You are on page 1of 39

Pencahayaan

( Iluminasi )

http://spatabang.blogspot.com

Pencahayaan Buatan

Untuk mendapatkan hasil penerangan/ penca
hayaan yang baik dan merata, kita harus
mempertimbangkan beberapa faktor yaitu :
1. Iluminasi (kuat penerangan)
2. Sudut penyinaran lampu
3. Jenis lampu
4. Warna dinding
5. Jarak penempatan lampu yang diperlukan
sesuai dengan fungsi ruang tersebut

Besaran Pencahayaan
1. Flux Cahaya (φ)

• Flux cahaya adalah energi yang diradiasikan keluar dari
suatu sumber cahaya setiap detiknya dalam bentuk
gelombang cahaya.
• Jadi flux cahaya dapat dipancarkan oleh suatu sumber
cahaya ialah seluruh jumlah cahaya yang dipancarkan
dalam satu detik.
• Dalam hubungannya dengan penerangan telah
dijelaskan bahwa 1 watt cahaya sama dengan 680
lumen. Jumlah lumen per watt (lm/W), disebut flux
cahaya spesifik

Intensitas Cahaya (I) • Intensitas cahaya dapat didefenisikan sebagai berikut :  I  dimana :  I : Intencitas cahaya (cd) φ : Flux cahaya (lumen) ω : sudut ruang (steradian) = 4π Sumber cahaya berbentuk titik yang ditempatkan dalam bola dilingkupi oleh 4π steradian.2. .

• Satuan Intensitas penerangan adalah lumen /m2 atau Lux (Lx). intensitas penerangan rata-rata di bidang itu adalah :  ERata rata  Lux A .Intensitas Penerangan (E) • Intensitas penerangan atau iluminasi atau kuat penerangan adalah flux cahaya yang jatuh pada suatu bidang atau permukaan. diterangi dengan Φ lumen. • Jika suatu bidang yang luasnya A m2.

• Untuk kasus bidang permukaan yang tidak rata dimana intensitas penerangan di suatu bidang berkurang dengan kuadrat dari jarak antara sumber cahaya dengan bidang itu. dengan rumus : I Ep  2 (lux) r .• Kalau 10 m2 diterangi dengan 1000 lumen kuat penerangan adalah 100 Lux. disebut hukum kuadrat.

dinyatakan dalam satuan lux I : intensitas cahaya dalam satuan candela. r : jarak dari sumber cahaya titik P. dinyatakan dalam meter. • Intensitas penerangan harus ditentukan di tempat di mana pekerjaannya akan dilakukan. • Bidang kerja umumnya diambil 80 cm di atas lantai. . atau yang lainnya. Bidang kerja ini mungkin sebuah meja atau bangku kerja.dimana : Ep : intensitas penerangan di suatu titik P dari bidang yang diterangi.

Sebuah fiting yang dirancang untuk jendela toko memberikan intensitas cahaya sebesar 1000 kandela ke arah bawah. Hitunglah : a) Jarak agar menghasilkan iluminasi sebesar 10 lux pada sebuah titik.Contoh : 1. b) Jika jarak di dua kalikan. . berapa besarnya Intensitas agar menghasilkan iluminasi yang sama.

20  4000 kandela (cd ) 2 .Penyelesaian : a) r =? I I 1000 E 2  r  r E 10 r  10 m b) I = ? Jika r= 2. 10 = 20 I  E.r 2 I 10.

• Rumus cosinus dinyatakan dengan rumus : I .Hukum Cosinus • Hukum Cosinus menyatakan bahwa besarnya iluminasi E pada sebuah titik terhadap sumber cahaya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dan berbanding lurus dengan Intensitas I dan cosinus sudut yang mengapitnya.cos  E 2 (lux) r • Perhatikan gambar di samping : .

• Iluminasi pada titik A dimana θ = 0 derajat.• Berdasarkan gambar di atas.1 Ea  2  I  Ea . h 2 h .   0 o r2 I .cos  Ea  . titik A adalah posisi yang tegak lurus terhadap sumber cahaya sedangkan titik B adalah titik yang membentuk sudut θ terhadap sumber cahaya. I .

cos   d d h I.h E .• Iluminasi pada titik B.cos  h Eb  2 . d h3 Eb Ea . h  2  3  h d Ea . I . 3 I . d Eb  d2  3  I  b d d h Dengan menyamakan nilai I pada titik A dan B. maka persamaan menjadi sbb : 3 Eb .

• Hubungan antara B dan r disebut dengan Hubungan Kuadrat Terbalik. sedangkan titik B terletak dengan jarak r dari sumber cahaya. . digantungkan dengan ketinggian h dari suatu bidang kerja.Hubungan Kuadrat Terbalik • Sumber cahaya memancarkan intensitas cahaya (I) secara merata ke segala arah. maka hubungan antara h dan r disebut Hukum Cosinus. • Titik A tepat di bawah sumber cahaya dengan jarah h.

