You are on page 1of 14

BAB I

PENDAHULUAN

Kanker gaster adalah suatu tumor epitel pda mukosa gaster yang bersifat malignan
dengan diferensiasi kelenjar. Kanker gaster merupakan penyebab kematian nomor dua di
dunia akibat keganasan dengan angka kematian tertinggi di Asia Timur, Tengah, Eropa
Timur dan Tengah, Amerika Selatan. Pada tahun 2008, sekitar 989.000 kasus baru kanker
lambung di dunia dan 738.000 mengalami kematian. Kanker lambung sering ditemukan saat
stadium lanjut dan tetap memiliki prognosis buruk. Operasi kuratif dianggap sebagai satu-
satunya terapi pada kanker lambung. Deteksi dini sangat baik untuk penanganan awal dan
hasil yang lebih baik. menurut WHO jenis kanker yang banyak menyebabkan kematian
diantaranya adalah kanker paru ( 1,59 juta kasus), kanker hati (745.000 kasus), kanker perut
(723.000 kasus), kanker payudara (521.000 kasus), kanker esophagus (400.000 kasus), dan
kanker lain yang mencapai angka 8,2 juta kasus kematian.1,2,
Operasi kuratif dianggap sebagai satu-satunya terapi unutk kanker lambung. Deteksi dini
sangat baik untuk mencegah prognosis buruk pada kanker lambung. Hal ini mencakup
perawatan dengan kemoterapi, radioterapi, serta pembedahan. 90% tumor di gaster adalah
malignan, pada penelitian retrospektif yang melibatkan lebih dari 50.000 pasien, didapatkn
65% pasien dengan kanker gaster di Amerika Serikat berada pada stadium T3/T4, dengan
85% sudah mengalami metastase ke kelenjar getah bening. Terdapat dua bentuk tipe histologi
dari kanker gaster, yaitu intestinal dan diffuse. Tipe intestinal muncul dari lesi prekanker
seperti atropi gaster atau intestinal metaplasia pada gaster. Tipe diffuse tidak muncul dari lesi
prekanker yang telah ada sebelumnya, muncul lebih sering pada wanita dan berusia muda,
dan mempunyai hubungan yang tinggi dengan kondisi familial (golongan darah tipe A), yang
menyarankan adanya faktor genetik yang berperan dalam hal etiologi. Perubahan insiden dari
kanker lambung diantara populasi seiring waktu atau antara populasi secara geografis
merefleksikan adanya perbedaan atau perubahan dalam hal insidensi kanker gaster tipe
intestinal.4

Kardia adalah daerah kecil yang berada pada hubungan gastroesofageal (gastroesophageal junction) dan terletak sebagai pintu masuk ke lambung Fundus adalah daerah berbentuk kubah yang menonjol ke bagian kiri di atas kardia.1. antrum. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. edisi 23) . fundus. dan pilori. Anatomi Gaster ( Sobotta. Pilorik adalah suatu struktur tubular yang menghubungkan lambung dengan duodenum dan mengandung spinkter pilorik. Secara anatomik. Badan adalah suatu rongga longitudinal yang berdampingan dengan fundus dan merupakan bagian terbesar dari lambung. yaitu kardiak.1.ANATOMI GASTER Gaster merupakan organ pencernaan yang palingmelebar. terletak di bagian akhir esophagus dan di awal usus halus. Gambar 1. Antrum adalah bagian lambung yang menghubungkan badan ke pilorik dan terdiri dari otot yang kuat. badan.Organ-Organ dalam. lambung memiliki lima bagian utama.

