You are on page 1of 6

ABSTRACT

Menceritakan tentang
persahabatan yang bermula dari
sebuah makrab dan menjadi
saudara tetapi pada akhirnya
kandas begitu saja di tengah
perjuangan dengan sia-sia.

Microsoft Office User

KANDASNYA
PERSAHABATAN
BY: Sandra Leories
***

Pada bulan agustus saya mulai memasuki perkuliahan, saya mendaftar di suatu
universitas yang bernama Universitas Surya yang tepat bersebelahan dengan hotel Ibis, dan
memiliki gedung yang tinggi bertingkat dan bewarna biru. Pada tanggal 23 agustus 2015 saya
bersama saudara saya yang bernama Jessica Leories mendaftar di tempat kuliah yang sama dan
kami mengambil jurusan Digital Communication falkutas Social and Green Economy. Di sela-
sela kita semua sebagai mahasiswa dan siswi yang mengikuti OSPEK(orientasi pengenalan
kampus) itu beberapa bulan kemudian dari prodi Digital Communication mengadakan makrab
(malam keakraban) dari semua angkatan yakni 2013-2015 yaitu tiga angkatan dan bersama
dosen-dosen kita yang super kece-kece ikut pergi ke Villa Pak Adik Bandoro yang berada di
Megamendung-Bogor.

***

Kita semua berangkat dari kampus menggunakan dua bus untuk mengangkut
mahasiswa tiga angkatan tersebut. Sesampainya kita disana, kita langsung mencari tempat
untuk menaruh barang-barang yang kita bawa untuk makrab, dan pada saat di hari pertama
saya melaksanakan makrab saya berkenalan dengan seseorang perempuan yang amat cantik,
ramah, baik, dan sopan. Di hari pertama kita makrab itu saya dan perempuan itu mulai
berbincang-bincang dan pada akhirnya saling mengenal satu sama lain, dengan canda, tawa,
bercerita,dan masih banyak lagi yang kita lakukan pada saat malam keakraban tersebut. Disana
kami berdua juga saling bertukar cerita tentang agama dan ternyata kami memiliki agama yang
sama yaitu Buddha, dari situlah kami mulai akrab satu sama lain.

***

Pada akhirnya dari tiga hari kami melalui malam keakraban bersama-sama disitulah
permulaan kami menjadi teman dekat, karena sama-sama enak buat di ajak ngobrol, berdiskusi,
bertukar pendapat, dan saling membantu satu sama lain. Akhirnya dimana hari berlalu selama
tiga hari menjalankan makrab (malam keakraban) pada akhrinya kita semua telah
menyelesaikan makrab dengan sangat baik, semuanya melakukan dengan penuh semangat dan
keceriaan. Seiring waktunya berjalan dan proses pembelajaran semester pertama sudah di
mulai dan pertama kali saya memasuki dunia perkuliahan disini saya hampir bertemu
perempuan yang saya ceritakan di atas setiap hari di kampus dan kami saling bertegur sapa.
***

Tidak lama kemudian selang beberapa bulan kita saling kenal lebih dalam mulailah
perempuan itu menanyakan pin bb dan nomor handphone saya, pada akhirnya dua hari setelah
perempuan itu mendapatkan nomor handphone dan pin bb saya dia mengontak saya lalu kami
berbincang-bincanglah di media sosial tersebut. Dia menanyakan, apakah saya pernah pergi ke
Vihara selama saya berada di Gading Serpong? Kemudia saya menjelaskan bahwa selama saya
berada di Gading Serpong saya tidak pernah dan tidak mengetahui bahwa di daerah Gading
Serpong terdapat Vihara dan pada akhirnya suatu saat saya diajak untuk pergi ke Vihara
Dharma Avalokitesvara bersama dia, pada setiap hari rabu jam tujuh malam, yang terletak di
ruko berly sebelah tempat les piano YAMAHA. Di hari pertama saya datanglah ke Vihara yang
dia beritahu kepada saya pada saat itu, awalnya saya masih agak merasa canggung dan merasa
terasingkan dengan orang-orang yang belum saya kenal, dan di dalam Vihara tersebut sangat
ramai. Karena saya masih awam dengan semuanya yang ada di dalam Vihara tersebut, mulailah
saya melihat-lihat kiri kanan saya, dan di ruangan sekitar. Berusaha memcoba memahami
situasi yang ada di dalam Vihara tersebut, pada akhirnya karena sudah menemukan tempat
ibadah yang dari dulu saya cari mulailah setiap hari rabu jam tujuh malam saya selalu datang
dan tidak pernah absen sama sekali sampai detik ini.

