You are on page 1of 18

PENDAHULUAN

Model pembelajaran menjadi suatu materi yang harus dikuasi oleh setiap
pendidik, pembelajaran yang dilakukan di setiap sekolah, madrasah bahkan
sampai perguruan tinggipun dibutuhkan metode yang tepat dan bervariasi untuk
mencapai tujuan pembelajaran khususnya pendidikan agama Islam.
Suasana yang mestinya tercipta dalam proses pembelajaran adalah
bagaimana siswa yang belajar benar-benar berperan aktif dalam belajar. Tidak
jarang ditemukan bahwa pembelajaran di sekolah terkesan ibarat seorang yang
menuangkan air2 dari ceret ke gelas. Air ditempatkan begitu saja hingga di gelas,
bahkan ada yang sudah tumpah tetap diisi, lalu air itu diminum (Uno and
Mohamad, 2013:75).
Sebagian orang menganggap bahwa proses belajar-mengajar dianggap
aktif bila siswanya banyak melakukan gerakan seperti yang terlihat pada kegiatan
pengajaran taman kanak-kanak atau pada proses pengajaran di laboratorium, atau
pada proses pengajaran olahraga. Jadi suatu proses pengajaran di sini dianggap
oleh orang itu aktif bila siswa aktif secara fisik. Ini adalah anggapan yang kurang
tepat. Akan tetapi indikator yang paling utama yang menandai siswa dalam suatu
proses pengajaran ialah bila siswa selalu mengikuti proses pengajaran langkah
demi langkah secara psikis (Tafsir, 2003:145).
Pembelajaran yang menggunakan Teacher Centered memberi kesempatan
kepada siswa untuk membericarakan hal-hal lain yang terlepas dari masalah
pelajaran (Djamarah, 2011:81) hal inilah yang menjadikan pembelajaran menjadi
kurang efektif. Dalam pembelajaran aktif akan menjadikan siswa berpikir satu
sama lain untuk mengeluarkan pendapat dan meningkatkan motivasi belajar
siswa.
Ada beberapa aspek yang melatar belakangi berkembangnya konsep
pembelajaran “active learning”. Salah satu aspek yang cukup dikenal melatar
belakangi pentingnya pengembangan model pembelajaran ”active learning”
adalah ajaran Konfusius di China lebih dari 2400 tahun yang silam, yang
menyatakan bahwa: yang saya dengar, saya lupa; yang saya lihat, saya ingat; dan

1

I remember a litle. I master. see. What I teach to another. What I hear. and do. 2 . I forget. I begin to Understand. discuss. saya paham. I acquire knowledge and skill. 2006:1). What I see. Silberman (2006) memodifikasi dan memperluas ketiga pernyataan sederhana dalam ajaran konfusius di atas menjadi apa yang disebut paham belajar aktif. apa dasar pemikiran perlunya CBSA dalam proses Pengajaran. (Silberman. Dengan demikian dalam model pembelajaran aktif ini akan dibahas mengenai pengertian dan Hakikat pembelajaran active learning. Active Learning : Paradigma Baru Strategi Pembelajaran. What I hear.yang saya lakukan. sebagai berikut: What I hear. Untuk tujuan pembelajaran di kelas. bagaimana Kegiatan Pembelajaran Berbasis Siswa Aktif. dan apa Implementasi Model Pembelajaran Active Learning pada Pembelajaran PAI. Komponen-Komponen yang dapat Menciptakan CBSA. menjadian dari Teacher Centered menuju Student Centered. see and ask questions abaut or discuss with someone else.