(3) outer longitudinal.2. Epitel permukaan yang berlekuk ke dalam lamina propia dengan kedalaman yang bervariasi. pembuluh darah. Pada muskularis propia terdapat pleksus myenterik (auerbach). Sebagai tambahan yaitu terdapat pleksus submukosa (Meissner). limfosit. (2) middle circular. dan membentuk sumur-sumur lambung disebut foveola gastrika.5 c. Lapisan oblik terbatas pada bagian badan dari lambung. 2009). Epitel yang menutupi permukaan dan melapisi lekukan-lekukan tersebut adalah epitel selapis silindris dan semua selnya menyekresi mukus alkalis. Lapisan mukosa terdiri atas epitel permukaan. dan muskularis mukosa. sistem limfatik. Lapisan muskularis propia terdiri dari tiga lapisan otot. Muskularis mukosa yang memisahkan mukosa dari submukosa dan mengandung otot polos. Lamina propia lambung terdiri atas jaringan ikat longgar yang disusupi sel otot polos dan sel limfoid. Lapisan sub mukosa mengandung jaringan ikat. lamina propia. dan sel plasma. Lapisan serosa adalah lapisan paling luar dan merupakan bagian dari visceral peritoneum.5 b. yaitu (1) inner oblique. Histologi Gaster a.2.5 d.5 . Lapisan serosa adalah lapisan yang tersusun atas epitel selapis skuamos (mesotelium) dan jaringan ikat areolar (Tortora & Derrickson.

Oksintik artinya tajam. Sel mukus cepat membelah dan berfungsi sebagai sel induk bagi semua sel baru di mukosa lambung.3. Semua sekresi eksokrin ini dikeluarkan ke lumen lambung dan mereka berperan dalam membentuk getah lambung (gastric juice). yang mengacu kepada kemampuan sel ini untuk menghasilkan keadaan yang sangat asam. Sel utama menyekresikan prekursor enzim pepsinogen. seluruh mukosa lambung diganti setiap tiga hari. endokrin. kedua daerah kelenjar pilorik yang melapisi bagian antrum.Fisiologi Lambung Setiap hari lambung mengeluarkan sekitar 2 liter getah lambung. mukosa lambung dapat dibagi menjadi dua bagian terpisah. Secara umum. Sel-sel kelenjar mukosa terdapat di kantong lambung (gastric pits). 3. Kantung-kantung lambung pada daerah kelenjar pilorik terutama mengeluarkan mukus dan sejumlah kecil pepsinogen. yaitu suatu invaginasi atau kantung pada permukaan luminal lambung. Sel-sel di daerah kelenjar pilorik ini jenis selnya adalah sel parakrin atau endokrin. 2. Pertama mukosa oksintik yaitu yang melapisi fundus dan badan. Sel-sel tersebut adalah sel enterokromafin yang . Sel-sel yang bertanggung jawab untuk fungsi sekresi. yang berbeda dengan mukosa oksintik. Sel parietal (oksintik) mengeluarkan HCl dan faktor intrinsik. Sel-sel anak yang dihasilkan dari pembelahan sel akan bermigrasi ke luar kantung untuk menjadi sel epitel permukaan atau berdiferensiasi ke bawah untuk menjadi sel utama atau sel parietal.2. yang menyekresikan mukus yang encer.6 Ada tiga jenis sel tipe eksokrin yang ditemukan di dinding kantung dan kelenjar oksintik mukosa lambung yaitu : 1. Variasi sel sekretori yang melapisi invaginasi ini beberapa diantaranya adalah eksokrin. terletak di lapisan mukosa lambung. Bagian yang paling dalam dilapisi oleh sel utama (chief cell) dan sel parietal. Sel mukus yang melapisi kantung lambung. dan parakrin. Melalui aktivitas ini.

