanyian dan tarian
Bonapasogit Victoria menghibur melalui nyanyian dan tarian
Banyak warga yang mengagumi kekayaan budaya Indonesia
Banyak warga yang mengagumi kekayaan budaya Indonesia

M useum of Indonesian Arts (MIA) kembali menggelar sebuah pameran bertema unik di bulan Agustus lalu. Berjudul ‘Art Across Water’, pameran tersebut dibuka secara resmi pada 4 Agustus dan berlangsung hingga 2 September 2017. Lebih dari 50 orang meluangkan waktu pada sebuah Jumat petang

untuk menghadiri malam pembukaan (opening night) pameran. Mereka memenuhi ruangan foyer Monash Gallery of Arts yang didaulat menjadi tempat penyelenggaraan acara.

Pameran ini menunjukkan pengaruh budaya Indonesia yang memasuki Australia semenjak ratusan tahun yang lalu. Koleksi yang dipajang pada opening night tersebut pun boleh dibilang merupakan salah satu koleksi terunik yang pernah dipamerkan oleh MIA. Seperti dijelaskan oleh Profesor Campbell McKnight ketika ditemui seusai acara, “koleksi yang dapat dilihat di sini berasal dari banyak orang di Melbourne yang mencintai adat istiadat dan kebudayaan Indonesia. Banyak sekali barang-barang menarik yang diperlihatkan di sini, seperti misalnya kain tradisional dari Toraja dan songkok dari Bone yang terbuat dari recca.” Campbell yang pernah mengajar di Australian National University dan University of Tasmania tampak begitu antusias menjelaskan. Tak pelak, kecintaannya terhadap budaya Indonesia terpancar dengan jelasnya.

Salah seorang pengunjung yang hadir, Elisabeth Hames-Brooks, turut berbagi pendapatnya, “I think it is a wonderful exhibition. Banyak subyek yang diangkat di sini,

pendapatnya, “ I think it is a wonderful exhibition . Banyak subyek yang diangkat di sini,
13 www.buset-online.com
13
www.buset-online.com

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

buset life

SEPTEMBER 2017 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017 buset life 14 14 B erinteraksi dengan klien yang

14 14

B erinteraksi dengan klien yang jumlahnya sudah tak terhitung lagi tentu sangat menarik. Dari mereka semualah saya selalu mendapatkan ilmu dan pengalaman hidup. Tentu semuanya adalah pembelajaran dan masukan yang sangat

berharga bagi kehidupan saya sendiri. Semua yang positif saya pakai untuk inspirasi dan yang applicable saya terapkan. Semua yang negatif saya gunakan untuk pengingat agar jangan sampai nasib saya begitu. Tak salah kalau saya selalu bilang bahwa valued clients adalah laoshi dan sifu saya. My sincere thanks bagi Anda semua.

Baru-baru ini, ada dua kasus yang menarik. Kasus pertama ialah seorang istri yang bertahan dalam perkawinan meski sebenarnya rumah tangganya sudah beberapa tahun tidak harmonis. Kalau menuruti perasaan, sudah lama mau bercerai, begitu lah penuturan Candice (bukan nama sebenarnya). Satu-satunya alasan mengapa Candice masih bertahan adalah karena putrinya belum menikah. Sehingga ia tak mau putrinya mengalami ekstra masalah kalau kelak akan memasuki jenjang pernikahan. Pasalnya, Candice takut kalau status cerainya akan menyebabkan sang putri lebih sulit “laku” dikarenakan anggapan masyarakat yang kurang baik terhadap seseorang yang berasal dari perceraian. Kalau orang tuanya gagal rumah tangganya, maka ada anggapan bahwa sang putra/i pun akan menjalani jalur yang serupa di masa depan dan saat memiliki keluarga mereka sendiri.

Kasus kedua adalah obrolan dengan Rachmat (juga bukan nama sebenarnya). Rachmat adalah seorang bandar judi gelap. Setelah cukup lama malang melintang di

aktivitas yang termasuk ilegal di Indonesia,

ia baru khawatir jika kegiatannya selama ini

akan “turun” ke anak-anaknya. Maksudnya “turun” disini adalah dosanya. Ia khawatir nasib anak-anaknya kelak tidak akan positif karena menanggung dosa aktivitas judi gelapnya.

Dari dua contoh kasus di atas, memang masih kuat dan banyak anggapan di masyarakat soal anak atau cucu menanggung “dosa” perbuatan dari orang tua mereka. Benarkah demikian?

IMHO, biasanya memang sudah terlanjur dipercaya dan diyakini bahwa keturunan (anak dan atau cucu) akan menerima getah dari semua kelakuan orang tua mereka. Kendati demikian, harus lihat kasus per kasus, tidak bisa pukul rata semua sama.

Dalam hal “menanggung dosa,” IMHO tidak benar. Saya tidak memposisikan diri sebagai ahli agama atau polisi moral, tetapi menurut hemat saya, kita semua bertanggungjawab atas semua perbuatan kita. Kita yang berbuat, kita yang menerima konsekuensi. Baik atau buruk kelakuan kita, maka kitalah yang harus bayar dan memikul ‘salib’. Tidak turun ke anak.

Yang mungkin lebih tepat, bahwa harus diakui pula, anak umumnya mengamati, mempelajari dan kemungkinan besar mencontoh semua pengalaman hidup, terutama dimasa balita sampai remaja. Jadi kalau dibesarkan dalam lingkungan yang cenderung menggampangkan untuk kawin cerai, kemungkinan sedikit banyak akan

di

copy paste si anak kelak kalau pernikahannya ada

masalah.

Sekedar informasi, di Australia banyak yang dikategorikan sebagai keluarga yang terkena “welfare dependency trap.” Maksudnya, dua generasi atau tiga generasi yang hidupnya tergantung dari tunjangan pemerintah. Karena melihat orang tua selalu menadahkan tangan terima tunjangan sosial, maka si anak jadi ikutan pola hidup

begitu. Nah dalam kasus seperti ini mungkin yang dimaksud sebagai “dosa” menurun ke anak cucu!

Contoh lain, seseorang yang menggelapkan atau membawa kabur hutang bisa berdampak pada keluarga dan anak nya kelak. Pada saat si anak mau berhutang, kemungkinan besar orang akan ingat bahwa dulu orang tuanya mengemplang/ciak duit orang. Jadi otomatis orang akan berpikir berkali-kali atau was-was. Jangan-jangan si anak juga akan bersikap sama. Nah dalam kejadian ini, si anak “menanggung” ulah orang tuanya.

Akhir kata, tidaklah bijaksana and adil buat memukul rata dan menghakimi si anak atau cucu bahwa mereka “menanggung dosa turunan.”

anak atau cucu bahwa mereka “menanggung dosa turunan.” Suhana Lim Certified Feng Shui Practitioner

Suhana Lim Certified Feng Shui Practitioner www.suhanalimfengshui.com

0422 212 567 / suhanalim@gmail.com

www.suhanalimfengshui.com 0422 212 567 / suhanalim@gmail.com TENSION   HEADACHE R E M E D I A

TENSION

 

HEADACHE

R E M E D I A L T H E R A P Y

 

WRY NECK

FROZEN

SERVIS:

SHOULDER

by

OIL RELAXATION, DEEP TISSUE MASSAGE, TRIGGER POINTS RELEASE, FEET REFLEXOLOGY, CUPPING, HOT STONE & INFRARED THERAPY

LOWER

BACK PAIN

SUNU

SPORTS

Dipl. of Remedial Massage, Member of ANTA

INJURIES

 

STRESS

Hubungi / SMS : 0434 417 999 or 0413 461 770 Service by Appointment (bisa datang ke rumah anda)

ETC

buset ngeliput

Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga
Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga
Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga
Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga
Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga

Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga

Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga
Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga
Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga
buset ngeliput Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga Suhana Lim, seorang ahli Feng Shui kelahiran
buset ngeliput Suhana Lim Bicara Soal Cinta dan Keluarga Suhana Lim, seorang ahli Feng Shui kelahiran

Suhana Lim, seorang ahli Feng Shui kelahiran Jakarta yang pindah ke Australia pada tahun 1997 memberikan seminar bertajuk “Cinta dan Keluarga” di Vihara Padumuttara yang terletak di daerah Tangerang pada 23 Agustus lalu. Penulis buku “78 Tips Menambah Hoki Anda” ini memberikan seminar tentang bagaimana sebuah hubungan dibangun untuk menjadi lebih harmonis lewat pandangan Feng Shui. Suhana membagi faktor yang mendukung hubungan menjadi tiga, yaitu Tien (Beribadah), Ren (Manusia), Ti (Bumi, dalam hal ini melalui Feng Shui).

Dari sisi Ren, Suhana melihat budaya Timur yang masih sangat kolot di lingkungan masyarakat Indonesia. Misalnya saja anggapan bahwa pria lah yang bekerja, sementara wanita diperlakukan seperti pembantu. Menurut Suhana, mengutip perkataan Presiden Joko Widodo, harus ada “revolusi mental” terhadap pemikiran tersebut.

Sebaliknya, sang istri juga harus bisa menghargai suaminya. “Saya berapa kali bertemu klien yang saya ngeliatnya nggak enak, di depan umum marah-marahin suaminya, bego-begoin suaminya, mungkin memang di depan teman-teman dekat, tapi tetap saja tidak pantas. Bagaimana orang lain bisa respect, bagaimana orang lain bisa menghargai pasangan kamu, kalau kamu sendiri di depan umum memperlakukan suami seperti itu?” kata Suhana dalam seminar tersebut, memberi masukan bagi para ibu dalam menghadapi hubungan dengan pasangannya.

Langkah untuk membangun hubungan selanjutnya adalah berobat ke profesional, konsultan pernikahan, ataupun psikolog jika ada masalah dalam rumah tangga, yang jarang sekali dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Menurutnya, menceritakan masalah kita ke orang terdekat tidak akan membawa kita kepada solusi terbaik, kita memerlukan ‘wasit’ yang netral dan ideal. “Kita jangan malu, kita pergi minta tolong ke mereka itu bukan lantas membuat kita terlihat seperti orang gila. Kita sakit fisik pergi ke dokter, sakit dengan psikologis, ya kita juga harus pergi ke dokter, jadi jangan pernah gengsi, jangan sungkan,” jelasnya. Suhana lanjut menegaskan, dalam membangun sebuah hubungan kita juga harus saling mengerti satu sama lain dengan pasangan kita, baik dalam hal pacaran maupun pada saat sudah berkeluarga, dari situlah revolusi mental dimulai.

Dari sisi Feng Shui, tempat atau lokasi yang menjadi titik permasalahan dan menjadi pemicu timbulnya perselisihan dalam sebuah hubungan adalah dari dapur, dan juga

dalam sebuah hubungan adalah dari dapur, dan juga kamar tidur, terutama master bedroom . “Contohnya, dapur

kamar tidur, terutama master bedroom. “Contohnya, dapur yang lokasinya secara Feng Shui itu tidak friendly pasti akan mempengaruhi kaum ibu. Dapur itu adalah simbol dari perempuan terutama sang ibu atau sang istri di rumah, yang jadi main female occupant in the house. Kalau dapurnya nggak bagus, akan membuat si ibu well-being-nya nggak baik, bisa uring-uringan, bisa marah-marah, maka hal ini jangan disepelekan,” papar sang master.

“Di kamar tidur bisa timbul permasalahan dari posisi ranjang, jadi, kalau untuk orang- orang yang sudah memasuki usia untuk mendapatkan pasangan, ranjang itu tidak boleh menempel di dinding, kalau ranjangnya menempel, berarti kita memperkecil kemungkinan untuk mendapatkan pasangan, mengapa? Energinya stuck di satu sisi, jadi dia tidak bisa bersirkulasi dengan baik,” tambahnya. Selain penempatan ranjang yang menempel, bed side table, atau nakas merupakan hal yang penting dan harus ada di samping kiri dan kanan tempat tidur, ini adalah penempatan kamar ideal menurut Feng Shui. Nakas itu pun harus memiliki ukuran dan bentuk model yang sama. “Bagaimana kalau ada kejadian di satu sisi nakas lebih crowded, sementara di sisi lain lebih santai? Biasanya siapa yang tidur di sisi yang lebih crowded, dialah yang dalam kehidupan rumah tangganya akan lebih capai.”

Pada dasarnya, Ren, Feng Shui, dan Tien harus berjalan bersamaan, jangan hanya melakukan satu hal dan melupakan hal yang lainnya. “Misalnya kita suami-istri lagi ribut, wah, kita cuma pakai pendekatan Tien. Kita pergi ibadah, itu boleh, tapi tidak cukup sekedar itu. Berdoa memang harus, perlu, tapi Ren, manusianya juga harus bekerja, melakukan sesuatu, harus berusaha. Lalu apakah sudah cukup? Belum juga. Untuk lebih maksimalnya kita pastikan faktor Bumi. Kalau Bumi-nya nggak bagus, tidak akan maksimal, mengapa? Bumi atau Feng Shui itu porsinya 1/3 [sepertiga] menentukan,” terang Suhana.

Selain menjelaskan tentang tiga faktor yang membangun sebuah hubungan untuk menjadi lebih baik, Suhana juga memberikan tips-tips Feng Shui sekaligus meluruskan mitos-mitos Feng Shui yang salah kepada jemaat di Vihara Padumuttara.

Adbm

Foto: RR

15 www.buset-online.com
15
www.buset-online.com
buset ngeliput Jumpa Temu Penyanyi Filipina 4 t h Impact Di antara rangkaian perayaan kemerdekaan
buset ngeliput Jumpa Temu Penyanyi Filipina 4 t h Impact Di antara rangkaian perayaan kemerdekaan
buset ngeliput Jumpa Temu Penyanyi Filipina 4 t h Impact Di antara rangkaian perayaan kemerdekaan

buset ngeliput

Jumpa Temu Penyanyi Filipina 4 th Impact

Di antara rangkaian perayaan kemerdekaan Indonesia yang berlangsung pada

Agustus silam, warga Filipina yang berada di Melbourne pun menyambut gembira

sebuah grup vokal asal negaranya yang datang berkunjung ke Melbourne. Ya, grup

itu bernamakan 4 th Impact. Grup yang berdiri sejak 2001 ini tercatat telah menggondol

sejumlah penghargaan yang dijabarkan melalui cuplikan video pembuka sebelum

memulai konser mereka di panggung Melbourne.

Salah satu prestasi 4 th Impact yang digadang-gadangkan oleh rakyat Filipina sendiri adalah keberhasilan grup tersebut menjadi finalis The X Factor di Inggris. Ajang kompetisi mencari bakat yang dikepalai Simon Cowell ini berhasil menjadi acara yang bergengsi dan ditunggu-tunggu oleh seluruh pihak di belahan dunia manapun. 4 th Impact merupakan satu dari ribuan peserta yang berhasil lolos menjadi finalis dan menduduki peringkat kelima. Grup penyanyi yang terdiri dari 4 kakak beradik, yakni, Almira, Irene, Mylene, dan Celina ini rela merogoh koceknya untuk terbang ke negeri yang terkenal dengan Big Ben tersebut. Dan siapa sangka, niat dan tekad yang bulat untuk menjadi musisi handal pun akhirnya bisa terwujud dan berhasil mengubah hidup mereka.

Diceritakan disela-sela rehat antara satu lagu dan lagu lainnya, personil 4 th Impact berbagi sejarah mengapa mereka memilih mengikuti The X Factor. Berawal dari Almira, si sulung, yang aktif mengikuti ajang kompetisi nyanyi sejak dini, akhirnya mengajak ketiga saudari perempuannya untuk membentuk sebuah grup menyanyi yang lalu mereka sebut ‘The Cercado Sisters’, sebelum kemudian berganti nama menjadi ‘4 th Power’ dan akhirnya ‘4 th Impact’.

Orangtua mereka yang hanya bekerja pas-pasan di Filipina terpaksa membuat hidup keempat saudara itu jauh dari bergelimang harta. Kendatipun, berbekal suara emas mereka, 4 th Impact tidak hanya berhasil menjadi salah satu finalis The X Factor, melainkan juga muncul sebagai pemenang di sebuah ajang kompetisi menyanyi bertajuk World Championships of Performing Arts pada 2006 dan 2013.

Untuk menjamah masyarakat Indonesia, Buset berkesempatan diundang menonton

konser akbar 4 th Impact di Melbourne Agustus kemarin. Dapat dilihat bahwa grup

ini berhasil membuat penggemarnya sangat jatuh cinta. Dan sebaliknya, keempat

wanita cantik itu pun sangat ramah, bahkan memutuskan untuk turun panggung demi menyapa langsung para penonton yang telah hadir mendukung mereka. Sukses selalu 4 th Impact!

