You are on page 1of 2

Integritas Dan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2015

Pemilihan telah banyak dilakukan dalam kehidupan, baik dalam berbagai macam hal,
terlebih dalam pencarian sosok pemimpin. Pada dekat-dekat ini akan di laksanakan pemilihan
kepala daerah dalam hal ini disingkat dengan kata Pilkada diindonesia, tepatnya pada tanggal
09 desember 2015, masyarakat di Indonesia akan melaksanakan pemilihan secara serentak di
9 Provinsi, 260 Kabupaten / Kota. Dan daerah saya termasuk didalamnya. Namun sebelum
kita memulai untuk membicarakan itu, kita akan mencari tahu dahulu apa dan bagaimana itu
Pilkada.

Pilkada adalah suatu proses dalam mencari, menemukan, dan menetapkan tujuan
dalam hal ini sosok pemimpin dan untuk menjadi pimpinan dan menjalankan segala
kewajiban dan menjadi pelopor dalam memajukan bangsa. Tujuan dalam bangsa Indonesia
sudah terjelas dan telah dibacakan setiap hari senin dalam upacara bendera yakni UUD 1945.

Pilkada dilakukan atau dilaksanakan sebanyak 1 kali dalam rentang tahun masa
kepemimpnan. Dan diindonesia dilakukan setiap 1 kali dalam 5 tahun. Dan itu menjadi syarat
dan waktu masa kepemimpinan seseorang dalam pemerintahan.

Pemilihan itu sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari baik itu dalam pemilihan
sederhana seperti ketua dalam kelas bahkan sampai yang dianggap kompleks yakni seperti
Pilkada provinsi, kabupaten / kota.

Pemilihan tidak sembarang dilakukan. Setiap pemilihan seperti pilkada akan
dipersiapkan secara matang dan tidak secara sembarangan. Tempat pemilihannya disebut TPS
(Tempat Pemungutan Suara) dan didalam tempat inilah dilaksanakan proses pemungutan
suara. Tempat yang dipilih tidak sembarangan, tetapi ditentukan oleh panitia yang
menangani. Dan syarat tempat pemilian itu yang pasti harus bersih, dan layak dipakai.

Setelah kita mengetahui apa, kapan, dimana itu Pilkada. Sekarang, kita akan
membicarakan mengenai bagaiamana proses Pilkada. Dalam pilkada pasti ada yang namanya
terpilih dan memilih. Dalam hal memilih itu dilakukan oleh anggota yang tidak termasuk
dalam calon yang akan dipilih dan sesuai syarat para pemilih harus berusia 17 tahun keatas .
Sebelum memilih, anggota pemilih harus termasuk dalam daftar sebagai pemilih dan anggota
yang ingin dipilih juga harus termasuk dalam daftar sebagai calon pimpinan atau yang dipilih.
Setelah itu, dalam proses pemilihan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) paracalon pemilih
harus masuk dalam ruang yang disediakan dengan hak suaranya memilih pimpinan yang

‘habis manis sepah dibuang’. Tapi kebanyakan sekarang dan sudah resmi dilakukan dengan memilih dengan mencoblos atau memberi lubang pada surat suara. Kita tidak butuh pemimpin yang hanya punya ketenaran. Ketika diadakannya pemilihan tentu kita ingin semua berjalan dengan baik dan mengharapkan kita menunjuk atau pemilih pemimpin yang sebenarnnya. jika diluar atau tidak sesuai cara yang benar maka surat suara itu tidak dipakai dan rusak. Ketika uang ada. Pemilihan yang dilandaskan dengan penyuapan tentu sangat salha. karena yang dipilih bukan si calon pemimpin tapi hanya uang si calon pemimpin. dan ada yang dicoblos dengan menggunakan paku atau diberi lubang pada kotak yang ada gambar calon pemimpin. Itu adalah cara – cara melakukan pemilihan. Dan cara memilihnya yakni ada yang dicentang atau dicontreng dengan pena. namun ketika uangnya habis akan ditinggalkan dan dilupakan. Memberi hak suara kita pada saat memilih akan menentukan bagaimana kemajuan atau keadaan kita di 5 tahun mendatang. ditinggikan dan dipilih. dalam tempat. pemilihan yang dilandaskan dengan kejujuran pasti semua akan terjadi dengan baik. Tetapi pemimpin sebenarnya yaitu pemimpin yang mengutamakan rakyat dan menjadikan rakyatnya sejahtera dan mampu memberikan yang terbaik buat rakyat untuk menjadi yang lebih baik. Saat ini tiba saatnya lagi pada kita untuk memilih pemimpin. Surat suara akan dianggap layak dan sah apabila di coblos didalam kotak gambar calon pemimpin dengan jelas. Yakni didalam tempat suara ada lembar pemilihan yang berisi nama – nama calon pimpinan. Dan diharapkan akan sesuai harapan baik. jadi berikanlah suara kita untuk membangun daerah kita menjadi lebih baik lagi. kekayaan. 206 Kabupaten / Kota dalam bangsa Indonesia. Jujur dan adil sama halnya dengan integritas. cara pemilihan dan tentu mereka yang akan terpilih nanti. Bukanlah pemilihan yang baik. .diinginkan dengan ada berbagai macam cara dalam pemilihan. Pemilihan yang demokratis itu dari rakyat. Apa sebenarnya yang kita harapkan atau diharapakan dalam diadakannya pemilihan ini? Tentu dalam pemilihan ini kita ingin pemilihan yang terjadi harus JurDil (Jujur dan aDil) serta Luber (langsung umum bebas dan rahasia). oleh rakyat dan untuk rakyat. dan kekuatan serta kekuasaan semata . Dan pada tanggal 9 Desember 2015 ini akan dilaksanakn pemilihan secara serentak dari 9 Provinsi. Pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang takut akan Tuhan dan dalam setiap program yang dijalankan memohon melakukan sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan.