You are on page 1of 14

1.

Drum dryer

Drum dryer

Terdiri dari gulungan logam panas yang berputar. Pada bagian luar terjadi
penguapan lapisan tipis zat cair atau lumpur untuk dikeringkan. Padatan kering
dikeluarkan dari gulungan yang putarannya lebih diperlambat. Drum dryer sangat cocok
untuk penanganan lumpur atau padatan yang berbentuk pasta atau suspense serta untuk
bermacam-macam larutan. Bagian drum berfungsi sebagai suatu evaporator. Beberapa
variasi dari jenis drum tunggal adalah dua drum yang berputar dengan umpan masuk dari
atas atau bagian bawah kedua drum tersebut
Prinsip kerja drum dryer
Terdiri dari gulungan logam panas yang berputar. Pada bagian luar terjadi penguapan
lapisan tipis zat cair atau lumpur untuk dikeringkan. Padatan kering dikeluarkan dari
gulungan yang putarannya lebih diperlambat.
Cara kerja drum dryer
Alat jenis ini ada yang menggunakan satu buah silinder dan ada pulayang menggunakan
dua buah silinder sebelah atas. Bahan basah diisikan dengancara menyemprotkannya
secara kontinyu ke permukaan luar silinder sebelah atas.Disamping itu ada juga yang
berjalan mengalirkan bahan basah ke bagian bawahsilinder, kemudian waktu silinder
berputar, bahan basah tersebut akan ikutterbawa pada permukaan luar silinder yang
bersuhu tinggi sehingga bahanmengering.
Bahan basah yang akan dikeringkan di masukkan ke dalam alat melalui pipa dan
dialirkan pada drum yang berputar. Dinding drum yang panas akan menguapkan air
bahan sehingga bahan menjadi kering menurut yangdikehendaki. Uap panas keluar dari
alat melalui saluran sebelah atas. Sedangkan bahan yang telah kering dilepaskan dari
drum dengan menggunakan pisau kikisyang diatur jaraknya terhadap drum. Kemudian
bahan kering ini akan mengalir ke bawah dan ditampung dengan menggunakan wadah
yang telah diselesaikan.(Bahri, 2005)

Kelebihan drum dryer


Kelebihan atau keuntungan penggunaan drum dryer antara lain:
1. Produk yang dihasilkan memiliki porositas yang baik sehingga sifat rehidrasi tinggi.
2. Bisa digunakan untuk makanan kering yang sangat kental, seperti pasta dan pati
gelatinized atau dimasak, yang tidak dapat mudah dikeringkan dengan metode lain.
3. Efisiensi/hemat energi dan kecepatan yang tinggi.
4. Produk/hasil yang diperoleh lebih bersih dan higienis.
5. Mudah untuk mengoperasikan dan memelihara.
6. Fleksibel dan cocok untuk beberapa pengeringan tapi dalam jumlah kecil.
Kelemahan drum dryer
Kelemahan atau kekurangan penggunaan drum dryer antara lain:
1. Tidak cocok untuk produk yang tidak dapat membentuk film (lapisan tipis) yang
bagus.
2. Khusus produk yang mengandung kadar gula tinggi seperti tomat pure tidak mudah
dipisahkan dari drum karena thermoplasticity dari suhu bahan.
3. Throughput (kecepatan hasil pengeringan per satuan waktu) relatif rendah
dibandingkan dengan spray drying.
4. Biaya tinggi untuk perubahan permukaan drum karena presisi mesin sangat
dibutuhkan.
5. Kemungkinan panas produk dapat memberikan rasa masak dan pudarnya warna
karena kontak langsung dengan suhu tinggi di permukaan drum.
6. Tidak dapat memproses bahan/material yang mengandung garam tinggi (asin) atau
bersifat korosif karena berpotensi terjadi pitting pada permukaan drum.
7. Luas kontak permukaan bahan dengan udara lebih rendah dibandingkan dengan jenis
pengeringan lainnya seperti spray drying atau fluidized bed drying.
Aplikasi Drum Dryer
Drum dryer antara lain diaplikasikan pada pengeringan produk pangan seperti:
1. Susu
2. Makanan bayi
3. Sereal
4. Buah dan sayuran
5. Pure kentang
6. Pati masak