Alifia

16 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017
16
BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017
penonton yang telah hadir mendukung mereka. Sukses selalu 4 t h Impact! Alifia 16 BUSET VOL.
penonton yang telah hadir mendukung mereka. Sukses selalu 4 t h Impact! Alifia 16 BUSET VOL.
penonton yang telah hadir mendukung mereka. Sukses selalu 4 t h Impact! Alifia 16 BUSET VOL.

buset ngeliput

busetinfo

Ikut 17an, SMPN 5 Yogyakarta Sumbang Barisan

D isela hiruk pikuknya persiapan upacara bendera yang dilaksanakan 17 Agustus silam, terlihat ada pasukan

selain Paskibra yang juga turut hadir meramaikan. Ya, mereka adalah siswa siswi dari SMPN 5 Yogyakarta yang hendak melakukan penampilan baris berbaris di KJRI Melbourne. Usai penaikan bendera, giliran pasukan mini ini unjuk gigi dan memperlihatkan kebolehannya. Dan ternyata, penampilan mereka pun tidak kalah memukaunya dengan paskibra KJRI Melbourne, lho!

Ditemui usai penampilan, guru pendamping, Madyaningsih yang juga merupakan guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut, menjelaskan maksud kedatangan mereka. “Kegiatan ini merupakan student exchange program, kerjasama sekolah kami dengan pemerintah Australia yang sudah dibina sejak tahun 2008. Kebetulan tahun ini tanggalnya berbarengan sama dengan upacara 17 Agustus,” ungkapnya. Alasan utama SMPN 5 Yogyakarta mengirimkan siswa siswinya ke Melbourne tidak lain untuk memberikan pengalaman baru dan memberikan gambaran kondisi perayaan 17 Agustus di Melbourne. Tahun ini, SMPN 5 Yogyakarta bekerjasama dengan Cobden Technical School untuk melakukan proses pertukaran pelajar, dan kabarnya tahun depan akan dilanjutkan dengan Portland Secondary College.

depan akan dilanjutkan dengan Portland Secondary College. Guru Bahasa Inggris, Madyaningsih (kiri) dan Siti Maftuha
Guru Bahasa Inggris, Madyaningsih (kiri) dan Siti Maftuha (kanan)
Guru Bahasa Inggris, Madyaningsih (kiri) dan Siti Maftuha (kanan)

Harapan Madyaningsih kedepannya agar semakin banyak peserta yang mengikuti program serupa. “Saya berharap anak-anak dapat melihat langsung orang Indonesia yang sudah belajar di sini, dan mereka terinspirasi untuk bisa mendapatkan beasiswa dan sekolah di sini. Jadi dari sekarang dipupuk bahwa sekolah bisa dengan berprestasi dan mandiri, dan tidak bergantung kepada orangtua,” tutupnya.

Alifia

Foto: Nys

Diketahui bahwa Australia tidak

hanya menjadi satu-satunya destinasi bagi sekolah asal Yogyakarta ini, melainkan, terdapat beberapa negara lain yang menjadi target, yakni Eropa dan Jepang. “September nanti sekolah kami akan mengirimkan

24 siswa ke Eropa. Dan rencananya

akan membawa siswa tersebut ke London dan Perancis. Jepang juga akan menjadi destinasi selanjutnya untuk di bulan Desember ini,” jelas Madyaningsih.

Dengan jumlah mahasiswa sebanyak

16 orang, Madyaningsih mengaku

salah satu indikator dalam memilih siswa tidak hanya dari prestasinya saja, melainkan juga melihat faktor ekonominya. “Karena program ini semua biaya akan ditanggung oleh siswa dan siswi sendiri. Termasuk biaya mengirimkan guru pendamping”.

Siswa-siswi ini dipilih secara acak dan tanpa melalui tes dari seluruh angkatan kelas 8 dan 9.

Kegiatan baris-berbaris yang dipertontonkan bukan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Melainkan, hanya dibentuk semata-mata untuk mempersiapkan penampilan di Melbourne. “Kita memilih kegiatan baris-berbaris ini karena ada nuansa kebangsaannya. Dan menurut kami juga sangat cocok dengan atmosfir upacara kemerdekaan”.

APA KATA MEREKA

Raffi Kusuma Daniswara

kemerdekaan”. APA KATA MEREKA Raffi Kusuma Daniswara Saya senang datang ke Melbourne, udaranya enak, tidak

Saya senang datang ke Melbourne, udaranya enak, tidak seperti di Indonesia. Sebelum kesini juga saya sempat menyiapkan beberapa hal seperti belajar Bahasa Inggris, latihan baris berbaris, dan semua itu menyenangkan.

Saya sangat ingin menambah pengalaman saya dalam menjelajahi tempat Melbourne. Dan ternyata Melbourne merupakan kota yang tepat untuk jalan-jalan dan belajar.

merupakan kota yang tepat untuk jalan-jalan dan belajar. Mardhia Naura Saya memang dari dulu kepingin sekali

Mardhia Naura

Saya memang dari dulu kepingin sekali kuliah di sini. Kemarin kami sudah jalan- jalan mengunjungi Monash University. Ketika kuliah nanti saya bercita-cita untuk ambil jurusan Hukum di sini.

www.buset-online.com www.buset-online.com
www.buset-online.com
www.buset-online.com

17 17

buset ngeliput Ade Iman S.H Suyoto selaku Music Director bersama para penyanyi dan pengiring musik

buset ngeliput

buset ngeliput Ade Iman S.H Suyoto selaku Music Director bersama para penyanyi dan pengiring musik gentar

Ade Iman S.H Suyoto selaku Music Director bersama para penyanyi dan pengiring musik

Music Director bersama para penyanyi dan pengiring musik gentar dan tetap berkerumun di area teras Melbourne

gentar dan tetap berkerumun di area teras Melbourne Town Hall karena pintu utama belum dibuka. Saat itu waktu baru menunjuk pukul 16.20, 40 menit menjelang acara dimulai.

Di antara kerumunan tersebut tim Buset mendengar obrolan sekelompok mahasiswa yang penasaran melihat tari-tarian dari Indonesia Timur. Hal ini sejalan dengan harapan Sherley Hadisaputra selaku Project Director acara ini. “Banyak masyarakat Australia yang hanya kenal Bali. Padahal pariwisata di Indonesia bagian timur begitu indah, sayangnya memang banyak yang tidak tahu karena kurang promosi. Sekarang pemerintah Indonesia sedang giat menggalakkan pariwisata di Indonesia Timur dan kami berpikir sebaiknya kita turut membantu mempromosikan ke tengah masyarakat Melbourne bahwa Indonesia Timur juga kaya ragam budaya,” ungkapnya.

Politisi dan anggota Parlemen Victoria Hong Lim, MP (tengah) menerima kenang- kenangan yang diberikan oleh Project Director COI Sherley Hadiputra (kiri)

D alam nuansa dan semangat perayaan kemerdekaan Indonesia, Celebration of Indonesia

(COI) hadir kembali awal Agustus kemarin. Kali ini, sesuai dengan tajuk acara Celebrating the Beauty of Eastern Indonesia, menghadirkan keberagaman budaya di sisi timur

Indonesia.

Mencari “Bali” Lain

Angin dingin yang kencang berhembus tidak membuat para penonton, baik warga Indonesia maupun warga asing yang bermukim di Melbourne,

Dan memang benar, selama nyaris dua jam, penonton dibawa berpetualang ke berbagai daerah di Timur Indonesia bersama seorang putera mahkota dari Makassar bernama Daeng dan dua temannya, Upe dan Odang. Berusaha mencari cinta sejati, tiga serangkai itu menyusuri Maluku, Nusa Tenggara Timur hingga tanah Papua. Para penonton ikut menyaksikan Tari Lenso, Tarian Tokesi, Gaba Gaba, hingga tarian perang Papua yang enerjik. Alat-alat musik tradisional khas Indonesia Timur seperti tifa, kolintang, hingga sasando pun turut dimainkan.

Tantangan Terbesar: Komitmen

Mengenang kembali ke tahun 2015, ketika COI pertama kali digelar untuk menyambut ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-70, saat itu tema yang diangkat adalah “Cultural Night”. Ketika itu yang ditampilkan adalah tari- tarian dari Aceh sampai Papua dan mengetengahkan cerita tentang perang kemerdekaan di Surabaya yang melatari lahirnya Hari Pahlawan.

Tentu ada banyak perkembangan, perbaikan serta perubahan yang terjadi. Maria Leeds sebagai Principal Choreographer yang terlibat dalam dua gelaran COI menuturkan bahwa tahun ini meski temanya lebih khusus ke wilayah Indonesia Timur, namun dari segi musik dan cerita terasa lebih komplit terutama karena memasukkan unsur drama dan komedi.

“Karena tahun ini COI melibatkan sanggar-sanggar dan para penari baru yang sebelumnya tidak mendukung

Alat musik sasando dari NTT mengiringi tarian 18 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017
Alat musik sasando dari NTT mengiringi tarian
18
BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

COI tahun 2015, jadi sebagian dari mereka belum terbiasa dengan cara kerja kita. Apalagi menyatukan berbagai karakter yang berbeda dan menghadapi beberapa penari yang kadang sulit diajak bekerjasama, sungguh butuh kesabaran ekstra. Belum lagi banyak dari mereka yang punya pekerjaan full time dan tinggal jauh dari Melbourne. Tak lupa, kami berterimakasih pada team leader dari semua pihak yang terlibat untuk membantu COI ini,” papar Maria mengenai tantangan terbesar yang ia hadapi dalam menyiapkan COI tahun ini.

Hal ini senada dengan yang diungkapkan Sherley Hadisaputra, bahwa tantangan terbesarnya adalah mengumpulkan para pengisi acara dan panitia yang punya segudang kesibukan lain dan tersebar di berbagai tempat. Apalagi acara yang sudah dipersiapkan sejak bulan November tahun lalu ini tercatat melibatkan 180 orang. Maka dibutuhkan

Apa Kata Mereka

melibatkan 180 orang. Maka dibutuhkan Apa Kata Mereka Ruth Sitompul Amazing! This show is getting better

Ruth Sitompul Amazing! This show is getting better from before. Tahun ini ada unsur komedinya dan ceritanya lebih solid. Kostumnya penuh warna, musiknya bagus sekali, para penari dan penyanyi pun tampil sangat baik. Saya harap di tahun-tahun selanjutnya

ada terus Celebration of Indonesia. Apalagi acara ini juga bisa jadi ajang kumpul-kumpul dan perekat dengan teman-teman dari berbagai organisasi dan komunitas.

Angela Emerly Memuaskan. Saya sendiri berasal dari Sulawesi, tepatnya Manado. Jadi ada beberapa tarian yang cukup familiar untuk saya. Dan saya senang bisa melihat langsung alat musik sasando dimainkan. Musiknya bagus banget

dan kostum dari Ganda Marpaung juara! Semoga tahun depan bisa semakin baik.

Ganda Marpaung juara! Semoga tahun depan bisa semakin baik. Binsar Napitupulu dan Sidonia Vanclay It was
Ganda Marpaung juara! Semoga tahun depan bisa semakin baik. Binsar Napitupulu dan Sidonia Vanclay It was

Binsar Napitupulu dan Sidonia Vanclay It was a wonderful show! Buat saya berbeda sekali dengan dua tahun lalu yang lebih tradisional. Tahun ini terasa lebih internasional, mungkin karena perkembangan zaman. Tidak ada yang salah, hanya saja terasa

berbeda untuk kami. Satu hal positif yang harus diapresiasi, kelihatannya acara tahun ini direncanakan lebih baik.

komitmen tinggi untuk berpartisipasi dalam acara ini serta usaha ekstra mengumpulkan ratusan penampil dan panitia.

Acara berskala besar yang dihadiri hampir 1.000 orang (dengan jumlah pendaftar melalui situs eventbrite mencapai sekitar 1.400 orang) ini pun gratis untuk umum. Pendanaannya hanya melalui sponsor baik perusahaan maupun perorangan. Diakui oleh Sherley bahwa dibutuhkan dana cukup besar untuk menggelar acara ini dan belum sepenuhnya pengeluaran tertutup oleh sponsor. Meski begitu, pembahasan untuk gelaran COI selanjutnya sudah mulai bergulir. “Kami masih mendiskusikan apakah acara ini bisa berlangsung tahunan atau tidak. Kami pun ingin melibatkan masyarakat dari segala usia, dari anak-anak sampai lansia. Tapi banyak juga yang sudah memberi masukan tema yang akan diangkat,” beber Sherley. “Bisa jadi kami meng- highlight pulau demi pulau, mengetengahkan legenda atau cerita sejarah. Kami masih terbuka dengan berbabagai opsi,” lanjutnya.

Paling tidak inisiatif dan kerja keras yang dilakukan untuk tahun ini pun patut diapresiasi dan terbilang berhasil membuat pengunjung setia menonton hingga akhir acara. “Ini merupakan suatu usaha yang baik dan melengkapi upaya pemerintah yang tengah gencar mempromosikan Indonesia bagian timur. Saya sendiri menikmati tontontan ini, mulai dari musik, tarian hingga kostum-kostumnya,” puji Dewi Savitri Wahab, Konsulat Jendral RI di Melbourne di sela-sela acara.

Malam itu, bisa jadi sebagian dari penonton ada yang terlarut dalam nostalgia dan rasa rindu pada kampung halaman mereka di wilayah Indonesia Timur. Sebagian

kampung halaman mereka di wilayah Indonesia Timur. Sebagian Daeng, Upe dan Odang mencari cinta lain ada

Daeng, Upe dan Odang mencari cinta

lain ada yang baru saja terpukau dengan ragam budaya yang mungkin baru pertama kali mereka lihat. Tetapi satu hal yang pasti, acara COI tahun ini mengingatkan kita kembali bahwa Indonesia yang kita cintai adalah Indonesia

yang berbeda-beda, Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika.

Deste

berbeda-beda, Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Deste Tari Gaba Gaba dari Maluku dan Tari Perang dari
berbeda-beda, Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika. Deste Tari Gaba Gaba dari Maluku dan Tari Perang dari

Tari Gaba Gaba dari Maluku dan Tari Perang dari Papua merupakan salah dua budaya tradisional yang berhasil menarik perhatian penonton COI

dari Papua merupakan salah dua budaya tradisional yang berhasil menarik perhatian penonton COI 19 www.buset-online.com
19 www.buset-online.com
19
www.buset-online.com

buset ngeliput

buset ngeliput Rayakan Indonesia yang Beragam Komunitas Sumatera Barat mempersembahkan lagu pujian dalam bahasa Batak,
buset ngeliput Rayakan Indonesia yang Beragam Komunitas Sumatera Barat mempersembahkan lagu pujian dalam bahasa Batak,
Rayakan Indonesia yang Beragam

Rayakan Indonesia yang Beragam

Rayakan Indonesia yang Beragam
Rayakan Indonesia yang Beragam
buset ngeliput Rayakan Indonesia yang Beragam Komunitas Sumatera Barat mempersembahkan lagu pujian dalam bahasa Batak,

Komunitas Sumatera Barat mempersembahkan lagu pujian dalam bahasa Batak, Hodo Rajaku (You Are My King)

pujian dalam bahasa Batak, Hodo Rajaku ( You Are My King ) Aula gereja Glen Waverley

Aula gereja Glen Waverley Uniting Church dipenuhi puluhan orang dari berbagai latar belakang untuk memperingati HUT RI yang ke-72

D alam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72 tahun, Indonesia Club Melbourne bersama Glen
D alam rangka memperingati
Hari Kemerdekaan Indonesia
yang ke-72 tahun, Indonesia
Club Melbourne bersama Glen
Waverley Uniting Church menghadirkan
malam kebudayaan penuh keakraban.
Lima wanita menari riang sambil
membawa selendang berwarna
merah jambu. Mereka kemudian
menanggalkan selendang tersebut dan
bergerak seperti sedang bermain air
atau mandi. Lalu muncul seorang penari
pria menghampiri tumpukan selendang
dan mengambil salah satunya. Itulah
salah satu adegan yang terbaca saat
menonton Tari Tumatenden dari Sulawesi
Utara. Setelah tarian selesai ditampilkan,
Jeffry Liando, seorang warga Indonesia
yang bermukim di Glen Waverley
menjelaskan makna tarian tersebut.
Rupanya tarian tersebut diambil dari
cerita rakyat Minahasa dan biasanya
dimainkan oleh tujuh penari wanita dan
Parade busana tradisional (dari kiri: Nikky, Tjintjin, Zoe, Maria)
satu penari pria. Dikisahkan seorang
petani pria mengambil salah satu selendang milik para bidadari yang sedang
turun ke Bumi dan tengah mandi di sungai. Bidadari yang selendangnya diambil
oleh sang petani tidak bisa kembali ke khayangan namun akhirnya menikah
BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

20 dengan petani itu.

Apa Kata Mereka

13-147 SEPTEMBER 2017 20 dengan petani itu. Apa Kata Mereka Susie Stevens Terasa sekali semangat persatuannya,

Susie Stevens Terasa sekali semangat persatuannya, padahal yang hadir dari berbagai latarbelakang agama dan bangsa. Saya lihat, selain dari Indonesia dan Australia, ada yang datang dari Tiongkok dan dari Benua Eropa. Dari sisi panitia dan pengisi acaranya juga terlihat gotong royongnya, secara sukarela membantu. Sebagai orang Indonesia yang tinggal di negara orang, malam ini saya melihat keakraban yang kuat. Salah satu acara perayaan kemerdekaan Indonesia yang paling berkesan untuk saya.

