You are on page 1of 58

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewasa ini, peramalan merupakan aktivitas yang banyak digunakan di


berbagai sektor, termasuk sektor industri. Peramalan merupakan aktivitas
memprediksi ketidakpastian di masa yang akan datang dengan kesalahan seminimal
mungkin. Dalam sebuh produksi, peramalan permintaan harus diantisipasi agar
tercapai kondisi equal demand dan production supply.

Perencanaan sebuah produksi dimulai dengan melakukan peramalan untuk


mengetahui terlebih dahulu apa dan berapa yang perlu diproduksikan pada waktu yag
akan datang. Tujuan dari peramalan produksi adalah untuk mengetahui terlebih
dahulu apa dan berapa yang perlu diproduksikan pada waktu yang akan datang.
Tujuan dari peramalan produksi adalah memperkirakan permintaan terhadap hasil
produksi. Tetapi, hampir semua perusahaan tidak mampu memperkirakan permintaan
dengan pasti terhadap kondisi aktual. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan
mengembangkan rencana-rencana rasional yang menunjukkan bagaimana mereka
akan melakukan tanggapan terhadap permintaan pasar.

Perencanaan agregat merupakan cara dari suatu organisasi utnuk memberikan


tanggapan terhadap perkiraan permintaan tersebut. Definisi dari perencanaan agregat
adalah proses perencanaan kuantitas dan pengaturan waktu keluaran selama periode
waktu tertentu biasanya antara tiga bulan sampai satu bulan sampai satu tahun
melalui penyesuaian variabel tingkat produksi, karyawan, persediaan, dan variable
yang dapat dikendalikan lainnya. Perencanaan agregat mencerminkan strategi
perusahaan dalam pelayanan kepada pelanggan, tingkat persediaan, tingkat produksi,
jumlah karyawan, dan lain-lain.
Dengan demikian, penting bagi kami sebagai mahasiswa Teknologi Industri
Pertanian untuk dapat mempelajari dan memahami perencanaan agregat dengan baik
karena akan sangat berguna ketika sudah terjun ke dalam sebuah industri. Selain itu,
sebagai mahasiswa juga perlu mengetahui dan dapat melakukan perencanaan agregat
dengan bantuan computer serta dapat menganalisa hasil perencanaan agregat.

B. Tujuan Praktikum

1. Mengajarkan mahasiswa untuk dapat melakukan perencanaan agregat


dengan bantuan computer

2. megajarkan mahasiswa untuk dapat menganalisis/menginterpretasikan


hasil perencanaan agregat

C. Manfaat Praktikum

1. Praktikan dapat melakukan perencanaan agregat dengan menggunakan


program WinQsb

2. Praktikan dapat melakukan analisis dan interpretasi terhadap hasil


perencanaan agregat meggunakan program WinQsb

3. Praktikan dapat melakukan pemilihan terhadap metode perencanaan


agregat dengan benar
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Peramalan dapat dilakuakn melalui forecasting by aggregation dan


forecasting by allocation dengan cara menduga permintaan pada setiap pusat
distribusi akhir atau store berdasarkan pada data permintaan historis meggunakan
teknik-teknik peramlan yang sesuai. Selanjutnya, hasil pendugaan pada setia[ pusat
distribusi akhir dijumlahkan, guna memperoleh angka peramalan untuk area
distribution center, selanjutnya angka-angka peramalan dari setiap pusat distribution
ceter dijumlahkan untuk memperoleh angka peramlaan pada regional distribution
center, selanjutnya angka-angka peramalan dari setiap regional distribution center
dijumlahkan untuk memperoleh angka peramalan pada central warehouse. Dengan
demikian, metode ini merupakan metode agregat untuk penentuan ramalan melalui
penjumlahan angka-angka ramalan dari pusat-pusat distribusi yang paling rendah
secara berhirarki sampai ke pusat-pusat distribusi paling tinggi dlam struktur jaringan
sistem distribusi (Gazperz, 1998).

Menurut Badworth(1987), perencanaan produksi agregat membantu


pengendalian produksi untuk menjadi dasar penjadwalan induk produksi. Tujuan dari
perencanaan produksi agregat adalah utilitas sumber daya manusia dan peralatan
degan lebih produktif. Perencanaan agregat merupakan perencanaan yang mengatur
seumber daya secara bruto untuk memenuhi total permintaan dari semua item produk
yang mempergunakan sumber daya atau fasilitas secara bersama.

Perencanaan agregat adalah suatu perencanaan produksi jangka menengah


terhadap sekelompok produk yang berada dalam satu family. Beberapa fungsi
perencanaan agregat adalah menjamin rencana penjualan dan rencana produksi
konsisten terhadap rencana strategi perusahaan, alat ukut performansi pererencanaan
produksi, menjamin kemampuan produksi konsisten terhadap rencana produksi,
memonitor hasil produksi aktual terhadap rencana produksi dan membuat
penyesuaian, mengatur persediaan produk jadi untuk mencapai target dan membuat
penyesuaian, dan mengarahkan penyusunan serta pelaksanaan jadwal induksi
produksi. Sebelum produksi akan membutuhkan suatu perencananaan agar sumber
daya yang tersedia selalu mampu untuk memenuhi kebutuhan (Nasution dan Hakim,
2006).

Perencanaan produksi agregat merupakan perencanaan jangka menengah yang


dibuat perusahaan terkait dengan penentuan tingkat produksi yang dioperasikan di
lantai produksi. Beberapa faktor menjadi dasar pertimbangan perencanaan agregat,
meliputi ramalan permintaan, kapasitas produksi, persediaan agregat dan perencanaan
sumber daya (Narasimhan, 1995).

Perencanaan agregat bertujuan untuk meminimalkan biaya dengan melakukan


penyesuaian terhadap perencanaan ditingkat produksi, tingkat tenaga kerja, dan
tingkat persediaan, serta beberapa variable lain yang dapat dikendalikan. Menurut
Anonim 1(2016), kombinasi optimal tersebut dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut,

1. Pengumpulan(Agregation)

a. Berfokus pada general course of action

b. Konsisten dengan tujuan strategi dan tujuan umum perusahaan

c. Rencana produksi dan staffing dikelompokkan menurut


pengelompokan besar, produk-produk yang sejenis, jasa-jasa, unit
tenaga kerja maupun unit waktu

2. Kelompok (Product Families)


Perusahaan dapat mengelompokkan produksi/jasa ke dalam kelompk-
kelompok besar, dengan tujuan menghindari detail yang terlalu banyak pada
tahap-tahap proses perencanaan.

3. Tenaga Kerja (Labor)

Perusahaan dapat mengelompokkan tenaga kerja melalui beberapa cara


(tergantung dari fleksibelitas tenaga kerja).

