Buku Kerja Mahasiswa

MODUL 3

PENYAKIT JANTUNG BAWAAN

Diberikan pada Mahasiswa semester 4 Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Tahun Akademik 2009 – 2010

SISTEM KARDIOVASKULER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2009

Juni 2009 Tim Penyusun Modul Sistem Kardiovaskuler 2 . Anamnesis/ Riwayat penyakit 2. Skenario berfungsi sebagai perangsang untuk belajar dalam suatu kelompok diskusi baik dengan maupun tanpa tutor. Mahasiswa diharapkan untuk mengemukakan berbagai pertanyaan-pertanyaan prinsip sebanyak mungkin dan mencari jawabannya pada berbagai acuan sewaktu berdiskusi pada pertemuan tutorial pertama. Pada umumnya para dokter akrab dengan istilah yang dikenal sebagai “five fingers approach” untuk mendiagnosis penyakit kardiovaskuler yang dipopulerkan oleh Harvey. mahasiswa dan tutor harus membaca strategi pembelajaran. Modul Penyakit Jantung Bawaan ini terdiri dari tiga unit pembelajaran yang secara umum dilengkapi dengan skenario. Selama pelaksanaan tutorial. Tujuan Instruksional Umum dan Tujuan Instruksional Khusus (TIU & TIK). beberapa alternative pertanyaan dan jawaban serta beberapa rujukan utama. sehingga pelaksanaan diskusi nantinya akan lebuih efisien dan efektif. Meskipun berbagai penyakit kardiovaskuler dapat didiagnosis dengan satu alat pemeriksaan. panduan untuk tutor. Pemeriksaan elektrokardiogram 4. Pemeriksaan Rontgen dada 5. yang hasilnya akan didiskusikan kembali pada pertemuan kedua. peranan seorang tutor untuk mengarahkan proses pembelajaran dalam diskusi sangat diperlukan. Pemeriksaan fisik 3. namun untuk memahami secara paripurna masalah yang diderita oleh seorang penderita biasanya diperlukan berbagai informasi dari berbagai perangkat pemeriksaan lainnya.PENDAHULUAN Pengelolaan medis terbaik penderita dengan penyakit kardiovaskuler utamanya tergantung pada suatu penegakan dasar diagnostik yang baik yang diperoleh baik dari anamnesis maupun dari pemeriksaan fisik. yang terdiri dari : 1. Makassar. ekokardiografi. monitor Holter. Dalam hal ini berbagai pemeriksaan-pemeriksaan khusus mungkin diperlukan untuk mempertajam diagnosis dan berguna untuk menetapkan tindakan yang tepat seperti pemeriksaan kateterisasi jantung. Masalah yang belum terpecahkan menjadi tujuan pembelajaran pada saat itu dan dijadikan sebagai pekerjaan rumah dengan cara belajar mandiri. penugasan mahasiswa. uji latih jantung dengan beban. Kalaupun masih ada masalah yang belum terpecahkan maka kelompok diskusi yang difasilitasi oleh tutor membuat kesepakan dengan pakar untuk pemecahan masalah baik dalam bentuk diskusi maupun dalam bentuk kuliah pakar pada waktu yang disepakati. skenning radionuklid. metode tujuh langkah. strategi pembelajaran. Berbagai pemeriksaan laboratorium. Sebelum menggunakan buku ini.