2. Tray dryer/rak hampa

Tray dryer/rak hampa

Pengering baki (tray dryer) disebut juga pengering rak atau pengering kabinet,
dapat digunakan untuk mengeringkan padatan bergumpal atau pasta, yang ditebarkan
pada baki logam dengan ketebalan 10-100 mm. Pengeringan jenis baki atau wadah adalah
dengan meletakkan material yang akan dikeringkan pada baki yang lansung berhubungan
dengan media pengering. Cara perpindahan panas yang umum digunakan adalah
konveksi dan perpindahan panas secara konduksi juga dimungkinkan dengan
memanaskan baki tersebut.
Rangka bak pengering terbuat dari besi, rangka bak pengerik di bentuk dan dilas,
kemudian dibuat dinding untuk penyekat udara dari bahan plat seng dengan tebal 0,3mm.
Dinding tersebut dilengketkan pada rangka bak pengering dengan cara di revet serta
dilakukan pematrian untuk menghindari kebocoran udara panas. Kemudian plat seng
dicat dengan warna hitam buram,agar dapat menyerap panas dengan lebih cepat. Pada
bak pengering dilengkapi dengan pintu yang berguna untuk memasukan dan
mengeluarkan produk yang dikeringkan. Di pintu tersebut dibuat kaca yang
mamungkinkan kita dapat mengetahui temperature tiap rak, dengan cara melihat
thermometer yang sengaja digantungkan pada setiap rak pengering. Di bagian atas bak
pengering dibuat cerobong udara, bertujuan untuk memperlancar sirkulasi udara pada
proses pengeringan. Gambar 2.5 Tray Dryer (Pengering Baki)(Revitasari, 2010)
Spesifikasi Alat Dan Cara Kerja Alat
Alat pengering tipe rak (tray dryer) mempunyai bentuk persegi dan di dalamnya berisi
rak-rak yang digunakan sebagai tempat bahan yang akan dikeringkan. Pada umumnya rak
tidak dapat dikeluarkan. Beberapa alat pengering jenis itu rak-raknya mempunyai roda
sehingga dapat dikeluarkan dari alat pengering. Ikan-ikan diletakkan di atas rak yang
terbuat dari logam dengan alas yang berlubang-lubang. Kegunaan dari lubang tersebut
untuk mengalirkan udara panas dan uap air.
Ukuran rak yang digunakan bermacam-macam, ada yang luasnya 200 cm2 dan ada juga
yang 400 cm2. Luas rak dan besar lubang-lubang rak tergantung pada bahan yang akan
dikeringkan. Selain alat pemanas udara, biasanya juga digunakan kipas (fan) untuk
mengatur sirkulasi udara dalam alat pengering. Kipas yang digunakan mempunyai
kapasitas aliran 7-15 fet per detik. Udara setelah melewati kipas masuk ke dalam alat
pemanas, pada alat tersebut udara dipanaskan lebih dahulu kemudian dialirkan diantara
rak-rak yang sudah berisi bahan. Arah aliran udara panas di dalam alat pengering dapat
dari atas ke bawah dan juga dari bawah ke atas. Suhu yang digunakan serta waktu
pengeringan ditentukan menurut keadaan bahan. Biasanya suhu yang digunakan berkisar
antara 80-1800C. Tray dryer dapat digunakan untuk operasi dengan keadaan vakum dan
seringkali digunakan untuk operasi dengan pemanasan tidak langsung. Uap air
dikeluarkan dari alat pengering dengan pompa vakum.
Alat tersebut juga digunakan untuk mengeringkan hasil pertanian berupa biji-bijian.
Bahan diletakkan pada suatu bak yang dasarnya berlubang-lubang untuk melewatkan
udara panas. Bentuk bak yang digunakan ada yang persegi panjang dan ada juga yang
bulat. Bak yang bulat biasanya digunakan apabila alat pengering menggunakan
pengaduk, karena pengaduk berputar mengelilingi bak. Kecepatan pengadukan berputar
disesuaikan dengan bentuk bahan yang dikeringkan, ketebalan bahan, serta suhu
pengeringan. Biasanya putaran pengaduk sangat lambat karena hanya berfungsi untuk
menyeragamkan pengeringan.
Alat pengering tipe bak terdiri atas beberapa komponen sebagai berikut :
a. Bak pengering yang lantainya berlubang-lubang serta memisahkan bak pengering
dengan ruang tempat penyebaran udara panas (plenum chamber).
b. Kipas, digunakan untuk mendorong udara pengering dari sumbernya ke plenum
chamber dan melewati tumpukan bahan di atasnya.
c. Unit pemanas, digunakan untuk memanaskan udara pengering agar kelembapan
nisbi udara pengering menjadi turun sedangkan suhunya naik.
Keuntungan dari alat pengering jenis itu sebagai berikut :
a. Laju pengeringan lebih cepat
b. Kemungkinan terjadinya over drying lebih kecil
c. Tekanan udara pengering yang rendah dapat melalui lapisan bahan yang
dikeringkan.(Revitasari, 2010).

