You are on page 1of 6

MEMBUAT TANGGAPAN BUKU PSIKLOGI UNTUK MEMBIMBING

DISERAHKAN UNTUK MEMENUHI


TUGAS MATA KULIAH PSIKOLOGI UMUM

DISUSUN OLEH

IWIN S ITAAR

PRODY TEOLOGI

SEKOLAH TINGGI THEOLOGI BAPTIS PAPUA


APRIL 2015
KATA PENGANTAR
1
Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, karena atas berkat
dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis
.
Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul
"yang berisi Tanggapan buku PSIKLOGI UNTUK MEMBIMBING ", yang mmenurut saya
dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajarinya

Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon
permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat
kurang tepat atau menyinggung perasaan pembaca.

Dengan ini saya mempersembahkan tanggapan ini dengan penuh rasa terima kasih dan
semoga Tuhan Yesus Kristus memberkati.

STTBP, 1 Mei 2015


Penyusun

PENDAHULUAN

Mata Kuliah : Psikologi Umum

2
Penulis : Dra.Ny.Y.Singgih D Gunarsa/ Dr.Singgih D.Gunarsa

Penerbit : PT BPK Gunung Mulia


Cetakan : Kedelapan tahun 1995
Jumlah halaman : 144

1. Tujuan
1. Mampu menyadari dan menghayati peranan pendidikan dalam kehidupan manusia
dan masyarakat,secara khusus dalam pengembangan kepribadian yang utuh
menyeluruh.
2. Mampu menghayati makna bimbingan dan penyuluhan dengan pendekatan
psikologis dari pendidikan dalam prakteknya di kehidupan sehari-hari.

2. Deskripsi Isi
Dalam bacaan buku ini membahas : BAB I pendidikan dan kesehatan Mental BAB II
Bimbingan Terhadap Anak BAB III Bimbingan dan Penyulhan di Sekolah BAB IV
Jenis Bimbingan dan Pelaksaannya BAB V Penyuluhan sebagai Bimbingan Individual
BAB VI Usaha Mengenal Anak BAB VII Perkembangan Kepribadian BAB VIII
Peranan sikap Anak Terhadap Orang Tua BAB IX Kedudukan anak dalam Keluarga
BAB X Kepribadian dan Penyesuaian BAB XI Anak Mogok Sekolah BAB XII Phobi
sekolah BAB XIII Mendidik Dengan Disiplin,serta KEPUSTAKAAN.

BAB I

Pendidikan dan kesehatan mental di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan sesuai


dengan kondisi yang ada yang tidak ada terelakan,karena dari generasi kepada generasi
berikutnya sudah tentu tidak akan bisa sama lagi sesuai dengan perkembangan zaman yang
ada mulai dari perkembangan atau pertumbuhan sebagai anggota keluarga dan masyarakat ada
banyak hal-hal tidak bisa lagi relevan dengan situasi dan kondisi yang ada, sangat diperlukan
arahan-arahan yang dapat membimbing,menuntun,membawa masyarakat dinilai dari sebuah
keluarga menuju masyarakat yang sehat secara jasmani dan jiwani.

BAB II

Saya sangat setuju dengan penulis dalam bab ini tentang bimbingan terhadap anak secara
keseluruhan,karena memang harus secepat atau sedini mungkin anak-anak harus dibimbing
dan diarahkan dan dididik ke arah yang seharusnya dimiliki oleh seorang anak hingga pada
waktu dewasa nanti,banyak para orang tua tidak memperhatikan dan tidak paham tentang hal
ini sehingga terjadilah hal-hal yang merugikan bagi anak itu sendiri sebagaimana seorang
anak harus bertumbuh secara baik dan utuh untuk memperlengkapi apa yang dibutuhkan pada
dewasa kelak.

BAB III

Pada bab ini tentang bimbingan dan penyuluhan disekolah adalah sangat baik sekali, sangat
idealistis dan memang hal-hal yang demikianlah yang sangat dibutuhkan para anak
3
disekolah,yang sangat dibutuhkan para anak sekolah.baik pada usia balita maupun pada masa
anak-anak bahkan sampai sekolah lanjutan atas termasuk penyuluhan kepada orang tua untuk
diberikan pemahaman sehingga ada kerja sama yang baik antara keluarga si anak dan pihak
sekolah sudah pasti akan menghasilkan sesuatu yang sangat berguna bagi perkembangan dan
pertumbuhan tiap-tiap individu tetapi tentu diperlukan fasilitas yang tidak murah untuk dapat
dilaksanakan termasuk membayar upah atau biaya tambahan untuk psikolog itu sendiri
maupun penyuluh lainnya bahkan perangkat-perangkat lainnya juga.