Hitunglah besarnya penerangan di : a) Tengah-tengah pinggiran alas b) Tengah-tengah pinggiran atas c) Salah satu pojok atas . Lampu dipasang sejajar dengan bagian bawah papan pada jarak 6.572 m dipasang pada sebuah dinding dengan pinggiran alasnya dekat ke tanah.096 m.Contoh : • Sebuah papan iklan dengan panjang sisi 4. Lampu memberikan penerangan maksimum di tengah-tengah pinggiran alas papan. Sebuah lampu memberikan intensitas penerangan sebesar 4000 kandela dalam segala arah ke permukaan papan iklan.

Gambar Papan dan lampu • A adalah titik tegak lurus terhadap lampu dengan jarak h1 = 6.096 m • B adalah titik tengah pinggiran atas dengan jarak kemiringan d1. • d1 dan d2 adalah jarak miring terhadap lampu . • C dan D adalah titik pojok papan iklan. • h1 dan h2 adalah jarak tegak lurus terhadap lampu.

  0 o r2 4000.1 Ea  2  Ea 107.Penyelesaian : a) Iluminasi di tengah-tengah pinggiran alas (titik A) I .cos  Ea  .h1 Eb  3 d1 . 096) b) Iluminasi di tengah-tengah pinggiran atas (titik B) I . 6 lux (6.

572) 2 2 d1  37.90  58. 096 Eb  3  55. 096)  (4. iluminasi pada titik B adalah : 4000. 62) . d1  h12  s 2 d1  (6.1 lux (7.0644 d1  7. 6.16  20.62 m Menurut Hukum Cosinus.

51 m • Jarak miring posisi C terhadap lampu adalah d2. 096) 2  (2. 2286) 2 h2  6.955 m .c) Iluminasi di tengah-tengah pojok atas (titik C) • Jarak tegak lurus posisi C terhadap lampu adalah h2.572) 2 d 2  7. Jarak h2 adalah : h2  h 2  (1/ 2. s) 2 h2  (6.51) 2  (4. Jarak d2 adalah : d 2  h2 2  s 2 d 2  (6.

Iluminasi pada titik C adalah : I .955) . 096 Ec  3  48. 43 lux (7. 6.h2 Ec  3 d2 4000.

Sebuah lampu (L) digantungkan dengan ketinggian 8 meter tepat di atas titik A pada suatu bidang kerja. .5 cd  4. Berapa kuat penerangan pada titik A dan B bila jarak A dan B sebesar 6 meter ? Penyelesaian : φ = 1200 lumen  1200 I   95. Lampu tersebut memberikan flux cahaya sebesar 1200 lumen ke seluruh arah.2.

764 Lux 10 . 49Lux 8 95.1 E A  2  1.Panjang r adalah α: r  8  6 10 m 2 2 8 cos    0.0.5.8 10 Jadi kuat penerangan di titik A dan B I .5.8 EB   0. Cos  E r2 95.

khususnya bagi ruang kerja kantor dan industri : 1. Terjaminnya kesehatan dan keselamatan kerja 4. Peningkatan kecermatan 3. Suasana kerja yang lebih nyaman .Keuntungan Pencahayaan Keuntungan-keuntungan penerangan yang baik. Peningkatan produksi 2.

3.7 dan perbandingan dengan sekelilingnya harus sekurang-kurangnya 0.Pencahayaan yang baik  Penerangan suatu ruangan kerja yang baik harus tidak melelahkan mata. .  Perbedaan intensitas penerangan yang terlalu besar antara bidang kerja dan di sekelilingnya harus dihindari karena akan melelahkan mata.  Perbandingan antara intensitas penerangan di bidang kerja harus sekurang-kurangnya 0.

.Penempatan Titik Lampu • Posisi lampu pada ketinggian yang tepat merupakan hal yang sangat penting dalam pencahayaan suatu ruangan. • Ketinggian yang tidak tepat dapat mempengaruhi pencahayaan dalam ruangan. Selain itu berpengaruh juga pada pemasangan dan pemeliharaan lampu. • Nilai perbandingan ketinggian ruang bergantung pada jenis lampu (fiting) dan pencahayaan yang ditetapkan.

A Lumen  MF . MF . CU E = iluminasi A = Luas bidang permukaan MF = Faktor pemeliharaan ( Maintenance Factor) CU = Koefisien penggunaan (coefficient of use) Iluminasi dari sekelompok Unit Cahaya dinyatakan dengan rumus : Total Lumen . CU lux  A .• Jumlah lumen yang dibutuhkan pada sebuah ruang bangunan tertentu dinyatakan dengan rumus : E.

.8. lebar 9 m. Efisiensi sebuah lampu adalah 13 lumen/W dan pembandingan ruang ketinggian sebesar satu satuan.Contoh : Sebuah toko dengan ukuran ruangan panjang 15 m.9 dan 0. Buatlah suatu gambar rencana dari toko tersebut menurut skala dan tentukanlah titik lampu yang dibutuhkan. Faktor pemakaian dan faktor pemeliharaan adalah 0. Lampu yang digunakan adalah wolfram dan bersifat menyebarkan. dan tinggi 3 m sampai tiang penopang akan diterangi sampai 200 lux.