Jeffry Liando Acara yang bagus untuk upaya asimilasi antara warga Indonesia yang tinggal di Melbourne dengan warga lokal, khususnya jemaat gereja ini, pemerintah dalam hal ini diwakili para staf Konjen dan komunitas-komunitas yang lain. Orang Indonesia seharusnya sudah biasa dengan perbedaan, sehingga untuk membaur di negeri orang seharusnya lebih mudah. Semoga acara semacam ini banyak diadakan lagi.

lebih mudah. Semoga acara semacam ini banyak diadakan lagi. Chris Drummond It’s fantastic. I think it’s
lebih mudah. Semoga acara semacam ini banyak diadakan lagi. Chris Drummond It’s fantastic. I think it’s

Chris Drummond It’s fantastic. I think it’s very educational for us, Australians, to learn more about Indonesia. Because most of Australians just know about Bali, not the whole part of Indonesia. I think it was wonderful to display all different culture. It reminded me of all the different once when I was living there.

think it was wonderful to display all different culture. It reminded me of all the different

Hidangan malam menghadirkan kulinari nusantara

Lynn Peters dengan pakaian khas Toraja

Tidak disangka, cerita rakyat Minahasa tersebut memiliki kesamaan dengan legenda Jaka Tarub di Jawa Tengah. Rupanya tak hanya itu saja, penduduk Sulawesi Utara juga memiliki legenda Toar Lumimuut yang mirip seperti kisah Sangkuriang dari Jawa Barat. Malam itu, banyak fakta unik yang menarik tentang keberagaman Indonesia yang ternyata punya kemiripan di sisi lain.

Acara yang berlangsung di aula gereja 12 Agustus 2017 lalu, tak hanya milik jemaat Indonesia di gereja Glen Waverley Church saja, tapi juga datang dari berbagai komunitas etnik lain dari berbagai bangsa dan agama. Dimulai dengan makan malam yang dibuka dengan doa oleh Pendeta Neil Peters dari Glen Waverley Uniting Church dan mengalir santai hingga ke acara kesenian. Dibuka dengan sajian lagu-lagu dari Tanah Batak, Tari Tumatenden, Tari Topeng dari Jawa Barat oleh Tjintjin Jones, Tari Sesonderan dari Malang Jawa Timur oleh Maria Leeds, hingga Tari Goyang Semarang.

Tak hanya mengenal Indonesia, tapi para undangan juga diajak pula untuk mengenal pula Australia sambil menyanyi bersama lagu-lagu tradisional Australia, salah satunya Waltzing Matilda yang sangat populer.

Acara kian seru dan hangat ketika parade busana tradisional Indonesia berlangsung. Bukan saja para pengisi acara yang maju ke depan untuk memperlihatkan pakaian khas masing-masing daerah, tapi para tamu yang kebetulan mengenakan pakaian tradisional Indonesia juga diajak tampil. Banyak juga ternyata warga Australia yang hadir dengan kemeja batik dan kebaya. Salah satu yang menyedot perhatian adalah istri Pendeta Neil Peters, Lynn Peters, yang mengenakan kebaya dari Toraja. Sekilas kebaya tersebut mirip dengan motif yang dimiliki pakaian adat orang Makassar yang memang berdekatan secara geografis. Malam budaya ini pun ditutup dengan mendendangkan Tari Poco Poco dari Maluku. Para tamu diajak untuk ambil bagian dan mengikuti gerakan ritmis sederhana bersama-sama.

Suasana penuh keakraban inilah yang diharapkan Lucky Kalonta sebagai koordinator acara sekaligus MC acara malam itu. “Inti dari acara ini adalah promosi budaya untuk para warga Australia. Supaya mereka bisa lebih mengenal kita. Person to person contact,” bebernya. Bahkan di tengah-tengah undangan yang begitu multikultur, ada pula 15 anggota komunitas Zee Cheng Khoo yang berasal dari Malaysia, Singapura dan sekitarnya turut hadir. Sesungguhnya benar kata petuah lama, “tak kenal maka tak sayang”.

Deste

kata petuah lama, “tak kenal maka tak sayang”. Deste Tari Tumatenden dari Sulawesi Utara berhasil memikat

Tari Tumatenden dari Sulawesi Utara berhasil memikat hati penontonnya

21 www.buset-online.com
21
www.buset-online.com

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

22 22

icip-icip

Jalan-jalan di Melbourne Central belum lengkap kalau belum singgah di restoran yang terletak di lantai tiga salah satu mal terbesar di kota Melbourne ini. Buka dari pukul 11 pagi hingga 10 malam di hari kerja, dan pukul 11 pagi hingga 11 malam di akhir pekan, restoran Naughty Nuri’s menyajikan makanan Indonesia dengan saus andalan yang sensasional. Menyediakan berbagai jenis makanan mulai dari menu grills hingga salad dan dessert, restoran ini fleksibel untuk dikunjungi kapan pun perut Anda sedang lapar.

Naughty Nuri’s membawa suasana Bali ke Melbourne lewat desain tempat yang simplistik namun meriah. Keseimbangan antara pencahayaan ruangan yang lembut dengan warna-warna terang dari aksesori kecil yang tergantung di dinding, telah menjadi poin tambahan untuk restoran ini. Didominasi warna cokelat kayu, beragam

perabot seperti meja dan kursi yang tersedia dalam bentuk-bentuk unik juga dapat mencerahkan suasana hati para pengunjung.

Nilai estetik yang tinggi merupakan salah satu keunggulan Naughty Nuri’s dalam hal penataan ruang, karena sangat cocok bagi pelanggan yang gemar melakukan selfie. Selain dekorasi ruangan, alunan lagu dari berbagai genre musik juga mendukung suasana santai yang dirasakan pelanggan saat sedang bercengkrama bersama keluarga maupun teman-teman di restoran ini.

Disambut oleh para pramusaji yang ramah dan lincah, BUSET disajikan empat makanan andalan, dua minuman menyegarkan, dan sebuah dessert yang sangat berkesan. Penasaran bukan, bagaimana rasanya?

yang sangat berkesan. Penasaran bukan, bagaimana rasanya? CRISPY PORK BELLY WITH RICE Jika singgah di Naughty

CRISPY PORK BELLY WITH RICE

Jika singgah di Naughty Nuri’s, crispy pork belly with rice adalah salah satu hidangan yang pastinya tidak ingin Anda lewatkan. Perut babi yang dikukus dan lalu dibaluri dengan bumbu rahasia restoran ini bertekstur sangat lembut dan sangat mudah untuk dikunyah. Kerenyahan perut babi sungguh terasa ketika dipadu dengan sambal tomat terasi yang memiliki tekstur ringan dan tingkat kepedasan yang pas. Sambal matah yang disajikan bersama hidangan seharga $16 ini juga tidak kalah lezat dengan sambal tomat terasi, karena kerenyahannya dan tingkat kepedasan yang tidak main-main nikmatnya. Ditambah dengan nasi, hidangan ini tidak ragu menjadi salah satu menu favorit penyuka makanan Indonesia.

INDONESIAN MIE GORENG Mie goreng yang menggugah selera ini disajikan dengan telur goreng, daging ayam,
INDONESIAN
MIE GORENG
Mie goreng yang menggugah selera ini
disajikan dengan telur goreng, daging ayam,
cumi-cumi, udang, kubis, caisim, bawang,
dan wortel. Tekstur mie yang lembut dan
ringan berpadu dengan udang segar
bertekstur renyah dan daging ayam yang
berserat, serta dilengkapi dengan racikan
bumbu yang pas, membuat hidangan ini
sangat efektif bagi penyuka makanan ringan
yang mengenyangkan. Aroma bawang dan
telur goreng menjadi penyempurna hidangan
Indonesia seharga $14 ini. Sekali cicip, dijamin
Anda pasti ketagihan.
$14 ini. Sekali cicip, dijamin Anda pasti ketagihan. ES CAMPUR All fruits in one , begitulah

ES CAMPUR

ES CAMPUR All fruits in one , begitulah definisi hidangan penutup khas Indonesia ini. Setelah puas

All fruits in one, begitulah definisi hidangan penutup khas Indonesia ini. Setelah puas menyantap makanan berat yang sifatnya mengenyangkan, jangan lewatkan kesegaran menikmati dessert yang merupakan gabungan dari berbagai macam buah, seperti alpukat, kelapa, dan nangka, dengan nata de coco dan grass jelly, yang disajikan dengan susu kental manis, sirup kelapa pandan, dan cendol. Buah-buahan dan komponen lain es campur yang terlihat menggiurkan dan sangat menggoda ini disusun rapi sedemikian rupa dalam sebuah mangkuk kecil. Warna-warni aneka buah dan komponen pelengkap dessert tersebut sangat ditonjolkan akibat warna hitam pada mangkok tersebut. Rasakan kesegaran Indonesia lewat es campur seharga $10 ini, hanya di Naughty Nuri’s!

lewat es campur seharga $10 ini, hanya di Naughty Nuri’s! NUSA PARADISE Nikmati rasa surga berlibur

NUSA

PARADISE

Nikmati rasa surga berlibur atau santai di pinggir pantai Bali melalui satu tegukan Nusa Paradise. Perpaduan sempurna dari tiga komponen penyegar, yaitu Blue Heaven, kelapa, dan lemonade, tanpa diragukan lagi akan memberikan kesegaran yang Anda inginkan usai menyantap hidangan berat.

kesegaran yang Anda inginkan usai menyantap hidangan berat. DENPASAR RAYA Bagi penggemar minuman manis nan menyegarkan,

DENPASAR

RAYA

Bagi penggemar minuman manis nan menyegarkan, Denpasar Raya adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Dengan warna minuman menyerupai sunset, kombinasi antara jeruk dan lychee grenadine dalam satu gelas Denpasar Raya seharga $6.5 tersebut niscaya tidak ingin Anda lewatkan.

Nasa

$6.5 tersebut niscaya tidak ingin Anda lewatkan. Nasa BA02 BEBEK BETUTU GILIMANUK (HALF DUCK) Bawa kembali

BA02 BEBEK BETUTU GILIMANUK (HALF DUCK)

Bawa kembali memori berlibur di Bali ke Melbourne dengan mencicipi bebek betutu ala Naughty Nuri’s. Dimasak pelan hingga lembut, lalu dibumbui dengan rempah-rempah Pulau Dewata, Bebek Betutu Gilimanuk yang dihidangkan dalam porsi setengah

ini

sangatlah memberikan kesan. Bertekstur empuk

di

dalam, dan gurih di kulit, daging bebek betutu ini

terasa sangat nikmat karena penyajiannya dipadukan bersama nasi, kangkung, dan sambal dengan tingkat kepedasan yang pas. Sambal matah segar yang gurih dan merupakan saus terpedas di antara ketiganya, telah berhasil menyeimbangkan kelembutan daging bebek yang diberikan harga $29 per porsinya itu. Usai menikmati hidangan ini, Anda dijamin kenyang dan puas adanya.

NAUGHTY NURI’S 1995 SIGNATURE BBQ PORK RIBS (HALF RACK)

Keempukan daging dan cita rasa yang ditimbulkan oleh iga babi ala Naughty Nuri’s ini, membuatnya menjadi salah satu hidangan andalan. Dilengkapi pilihan kentang atau salad, juga sambal Nuri’s yang terbuat dari kecap yang dicampur dengan cabai dan bawang, Signature BBQ Pork Ribs ini tak heran menjadi kegemaran para pelanggan. Dibaluri oleh bumbu Bali, lalu dipanggang sempurna hingga berwarna coklat keemasan, kulit iga babi ini terasa sangat gurih dan manis. Truffle Fries (kentang goreng) yang hadir bersamaan dengan iga tersebut, menambah kenikmatan makanan seharga $29 ini, karena selain renyah, kentang yang diletakkan di bawah iga tersebut memiliki rasa yang pas bila dikombinasikan dengan cita rasa yang ada pada daging tersebut. Untuk kategori half rack, atau porsi setengah, hidangan ini dapat dibilang sudah sangat cukup, karena sudah mengenyangkan perut dan memuaskan lidah pada saat yang bersamaan.

ini dapat dibilang sudah sangat cukup, karena sudah mengenyangkan perut dan memuaskan lidah pada saat yang

www.buset-online.com

www.buset-online.com buset ngeliput Sahabat Cilik Rayakan Tujuh Belasan dengan Semangat Kebhinnekaan D i tahun 2017
www.buset-online.com buset ngeliput Sahabat Cilik Rayakan Tujuh Belasan dengan Semangat Kebhinnekaan D i tahun 2017
www.buset-online.com buset ngeliput Sahabat Cilik Rayakan Tujuh Belasan dengan Semangat Kebhinnekaan D i tahun 2017
www.buset-online.com buset ngeliput Sahabat Cilik Rayakan Tujuh Belasan dengan Semangat Kebhinnekaan D i tahun 2017

buset ngeliput

Sahabat Cilik Rayakan Tujuh Belasan dengan Semangat Kebhinnekaan

Cilik Rayakan Tujuh Belasan dengan Semangat Kebhinnekaan D i tahun 2017 ini, Republik Indonesia tercinta kita

D i tahun 2017 ini, Republik Indonesia tercinta kita

merayakan HUT yang ke-72. Menjelang hari

raya kemerdekaan tersebut, ruang Bhinneka

KJRI Melbourne didaulat menjadi tempat

berlangsungnya sebuah kemeriahan tujuh belasan di akhir bulan Juli lalu. Diawali pada pukul sepuluh pagi, para orangtua berbondong-bondong mengantarkan anak-anaknya yang berusia 3 hingga 12 tahun memasuki ruangan Bhinneka.

Kemeriahan dimulai dengan pembagian kelompok yang dipimpin oleh Konsul Muda Banga Malewa. Anak- anak yang masih berusia belia tersebut memperhatikan petunjuk yang diberikan untuk perlombaan pertama, yaitu memasukkan pensil ke dalam botol. Tapi tidak semudah itu, anak-anak diajak untuk berjoged bersama-sama sebelum perlombaan dimulai. Lalu ketika Banga berseru, “stop!” barulah para peserta berlomba-lomba memasukkan pensil ke dalam botol yang telah disediakan. Para penonton juga tidak kalah seru menyemangati para pemain cilik ini.

Adapun permainan khas Indonesia lainnya yang dipermainkan para sahabat cilik pada Sabtu pagi

tersebut adalah memindahkan buah anggur, lomba makan kerupuk, lomba bercerita dan lomba mewarnai.

Para dewasa yang ingin turut berpartisipasi juga tidak ketinggalan tentunya. Telah disediakan dua buah meja untuk permainan tenis meja di ruangan Bhinneka, lengkap dengan persediaan bola yang cukup banyak. Setidaknya 20 pria turut serta dalam pertandingan tenis meja tersebut. Cukup banyak di antaranya yang berlangsung cukup sengit.

Santap siang bersama juga berlangsung tertib dengan para peserta berbaris rapi untuk menikmati soto ayam hasil masakan Tante Diana. Lezatnya masakan Tante Diana begitu maknyus, tidak heran bila ada yang tergiur untuk menambah porsi kedua.

Acara pun diakhiri dengan pembagian hadiah bagi peserta perlombaan. Seusai semua itu, bagi mereka yang belum ingin beranjak pulang dapat berlanjut ke acara silahturahmi dan ngobrol bareng hingga petang.

Merayakan kemerdekaan negeri kita tercinta dengan sederhana meski di negeri orang seperti ini tidak

dengan sederhana meski di negeri orang seperti ini tidak kalah asyiknya, apalagi dibarengi dengan semangat
dengan sederhana meski di negeri orang seperti ini tidak kalah asyiknya, apalagi dibarengi dengan semangat

kalah asyiknya, apalagi dibarengi dengan semangat kebhinekaan. Semua yang hadir saling menyambut kehadiran satu sama lain, tanpa mempedulikan perbedaan yang mungkin ada di antara mereka. Tua, muda, besar dan kecil semuanya bisa hidup berdampingan dengan harmonis.

Ishie

yang mungkin ada di antara mereka. Tua, muda, besar dan kecil semuanya bisa hidup berdampingan dengan
yang mungkin ada di antara mereka. Tua, muda, besar dan kecil semuanya bisa hidup berdampingan dengan
yang mungkin ada di antara mereka. Tua, muda, besar dan kecil semuanya bisa hidup berdampingan dengan
yang mungkin ada di antara mereka. Tua, muda, besar dan kecil semuanya bisa hidup berdampingan dengan

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

buset ngeliput

Membangun Jembatan Pendidikan Budaya Lewat Peran Guru

Direktor Eksekutif Asia Education Foundation, Tim Mayfield
Direktor Eksekutif Asia Education
Foundation, Tim Mayfield
Salah satu pemrakarsa program BRIDGE, Aaron O’Shannessy
Salah satu pemrakarsa program BRIDGE,
Aaron O’Shannessy
Program Manager BRIDGE di Indonesia, Robby Djone
Program Manager BRIDGE di Indonesia,
Robby Djone

dapat membantu mempererat hubungan kedua negara yang bersangkutan di masa depan.

