You are on page 1of 7

A.

Pengkajian

1. Hipertermi

Data Subyektif Data Objektif

- Orang tua pasien mengeluh anaknya panas - Badan panas dengan suhu 38,50C

- Orang tua pasien mengatakan anakya lemah - Mukosa bibir kering

- Nampak lemah

- Pasien teraba panas

- Konjungtiva pucat

B. Diagnosa Keperawatan

a. Hipertermi

1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan dehidrasi

2. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan terpapar lingkungan yang panas

3. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan peningkatan metabolik

4. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi

C. Perencanaan
a. Hipertermi

1. Diagnosa keperawatan : Peningkatan suhu tubuh

2. Rencana Tujuan

Setelah diberikan askep diharapkan pasien tidak panas lagi dengan kriteria hasil :

Pasien tidak panas, suhu 36 - 370C, mukosa bibir lembab, konjungtiva merah
muda,kulit tidak tampak kemerahan, Wbc normal ( 4 - 10 k/ul) .

3. Rencana Tindakan

Rencana Tindakan Rasional

a. Observasi TTV - Untuk mengetahui keadaan umum pasien


sehingga dapat menentukan rencana
selanjutnya

b. Kaji keadaan umum pasien - Untuk mengetahui perkembangan pasien

c. Beri pasien banyak minum - Dengan minum yang banyak akan dapat
menggantikan cairan yang hilang akibat
penguapan cairan tubuh yang meningkat.

d. Beri pasien kompres hangat - Kompres hangat dapat mendilatasi pembuluh


darah dan terjadi perpindahan panas secara
konduksi sehingga suhu tubuh menjadi normal.

e. Kolaborasi dalam pemberian obat - Untuk menurunkan panas tubuh yang


antipiretik dan antibiotik berlebihan

f. Kolaborasi pemberisaan infuse - Untuk menentukan cairan dalam tubuh

D. Implementasi

Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk
membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi ke status kesehatan yang
lebih baik yang menggambarkan kritria hasil yang diharapkan ( Gordon 1994 dalam Potter
& Perry 1997 )

E. Evaluasi

Kriteria Hasil :

a. Hipertermi

- Suhu tubuh normal 36 370C

- Tidak lemas

- Badan tidak panas lagi

- Mukosa bibir lembab

- Konjungtiva tidak pucat lagi


1. Pengkajian
a. Identitas : umur untuk menentukan jumlah cairan yang diperlukan
b. Riwayat kesehatan
a) Keluhan utama (keluhan yang dirasakan pasien saat pengkajian) : panas.
b) Riwayat kesehatan sekarang (riwayat penyakit yang diderita pasien saat masuk rumah sakit): sejak kapan timbul
demam, sifat demam, gejala lain yang menyertai demam (misalnya: mual, muntah, nafsu makn, eliminasi, nyeri otot
dan sendi dll), apakah menggigil, gelisah.
c) Riwayat kesehatan yang lalu (riwayat penyakit yang sama atau penyakit lain yang pernah diderita oleh pasien).
d) Riwayat kesehatan keluarga (riwayat penyakit yang sama atau penyakit lain yang pernah diderita oleh anggota
keluarga yang lain baik bersifat genetik atau tidak).
2. Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum : kesadaran, vital sign, status nutrisi
b. Pemeriksaan persistem
- Sistem persepsi sensori
- Sistem persyarafan : kesadaran
- Sistem pernafasan
- Sistem kardiovaskuler
- Sistem gastrointestinal
- Sistem integumen
- Sistem perkemihan

3. Pada fungsi kesehatan


a) Pola persepsi dan pemeliharaan kesehatan
b) Pola nutrisi dan metabolisme
c) Pola eliminasi
d) Pola aktivitas dan latihan
e) Pola tidur dan istirahat
f) Pola kognitif dan perseptual
g) Pola toleransi dan koping stress
h) Pola nilai dan keyakinan
i) Pola hubungan dan peran
4. Pemeriksaan penunjang
a) laboratorium
b) foto rontgent
c) USG

H. Diagnosa Keperawatan yang sering muncul


1. Hipertemia berhubungan dengan proses penyakit
2. Resiko injury berhubungan dengan infeksi mikroorganisme
3. Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan intake yang kurang dan diaporesisi

I. Discharge Planning
1. ajarkan keluarga mengenal tanda-tanda kekambuhan dan laporkan dokter atau perawat
2. Instruksikan untuk memberikan pengobatan sesuai dengan dosis dan waktu
3. Ajarkan bagaimana mengukur suhu tubuh dan intervensi
4. Intruksikan untuk kontrol ulang
5. Jelaskan factor penyebab demam dan menghindari factor pencetus.
J. Rencana Keperawatan
Rencana Keperawatan

No. Diagnosa Tujuan dan Kriteria Intervensi (NIC)