Kekurangan dari alat pengering jenis itu sebagai berikut :

a. Loading dan off loading dikerjakan manual


b. Konsumsi energi lebih besar

3. Vacuum Dryers

Vakum ialah proses menghilangkan air dari suatu bahan, bersama dengan
penggunaan panas maka vakum dapat menjadi suatu metode pengeringan yang efektif.
Pengeringan dapat dicapai dalam suhu yang lebih rendah sehingga lebih hemat energi.
Metode ini cocok untuk mengeringkan bahan yang sensitif terhadap panas atau bersifat
volatil karena waktu pengeringannya yang singkat. Kelebihan yang lain dari pengeringan
menggunakan vakum ialah dapat digunakan untuk mengeringkan bahan yang tak bisa
dikeringkan jika terdapat kehadiran air. Sistem ini terdiri dari ruang vakum (bisa stationer
atau berputar), pompa dengan katup dan gauge serta sumber panas. Proses pengeringan
vakum sering melibatkan beberapa langkah penerapan panas dan vakum. Mengurangi
tekanan pada permukaan cairan akan membuat cairan tersebut menguap tanpa perlu
diikuti kenaikan suhu. Ada dua tipe pengering vakum, yaitu Double cone Rotary Vacuum
Dryer dan Cylindrical shell rotary vacuum dryer. Pada Double cone Rotary Vacuum
Dryer ruang pengering dipasang pada poros yang berputar. Proses pengeringan
melibatkan pemusingan dari ruang chamber yang memungkinkan gerakan jatuh turun.
Pada Cylindrical shell rotary vacuum dryer, di dalam ruang pengering dipasangi dengan
alat pemusing untuk mencampur dan mengaduk. Tipe ini digunakan biasanya untuk
produksi batch dalam jumlah besar.
Mekanisme kerja
Proses pengeringan vakum sering melibatkan beberapa langkah penerapan panas
dan vakum. Mengurangi tekanan pada permukaan cairan akan membuat cairan tersebut
menguap tanpa perlu diikuti kenaikan suhu. Ada dua tipe pengering vakum, yaitu Double
cone Rotary Vacuum Dryer dan Cylindrical shell rotary vacuum dryer. Pada Double cone
Rotary Vacuum Dryer ruang pengering dipasang pada poros yang berputar. Proses
pengeringan melibatkan pemusingan dari ruang chamber yang memungkinkan gerakan
jatuh turun. Pada Cylindrical shell rotary vacuum dryer, di dalam ruang pengering
dipasangi dengan alat pemusing untuk mencampur dan mengaduk. Tipe ini digunakan
biasanya untuk produksi batch dalam jumlah besar.