4. Waktu (Time)

Waktu perencanaan jangka menengah yaitu 3 bulan sampai 18 bulan.


Biasanya perencanaan ini dilakukan secara bulanan.

Terdapat dua strategi mengikuti permintaan(Chase Demand Strategy) dan


strategi produksi konstan (Level Production Strategy). Dari masing-masing startegi
terdapat beberapa teknik perencanaan. Perencanaan produksi agregat dapat disusun
dengan memadukan beberapa teknik perencanaan dari salah satu strategi murni atau
keduanya (Rahman, 2011)

Teknik perencanaan agregat adalah sebuah metodologi yang dibutuhkan oleh


departemen perencanaan dan pengendalian produksi untuk membuat jadwal
menggunakan sumber daa terbatas yang sama. Perencanaan agregat ditujukan agar
mendapatkan utilitas maksimal sumber daya manusia dan peralatan. Proses penetapan
tingkat output atau kapasitas produksi secara keseluruhan guna memenuhi tingkat
permintaan yang diperoleh dari peramalan dan pesanan dengan tujuan meminimalkan
total iaya produksi(Anonim 2, 2016).
BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan

Alat

1. Komputer atau laptop

2. Alat tulis

Bahan

1. Data Produksi suatu jenis produk di sebuah perusahaan

2. Program WinQsb

B. Prosedur Praktikum

Di sebuah perusahaan yang memproduksi suatu jenis produk ingin


membuat perencanaan produksi agregat selama lima bulan kedepan
(Januari s/d Mei). Jumlah pekerja awal adalah sebanyak tujuh orang.
Berikut adalah rincian data produksinya.

Tabel 1. Data Permintaan dalam lima bulan (dalam unit)

Bulan Data Permintaan

Januari 1550

Februari 1700

Maret 2000

April 1650

Mei 1800
Tabel 2. Informasi Produksi

Jenis Informasi Produksi Keterangan

Jumlah Pekerja Awal 7

Jumlah jam kerja per pekerja per 7


hari (jam/hari)

Jumlah hari kerja tiap bulan 28

Biaya pekerja ($/jam. Pekerja) 3

Biaya undertime ($/jam) 1

Jumlah persediaan awal 250

Kapasitas lembur per jm pekerja 30


(Jam)

Biaya lembur per jam per pekerja 5


($jam. Pekerja)

Biaya perekrutan pekerja 100


($/pekerja)

Biaya pemberhentian pekerja 200


($/pekerja)

Kapasitas gudang maksimum 5000


persediaan (unit)

Persediaan pengaman (Safety stock) 50


dalam (unit)

Biaya penyimpanan ($/unit. Bulan) 0.01

Waktu perakitan per unit (jam) 0.5

Tahapan perencanaan
1. Ditentukan tujuan peramalan (sudah ditetapkan ---- perencanaan agregat)

2. Ditentukan jangka waktu perencanaan (sudah ditetapkan ---- 5 bulan ke


depan, yaitu Januari s/d Mei)

3. Dilakukan perencanaan agregat

Program WinQsb dijalankan dengan :


Dipilih pilihan Agregat Planning

Pada menu File dipilih pilihan New Problem

Problem Type : Simple Model

Dipilih (diberi tanda silang) pada Overtime Allowed dan


Hire/Dismissal Allowed

Problem Title : Perencanaan Agregat

Number of Planning Periods : 5

Planning Resource Name : Employee

Capacity unit of planning resource : Hours


Capacity requirement per product/service : 0.5 (Waktu perakitan
per unit)
Initial number of planning resource : 7 (Jumlah pekerja awal)
Initial inventory/backordered : 250 (Jumlah persediaan awal)

Diklik OK

Pada menu Edit dipilih Period name dan diganti nama periode
dengan Januari s/d Mei
Pada DATA ITEM Forecast demand, diisikan ramalan permintaan
produk selama bulan Januari s/d May dari tabel 1.

Pada DATA ITEM initian number of employee, diisikan jumlah


pekerja awal.

Pada DATA ITEM regular time capacity in hours per employee,


diisikan jumlah jam/hari x jumlah hari/minggu x jumlah
minggu/bulan = 196.

Pada DATA ITEM regular time cost per hours, diisikan biaya
pekerja per jam ($/jam.pekerja) = 3.
Pada DATA ITEM undertime cost per hours, diisikan biaya
undertime/jam $/jam = 1.
Pada DATA ITEM overtime capacity in hours per employee ,
diisikan kapasitas lembur per pekerja per bulan = 30.

Pada DATA ITEM overtime cost per hours, diisikan biaya kerja
lembur/jam $/jam = 5.

Pada DATA ITEM hiring cost per employee, diisikan biaya


perekrutan/pekerja ($/pekerja) = 100.

Pada DATA ITEM dismissal cost per employee, diisikan biaya


pemberhentian pekerja ($/pekerja) = 200.

Pada DATA ITEM initial inventory/backordered, isikan persediaan


awal = 250.

Pada DATA ITEM maximum inventory allowed, diisikan kapasitas


gudang = 5000.
Pada DATA ITEM minimum ending inventory, diisikan safety
stock = 100.
Pada DATA ITEM unit inventory holding cost, diisikan biaya
penyimpanan ($/unit bulan) = 0,01.
Pada DATA ITEM capacity requirement in hours per unit,diisikan
waktu perakitan per unit (hours/unit) = 0.5.

Data disimpan dengan nama Agregat

Cara penyeleseian dengan Level Strategy :


Pada menu Solve and Analyse klik solve the problem

Pada solution method dipilih constant average production


(Level Strategi)

Pada Production Quantity dipilih whole number

Di klik OK,rencana agregat akan diperoleh

Di klik Show cost analysis atau Show Graphic analysis untuk


mengetahui biaya perencanaa agregat maupun pola distribusinya

Dicoba dengan Solution Method yang lain yaitu Constan


Reguler Time Employee (Level Strategy)

Cara penyeleseian dengan Chase Strategi :


Pada menu Solve and Analyse di klik Solve the problem

Pada Solution method dipilih up-to-demand with reguler time


employee

Pada Production Quantity dipilih Whole number


Di klik show cost analysis atau show graphic analysis untuk
mengetahui biaya perencanaan agregat maupun pola distribusinya

Dicoba dengan solution method yang lain yaitu up-to-demand


with reguler and overtime employee

4. Dilakukan analisis untuk hasil perencanaan dengan masing-masing metode di


atas dan dibandingkan hasilnya. Dilihat nilai Total Cost yang paling kecil
yang menunjukkan metode yang optimal untuk digunakan.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1. Data Input

Tabel 3. Data Item Perencanaan Agregat

2. Level Strategy

a. Constant Average Production

Tabel 4. Analisa Agregat


Tabel 5. Analisis Biaya

b. Constant Regular Time Employee

Tabel 6. Analisis Agregat

Tabel 7. Analisis Biaya


3. Chase Strategy

a. Up-to-Demand with Regular Time Employee

Tabel 8. Analisis Agegat

Tabel 9. Analisis Biaya


b. Up-to-Demand With Regular and Overtime Employee

Tabel 10. Analisis Agregat

Tabel 11. Analisis Biaya

B. Pembahasan

Pada praktikum acara 2 Perencanaan dan Pengendalian produksi ini


berjudul Perencanaan Agregat. Praktikum ini bertujuan untuk mengajarkan
mahasiswa untuk dapat melakukan perencanaam agregat dengan bantuan
computer dan mengajarkan mahasiswa untuk dapat mengalisis dan
menginterpretasikan hasil perencanaan agregat.