yang biasanya dilakukan dalam bentuk diskusi panel dimana semua pakar duduk bersama untuk memberikan penjelasan atas hal-hal yang masih belum jelas. dan selanjutnya dilakukan lagi langkah 7. dengan membuat beberapa pertanyaan penting. Masalah yang ada dapat dibagi menjadi beberapa sub- 3 . Diskusi kelompok ini bisa dipimpin oleh seorang tutor atau dilakukan secara mandiri oleh kelompok. Melakukan aktivitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan buku ajar. melakukan curah pendapat bebas antar anggota kelompok untuk menganalisa dan atau mensintese informasi dalam menyelesaikan masalah. Ketua dan sekretaris ini sebaiknya berganti-ganti pada setiap kali diskusi. Cari informasi tambahan tentang kasus di atas di luar kelompok tatap muka. dan setelah informasi dirasa cukup maka pelaporan dilakukan dalam diskusi akhir. PROSES PEMECAHAN MASALAH Dalam diskusi kelompok dengan menggunakan metode curah pendapat. Kelompok harus dapat mencapai kesepakatan agar setiap fenomena yang saling berhubungan dapat dijelaskan. 5. dan tentukan kata/ kalimat kunci skenario di atas. Mendefinisikan masalah. Melakukan latihan di laboratorium keterampilan klinik dan praktikum di laboratorium Patologi Anatomi. 7. 2. 4. anda diharapkan memecahkan problem yang terdapat dalam scenario ini. slide. Analisa problem-problem tersebut dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. 3. 2. 5. majalah. Langkah 6 dilakukan dengan belajar mandiri. untuk mencari informasi tambahan. Penjelasan : Bila dari hasil evaluasi laporan kelompok ternyata masih ada informasi yang diperlukan untuk sampai pada kesimpulan akhir. tape atau video. METODE 7 LANGKAH 1. dipimpin oleh seorang ketua dan seorang penulis yang dipilih oleh anda sendiri. Mengklarifikasi hal-hal yang belum diketahui dalam skenario. Berkonsultasi pada nara sumber yang ahli pada permasalahan dimaksud untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam (tanpa pakar). 4. Langkah 7 dilakukan dalam kelompok diskusi dengan tutor. 6. Laporkan hasil diskusi dan sintesis informasi-informasi yang baru ditemukan. Kedua langkah di atas bisa diulang-ulang di luar tutorial. Langkah 1 s/d 5 dilakukan dalam diskusi pertama bersama tutor. Klarifikasi istilah yang tidak jelas dalam skenario di atas. Klasifikasikan jawaban atas pernyataan-pertanyaan tersebut di atas. Mengikut kuliah khusus (kuliah pakar) dalam kelas untuk masalah yang belum jelas atau tidak ditemukan jawabannya. yaitu dengan mengikuti 7 langkah penyelesaian masalah di bawah ini : 1. maka proses 6 bisa diulangi. 2. dan internet. Tentukan tujuan pembelajaran selanjutnya yang ingin dicapai oleh anda . Identifikasi problem dasar skenario di atas. Dalam hal ini kelompok akan mendefinisikan istilah-istilah dan konsep yang tidak jelas agar interpretasi terhadap informasi yang tersedia tidak perlu dipertanyakan lagi. Melakukan diskusi kelompok mandiri (tanpa tutor) . Setelah membaca dengan teliti skenario di atas anda harus mendiskusikan kasus tersebut pada satu kelompok diskusi terdiri dari 12 – 15 orang. 3. 6.TUGAS UNTUK MAHASIWA 1.