Aplikasi Spray Drying

Pengeringan semprot (spray drying) cocok digunakan untuk pengeringan bahan


pangan cair seperti susu dan kopi (dikeringkan dalam bentuk larutan ekstrak kopi) (Ula,
2011).

4. Ban berjalan (continuous belt driner)


Prinsif cara kerja

Pengeringan kontinu yang dilengkapi oleh ban berjalan yang membawa produk melalui
trowongan penggering dengan udara panas yang bersirkulasi. proses pengoperasian bersifat
otomatis sehingga menguntungkan. metode pengering ini sangat sesuai untuk mengeringkan
bahan pangan dalam jumlah besar, tetapi tidak cocok untuk mengeringkan bahan dengan kondisi
pengeringanyang harus diubah secara berkala.

jenis produk : sayuran

5. Pengeringan foam mat draying.


Prinsipnya adalah mengurangi kadar air bahan pangan dengan 3 alat pengering,
selama pengeringan terjadi perpindahan panas dari alat pengering dan pindah massa dari
bahan dengan metode foam mat drying, pengeringan biasa dan menghitung laju
pengeringan. Foam mat drying merupakan metode pengeringan bahan cair yang
sebelumnya dijadikan buih terlebih dahulu dengan penambahan zat pembusa dan zat
tahan panas. Tujuan dari foam mat drying adalah memperluas permukaan, menurunkan
tegangan permukaan, meningkatkan rongga, mengembangkan bahan, mempercepat
penguapan air, serta menjaga mutu bahan
Dekstrin sebagai bahan pengisi untuk melindungi bahan dari panas, menambah
berat, mengikat air dan mempercepat proses pengeringan. Faktor faktor yang
mempengaruhi pengeringan antara lain :

a. Suhu semakin naik, pengeringan cepat


b. Luas permukaan semakin luas maka semakin cepat
c. Kecepatan pergerakan udara cepat maka pengeringan juga semakin cepat
d. Kelembapan udara rendah maka pengeringan cepat karena air akan lebih cepat
menguap
e. Waktu dipengaruhi suhu dan tekanan
f. Tekanan atmosfer tekana udara semakin vakum maka pengeringan akan
semakin cepat
g. Evaporasi makin cepat menguap maka akan semakin cepat kering

Keuntungan Metoda PengeringanFoam Mat Drying


a. Relatifsederhanadanprosesnyatidakmahal.
b. Memungkinkanpenggunaansuhulebihrendah,
c. Suhuyangdigunakanrelatifrendahsehinggawarna,aroma
dankomponengiziprodukdapatdipertahankan.
d. Penghilanganair lebihcepat
e. Lebihmudahlarutdalamair..
Kekurangan Metode Pengeringen Busa
a. Kurangnya kestabilan busa selama proses pemanasan.
b. Jika busa tidak cukup stabil terjadi kerusakan seluler yang menyebabkan kerusakan
selama proses pengeringan.
Pengaplikasian metode ini
Pengaplikasian metode foam-mat drying pada proses pengeringan spirulina.

6. Frizer Dryer

Pengoprasian alat tersebut sedikit lebih panjang karena banyak menu display yang harus
diseting dahulu dan harus lebih hati-hati karena banyak peralatan/asesoris terbuat dari gelas.
Cara oprasionalnya sebagai berikut: ekstrak cairan atau kental sebelum dimasukkan kedalam
Freeze Dryer telah dibekukan dalam refrigerator (lemari es) minimal semalam. Setelah membeku
kemudian dimasukkan ke dalam alat, alat disetting sesuai dengan yang diinginkan. Oleh vaccum
puma alat tersebut akan menyedot solvent yang telah beku (freeze) menjadi uap. Prinsip kerja
alat ini adalah merubah fase padat/es/freeze menjadi fase gas (uap).