Langkah kerja dari praktikum perencaan agregta ini adalah yang pertama,
tujuan perencanaan dan jangka waktu perencanaan ditentukan. Pada
praktikum ini, data yang digunakan adalah data yang telah ditentukan oleh
asisten instruktur praktikum, yaitu perencanaan agregat, kemudian dilakukan
meggunakan program WinQsb. Folder WinQsb diklik pada Agregate
Planning. Setelah program berjalan, pada menu file dipilih New Problem.
Kemudian dipilih simple Model pada Problem Type, dipilih Overtime Allowed
dan Hired/Dismissal Allowed, serta pada Problem periods diisi dengan angka
5, Planning Resource Name diisi dengan angka 5, Capacity Unit of Planning
Resource diisi dengan hours, Capacity Requirement per product/service diisi
waktu perakitan per unit yaitu 0.5, Initial Number of Planning Resource diisi
dengan jumlah persediaan awal, yaitu 7, Initial Inventory/Backordered diisi
dengan jumlah persediaan awal, yaitu 250. Lalu diklik Ok.

Selanjutnya, pada menu Edit, dipilih Periode Name dan kemudian nama
periode diganti dengan Januari sampai dengan Mei. Pada DATA ITEM,
Forecast Demand diisi ramalan permintaan produk bulan Januari sampai
dengan Mei dari tabel, Intial Number of Employee diisi dengan jumlah pekerja
awal yaitu 7, Regular Time Capacity in Hours per Employee diisi dengan
jumlah jam kerja per bulan per pekerja = 196 jam, Regular Time Cost per
Hours diisi dengan biaya pekerja per jam yaitu 3, Undertime Cost per Hours
diisi dengan biaya Undertime per jam yaitu 1, Overtime Capacity in Hours
per Employee diisi dengan kapasitas lembur per pekerja per bulan yaitu 30,
Overtime Cost per Hours diisi biaya kerja lembur per jam yaitu 5, Hiring
Cost per Employee diisi biaya perekrutan per pekerja yaitu 100, Dismissal
Cost per Employee diisi dengan biaya pemberhetian pekerja yaitu 200, Initial
Inventory/Backordered diisi dengan persediaan awal yaitu 250, Maximum
Inventory Allowed diisi dengna kapasitas maksimum gudang yaitu 5000,
Maximum Ending Inventory diisi dengan Safety Stock yaitu 50, Unit Inventory
Holding Cost diisi dengan biaya peyimpanan per unit per bulan yaitu 0.01,
dan Capacity Requirement in Hours per Unit diisi dengan waktu perakitan per
unit yaitu 0.5. Kemudian data disimpan dengan nama terserah praktikan.

Setelah semua data input dimasukkan, dilakukan penyelesaian masalah.


Penyelesaian masalah ini dapat dilakukan dengan dua metode dari jenis
perencanaan Level Strategy, yaitu Constant Average Prodution dan Constant
regular Time Employee. Untuk metode yang pertama, yaitu pada menu Solve
and Analyse diklik Solve the Problem, pada Solution Method dipilih Constant
Average Production, dan pada Production Quantity dipilih Whole Number,
kemudian diklik OK. Setelah itu akan muncul table hasil perencanaan agregat
lalu klik Show Cost Analysis atau Show Graphic Analysis untuk mengetahui
biaya perencanaan agregat maupun pola distribusinya. Hal tersebut juga
dilakukan untuk metode yang kedua, yaitu Constant Regular Time Employee.

Untuk Chase Strategy, juga dilakukan dua metode, yaitu up-to-demand


with Regular Time Employee dan up-to-demand with Regular and Overtime
Employee. Pada dua metide yang pertaman, pada menu Solve and Analyse
diklik Solve the Problem, pada Solution Method dipilih up-tp-demand with
Regular Time Employee dan pada Production Quantity dipilih Whole Number,
kemudian diklik OK. Setelah itu akan muncul tabel hasil perencanaan agregat
lalu diklik Show Cost Analysis atau Show Graphic Analysis utuk mengetahui
biaya poerencanaan agregat maupun pola distribusinya. Hal tersebut juga
dilakukan untuk metode yang kedua, yaitu up-to-demand with regular and
overtime employee.

Perbedaan antara Level Strategy dan Chase Strategy adalah pada Level
Strategy, produksi disesuaikan dengan jumlah persediaan, penyesuaian
pemesanan kembali, serta disesuaikan juga pada jumlah tenaga kerja awal.
Penyesuaian jumlah persediaan dilakukan ketika jumlah produksi melebihi
jumlah permintaan, seingga dilakukan penyimpanan dari kelebihan produksi
tersebut yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan permintaan di
periode selanjutnya. Penyesuaian pemesanan kembali dlakukan pada saat
permintaan lebih besar daripada jumlah produksi, sehingga terdapat beberapa
permintaan yang tidak dapat dipenuhi. Ketika konsumen yang permintaannya
tidak terpenuhi maka dapat beralih ke produsen lain yang menyebabkan
perusahaan kehilangan konsumen atau konsumen tersebut bersedia menunggu
di periode selanjutnya. Hal ini dikarenakan penyesuaian terhadap permintaan
dilakukan dengan menyesuaikan jumlah produksi, maka terdapat persediaan
dan pemesanan kembali dalam metode Level Strategy atau terdapat biaya
untuk persediaan dan pemesanan kembali. Selain itu, penyesuaian jumlah
tenaga kerja hanya terjadi diawal periode saja.