3) Silberman dalam Sukardi menyatakan bahwa Siswa aktif secara fisik dalam kegiatan pembelajaran. 2005:201). menyelesaikan masalah. 3 . tinggi dan aktif serta berhasil dengan baik secara tuntas. mengelola. yaitu gaya dari pengajaran yang berpusat pada pendidik. Maksud dari siswa aktif disini yakni 1) siswa terlibat aktif dalam semua bentuk kegiatan pembelajaran. dan keterampilan (skill) melalui kebiasaan (habit). CBSA juga merupakan istilah yang bermakna. tapi merupakan cara. teknik atau dalam bahasa lain disebut “teknologi” (Ahmadi and Supriyadi. Pengertian Dan Hakikat Pembelajaran Active Learning Yang dimaksud dengan “Cara Belajar Peserta didik Aktif” (CBSA). dimana pola atau sistem pembinaan iklim kegiatan belajar pendidik. sama dengan Student Active Learning (SAL). khususnya panca inderanya. Cara belajar seperti ini berdasarkan pola pengajaran : “Child (Student) in this society-centered instruction”. 2008:206) Karakter dari CBSA sebenarnya keterlibatan individu para pendidik (pikir dan rasa) dalam kegiatan belajar mengajar. dan gaya pengajaran yang berpusat pada pendidik dalam lingkungan (Ramayulis. CBSA bukan disiplin ilmu atau dalam bahasa populer bukan “teori”. PEMBAHASAN MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING DAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN PAI A. Kesemuanya merupakan internalisasi: mendapatkan. dan latihan (training). 2) Siswa aktif menggunakan otaknya/pemikirannya (menemukan ide pokok. Pembentukan sikap (attitude). dan bukan :”teacher (Instructor) centered instructor”. menggunakan menentukan dan mengkomunikasikan hasil belajar perolehannya tersebut. yang berkaitan dengan assimilasi kognitif dalam mencapai: pengetahuan (knowledge). aplikasi dalam kehidupan nyata). dimana dicari keseimbangan antara kepentingan pendidik dan kepentingan masyarakat dalam proses belajar mengajar (Ramayulis. 2005:202). Salah satu cara untuk meninjau kadar atau derajat ke CBSA-an ini adalah mengkonsepsikan rentangan diantara dua kutub gaya.

(2) pembelajaran terkait dengan kehidupan nyata. Siswa tidak hanya mendengar saja. karena jika hanya mendengar siswa tidak dapat mengingat banyak informasi karena mudah lupa. (6) pembelajaran menggunakan lingkungan sebagai media atau sumber belajar. juga dimaksudkan suatu cara-cara menyampaikan bahan ajar oleh guru yang dilakukan dengan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar dan sekaligus mengaktifkan seluruh aspek yang ada dalam diri siswa (Sukardi. 2009) adalah sebagai berikut: (1) pembelajaran berpusat pada siswa. 2013:111-112). Hakikat pembelajaran aktif dengan pembelajaran pasif menurut Bobbi Deporter dalam Harto dan Abdurrahmansyah sebagai berikut: Belajar Aktif Belajar Pasif  Belajar apa saja dari setiap situasi  Tidak dapat melihat adanya  Menggunakan apa yang dipelajari potensi belajar untuk keuntunan anda  Mengabaikan kesemptan untuk  Mengupayakan agar semuanya berkembang fari suatu pengalaman terlaksana belajar  Bersandar pada kehidupan  Membiarkan segalanya terjadi  Menarik diri dari kehidupan 4 . 4) Siswa aktif secara mental- emosional/psikologis dalam kegiatan pembelajaran (Sukardi. 2013:76). 2013:111).Dalam hal ini siswa menggunakan semua alat indra. Pembelajaran aktif. mulai dari telinga. Berapa ciri dari pembelajaran yang aktif sebagaimana dikemukan dalam panduan pembelajaran model ALIS (Active Learning In School. (8) penataan lingkungan belajar memudahkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar. mata sekaligus berpikir mengolah informasi dan mengerjakan tugas. (9) guru memantau proses belajar siswa. (3) pembelajaran mendorong anak untuk berpikir tingkat tinggi. (7) pembelajaran berpusat pada anak. (4) pembelajaran melayani gaya belajar anak yang berbeda-beda. dan (10) guru memberikan umpan balik terhadap hasil kerja anak (Uno and Mohamad. (5) pembelajaran mendorong anak untuk berinteraksi multiarah (siswa-guru).