“Mudah-mudahan kesempatan untuk berinteraksi dengan guru-guru dari negara lain ini dapat mengubah mindset masing-masing guru, juga menjadi sarana dimana mereka dapat sharing idea dan knowledge untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masing- masing negara, membantu hubungan kedua negara di masa depan, juga membantu meningkatkan daya saing terbang.” terang Robby.

Perayaan program BRIDGE Australia-Indonesia yang ke- 17 tersebut berlangsung selama hampir tiga jam, dan ditutup dengan sesi bercakap antar para tamu.

Nasa

S embilan tahun berlalu sejak Indonesia dan Australia menjalin hubungan kerjasama dalam bidang pendidikan, di bawah Asia Education Foundation, melalui program BRIDGE.

BRIDGE yang merupakan singkatan dari Building Relations through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (Membangun Hubungan melalui Dialog antar Budaya dan Keterlibatan Aktif), adalah sebuah program kerjasama antara Australia dengan negara-negara Asia melalui dunia pendidikan. Hingga sekarang, program yang lahir tahun 2008 ini sudah berkembang di sepuluh negara di Asia.

Pada hari Rabu, 2 Agustus 2017, Asia Education Foundation menggelar acara penyambutan para partisipan program pertukaran guru BRIDGE yang datang dari Indonesia. Acara yang bergaya cocktail and canapes ini bertempat di gedung Sidney Myer Asia Centre, dan mulai tepat pada pukul 6 sore waktu Melbourne.

Acara dibuka oleh sambutan dari Direktor Eksekutif Asia Education Foundation, Tim Mayfield, lalu dilanjutkan oleh Konsul Jenderal RI, Dewi Savitri Wahab. Keduanya menyampaikan antusiasme kerjasama Indonesia dan Australia dalam bidang pendidikan, demi tumbuhnya pengertian akan perbedaan budaya antar kedua negara.

Pada momen tersebut, hadir 32 orang guru dari Indonesia dan Australia. Enam belas guru Indonesia yang hadir mewakili delapan sekolah dan telah melalui proses seleksi. Penampilan guru-guru Tanah Air mengenakan busana daerah membuat mereka mudah sekali untuk dikenali dan dibedakan dari tamu undangan lainnya.

Namun tidak hanya pamer kostum, seorang guru berpakaian adat Jakarta juga sempat menunjukkan kebolehannya menampilkan beberapa gerakan pencak silat. Performa yang melibatkan hentakan dan banyak gerakan cepat ini menuai tepuk tangan dari para hadirin. Usai menonton, tiba giliran para tamu untuk bergerak. Seluruh isi ruangan lalu melakukan tari poco-poco bersama guru-guru Indonesia.

Aaron O’Shannessy, salah satu pemrakarsa program BRIDGE, mengatakan bahwa program tersebut merupakan buah inspirasi dari program pertukaran guru garapan Asia Education Foundation yang dijalankan sejak tahun 1999.

Penekanan pada pembelajaran profesional dan pembinaan hubungan yang sifatnya lebih mendalam antara guru di Australia dengan Indonesia adalah dua hal yang membedakan BRIDGE dari program perdana tersebut. Sejauh ini, Aaron menyebutkan bahwa sekolah-sekolah di Australia, terutama di Victoria, telah memberikan respon positif. “Demand (permintaan) dari sekolah-sekolah di Australia terhadap program ini cukup tinggi. Mayoritas sekolah yang tertarik adalah dari Victoria, dan menurut saya itu karena Victoria memiliki

jumlah tertinggi sekolah dasar yang mengajar Bahasa Indonesia se-Australia,” paparnya.

Para pengelola program yang sudah dijalankan di total 660 sekolah di Australia dan Asia tersebut memiliki cara jitu dalam mempertahankan kualitas BRIDGE.

“Kami selalu mendapatkan bimbingan dari departemen pendidikan, pakar, dan ahli kurikulum dari Indonesia atau Australia untuk memperoleh dukungan, juga ide tentang cara terbaik untuk menggerakan program ini. Menurut kami konsultasi sangatlah penting demi memastikan bahwa program ini dapat memberikan yang terbaik bagi Indonesia dan Australia.” tutup Aaron.

Melalui rangkaian aktivitas seperti belajar bahasa dan homestay, Robby Djone, Program Manager BRIDGE

di Indonesia, mengatakan bahwa program tersebut

memiliki tujuan untuk mempersiapkan guru dan siswa dalam menghadapi kompetisi global. “Isi daripada global competency itu adalah teknik penguasaan bahasa, IT, critical thinking, research skill, dan pemahaman antar budaya. Hal-hal ini adalah bagian dari skills yang sangat penting dan perlu ditingkatkan dari guru-guru kita kalau kita mau bersaing di global competition. Kompetisi dasar tersebut akan dipelajari oleh guru-guru Indonesia dari hasil observasi mereka selama beberapa minggu di Australia melalui BRIDGE.”

Di samping dari mendapatkan pengetahuan baru

dalam bidang-bidang yang telah disebutkan, Robby juga berharap agar melalui BRIDGE, dapat terjalin hubungan pertemanan di antara para guru agar kelak

disebutkan, Robby juga berharap agar melalui BRIDGE, dapat terjalin hubungan pertemanan di antara para guru agar
disebutkan, Robby juga berharap agar melalui BRIDGE, dapat terjalin hubungan pertemanan di antara para guru agar
disebutkan, Robby juga berharap agar melalui BRIDGE, dapat terjalin hubungan pertemanan di antara para guru agar
disebutkan, Robby juga berharap agar melalui BRIDGE, dapat terjalin hubungan pertemanan di antara para guru agar
disebutkan, Robby juga berharap agar melalui BRIDGE, dapat terjalin hubungan pertemanan di antara para guru agar
disebutkan, Robby juga berharap agar melalui BRIDGE, dapat terjalin hubungan pertemanan di antara para guru agar

buset imigrasi

Occupation Ceiling 1 Juli 2017

 

Occupation

Occupation

Occupation

Description

Ceiling

Ceiling

ID

Value

Value

2017-18

2016-17

1331

Construction Managers

5400

5289

1332

Engineering Managers

1155

1407

1341

Child Care Centre Managers

1000

1000

1342

Health and Welfare Services Managers

1374

1177

2211

Accountants*

4785

2500

2212

Auditors, Company Secretaries and Corporate Treasurers*

1327

1413

2241

Actuaries, Mathematicians and Statisticians

1000

1000

2245

Land Economists and Valuers

1000

1035

2321

Architects and Landscape Architects

1474

1391

2322

Cartographers and Surveyors

1000

1000

2331

Chemical and Materials Engineers

1000

1000

2332

Civil Engineering Professionals

3296

2174

2333

Electrical Engineers

1042

1254

2334

Electronics Engineers*

1000

1000

2335

Industrial, Mechanical and Production Engineers*

2178

1539

2339

Other Engineering Professionals*

1000

1000

2341

Agricultural and Forestry Scientists

1000

1000

2346

Medical Laboratory Scientists

1487

1602

2347

Veterinarians

1000

1000

2349

Other Natural and Physical Science Professionals

1000

1000

2411

Early Childhood (Pre-primary School) Teachers

2639

1822

2414

Secondary School Teachers

7910

8032

2415

Special Education Teachers

1000

1126

2512

Medical Imaging Professionals

1113

1000

2514

Optometrists and Orthoptists

1000

1000

2519

Other Health Diagnostic and Promotion Professionals

1000

-

2521

Chiropractors and Osteopaths

1000

1000

2524

Occupational Therapists

1109

1000

2525

Physiotherapists

1464

1345

2526

Podiatrists

1000

1000

2527

Speech Professionals and Audiologists

1000

1000

2531

General Practitioners and Resident Medical officers

3495

3495

2533

Internal Medicine Specialists

1000

1000

2534

Psychiatrists

1000

1000

2535

Surgeons

1000

1000

2539

Other Medical Practitioners

1000

1315

2541

Midwives

1090

1017

2544

Registered Nurses

16741

16346

2611

ICT Business and Systems Analysts*

1574

1482

 

Occupation

Occupation

Occupation

Description

Ceiling

Ceiling

ID

Value

Value

2017-18

2016-17

2613

Software and Applications Programmers*

6202

5662

2621

Database and Systems Administrators and ICT Security Specialists

2391

-

2631

Computer Network Professionals*

1318

1426

2633

Telecommunications Engineering Professionals

1000

1000

2711

Barristers

1000

1000

2713

Solicitors

4161

5154

2723

Psychologists

1750

1532

2725

Social Workers

1562

1783

3122

Civil Engineering Draftspersons and Technicians 1000

1000

3123

Electrical Engineering Draftspersons and Technicians

1000

1000

3132

Telecommunications Technical Specialists

1000

1000

3211

Automotive Electricians

1000

1000

3212

Motor Mechanics

5980

5597

3222

Sheetmetal Trades Workers

1000

1000

3223

Structural Steel and Welding Trades Workers

4426

4466

3232

Metal Fitters and Machinists

5330

6677

3233

Precision Metal Trades Workers

1000

1000

3241

Panelbeaters

1344

1000

3311

Bricklayers and Stonemasons

1271

1751

3312

Carpenters and Joiners

6968

7718

3322

Painting Trades Workers

2780

2871

3331

Glaziers

1000

1000

3332

Plasterers

2103

2149

3334

Wall and Floor Tilers

1407

1475

3341

Plumbers

5507

5169

3411

Electricians

9354

9345

3421

Airconditioning and Refrigeration Mechanics

1427

1701

3422

Electrical Distribution Trades Workers

1000

1000

3423

Electronics Trades Workers

1878

1993

3513

Chefs

2675

2854

3941

Cabinetmakers

1905

1568

3991

Boat Builders and Shipwrights

1000

1000

Yapit Japoetra (MARN 0213101) YNJ Migration Consultants (03) 9650 0895 / yapit@tpg.com.au

Artikel ini ditulis berdasarkan informasi yang penulis dapatkan dari situs imigrasi 15 Agustus 2017. Jika Anda membutuhkan informasi yang akurat tentang kemungkinan mendapatkan TR/PR Australia, Anda bisa menghubungi Yapit Japoetra MARN 0213101 (YNJ Migration Consultants) di (03) 9650 0895 atau agen-agen imigrasi terdaftar lainnya.

25 www.buset-online.com
25
www.buset-online.com
buset ngeliput Warga Sambut Baik Sosialisasi Regulasi Visa dan Jam Kerja (dari kiri): Angela Ang
buset ngeliput Warga Sambut Baik Sosialisasi Regulasi Visa dan Jam Kerja (dari kiri): Angela Ang
buset ngeliput Warga Sambut Baik Sosialisasi Regulasi Visa dan Jam Kerja (dari kiri): Angela Ang

buset ngeliput

Warga Sambut Baik Sosialisasi Regulasi Visa dan Jam Kerja

(dari kiri): Angela Ang (moderator), Peter van Vliet, Ashley Jurberg, Yapit Japoetra
(dari kiri): Angela Ang (moderator), Peter van Vliet, Ashley Jurberg, Yapit Japoetra

P ada penghujung Agustus, KJRI Melbourne bersama Indonesia Business Centre (IBC) melangsungkan seminar bertemakan “Tips and Opportunity to commence working in Australia”.

Diundang sebagai pembicara adalah Yapit Japoetra (Direktur YNJ Migration Consultant), Peter van Vliet (Regional Director Victoria & Tasmania, Department of Immigration and Border Protection of Australia), dan Ashley Jurberg (Director Alliance Abroad Group International, International Recruitment and Cultural Exchange Company).

Sebelum dimulai, Konsul Ekonomi Zaenal Arifin menyampaikan kata sambutan dimana beliau

menyatakan tujuan diadakannya seminar, yakni untuk mewadahi dan membekali warga yang masih berstatus pelajar, pemegang visa working holiday dan Permanent Resident (PR) dengan peraturan imigrasi terkini yang mungkin masih simpang siur.

Hari itu, Yapit memberi pengetahuan tentang visa yang dapat mengijinkan pemegangnya untuk bekerja, serta perhitungan poin untuk mengarah ke PR. Untuk meningkatkan kesempatan mendapatkan pekerjaan yang sesuai yang nantinya dapat menambah nilai saat mengajukan PR, tak lupa Yapit mengingatkan para peserta seminar untuk membekali diri dengan berbagai kegiatan positif, diantaranya menghadiri berbagai

acara networking, melakukan magang, menjadi sukarelawan, dan membuat profil LinkedIn.

Menyambung pembicaraan Yapit mengenai profil untuk media sosial LinkedIn, Ashley Jurberg menambahkan agar kita dapat menunjukkan semangat dan antusiasme terhadap pekerjaan yang diinginkan. “‘I’m interested’ means nothing if there is no further follow up. When you’re interested, email me!

Sesi kedua dilanjutkan Ash dengan berbagi pengalaman menariknya setelah merekrut profesional di sekitar 30 negara, termasuk Indonesia. Kepada Buset, Ash menekankan pihaknya telah melakukan pendekatan dengan berbagai kalangan di Tanah Air, terutama lewat seminar fair di Bali tahun lalu. Sekarang ini, sejumlah 30 chef telah berhasil direkrut Alliance Abroad Group untuk bekerja di Australia.

Salah satu kendala yang kerap dihadapi, menurut Ash, adalah budaya kerja. Selain itu, banyak pula warga Indonesia yang belum memiliki pembekalan Bahasa Inggris sehingga diperlukan pelatihan lebih lanjut.

Kendatipun, dari sisi imigrasi, Peter mengingatkan jumlah maksimal jam kerja yang diperbolehkan untuk

sisi imigrasi, Peter mengingatkan jumlah maksimal jam kerja yang diperbolehkan untuk 26 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER
26 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017
26
BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017
pelajar adalah 40 jam per dua minggu selama semester universitas berlangsung. Sedangkan pemilik visa working

pelajar adalah 40 jam per dua minggu selama semester universitas berlangsung. Sedangkan pemilik visa working holiday diijinkan untuk tinggal dan bekerja di Benua Kangguru selama 12 bulan, namun hanya bisa bekerja untuk perusahaan yang sama selama maksimum 6 bulan. Peter menghimbau agar masyarakat bisa mematuhi

aturan yang berlaku, serta juga agar berhati-hati saat menerima sebuah pekerjaan agar tidak mudah dieksploitasi oleh badan usaha yang mengatasnamakan magang (internship) atau sukarela (volunteer).

Devina

magang ( internship ) atau sukarela ( volunteer ). Devina Apa Kata Mereka Dyah Purwanti Bazerghi
magang ( internship ) atau sukarela ( volunteer ). Devina Apa Kata Mereka Dyah Purwanti Bazerghi
magang ( internship ) atau sukarela ( volunteer ). Devina Apa Kata Mereka Dyah Purwanti Bazerghi

Apa Kata Mereka

) atau sukarela ( volunteer ). Devina Apa Kata Mereka Dyah Purwanti Bazerghi Aku senang sekali

Dyah Purwanti Bazerghi

Aku senang sekali bisa datang ke sini. Walaupun tidak banyak dibahas mengenai bisnis tapi aku jadi tahu ada company-nya Mr Ashley yang mau rekrut teman-teman chef dari Indonesia. Aku sendiri punya bisnis tour,

banyak banget yang tanya tentang tinggal atau buka bisnis di Melbourne. Dan datang ke seminar hari ini berguna banget buat aku karena aku jadi tahu to look after what visa. Aku bisa punya pengetahuan untuk aku share ke teman-teman yang datang ke Australia untuk liburan.

Melqi Hamdani

yang datang ke Australia untuk liburan. Melqi Hamdani Aku datang ke sini karena memang tujuanku adalah

Aku datang ke sini karena memang tujuanku adalah untuk tanya langsung ke departemen imigrasi bahwa kuota working holiday visa 1,000 itu nggak cukup. Aku dari kota kecil di Sumatera, Padang. Banyak sekali

potensi di kota-kota kecil, tapi karena tidak ada dari imigrasi yang approach, jadi mereka kurang informasi. Aku sendiri berstatus pelajar dan aku akan pulang ke Indonesia karena aku merasa Indonesia membutuhkan aku. Seminar ini bagus banget jadi teman-teman working holiday yang aku bawa ke sini bisa sharing informasi juga nanti sama teman-teman. Dan aku sendiri bisa memberangkatkan teman-teman lain juga untuk merasakan pengalaman yang sama.