Keperawatan Hasil (NOC)
1. Hipertemia Setelah dilakukan tindakan Mengontrol panas
berhubungan dengan perawatan selama .X 24 Monitor suhu minimal tiap 2 jam
proses penyakit. jam, pasien mengalami Monitor suhu basal secara kontinyu sesui
Batasan karakeristik : keseimbangan dengan kebutuhan.
kenaikan suhu termoregulasi dengan Monitor TD, Nadi, dan RR
tubuh diatas rentang kriteria hasil : Monitor warna dan suhu kulit
normal Suhu tubuh dalam rentang Monitor penurunan tingkat kesadaran
serangan atau normal 35,9 C 37,5 C Monitor WBC,Hb, Hct
konvulsi (kejang) Nadi dan RR dalam Monitor intake dan output
kulit kemerahan rentang normal Berikan anti piretik
pertambahan RR Tidak ada perubahan Berikan pengobatan untuk mengatasi
takikardi warna kulit penyebab demam
saat
disentuh Tidak ada pusing Selimuti pasien
tangan terasa hangat Lakukan Tapid sponge
Berikan cairan intra vena
Kompres pasien pada lipat paha, aksila dan
leher
Tingkatkan sirkulasi udara
Berikan pengobatan untuk mencegah
terjadinya menggigil
Temperature Regulation
Monitor tanda- tanda hipertermi
Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
Ajarkan pada pasien cara mencegah
keletihan akibat panas
Diskusikan tetang pentingnya pengaturan
suhu dan kemungkinan efek negative dari
kedinginan
Berikan obat antipiretik sesuai dengan
kebutuhan
Gunakan matras dingin dan mandi air
hangat untuk mengatasi gangguan suhu
tubuh sesuai dengan kebutuhan
Lepasakan pakaian yang berlebihan dan
tutupi pasien dengan hanya selembar
pakaian.
Vital Sign Monitoring
Monitor TD, Nadi, Suhu, dan RR
Catat adanya fluktuasi tekanan darah
Monitor vital sign saat pasien berdiri, duduk
dan berbaring
Auskultasi TD pada kedua lengan dan
bandingkan
Monitor TD, Nadi, dan RR sebelum, selama,
dan sesudah aktivitas
Monitor kualitas dari nadi
Monitor frekuensi dan irama pernapasan
Monitor suara paru
Monitor pola pernapasan abnormal
Monitor suhu, warna dan kelembaban kulit
Monitor sianosis perifer
Monitor adanya tekanan nadi yang melebar ,
bradikardi, peningkatan sistolik (Chusing
Triad)
Identifikasi penyebab dari perubahan vital
Sign
2. Resiko injury Setelah dilakukan tindakan Sediakan lingkungan yang aman untuk
berhubungan dengan keperawatan selama x pasien
infeksi 24 jam, pasien tidak Identifikasi kebutuhan keamanan pasien
mikroorganisme mengalami injury. sesuai dengan kondisi fisik dan fungsi
Risk Injury kognitif pasien dan riwayat penyakit
Kriteria Hasil : terdahulu pasien
Klien terbebas dari cidera Menghindari lingkungan yang berbahaya
Klien mampu menjelaskan misalnya memindahkan perabotan
cara/metode untuk Memasang side rail tempat tidur
mencegah injury atau Menyediakan tempat tidur yang nyaman
cedera dan bersih
Klien mampu menjelaskan Meletakan saklar lampu ditempat yang
factor resiko dari mudah dijangkau pasien
lingkunga atau perilaku
Membatasi pengunjung
personal
Memberikan penerangan yang cukup
Mampu memodifikasi gaya
hidup untuk mencegah Menganjurkan keluarga untuk menemani
injury pasien
Menggunakan
fasilitas Mengontrol lingkungan dari kebisingan
kesehatan yang ada Memindahkan barang-barang yang dapat
Mampu mengenali membahayakan
perubahan status kesehatan Berikan penjelasan pada pasien dan
keluarga atau pengunjung adanya perubahan
status kesehatan dan penyebab penyakit.
3 Resiko kekurangan Setelah dilakukan tindakan Fluid management:
volume cairan dengan keperawatan selama x Pertahankan catatan intake dan output yang
faktor resiko faktor 24 jam, fluid balance akurat
yang mempengaruhi dengan kriteria hasil : Monitor status dehidrasi( kelembaban
kebutuhan
cairan Mempertahankan urine membrane mukosa, nadi adekuat, tekanan
(hipermetabolik) output sesuai dengan usia darah ortostatik)
dan BB, BJ urine normal, Monitor vital sign
HT normal Monitor asupan makanan/ cairan dan hitung
Tekanan darah, nadi, suhu intake kalori harian
tubuh dalam batas normal Lakukan terapi IV
Tidak ada tanda- tanda Monitor status nutrisi

dehidrasi, elastisitas turgor Berikan cairan
kulit baik, membrane Berikan cairan IV pada suhu ruangan
mukosa lembab, tidak ada Dorong masukan oral
rasa haus yang berlebihan.
Berikan penggantian nasogastrik sesuai
output
Dorong keluarga untuk membantu pasien
makan
Anjurkan minum kurang lebih 7-8 gelas
belimbing perhari
Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih
muncul memburuk
Atur kemungkinan transfusi