BAB IV

Jenis bimbingan dan pelaksanaannya melalui bab ini saya mengusulkan untuk dapat
menambahkan pelajaran atau bimbingan keagamaan sesuai dengan kepercayaan masing-
masing anak, sudah pasti akan menghasilkan anak-anak yang bermartabat tinggi, bermoral
baik mental yang tangguh untuk dapat memelihara kebenaran sesuai dengan kepercayaannya
masing-masing. Karena saya percaya agama apapun pasti memiliki tujuan yang baik, yang
berguna bagi sesama bagi bangsa dan bagi negaranya berdasar kepercayaan dan juga berdasar
kepada pancasila yang menjadi dasar negara kita.

BAB V

Sudah barang tentu konselor harus betul-betul dapat memilah-milah sesuai dengan usia
kliennya sehingga apa yang menjadi target akan terpenenuhi berikut seorang konselor entah
sebagai pembimbing disekolah maupun tenaga psykiater atau psykolog sungguh
membutuhkan kejelian dan kecermatan dalam menghadapi kasus-kasus yang dialami
kliennya, ditambah dengan para orang tua yang sungguh-sungguh sibuk di pekerjaannya
masing-masing.

BAB VI

Dalam bab ini usaha mengenal anak ini, sungguh sangat dibutuhkan.terlebih lagi diuraikan
secara teliti dan lengkap oleh penulis yang pasti telah sangat berpengalaman dan piawai dalam
pendidikan anak.ini adalah hal-hal yang sangat mendasar karena pada jaman teknologi yang
sudah semakin canggih ini atau gaya hidup masyarakat yang ada pada jaman akhir ini sangat
mempengaruhi kehidupan manusia lainnya.sejak mulai dari bayi dan melalui pengenalan akan
anak sampai mereka akan menjadi dewasa sangat tertolong sehingga pada waktu mereka
menghadapi masalah-masalah yang harus dilalui.

BAB VII

Mengenai perkembangan kepribadian anak khususnya, ternyata memang lingkungan sangat


mempengaruhi perkembangan kepribadian anak,baik lingkungan kelurga,lingkungan sekolah,
teman sebaya, juga budaya dimana keluarga tersebut berasal dan lain-lain. Sehingga dengan
mengetaui peranan lingkungan dalam pembentukan kepribadian, maka perlu diciptakan
lingkungan dengan sifat yang sedemikian rupa sehingga menghasilkan perkembangan
kepribadian yang paling harmonis dan wajar seperti yang diharapkan.

BAB VIII

4
Peranan sikap orang tu sangat penting sekali,karena akan menampilkan hasil akhir dari target
pendidikan bagi anak itu sendiri. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya supaya para orang
tua baik sebagai bapak/ayah dan ibu paham betul apa yang harus dipersiapkan bagi
pendidikan anak-anak mereka.tentu tidak ada orang tua yang sempuran di dunia ini dalam
sebuah keluarga tetapi paling tidak ada orang tua yang mau mempersiapkan diri
mereka,sehingga anak-anak dapat memperoleh apa yang mereka butuhkan sesuai dengan
kondisi dan situasi yang ada dan para orang tua secara serius mempelajari hal-hal yang harus
dihindari dalam pendidikan anak-anak sehingga meminimalisir kerugian-kerugian yang akan
terjadi pada diri si anak.

BAB IX

Menurut saya melalui bab ini kita dapat mempelajari hal-hal yang memang harus diketahui
para orang tua.tetapi perlu diketahui tiap anak memiliki kebiasaan, sifat atau karakter yang
berbeda-beda diantara sesama anggota keluarga yang berkedudukan sebagai anak. oleh karena
pendidikan yang diterimanya sejak masi bayi. Untuk itu peranan orang tua yang
bijaksana,disiplin, tegas tapi lembut, arahan yang akan menghasilakn suatu produk sebuah
keluarga yang harmonis dan serasi,penuh kasih sayang walaupun mereka sebagai anak tetap
dalam kedudukan yang berbeda beda misalnya anak pertama,kedua,dan ketiga dan memiliki
beberapa kepribadian tapi akan tatap membawa dampak positif ditengah-tengah kehidupan
masyarakat dimana mereka tinggal dan berada.

