You are on page 1of 8

Pendahuluan

Dewasa ini kita banyak menemukan manusia yang jauh dari Allah. Sehingga terjadi
perbuatan-perbuatan tercela.seperti dengki, riya, khiyanat dll.Dalam makalah ini, kami hanya
membahas beberapa sifat tercela tersebut.

Dengki yang disebabka oleh kecintaan terhadap dunia ini, yang ingin mencelakakan
temannya sendiri. Ada lagi yang disebut dengan Riya. Riya ini dapat diartikan sebagai perbuatan
ibadah yang dilakukan dengan mengharap pujian orang lain. Dan khiyanat berarti curang.

Begitu merugi orang yang memiliki sifat ini. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas
bersama-sama perilaku tercela berikut ini. Apabila sifat tersebut ada pada kita, Insya Allah
pengobatan yang kami jelaskan berikut ini dapat mengobati anda. Dan hanya pada Allah lah kita
berserah diri.
Berikut ini pembahasan mengenai Akhlaqul Mazmumah seperti Dengki (hasad), Riya, &
khiyanat.

AKHLAQUL MAZMUMAH
A. Dengki

Dengki Adalah suatu sifat buruk yang melekati sebagian orang. Dengki muncul jika
amarah dipendam karena ketidakmampuan melampiaskannya. Maka amarah berbalik ke
bathinnya, mendekam di dalamnya. Tandanya ialah senantiasa membenci orang yang
dimaksudkan, merasa berat jika bertemu dengannya dan berusaha untuk menghindarinya.

Dengki merupakan buah dari amarah, sedangkan iri merupakan buah dari dengki. Dengki
ialah perasaan iri negatif yang disertai dengan tindakan atau perbuatan yang negatif terhadap
orang yang menjadi sasaran kedengkiannya, seperti: memfitnah, menjatuhkan nama, menyerang,
menghasut orang lain agar menyerangnya, atau mendoakan agar orang yang didengkinya itu
celaka, gagal, dsb. Dari Az-Zubeir Bin Al-Awwam R.A. Dia berkata, Rasullallah SAW.
Bersabda:

Artinya: Kalian akan jalani suatu penyakit ummat-ummat sebelum kalian, yaitu dengki
dan kebencian. (Diriwayatkan At-Turmizi dan Ahmad)
Sabda Rasulallah SAW:

Artinya: Janganlah kalian saling membenci, saling memutuskan hubungan, saling


mendengki, salinh bermusuhan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.
(Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain, beliau bersabda:

Artinya: Sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api yang makan kayu
bakar.(Diriwayatkan Ibnu Majah)
Dalam hadits lain beliau bersabda:

Artinya: Dari jalan yang lebar ini akan muncul dihadapan kalian seorang laki-laki
penghuni syurga. Lalu muncul orang lain yang bertanya kepadanya tentang amalnya.
Maka diapun menjawabsesungguhnya tidak membersit didalam jiwaku seseorang
hendak ku tipu dan aku dengki, karena kebaikan yang diberikan Allah kepadanya.
(Diriwayatkan Ahmad, Al-Baghawy dan Al-Bazzar)
Dalam Al-Quran surat Al-Falaq (113:5) Allah mengingatkan kita manusia agar selalu
memohon perlindungan kepada Allah, juga memohon perlindungan terhadap perbuastan dengki
orang yang dengki.

Artinya: Dan dari kedengkian orang yaang dengki apabila ia berbuat dengki.

Kami meriwayatkan bahwa Allah berfirman:


Artinya: Pemdengki itu merupakan musuh nimatku. Marah kepada takdirku, dan tidak
ridha terhadap pembagianku diantara hamba-hambaku.