Kegunaan alat
Sesuai dengan namanya pula Freeze Dryer (pengering beku) dapat digunakan untuk
mengeringkan bahan-bahan cair seperti ekstrak baik cair maupun kental, lebih ditekankan untuk
pengeringan ekstrak dengan penyari/solvent dari air. Pengeringan ekstrak relatif lama, sebagai
ilustrasi kerja alat tersebut sebagai berikut: untuk mengeringkan ekstrak cair sebanyak 500 ml
bisa membutukan waktu lebih dari 20 jam. Untuk itu lebih disarankan ekstrak yang dikeringkan
dalam Freeze Dryer sudah dalam ekstrak kentalnya sehingga waktu pengeringan akan lebih cepat
sehingga biaya akan lebih murah. Kapasitas alat tersebut mampu mengeringkan ekstrak sampai 6
liter sekaligus.

Proses pengeringan beku dengan alat freeze dryer ini berlangsung selama 18-24 jam,
karena proses yang panjang inilah membuat produk-produk bahan alam ini menjadi lebih stabil
dibandingkan dengan metode pengeringan yang lain seperti pengeringan semprot atau yang
dikenal dengan spray drying. Pengeringan beku ini dapat meninggalkan kadar air sampai 1%,
sehingga produk bahan alam yang dikeringkan menjadi stabil dan sangat memenuhi syarat untuk
pembuatan sediaan farmasi dari bahan alam yang kadar airnya harus kurang dari 10%.
pada prosesnya yang panjang ini sampel akan dibekukan terlebih dahulu, lalu setelah itu
dimasukkan kedalam alat freeze dryer yang akan diset suhu dan tekanannya dibawah titik triple.
dan akan terjadi proses sublimasi yaitu dari padat menjadi gas. Penggunaan freeze drying ini
sendiri juga telah banyak diaplikasikan dalam pengeringan produk makanan, hasil dari
pengeringan ini tidak merubah tekstur dari produk itu sendiri dan cepat kembali kebentuk
awalnya dengan penambahan air.

Untuk proses pengeringan beku (freeze dryer), menurut Muchtadi (1992), bahan yang
dikeringkan terlebih dahulu dibekukan kemudian dilanjutkan dengan pengeringan menggunakan
tekanan rendah sehingga kandungan air yang sudah menjadi es akan langsung menjadi uap,
dikenal dengan istilah sublimasi. Pengeringan menggunakan alat freeze dryer lebih baik
dibandingkan dengan oven karena kadar airnya lebih rendah. Pengeringan menggunakan alat
freeze dryer/pengering beku lebih aman terhadap resiko terjadinya degradasi senyawa dalam
ekstrak. Hal ini kemungkinan karena suhu yang digunakan untuk mengeringkan ekstrak cukup
rendah (Haryani, dkk., 2012).
7. Spray Dryer (Continuous Drying)

Metode mengeringan spray drying merupakan metode pengeringan yang paling


banyak digunakan dalam industri terutama industri makanan. Metode ini mampu
menghasilkan produk dalam bentuk bubuk atau serbuk dari bahan-bahan seperti susu,
buah buahan, dll.

Bagian-bagian dari unit spray dryer:

a. feed pump
b. atomizer
c. Pemanas uap (air heater)
d. Pendispersi udara (air disperse)
e. drying chamber
f. recovery powder system
g. pembersih udara keluaran

Cara kerja spray dryer adalah sebagai berikut:

Pertama-tama seluruh air dari bahan yang ingin dikeringkan, diubah ke dalam
bentuk butiran-butiran air dengan cara diuapkan menggunakan atomizer. Air dari bahan
yang telah berbentuk tetesan-tetesan tersebut kemudian di kontakan dengan udara panas.
Peristiwa pengontakkan ini menyebabkan air dalam bentuk tetesan-tetesan tersebut
mengering dan berubah menjadi serbuk. Selanjutnya proses pemisahan antara uap panas
dengan serbuk dilakukan dengan cyclone atau penyaring. Setelah di pisahkan, serbuk
kemudian kembali diturunkan suhunya sesuai dengan kebutuhan produksi.
Kelebihan dan Kekurangan metode Spray Drying