***

Akhirnya saya mulai mendapatkan banyak teman dan kita yang berada di dalam Vihara
tersebut adalah satu keluarga besar, walaupun bias dibilang rata-rata yang berada di dalam
Vihara tersebut semuanya sudah berumur dan yang muda sekitar delapan orang saja,
setidaknya lumayan daripada tidak sama sekali. Saya di Vihara Dharma Avalokitesvara sudah
sekitar kurang lebih tujuh bulan di Vihara tersebut dari bulan Maret-September 2016, di
pertengahan bulan April saya diajak untuk mengikuti organisasi Tzu Chi cabang yang berada
di karawaci terletak di ruko pinagsia, dia menanyakan kepada saya apakah saya mau mengikuti
organisasi Tzu Chi tersebut dengan spontannya saya langsung menjawab iya saya ingin ikut
organisasi Tzu Chi tersebut karena dari dulu saya ingin sekali mengikuti organisasi tersebut,
tetapi saya tidak tahu dimana letak cabang organisasi Tzu Chi yang ada di Tangerang, setahu
saya hanya ada dipusat saja yaitu di PIK (Pantai Indah Kapuk).
***

Pada bulan maret tersebut saya langsung di daftarkan olehnya kedalam organisasi Tzu
Chi tersebut. Disitulah kami semakin akrab dan semakin mengenal satu sama lain lebih
dalam lagi sebagai sahabat, dan saya selalu bersama dia apabila di Tzu Chi tersebut
mengadakan event seperti contohnya; baksos ke pesantren, Tzu Ching Camp 2016,
melakukan Depo atau daur ulang sampah bekas, dan kunjungan kasih seperti; pergi ke panti
jompo, ke panti asuhan, ke tempat ABK (anak berkebutuhan khusus). Dan selama saya kuliah
di Universitas Surya saya juga di ajak untuk mengikuti dan bergabung kedalam KMB atau
yang biasanya di sebut dengan komunitas mahasiswa buddhis. Karena saya Buddhis akhirnya
saya ikut berkontribusi dalam organisasi tersebut, dan di dalam KMB tersebut sama halnya
juga yang dilakukan oleh Tzu Chi kegiatan sosial di luar.

***

Saya bisa di bilang mahasiswa yang paling aktif dan suka berkontribusi dengan suatu
organisasi-organisasi sosial dan saya juga bisa di bilang mahasiswa yang paling peduli
dengan sesama, memiliki rasa sosial yang tinggi. Dan sangking aktifnya saya di ajak juga
untuk menjadi anggota dalam suatu komunitas dari kampus kita, yaitu West Ranger yang
artinya peduli lingkungan dengan cara mengajarkan anak-anak sekolah bagaimana mereka
cara menjaga lingkungan mereka dengan benar agar tidak terjadi kerusakan lingkungan,
seperti; banjir yang di sebabkan oleh ulah manusia sendiri. Di kampus saya juga
mencalonkan diri untuk menjadi anggota HMPS prodi Digital Communication dan saya
mendaftar menjadi bagian membantu mendesain suatu poster atau logo yang dibutuhkan saat
ada event dan ada yang perlu mendekorasi.

***

Kemudian pada 2 bulan terakhir kita ada sedikit terjadi perselisihan dan salah paham
dan dari situ lah kami lebih mengenal satu sama lain, dari kejadian itu saya sadar dimana sisi
buruk saya dan dia, pada akhirnya saya mampelajarinya untuk menjadi lebih baik. Dari saat
itu saya mulai bersikap seperti apa yang dia inginkan, saya sudah merelakan semuanya untuk
bersamanya apabila kalau ada kegiatan kami selalu pergi bersama, karena saya selalu merasa
nyaman apa bila melakukan semua hal seperti organisasi bersama dia. Tapi untuk ke tiga
kalinya kejadian yang sama terulang kembali dan yang ke tiga kali justru memperburuk
keadaan dan memperburuk persahabatan kami berdua.
***

Bisa dikatakan kami berdua sekitar dua minggu yang lalu sampai detik ini tidak
pernah lagi yang namanya bertegur sapa antara satu dengan yang lain. Saya merasa binggung
ada salah apa yang saya perbuat dengan dia sehingga dia bersikap seperti itu terhadap saya,
saat itu saya mulai berfikir apakah saya yang berbuat salah atau memang dia sedang tidak
ingin berbicara kepada saya dan bisa saja dia sedang ada masalah di luar sana. Pada awalnya
saya biasa saja melihat dia yang bersikap seperti itu,tetapi lama kelamaan saya
memperhatihan tingkah lakunya, cara dia bersikap terhadap saya yang dia tunjukkan ada
sikap yang sangat tidak wajar menurut saya, karena baru pertama kalinya saya melihat iya
bersikap seperti itu. Ternyata benar dugaan saya saat itu iya ingin membalas apa yang pernah
saya lakukan saya pertama kalinya kita berselisih paham.