bekerja sama antara satu dengan yang lain tanpa ada rasa keegoisan. tapi manusia seutuhnya yang mempunyai potensi untuk berkembang. d) sesuai dengan kemampuan dan tingkat perkembangan individu. Dari pengertian pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang menuntut anak menjadi aktif tidak hanya dari segi fisik saja akan tetapi lebih kepada pola pikir. Asumsi Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar memanusiakan manusia. 2008:209). dan inilah yang diharapkan dari pembelajaran aktif. B. c) berlangsung sepanjang hayat. sosial. d) anak didik mempunyai motivasi untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan hakekat pembelajaran aktif yakni menjadikan siswa yang pasif menjadi aktif dari siswa yang hanya mendengarkan menjadi bisa mengamati. 2. Atas dasar itu maka hakikat pendidikan adalah : a) interaksi manusia. asumsi mengenai (a) pendidikan. Asumsi Anak didik Asumsi anak didik didasarkan kepada : a) anak bukan manusia kecil. (b) anak didik. (c) guru. c) individu/anak didik pada daseranya insan yang aktif. e) ada dalam keseimbangan antara kebebasan subjek didik dengan kewibawaan guru dan. 5 . b) setiap individu/anak didik berbeda kemampuannya. f) meningkatkan kualitas hidup manusia. atau membudayakan manusia. 1. b) membina dan mengembangkan potensi manusia. kreatif dan dinamis dalam menghadapi lingkungannya. dan (d) proses pengajaran (Ahmadi and Supriyadi. menyimpulkan sendiri. Dasar Pemikiran Perlunya CBSA Dalam Proses Pengajaran Mengapa proses pengajaran harus mengoptimalkan kadar keaktifan siswa belajar atau CBSA? menurut Ahmadi dan Supriyono jawaban terhadap pertanyaan ini dapat di kaji dari empat perangkat. moral sesuatu dengan kemampuan dan martabatnya sebagai manusia. Pendidikan adalah proses sosialisasi menuju kedewasaan intelektual.

maka hasil belajar yang dicapai akan rendah 4. Peneguhan diperlukan dalam porses belajar. Sudjana mengemukakan prinsip-prinsip dalam pengajaran siswa aktif (Tafsir. e) inti dari proses pengajaran adalah adanya kegiatan siswa belajar secara optimal (Ahmadi and Supriyadi. Kebanyakan kegiatan didominasi oleh informasi dari guru. Keempat asumsi dasar pembelajaran aktif yakni pendidikan. akan cenderung diulang bila diperlukan. Setiap langkah pengajaran yang menimbulkan kepuasan pada siswa. 5. b) memiliki kemampuan professional sebagai pengajar. merupakan asumsi yang tidak terpisahkan antara satu sama lain dimana pendidikan memberikan nilai khusus 6 . Pikiran manusia sanggup menyimpan informasi dalam jumlah yang tidak terbatas. c) mempunyai kode etik keguruan. 3. pemimpin belajar dan fasilitator belajar sehingga memungkinkan terciptanya kondisi yang baik bagi siswa untuk belajar. 2008:209-210). 3. Belajar adalah suatu porses yang aktif. (c) guru. Perhatian dan motivasi merupakan syarat penting dalam proses belajar mengajar 2. b) peristiwa belajar terjadi apabila siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru. bila siswa tidak atau kurang dilibatkan. Informasi itu berfungsi sebagai stimulus. d) pengajarna member tekanan kepada proses dan produk secara seimbangan. 4. d) berperan sebagai sumber belajar. (b) anak didik. 2003:147) sebagai berikut : 1. Guru Asumsi guru bertolak dari : a) bertanggung jawab atas terciptanya hasil belajar siswa. dan (d) proses pengajaran. Proses Pengajaran Beberapa asumsi proses pengajaran antara lain berikut ini : a) proses pengajaran direncanakan dan dilaksanakan sebagai suatu system. c) proses pengajaran akan lebih efektif apabila menggunakan metode dan teknik yang tepat dan berdayaguna.

dimana seluruh potensi yang ada dalam diri pendidik dapat difungsikan atau dikembangkan. b. tapi juga sebagai subyek. ruang dan tujuan (sasarannya). Anak didik harus diperlakukan tidak hanya sebagai objek. adalah (Ramayulis. Komponen Bahan Pelajaran Upaya memprogram suatu bahan pengajaran yang akan disajikan kepada para pendidik yang mendukung lahirnya CBSA. Mencakup multi demensi. Ketertiban anak didik dalam proses belajar. dapat ditingkatkan dengan: 7 . 2005:204-206) : 1. ialah : a. C.bagi seluruh anak didik untuk mendapatkan ilmu serta anak didik yang mengembangkan potensi diri di sekolah bukan hanya menerima suapan langsung dari guru akan tetapi siswa juga aktif dalam pembelajaran di kelas sesuai dengan proses pengajaran. Komponen Anak didik a. hendaklah memakai prinsip : 1) Expending community approach 2) Interdiciplinair 3) Open-ended. Bahan pelajaran merupakan kebulatan dari konsep yang diprogramkan. baik dari bahan pelajaran pendidik. b. Pengorganisasian dan pengembangan bahan. c. dan 4) Sesuai dengan tingkat kematangan pendidik 2. kawan-kawan sebaya dan lain- lainnya. suasana kelas. jika diukur dari sudut waktu. media. Komponen-Komponen yang dapat Menciptakan CBSA Komponen-komponen yang menentukan dan dapat menciptakan suasana CBSA dalam pengajaran.

