You are on page 1of 15

HANDOUT MATA KULIAH

ILMU RESEP

DISUSUN OLEH:
TIM PENGAMPU ILMU RESEP

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


STIKES MUHAMMADIYAH
KUDUS
2017

i
MATERI I
RESEP DAN BAHASA LATIN

PENGERTIAN RESEP
Resep adalah permintaan tertulis seorang dokter, dokter gigi atau dokter hewan yang
diberi ijin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada Apoteker
Pengelola Apotek (APA) untuk menyiapkan dan atau membuat, meracik serta menyerahkan obat
kepada pasien.
Dokter gigi diberi ijin menulis resep dari segala macam obat untuk pemakaian gigi dan
mulut dengan cara injeksi/parenteral atau cara pakai lainnya. Sedangkan untuk pembiusan
secara umum tetap dilarang bagi dokter gigi. Dokter hewan diberi ijin untuk menulis resep dari
segala macam obat yang digunakan khusus untuk hewan.
Resep asli tidak boleh diberikan kembali setelah obatnya diambil oleh pasien, hanya
dapat diberikan copy resep atau salinan resepnya. Resep asli harus disimpan di apotek dan tidak
boleh diperlihatkan kepada orang lain, kecuali diminta oleh:
Dokter yang menulis resep atau yang merawat pasien
Pasien yang bersangkutan
Pegawai (kepolisian, kehakiman, kesehatan) yang ditugaskan untuk memeriksa
Yayasan atau lembaga lain yang menanggung biaya pasien
Resep selalu dimulai dengan tanda R/ yang artinya recipe (ambillah). Di belakang tanda
R/ tertera nama dan jumlah obat. Umumnya resep ditulis dalam bahasa latin. Jika tidak jelas atau
tidak lengkap, apoteker harus menanyakan kepada dokter penulis resep.

KOMPONEN RESEP
Komponen resep menurut fungsi dari bahan obat terbagi menjadi 4, yaitu:
Remidium Cardinale, merupakan bahan atau obat yang berkhasiat utama.
Remidium Adjuvantia/Adjuvans, merupakan bahan atau obat yang menunjang kerja bahan
obat utama.
Corrigens, merupakan bahan atau obat tambahan guna memperbaiki warna, rasa, dan bau
dari obat utama.
Corrigens dapat berupa:
Corrigens actionis, yaitu obat yang memperbaiki atau menambah efek obat utama.
Misalnya: pulvis Doveri terdiri atas kalii sulfas, ipecacuanhae radix dan pulvis opii.
Pulvis opii sebagai obat yang berkhasiat utama menyebabkan orang susah buang air
besar, kalii sulfas sebagai pencahar sekaligus memperbaiki kerja pulvis opii.
Corrigens saporis, yaitu obat yang memperbaiki rasa obat utama. Misalnya: sirup
aurantiorum, aqua menthae piperitae, dan lain-lain.
Corigens odoris, yaitu obat yang memperbaiki bau dari obat utama. Misalnya: oleum
rosae, oleum cinnamomi, dan lain-lain.
Corrigens coloris, yaitu obat yang memperbaiki warna dari obat utama. Misalnya: carmin
(merah), caramel (coklat), tint. Croci (kuning), dan lain-lain.
Corrigens solubilis, yaitu obat yang memperbaiki kelarutan dari obat utama. Misalnya: I 2
tidak larut dalam air, tetapi dengan penambahan KI menjadi mudah larut.

1
Constituen/Vehiculum/Exipiens, merupakan bahan tambahan yang dipakai sebagai bahan
pengisi dan pemberi bentuk untuk memperbesar volume obat. Misalnya: laktosa pada
serbuk, amilum dan talk pada bedak tabur.
Contoh resep berdasarkan fungsi bahan obatnya:
remidium cardinale
R/ Sulfadiazin
0,500 g remidium adjuvantia

Bic-Natric corrigens saporis

0,300 g constituens

Saccharum
0,100 g

Komponen resep yang lengkap memuat 5 bagian, yaitu:


Inscriptio, memuat identitas dokter penulis resep (nama, alamat, no SIP), tanggal dan
tempat penulisan resep.
Invocatio, memuat tanda R/ pada bagian kiri (pembuka resep).
Praescriptio, memuat nama obat, jumlah/dosis, bentuk sediaan, dan cara membuat obat.
Signatura, memuat aturan pemakaian obat dalam resep.
Subscriptio, memuat tanda tangan atau paraf dokter penulis resep.
Resep yang mengandung obat golongan narkotik tidak boleh ada tulisan atau tanda iter
(iteratie) yang artinya dapat diulang, m.i (mihi ipsi) yang berarti untuk dipakai sendiri, atau u.c
(usus cognitus) yang berarti pemakaiannya diketahui. Untuk resep-resep yang memerlukan
penanganan dengan segera, dokter dapat memberi tanda di bagian kanan atas pada resep
dengan kata-kata: Cito (segera), Statim (penting), Urgent (sangat penting), P.I.M (berbahaya bila
ditunda). Urutan resep yang didahulukan adalah PIM, urgent, statim, cito.