Langkah ini memiliki 3 fungsi yaitu : Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber hingga tiap kesalahan dapat dikoreksi. analisa dan sintese dari semua informasi. Membuat laporan pada kelompok tentang apa yang diperoleh sewaktu belajar mandiri. 4. Fungsi langkah ini adalah menuntun proses belajar mandiri (active learning). diskusi mandiri digunakan untuk membuat laporan penyajian dan laporan tertulis. Merumuskan tujuan pembelajaran. sehingga akan lebih jelas lagi apa yang masih harus dipelajari. siswa diwajibkan mencari dan mengumpulkan informasi pada berbagai sumber acuan (kuliah. * Brain-storming untuk proses 1 – 5. Tujuan : menjelaskan tentang modul dan cara menyelesaikan modul. Pertemuan kedua : diskusi tutorial 1 dipimpin oleh mahasiswa yang terpilih menjadi ketua dan penulis kelompok. masalah agar dapat didiskusikan menurut aturan tertentu. dengan proses sama dengan diskusi tutorial. Pertemuan pertama dalam kelas besar dengan tatap muka satu arah untuk penjelasan dan tanya jawab. Berdasarkan langkah ke-5. mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok diskusi yang terdiri dari 15-17 orang tiap kelompok. Pertemuan ketiga: diskusi tutorial 2 seperti pada tutorial 1. 4. Ide-ide dari langkah ke-3 disusun dan diperhatikan secara kritis. 4 .dll). . mahasiswa belajar untuk mengumpulkan informasi yang relevan guna menguasai masalah. * Pembagian tugas 3. 6.Menunjukkan dan mendiskusikan hal-hal yang tidak jelas dari bahan yang dipelajari. . serta difasilitasi oleh tutor Tujuan : * Memilih ketua dan sekretaris kelompok. 7. Pada langkah ini. Tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan tersebut merupakan dasar dari kegiatan belajar yang harus dilaksanakan pada tahap berikutnya. 1.3. Diskusi mandiri. JADWAL KEGIATAN Sebelum dilakukan pertemuan antara kelompok mahasiswa dan tutor. perpustakaan. Diskusi mandiri bisa dilakukan berulang-ulang diluar jadwal. Tujuan: untuk melaporkan informasi baru yang diperoleh dari pembelajaran mandiri dan melakukan klassifikasi. sementara pendapat yang berbeda disortir. Tujuan: untuk mencari informasi baru yang diperlukan. internet. Bila informasi telah cukup.Memperdalam pengetahuan para siswa dengan cara pertukaran informasi secara aktif. apa yang mereka ketahui atau apa yang mereka anggap mereka ketahui tentang proses dan mekanisme yanmg mendasari masalah tersebut. Pada pertemuan pertama buku modul dibagikan. 2. Anda belajar mandiri baik sendiri-sendiri. Fungsi langkah ini adalah menuntun proses brainstorming (langkah 3) dan juga diskusi selanjutnya. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama atau sebagai hasil analisa masalah harus dijawab agar tercapai pemahaman yang lebih baik. Pandanganpandangan yang nampaknya seragam dikelompokkan bersama sebagai suatu kesatuan. 5. Membuat daftar penjelasan-penjelasan yang dapat diterima. pengetahuan yang ada sebelumnya diaktivasi agar dasar diskusi tersedia. mahasiswa akan mendiskusikan hasil kegiatan belajar mandiri. Kelompok mencoba menentukan hal-hal yang dipikirkan oleh anggotanya. Melalui tehnik brainstorming ini. dan membagi kelompok diskusi. Menganalisa masalah. Mencari informasi tambahan di luar kelompok (Active learning). Sesuai tujuan belajar. 5.

5.6. bisa diselesaikan oleh para pakar yang hadir pada pertemuan ini. 7. Laporan ditulis dalam bentuk laporan penyajian dan laporan lengkap. Belajar mandiri di perpustakaan atau media elektronik. Melakukan kegiatan praktikum. 6. Melakukan kegiatan di “skill-lab”(CSL) Anamnesis (History taking) Pemeriksaan fisik (manekin/mahasiswa) Perekaman /pembacaan dasar-dasar EKG Pembacaan foto thoraks 7. Kuliah khusus untuk materi yang baru. 3. 8. TIME TABLE I Pertemuan I (Penjelasan) II Pertemuan Mandiri (Brain Stroming) III PERTEMUAN IV Mandiri Praktikum CSL V Kuliah kosultasi VI Tutorial II (Laporan & Diskusi) VII Pertemuan Terakhir (Laporan) Tutorial I Pengumpulan informasi Analisa & sintese STRATEGI PEMBELAJARAN 1. 2. Masing-masing mahasiwa kemudian diberi tugas untuk menuliskan laporan tentang salah satu penyakit yang memberikan gambaran seperti pada skenario yang didiskusikan pada kelompoknya. Diskusi kelompok tanpa tutor. Pertemuan keempat: diskusi panel dan tanya pakar. Catatan : • Laporan penyajian kelompok dan perorangan serta semua laporan kasus masing-masing diserahkan satu rangkap ke sistem melalui ketua kelompok. • Semua laporan akan diperiksa dan dinilai oleh pakarnya masing-masing. 4. • Semua mahasiswa wajib menyalin laporan dari kelompok dan mahasiswa lain untuk dipakai sebagai salah satu bahan ujian. Tujuan: untuk melaporkan hasil analisa dan sintese informasi yang ditemukan untuk menyelesaikan masalah pada skenario. Bila ada masalah yang belum jelas atau kesalahan persepsi. Konsultasi dengan pakar untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam terhadap suatu masalah. Laporan penyajian dibuat oleh kelompok dalam bentuk sesuai urutan yang tercantum pada buku kerja. Anatomi Fisiologi Histologi Patologi Anatomi Mikrobiologi Gizi 5 . brainstorming bebas diantara mahasiswa. Kelompok diskusi dipandu oleh tutor untuk menentukan berbagai alternatif pertanyaan dari masalah yang dikemukakan. Pertemuan terakhir: laporan kasus dilakukan dalam kelas besar oleh masing-masing mahasiswa.