laporan dan sebagainya. Komponen Pendidik Dalam CBSA peranan pendidik diharapkan: a. e. dimana termasuk metode. d. Sebagai manager yang berwibawa. Sebagai peneliti yang mampu memanfaatkan hasilnya untuk keberhasilan pelajarannya. f. 1) Membuka dan mendorong kesempatan/keberanian anak didik untuk mengemukakan pertanyaan. g. 5. Komponen media Yang dimaksud dengan media disini adalah dalam penger-tian yang luas. tertulis. Untuk menjadikan pembelajaran menjadi aktif. Sebagai pemberi hadiah (rewarder) yang supportif dan objektif. b. Sebagai evaluator yang mampu dan terlatih. c. Sebagai pelaksana yang dinamis. alat serta kegiatan yang dalam CBSA dapat dibina. Sebagai pengambil keputusan yang terampil. 2) Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk belajar sesuai caranya sendiri. mengemukakan tanggapan dan pendapat serta kemauan dan keinginannya belajar. yang dalam bahasa 8 . 3) Mendorong minat anak didik untuk mengetahui lebih lanjut. tidak dapat menghasilkan CBSA yang berkadar tinggi. observasi. dengan menggunakan multi metode. tetapi ada rancangan yang sengaja dibuat. suka menolong dan bersikap bersahabat. maka ini tidak tercipta begitu saja. yaitu dengan mempergunakan berbagai jenis metode dan media yang dapat mengaktifkan pendidik. Sebagai programmer yang aktif dan kreatif. seperrti: tes lisan. Komponen evaluasi Pemakain teknik evaluasi tradisional. tetapi juga dengan memakai bermacam tes. 4. Pendidik hendaklah memakai teknik penilaian yang beragama seperti: Tidak hanya dengan menggunakan tes objektif saja. 3.

instruksional terjadi skenario guru dalam pembelajaran. serta (4) menilai sisa dengan cara-cara yang dapat mendorong siswa untuk menggunakan apa yang telah mereka pelajari di kehidupan nyata. Sebagai pusat belajar. D. Komponen-komponen ini merupakan komponen yang dapat menciptakan pembelajaran aktif ada: komponen bahan pelajaran. komponen anak didik. 9 . isswa harus lebih aktif berkegiatan untuk membangun suatu pemahaman keterampilan dan sikap tertentu. sumber- sumber yang menjamin pembelajaran aktif berjalan. keempat komponen ini akan menjadikan pembelajaran aktif yang menjadikan siswa lebih mengeluarkan segenap fikirannya untuk mengeluarkan segala ide serta gagasan yang ada pada diri anak didik. pendidik. komponen evaluasi. Melalui program ALIS (Active Learning In School) beberapa hal yang harus dilakukan guru meliputi (1) membuat rencana secara hati-hati dengan memperhatikan detail berdasarkan atas sejumlah tujuan yang jelas yang dapat dicapai. (3) secara aktif mengelola lingkungan belajar agar tercipta suasana yang nyaman. Kegiatan Pembelajaran Berbasis Siswa Aktif Pembelajaran siswa aktif ini sudah mulai dibudayakan oleh guru di sekolah umum ataupun madrasah dengan munculnya kurikulum 2013 tentunya guru dituntut untuk menjadikan siswa sebagai pusat dari pembelajaran (Student centered) ini membuktikan dari pelatihan-pelatihan yang diikuti guru menunjukkan bahwa siswalah yang harus lebih banyak aktivitasnya dari pada guru akan tetapi gurunya mengarahkan dan mengayomi siswa. berfokus pada pembelajarna serta dapat membangkitkan ide yang pada gilirannya dapat memaksimalkan waktu. tidak bersifat mengancam. dalam hal ini disebut penilaian otentik (Uno and Mohamad. Aktivitas siswa menjadi penting ditekankan karena belajar itu pada hakikatnya adalah proses yang aktif di mana siswa menggunakan pikirannya untuk membangun pemahaman. 2013:77). komponen media. (2) memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara aktif dan mengaplikasikan pembelajarna mereka dengan metode yang beragam sesuai dengan konteks kehidupan nyata siswa.