Chase Strategy merupakan metode penyesuaian produksi dengan


menyesuaikan jumlah pekerja. Penyesuaian jumlah pekerja dapat dilakukan
dengan menyewa atau merekrut pekerja baru, memberhetikan pekerja, atau
kerja lembur dan subkontrak. Dikarenakan penyesuaian perencanaan
dilakukan dengan menyesuaikan jumlah tenaga kerja maka tidak ada
persediaan dalam metode ini, sehingga tidak ada biaya persediaan pada
metode ni. Metode Chase Strategy juga sering disebut dengan Matching
Demand, strategi ini memerlukan input dan kapasitas produksi tinggi untuk
memenuhi permintaan yang tertinggi selama periode perenanaan.

Berikut ini adalah perhitungan manual dari setiap metode untuk


membandingkan hasil antar perhitungan perencanaan agregat secara manual,
apakah hasilnya samadengan perhitungan dengan WinQsb atau tidak.

1. Constan Average Production

Hasil Perencanaan Agregat


Informasi-informasi setiap periode yang terdapat pada hasil perencanaan
agregat dengan metode Constant Average Production adalah sebgai berikut :

a) Bulan Januari

Regular Production = demand-(inventory awal-safety


stock)/n periode

= 8700-(250-50)/5

= 1700

Demand bulan januari = d1

= 1550

Ending inventory = (Reguler Production-Demand) +


jumlah inventori sebelumnya

= (1700-1550) + 250

= 400

Total production = jumlah produksi bulan januari

= 1700

Total Ending Inventory = jumlah inventory bulan januari

= 400

b) Bulan Februari

Regular Production = demand-(inventory awal-safety


stock)/n periode

= 8.700-(250-50)/5
= 1700

Demand bulan januari = d2

= 1700

Ending inventory = (Reguler Production-Demand) +


jumlah inventori sebelumnya

=(1700-1700) + 400

= 400

Total production = jumlah produksi bulan februari

= 1700

Total Ending Inventory = jumlah inventory bulan februari

= 400

c) Bulan Maret

Regular Production = demand-(inventory awal-safety


stock)/n periode

= 8.700-(250-50)/5

= 1700

Demand bulan januari = d3

= 2000

Ending inventory = (Reguler Production-Demand) +


jumlah inventori sebelumnya
= (1700-2000) + 400

= 100

Total production = jumlah produksi bulan Maret

= 1700

Total Ending Inventory = jumlah inventory bulan Maret

= 100

d) Bulan April

Regular Production = demand-(inventory awal-safety


stock)/n periode

= 8.700-(250-50)/5

= 1700

Demand bulan januari = d4

= 1650

Ending inventory = (Reguler Production-Demand) +


jumlah inventori sebelumnya

= (1700-1650) + 100

= 150

Total production = jumlah produksi bulan April

= 1700

Total Ending Inventory = jumlah inventory bulan April


= 150

e) Bulan Mei

Regular Production = demand-(inventory awal-safety


stock)/n periode

= 8.700-(250-50)/5

= 1700

Demand bulan januari = d5

= 1800

Ending inventory = (Reguler Production-Demand) +


jumlah inventori sebelumnya

= (1700-1800) + 150

= 50

Total production = jumlah produksi bulan Mei

= 1700

Total Ending Inventory = jumlah inventory bulan Mei

= 50

Perhitungan Total Keseluruhan

Total Demand Seluruh Periode = d1+d2+d3+d4+d5

= 8700
Total Production = jumlah produksi seluruh
periode

= 8500

Total Ending Inventory = jumlah inventory seluruh


periode

= 1100

Analisis Biaya

Informasi-informasi yang terdapat pada Biaya Analisis dngan


menggunakan Metode Constant Average Production adalah sebgai
berikut.

a) Bulan Januari

Regular Time = Regular production x waktu


perakitan/unit x biaya pekerja periode Januari

= 1700x0.5x3

= $2550

Undertime = (kapasitas maksimal pekerja x jumlah


pekerja) (regular Production x waktu perakitan) x biaya
undertime

= (196x7)-(1700x0.5)x1

=$522

Inventory holding cost = Ending Inventory x Biaya


Inventory
= 400x0.01 = $4

Total cost per period = regular Time + Undertime +


Hiring/Dismissal + Inventory Holding Cost Periode Januari

= $2550+$522+0+$4 = $3076

b) Bulan Februari

Regular Time = Regular production x waktu


perakitan/unit x biaya pekerja periode Februari

= 1700x0.5x3

= $2550

Undertime = (kapasitas maksimal pekerja x jumlah


pekerja) (regular Production x waktu perakitan) x biaya
undertime

= (196x7)-(1700x0.5)x1

=$522

Inventory holding cost = Ending Inventory x Biaya


Inventory

= 400x0.01

= $4

Total cost per period = regular Time + Undertime +


Hiring/Dismissal + Inventory Holding Cost Periode
Februari

= $2550+$522+0+4
= $3076

c) Bulan Maret

Regular Time = Regular production x waktu


perakitan/unit x biaya pekerja periode Maret

= 1700x0.5x3

= $2550

Undertime = (kapasitas maksimal pekerja x jumlah


pekerja) (regular Production x waktu perakitan) x biaya
undertime

= (196x7)-(1700x0.5)x1

=$522

Inventory holding cost = Ending Inventory x Biaya


Inventory

= 100x0.01

= $1

Total cost per period = regular Time + Undertime +


Hiring/Dismissal + Inventory Holding Cost Periode Maret

= $2550 + $522 +0+$1

=$3073

d) Bulan April
Regular Time = Regular production x waktu
perakitan/unit x biaya pekerja periode April

= 1700x0.5x3

= $2550

Undertime = (kapasitas maksimal pekerja x jumlah


pekerja) (regular Production x waktu perakitan) x biaya
undertime

= (196x7)-(1700x0.5)x1

=$522

Inventory holding cost = Ending Inventory x Biaya


Inventory

= 150x0.01

$1.5

Total cost per period = regular Time + Undertime +


Hiring/Dismissal + Inventory Holding Cost Periode April

= $2550+$522+0+$1.5

= $3073.50

e) Bulan Mei

Regular Time = Regular production x waktu


perakitan/unit x biaya pekerja periode Mei

= 1700x0.5x3
= $2550

Undertime = (kapasitas maksimal pekerja x jumlah


pekerja) (regular Production x waktu perakitan) x biaya
undertime

= (196x7)-(1700x0.5)x1

=$522

Inventory holding cost = Ending Inventory x Biaya


Inventory

= 50x0.01

= 0.5

Total cost per period = regular Time + Undertime +


Hiring/Dismissal + Inventory Holding Cost Periode Mei

= $2550+$522+0+$0.5

=$3072.50

Perhitungan total keseluruhan

Total undertime cost = Jumlah keseluruhan Undertime


Cost setiap Periode

= $2610

Total Inventory Holding Cost = jumlah keseluruhan


Inventory Holding Cost setiap periode

= $11
Total Planning Cost = Jumlah keseluruhan dari Total
Cost setiap Periode

= $15371

2. Constant Regular Time Employee

Hasil Perencanaan Agregat

Informasi-informasi setiap periode yang terdapat pada hasil perencanaan


agregat dengan metode Constant Regular Time Employee adalah sebagai
berikut,

a) Bulan Januari

Regular Production = Waktu produksi x Jumlah


pekerja x Output produksi unit/jam

= 196x7x2

= 2744

Total Production = Regular Production

= 2744

Ending Inventory = (Regular Production


Demand) + Inventory pada periode sebelumnya

= (2744-1550)+250

= 1444

b) Bulan Februari
Regular Production = Waktu produksi x Jumlah
pekerja x Output produksi unit/jam