Ibnu Sirin berkata: Aku tidak mendengki seorangpun karena urusan dunia. Sebab jika ia
termasuk penghuni syurga, maka bagainmana mungkin aku mendengkinya, karena suatu urusan
dunia, karena toh dia akan berjalan ke syurga? Jika dia termasuk penghuni neraka, maka
bagaimana mungkin aku mendengkinya karena suatu urusan dunia padahal dia akan beralan ke
neraka?

Iblis berkata kepada Nuh A.s. Jauhilah dengki, karena dengki mengikat diriku ke keadaan
ini.

Ketahuilah, bahwa jika Allah melimpahkan suatu kenikmatan pada saudaramu, maka ada
dua sikap yang muncul dalam menghadapi ini.

Abu Hurairah R.A. Meriwayatkan dari nabi SAW, beliau bersabda:

Artinya: Tiada perkara yang seseorang tidak bisa selamat dari sebagian diantaranya,
yaitu: Gegabah dan Dengki. Akan kuberi tahukan kepada kalian bagaimana jalan
keluarnya dari yang demikian itu jika engkau menyangka, maka janganlah engkau
menyeliidiki. Jika engfkau gegabah, maka lewatilah. Jika engkau Dengki,janganlah
engkau berbuat Dzalim. (Diriwayatkan Ibnu Abid-Dunya)

Adapun cara mengobati dengki, sesekali dengan keridhaan terhadap Takdir. Sesekali
dengan menghindari keduniaan, sesekali dengan melihat apa yang berkaitan dengan kenimatan
itu, antara hasrat kepada duniadan hisab di Akhirat, tidak meladeni apa yang membersit di dalam
jiwa dan lebih baik diam saja. Jika hal ini dilakukan, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan
pada pembawaan jiwanya. Didalam Ash-shahihain disebutkan dari hadits Ibnu Umar R.a.
Rasullallah SAW. Bersabda:

Artinya: Tidak ada dengki kecuali dalam dua perkara: Orang yang diberi Al-Quran oleh
Allah, lalu ia membacanya menjelang malam dan menjelang siang dan seseorang
yang diberi harta oleh Allah, lalu dia menafkahkannya dalam kebenaran dalam
menjelang malam dan menjelang siang.(Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

Dengki itu merupakan penyakit yang parah. Penyakit-pemyakit hati yang tidak bisa
disembuhkan kecuali dengan ilmu dan amal. Ilmu yang bermanfaat untuk penyakit dengki ialah,
engkau hanya mengetahui sebuah hakikat bahwa dengki itu sangat berbahaya bagi Agama dan
duniamu. Sementara orang yang di dengki itu tidak mendapat bahaya apapun dalam dunianya,
agamanya, bahkan ia bisa mengambil manfaat, sebab kenimatan tidak akan hilang dari dirinya,
karena dengkimu. Jika engkau tidak percaya kepada saat kebangkitan, maka itu merupakan orang
yang sangat besar. Jika orang yang berakal, hindarilah dengki, karena dengki ini akan menyiksa
hatimu, tanpa membawa manfaat apapun, terlebih jika engkau mengetahui tentang azab, hasad
(dengki) yang makruh.

Orang yang mengetahui bahwa teman, kenalan atau seseorang mendapat rezki yang
banyak, lalu ia dengki kepada orang tersebut, lebih-lebih jika orang tersebut pergi bersenang-
senang dan melakukan perbuatan maksiat. Dalam hatinya ia juga ingin mendapatkan rezki seperti
orang tadi. Lalu membelanjakannya seperti yang dilakukan orang yang di dengkinya itu, kedua
orang tersebut sama-sama tercela.

B. Hasad Yang Haram


Hasad (Dengki) yang haram itu adalah bila seseorang yang dengki tidak suka kepada
orang yang memperoleh sesuatu (pangkat, harta, dll) lebih daripada yang diperolehnya. Lalu ia
berharap agar nimat yang diperoleh orang tersebut hilang dan lenyap.

Firman Allah dalam Al-Quran surat AL-Imran ayat 120:

Artinya: Bila kamu mendapatkan kebaikan mereka susah dan jika kamu ditimpa musibah
mereka gembira..........