pengetahuan dan pengalaman siswa. guna membantu siswa untuk lebih mengenal satu sama lain dan menciptakan semangat kerjasama dan interdependensi. melainkan pada penggunaan aktivitas berpikir yang tinggi. Potensi otak manusia tidak hanya dapat difungsikan untuk menghapal dan mengingat. Ketiga. efektif. yaitu belajar menjadi diri sendiri berupa apsek 10 . PAKEM adalah penerjemahan dari empat pilar pendidikan yang dicanangkan oleh UNISCO: 1) learning to know. 3) learning to be. karena ia menggunakan kemampuan berpikirnya untuk melakukan analisis dan menyusun kesimpulan (Harto and Abdurrahmansyah. Tujuan pertama. Kedua. guna menciptakan minat awal terhadap pelajara (Hamruni. mengusahakan keterlibatan belajar langsung. 2008:184). kreatif. Seorang anak yang diam menganalisis buku teks misalnya dapat dikatakan sebagai siswa yang aktif dalam belajar. 2) learning to do. meskipun pelajarannya hanya berlangsung satu jam pelajara. Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif. tetapi juga untuk mengolah informasi yang diperoleh dan membangun pengertian-pengertian baru. Karena itu esensi pembelajaran aktif bukan terletak pada gaduh atau hebohnya suasana kelas karena aktivitas fisik siswa. Inilah yang lazim disebut dengan istilah keterampilan mengolah informasi (Harto and Abdurrahmansyah. yaitu mempelajari ilmu pengetahuan berupa aspek kognitif dalam pembelajaran. untuk pembentukan tim. guna mempelajari sikap. Arti penting dan manfaatnya jangan dipandang rendah. dan menyenangkan) juga berpusat pada anak (studen-centered learning) dan pembelajaran harus bersifat menyenangkan (learning is fun). 2009:121-122) Dengan diaktifkannya siswa dlam belajar akan semakin terlatih mereka menggunakan kemampuan berpikirnya. ada tiga tujuan penting yang harus dicapai.Siswa tidak lagi cukup belajar hanya dengan sekedar menyerap dan menghapal pengetahuan yang dituangkan oleh gur.melakukan penilaian sederhana. Dalam saat-saat awal dari kegiatan belajar aktif. yaitu belajar melakukan yang merupakan aspek pengamalan dan pelaksanaannya. agar mereka termotivasi untuk belajar sendiri tanpa diperintah dan agar mereka tidak merasa terbebani atau takut di samping itu. 2009:122).

Team Getaway. 1996:94-103). yaitu: 1. A Representative Sample. dan mencapai sesuatu yang bisa mereka banggakan. 3. Rally Getting Acquainted. 2. yaitu: Active Kcowledge Sharing. Contoh pembelajaran aktif dalam tim diungkapkan Mel Silberman yakni : Trading Places. 2011:321-322). dan Class Concern (Silberman. Rotating Trio Exchange. Questions Students Have. Exchanging Viewpoints. Group Resume.kepribadian dan kesesuaian dengan diri anak (ini juga sesuai dengan konsep “multiple intelligence”dari Howard Gardner. Lightening The Learning Climate. Go To Your Post. True or Ralse?. dan 4) learning to life together. berbagai pendapat dan perasaan secara terbuka. Dalam upaya mengaktifkan siswa sejak awal pembelajaran ada beberapa strategi yang bisa digunakan. The Company You Keep. dan Setting Class Groud Rules (Silberman. bagaimana bersosialisasi. Membantu siswa dalam belajar 11 . dan Buying Into The Course (Silberman. 1996:67-91). TV Commercial. yaitu belajar hidup dalam kebersamaan yang merupakan aspek kesosialan anak. yaitu : Assessment Search. Strategi melibatkan siswa Cara lain untuk membuat siswa aktif dari awal adalah dengan menggunakan srategi-strategi pelibatan secara langsung ini. dan bagaimana hidup toleransi dalam keberagaman yang ada di sekililing siswa (Rusman. Strategi ini dirancang untuk membantu guru menilai mata pelajaran dan pada saat yang sama dapat melibatkan peserta didik sejak dari awal. Strategi penilaian secara tepat Strategi berikut dapat digunakan secara bersamaan dengan strategi pembentukan tim. The Great Wind Blows. Strategi pembentukan tim Stategi ini untuk menjadikan siswa saling mengenal yang akan menyemarakan lingkungan belajar aktif dengan memberi siswa kesempatan bergerak secara fisik. Instant Assessment. 1996:105-119) 4.