9 Lumen  Lumen   37500 MF .• Lumen yang dibutuhkan : E.15. sisi s adalah : S = 3.9.8 • Perbandingan ruang ketinggian sebesar 1 satuan adalah : s 1 h • Tinggi pemasangan h = 3 m. A 200. 1 = 3 m . 0. CU 0.

Jarak antara lampu = 3m Jarak pada sisi panjang = 15/3 = 5 bagian Jarak pada sisi lebar = 9/3 = 3 bagian Banyaknya lampu = 3 . 5 = 15 lampu Rancangan penempatan titik Lampu sbb : .

maka daya total lampu adalah : Lumen Daya total  Eff 37500 Daya total   2885W 13 Maka daya tiap lampu adalah : Ptotal 2885 P   192.3 W 15 15 Dengan demikian diperlukan 15 lampu dengan daya tiap lampu 200 W .• Efisiensi sebuah lampu adalah 13 lumen/W.

daya pencahayaan maksimum seperti dalam tabel berikut : Daya Pencahayaan Jenis ruang Maksimum Ruang kantor/ industri 15 watt/ m2 Rumah 10 watt/m2 Toko 20-40 watt/m2 Hotel 10-30 watt/m2 Sekolah 15-30 watt/m2 Rumah sakit 10-30 watt/m2 .Daya Pencahayaan Maksimum Menurut SNI.

sebaiknya kurangi titik lampu atau gunakan jenis lampu hemat energi. CU . maka jumlah daya untuk lampu harus di bawah 360 watt. Jika jumlahnya berlebih. n w dimana : W = daya lampu. rumah ukuran 36 m2. LLF .• Misalnya. L.W L N   Wx  . L/w= Lumen per watt (dilihat pada box lampu). . • Jumlah lampu pada suatu ruang ditentukan / dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: E.

7-0.8) CU= coeffesien of utilization /Faktor Pemanfaatan (50-65 %) n = Jumlah Lampu dalam 1 titik Lampu .dimana : N= jumlah titik lampu E = Kuat Penerangan (Lux) L = Panjang Ruang(Meter) W= Lebar Ruang (Meter) φ= Total Lumen Lampu / Lamp Luminous Flux LLF= Light loss factor / Faktor Cahaya Rugi (0.

Kuat Penerangan Perkantoran 200 .800 Lux Basement / Toilet / Coridor / Hall / Gudang / Lobby 100 .500 Lux Apartemen / Rumah 100 .500 Lux .400 Lux Rumah sakit / Sekolah 200 .200 Lux Restaurant / Store / Toko 200 .250 Lux Hotel 200 .

8) L = 7 meter CU = 65% (antara 50-65 %) W = 4 meter Ø = 1098 lumen N = 1 bh .7-0.Contoh : Sebuah ruang tamu dengan panjang 7 meter dan lebar 4 meter. Diketahui : E = 150 (100 – 250 Lux) LLF = 0.8 (Antara 0. Lampu PL 18W dengan type ESSENTIAL 18W CDL E27 220-240V mempunyai Luminous Efficacy Lamp sebesar 61 Lm/W. Berapa jumlah lampu yang akan dipasang pada ruang tamu tersebut. akan dipasang dengan lampu PL 18 watt.

0.96 N  8 titik lampu . n 4200 N  7.36 570.8.Ditanyakan : N = ? Jumlah Titik Lampu yang akan dipasang pada ruang 7 x 4 meter dengan menggunakan jenis lampu PL 18 w (ESSENTIAL 18W CDL E27 220-240V) Penyelesaiannya : 150. 65.0. L.W N N 1098.4 E. CU . LLF .1  .7.

• Menurut standart SNI. .18 JumlahW / m  2 7.Watt lampu JumlahW / m  2 Luas Ruangan 8. untuk penerangan rumah tidak boleh melebihi 10 W/M².14 27 • Dari perhitungan diatas. kita mengetahui bahwa ruangan tamu ukuran 7 x 4 meter akan dipasang lampu PL 18W dengan type ESSENTIAL 18W CDL E27 220-240V memerlukan paling tidak 8 titik lampu.4 144 JumlahW / m  2  5. maka : N .

8 dan koefisien pemakaian ruangan 0.Latihan Soal 1. Sebuah bengkel perakitan dengan ukuran ruangan 25 m x 18 m membutuhkan penerangan umum untuk permukaan bangku sebesar 150 lux. Faktor pemeliharaan lampu 0. Disarankan menggunakan lampu : a) Filamen wolfram 150 W yang memberikan 13 lumen/watt b) Fluoresen 80 W yang memberikan 35 lumen/watt. Hitunglah jumlah lampu yang digunakan untuk kondisi a) dan b). .6.

55 dan faktor penyusutan lampu 1.25. Sebuah kantor membutuhkan penerangan rata-rata untuk permukaan meja sebesar 150 lux. Ada beberapa alternatif penggunaan lampu sbb : a) Fluoresen 80 W dengan lumen 2800 lumen b) Filamen wolfram 1000 W dengan nilai yang diperbolehkan 100 kandela.2. Hitunglah jumlah lampu yang diperlukan dari a) dan b). . Koefisien pemakaian ruangan 0.

SEKIAN .