90% dari semua tumor diperut merupakan suatu keganasan. sel G yang menghasilkan gastrin. dan gastrin. tidak seperti tipe diffuse.menghasilkan histamin.9 . Kanker lambung sering ditemukan saat stadium lanjut dan tetap memiliki prognosis buruk. Di Amerika Serikat kanker gaster mempunyai insiden tertinggi pada pria dibandingkan wanita (rasio sekitar 2:1).4.6 2.3.8 2. Pylori sangat terkait dengan jenis ini seperti pada tipe usus.000 mengalami kematian. Amerika Selatan. intestinal diffuse. tidak seperti tipe diffuse. sel D menghasilkan somatostatin. Epidemiologi Kanker gaster merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia akibat keganasan dengan angka kematian tertinggi di Asia Timur. Definisi Kanker Gaster Kanker gaster merupakan tumor pada epitel mukosa gaster yang bersifat malignan diferensiasi kelenjar. yang lebih terjadi pada wanita dan indivdu yang berusia dibawah 50 tahun. Infeksi H. Penyakit ini 20 kali lebih banyak dijumpai di Negara Jepang bila dibandingkan dengan amerika serikat. yang lebih umum terjadi pada pria lanjut usia. Eropa Timur dan Tengah.vMeskipun terjadi penurunan kejadian di seluruh dunia. sekitar 989. Tipe intestinal adalah hasil dari proses peradangan yang berkembang dari gastritis hingga gastritis atrofik dan akhirnya sampai ke metaplasia usus dan dysplasia.2. Sel G yang dihasilkan berperan sebagai stimuli sekresi produk protein. adenokarsinoma lambung sebanyak 95% dari jumlah total keganasan.000 kasus baru kanker lambung di dunia dan 738. kanker lambung menyumbang 3% sampai 10% dari semua kematian terkait kanker.5. Jenis ini sering terjadi pada pria lanjut usia.4. Sekitar 60% dari kasus tersebut terjadi di negara berkembang. Kanker lambung terdiri dari dua varian patologis. dan sekresi asetilkolin. Histamin yang dikeluarkan berperan sebagai stimulus untuk sekresi asetilkolin.7. Insiden mulai meningkat sejak dekade keempat dan mencapai puncaknya pada dekade ketujuh. Pada tahun 2008. Tengah. Sel D berperan sebagai stimuli asam.

10 .5. perokok aktif dan perokok sejak usia muda memiliki kemungkinan dua kali lebih besar menderita kanker gaster.6. ekspresi yang berlebihan dapat memicu petumbuhan tumor. Pylori berhubungan dengan risiko adenokarsinoma gaster sebesar 2-16 kali dimana infeksi bersifat menginduksi terjadinya inflamasi kronis yang bersifat karsinogenik karena dapat meningkatkan stress oksidatif. sitokin pro inflamasi. Makanan yang diawetkan meningkatkan risiko kanker gaster karena peningkatan kandungan garam. dan amin aromatic polisiklik. Sebuah metaanalisi dari penelitian membuktikan bahwa meroko meningkatkan risiko kanker lambung sebanyak 1. Nitrat yang direduksi menjadi nitrit oleh bakteri saluran cerna atau makrofag akan bereaksi dengan substansi ternitrogenasi lain sehingga terbentuk senyawa N-Nitroso. dan potensial terjadinya perbaikan DNA yang tidak sempurna. pergantian sel. hal ini dihubungkan dengan atrofi gastritis yang merupakan faktor risiko adenokarsinoma gaster. Infeksi H. nitrat. Kombinasi serta virulensi strain bakteri.2.1. Etiologi dan Faktor Risiko Bakteri H.Pylori merupakan penyebab utama kanker gaster. genetic pejamu yang rentan. 0 Penggunaan aspirin ditemukan dapat menurunkan mortalitas kanker lambung. gastritis atrofi. Makanan yang tinggi garam meningkatkan risiko kanker gaster 50-80%. Aktivasi p38 mitogen-activated rotein kinase (MAPK) stress pathway dan inhibisi apoptosis sehingga terjadi kerusakan DNA yang terakumulasi. pembentukan radikal bebas. dan perubahan metaplastik pada mukosa lambung.10 Makanan merupakan faktor risiko lain.10 Perokok berat.terutama COX 2. Hal ini disebabkan kaerena adanya inhibisi cyclooxygenase (COX). Infeksi ini akan berkembang menjadi ulkus.6 kali lipat. dan keadaan lambung yang mendukung akan menentukan perkembangan dari panyakit tersebut.