Kegiatan pembelajaran aktif yang terbagi atas empat strategi yakni: strategi pembentukan tim dalam stategi ini tentunya siswa menjadi lebih kenal antara satu sama lain dan dituntut untuk lebih kompak dalam tim tersebut untuk membahas materi yang telah diberikan oleh guru atau menyelesaikan suatu permasalahan. Pera pembelajar lebih berada dalam suatu bentuk pencarian daripada sebuah bentuk reaktif (reactive). 2008:187). ketrampilan. Perpaduan kedua keterampilan tersebut akan membuat guru terampil menciptakan dan memilih kegiatan belajar yang mengaktifkan dan kontekstual (Nasarius dalam Harto and Abdurrahmansyah. mereka mencari jawaban terhadap pertanyaan baik yang ditentukan pada mereka maupun yang ditentukan oleh mereka sendiri (Hamruni. menilai sesama teman ataupun dalam mempresentasikan materi antar kelompok. strategi melibatkan siswa untuk menjadikan siswa berpartisipasi aktif dalam mengamati menilai sendiri. Active Learning : Paradigma Baru Strategi Pembelajaran Untuk membiasakan diri mengajar dengan pendekatan yang mengaktifkan siswa. Salah satu keuntungannya adalah supaya guru terbiasa mengaktifkan siswa dengan selalu bertanya apa yang harus dilakukan siswa. 2009:218). E. strategi penilaian secara tepat untuk menjadikan anak semakin berkompetensi di dalam kelas guru harus memberikan nilai yang tepat dan adil kepada siswa yang aktif dengan siswa pasif. Istilah kegiatan belajar adalah khas dalam konteks pembelajaran aktif. Yakni. dan sikap terjadi lewat suatu proses pencarian. seorang guru perlu memiliki dua keterampilan dasar. yakni : menemukan sumber belajar dan memilih kegiatan belajar. Di samping itu penggunaan istilah kegiatan belajar secara fungsional uga bermanfaat untuk membuat siswa mengenal bebagai strategi belajar dalam rangka mencapai tujuan belajar tertentu (Harto and Abdurrahmansyah. 2009:219) 12 . Belajar aktif tentang informasi. dalam pembelajaran aktif ini sangat membantu siswa dalam belajar agar lebih ingat dalam memori jangka panjang.

Jumlah kata yang didengar siswa tergantung dengan cara guru mengucapkan kata-kata itu. Amerika Serikat. dosen di Universitas Temple. melihat. Akan tetapi. 2013: 118) Mengapa jika hanya organ telinga atau indera pendengaran saja yang aktif (artinya guru hanya menggunakan metode ceramah saja) mengakibatkan siswa cenderung lupa ? karena menurut studi yang dilakukan para penganut psikologi behavioristik. atau setengahnya dari yang dikatakan oleh guru. dan Saya mulai paham mempertanyakan/mendiskusikan Saya mendengar. melihat. 2009:225). Oleh karena itu siswa akan merasa kesulitan mendengarkan pelajaran dari guru yang banyak bicara. Saya mendapatkan pengetahuan dan dan menerapkan keterampilan Saya mengajarkan kepada orang lain Saya menguasi Sumber : (Silberman dalam Sukardi. Kalau siswa focus dan konsentrasi penuh ia dimungkinkan mampu menangkap 50 sampai 100 kata dalam setiap menitnya. sebagain besar guru rata-rata mengucapkan kuran glebih antara 100 sampai 200 kata per menit. 13 . membahas. tidak berarti proses belajar telah sempurna (Harto and Abdurrahmansyah. mengembangkan filosofi Konfu Tse di atas dengan rincian seperti di bawah ini: AKTIVITAS PENGARUH Saya mendengar Saya lupa Saya mendengar dan melihat Saya ingat sedikit Saya mendengar. Hal itu disebabkan oleh mereka berfikir keras sampai mendengar. apalagi bicara dengan tempo yang cepat (Harto dan Abdurrahmansyah. Pakar pembelajaran aktif bernama Mel Silberman. Meskipun demikian. Dengan menggunakan keduanya kita memiliki kesempatan yang lebih bear untuk memenuhi kebutuhan siswa. dengan hanya mendengarkan atau melihat. sebagian siswa lebih menyenangi satu bentuk penyampaian dibandingkan dengan bentuk uyang lain. Karena mengajar menyangkut dua dimensi (pendengaran dan penglihatan). 2009:227). pesan yang disampaikan hendaknya diperkuat dengan dua system penyampaian.