Penyakit dengki dapat menyerang semua manusia beriman atau tidak. Karena manusia itu
takut akan kehilangan status dalam pergaulan, kehilangan pangkat, dll.
C. Riya
Ketahuilah bahwa riya itu haram. Riya merupakan kebalikan dari ikhlas yaitu beramal
ibadah hanya untuk dipuji oleh orang lain. Orang yang memiliki sifat riya disisi Allah itu
terlaknat dengan laknat yang sangat keras.

Allah berfirman:

Atinya: Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari
shalatnya, orang-orang yang berbuat riya. (Al-Maun: 4-6)

Mujahid berkata: mereka itu adalah orang-orang yang ahli riya.


Yang merupakan penjelasan dari surat Al-Fathir: 10 yaitu orang-orang yang
merencanakan kejahatan.

Dalam hadits, Rasulallah telah bersabda ketika seorang lelaki bertanya: Wahai
Rasulallah, pada apa keselamatan dari siksa? Kemudian Rasul bersabda:

Artinya: Bahwa seorang hamba tidak mendambakan ketaatan kepada Allah dengan
menghendaki kepada manusia.

Ali Bin Abi Thalib berkata: bagi orang yang berbuat riya, itu mempunyai alamat.
1. Ia malas bilamana sendirian.
2. Ia rajin apabila bersama dengan manusia.
3. Ia menambah amal bila ia di puji dan menguranginya bila ia dicela.

Cara mengatasi timbulnya Akhlaqul Mazmumah seperti dengki (hasad), khianat & riya.
1. Mensucikan diri dengan cara mendekatkan diri kepada Allah.
2. Bersyukur atas nimat yang di berikan Allah.
3. Untuk riya yang terdahulu kita lakukan mencabut akar-akar yang menjadi dasar
penyabab riya kita tersebut.
4. Berzikir mengingat Allah.

D. Khianat
Khianat artinya curang. Rasulallah tidak memiliki sifat ini yang merupakan kebalikan
dari amanah. Khianat juga merupakan ciri-ciri orang yang munafiq, yakni:
1. Apabila ia dipercaya, ia khianat.
2. Apabila ia berjanji, ia ingkar.
3. Apabila ia berkata, ia dusta.
Pengobatan dan penghindaran khianat ini sama dengan pengobatan akhlaqul mazmumah
lainnya, yakni yang petama sekali ialah mensucikan diri karena hanya dengan kesucian jawa, kita
akan terobati dan terhindar dari akhlaqul mazmumah.
Penutup

Dalam pemaparan makalah ini, maka dapat kami simpulkan bahwa akhlaqul mazmumah

seperti dengki (hasad), riya, & khianat adalah merupakan penyakit hati. Ini dapat terjadi

karena hati/ qalbu kita tida suci atau jauh dari Allah.

Oleh karena itu, kita sebagai orang mumin harus mensucikan diri, apabila telah ada

dalam diri kita sifat-sifat terceka tersebut di atas. Atau dengan berzikir kepada Allah setiap

waktu, shalat, membaca Al-Qur'an dan bergaul dengan orang-orang yang shaleh. Karena

munculnya akhlaqul mazmumah ini oleh hati yang kotor, maka fitrah dan sucilah obatnya.

Dan sebelum kita mendapati penyakit hati tersebut, maka kita harus menjaga hati kita

agar tetap suci, yakni dengan jalan mendekatkan diri kepada Allah. Insya Allah kita dapat

terhindar dan terobati dengan jalan menuju Allah. Amiin.......


DAFTAR PUSTAKA

Imam Ghazali, Ihya ulumuddin, Semarang: CV Asy syifa,1994

Imam Ghazali, Mutiara Ihya ulumuddin, Bandung: Mizan, 1997

Zakiyah Daradjat, Psikoterapi Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 2002