27 www.buset-online.com
27
www.buset-online.com

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

hangat dari ibu kota

2017 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017 hangat dari ibu kota Pak Ogah, panggilan yang sering kita

Pak Ogah, panggilan yang sering kita sebut untuk masyarakat sipil yang membantu lalu lintas maupun parkir mobil di tempat umum diwacanakan akan direkrut oleh Polda Metro Jaya secara legal untuk membantu pengaturan lalu lintas. Dikutip dari Kompas.com, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pragarra, menjelaskan bahwa banyaknya pembangunan infrastruktur adalah alasan yang mendorong Polda untuk merekrut banyak Pak Ogah. Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas atau Supeltas akan menjadi nama baru bagi Pak Ogah.

“Karena sedang banyak pembangunan infrastruktur kami perbanyak personel, terutama di Kuningan, nanti menggunakan sukarelawan pengatur lalu lintas, itu program yang akan dibicarakan, nanti dia akan pakai seragam yang ngatur,” jelas Halim di Mapolda Metro Jaya (Kompas.com, 21/7). Kabarnya, pelatihan Supeltas sudah dimulai sejak 21 Agustus, sedangkan gaji untuk Supeltas akan dikumpulkan dari beberapa perusahaan melalui kegiatan CSR (Company Social Responsibility) yang akan diminta untuk memberi upah Supeltas.

Ada banyak pro-kontra yang muncul di masyarakat, seperti pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansah yang khawatir jika lalu lintas diserahkan kepada Pak Ogah. “Terus terang saja, kalau menurut saya pribadi ya ada kekhawatiran kalau yang namanya Pak Ogah diresmikan, karena kan terkait masalah mental, pendidikan. Dia merasa dirinya tuh diijinkan akhirnya jadi penguasa,” ujar Andri (Kompas.com, 25/7). Menurut Andri, masih ada Pramuka dan patrol keamanan sekolah yang bisa dilibatkan untuk menjaga ketertiban lalu lintas. “Kalau sekolah pagi, bisa sore, kalau sekolah siang bisa pagi. Minimal ya di lokasi-lokasi terdekat di sekolahnya dia, selain efektif karena memang dia sudah mempunyai pengetahuan tentang lalu lintas,” jelas Andri.

Dalam pemberitaan lainnya, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko menyatakan jika keberadaan Pak Ogah sendiri selama ini sebenarnya sudah menyimpang dari Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2014 tentang ketertiban umum. Selain itu, Sigit khawatir legalisasi Pak Ogah ini menjadi “bisnis” baru bagi warga.

Legalisasi Pak Ogah Sebagai Pengatur Lalu Lintas

bagi warga. Legalisasi Pak Ogah Sebagai Pengatur Lalu Lintas yang layak. Pak Ogah kan menolong kita
bagi warga. Legalisasi Pak Ogah Sebagai Pengatur Lalu Lintas yang layak. Pak Ogah kan menolong kita

yang layak. Pak Ogah kan menolong kita pada saat berkendara, apalagi di tikungan- tikungan.”

Pendapat yang berbeda diutarakan Yosefer Momuat, seorang karyawan asuransi kendaraan bermotor yang tinggal di daerah Jakarta Utara. Menurut Yosefer, kebijakan tentang Pak Ogah ini justru membingungkan, karena biasanya Pak Ogah lah yang menjadi biang kemacetan. “Di beberapa titik justru jadi macet karena diatur Pak Ogah. Tapi mari memandang dari sisi bagaimana niat baik kepolisian memberdayakan Pak Ogah yang awalnya ilegal jadi berada di bawah sebuah payung legalitas. Tinggal bagaimana kepolisian mendidik mereka yang direkrut agar benar-benar menjalankan fungsinya sebagaimana tujuan awal perekrutan,” jelasnya.

Adbm

sebagaimana tujuan awal perekrutan,” jelasnya. Adbm 2 MONYET DAN ASTRONOT NASA memutuskan untuk mengirim sebuah

2 MONYET DAN ASTRONOT

NASA memutuskan untuk mengirim sebuah pesawat angkasa dengan dua ekor monyet dan seorang astronot. Setelah satu tahun pelatihan, ketiganya siap meluncur menggunakan pesawat ulang- alik.

Di lain sisi, Sigit pula mengakui meskipun keberadaan Pak Ogah bertentangan

dengan Peraturan Daerah, namun perekrutan Pak Ogah menjadi Supeltas sesuai dengan Undang-undang (UU) No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalanan, dalam pasal 256 ayat 1 yang berisikan tentang masyarakat berhak berperan serta dalam penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalanan.

Pusat Kontrol, “Mission Control ke Monkey One. Lakukan tugas Anda.”

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat juga meminta agar wacana ini dibicarakan dan dipikirkan dengan matang, agar tidak muncul masalah-masalah baru, salah satunya adalah mencegah rakyat untuk ramai-ramai beralih profesi menjadi Pak Ogah.

Wacana legalisasi Pak Ogah disambut baik oleh salah satu mahasiswi Jurnalistik di daerah Tangerang Selatan, Franny Fransisca Dinata, yang menyayangkan banyaknya Pak Ogah, khususnya di daerah Jakarta. “Menurut aku sih, adanya Pak Ogah yang dilegalkan itu bagus, soalnya kalau di daerah Jakarta itu banyak banget Pak Ogah yang ilegal, yang tiba-tiba datang, kalau menurut aku itu kayak semacam pungutan liar gitu, jadi kurang bagus untuk masyarakat,” jelas Franny.

28 28

Pendapat yang sama juga diutarakan oleh Edwin, mahasiswa Jurnalistik yang tinggal

di daerah Jakarta. Menurut Edwin, “kalau Pak Ogah dilegalisasikan, itu akan sangat

menolong masyarakat. Kita tahu Pak Ogah itu seringkali dibilang nggak guna, atau nggak legal. Nah, mungkin sekarang kalau dilegalisasikan mereka bisa dapat gaji

Monyet pertama mulai mengetik dan pesawat lepas landas.

Dua jam kemudian, Pusat Kontrol NASA mengumumkan, “Mission Control ke Monkey Dua. Lakukan tugas Anda.”

Monyet kedua mulai mengetik dan pesawat ulang alik terpisah dari tangki bahan bakar yang sudah kosong.

Dua jam kemudian Pusat Kontrol NASA mengumumkan, “Mission Control untuk Astronot ” Tanpa menunggu kalimatnya selesai, astronot berteriak “ya, ya, aku tahu! Memberi makan monyet dan tidak menyentuh apa pun!!”

www.buset-online.com

www.buset-online.com

buset ngeliput

Memupuk Hubungan Australia dan Indonesia di Ranah Pelayanan Publik

Panelis Victoria and Indonesia’s Public Sectors – Working Better Together (dari kiri): Joel Backwell, Dewi Savitri Wahab, Mahendra Siregar, Matthew Busch

Dinamika bertetangga antara Indonesia dan Australia selalu diwarnai fase naik turun. Bahkan banyak pengamat memastikan, dengan kondisi geopolitik saat ini, hubungan politik di level government to government akan selalu memiliki risiko mengalami turbulensi. Hal ini tak luput disinggung dalam sesi diskusi bertajuk “Victoria and Indonesia’s Public Sectors – Working Better Together” yang berlangsung di Treasury Theater, 10 Agustus 2017 lalu.

Digelar dan difasilitasi oleh Institute of Public Administration Australia (IPAA) bekerjasama dengan Department of Premier and Cabinet, diskusi ini menghadirkan peneliti dari Lowy Institute, Matthew Busch sebagai moderator; para pejabat publik seperti Mahendra Siregar yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Wakil Menteri Keuangan Indonesia, dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal; Dewi Savitri Wahab, Konsul Jenderal RI untuk wilayah Victoria dan Tasmania; dan Joel Backwell, Excecutive Director of International Education for the Department of Education and Training Victoria. Perbincangan dan tukar pendapat pun berlangsung seru dan sarat dinamika. Tak hanya menyentuh secara khusus pada sektor publik, tapi juga bagaimana seharusnya Australia dan Indonesia memaknai hubungan mereka secara lebih produktif.

Mencari Titik Temu

“Jika melihat hubungan Australia dan Indonesia, termasuk di dalamnya Victoria, dilakukan oleh multistakeholder, multidisiplin, multiaktor, dan multioutlet, hubungan antar pemerintah sudah pasti akan bergejolak. Tapi selama pihak-pihak lain melakukan pekerjaannya dengan baik, seharusnya tidak akan terlalu berdampak. Hubungan antar negara ini sudah cukup dewasa, apalagi jika sudah sampai ke tahap sekarang. Pertanyaannya bukan lagi sudah matangkah hubungan kita, tapi bagaimana kita mengakselerasi, mengkapitalisasi, dan memperbaiki sinergi antar stakeholder ini. Kita butuh koordinasi,” papar Mahendra yang juga disetujui oleh Dewi. Meski begitu Joel Backwell beranggapan sebaliknya, baginya hubungan Australia dan Indonesia belum cukup dewasa karena terjadi dinamika terus menerus. Menurutnya akan sangat sulit membangun momentum jika tidak diiringi dengan stabilitas hubungan kedua negara.

Joel kemudian memaparkan data bahwa hingga 2002 ada begitu banyak sekolah

di Victoria yang mengirimkan murid-muridnya ke Indonesia. Begitu pula dengan

dirinya yang di usia 15 tahun sempat tinggal bersama keluarga Muslim di Bandung selama bulan Ramadhan dan sempat pula belajar hukum di Universitas Gadjah Mada. “Kemudian bom Bali terjadi. Ada larangan berpergian ke Indonesia. Dan selama 10 tahun, seluruh generasi Victoria dan Australia berhenti ke Indonesia. Kita kehilangan 10 tahun itu,” jelasnya.

Meski begitu, lima tahun belakangan menurut analisisnya, warga Victoria yang mempelajari Bahasa Indonesia mengalami peningkatan. Tercatat sekarang ini ada 65.000 warga Victoria yang mempelajari Bahasa Indonesia, padahal di tahun 2011 hanya 35.000 orang saja.

“Mengapa Indonesia penting? Kita memiliki banyak kesamaan, cinta pada keluarga, makanan dan menghargai keterbukaan. Indonesia dengan populasi besar dengan peningkatan jumlah kelas menengah diprediksi menjadi negara ketujuh terbesar di dunia dalam hal ekonomi di tahun 2030. Sayangnya

mayoritas kabar yang beredar tentang Indonesia lebih banyak seputar konflik, fundamentalisme, obat-obatan terlarang, sehingga banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Tantangan utamanya adalah mengkomunikasikan pada komunitas dan menjelaskan pada orangtua, guru, dan kepala sekolah bahwa kedua negara

ini punya potensi besar menjadi partner yang luar biasa,” tambah Joel.

“Tugas pemerintah adalah memfasilitasi dan memberi sinyal yang benar, bahwa mereka menyambut para entrepreneur dan techpreneur untuk melakukan bisnis,

Mahendra Siregar:

Jadi Pejabat Harus Positif

bisnis, Mahendra Siregar: Jadi Pejabat Harus Positif Sesi diskusi ini dihadiri berbagai kalangan, dari para

Sesi diskusi ini dihadiri berbagai kalangan, dari para akademisi, mahasiswa, hingga tentu saja para birokrat serta staf pemerintahan. Ada pernyataan menarik dari Mahendra Siregar yang telah malang melintang sebagai pejabat publik di era kepemimpinan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Ia mengingatkan bahwa sebagai pejabat publik, Anda tidak akan disalahkan jika tidak membuat keputusan dan bahkan ketika tidak berbuat apa-apa. Berkarier sebagai pejabat publik selalu erat kaitannya dengan hierarki dan perasaan dihormati saat mencapai posisi tertentu. Menurutnya, sudah seharusnya para birokrat meninggalkan mindset semacam itu. “Birokrasi yang ada seharusya tidak menghentikan passion kamu untuk mempromosikan dan mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada reformasi dan kemajuan.”

baik dari Australia ke Indonesia atau sebaliknya. Inilah yang saya sebut dengan upaya mendewasakan hubungan kedua belah pihak,” gagas Mahendra yang melakukan kunjungan ke Melbourne kali ini selama seminggu.

Masih Ada Banyak Ruang untuk Berkolaborasi

Menengok secara khusus ke sektor publik, Dewi menyatakan bahwa sudah banyak para pejabat publik (atau disebut dengan istilah “pelayan masyarakat”) Indonesia yang belajar di Victoria. Apalagi melihat bagaimana Melbourne berkembang menjadi kota bertaraf internasional. “Saya banyak belajar dari Australia, terutama dalam hal bagaimana mereka terus meningkatkan komitmen mereka untuk masyarakat. Saya pun ketika pertama kali datang ke sini untuk menjabat sebagai Konjen, saya segera berpesan pada staf saya, bahwa sebagai pejabat publik, warga Indonesia harus punya akses langsung ke telepon genggam saya. Jika ada yang tidak puas dengan servis saya, maka dia bisa segera mengirimkan SMS dan saya bisa langsung memperbaiki. Hal ini saya belajar dari para pejabat publik Australia,” terangnya.

Joel menambahkan bahwa ada pula program magang dan jadi sukarelawan bagi para murid internasional di sektor publik. Selain itu rupanya banyak penerima Australian Award yang berasal dari Indonesia yang bekerja di departemen layanan masyarakat di Victoria.

Sedangkan Mahendra menggarisbawahi isu lain. Buatnya sebagai individu, banyak warga Indonesia yang termotivasi untuk datang ke Australia, baik untuk sekolah atau bekerja. Namun, di atas semua itu, yang terpenting adalah pemerintah dan organisasi di Indonesia harus memiliki pemahaman melebihi motivasi individu tersebut. Karena jika tidak, maka motivasi individu tidak akan terpakai secara optimal. “Dengan adanya kolaborasi organisasi yang lebih terstruktur makan hubungan yang terjalin lebih langgeng. Maka krusial dimaknai, mengapa penting membangun hubungan dengan Australia, mengapa penting membangun hubungan internasional dan membuka Indonesia ke interaksi internasional,” serunya.

Ketiga panelis sepakat bahwa kerjasama kedua negara harus terus dipupuk, tentu dengan mempertimbangan banyak aspek dan upaya perbaikan. Dan yang terutama mengkomunikasikan pada publik, mengapa kerjasama Australia – Indonesia harus terus dipelihara.

Topik hangat hubungan bilateral kedua negara menyita perhatian peserta panel

Deste

opini buset

SOEKARNO, Masa Kanak-Kanak dan Remaja (1901-1921)

S oekarno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya. Ayahnya bernama Raden Sukemi Sosrodiharjo. Seorang guru tamatan Kweekschool (sekolah untuk menjadi guru) pada zaman Hindia

Belanda dan ibunya bernama Ida Ayu Njoman Rai, seorang keturunan bangsawan Bali. Perkataan “Raden” membuktikan bahwa Sukemi tergolong kelas priayi dan waktu bekerja di Bali, dia bertemu dengan calon istrinya, seorang Bali keturunan kelas Brahmana (priesthood).

Selama di Singaraja, mereka dikaruniai seorang anak perempuan diberi nama Sukarmeni. Setelah l.k. 2 (dua) tahun bertugas di Singaraja, Raden Sukemi dan keluarganya dipindahkan ke Surabaya, dimana Soekarno lahir dan diberi nama Koesno Sosro Soekarno, namun kedua nama terdepan tidak pernah dipakai.

Semasa kanak-kanak, Soekarno tinggal di rumah kakeknya di Tulungagung, dimana kakeknya mengajar dan mendidik Koesno supaya senantiasa berkelakuan benar (just). Kerapkali Koesno diajak melihat pertunjukan wayang kulit dari malam hingga pagi suntuk. Dengan demikian, sejak kecil Soekarno sudah paham mistik Jawa Kuno dan cerita-cerita pewayangan, terutama Mahabarata dan Bharata Yudha. Soekarno ingat akan keinginan ayahnya agar nama Koesno diubah menjadi Soekarno, karena Soekarno berasal dari Karno yang artinya “Kesatria” (courageous and honest) menurut cerita pewayangan Mahabarata.

Dibandingkan dengan rakyat jelata, kelurga Raden Sukemi Sosrodiharjo cukup mampu apalagi setelah mendapat promosi sebagai Matri Guru (Kepala Guru), kemudian menjadi Inspektur dari sekolah-sekolah yang berada di Blitar.

Dengan demikian Soekarno dapat tamat HIS (Hollands Inlandse School), di Tulungagung, dan ayahnya menginginkan dia bisa masuj ke ELS (Europese Lagere School), agar dapat fasih berbahasa Belanda supaya kelak dapat melanjutkan ke HBS (Hogere Burger School), di Surabaya. Tamat ELS pada tahun 1916, maka Soekarno melanjutkan sekolah menengahnya di HBS, Surabaya dan lulus pada tahun 1921.

