You are on page 1of 4

1.

Proses Diferensiasi Magma
· Magma merupakan lelehan material (seperti pasta) yang sangat panas terbentuk di
bawah kerak bumi atau bagian atas selubung pada kedalaman sekitar 200 km. Terdiri dari
campuran silikat yang kompleks, air dan material lain berbentuk gas-gas dalam larutan.
· Magma lelehan batuan, bercampur dengan butiran-butiran (suatu) mineral dan gas-
gas terlarut yang terjadi ketika suhu naik cukup tinggi untuk dapat meleleh dalam kerak
atau selubung.
· Ada tiga tipe magma yang paling umum yaitu :
a. Magma basaltik mengandung 50 % SiO2 (batuan beku berupa basalt)
b. Magma andesitik mengandung 60 % SiO2(batuan beku berupa andesit)
c. Magma riolitik mengandung 70 % SiO2(batuan beku berupa riolit)
 Diferensiasi magma adalah proses pemisahan magma karena
pendinginan/penurunan temperatur dan membentuk satu atau lebih jenis batuan
beku.
 Jenis-jenis batuan beku yang terbentuk, masing-masing dicirikan oleh komposisi
mineral yang berbeda sesuai dengan komposisi magma dan temperatur
pembekuaannya.
Karena proses diferensiasi magma ini, komposisi mineral yang terjadi terdiri dari
berbagai macam mineral logam dan non logam. Komposisi asal dari larutan magma serta
kondisi-kondisi tertentu yang mempengaruhi proses pendinginan magma dapat
menghasilkan jebakan endapan mineral yang bersifat ekonomis

• Proses pembentukan jebakan mineral karena diferensiasi magma ini sebagai
berikut :
a. Pada temperatur tinggi (lebih dari 6000C), stadium likwido magma mulai
membentuk mineral-mineral, baik logam maupun non logam yang terjadi
pertama kalinya. Mineral yang terbentuk dicirikan terjadinya pemisahan unsur-
unsur kurang volatil berupa mineral-mineral silikat. Dengan penurunan
temperatur yang menerus, maka kecepatan pembentukan mineral berikutnya
dicirikan oleh unsur-unsur yang lebih volatil dengan keadaan tekanan yang
membesar. Asosiasi mineral yang terbentuk sesuai dengan temperatur
pendinginan pada saat itu (± 1000 0C – 600 0C). Jebakan mineral yang terbentuk
stadium ini disebut jebakan magmatis.
b. Stadium pegmatitis-pnematolitis (± 600 0C – 450 0C) berupa larutan magma sisa.
Pada stadium ini terjadi pemisahan yang luar biasa dari pada unsur volatil dengan
keadaan tekanan yang cukup besar. Larutan magma sisa ini sebagian menerobos
batuan yang telah ada melalui rekahan membentuk jebakan pegmatitis.
c. Setelah temperatur mulai menurun (± 550 0C – 450 0C) akumulasi gas mulai
membentuk mineral. Pada penurunan temperatur selanjutnya sampai 450 0C,
volume unsur volatilnya makin menurun karena membentuk endapan
mineral jebakan pneumatolitis dan tinggallah larutan sisa magma yang makin
encer.
d. Stadium akhir terjadi pada kondisi temperatur mencapai (±450 0C - 350 0C)
dimana keadaan larutan sisa magmanya sangat encer dan berada pada stadium
hidrotermal. Pada stadium ini tekanan gas menurun cepat dan setelah temperatur
mencapai temperatur kritik air (± 372 0C), mulailah terbentuk jebakan
hidrotermal. Proses pembentukan mineral berlangsung terus sampai mencapai
tahap akhir pembekuan semua larutan sisa magma (±100 0C - 50 0C)

