You are on page 1of 6

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Heavy Black Liquor adalah lindi hitam pekat dengan konsentrasi 68-72%
padatan (solid) yang dihasilkan pada proses evaporasi dari berberapa tahap
pemekatan dan Heavy Black Liquor ini berasal dari limbah proses pencucian
(washing) pulp,. Heavy Black Liquor dengan konsentrasi 68-72% solid
merupakan produk dari evaporator dan selanjutnya umpan pada Recovery Boiler
sebagai bahan bakar. (Sibuea,2003).
Lindi hitam atau Black Liquor dari penyimpanan, mengandung padatan 13%,
tidak cukup terkonsentrasi untuk mempertahankan pembakaran di Recovery
Boiler. Penguapan lebih lanjut diperlukan dan dicapai dalam kontak langsung
pada proses evaporator. Cairan lindi hitam atau Black Liquor "terbakar" yang
dihasilkan mengandung padatan sampai 70% dan viskositasnya setinggi 6300
SSU (1400 CS) setelah penambahan natrium sulfat ditambahkan. Suhu harus
dijaga dekat 230°F. (110°C) untuk memastikan aliran dan mempertahankan
penembakan optimal di tungku pemulihan (Recovery Boiler). Jika dibiarkan
dingin lindi hitam atau Black Liquor kelas berat akan mengeras. (Dr.
ML.King,2005)
Apabila konsentrasi solid lindi hitam yang dihasilkan di unit evaporator
tidak mencapai 68-72% (Heavy Black Liquor) maka kandungan air yang terdapat
didalam lindi hitam tersebut akan menimbulkan ledakan-ledakan dalam unit
Recovery Boiler. Untuk mencapai konsentrasi 68-72% solid (Heavy Black
Liquor) maka kandungan air yang terdapat didalam lindi hitam diuapkan dengan
menggunakan Evaporator Multi Effect jenis Falling Plate yang dibuat oleh
Sumitomo Heavy Industries Jepang dan kemudian dimodifikasi oleh ALSHROM-
FINLAND guna menaikkan kapasitasnya. Evaporator yang digunakan
mempunyai lima effect dan empat concentrator (A,B,C,D). Concentrator adalah

1
2

salah satu unit evaporator yang berfungsi untuk memekatkan lindi hitam
berdensitas tinggi atau kadar solid 54-57% (Marr,2003).

Heavy Black Liquor akan mengalami proses daur ulang (Recovery) merubah
Black Liquor (Na2SO4 dan Na2CO3) menjadi White Liquor (NaOH dan Na2S).
Proses pemulihan kembali senyawa kimia tersebut terjadi di Recovery Boiler.
Recovery Boiler adalah suatu unit Boiler yang spesial digunakan untuk
memurnikan senyawa - senyawa kimia anorganik yang terkandung dalam Black
Liquor (sisa pemasakan dari Digester) dan sekaligus sebagai pembangkit steam
bertekanan tinggi (High Pressure Steam). Black Liquor hasil pemasakan
dipekatkan di dalam Vacuum Evaporator (VE) sehingga menjadi solid sekitar
70%. Setelah solid, Black Liquor tersebut lah yang di kirim ke Recovey Boiler
untuk menjadi Steam dan Smelt. (Sugiarto H, Aurora BS, Pratama S. 2009.)

Proses evaporasi yang terjadi pada umumnya titik didih suatu cairan turun
bila tekanan udara diatasnya lebih rendah 1 atm, oleh karena itu kondisi operasi
evaporator dilakukan pada tekanan vakum supaya titik didih larutan yang
diharapkan lebih rendah. Hal ini akan mengakibatkan perbedaan suhunya
menjadi lebih besar, sehingga diperoleh perpindahan panas yang besar dengan
demikian black liquor dengan padatan 13-18% dapat menjadi 68-72% dan siap
untuk dipakai menjadi bahan bakar di recovery boiler. Fungsi utama dari
evaporator adalah suatu alat penguapan atau pemekatan WBL dari kepekatan 13-
18% menjadi 68-72% WBL dari washing plant ditampung ditangki WBL,
kemudian dari tangki WBL dipompakan ke WBL flash tank liquor menjadi ke
effect #5 secara gravitasi. Didalam effect #5 black liquor disirkulasi dengan
pompa sirkulasi dan sebagian ditransfer ke effect #4. Di effect #4 black liquor
juga disirkulasikan kemudian ditransfer ke soap skimming tank untuk dilakukan
pemisahan antara liquor sangat sedikit. Jadi liquor dari effect #4 bisa langsung
ditransfer keeffect #3. Didalam effect #3 black liquor juga disirkulasikan dan
kemudian ditransfer keeffect 2B. black liquor didalam effect 2B juga
disirkulasikan dan kemudian ditransfer keeffect 2A. dengan cara yang sama black