Namun dalam biografi yang ditulis oleh Cindy Adams, Soekarno menggambarkan agak berlainan dan berkelebihan. Berkata Soekarno, “bahwa keluarganya mengalami penderitaan sebab ibunya senantiasa menumbuk gabah agar pecah menjadi beras, sehingga keluarganya baru bisa makan nasi. Melihat apa yang dikerjakan oleh ibunya sehari-hari, Soekarno sangat menghormati dan menghargai ibunya sebagai idola Indonesian Womanhood, dimana kelak ia menulis buku Sarinah.”

Selama di Surabaya, Soekarno tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, seorang pendiri dan pimpinan PSII. Persyarikatan Islam pada waktu itu merupakan gerakan Nasionalisme Indonesia dan Surabaya adalah pusatnya. Dirumah Bapak HOS Tjokroaminoto dimulailah pengenalan Bung Karno dengan gerakan Nasionalisme.

Pada periode tahun 1916-1921, Syarikat Islam mencapai tahap kematangannya dan mewadahi berbagai aliran politik, dari Pan-Islam konservatif sampai ke Marxisme radikal. Syarikat Islam pernah membuktikan dapat menampung beraneka ragam isme-isme. Dikarenakan sikap pribadi HOS Tjokroaminoto, maka SI dapat memobilisasi kesadaran rakyat yang terjajah menentang diskriminasi pemerintah kolonial Belanda, dan berhasil mengantar SI sebagai suatu partai politik terbesar pertama yang mampu menarik ratusan ribu anggota massa. Gerakan Nasionalisme sesungguhnya sudah dimulai dan dipelopori oleh Dr. Tjiptomangunkusumo dan Douwes Dekker, pendiri “Indische Party” (yang kemudian menjadi mentor/guru Soekarno) dan Soetatmo Soerokoesoemo, yang berasal dari lingkungan Paku Alam, Jogyakarta. Mereka berdua adalah pendukung Nasionalisme pada tahun 1910. Kemudian mereka bergabung dengan Soewardi Soerjaningrat yang dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara dan mereka mendirikan Taman Siswa pada awal tahun 1920-an. Ide dan tujuan mereka adalah memperkembangkan Nasionalisme serta demokrasi yang kemudian diwariskan kepada Soekarno dan hingga kini masih diteruskan oleh orang-orang Indonesia sampai sekarang.

masih diteruskan oleh orang-orang Indonesia sampai sekarang. Sejak tinggal dengan keluarga HOS Tjokroaminoto, Soekarno
masih diteruskan oleh orang-orang Indonesia sampai sekarang. Sejak tinggal dengan keluarga HOS Tjokroaminoto, Soekarno

Sejak tinggal dengan keluarga HOS Tjokroaminoto, Soekarno sudah gemar membaca buku-buku tulisan pemikir-pemikir besar seperti Beatrice Webb, pendiri gerakan buruh di Inggris, karya-karya Karl Marx, Friederich Engels dan Lenin. Juga buku-buku karangan Montesqieu “Trias Politica” dan Jean Jacques Rouseau.

Beberapa kutipan dari bukunya “An autobiography as told by Cindy Adams,” sewaktu Soekarno ditanya kenapa pada usianya yang baru belasan tahun, tetapi sudah membaca buku-buku filsafat dan buku-buku pemikir besar. Jawab Soekarno “Di dalam itulah aku merasa hidup dan gembira.” Di samping buku-buku tersebut, Soekarno juga membaca buku-buku tentang Thomas Jefferson, George Washington dan Abraham Lincoln, orang-orang besar yang terkenal di Amerika Serikat.

Karena kemajuan intelektualnya, Soekarno seringkali diajak Bapak HOS Tjokroaminoto mengikuti rapat-rapat partai. Kota Surabaya awal abad ke-20 merupakan anti- tesis Jakarta. Secara budaya, Surabaya lebih terbuka dan memungkinkan berkembangnya pikiran-pikiran kerakyatan sebagai oposisi kebudayaan priayi yang masih beredar.

Terpengaruh oleh bacaan buku-buku Karl Marx dan Engels, maka pikiran Soekarno cenderung ke Sosialisme Marxis. Kelak tema pemikirannya dirumuskan menjadi Marhaenisme. Ketika Soekarno pada tahun 1921 meninggalkan Surabaya untuk melanjutkan studinya ke ITB (Instituut Teknologie Bandung), nasionalisme yang ada dalam tubuh SI telah terbelah dua. Di satu pihak menjadi radikal Marxis atau sayap kiri yang diketuai oleh Alimin dan Semaun yang kemudian menjadi PKI.

Paul Tresno

30 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017
30
BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

www.buset-online.com

www.buset-online.com

buset ngeliput

LAUTAN MERAH PUTIH DI MELBOURNE

S ekali lagi, Indonesia telah memerdekan negaranya selama 72 tahun. Negara Kesaturan Republik Indonesia menggelar
S ekali lagi, Indonesia telah memerdekan negaranya selama
72 tahun. Negara Kesaturan Republik Indonesia menggelar
upacara kemerdekaan dan dengan bangga mengibarkan
bendera merah putih. Tentu saja, ini tidak terjadi di
Indonesia saja, melainkan di luar negeri lainnya. Dan
Melbourne kembali menjadi saksi pengibaran bendera sakral
kebanggaan semua rakyat Indonesia. Upacara pengibaran yang
dimulai dari pukul 10 pagi di KJRI Melbourne itu dihiasi dengan suasana
khidmat dan diselingi dengan beberapa rintikan hujan. Namun, semua
itu tidak meredupkan semangat para peserta upacara pagi itu.
Terlihat bahwa tidak hanya rakyat Indonesia saja yang bangga dan
bahagia untuk hadir di upacara pagi itu, beberapa siswa dari berbagai
sekolah lokal pun hadir untuk mengikuti upacara tersebut.
sekolah lokal pun hadir untuk mengikuti upacara tersebut. Selain dilaksanakan di KJRI Melbourne, prosesi selanjutnya

Selain dilaksanakan di KJRI Melbourne, prosesi selanjutnya yang terletak di Federation Square tak kalah menarik. Warga Indonesia dari beberapa kalangan ikut hadir untuk menyaksikan pengibaran sang merah putih di jantung kota Melbourne tersebut. Rangkaian acara bergulir dimulai dari pukul 2 siang dan semakin menarik setelah Paskibra KJRI Melbourne selesai menunaikan tugasnya. Mulai dari tarian tradisional Papua hingga hiburan dari penyanyi Michael J turut meramaikan suasana Federation Square sore itu. Walau ini sudah kesekian kalinya pemerintah Indonesia dan pemerintah Melbourne menggelar acara serupa setiap tanggal 17 Agustus, nyatanya semangat masyarakat Indonesia untuk hadir dan berbondong-bondong mengunjungi Federation Square tidak pernah padam.

Alifia Foto: Nys
Alifia
Foto: Nys

Apa Kata Mereka

Padma Nandini K (Paskibra KJRI Melbourne 2014)

Kata Mereka Padma Nandini K (Paskibra KJRI Melbourne 2014) Bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan

Bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan cuaca juga mendukung. Terutama prosesi pengibarannya dan tahun ini ada beberapa tambahan acara seperti acara angklung serta penampilan musik di Fed square yang semakin memeriahkan perayaan kemerdekaan. Untuk tahun ini, kepada KJRI Melbourne 2017, saya bangga luar biasa, terharu dan deg-degan, semuanya bercampur jadi satu. Terimakasih atas waktu, semangat, usaha dan terlebih, komitmen kalian terhadap Paskibra ini. Harapan saya kedepannya terhadap Indonesia, saya berharap agar Indonesia bisa meningkatkan kualitas di bidang pendidikan dan juga bisa merata di seluruh daerah karena sumber daya alam yang baik.

merata di seluruh daerah karena sumber daya alam yang baik. Gustav Rafi (Bachelor of Commerce Melbourne

Gustav Rafi (Bachelor of Commerce Melbourne University)

Menurut saya, perayaan kemerdekaan tahun ini, meskipun cuaca saat pagi kurang mendukung, tapi tetap berlangsung dengan khidmat dan meriah. Terutama saat acara di Federation Square, menurut saya lebih meriah konsep acaranya dibandingkan tahun lalu, dimana semua peserta bernyanyi bersama menyanyikan lagu nasional dan daerah. Bagi saya, makna kemerdekaan yang paling hakiki adalah selain mampu lepas dari belenggu penjajahan 72 tahun yang lalu, yang lebih konkret adalah kemerdekaan ini merupakan suatu alat untuk menggapai cita-cita sebagai bangsa yang maju dan sejahtera di masa depan, dan sejajar dengan negara-negara maju lain di dunia. Kedepannya, saya berharap agar Indonesia bisa mengeluarkan semua penduduknya dari jerat kemiskinan, serta agar pembangunan negara lebih merata ke luar Jawa agar tingkat kehidupan masyarakat tidak timpang.

Qanita Mustafa (Ibu rumah tangga) Alhamdulillah perayaan kemerdekaan tahun ini masih banyak warga Indonesia dan
Qanita Mustafa
(Ibu rumah tangga)
Alhamdulillah perayaan
kemerdekaan tahun ini
masih banyak warga
Indonesia dan non Indonesia
yang antusias dengan
kemerdekaan Indonesia.
Harapan saya untuk Indonesia
kedepannya, semoga
Indonesia bisa menjadi
salah satu negara maju
yang dapat memanfaatkan
potensi yang dimiliki dan bijaksana, yaitu masyarakat
yang berkualitas akhlak dan adabnya, intelektual
dan moralnya. sehingga tidak ada yang namanya
kejahatan dan korupsi. Karena Allah SWT tidak
akan mengubah nasib suatu kaum, sampai mereka
mengubah nasib mereka sendiri. Lakukan kontribusi
terbaik kita untuk kemajuan Indonesia!

31 31

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

profil buset

MUDA MUDI

KEBANGGAAN

BANGSA

Adalah sebuah kebanggaan bagi kita semua untuk dapat melihat Bendera Merah Putih berkibar di tanah orang. Dan merupakan kebanggaan yang lebih besar pula, ketika kita menjadi bagian penting dari prosesi penaikkan bendera tersebut. Itulah rangkuman yang kebanyakan dirasakan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) KJRI Melbourne 2017. Tidak ada kata selain, bahagia, bangga dan senang karena mereka telah menyelesaikan tugas dengan baik dan berkibar pula dengan bagusnya.

BUSET berkesempatan untuk menanyakan kesan mereka usai pengibaran bendera. Yuk, simak liputan di bawah ini!

usai pengibaran bendera. Yuk, simak liputan di bawah ini! C. Felicia. H (Paskibra KJRI Melbourne 2017)
usai pengibaran bendera. Yuk, simak liputan di bawah ini! C. Felicia. H (Paskibra KJRI Melbourne 2017)
usai pengibaran bendera. Yuk, simak liputan di bawah ini! C. Felicia. H (Paskibra KJRI Melbourne 2017)

C. Felicia. H (Paskibra KJRI Melbourne 2017)

di bawah ini! C. Felicia. H (Paskibra KJRI Melbourne 2017) Wijan Septio (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne

Wijan Septio (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne 2017)

Alhamdulillah semua pengibaran dan prosesi lainnya berjalan dengan lancar. Saya sangat bahagia akhirnya bisa menemukan keluarga yang baru di paskibra 2017 ini. Dan tentunya, perasaan yang tidak bisa tertorehkan lagi, selain rasa bangga dan bahagia telah diberikan kesempatan untuk mengibarkan bendera di Melbourne. Saya berharap, semoga kita bisa menjalin tali silaturahmi dengan baik dan satu pesan untuk paskibara tahun depan, goodluck!

semoga kita bisa menjalin tali silaturahmi dengan baik dan satu pesan untuk paskibara tahun depan, goodluck!

ingin

satu pesan untuk paskibara tahun depan, goodluck! ingin 32 32 Diana Fathimah (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne

32

32

pesan untuk paskibara tahun depan, goodluck! ingin 32 32 Diana Fathimah (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne 2017)
pesan untuk paskibara tahun depan, goodluck! ingin 32 32 Diana Fathimah (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne 2017)

Diana Fathimah (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne 2017)

Senang dan lega, akhirnya perjuangan kita dari bulan April terbayarkan. Dan alhamdulillah, cuacanya mendukung jadi membuat banyak orang yang hadir. Untuk tahun depan, semoga makin banyak yang bergabung, makin semangat dan makin kuat fisiknya!

Isma Fadhil (Pembawa Baki Paskibra KJRI Melbourne 2017)

Lega banget semuanya berjalan dengan lancar! Alhamdulillah disini saya menemukan keluarga baru, teman baru dan pengalaman baru. Dan surprisingly, paskibra itu tidak segampang yang kita kira. Mudah- mudahan kedepannya, paskibra Melbourne lebih bagus lagi, lebih sukses dan maju terus!

Melbourne lebih bagus lagi, lebih sukses dan maju terus! Lega dan senang sekali, saya bersyukur bisa
Melbourne lebih bagus lagi, lebih sukses dan maju terus! Lega dan senang sekali, saya bersyukur bisa

Lega dan senang sekali, saya bersyukur bisa terpilih menjadi bagian Paskibra 2017. Kebanggaan tersendiri bisa mengibarkan bendera di negara orang. Dan terlebih saya

mengucapkan terimakasih banyak untuk

pelatih yang berkenan menyisihkan waktunya untuk latihan sampai malam bahkan ketika hujan juga. Dan rasa capai selama 4 bulan terakhir ini, akhirnya terbayarkan semua. Sukses terus!

terakhir ini, akhirnya terbayarkan semua. Sukses terus! Caraka Putra (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne 2017) Yang
terakhir ini, akhirnya terbayarkan semua. Sukses terus! Caraka Putra (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne 2017) Yang
terakhir ini, akhirnya terbayarkan semua. Sukses terus! Caraka Putra (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne 2017) Yang

Caraka Putra (Pasukan Paskibra KJRI Melbourne 2017)

Yang saya temui di paskibra ini kata kuncinya adalah keluarga. Keluarga dengan pasukan sendiri, keluarga dengan senior, karena di kita tidak ada senioritas. Dan saya mau mengucapkan terimakasih kepada pihak KJRI karena diberikan kesempatan yang langka ini. Saya berharap, semoga lebih banyak lagi yang ikut dan bergabung di paskibra, karena ini nantinya adalah sesuatu yang bisa dibanggakan oleh kita sebagai warga negara Indonesia yang baik.

oleh kita sebagai warga negara Indonesia yang baik. Sekar Hanjani (Paskibra KJRI Melbourne 2017) Alhamdulillah

Sekar Hanjani (Paskibra KJRI Melbourne 2017)

Alhamdulillah selesai dan cuaca sangat

mendukung. Latihan yang dilaksanakan selama 4 bulan ini pun membuahkan hasil yang sangat lancar. Capai tentunya, tapi worth it semuanya! Semoga Paskibra kedepannya lebih bagus, makin megah, dan sukses selalu!