terutama yang disebakan oleh infeksi H. Faktor yang mempermudah timbulnya tumor malignan pada gaster antara lain gastritis atropi. ekspreso COX-2 menunjukan beberapa efek selular termasuk proliferasi. Selain itu faktor lain yang dapat mempengaruhi adalah faktor herediter. Tipe difus lebih tidak berhubungan dengan faktor risiko serta tidak berasal dari metaplasia usus.10 . golongan darah terutama golongan darah A.kanker gaster awal dan akhirnya menjadi kanker gaster tahap lanjut. dan akhirnya menjadi karsinoma. Diawali oleh perubahan mukosa gaster normal menjadi epitel hiperproliferatif. dan anemia pernisiosa. mennurunkan ekspresi E-Chaderin. Tipe intestinal memiliki karakteristik adanya struktur kelenjar yang menyerupai kelenjar usus halus. polip gaster.8. Pylori. kanker gaster dikategorikan menjadi dua.10 Tahap awal pada kanker gaster tipe intestinal menyerupai kanker kolon. menghambat apoptosis. pylori yang telah disebutkan di atas. adenoma awal. Pylori. Prognosis tipe difus lebih buruk dibandingkan tipe intestinal. Tipe ini diyakini berkembang dari gastritis atrofi kronis. Sedangkan tipe difus memiliki karakteristik berupa adanya infiltrasi secara difus kedalam stroma gaster dengan sedikit atau tanpa gambaran struktur kelenjar. Perubahan awal yang ditemukan berupa inflamasi.2. yaitu tipe intestinal dan tipe difus. dysplasia.10 Secara in vitro. inflamasi berlanjut akan menyebabkan gastritis atrofi dilanjutkan dengan metaplasia intestinal.7. adenoma lanjut. meningkatkan angiogenesis. dan meningkatkan potensial invasive/ metastase. Tipe tersebut berhubungan dengan faktor risiko yang berasal dari makanan dan lingkungan termasuk infeksi H. Untuk perkembangan kanker lambung tipe difus sampai saat ini belm diketahui secara pasti. Patogenesis Berdasarkan klasifikasi Lauren yang menggunakan gambaran histologi. dan faktor infeksi H. Ekspresi COX-2 berperan penting dalam pathogenesis gastrointestinal.

Tipe I (protrunded type) invasi tumor hanya terbatas pada mukosa dan submukosa yang berbentuk polipoid. gastroskopi. dan pemeriksaan histopatologis dapat dibagi atas :2. bentuk ireguler. b. sedikit elevasi dari mukosa lambung. pinggir tidak rata. .9 1. tampak perubahan warna pada mukosa c. d. hiperemis/ pendarahan. Flat type. perdarahan dengan/ tanpa ulserasi. permukaan tidak rata. Elevated type. gambaran awal pertumbuhan pada kanker gaster. Early gaster cancer Berdasarkan hasil pemeriksaan radiologi.tipe yaitu : a.8. permukaan irregular. hampir sama dengan tipe I. menyerupai bormann II ( tumor ganas lanjut) dan sering disertai kombinasi seperti IIc + III atau III+ IIc dan IIa + IIc. Depressed type. Gambar 2. Tipe II ( Superficial type) dibagi atas 3 sub. Excavated type. 2. tetapi lebih meluas dan melebar.Klasifikasi Kanker Gaster A.1.2.

sedangkan pada atrofi gaster didapatkan bagian atas gaster dan secara multisenter.NO.M0 IV T-T3.MO IIIA T2a/b.MO II T. Karsinoma gaster berasal dari perubahan epitel pada membran mukosa gaster yang berkembang pada bagian bawah gaster.NO. atau T4.N.9 Pada tahun 2006.MO atau T2a/b. American joint committee on cancer ( AJCC) menentukan stadium kanker gaster berdasarkan klasifikasi TNM.MO IIIB T3.N1-3. atau T2.N2.N2.N3. massa yang tumbuh melalui dinding menginvasi lapisan otot.MO atau T4.NO.NO.2.N2.NO atau NI. tumor intraepitheal.MO.M1 Tabel 2. Karsinoma gaster dapat terlihat sebagai beberapa bentuk antara lain seperempat berasal dari propia yang berbentuk fungating dan tumbuh ke lumen sebagai massa.MO. atau T2a/b.N1.MO.10 Stadium Kriteria 0 Tis. penyebarannya melalui dinding yang dicemari penyebaran pada permukaan (8%). seperempatnya berbentuk tumor yang ulserasi. tanpa invasi ke lamina propria T1 : Tumor menginvasi lamina propria atau submukosa T2 : Tumor menginvasi lapisan propria muskularis atau subserosa T3 : Tumor menginvasi serosa (peritoneum viseralis) tanpa invasi ke organ sekitar T4 : Tumor menginvasi ke organ sekitar .MO IB T1. Penentuan Stadium Kanker Gaster Berdasarkan Klasifikasi TNM Keterangan : Tis : Karsinoma in situ.N1.MO. atau T3.1.MO.MO IA TI. N. atau semua T. atau T2.N2.MO.