F. Paradigma baru pembelajaran aktif ini merupakan pembelajaran yang tidak asing lagi pembelajaran ini selaras dengan kurikulum 13 yang mana menjadikan siswa lebih aktif dari pada guru sedangkan guru mengarahkan serta memberi bimbingan kepada anak didik sesuai dengan materi yang diberikan jika ada kekeliruan dalam penyampaian anak didik terhadap teman-temannya akan tetapi guru tidak boleh menyalahkan secara langsung terhadap siswa atas pendapat atau gagasan yang ia ungkapkan karena siswa guru harus menimbulkan rasa keberanian kepada siswa. c) perbaikan. Dengan demikian pembelajaran aktif ini sangatlah mendukung dalam pembelajaran PAI karena materi PAI termasuk pembelajaran yang harus seutuhnya dipahami oleh peserta didik bukan hanya dipahami secara doktrin saja akan tetapi manisfestasinya atau pengaplikasian dari sub materi seperti Iman Kepada Allah yakni dengan menajalankan perintahnya yang dibuktikan dengan hasil buku lembar kegiatan harian siswa. yang bersandar pada bentuk metodologi yang bersifat statis-indoktrinatif- doktriner. 2004:55-68). Implementasi Model Pembelajaran Active Learning pada Pembelajaran PAI Proses pengajaran pendidikan agama Islam sebagaimana berlangsung. yaitu untuk 14 . b) penyaluran. Model pembelajaran active learning ini sangat berperan aktif dalam mencapai tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam. Pendidikan agama Islam merupakan pembelajaran yang khusus bagi anak didik untuk yang akan menanamkan akidah dan akhlak bagi mereka untuk menjadikan diri mereka memiliki kekuatan dalam menjalankan kehidupan. Tujuan pendidikan agama Islam di sekolah berfungsi : a) pengembangan. yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. tidaklah menarik bagi peserta didik dan akan cepat membosankan (Harto. yaitu untuk menyalurkan peserta didik yang memiliki bakat khusus dibidang agama agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan dapat pula bermanfaat bagi orang lainl.

Point-Counterpoint 10. The Power of Two 3. In The News Dari beberapa metode pembelajaran di atas tentunya pembelajaran aktif sangat membantu guru untuk menjadikan anak didik lebih memahami secara komprehensif (menyeluruh) tidak hanya segi normatif saja akan tetapi fakta serta manisfestasinya bisa langsung dilihat dan diperhatikan dalam pengamatan bukan hanya sebagai pengetahuan (Kognitif) saja akan tetapi terlihat dari sikap (Afektif) dan keterampilan (Psikomotorik) siswa setelah mempelajari materi PAI. model pembelajaran active learning salah satu pembelajaran yang akan mendukung untuk mencapai hasil yang baik bagi anak tidak hanya memahami akan tetapi anak juga mencermati serta mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. kekurangan-kekurangan dan kelemahan- kelemahan peserta didik dalam keyakinan. 2005:21-22). pemahaman dan pengalaman ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. yaitu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dari tujuan di atas tentunya dalam menentukan model pembelajaran harus diperhatikan untuk mencapai tujuan PAI. e) penyesuaian. 15 . Question Studen Have 4. Card Short 5. The Great Wind Blows 8. sosial maupun ajaran Islam. Synergetic Teaching 9.memperbaiki kesalahan-kesalahan. yaitu menangkal hal-hal negative dari lingkungannya. d) pencegahan. f) Sumber lain. baik fisik. yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat (Ramayulis. Planted Question 7. Metode Diskusi 2. Active Debate 6. Beberapa model pembelajaran aktif yang dapat di pakai dalam pembelajaran PAI yakni : 1.