lancar. Capai tentunya, tapi worth it semuanya! Semoga Paskibra kedepannya lebih bagus, makin megah, dan sukses
Mohammad Hairun. S (Paskibra KJRI Melbourne 2017) I Gede Ginsha. P (Pembentang dan Komandan Pasukan
Mohammad Hairun. S
(Paskibra KJRI Melbourne 2017)
I Gede Ginsha. P
(Pembentang dan Komandan Pasukan
Paskibra KJRI Melbourne 2017)
Saya bangga bisa mewakilkan pasukan 2017 dan
berlaku sebagai komandan pula. Walaupun ada
perasaan tegang, khawatir, namun semua itu
akhirnya bisa selesai, dan it’s all worth it in the end.
Bagi saya, paskibra sangat berkesan karena bisa
mendapatkan teman baru dan pengalaman baru.
Semoga kedepannya paskibra Melbourne lebih
banyak lagi yang antusias, jadi lebih banyak pula
yang mau bergabung. Mudah-mudahan angkatan
tahun depan lebih semangat, dan semangat
nasionalismenya. Karena, walaupun kita diluar
negeri, jangan pernah lupakan negeri kita sendiri.
Banyak hal yang saya dapatkan di luar teknis
Paskibra sendiri. Seperti, saya belajar tentang
kekeluargaan, kekompakan, dan bagaimana
hubungan pertemanan itu tidak mengenal
agama, senioritas, apapun status sosialnya.
Setelah mengibarkan bendera, saya sangat
bangga, karena ini pengalaman pertama
untuk saya mengibarkan bendera Merah Putih
di Melbourne. Dan Alhamdulillah, bisa menjadi
kebanggaan tersendiri dan semoga untuk orang
lain pula. Semoga angkatan berikutnya bisa
menjadi lebih baik lagi dan bisa belajar dari
kesalahan angkatan yang terdahulu.
Farah Muthiah
(Pasukan Paskibra KJRI Melbourne 2017)
Alvin. B. Molik
(Pasukan Paskibra KJRI Melbourne
2017)
Lega banget setelah perjuangan 4 bulan latihan
ini, terasa kebersamaannya. Walaupun lelah, tapi
saya harus komitmen dan kembali mengingat
kembali niat yang dahulu, dimana saya ingin
berkontribusi dan mencari pengalaman untuk
mengibarkan bendera di negeri orang. Kemarin
memang sempat kesusahan bagi waktu, antara
latihan, PPIA, part time dan juga kuliah. Namun,
justru itu menjadi sebuah pelajaran yang berharga,
karena bisa belajar bagi waktu dengan baik.
Tentunya sangat bangga bisa terpilih menjadi
pasukan paskibra KJRI Melbourne tahun ini. 4 bulan
kami menjalankannya bersama-sama, dan kita udah
merasakan hasilnya. Selain rasa bangga, saya juga
sangat bersyukur bisa mendapatkan ilmu-ilmu berharga
setelah masuk paskib. Bukan cuman PBB, banyak hal,
salah satunya pembentukan diri yang belum tentu saya
dapatkan di luar sana. Dan justru ini bisa saya terapkan
dan bisa ke kehidupan sehari-hari. Dan kata keluarga,
I guess itu satu kata yang bisa mendeskripsikan
paskibra Melbourne. Dukungan dari mereka di awal
seleksi sampai hari H itu yang membuat kita, paskibra
17, bisa menjadi seperti ini. Buat yang ingin masuk
paskibra di tahun depan, jangan ragu-ragu ya. Saya
super nyesel butuh waktu 3 tahun buat saya untuk
memberanikan diri daftar paskibra. Sekalinya masuk,
saya mendapatkan lebih yang dari saya mau. Can’t
wait to see you guys next year!
Agatha Aurelia
(Pioneer Paskibra KJRI Melbourne 2017)
Puji Tuhan, perasaan saya saat ini sangat lega,
puas, senang, dan semoga audience-nya bisa
Kresno Budi Wicaksono
(Penggerek Bendera Paskibra
KJRI Melbourne 2017)
terhibur dengan penampilan kami barusan. Di
paskibra ini saya merasa semua itu serba lebih.
Bahagia lebih iya, capek iya, dan habis ini
karena akan kembali ke rutinitas masing-masing
pun, sedihnya juga berkelebihan. Tapi pastinya
kesan-kesan terakhir dengan tim Paskibra KJRI
Melbourne 2017 sangat memorable. Saya
berharap
kami bisa membanggakan Indonesia
Alhamdulillah semuanya sudah selesai dan
berjalan lancar. Hal yang bisa saya highlight dari
paskibra 2017 ini, adalah kebersamaan dengan
pasukan, dan usaha kita selama bulan April,
alhamdulillah terbayar. Pesan dan harapannya,
semoga Indonesia tetap maju, paskibra
Melbourne lebih bagus lagi, dan merdeka terus
Indonesia!
dengan cara ini. Harapannya, semoga kami, bisa
menjadi influence yang baik bagi para pemuda
ataupun pelajar yang sedang studi di Melbourne,
bahwa tidak ada kata lupa untuk Indonesia,
dimanapun dan kapanpun, tetaplah berbakti.
Alifia
Foto: Nys
33
33
www.buset-online.com
www.buset-online.com
South Yarra Office 25 Malcolm Street, South Yarra, VIC 3141 P 1300 884 168 Visit
South Yarra Office 25 Malcolm Street, South Yarra, VIC 3141 P 1300 884 168 Visit

South Yarra Office 25 Malcolm Street, South Yarra, VIC 3141 P 1300 884 168

Visit www.xynergy.com.au or email at info@xynergy.com.au

for sale
for sale

Modern City Living at Unbeatable Location

This spacious and light filled apartment features timber floors, concrete ceilings and well thought open plan living and dining floorplan

Modern kitchen design that is equipped with European appliances (oven and gas cooktop), an abundance of storage space and a pantry

The master bedroom is completed with a B.I.R, access to the large balcony and an ensuite that also serves as the central bathroom

Resident of this apartment will have access to Guild’s outstanding facilities such as indoor swimming pool, gym, steam room and a theatre space

205/ 152

Sturt St

Southbank

1 1 - Lisa Suryawan
1
1
-
Lisa Suryawan

0450 540 168

for sale
for sale

Live Within The Paris End of Melbourne

Light filled open-plan living and dining room

Kitchen is equipped with stainless steel appliances, caesarstone bench tops and integrated drawer dishwasher

Both rooms are carpeted and each feature a large B.I.R.

The master bedroom is connected to a beautiful, modern and private ensuite

Includes a central bathroom, separate laundry area, video intercom and central cooling/ heating

1606/ 27 Little Collins St

Melbourne 2 2 - Joshua Nicotera
Melbourne
2
2
-
Joshua Nicotera

0430 228 168

for sale
for sale

Offering Captivating Views of Melbourne from Your Bed!

Located on the 12th floor of the iconic Vogue building, South Yarra

The apartment features 1 bedroom with built-in-

robes, 1 bathroom, and a sun-filled living room with magnificent South facing Melbourne CBD view

Stainless steel kitchen appliances with oven, dish washer, pantry and plenty of storage space

Residents to this apartment will have exclusive access to the buildings five stars facilities such as: heated indoor swimming pool, spa and sauna, gym, tennis court and a BBQ area

1216/ 35 Malcolm St

South Yarra

tennis court and a BBQ area 1216/ 35 Malcolm St South Yarra 1 1 - Lisa

1

court and a BBQ area 1216/ 35 Malcolm St South Yarra 1 1 - Lisa Suryawan

1

court and a BBQ area 1216/ 35 Malcolm St South Yarra 1 1 - Lisa Suryawan

-

Lisa Suryawan

0450 540 168

Joshua Nicotera

0430 228 168

for sale
for sale

2 Bedroom 2 Bathroom Delight in the Heart of Melbourne CBD!

Beautiful 2 bedroom apartment with chic and contemporary design

Bright open plan kitchen and living area

Stylish kitchen is equipped with modern stainless steel

appliances, a glass splashback and plenty of storage

Both bedrooms have window access, carpeted, completed with B.I.R. and an ensuite in the main

bedroom

1709/ 120 A’beckett St

Melbourne

B.I.R. and an ensuite in the main bedroom 1709/ 120 A’beckett St Melbourne 2 2 1

2

B.I.R. and an ensuite in the main bedroom 1709/ 120 A’beckett St Melbourne 2 2 1

2

B.I.R. and an ensuite in the main bedroom 1709/ 120 A’beckett St Melbourne 2 2 1

1

Lisa Suryawan

0450 540 168

Sell with

Vera Rosliana 0430 108 168 Ivan Tandyo 0403 264 987 Bruce Oliver 0431 510 896

Vera Rosliana 0430 108 168

Ivan Tandyo 0403 264 987

Bruce Oliver 0431 510 896

Alain Warisadi 0433 003 403

Junius Tjetje 0433 212 176

Lisa Suryawan 0450 540 168

Visit www.xynergy.com.au or email at info@xynergy.com.au

Our sales results over the past few months indicate the market place is robust as ever. We have sold many properties and more are needed!

If you have been thinking of selling, this Spring will be the perfect time to nally enter the market. Coupled with the First Home Owner Grant, endless opportunity awaits. Xynergy Realty is always ready to assist you with all your real estate needs. Call now to receive a complimentary market appraisal and property consultation.

See below testimonials from some of our happy clients!

“ Joshua knew exactly the type and location of apartment that I required and worked as an excellent intermediary between myself and the Vendor. Both parties, I feel, benetted from his expertise. I would highly recommend Joshua as a person of integrity, capability and work ethic.” - Dr. Steven M.

“Lisa provided excellent communication between myself, the vendor and my conveyancer and was always prompt in passing on information. I highly recommend anyone searching for a home to employ the services of Lisa and the Xynergy team.” - Joanne L.

“Lisa was able to sell my property within a few weeks of our initial conversation and I was very impressed throughout the campaign.”

Xynergy this Spring!

- Tim D.

few weeks of our initial conversation and I was very impressed throughout the campaign.” Xynergy this

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

36 36

13-147 SEPTEMBER 2017 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017 36 36 buset ngeliput Drama Batavia Sukses Mengobati

buset ngeliput

2017 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017 36 36 buset ngeliput Drama Batavia Sukses Mengobati Rindu Ratusan
2017 BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017 36 36 buset ngeliput Drama Batavia Sukses Mengobati Rindu Ratusan

Drama Batavia

13-147 SEPTEMBER 2017 36 36 buset ngeliput Drama Batavia Sukses Mengobati Rindu Ratusan Penonton Vanessa Tunggal

Sukses Mengobati Rindu Ratusan Penonton

Vanessa Tunggal | MUSIC DIRECTOR Being the Music Director of TEMU LAWAK is actually a
Vanessa Tunggal | MUSIC DIRECTOR
Being the Music Director of TEMU LAWAK is actually a very rewarding role! Aku jadi
berkesempatan untuk kerja bareng production team, casts, dancers, musicians and
opening act performers. I had so much fun working with them.
Kevin J. Sutji | PROJECT MANAGER Karena ini pertama kali saya jadi Project Manager sebuah
Kevin J. Sutji | PROJECT MANAGER
Karena ini pertama kali saya jadi Project Manager sebuah event, jujur banyak
hal baru yang harus saya pelajari untuk acara ini. Tapi saya bersyukur saya
dan semua komite bisa belajar bersama-sama, dari yang awalnya belum tahu
apa-apa sampai akhirnya dapat mempersembahkan acara Temu Lawak 2017
ini. Saya harap masyarakat Indonesia di Victoria juga menangkap dan mengerti
pesan yang kami coba sampaikan, dan on top of that merasa terhibur.
Arnesia Ranggi | CHOREOGRAPHER TEMU LAWAK 2017 was a completely different experience from TEMU LAWAK
Arnesia Ranggi | CHOREOGRAPHER
TEMU LAWAK 2017 was a completely different experience from TEMU LAWAK
2016. Aku berharap banget TEMU LAWAK akan terus ada dan bisa menjadi
drama musikal yang ditunggu-tunggu oleh Melbourne!

A thaneum Theater tampak dipenuhi oleh

lebih 850 masyarakat Indonesia yang ingin

menyaksikan drama musikal ‘Oh! Batavia’,

19 Agustus silam. Tahun ini, PPIA Victoria

kembali mengadakan perayaan kemerdekaan Indonesia dengan mengorganisir sebuah drama musikal hasil karya para pelajar Indonesia di Victoria.

Acara yang dikenal dengan nama TEMU LAWAK (Teater Muda Langkah Awal Kemerdekaan) ini memang masih memberikan pesan nasionalis terhadap para penontonnya, namun ada beberapa perubahan yang dilakukan. Project Manager TEMU LAWAK 2017 Kevin J. Sutji menjelaskan jika tahun ini pihaknya lebih fokus pada drama musikal dengan durasi yang lebih panjang dan diiringi live band. “Tapi semua masih diciptakan oleh pelajar Indonesia di Victoria,” ungkap Kevin.

Kevin lanjut mengatakan bahwa keputusan mengangkat tema ‘Oh! Batavia’ dilatarbelakangi niat untuk mengingatkan masyarakat Indonesia agar selalu mensyukuri kemerdekaan bangsa dengan bersikap nasionalis yang disertai toleransi terhadap berbagai asal usul dan tradisi.

Berlatar belakang tahun 1930-an, drama musikal ‘Oh! Batavia’ mengisahkan seorang gadis bernama

asal usul dan tradisi. Berlatar belakang tahun 1930-an, drama musikal ‘Oh! Batavia’ mengisahkan seorang gadis bernama

www.buset-online.com

www.buset-online.com

www.buset-online.com www.buset-online.com Terang (Hanna Melissa) yang merupakan anak pemilik Kafe Harapan. Ditinggal oleh
www.buset-online.com www.buset-online.com Terang (Hanna Melissa) yang merupakan anak pemilik Kafe Harapan. Ditinggal oleh
www.buset-online.com www.buset-online.com Terang (Hanna Melissa) yang merupakan anak pemilik Kafe Harapan. Ditinggal oleh
www.buset-online.com www.buset-online.com Terang (Hanna Melissa) yang merupakan anak pemilik Kafe Harapan. Ditinggal oleh
www.buset-online.com www.buset-online.com Terang (Hanna Melissa) yang merupakan anak pemilik Kafe Harapan. Ditinggal oleh
www.buset-online.com www.buset-online.com Terang (Hanna Melissa) yang merupakan anak pemilik Kafe Harapan. Ditinggal oleh

Terang (Hanna Melissa) yang merupakan anak pemilik Kafe Harapan. Ditinggal oleh sang kekasih, Putra (Bara Ardianto), teman-teman Terang pun mencoba menghiburnya dengan menjodoh-jodohkannya dengan seorang penterjemah Jepang yang dipanggil Kuping Kiri (Axel Prasetio). Tak pelak, pertemanannya dengan Kuping Kiri mengundang reaksi negatif dari seorang nasionalis, Adit (Stephanus Budiman).

negatif dari seorang nasionalis, Adit (Stephanus Budiman). Setelah orasi berapi-api dari Adit, Kafe Harapan mulai sepi
negatif dari seorang nasionalis, Adit (Stephanus Budiman). Setelah orasi berapi-api dari Adit, Kafe Harapan mulai sepi

Setelah orasi berapi-api dari Adit, Kafe Harapan mulai sepi pengunjung hingga akhirnya berada di ambang kebangkrutan. Berbagai upaya dari Terang untuk membangkitkan kafe gagal, akhirnya dengan berat hati Terang pun mengadakan pesta perpisahan untuk mengakhiri Kafe Harapan, dan tak berselang lama keluarga Terang menggantinya dengan nama Warung Harapan.

Di sela alur cerita yang serius tapi lucu, tersirat makna untuk mengajarkan arti perjuangan yang pantang menyerah serta pentingnya rasa saling menghormati dalam bermasyarakat. Keseluruhan drama musikal

ber-genre komedi ini juga berhasil gelak tawa para penontonnya.

Tahun sebelumnya, TEMU LAWAK berhasil menuai reaksi positif, sehingga ini lalu membuahkan ekspektasi lebih pada TEMU LAWAK 2017. Terbukti dari penjualan tiket yang tak tersisa bahkan sejak 1 minggu sebelum hari H. Hal ini dikonfirmasi oleh Koreografer TEMU LAWAK 2016 & 2017 Arnesia Ranggi. “Main challenge TEMU LAWAK 2017 ini untuk memenuhi ekspektasi para penonton, karena TEMU LAWAK tahun ini memiliki arah yang berbeda dengan TEMU LAWAK tahun lalu,” ujar Arnesia. Wanita yang pandai berdansa ini lalu

APA KATA PENONTON

Wanita yang pandai berdansa ini lalu APA KATA PENONTON Imanuel Sianipar Kagum banget, karena tadinya gak

Imanuel Sianipar

Kagum banget, karena tadinya gak expect sebagus itu mengingat yang main dan krunya kan semuanya pelajar, bukan artis dan kru profesional. Tapi ternyata penampilannya exceed expectations

banget sih. Musiknya, tariannya, dekorasinya, ceritanya, semuanya bagus dan menghibur banget.

Jennifer Caroline

semuanya bagus dan menghibur banget. Jennifer Caroline Temu Lawak 2017 sudah sukses membuka pandangan gua ,

Temu Lawak 2017 sudah sukses membuka pandangan gua, membantu gua merayakan kemerdekaan Indonesia dan membantu melepas rindu sedikit terhadap Tanah Air dengan lelucon dan aksen daerah yang beragam dan ngangenin. Gua seneng dan turut bangga sama semua committee, cast dan crew Temu Lawak 2017 karena acaranya berhasil berjalan lancar despite semuanya yang sibuk dengan kuliah dan kerja masing- masing. Semoga PPIA bisa terus membuat acara berbau nasionalisme agar kita selalu ingat dari mana kita berasal dan akan pulang. Merdeka!

ingat dari mana kita berasal dan akan pulang. Merdeka! Daniel Hamdani It was entertaining and well-prepared

Daniel Hamdani

It was entertaining and well-prepared. Menurut saya, TEMU LAWAK yang tahun ini lebih bagus dari tahun lalu, karena skit tahun lalu agak terlalu pendek, padahal itu adalah alasan utama kita untuk nonton. Tapi yang tahun ini juga lebih terpancar emosinya karena ada live musicnya juga. Mungkin masih banyak yang bisa dipelajari lagi dari bagian crowd control, untuk storynya juga mungkin bisa diperdalam lagi. Saya mengharapkan yang tahun depan bisa lebih bagus lagi.

mengaku jika motivasinya untuk terus bergabung dalam tim produksi TEMU LAWAK ialah karena dirinya ingin berkontribusi kembali untuk acara yang sudah memberikan banyak pelajaran dalam hidupnya.

Senada dengan Arnesia, Music Director Vanessa Tunggal merasa sangat senang dan bangga akan kesempatan untuk bertanggungjawab atas lagu- lagu yang dimainkan. “I’ve got a feeling that TEMU LAWAK is gonna be one of the highlights of my production life,” ungkap Vanessa jujur.