kuning. gejala neurologis. batuk darah. dan dapat pula berupa ileus obstruksi. nyeri epigastrium ( 63%). Gejala metastasis ke hepar dapat berupa nyeri kuadran kanan atas abdomen. Diagnosis Pada pemeriksaan fisik yang dapat membantu adalah gejala penurunan berat badan dan anemia. dan lekas kenyang (5%). muntah ( 41%). sendawa (10%). Gejala yang ditimbulkan akibat metastase dapat berua asites. sesak nafas. N0 : Tidak terdapat metastase ke kelenjar getah bening N1 : metastasis pada 1-6 kelenjar getah bening regional N2 : Metastasis pada 7-15 kelenjar getah bening regional N3 : metastasis pada >15 kelenjar getah bening regional MO : Tidak terdapat metastasis jauh M1 : Terdapat metastasis jauh 2.9. Disfagia menunjukkan letak tumor lebih proksimal pada gastroesophageal junction atau pada fundus. karena dapat terjadi anemia. regurgitasi (7%). Pemeriksaan laboratorium bermanfaat untuk mengetahui komplikasi dari kanker gaster. Gejala metastase ke paru dapat berupa sesak nafas. anoreksia (28%). EGD merupakan .10. Di daerah epigastrium mungkin ditemukan suatu masa dan jika sudah ada metastase ke hepar akan teraba hepar yang irregular. disfagia (18%). Pemeriksaan pencitraan yang bermanfaat adalah esofagogastroduodenoskopi (EGD). keluhan pencernaan (40%). nyeri tulang. dan demam. dan kadang teraba kelenjar limfe klavikular yaitu supralavikukar sinistra dan periumbilikus. Gejala di atas umumnya ditemukan pada kanker gaster stadium lanjut. icterus obstruktif. hematemesis (7%). Gejala Klinis Keluhan utama tumor ganas gaster adalah berat badan menurun ( 82%).9 Nyeri epigastrium yang menjalar ke punggung menandakan kemungkinan penetrasi tumor ke pankreas.10 2. EGD dapat menegakkan diagnosis dengan akurasi 95%. nausea (18%). kelemahan (17%).

Pada keadaan karsinoma. pewarnaan kontras. tampak sekumpulan sel. atau diagnostik. CT Scan atau MRI toraks. abdomen. cepat. Pada keadaan normal. mudah. yaitu dengan aplikasi topikal atau pigmen untuk meningkatkan lokalisasi jaringan.10 Pemeriksaan sitologi dilakukan melalui sitology brushing. Penggunaan chromoendoscopy telah diaplikasikan untuk deteksi kanker gaster. dan agen yang digunakan untuk tattoo. Nilai keakuratan sitologi 85% teteapi bila ditambah dengan biopsi lambung nilai keakuratan dapat meningkat menjadi 96%. Endoskopi lebih banyak digunakan karena lebih banyak tersedia.8. sel. dan pelvis bermanfaat dalam mengevaluasi perluasan kanker gaster.pemeriksaan penunjang pilihan utama karena dapat memvisualisaskan tumor secara langsung. dan aman. mempunyai anak inti yang multiple atau giant nukleoli. tidak mahal.sel ini mempunyai bentuk yang bulat dengan kromatin inti yang tersebar merata. inti sel membesar dan hiperkromatin.10 Rontgen toraks bermanfaaat untuk melihat adanya metastase ke paru.sel menjadi lebih tersebar ataupun sedikit berkelompok irregular. Sel.10 . karakteristik.sel epiteal superfisial yang regular membentuk gambaran honey comb. Walaupun begitu belum ada data mengenai evektivitas dan dampak klinik dari penggunaan chromoendoscopy sampai saat ini. Beberapa agen telah digunakan secara garis besar dapat dibagi menjadi pewarnaan absorptif ( vital).