= 196x7x2

= 2744

Total Production = Regular Production

= 2744

Ending Inventory = (Regular Production


Demand) + Inventory pada periode sebelumnya

= (2744-1700)+1444

= 2488

c) Bulan Maret

Regular Production = Waktu produksi x Jumlah


pekerja x Output produksi unit/jam

= 196x7x2

= 2744

Total Production = Regular Prodution = 2744

Ending Inventory = (Regular Production


Demand) + Inventory pada periode sebelumnya

= (2744-2000)+2488

= 3232

d) Bulan April
Regular Production = Waktu produksi x Jumlah
pekerja x Output produksi unit/jam

= 196x7x2 = 2744

Total Production = Regular Prodution = 2744

Ending Inventory = (Regular Production


Demand) + Inventory pada periode sebelumnya

= (2744-1650)+3232

= 4326

e) Bulan Mei

Regular Production = Waktu produksi x Jumlah


pekerja x Output produksi unit/jam

= 196x7x2 = 2744

Total Production = Regular Prodution = 2744

Ending Inventory = (Regular Production


Demand) + Inventory pada periode sebelumnya

= (2744-1800)+4326

= 5270

Perhitungan Total Keseluruhan

Total Ending Inventory = Ending Inventory Januari +


Februari + Maret + April + Mei

= 16760
Total Production 5 Periode = Total Production Bulan Januari
sampai Mei

= 13720

Analisis Biaya

Informasi-informasi yang terdapat pada Cost Analysis pada metode


Constant Regular Time Employee adalah sebagai berikut :

a) Bulan Januari

Regular Time = Regular Production x waktu perakitan


unit x biaya pekerja / jam

= 2744x0.5x3 = $4116

Inventory Holding Cost = Ending inventory periode Januari x


Biaya Penyimpanan Invetory

= 1444x0.01 = $

Total Cost Bulan Januari = Regular Time + Inventory Holding


Cost

= 4116+14.4= $ 4130.44

b) Bulan Februari

Regular Time = Regular Production x waktu perakitan


unit x biaya pekerja / jam

= 2744x0.5x3 = $4116

Inventory Holdng Cost = Ending inventory periode Februari x


Biaya Penyimpanan Invetory
= 2448x0.01 = $24.88

Total Cost Bulan Februari = Regular Time + Inventory Holding


Cost

= 4116+24.88 = $4140.88

c) Bulan Maret

Regular Time = Regular Production x waktu perakitan


unit x biaya pekerja / jam

= 2744x0.5x3 = $4116

Inventory Holdng Cost = Ending inventory periode Maret x


Biaya Penyimpanan Invetory

= 3232x0.01 = $ 32.32

Total Cost Bulan Maret = Regular Time + Inventory Holding


Cost

= 4116+32.32=$4148.32

d) Bulan April

Regular Time = Regular Production x waktu perakitan


unit x biaya pekerja / jam

= 2744x0.5x3 = $4116

Inventory Holdng Cost = Ending inventory periode April x


Biaya Penyimpanan Invetory

= 4326x0.01 = $ 43.26
Total Cost Bulan April = Regular Time + Inventory Holding
Cost

= 4116+43.26 = $4159.26

e) Bulan Mei

Regular Time = Regular Production x waktu perakitan


unit x biaya pekerja / jam

= 2744x0.5x3 = $4116

Inventory Holdng Cost = Ending inventory periode Mei x Biaya


Penyimpanan Invetory

= 5270x0.01 = $52.70

Total Cost Bulan Mei = Regular Time + Inventory Holding


Cost

= 4116+52.70 = $4168.70

Perhitugan Total Keseluruhan

Total Cost Regular Time = Regular Time Bulan Januari+


Februari+Maret+April+Mei

= $ 20580

Total Inventory Holding Cost = Inventory Holding Cost Bulan Januari +


Februari +Maret+April+Mei

= $ 167.60

Total Cost 5 periode = Total Cost Bulan


Januari+Februari+Maret+April+Mei
= $ 20747.60

Total cost untuk keseluruhan periode dengan meggunakan metode


Level Strategy dengan metode Constant Average Production, yaitu $15371.
Sedangkan, Total Cost untuk keseluruhan periode denngan menggunakan
metode Constant Regular Time with Employee, yaitu $20747.60. Dengan
demikian, metode yang paling optimal adalah metode Constant Average
Production karena Total Cost-nya kecil, yaitu $15371.

3. Up-to-Demand with Regular Time Employee

Berikut ini adalah informasi-informsi yang terdapat pada Planning


Results dalam WinQsb.

Hasil Peencanaan Agregat

a) Bulan Januari

Regular Production = Demand (Inventory Awal-Safety


Stock)

= 1550-(250-50) = 1350

Total Production = Regular Production = 1350

Ending Inventory = (Regular Production Demand) +


Jumlah inventory awal

= (1350-1550)+250 = 50

Number of Employees = (Regular Production x waktu


perakitan/unit)/Jam kerja tiap bulan

= (1350x0.5)/196
= 3.4438 = 4

Hiring (Perekrutan) = Jumlah kebutuhan pekerja baru


Jumlah pekerja periode sebelumnya

=0

Dismissal(Pemecatan) = Jumlah pekerja periode sebelumnya


jumlah kebutuhan pekerja baru

= 7-4 = 3

b) Bulan Februari

Regular Production = Demand

= 1700

Total Production = Regular Production = 1700

Ending Inventory = (Regular Production Demand) +


Jumlah inventory awal

= (1700-1700) + 50 = 50

Number of Employees = (Regular Production x waktu


perakitan/unit)/Jam kerja tiap bulan

=(1700x0.5)/196 = 4.336 = 5

Hiring (Perekrutan) = Jumlah kebutuhan pekerja baru


Jumlah pekerja periode sebelumnya

= 5-4 = 1
Dismissal(Pemecatan) = Jumlah pekerja periode sebelumnya
jumlah kebutuhan pekerja baru