2
3

liquor dari effect 2A ditransfer ke stripper condenser untuk memisahkan gas yang
tidak dapat terkondensasi. Black liquor dari stripper condenser kemudian
dipompa ke intermediate black liquor tank, dimana black liquor yang keluar dari
strippercondenser mempunyai kadar solid 40-50%. Black liquor inilah yang
dinamakan intermedaiteblack liquor (IBL). Di dalam proses ini kadar solid
belum tercapai maka black liquor dari stripper condenser dapat disirkulasikan
kembali ke tangki WBL. Untuk menjaga agar temperature black liquor didalam
intermediate black liquor tetap konstan maka didalam tangki IBL dipasang
heating coil dengan menggunakan LP steam sebagai pemanas. Dari tangki IBL,
black liquor kemudian dipompakan ke effect (concentrator) 1A,1B,1C, dan 1D
yang masing-masing effect mempunyai pompa sirkulasi. Dari effect 1D
kemudian dihasilkan Heavy Black Liquor (HBL) mengalir ke HBL falsh tank
untuk diatur tempeaturnya sekitar 1150C. setelah tercapai kadar 68-72%,
kemudian HBL tersebut dikirim ke tangki HBL. Inilah produk akhir dari
evaporator plant yang siap dikirim ke recovery boiler sebagai bahan bakar dan
sekaligus untuk mendaur ulang zat-zat anorganik yang terkandung dalam HBL.
Proses evaporator di evaporator plant menggunakan low pressure steam
(temperature 1500C dan tekanan 3,5 kg/cm2). Aliran steam pertama-tama masuk
ke dalam heating element effect 1A,1B,1C dan 1D. dari pemekatan liquor
dihasilkan uap air yang juga disebut vapour.Vapour dari effect IA masuk ke
effect IB, dari effect IC masuk ke effect ID. Vapour dari effect IABCD kemudian
dipakai untuk pemanasan effect 2A dan 2B kemudian dialirkan ke effect 3.
Vapour dari effect 3 sebelum masuk ke effect 4 dialirkan ke mist separator
untuk memisahkan vapour dan liquor atau partikel yang terbawa oleh vapour.
Begitu juga vapour dari effect 4 sebelum masuk ke effect 5 dilewatkam dulu
mist separator kemudian ke effect 3 dan effect 4 secara gravitasi. Vapour dari
effect 5 kemudian masuk ke surface condenser untuk dikondensasikan.
(Sibuea,2003).

3
4

Pada prinsipnya evaporasi merupakan proses pendidihan yang khususnya
tentang perpindahan kalor dalam cairan mendidih. Umumnya sebagai
media/fluida pemanas yang digunakan pada proses ini adalah uap air (steam)
yang melewati permukaan logam, dimana Steam yang dihasilkan berasal dari
Boiler (ketel uap). Steam suplai yang digunakan bertekanan 3,5-4,2 Kg/cm2
(bar), temperature 140-150oC dan dengan laju heating steam 54.000 kg/jam (54
ton/jam). Steam merupakan media pemanas yang efisien untuk proses evaporasi
lindi hitam (Smith,1986).

Perlunya untuk meningkatkan perekonomian uap di evaporator. Salah satu
adalah dengan menggunakan evaporator efek ganda, yang lain adalah dengan
menggunakan recompression mekanik uap. Evaporator Efek multi adalah
peralatan dimana uap dari sumber luar dikondensasikan dalam elemen pemanas
efek pertama. Suhu mendidih di mana efek pertama beroperasi cukup tinggi
sehingga air menguap dapat berfungsi sebagai media pemanas untuk efek kedua.
Uap tersebut sehingga terbentuk kemudian dikirim ke kondensor jika itu adalah
evaporator efek ganda. Umpan untuk evaporator jenis multi-efek ini umumnya
ditransfer dari satu efek yang lain. Hal ini menyebabkan konsentrasi produk
utama untuk mencapai hanya dalam efek salah satu evaporator. Keuntungan
utama penggunaan sistem multiple effect evaporators yaitu energi yang ekonomis
dan efisien. (Jyoti,Ghoshna 2014).

