You are on page 1of 3

BAB IV

PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil Measuring Stratigraphy pada tanggal 3 September 2016 sepanjang
60 meter pada daerah Wonosegoro,Boyolali. Dimana praktikan mendeskripsikan tekstur dan
struktur batuan sedimen, komposisi penyusun batuan sedimen, penghitungan ketebalan
lapisan dan pengambilan sampel litologi pada setiap 5 meter dari section Measuring
Stratigraphy.
Berikut ini adalah pembahasan dari apa yang telah praktikan deskripsi saat melakukan
pengambilan data Measuring Stratigraphy dan hasil analisis menggunakan foraminifera:
1.1 Karakteristik Litologi
Berdasarkan dari peta geologi regional bahwa daerah pada pengambilan sample
merupakan termasuk dalam formasi kerek dimana formasi kerek memiliki ciri khas
perselingan antara batulanau dan batulempung. Selain itu ada juga batupasir dengan
struktur yang khas adalah perlapisan bersusun ( graded bedding ). Selain dari geologi
regional juga kita melihat dari hasil data measuring stratigraphic bahwa pada daerah ini
memiliki litologi berupa batupasir, dan perselingan antara batulempung dan batulanau.
Litologi Batupasir
Ciri dari litologi ini dilihat dari penampang stratigrafi dominan berwarna coklat
hingga coklat muda dengan struktur berupa ripple yang terlebih seperti adanya
gelombang dengan satu arah, laminasi yang menunjukkan perubahan warna dan
pengendapan laminae, struktur sedimen normal graded bedding yang menunjukkan
perubahan ukuran butir sedimen yang menghalus keatas dalam satu lapisan, struktur
sedimen convolute lamination yang merupakan post-depositional sedimentary
structure berbentuk acak terhadap sedimen yang telah diendapkan, struktur sedimen
cross lamination yang menunjukkan pola silang silur arah laminasi dalam satu
perlapisan sedimen

Gambar 4.1 batupasir


Ukuran butir pada line ini ditemukan beragam pasir kasar hingga pasir sangat
halus (Wentworth, 1922), tetapi yang dominan adalah 1/16-1/2 m. Secara umum
batupasir pada line ini memiliki sortasi baik dan kemas tertutup. Tersusun atas
komposisi fragmen pasir sedang, matriks <pasir sedang, Batupasir ini bereaksi ketika
disemprotkan HCl sehingga diinterpretasikan bahwa semennya tersusun dari senyawa
karbonatan dan ada juga beberapa lapisan yang membaji. Hampir secara keseluruhan
batupasir memiliki batas erosional pada litologi sebelumnya dengan ketebalan yang
tipis dan menyisip.

Gambar.
Litologi Batulempung

Gambar.

Berwarna abu- abu, strukturnya berupa laminasi yang menunjukkan perubahan


warna dan pengendapan laminae dan memiliki struktur sedimen yang tidak
menunjukkan adanya perubahan ukuran butir dalam satu perlapisan ataupun adanya
perubahan warna atau komposisi dalam satu perlapisan sehingga diidentifikasikan
bahwa struktur sedimennya adalah massif dengan ukuran <1/256. Batulempung ini
bereaksi ketika disemprotkan HCl sehingga diinterpretasikan bahwa semennya tersusun
dari senyawa karbonatan.
Litologi Batulanau
Batulanau pada line 2 ini cenderung ketebalannya semakin menipis dari tiap
lapisan yang ada. Berwarna abu abu strukturnya massif berukuran 1/16 1/256.

Gambar
Memiliki struktur sedimen yang tidak menunjukkan adanya perubahan ukuran
butir dalam satu perlapisan ataupun adanya perubahan warna atau komposisi dalam satu
perlapisan sehingga diidentifikasikan bahwa struktur sedimennya adalah massif.
Crosslaminasi dimana menunjukkaan adanya gelombang yang laminar, convolute yang
menunjukkan yang merupakan post-depositional sedimentary structure berbentuk acak
terhadap sedimen yang telah diendapkan.Tersusun atas komposisi fragmen berupa
lanau, matriknya <lanau serta semennya berupa karbonatan dan terdapat fragmen lain
berupa pasir. Batulanau ini bereaksi ketika disemprotkan HCl sehingga
diinterpretasikan bahwa semennya tersusun dari senyawa karbonatan.