***

Mungkin saya anggap biasa saja, tetapi ada satu hal yang saya ingat dari perkataan dia
yang pernah iya lontarkan kepada saya yakni setiap kalau kami berdua ada masalah ada hal
yang tidak disukai silahkan saling jujur antara kita berdua. Tetapi perkataan dengan
kenyataan tidaklah serupa, ketika saya melihat kejadiaan ini yang ketiga kalinya saya sangat
kecewa sekali, yang pertama saya harus kehilangan sahabat saya yang paling saya sayang
awalnya, yang kedua saya sudah lelah dengan tingakah lakunya yang seperti anak-anak, yang
ketiga yang selalu bisa menasehati orang dengan baik dan benar tetapi pada kenyataan tidak
dilakukan pada diri sendiri. Dan di akhir pertengkaran kita ini dia malah menyalahkan saya
seolah-olah kalau saya yang salah dalam pertengkaran kita ini.

***

Hah!!! Tidak seharusnya dia yang pantas marah, sakit hati, dan kesal melaikan
sebaliknya yang harus marah itu adalah aku!!!! Yang sudah rela mendengar semua
nasehatmu demi kebaikan aku, tetapi malah dia yang membalikkan semua yang ada, dan
berkata Too close causing conflict, mengenal orang sewajarnya saja karena terlalu
mengenalnya dapat membuatmu kecewa. WELL ITS WORK!! So itu yang dia katakana di
sebuah sosial media.
***

Pantaskah dia bersikap seperti itu, ingat selama ini saya sudah melakukan yang
terbaik buat persahabatan kita ini, sampai mama saya sangat senang sekali dengannya
keberadaanmu yang selalu membimbing aku menjadi orang yang baik, yang selalu ingat akan
Buddha maitreiya, yang selalu perhatian, yang selalu saling mengingatkan satu sama lain
untuk jangan lupa makan, sarapan, dan hal-hal lainnya yang biasa kita lakukan bersama,
tetapi kenapa malah menghancurkannya dengan cara yang sangat gampang sekali. Dirimu
yang selalu menasehati aku bila tingkah laku aku ada yang salah, tetapi kenapa malah kamu
yang seperti itu bertingkah laku seperti anak-anak, ngambek, dan tidak ingin bertegur sapa
lagi.

***

Kalau seandainya masih bisa waktu ini saya putra dan kembali seperti awal mula saya
belum mengenal dia, saya akan memutarkan semuanya beranggapan tidak mengenal dia
untuk sama sekali dari pada saya harus menahan rasa sakit hati ini berkelamaan. Saya
mengerti Tuhan itu baik selalu ada di sisi umat-Nya setiap saat dan saya juga mempercayai
bahwa karma itu akan datang dengan sendirinya kepada orang yang sudah berbuat yang jahat
atau menyakiti orang lain. Saya sangat berharap kedepannya saya akan lebih baik lagi dari
pada sebelumnya, semoga kedepannya saya lebih dewasa lagi, lebih bisa memilih teman atau
sahabat dengan baik dan benar, dan saya juga berharap untuk tidak mudah untuk terlalu
sayang kepada sahabat. Dan saya akan mulai belajar untuk tidak memandang sikap seseorang
dari luarnya saja seperti orang brengsek belum tentu sepenuhnya brengsek, bisa saja di lebih
baik dari pada orang yang luarnya terlihat baik, polos, ramah, dan bertatakrama itu tidaklah
selalu baik dan itu sangat jarang sekali.

***

Pesan yang ingin saya sampaikan dalam cerpen ini adalah jangan pernah terlalu cepat
untuk memberikan rasa sayang kita kepada seseorang karena suatu saat pasti akan di sakiti
belakangan, dan pililah sahabat yang bener-bener sayang dan perhatian kepada kamu sebab
mendapatkan sahabat yang bener-bener selalu ada buat kamu di saat kamu susah, senang dan
sedih itu sangat jarang sekali.

TETAP SEMANGAT WALAUPUN KITA SEDANG DI SAKITI

OLEH SAHABAT KITA SENDIRI :D