Penasaran dengan kemeriahan yang disuguhkan oleh TEMU LAWAK? Yuk, kita tunggu TEMU LAWAK 2018 yang telah dijanjikan oleh PPIA Victoria.

JLie

disuguhkan oleh TEMU LAWAK ? Yuk, kita tunggu TEMU LAWAK 2018 yang telah dijanjikan oleh PPIA
disuguhkan oleh TEMU LAWAK ? Yuk, kita tunggu TEMU LAWAK 2018 yang telah dijanjikan oleh PPIA
info buset
info buset
info buset Charis Christo dengan jaket dan kaos hasil thrift shopping nya G aya hidup anak
info buset Charis Christo dengan jaket dan kaos hasil thrift shopping nya G aya hidup anak

Charis Christo dengan jaket dan kaos hasil thrift shoppingnya

Christo dengan jaket dan kaos hasil thrift shopping nya G aya hidup anak muda pasti tidak

G aya hidup anak muda pasti tidak lepas dari gaya berpakaian yang mengikuti trend fashion. Seiring dengan perkembangan zaman, trend fashion pun berubah-ubah, dari mulai model, warna, hingga bentuknya. Sekarang ini, gaya berpakaian tahun 70-an hingga 2000-an kembali muncul

menjadi trend, dari mulai celana jeans flare yang mengembang di bawah, hingga rok jeans yang dipopulerkan pada tahun 1970-an.

Sebuah brand fashion di Los Angeles, UNIF, merupakan salah satu brand yang kembali menerapkan model-model pakaian jadul (zaman dulu). Dilansir dari fashionbi. com, UNIF adalah brand fashion karya seorang desainer dan mantan DJ bernama

THRIFT SHOPPING DI AUSTRALIA Buat kalian yang berdomisili di Melbourne, Camberwell Market memiliki banyak keunikan
THRIFT SHOPPING
DI AUSTRALIA
Buat kalian yang berdomisili di Melbourne, Camberwell Market
memiliki banyak keunikan yang pantang dilewatkan. Pasar yang
hanya ada setiap Minggu pagi hingga pukul 1 siang ini banyak
menjual perkakas antik dan baju vintage yang berkualitas dan
sudah sulit ditemukan. Camberwell Market berlokasi di pelataran
parkir depan Target / Woolworths di Camberwell Junction.
Di
Australia, banyak opshop yang menjual barang bekas yang
sangat layak pakai karena kebanyakan opshop memiliki misi
untuk berdonasi membantu komunitas masing-masing. Selain
bisa membeli, opshop pada umumnya juga dapat menerima
sumbangan barang bila kita tidak lagi membutuhkannya.
Beberapa opshop yang sudah lama berdiri dan memiliki
beberapa gerai di seluruh penjuru kota, antara lain Vinnies,
Savers, dan Brotherhood of St Laurence. Untuk mencari tahu
dimana saja opshop ini berada, silakan kunjungi situs masing-
masing organisasi.
BELANJA PINTAR
DI JAKARTA
Di
Jakarta ada beberapa tempat yang bisa kita kunjungi untuk
thrift shopping. Pasar Baroe adalah salah satunya. Selain populer
dengan banyaknya toko kain dan toko sepatu, di gedung
berlantai empat di belakang Pasar Baroe ternyata juga dijual
barang-barang bekas dari mulai celana, baju, jaket kulit, hingga
jaket musim dingin.
Selain itu di Pasar Senen kita juga bisa mendapatkan barang-
barang bekas yang kualitasnya hampir sama dengan apa yang
kita dapatkan di Pasar Baroe, dan harganya bisa jauh lebih
murah! Untuk yang suka memilih dan mencari barang-barang
bekas yang unik, Pasar Senen bisa menjadi destinasi kalian jika
berada di Ibu Kota nanti!
38
38
BUSET BUSET VOL. VOL. 13-147 13-147 SEPTEMBER SEPTEMBER 2017 2017

Eric Espinoza. Beberapa barang yang dijual UNIF merupakan barang-barang yang modelnya pernah berjaya dan disukai, seperti jeans dengan bagian bawah yang melebar, sepatu dengan sol tebal, dan juga rok dengan motif tartan atau kotak-kotak.

Selain UNIF, beberapa brand fashion ternama lain juga menjual barang-barang dengan model jadul, hal ini tentu saja memperlihatkan bahwa mode fashion zaman dulu kembali nge-trend dan akhirnya kembali digandrungi anak-anak muda. Sayangnya, sekarang barang-barang dengan merek dijual dengan harga yang sangat mahal, dan terkadang tidak pas dengan kantong anak muda, apalagi yang masih duduk di bangku sekolah. Pada akhirnya, membeli barang bekas atau thrift shopping atau di Australia dikenal juga dengan sebutan opportunity shop (opshop) menjadi salah satu jalan lain bagi beberapa anak muda untuk tetap mengikuti trend fashion.

Thrift shopping atau belanja barang bekas sedang menjadi budaya baru bagi anak- anak muda yang suka fashion di Tanah Air, salah satu contohnya adalah seorang mahasiswa Desain Komunikasi Visual, Charis Christo. “Sekarang, baju-baju yang bagus dan keren itu bisa dibilang mahal, dan kalau di supplier di Indonesia itu yang original susah nyarinya, pasti harus beli yang harga resell. Makanya aku beli baju-baju bekas, contohnya dari aplikasi Carousell, harganya pasti lebih murah karena barang-barangnya sudah pernah terpakai, tapi kalau kondisinya masih bagus aku masih tertarik untuk beli,” jelas Charis.

Selain karena harganya yang jauh lebih murah, alasan lain Charis thrift shopping adalah juga karena barang-barang bekas yang biasa ditemukannya pasti adalah barang-barang yang unik, seperti jaket dan baju yang terlihat beda.

Valerie Dante, seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi yang juga menyukai thrift shopping pun menjelaskan bahwa barang-barang bekas yang jadul dan vintage memang sedang digemari banyak anak muda. “Ada perubahan persepsi bahwa thrift shops itu keren, dan kalau lo nge-thrift itu keren. Barang-barang bekas yang dijual seperti di Pasar Senen, Pasar Kebayoran, dan lain sebagainya juga memang jadul dan hal-hal vintage ini lagi digemari banyak anak muda,” jelas wanita yang lebih akrab dipanggil Dante ini. “Aku juga kurang tahu kenapa thrift shopping jadi nge-trend. It’s just fashion these days, that’s the trend. Sama hal nya seperti waktu sepatu New Balance pernah nge- trend dan baju berlambang Trasher dipakai semua orang, thrift shop fashion is now the new trend,” tambahnya.

Kalau Charis membicarakan harga dan kualitas barang, dan Dante menjelaskan bagaimana hal-hal vintage sedang disukai anak-anak muda, seorang mahasiswa Jurnalistik, Roberdy Giobriandi memiliki alasan lain untuk membeli barang-barang bekas, “Barang bekas itu ada sejarahnya. Misalnya, ada jaket bekas perang dunia ke-dua, itu keren banget, siapa lagi yang bisa punya? Unik, lho, barang bekas sisaan gitu,” jelas laki-laki yang hobi fotografi tersebut.

Adbm

siapa lagi yang bisa punya? Unik, lho, barang bekas sisaan gitu,” jelas laki-laki yang hobi fotografi
siapa lagi yang bisa punya? Unik, lho, barang bekas sisaan gitu,” jelas laki-laki yang hobi fotografi

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

buset ngeliput
buset ngeliput
BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017 buset ngeliput Presiden ke Festival Musik Apa Kata Mereka? D i
BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017 buset ngeliput Presiden ke Festival Musik Apa Kata Mereka? D i

Presiden ke Festival Musik Apa Kata Mereka?

D i tengah-tengah kesibukannya memimpin Negara Indonesia, Presiden Joko Widodo menyempatkan dirinya untuk mendatangi sebuah festival musik, We The Fest, yang diadakan di JIExpo Kemayoran, Jumat (11/8).

We The Fest (WTF) sendiri adalah sebuah festival musik tahunan Indonesia yang pertama kali diadakan pada tahun 2014. Setelah kesuksesannya mengadakan acara tahunan dari tahun 2014 hingga 2016, pada tahun 2017 acara yang dipromotori oleh ISMAYA LIVE ini kembali diadakan.

Pada hari pertama WTF 2017, kejutan datang dari Presiden Joko Widodo yang menghadiri WTF didampingi oleh Pemimpin Redaksi Rolling Stone Indonesia, Adib Hidayat. Dilansir dari rollingstone.co.id. Bapak Jokowi kebetulan baru saja menghadiri acara Silaturahmi Nasional II Relawan Pendukung Jokowi 2017 yang juga berlokasi di JIExpo, lalu langsung menuju tempat acara WTF berlangsung. “Christian – bos ISMAYA LIVE – kaget! Siapa mengira Presiden Joko Widodo hadir langsung ingin menyaksikan festival musik We The Fest, berbaur dengan para penonton. Namun tim Ismaya dengan cekatan langsung mempersiapkan semuanya,” cerita Adib Hidayat dalam artikelnya di Rolling Stones Indonesia.

Setelah mengganti kemeja Batik dengan kaos merchandise WTF dengan tulisan We The Fest dengan warna abu-abu dan hitam, Bapak Jokowi pun mengunjungi This Stage Is Banana, yang waktu itu sedang dimeriahkan oleh penyanyi asal Inggris, Shura.

Salah satu penonton WTF, Hesekiel Riansa, seorang mahasiswa jurnalistik, mengaku kaget melihat kedatangan bapak Presiden Jokowi. “Kaget! Sampai ketua acara We The Fest sendiri juga terkejut, karena sebenarnya mereka nggak ada yang tahu, tiba-tiba sudah datang saja. Pertama yang datang itu staff-nya, untuk beli baju merchandise We The Fest, ternyata malah baju yang dibeli itu dipakai sama Pak Jokowi,” cerita laki- laki yang akrab dipanggil Kiel ini.

Seruan seperti “Jokowi, we love you!”, hingga “Pak Jokowi keren banget!” berkali-kali terdengar pada saat para penonton WTF melihat Presiden Jokowi berdiri dan berada di dekat kerumunan penonton.

Bapak Presiden yang memimpin Indonesia sejak tahun 2014 ini memang sebelumnya sudah sering berkunjung ke konser-konser musik, seperti konser musik Guns N’ Roses dan Metallica yang beberapa waktu lalu diadakan di Jakarta. Sudah dari lama dapat disimpulkan

lalu diadakan di Jakarta. Sudah dari lama dapat disimpulkan bahwa Presiden yang juga adalah bapak dari

bahwa Presiden yang juga adalah bapak dari salah satu YouTuber Indonesia, Kaesang, ini memiliki apresiasi tinggi terhadap dunia musik.

Selain Hesekiel, seorang mahasiswi desain, Laurensia Vina yang waktu itu juga mengunjungi WTF pun juga mengaku kaget saat melihat pak Jokowi lewat layar ketika sedang menonton pelantun lagu Boom Clap, Charli XCX. “Kaget awalnya, waktu Charli XCX tampil tiba-tiba bapak Jokowi ada gambarnya di layar, jadi teriak ‘wooo Jokowi’,” cerita Vina sambil tertawa, “Pak Jokowi nonton sampai Kodaline,” tambahnya.

Vina pun berharap kedatangan bapak Presiden Jokowi dapat membuka pandangan terhadap budaya anak- anak muda yang ekspresif dan kreatif, serta mendukung industri kreatif yang sangat berkembang di jaman sekarang ini. Pendapat yang sama pun dilontarkan oleh Hesekiel, “(harapanku) mungkin kedepannya lebih diapresiasi lagi anak-anak muda, terutama anak-anak muda sekarang di Indonesia itu kreatif-kreatif banget, mereka bisa membuat acara besar dan mengundang artis-artis luarbiasa, ini menjadi sebuah kebanggaan buat kita. Buat acara seperti ini kan nggak mudah,” jelasnya.

Menurut tulisan Adib Hidayat dalam Rolling Stone Indonesia, Pak Jokowi datang ke We The Fest untuk mengapresiasi bentuk ekonomi kreatif yang terus

berkembang di tengah-tengah anak-anak muda di Indonesia, dan juga mengapresiasi We The Fest yang menjadi tempat bertemunya musisi Indonesia dan luar negeri.

“Ekonomi kreatif makin tumbuh berkembang di Indonesia. Sektor musik salah satunya banyak melahirkan musik dari musisi berbagai daerah di Indonesia dengan musik-musik yang tidak kalah dengan musik-musik dari luar negeri. Festival We The Fest, salah satu festival utama saat ini tempat muara bertemunya musisi Indonesia dan luar negeri. Musisi yang sedang menjadi idola generasi millenials. Interaksi ini bagus. Saling belajar. Untuk jadi bahan perbandingan yang akhirnya musik dari musisi Indonesia juga dinikmati musisi dan penonton dari luar negeri. Kita bisa lihat band Indonesia seperti The Sigit, Stars & Rabbit, The Hydrants, Scaller, Elephant Kind, Rendy Pandugo, Lightcraft, Goodnight Electric, Danilla, Jason Ranti, Mocca, Barasuara dengan musikalitas yang luar biasa. Saya harap musik, film, fashion, dan sektor-sektor kreatif lain dari anak bangsa Indonesia ini mendunia. Membuat harum nama bangsa. Memperkaya dunia kreatif internasional dengan kekayakan seni yang kita miliki,” ujar Presiden RI Joko Widodo (dilansir dari rollingstone.co.id).

Adbm

40

dengan kekayakan seni yang kita miliki,” ujar Presiden RI Joko Widodo (dilansir dari rollingstone.co.id ). Adbm

info buset

FAKTA

TUBUH MANUSIA

Mana yang lebih dulu, bangun dari tidur atau membuka mata?

Setiap manusia membutuhkan waktu untuk tidur. Dan meskipun dipaksakan untuk terus terjaga, seseorang pasti tetap akan tertidur. Ternyata, tidur merupakan proses yang kompleks, dimana diketahui ada lima tahapan tidur. Ketika kita terbangung secara tiba-tiba dan membuka mata, ini kebanyakan merupakan proses alami dari tidur REM (Rapid Eye Movement) dan pada fase ini, kemungkinan besar kita akan dapat mengingat dan menceritakan kembali mimpi kita, jika ada. Namun kalau kita dibangunkan, misalnya oleh alarm, maka biasanya kita akan terbangun terlebih dahulu dan membuka mata kemudian.

Apakah bola mata akan berkembang seperti bagian tubuh lainnya? Perkembangan bola mata terhitung sangat kecil,
Apakah bola mata akan berkembang
seperti bagian tubuh lainnya?
Perkembangan bola mata terhitung sangat kecil, atau bahkan tidak
terlihat berkembang secara kasat mata. Itulah mengapa semua bayi
terlihat sangat menggemaskan dengan proporsi bola mata mereka yang
besar dibanding anggota wajah lainnya.
Fakta-fakta pendek
Satu-satunya bagian tubuh yang
Jantung wanita berdetak
tidak memerlukan asupan darah
lebih cepat ketimbang pria.
Manusia pada umumnya tidak bisa
mengingat 90% mimpinya.
adalah kornea mata.
Manusia adalah satu-satunya
Sekitar dua pertiga manusia
makhluk hidup yang dapat tidur
Jaringan otak manusia bergerak
dengan kecepatan 274km per jam.
menjatuhkan kepala mereka ke
terlentang.
kanan saat berciuman.
Nama ilmiah pusar adalah
Berat bakteri dalam tubuh
umbilicus.
Bibir manusia jauh lebih sensitif
dibanding ujung jari tangan.
seorang manusia mencapai 2kg.
Mata wanita berkedip dua kali
lebih jarang daripada pria.
Orang yang bermata biru lebih
sensitif terhadap rasa sakit.
Rata-rata manusia membutuhkan
tujuh menit untuk tertidur.
Hanya sekitar tujuh persen
populasi dunia yang kidal.
Dari semua orang yang mampu
menggerakkan telinga, hanya
sepertiga yang bisa menggerakkan
hanya satu telinga.
Paru-paru kanan seseorang
dapat menampung udara lebih
banyak daripada yang kiri.
Sel tubuh yang paling kecil
Manusia membakar kalori lebih
adalah sel sperma.
Mata manusia dapat mengenal 100
juta jenis warna.
banyak saat tidur daripada
ketika menonton televisi.
Ada 17 otot yang digunakan untuk
tersenyum, sedangkan untuk
Secara statistik, hanya ada satu
dari dua miliar orang yang dapat
mencapai usia 116 tahun.
Kita rata-rata lebih tinggi
8 milimeter pada pagi hari
mengerutkan dahi diperlukan 43 otot.
ketimbang malam hari.
Tulang manusia pada umumnya
Otot yang paling kuat
memiliki kekuatan 5 kali dari besi.
adalah
lidah.
41
41
www.buset-online.com
www.buset-online.com

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

BUSET VOL. 13-147 SEPTEMBER 2017

info buset

Sejarah dan Isyarat