=0

c) Bulan Maret

Regular Production = Demand

= 2000

Total Production = Regular Production = 2000

Ending Inventory = (Regular Production Demand) +


Jumlah inventory awal

= (2000-2000) +50 = 50

Number of Employees = (Regular Production x waktu


perakitan/unit)/Jam kerja tiap bulan

= (2000x0.5)/196 = 5.102 = 6

Hiring (Perekrutan) = Jumlah kebutuhan pekerja baru


Jumlah pekerja periode sebelumnya

= 6-5 = 1

Dismissal(Pemecatan) = Jumlah pekerja periode sebelumnya


jumlah kebutuhan pekerja baru

=0

d) Bulan April

Regular Production = Demand


= 1650

Total Production = Regular Production = 1650

Ending Inventory = (Regular Production Demand) +


Jumlah inventory awal

= (1650-1650) + 50 = 50

Number of Employees = (Regular Production x waktu


perakitan/unit)/Jam kerja tiap bulan

= (1650X0.5)/196 = 4.209 = 5

Hiring (Perekrutan) = Jumlah kebutuhan pekerja baru


Jumlah pekerja periode sebelumnya

=0

Dismissal(Pemecatan) = Jumlah pekerja periode sebelumnya


jumlah kebutuhan pekerja baru

= 6-5 = 1

e) Bulan Mei

Regular Production = Demand

= 1800

Total Production = Regular Production = 1800

Ending Inventory = (Regular Production Demand) +


Jumlah inventory awal

= (1800-1800)+50 = 50
Number of Employees = (Regular Production x waktu
perakitan/unit)/Jam kerja tiap bulan

= (1800X0.5)/196 = 4.591 = 5

Hiring (Perekrutan) = Jumlah kebutuhan pekerja baru


Jumlah pekerja periode sebelumnya = 0

Dismissal(Pemecatan) = Jumlah pekerja periode sebelumnya


jumlah kebutuhan pekerja baru = 0

Perhitungan Total Keseluruhan

Total Demand = Demand = 8700

Total Regular Production = Regular Production = 8500

Total Production = Total regulr Production = 8500

Ending Inventory = Safety Stock = 250

Total Hiring (Perekrutan) = Hiring = 2

Total Dismissal (Pemecatan) = Dismissal = 4

Analysis Biaya

Berikut adalah informasi-informasi yang terdapat pada Cost Analysis.

a) Bulan Januari

Regular Time = Regular production x waktu perakitan/unit x biaya


pekerja periode Januari

= 1350X0.5X3 = $2025
Undertime = (jumlah kerja tiap bulan x jumlah pekerja)
(jumlah unit yang dihasilkan/jam x biaya undertime)

= (28x4)-(3x1)

Inventory holding cost= Ending Inventory x Biaya Inventory

= 50 x 0.01 = $0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya

= 0 x 100 = 0

Dismissal Cost = Jumlah Pekerja yang diberhentikan x biaya


pemberhentian pekerja periode Januari

= 3x200 = $600

Total Cost = regular Time + Undertime + Inventory


Holding cost + Hiring + Dismissal

= $ 2734.50

b) Bulan Februari

Regular Time = Regular production x waktu perakitan/unit x


biaya pekerja periode Januari

= 1700x0.5x3= $2550

Undertime = (jumlah kerja tiap bulan x jumlah pekerja)


(jumlah unit yang dihasilkan/jam x biaya undertime)

= (28x5)-(10x1)

= $130
Inventory holding cost= Ending Inventory x Biaya Inventory

= 50x0.01 = $0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya

= 1 x 100 = $100

Dismissal Cost = Jumlah Pekerja yang diberhentikan x biaya


pemberhentian pekerja periode Februari

=0

Total Cost = regular Time + Undertime + Inventory


Holding cost + Hiring + Dismissal

= $2780.50

c) Bulan Maret

Regular Time = Regular production x waktu perakitan/unit x


biaya pekerja periode Maret

= 2000x0.5x3 = $3000

Undertime = (jumlah kerja tiap bulan x jumlah pekerja)


(jumlah unit yang dihasilkan/jam x biaya undertime)

= 176

Inventory holding cost= Ending Inventory x Biaya Inventory

= 50 x 0.01 = $0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya

= 1x100 = $100
Dismissal Cost = Jumlah Pekerja yang diberhentikan x biaya
pemberhentian pekerja periode Maret

=0

Total Cost = regular Time + Undertime + Inventory


Holding cost + Hiring + Dismissal

= $3276.50

d) Bulan April

Regular Time = Regular production x waktu perakitan/unit x


biaya pekerja periode April

= 1650x0.5x3 = $2475

Undertime = (jumlah kerja tiap bulan x jumlah pekerja)


(jumlah unit yang dihasilkan/jam x biaya undertime)

=$155

Inventory holding cost= Ending Inventory x Biaya Inventory

=50x0.01 = $0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya

Dismissal Cost = Jumlah Pekerja yang diberhentikan x biaya


pemberhentian pekerja periode Januari

= 1x200 = $200
Total Cost = regular Time + Undertime + Inventory
Holding cost + Hiring + Dismissal

= $2830.50

e) Bulan Mei

Regular Time = Regular production x waktu perakitan/unit x


biaya pekerja periode Mei

= 1800x0.5x3 = $2700

Undertime = (jumlah kerja tiap bulan x jumlah pekerja)


(jumlah unit yang dihasilkan/jam x biaya undertime)

= $80

Inventory holding cost= Ending Inventory x Biaya Inventory

= 50x0.01 = $0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya

=0

Dismissal Cost = Jumlah Pekerja yang diberhentikan x biaya


pemberhentian pekerja periode Mei

=0

Total Cost = regular Time + Undertime + Inventory


Holding cost + Hiring + Dismissal

= $2780.50

Perhitungan Total Keseluruhan


Total Regular Time = Regular Time periode Januari smpai Mei

= $12750

Total Undertime Cost = Undertime cost periode Januari sampai


Mei

= $ 650

Total Inventory Cost = Invetory holding cost periode Januari


sampai Mei

= $2.50

Total Total Cost = Total Cost Periode Januari sampai Mei

= $14402.50

4. Up-to-Demand With Regular and Overtime Employee

Berikut ini adalah informas-informasi yang terdapat pada Planning


result dalam WinQsb,

a) Bulan Januari

Regular Production = Jam kerja tiap bulan x Jumlah


Pekerja x Produksi unit/jam

= 196 x 3 x 2 = 1176

Total Production = demand (Inventory awal


Safety stock)