Ekonomi energi bagi multiple effect evaporators bergantung pada jumlah
unit efek (number of effects) dan berkisar dari 220 kkal energi panas per 1 kg air
yang diuapkan. Untuk Triple Effect Evaporator sampai dengan 120 kkal untuk
sebuah Six Effect Evaporator. Oleh karena biaya operasi dari sistem Multiple
Effect Evaporators ekonomis maka sistem dengan aliran dengan debit besar
menyukai aplikasi ini pada semua sektor industri, contohnya pada proses
produksi garam dan desalinasi air. Sistem ini sudah terbukti sangat ekonomis,
dengan prosesnya menggunakan media pemanas uap air (steam) dengan suhu di

4
5

atas 140oC atau biaya uap yang rendah pada tekanan sekitar 3 bar sampai 5 bar
yang dibangkitkan dari energi yang tersedia. (Bremford DJ 1999).
Evaporator five effect adalah uap dari sumber luar dikondensasikan dalam
elemen pemanas efek pertama. Suhu mendidih di mana efek pertama beroperasi
cukup tinggi sehingga air menguap dapat berfungsi sebagai media pemanas
untuk efek kedua begitu pun selanjutnya sampai ke efek lima. Uap tersebut
sehingga terbentuk kemudian dikirim ke kondensor. dari efisiensi evaporator five
effect tersendiri dapat diketahui kehematan pemakaian steam, kebutuhan steam
maka jumlah steam yang dibutuhkan dan kadar air yang dihasilkan pada setiap
efek di Evaporator five effect dapat diperoleh. Dengan demikian untuk
mengetahui kebutuhan jumlah steam yang diumpankan atau yang disuplai pada
evaporator five effect untuk mendapatkan kadar lindi hitam yang kental sebesar
68-72 % solid (Heavy Black Liquor) yang optimum dalam proses evaporatisi
lindi hitam (black liquor), Untuk membahas uraian diatas, maka penulis merasa
tertarik untuk memilih karya akhir dengan judul :

“PENENTUAN KEBUTUHAN STEAM PADA EVAPORATOR FIVE EFFECT
UNTUK MENDAPATKAN KADAR HEAVY BLACK LIQUOR (HBL) YANG
OPTIMUM PADA UNIT EVAPORATOR PLANT DI PT.TOBA PULP
LESTARI,Tbk-PORSEA”

5
6

1.2. Perumusan Masalah
a. Berapakah kadar air HBL (Heavy Black Liquor) yang dihasilkan pada setiap
efek yang optimum dalam proses pemekatan lindi hitam(Black Liquor) pada
unit evaporator?
b. Berapakah jumlah steam yang dibutuhkan untuk mendapatkan kadar
solidHBL (Heavy Black Liquor) yang optimum dalam proses pemekatan lindi
hitam(Black Liquor) pada unit evaporator?
c. Berapakah rasio pemanfaatan panas disetiap efek pada evaporator five effect
sesuai kadar HBL (Heavy Black Liquor) yang optimum?

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
a. Untuk dapat mengetahui berapa kadar air HBL (Heavy Black Liquor)
yang dihasilkan pada setiap efek yang optimum.
b. Untuk mengetahui berapa jumlah steam yang dibutuhkan untuk
mendapatkan kadar solidHBL (Heavy Black Liquor) yang optimum
c. Untuk dapat mengetahui berapa perbandingan pemanfaatan panas
untuk setiap efek di evaporator five effectpada kadar HBL (Heavy
Black Liquor) yang optimum.

1.3.2. Manfaat Penelitian
a. Memberikan gambaran berapa jumlah steam yang dibutuhkan di
setiap efek pada evaporator five effect untuk mendapatkan kadar
Heavy Black Liquor) yang optimum yang sesuai dengan rancangan
alat / ketetapan pabrik.
b. Sebagai dasar untuk melakukan perbaikan atau perawatan terhadap
unit evaporator five effect.

6