platinum. kristal-kristal ringan yang mengandung sodium dan potasium cenderung untuk memperkaya magma yang terletak pada bagian atas reservoar dengan unsur-unsur sodium dan potasium. Pada saat magma naik kepermukaan bumi. Skematik proses differensiasi magma 1. thorium.SiO 2) timah. zirconium. sulfur (S) dan klorin (Cl). Walaupun demikian. Proses ini mungkin menghasilkan kristal badan bijih dalam bentuk perlapisan. magma yang mengandung unsur-unsur volatile seperti air (H 2O). Gravitational Settling. Be. magnesium dan besi. seperti buih pada air soda. Diffusion. Rb. Gelombang (buih) cenderung naik dan membawa serta unsur-unsur yang lebih volatile seperti sodium dan potasium. Penting pada pembentukan beberapa type endapan (stockwork. Titanium dan Iron dapat terbentuk dalam range komposisi magma yang lebar. Lapisan paling bawah diperkaya dengan mineral-mineral yang lebih berat seperti mineral-mineral silikat dan lapisan diatasnya diperkaya dengan mineral- mineral silikat yang lebih ringan . secara gradual meningkatkan konsentrasi volatile pada larutan-larutan sisa magma. karbon dioksida (CO2).Hydrothermal Processes Hot aqueous solutions (hydrothermal solutions) larutan 3 fase (liquid + gas + solid). HF. Pada magma silicic (kaya akan silica . Konsentrasi unsur pada proses differensiasi magma Pada magma mafic (ferromagnesian rock forming silicates . sulfur dioksida (SO2). nickel. Hydrothermal Processes Larutan berasal dari larutan sisa magma dengan temperatur yang lebih rendah sebagai sisa dari kristalisasi pada fase pegmatit mengandung base metals dan elemen-elemen lain yang tidak ikut ter-kristal-kan pada pendinginan magma (W. Li. Vesiculation. B dan P). unsur-unsur ini membentuk gelombang gas. Larutan sisa magma ini diasumsikan ter-injeksi-kan sepanjang fractures atau media (channel) lain ke tempat yang lebih dingin di dekat permukaan dimana tipe-tipe endapan hidrothermal terdapat. 2. Larutan hydrothermal ini dipercaya sebagai salah satu fluida pembawa bijih utama yang kemudian terendapkan dalam beberapa fase dan tipe endapan. SO2 dan H2. Proses diffusi tidak seselektif proses-proses mekanisme differensiasi magma yang lain. pada proses ini terjadi pertukaran material dari magma dengan material dari batuan yang mengelilingi reservoir magma. HCl. dll).SiO 4) chromium. U. dengan proses yang sangat lambat. mineral-mineral berat yang mengandung kalsium. volcanic-exhalative. Mo. dll. cenderung memperkaya resevoir magma yang terletak disebelah bawah reservoir dengan unsur-unsur tersebut. CO2. Cs. jika magma diaduk oleh suatu pencaran (convection) dan disirkulasi dekat dinding dimana magma dapat kehilangan beberapa unsurnya dan mendapatkan unsur yang lain dari dinding reservoar Flotation. Kandungan volatile : H2S. dll. Range pembentukan endapan berada diperkirakan pada temperatur 50 – 650 0C (sinter – porfiri/mesothermal). Proses-proses kristalisasi seperti differentiation and crystal settling. vein. White (1955) menyatakan bahwa sistim geothermal kemungkinan merupakan pembentuk utama endapan-endapan epigenetik dibuktikan lebih lanjut oleh peneliti lain endapan umumnya berhubungan dengan (terdapat pada) ancient geothermal system. proses diffusi dapat menjadi sama efektifnya.