= 1550-(250-50) = 1350
Overtime Production = Total Production Regular
Production

=1350-1176 = 174

Ending Inventory = Safety Stock

= 50

Number of Employee = (total Production x Waktu


perakitan per unit) / (Jam kerja tiap bulan + kapasitas
lembur/pekerja)

= 1350x0.5/(196+30)

= 2.986 = 3

Hiring (Perekrutan) = Jumlah Kebutuhan pekerja


baru -Jumlah pekerja periode sebelumnya

=0

Dismissal (pemecatan) = Jumlah pekerja periode


sebelumnya Jumlah kebutuhan pekerja baru

= 7-3 = 4

b) Bulan Februari

Regular Production = Jam kerja tiap bulan x Jumlah


Pekerja x Produksi unit/jam

= 196 x 4 x 2 = 1568
Total Production = demand (Inventory awal
Safety stock)

= 1700-(50-50) = 1700

Overtime Production = Total Production Regular


Production

= 1700-1568 = 132

Ending Inventory = Safety Stock

= 50

Number of Employee = (total Production x Waktu


perakitan per unit) /(Jam kerja tiap bulan + kapasitas
lembur/pekerja)

= (1700x0.5)/(196+30)

= 3.76 = 4

Hiring (Perekrutan) = Jumlah Kebutuhan pekerja


baru-Jumlah pekerja periode sebelumnya

= 4-3 = 1

Dismissal (pemecatan) = Jumlah pekerja periode


sebelumnya Jumlah kebutuhan pekerja baru

=0

c) Bulan Maret

Regular Production = Jam kerja tiap bulan x Jumlah


Pekerja x Produksi unit/jam
= 196 x 5 x 2 = 1960

Total Production = demand (Inventory awal


Safety stock)

= 2000-(50-50) = 2000

Overtime Production = Total Production Regular


Production

= 2000-1960 = 40

Ending Inventory = Safety Stock

= 50

Number of Employee = (total Production x Waktu


perakitan per unit) /(Jam kerja tiap bulan + kapasitas
lembur/pekerja)

= (2000x0.5)/(196+30)

=5

Hiring (Perekrutan) = Jumlah Kebutuhan pekerja


baru Jumlah pekerja periode sebelumnya

= 5-4 = 1

Dismissal (pemecatan) = Jumlah pekerja periode


sebelumnya Jumlah kebutuhan pekerja baru

=0

d) Bulan April
Regular Production = Jam kerja tiap bulan x Jumlah
Pekerja x Produksi unit/jam

= 196x4x2 = 1568

Total Production = demand (Inventory awal


Safety stock)

= 1650-(50-50) = 1650

Overtime Production = Total Production Regular


Production

= 1650-1568 = 82

Ending Inventory = Safety Stock

= 50

Number of Employee = (total Production x Waktu


perakitan per unit) (Jam kerja tiap bulan + kapasitas
lembur/pekerja)

= (1650x0.5)/(196+30) = 4

Hiring (Perekrutan) = Jumlah Kebutuhan pekerja


baru Jumlah pekerja periode sebelumnya

=0

Dismissal (pemecatan) = Jumlah pekerja periode


sebelumnya Jumlah kebutuhan pekerja baru

= 5-4 =1

e) Bulan Mei
Regular Production = Jam kerja tiap bulan x Jumlah
Pekerja x Produksi unit/jam

= 196x4x2 = 1568

Total Production = demand (Inventory awal


Safety stock)

= 1800-(50-50) = 1800

Overtime Production = Total Production Regular


Production

= 1800-1568 = 232

Ending Inventory = Safety Stock

= 50

Number of Employee = (total Production x Waktu


perakitan per unit) /(Jam kerja tiap bulan + kapasitas
lembur/pekerja)

= (1800x0.5)/(196+30)

=4

Hiring (Perekrutan) = Jumlah Kebutuhan pekerja


baru Jumlah pekerja periode sebelumnya

=0

Dismissal (pemecatan) = Jumlah pekerja periode


sebelumnya Jumlah kebutuhan pekerja baru

=0
Perhitungan Total Keseluruhan

Total Demand = Demand Bulan Januari sampai Mei

= 8700

Total Regular Production = Regular Production Januari sampai


Mei

= 7840

Total Overtime Production = Overtime Production Januari sampai


Mei

= 660

Total Total Production = Total production Januari sampai Mei

= 8500

Total Ending Inventory = Ending Inventory Januari sampai


Mei

= 250

Total Hiring = Hiring (Perekrutan) Januari sampai


Mei

=2

Total Dismissal = Dismissal Januari sampai Mei

=5

Analisis Biaya
Informasi-informasi yang terdapat pada cost analysis adalah sebagai
berikut,