Sedangkan hakekat pembelajaran aktif yakni menjadikan siswa yang pasif menjadi aktif dari siswa yang hanya mendengarkan menjadi bisa mengamati. Kegiatan pembelajaran aktif yang terbagi atas empat strategi yakni: strategi pembentukan tim dalam stategi ini tentunya siswa menjadi lebih kenal antara satu sama lain dan dituntut untuk lebih kompak dalam tim tersebut untuk membahas materi yang telah diberikan oleh guru atau menyelesaikan suatu permasalahan. dan inilah yang diharapkan dari pembelajaran aktif. komponen media. keempat komponen ini akan menjadikan pembelajaran aktif yang menjadikan siswa lebih mengeluarkan segenap fikirannya untuk mengeluarkan segala ide serta gagasan yang ada pada diri anak didik. KESIMPULAN Dari pengertian pembelajaran aktif merupakan pembelajaran yang menuntut anak menjadi aktif tidak hanya dari segi fisik saja akan tetapi lebih kepada pola pikir anak untuk mengeluarkan suatu gagasan. Keempat asumsi dasar pembelajaran aktif yakni pendidikan. bekerja sama antara satu dengan yang lain tanpa ada rasa keegoisan. menilai sesama teman ataupun dalam mempresentasikan materi antar kelompok. (b) anak didik. strategi melibatkan siswa untuk menjadikan siswa berpartisipasi aktif dalam mengamati menilai sendiri. komponen evaluasi. komponen anak didik. (c) guru. pendidik. merupakan asumsi yang tidak terpisahkan antara satu sama lain dimana pendidikan memberikan nilai khusus bagi seluruh anak didik untuk mendapatkan ilmu serta anak didik yang mengembangkan potensi diri di sekolah bukan hanya menerima suapan langsung dari guru akan tetapi siswa juga aktif dalam pembelajaran di kelas sesuai dengan proses pengajaran. strategi penilaian secara tepat untuk menjadikan anak semakin berkompetensi di dalam kelas guru harus memberikan nilai yang tepat dan adil kepada siswa yang aktif dengan siswa pasif. menyimpulkan sendiri. dalam 16 . dan (d) proses pengajaran. Komponen-komponen ini merupakan komponen yang dapat menciptakan pembelajaran aktif ada: komponen bahan pelajaran.

Dari beberapa metode pembelajaran di atas tentunya pembelajaran aktif sangat membantu guru untuk menjadikan anak didik lebih memahami secara komprehensif (menyeluruh) tidak hanya segi normatif saja akan tetapi fakta serta manisfestasinya bisa langsung dilihat dan diperhatikan dalam pengamatan bukan hanya sebagai pengetahuan (Kognitif) saja akan tetapi terlihat dari sikap (Afektif) dan keterampilan (Psikomotorik) siswa setelah mempelajari materi PAI. Paradigma baru pembelajaran aktif ini merupakan pembelajaran yang tidak asing lagi pembelajaran ini selaras dengan kurikulum 13 yang mana menjadikan siswa lebih aktif dari pada guru sedangkan guru mengarahkan serta memberi bimbingan kepada anak didik sesuai dengan materi yang diberikan jika ada kekeliruan dalam penyampaian anak didik terhadap teman-temannya akan tetapi guru tidak boleh menyalahkan secara langsung terhadap siswa atas pendapat atau gagasan yang ia ungkapkan karena siswa guru harus menimbulkan rasa keberanian kepada siswa.pembelajaran aktif ini sangat membantu siswa dalam belajar agar lebih ingat dalam memori jangka panjang. 17 .

Hamzah B. 2003. Psikologi Belajar . Harto. 2005. Active Learning: 101 Srategies to Teach Any Subject. 1996. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta : Rineka Cipta . and Widodo Supriyadi. Konsep Edutainment dalam Pendidikan Islam . Ramayulis. 2013. Harto. 2011. 2008. Djamarah. Mel. Silberman. Ismail. Metodologi Pendidikan Agama Islam . 2004`: 55-68.. Model-Model Pembelajaran Modern . Bandung : Remaja Rosdakarya Offset . Yogyakarta : Sukses Offset. Syaiful Bahri. Metodologi Pembelajaran Berbasis Active Learning (Arah baru Pembelajaran PAI di Sekolah dan Madrasah) . Metodologi Pengajaran Agama Islam . Palembang : Grafika Telindo Press . Tafsir. Jakarta: Kalam Mulia . Uno. Kasinyo. Rusman. Palembang : Tunas Gemilang Press . Kasinyo. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. 18 . Sukardi. Hamruni." Pendiidkan Islam dalam Bingkai Konstruksi Metodologi Pembelajaran . Psikologi Belajar . Jakarta : Bumi Aksara . 2013. Jakarta : Rineka Cipta . Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. and Abdurrahmansyah. and Nurdin Mohamad. 2009. "Rekontruksi Metodologis Pembelajaran Pendidikan Agama Islam . Abu. 2011. Jakarta: Raja Grafindo Persada . 2008. Ahmad. A Simon & Schuster Needham Heights: Massachusetts.