Kelebihan

a. Kapasitas pengeringan besar dan proses pengeringan terjadi dalam waktu yang
sangat cepat. Kapasitas pengeringan mencapai 100 ton/jam.
b. Tidak terjadi kehilangan senyawa volatile dalam jumlah besar (aroma)
c. Cocok untuk produk yang tidak tahan pemanasan (tinggi protein)
d. Memproduksi partikel kering dengan ukuran, bentuk, dan kandungan air serta sifat-
sifat lain yang dapat dikontrol sesuai yang diinginkan
e. Mempunyai kapasitas produksi yang besar dan merupakan system kontinyu yang
dapat dikontrol secara manual maupun otomatis

Kekurangan metode Spray Drying

a. Memerlukan biaya yang cukup tinggi


b. Hanya dapat digunakan pada produk cair dengan tingkat kekentalan tertentu
c. Tidak dapat diaplikasikan pada produk yang memiliki sifat lengket karena akan
menyebabkan penggumpalan dan penempelan pada permukaan alat

Aplikasi Spray Drying

Aplikasi spray drier dalam industri biasanya digunakan untuk mengeringkan suatu
cairan dengan produk akhir berupa bubuk atau serbuk butiran. Spray dryer ini banyak
dimanfaatkan untuk mnegeringkan susu bubuk, ekstrak kopi, tepung, dan lain
sebagainya. Pengeringan menggunakan metode ini juga banyak dimanfaatkan untuk
membuat produk-produk instran terenkapsulasi, seperti misalnya pembuatan yoghurt
instan, ataupun minuman instan mengandung vitamin C dan sebagainya.

8. Rotary Dryer
Pengering rotary dryer biasa digunakan untuk mengeringkan bahan yang
berbentuk bubuk, granula, gumpalan partikel padat dalam ukuran besar. Pemasukkan dan
pengeluaran bahan terjadi secara otomatis dan berkesinambungaa n akibat gerakan
vibrator, putaran lubang umpan, gerakan berputar dan gaya gravitasi. Sumber panas yang
digunakan dapat berasal dari uap listrik, batubara, minyak tanah dan gas. Debu yang
dihasilkan dikumpulkan oleh scrubber dan penangkap air elektrostatis (Anonim, 2009).

Secara umum, alat rotary dryer terdiri dari sebuah silinder yang berputar di atas
sebuah bearing dengan kemiringan yang kecil menurut sumbu horisontal, rotor, gudang
piring, perangkat transmisi, perangkat pendukung, cincin meterai, dan suku cadang
lainnya.. Panjang silinder biasanya bervariasi dari 4 sampai lebih dari 10 kali diameternya
(bervariasi dari 0,3 sampai 3 m). Feed padatan dimasukkan dari salah satu ujung silinder
dan karena rotasi, pengaruh ketinggian dan slope kemiringan, produk keluar dari salah
satu ujungnya (Jumari, A dan Purwanto A., 2005). Pengering putar ini dipanaskan dengan
kontak langsung gas dengan zat padat atau dengan gas panas yang mengalir melalui
mantel luar, atau dengan uap yang kondensasi di dalam seperangkat tabung longitudinal
yang dipasangkan pada permukaan dalam selongsong.

keuntungan pengeringan solid dengan menggunakan rotary dryer adalah :


a. dapat mengeringkan baik lapisan luar ataupun dalam dari suatu padatan
b. penanganan bahan yang baik sehingga menghidari terjadinya atrisi
c. proses pencampuran yang baik, memastikan bahwa terjadinya proses pengeringan
bahan yang seragam /merata.
d. effisiensi panas tinggi
e. operasi sinambung
f. instalasi yang mudah
g. menggunakan daya listrik yang sedikit

kekurangan dari penggunaan RD adalah


a. dapat tersumbatnya walaupun rantai dan pemukul dapat mengurangi hal itu
b. dapat menyebabkan reduksi ukuran karena erosi atau pemecahan
c. karakteristik produk kering inkonsisten
d. efisiensi energi rendah (kehilangan besar di unit yang miring)
e. perawatan alat yang susah
f. banyak komponen yang dipakai
g. tidak ada pemisahan debu yang jelas