a. Bulan Januari

Regular Time = Regular Production x Waktu Perakitan


x Biaya Pekerja

= 1176 x 0.5 x 3 = $1764

Biaya Overtime = Overtime production x Waktu


perakitan/unit x Biaya Overtime/jam

= 174 x 0.5 x 5

= $435

Inventory Holding Cost = Endng inventory x Biaya


inventory

= 50 x 0.01 = $0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya


perekrutan

=0

Dismissal cost = Jumlah pekerja yang dipecat x Biaya


Pemecatan

= 4 x 200 = $800

Total Cost = Regular Time + Overtime + Inventory


Holding Cost + Hiring + Dismissal

= $2999.50
b. Bulan Februari

Regular Time = Regular Production x Waktu Perakitan


x Biaya Pekerja

= 1568 x 0.5 x 3 = $2352

Biaya Overtime = Overtime production x Waktu


perakitan/unit x Biaya Overtime/jam

= 132 x 0.5 x 5 = $330

Inventory Holding Cost = Endng inventory x Biaya


inventory

= 50 x 0.01 = $0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya


perekrutan

= 1 x 100 = $100

Dismissal cost = Jumlah pekerja yang dipecat x Biaya


Pemecatan

=0

Total Cost = Regular Time + Overtime + Inventory


Holding Cost + Hiring + Dismissal

= $ 2782.50

c. Bulan Maret

Regular Time = Regular Production x Waktu Perakitan


x Biaya Pekerja
= 1960 x 0.5 x 3 = $2940

Biaya Overtime = Overtime production x Waktu


perakitan/unit x Biaya x Overtime/jam

= 40x0.5x5 = $ 100

Inventory Holding Cost = Endng inventory x Biaya


inventory

= 50 x 0.01 = $ 0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya


perekrutan

= 1 x 100 = $100

Dismissal cost = Jumlah pekerja yang dipecat x Biaya


Pemecatan

=0

Total Cost = Regular Time + Overtime + Inventory


Holding Cost + Hiring + Dismissal

= $3140.50

d. Bulan April

Regular Time = Regular Production x Waktu Perakitan


x Biaya Pekerja

= 1568 x 0.5 x 3 = $2352

Biaya Overtime = Overtime production x Waktu


perakitan/unit x Biaya Overtime/jam
= 82x 0.5x0.5 = $205

Inventory Holding Cost = Ending inventory x Biaya


inventory

= 50 x 0.01 = $0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya


perekrutan

=0

Dismissal cost = Jumlah pekerja yang dipecat x Biaya


Pemecatan

= 1 x 200 = $ 200

Total Cost = Regular Time + Overtime + Inventory


Holding Cost + Hiring + Dismissal

= $2757.50

e. Bulan Mei

Regular Time = Regular Production x Waktu Perakitan


x Biaya Pekerja

= 1568 x 0.5 x 3 = $2352

Biaya Overtime = Overtime production x Waktu


perakitan/unit x Biaya x Overtime/jam

= 232 x 0.5 x5 = $580

Inventory Holding Cost = Ending inventory x Biaya


inventory
= 50 x 0.01 = $ 0.50

Hiring Cost = Jumlah pekerja yang direkrut x Biaya


perekrutan

=0

Dismissal cost = Jumlah pekerja yang dipecat x Biaya


Pemecatan

=0

Total Cost = Regular Time + Overtime + Inventory


Holding Cost + Hiring + Dismissal

= $2932.50

Perhitungan Total Keseluruhan

Total Regular Time = Regular Time Periode Januari sampai Mei

= $11760

Total Overtime Cost = Overtime Cost Periode Januari sampai Mei

= $1650

Total Inventory Cost = Holding cost periode Januari sampai Mei

= $2.50

Total Hiring Cost = Hiring Cost Periode januari sampai Mei

= $200

Total Dismissal Cost = Dismissal Cost Periode Januari sampai Mei


= $1000

Total Total Cost = Total cost periode Januari sampai Mei

= $ 14612.50

Total Cost untuk keseluruhan periode dengan menggunakan metode


Chase Strategy dengan metode Up-to-Demand with Regular Time Employee,
yaitu $14402.50. Sedangkan, total cost untuk keseluruhan periode dengan
menggunakan metode Up-to-Demand with Regular and Overtime Employee
yaitu $14612.50. Dengan demikian, metode yang paling optimal adalah
metode Up-to-Demand With Regular Employee karena Total Cost-nya lebih
kecil.

Strategi yang paling optimal adalah Chase Strategy dengan


menggunakan Up-to-Demand With Regular Employee karena Total Cost-nya
sebesar $14402.50. Hal ini dikarenakan Chase Strategy merupakan metode
penyesuaian produksi dengan menyesuaikan jumlah pekerja. Penyesuaian
jumlah pekerja dapat dilakukan dengan menyewa atau merekrut pekerja baru,
memberhetikan pekerja, atau kerja lembur dan subkontrak.

Berikut adalah beberapa metode yang digunakan dalam


mengembangkan rencana agregat selain metode yang digunakan pada
praktikum acara dua ini,

1. Metode Pembuatan Grafis dan Diagram

Perencanaan dengan grafis dan diagram ini menangani variable sedikit


demi sedikit supaya perencanaan dapat dibandingkan dengan proyeksi
permintaan dengan kapasitas yang selalu ada. Pendekatan yang
dignakan adalah Trial and Error yang tidak menjamin terciptnya
rencana produksi yang dilakukan oleh staff yang paling dasar
pekerjaannya.

2. Pendekatan Matematis dan Perencanaan

Beberapa pendekatan matematis terhadap perencanaan agregat telah


banyak dikembangkan, diantaranya,

a. Metode Transpotasi dalam Program Linear

Jika perencanaan agregat dipandang sebagai masalah alokasi


kapasitas operasi untuk memenuhi permintaan yang diperkirakan,
maka rencana agregat dapat dirumuskan dalam format program
linear.

b. Linear Decision Rule

Model perencanaan agregat dengan cara mengoptimalkan tingkat


produksi dan tingkat jumlah tenaga kerja sepanjang periode
tertentu.

c. Management Coefisient Model

Teori yang mendasari adalah pengalaman masa lalu manajer yang


baik, sehinga dapat digunakan sebagai dasar menetapkan
keputusan di masa yang akan datang. Teknik ini menggunakan
analisa regresi terhadap keputusan produksi yang diambil manajer
di masa lalu.
BAB V

KESIMPULAN

1. Perencanaan agregat dapat diselesaikan dengan menggunaka dua metode,


yaitu metode Level Strategy dan Chase Strategy. Apabila menggunakan Level
Strategy, metode yang optimal adalah Constant Average Production karena
Total cost-nya sebesar $15371. Sedangkan untuk Chase Strategy metode yang
optimal adalah Up-to-Demand With Regular Employee yang Total Cost-nya
adalag sebesar $14402.50. Perencanaan agregat dilakukan dengan
menggunakan program WinQsb.

2. Perencanaan agregat dilakukan berdasarkan jenis strategi, yaitu Level Stratey


dan Chase Strategy. Setelah dibandingkan, pada Chase Strategy memiliki
total cost terkecil, yaitu $14402.50. Sehingga dapat dikatakan bahwa Chase
Strategy adalah strategi terbaik untuk kasus yang ada di dalam praktikum ini.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim 1. 2016. Pengertian Perencanaan Agregat. Dalam www.kajianpustaka.


com/2014/01/pengertian-dan-tujuan-perencanaan.html?m=1 diakses pada
07 Oktober 2016 pukul 23.10 WIB.
Anonim 2. 2016. Perencanan Agregat. Dalam http://sites.google.com/site/operasi
produksi/Perencanaan/Agregat diakses pada 07 Oktober 2016 pukul 23.57
WIB.
Badworth, DD., and Bailey, JE. 1987. Integrated Production control Systems.
John Wiley & Sons. Singapore.
Gaspersz, Vincenz. 1998. Production Planning and Inventory Control Berdasarkan
Pendekatan Sistem Terintegrasi MRP II dan JIT Menuju Manufacturing 21.
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Narasimhan, SL., McLeavey, DW., dan Billington, PJ. 1995. Production Planning
and Inventory Control. Prentice Hall. New Jersey.
Nasution., dan Arman Hakim. 2006. Manajemen Industri. Yogyakarta : CV. Andi
Offset.
Rahman, Arif. 2011. Implementasi Shojinka pada Perencanaan Produksi Agregat
dengan Pengaturan Tenaga Kerja dan Pembagian Kerja Fleksibel. Dalam
Jurnal Proceeding Seminar Nasional Teknik Industri & Kongres BKSTI pp.
173-178.