10 Pada penderita kanker gaster yang tidak mau dilakukan pembedahan. Gastrektomi total dilakukan pada kasus kanker gaster yang letaknya lebih proksimal atau sudah meluas.11. Tatalaksana Gastrektomi ( pembedahan gaster) merupakan pilihan utama dalam terapi kanker gaster. relative non kuratif.tetrahydroksilphenyl chlorin (mTHPC) untuk fotosensititasi . ukuran maksimum tumor <2 cm. terutama untuk kanker gaster dengan stadium lanjut. dan absolut non kuratif. EMR bermanfaat terutama pada lesi yang terbatas pada mukosa. Ada empat kriteria penderita kanker gaster yang sesuai untuk dilakukan EMR. gambaran endoskopi pada adenokarsinoma gaster 2. yaitu kanker yang berlokasi di mukosa dan tidak ditemukan keterlibatan kelenjar getah bening. maka photodynamic Teraphy ( PDT) dapat menjadi alternatif pilihan yaitu dengan menggunakan mesho. Pembedahan pada kanker gaster dibagi menjadi empat yaitu absolut kuratif. Gambar 2. Lesi yang berukuran >4. relative kuratif.5 cm memiliki kemungkinan sekitar >50% telah menyebar ke submukosa dan kelenjar getah bening.1. Perkembangan teknologi endoskopi telah memungkinkan dilakukannya endoskopi mucosal resection ( EMR).

adanya penyebaran kelenjar limfe.8.12. Seperti kemoterapi. Faktor lain yang menentukan prognosis adalah derajat invasi dinding gaster. Obat kemo yang dapat digunakan antara lain Trimetoxote. pengenalan kanker gaster secara dini lebih mudah dan prognosisnya lebih baik daripada stadium lanjut. Mitomisin C. peran radiasi dalam kanker gaster terbatas sebagai terapi adjuvant paska operasi.10 2. Prognosis Dengan adanya pemeriksaan gastroskopi. Epirubisin. dan Karmisetin. Untuk daerah Amerika prognosis buruk dengan angka harapan hidup 5 tahun antara 5-15% dan kebanyakan kasus sudah dalam tahap stadium lanjut. Radiasi tidak memiliki banyak peran dalam tatalaksana kanker gaster karena bersifat radiosisten.memberikan hasil remisi total pada 80% kasus kanker gaster tipe intestinal stadium awal dan 50% kanker gaster tipe difus yang masih terlokalisasi. Kemoterapi belum menunjukan efektivitas optimal dalam tatalaksana kanker gaster karena cenderung kemoresisten. Prognosis yang baik berhubungan dengan bentuk polipoid kemudian yang berbentuk ulseratif. .pada studi yang menggunakan kombinasi 5. Hidrourea. metastase di peritoneum dan tempat lain.Fluorourasil dan Leukovorin meningkatkan survival rate dan 3 tahun relaps free survival.

dan menunjukkan prognosis baik jika dilakukan screening sejak awal. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan diantaranya adalah laboratorium. Sedangkan faktor risiko lain yang dapat menyebabkan kanker gaster diantaranya adalah faktor makanan dan perokok. Pemeriksaan awal untuk kanker gaster asimptomatik dan rata. dan perubahan metaplastik pada mukosa lambung.Pylori merupakan penyebab utama kanker gaster. Kemoterapi belum menunjukan efektivitas optimal dalam tatalaksana kanker gaster karena cenderung kemoresisten. Infeksi ini akan berkembang menjadi ulkus. . dan pelvis bermanfaat dalam mengevaluasi perluasan kanker gaster. CT Scan atau MRI toraks. Kanker gaster merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia akibat keganasan. Bakteri H.rata mereka yang datang sudah berada pada tahap stadium lanjut. gastritis atrofi. endoskopi. Terapi pembedahan menjadi pilihan utama pada kanker gaster. Penderita kanker gaster biasanya menunjukkan prognosis buruk bagi stadium tahap lanjut. rontgen toraks. pemeriksaan sitologi. Penggunaan chromoendoscopy telah diaplikasikan untuk deteksi kanker gaster. abdomen. BAB III KESIMPULAN Kanker gaster merupakan tumor pada epitel mukosa gaster yang bersifat malignan diferensiasi kelenjar.