BAB X

Menurut saya kepribadian dan penyesuaian pada setiap anak pasti berbeda-beda ada yang
berhasil tanpa tantangan dalam arti dengan mudah dapat menyesuaikan sesuai dengan
kepribadiaannya dan ada yang kurang berhasil atau gagal sama sekali seperti yang penulis
ungkapkan dengan mekanisme menjauhkan diri dan lain-lain,tetapi selama akibat-akibat
kegagalan penyesuaian itu tidak membahayakan dirinya seperti misalanya usaha bunuh diri
dan lain-lain itu berarti masih dalam proses penyesuaian kepribadian sampai anak itu dapat
menghadapi kenyataan yang sebenarnya.

BAB XI

Menurut saya mengapa anak mengalami mogok sekolah? Para orang tua harus benar-benar
mempersiapkan anaknya sejak dari bayi,masa anak- anak,sampai kepada masa pra sekolah
sehingga pada waktu anak-anak harus mulai masuk bersekolah,mereka telah-bersiap-siap diri
untuk penyesuaian-penyesuaian yang harus dihadapi.berikut yang tidak kalah penting
kesiapan secara physik,jam tidur atu jam istirahat dan waktu-waktu lainnya yang di luar
kebiasaan pada waktu mereka belum masuk sekolah,sehingga kelemahan-kelemahan tubuh
dapat dihindari.

BAB XII

Orang dewasa atau para orang tua kadang tidak mengetahui bahwa anak-anak juga mengalami
stres atau tekanan termasuk para bayi,juga phobi sekolah penulis menyetakan cukup jelas
khususnya mengenai ganguan fisik yang kalau para orang tua tidak mengerti maka akan
menemukan jalan buntu,membuat kesalahan bahkan melenceng dari solusi, menurut saya
5
perlu kerja sama yang baik dari orang tua dan pendiddik atau guru disekolah maupun dirumah
memberikan pemahaman kepada si anak tanpa memaksakan diri untuk dapat membantu anak
terlepas dari ketakutan, sehingga sangat disayangkan kalau para anak dikemudian hari akan
menghadapi hambatan-hambatan yang tidak terselesaikan. Lebih fatal lagi kalau si anak tidak
memiliki motifasi untuk kesekolah,cenderung tidak menyukai ke sekolah/pendidikan sampai
besar nanti.walaupun ada banyak cara pada saat ini para orang tua menemukan jalan keluar
dengan menyerahkan anak ke pendidikan informal atau luar sekolah misalnya kursus atau
pelajaran-pelajaran teknik lainnya sesuai dengan keinginan si anak.yang pasti keluarga yang
harmonis akan jauh lebih mudah menolong anak-anak yang mengalami tekanan-tekanan.

BAB XIII

Saya sangat setuju dengan penulis mengenai seorang pendididk entah itu orang tua maupun
pendidik diluar rumah,bahwa dibidang apapun baik didunia sekuler maupun yang berkaitan
dengan agama yang juga menjadi sumber pendidikan bahwa keteladanan dari para pendidik
itu adalah hal yang sangat utama.dan tentang anak didik itu sendiri sungguh-sungguh
pendidik harus dapat menilai keadaan si anak dengan jeli dan cerdas sehingga pendidik tahu
betul apa yang harus disampaikan kepada anak didik sehingga dapat mencapai sasaran seperti
yang seharusnya,tentang sarana pendidikan/fasilitas yang dibutuhkan memang membutuhkan
banyak biaya, penambahan-penambahan atau peningkatan - peningkatan juga pembaharuan
yang terus-menerus sesuai denga tujuan pendidik itu sendiri.dalam hal cara mendidik,menurut
saya disiplin memang menjadi dasar,proses,arah dan tujuan.berbicara disiplin sudah pasti baik
pendidik maupun anak didik kadang tergoda untuk menyerah atau putus asa sehingga tidak
sampai kepada tujuan, tetapi kalau pendidik dan anak didik tidak sama-sama berdisiplin maka
tujuan pendidikan tidak tercapai.