• Magma tersebut mengalami pendinginan dan membentuk mineral-mineral silikat dan mineral bijih. Jika batuan dinding kaya akan sodium. 1. Endapan Magmatis · Proses pembentukan endapan magmatis sebagian besar berasal dari magma primer yang bersifat basa. Karena kondisi dan keadaan tertentu. terjadi Crystal Settling dan menghasilkan lapisan. maka mineral- mineral yang terbentuk bisa terkonsentrasi (segregation) pada tempat- tempat tertentu. berupa sisa dari pada magma yang telah mengkristal pada early magmatic process. b. diferensiasi gravitasi. ultra basa. . maka mineral bijih yang terbentuk akan tersebar merata (dissemination). Proses yang dapat terjadi pada early magmatic process adalah : a. Thick Horizontal Sill. Bila tidak terjadi konsentrasi. Sebagian magma yang belum membentuk mineral. dicirikan oleh adanya reaction-rim pada sekeliling mineral yang telah terbentuk. c. Jika bagian sebelah dalam membeku. bisa terjadi proses pemisahan dan konsentrasi daripada endapan mineral yang terbentuk. magma akan berubah menjadi berkomposisi gabroik. secara umum bentuk ini memperlihatkan proses differensiasi magmatik asli yang membeku karena kontak dengan dinding reservoir. mineral bijih yang terbentuk akan tersebar merata (disseminated) di dalam batuan. b. 2. platina sering terkonsentrasi di dalam batuan beku ultra basa sedangkan mineral titanomagnetit. dimana mineral silikat yang lebih berat terletak pada lapisan dasar dari mineral silikat yang lebih ringan. Proses terakhir disebut late magmatic process. segregasi maupun injeksi. Bila tidak terjadi konsentrasi. Jika batuan dinding kaya akan kalsium. sehingga merubah komposisi magma. Batuan ini bereaksi dengan magma atau secara sempurna terlarut dalam magma. Konsentrasi tersebut bisa disebabkan karena proses-proses diferensiasi kristalisasi. pirotit dan kalkopirit sering terkonsentrasi di dalam batuan beku basa. Apabila terjadi penerobosan/injeksi (injection) ketempat lain maka mineral yang sudah terbentuk akan berpindah dan terkonsentrasi ditempat lain. Apabila terjadi diferensiasi kristalisasi (biasa/gravitasi). • Proses pemisahan dan konsentrasi mineral-mineral di atas dapat terjadi pada awal pembentukan batuan beku yang disebut early magmatic process atau pada periode menjelang proses pendinginan magma. akan membentuk mineral-mineral secara terkonsentrasi karena proses diferensiasi kristalisasi gravitasi (residual liquid segregation). Pada late magmatic process gejala sering diperlihatkan berupa pembentukan mineral-mineral kemudian yang memotong endapan early magmatic process.Assimilation of Wall Rock. Proses yang dapat terjadi pada late magmatic process adalah : a. selama emplacement magma. magnesium dan besi. • Sebagai contoh. potasium dan silikon. batu yang jatuh dari dinding reservoir akan bergabung dengan magma. mineral khromit. 2. magma akan berubah menjadi komposisi granitik.

• Apabila pembentukan endapan pegmatitis-pneumatolitis sudah berakhir. anortosit dan endapan magnetit yang terjadi bersama-sama syenit.  Tembaga-nikel berasosiasi dengan norit dan endapan korundum yang terjadi bersama-sama nefelin syenit. Terjadinya penerobosan (penetrasi) dan korosi larutan magma yang tersisa terhadap mineral-mineral yang telah terbentuk pada early magmatic process dan kemudian membentuk mineral-mineral berikutnya secara terkonsentrasi (immisible liquid separation and accumulation). Magma yang tersisa setelah early magmatic process bisa diinjeksikan ketempat lain yang keadaan tekanannya lebih rendah membentuk mineral-mineral berikutnya secara terkonsentrasi (residual liquid injection).  Khromit. jenis peridotit. disebut larutan sisa magma. terdapat pada peridotit. Magma yang tersisa membawa mineral-mineral yang telah terbentuk pada early magmatic process ketempat lain karena pengaruh injeksi dan terkonsentrasi bersama-sama mineral lain yang terbentuk kemudian (injection). . ultra basa. peridotit atau batuan ubahannya. hanya terjadi pada batuan beku yang bersifat basa.  Intan terjadi pada batuan kimberlit.  Timah berasosiasi dengan batuan granit. b. karena tekanan gasnya sudah menurun dengan cepat. jika magma asalnya banyak mengandung unsur volatil. c. Contoh-contoh endapan dan asosiasi mineralnya :  Platina. maka larutan sisa magmanya akan sangat encer.  Titanoferous magnetit dan ilmenit terdapat pada gabbro. Larutan terakhir ini kemudian akan membentuk jebakan hidrotermal. anortosit dan batuan beku basa.  Alumunium berasosiasi dengan batuan felspatoid (nefelin syenit)  • Setelah proses-proses (early magmatic process and late magmatic process). misalnya norit. d. maka unsur-unsur volatil tersebut bersama larutan sisa. akan membentuk jebakan transisi ke pegmatitis-pneumatolitis.