Dosen Antang Jl. 4. SpA(K) dr. (2001). TELP Rumah/flexi HP 453 453 0811416392 442 818 0811443235 081342759294 5058294 08152529560 434 639 081342347525 5702491 0811444326 312 365 0816255306 320 348 0816275383 Komp. Pongtiku no.J. Alexander RW.Saunders. Controversies in the Management of Heart Failure.(2000). HOS cokroaminoto 29 B Jl. New York. SpPK (K) dr. McGraw-Hill. Kes. GoldmanL. International Edit. Hardjoeno H. Cleland JGF. Baedah Madjid. Hurst’s The Heart 10th edit. 7. 4th edit. (2003). Makassar. Kuliah sistim kardiovaskuler dari berbagai disiplin ilmu. 10. Sunu Komp Unhas DX 1 Jl. dkk (2003) : Interpretasi Hasil Tes Laboratorium Diagnostik. Pendrik.dr. Churchill Livingstone. W. 6th edit. Philadelphia. 11.D.B. Sunu Komp Unhas AX 13 Jl. Saunders. Levick JR. Lippicott Williams & Wilkins. (2003). PhD dr. Muchtar Lutfi 21 Jl.Lippincot Coy. 3. Philadelphia. Bate’s Guide to Physical Examination and History Taking. Tahir Abdullah ALAMAT Jl. SpPD Prof.Syakib Bakiri. SpB dr. Arief Gella. Crawford MH (2003). SpPA Prof. Branch WT Jr. Philadelphia. Saunders Coy.Dr. Agnes Kwenang dr.Peter Kabo. Edinburg. An Introduction to Cardiovascular Physiology.Arnold London. 8. Cardiology in Primary Care. 6th edit. Chung EK.Dr. Nur Alim. Current Diagnosis &Treatment in Cardiology. Sunu Komp Unhas AX 13 Jl. 2nd edit Lange Med Books/McGraw-Hill. Pengayoman NO. Edit. Ruland DN Pakasi. Sunu Komp Unhas A 7 Jl Maccini Sawah Jl. Intern.SpJP dr. SpMK dr. Philadelphia. New York. Textbooks/Journals yang berhubungan dengan masalah kardiovaskuler. Ph. Hurst JW. Braunwald E. Zipes DP. Mc Graw-Hill. SpRad dr. (2003). 2nd edit.B. Quick Reference to Cardiovascular Diseases. Irawan Yusuf. Fuster V. 2. SpA (K) dr. Ali Aspar Mappahya. Heart Disease A Textbook of Cardiovascular Medicine. SpPD dr. DOSEN PENGAMPU NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 11 10 12 13 14 15 16 NAMA dr.SpPD. Coats A. (2001). Pongtiku Komp.BAHAN BACAAN & SUMBER INFORMASI LAIN A. Bickley LS (2003). Schlant RC. 6. (1997). Arthur Koeswandi dr. Braunwald E.LEPHAS. Satriono. 9.dr. O’Rourke RA. 1. Philadelphia. Banta-bantaeng BTN Hamzy Jl. Khan MG. Cardiac Drug Therapy.Boy Pellupessy. Primary Cardiology 2nd Edit. New York 5. Alexander RW. Harfiah Djayalangkara dr. B. 1st edit. Libby P.2 872 006 585 235 0816250620 0816255713 04115078062 08124124652 081342542689 449 566 6 .dr. (1983). 8th edit. SpFK Prof. Gatot L Lawrence.

Hal ini dialami sejak 3 hari yang lalu. Aksiler dan suprasternal. Anak sering menderita batuk – pilek berulang dan berkeringat banyak. Femoralis teraba normal. jantung terasa berdebar – debar. A. SKENARIO 2: Seorang anak laki – laki 4 tahun datang dengan keluhan sering terlihat sesak dan mudah capek bila bermain. p. Sianosis terlihat di bibir. Tekanan darah 120/60 mmHg. Bila menangis atau bermain. Nadi dan tekanan darah normal. BJ : 1 & 2 terdengar mengeras. Hal ini sudah dialami sejak masa bayi. intensitas mengeras. Terdengar bising sistol – diastole derajat 2 – 3/6. Femoralis teraba bounding. Terdengar bising ejesksi sitol derajat 3/6 p. Nadi dan tekanan darah normal. Anak sering jongkok bila capek bermain. intensitas normal. Suhu: 380C DVS normal. Pada pemeriksaan fisis ditemukan : Sianosis (-). p. Pemeriksaan toraks : Aktivitas ventrikel kiri meningkat. Pada tangan dan kaki terdapat jari – jari tabuh. di apex A. Femoralis teraba normal. Aktivitas ventrikel kiri dan kanan meningkat. anak terlihat bertambah biru. Tidak terdapat jari tubuh. A. Pada pemeriksaan fisis didapatkan : perawakan kecil dan kurus. Terdengar bising pansistol derajat 4/6. Pada pemeriksaan fisis ditemukan : perawakan kecil dan kurus.m LSB 4. BJ : 1 & 2 murni. Nadi: 140 x/m. kuku jari tangan dan kaki.m. Skenario 3 : Seorang anak perempuan 10 tahun datang dengan keluhan nyeri dan bengkak pada lutut kiri. ujung lidah. Tidak terdapat jari tabu. Sianosis (-). Terdapat tanda – tanda radang pada lutut kiri (+). mahasiswa mampu memahami konsep dasar yang berhubungan dengan penyakit jantung bawaan dan mampu menegakkan diagnosis beberapa penyakit jantung bawaan tertentu.TUJUAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Setelah mempelajari modul ini. demam. Thrill teraba di LSB 4. Hal ini sudah dialami sejak bayi.m. Pada pemeriksaan toraks : aktivitas ventrikel kanan meningkat disertai thrill pada LSB 3. di LSB 4 menyebar ke RSB. Anak tidak pernah terlihat biru. 7 . reguler. KASUS SKENARIO 1: Seorang anak perempuan 10 tahun datang dengan keluhan : bibir dan kuku terlihat kebiruan. Thrill teraba di apex. Pemeriksaan toraks : terlihat voussure cardiac (+). Batas – batas jantung membesar BJ: 1 & 2 murni.

KATA/ PROBLEM KUNCI 2. PERTANYAAN-PERTANYAAN PENTING 8 .LEMBAR KERJA 1.

JAWABAN PERTANYAAN 9 .3.

INFORMASI TAMBAHAN 10 .4.

5. ANALISA & SINTESIS 11 .

6. 7. INFORMASI BARU 12 . TUJUAN PEMBELAJARAN SELANJUTNYA.

LAPORAN PRAKTIKUM 13 . PERTANYAAAN PRAKTIKUM 9.8.

14 .