2
Gambar 1. Contoh resep

BAHASA LATIN
Bahasa latin merupakan bahasa yang sering digunakan dalam resep. Singkatan bahasa
latin merupakan petunjuk penggunaan obat dalam resep yang ditulis dokter. Singkatan bahasa
latin telah lazim digunakan dan disepakati oleh semua pihak yang bersangkutan. Bahasa latin
biasa digunakan untuk penulisan nama obat, bentuk obat, ketentuan mengenai pembuatan obat
dan aturan pemakaian obat.
Alasan penggunaan bahasa latin dalam penulisan resep adalah:
Bahasa latin adalah bahasa mati dan tidak dipakai dalam percakapan sehari-hari
Bahasa latin dapat mencegah terjadinya dualisme tentang bahan yang dimaksud dalam
resep
Bahasa latin merupakan bahasa internasional dalam dunia profesi kedokteran dan farmasi
Dalam hal tertentu, karena faktor psikologi ada baiknya pasien tidak perlu mengetahui obat
yang diberikan kepadanya.

SINGKATAN BAHASA LATIN DALAM RESEP


Berikut ini adalah singkatan bahasa latin yang lazim digunakan dalam resep beserta
kepanjangan dan artinya:

Tabel 1. Singkatan bahasa latin dalam resep


Singkatan Kepanjangan Arti

3
A
A ante, auris sebelum, telinga
Aa Ana masing-masing
abs.febr absente febre jika tidak demam
Ac ante coenam sebelum makan
Ad auris dextra telinga kanan
Ad Ad sampai
Ah alteris horis selang satu jam
Am ante meridiem sebelum tengah hari
An ante noctem sebelum tengah malam
As auris sinister telinga kiri
ad aur ad aurem pada telinga
ad 2 vic ad duas vices untuk dua kali
ad lib ad libitum sesukanya
ad man med ad manus medici serahkan ke tangan dokter
ad part dolent ad partes dolentes pada bagian yang sakit
ad 3 vic ad tertiam vicem untuk tiga kali
ad us ext ad usum externum untuk pemakaian luar
ad us int ad usum internum untuk pemakaian dalam
ad us prop ad usum propium untuk pemakaian sendiri
Add Adde tambahkan
Agit Agita kocok
Aq Aqua air
aq bidest aqua bidestilata air bidestilata
aq bull aqua bullients air mendidih
aq coct aqua cocta air masak
aq steril aqua sterilisata air steril
Aur Auris telinga
Aurist Auristilae tetes telinga
B
B Bis dua kali
Bdd bis de die dua kali sehari
bddC bis de die cochlear dua kali sehari 1 sendok makan
b in d bis in die dua kali sehari
C
C Cochlear sendok makan (15 mL)
Cp cochlear pultis sendok bubur (8 ml)
Cth cochlear theae sendok teh (5 ml)
Cap Capsula kapsul
cc, cm3 centimetrum cubicum sentimeter kubik
Cito Cito segera
Collut collutio,collutorium obat kumur
Collun collunarium obat semprot hidung
Collyr Collyrium obat cuci mata
Cr Cremor krim
D
D Die hari
dc durante coenam selagi makan
Dcf da cum formula berikan dengan resepnya
Dd de die setiap hari
d in 2 plo, d in dup da in duplo berikan dua kali banyaknya
Did da in dimidio berikan separuhnya

4
Dtd da tales dosis berikan dengan takaran sebanyak itu
Det Detur serahkan
Dext Dexter kanan
Dim Dimidium setengah
Div Divide bagi-bagilah
div in part aeq divide in partes aequales bagilah dalam bagian yang sama
dur dol durante dolore selagi sakit
E
Epith Epithema obat kompres
ext ut externum utendum untuk pemakaian luar
extend ten extende tenuiter oleskan tipis-tipis
F
feb dur febre durante sewaktu demam
Fol Folia daun
Form Formula resep
Frust frustum sepotong
Fl Flesh botol
G
g, gr Gramma gram
Garg Gargarisma obat kumur
Gran Granulum butir
Gtt Guttae tetes
Guttat Guttatim tetes demi tetes
H
H Hora jam
Hd hora decubitus pada waktu tidur
Hm hora matutina pada pagi hari
Hs hora somni pada saat ingin tidur
Hv hora vespertina pada sore hari
Haust Haustus teguk sekaligus
I
Ic inter cibos antara dua waktu makan
Id Idem sama saja
in 2 vic in duabus vicibus dua kali
in d in dies setiap hari
in p aeq in partes aequales dalam bagian yang sama
Iter iteratie, iteratur hendaknya diulang
J
Jentac Jentaculum makan pagi
juac aven juaculum avenacum bubur yang encer
L
lag gutt lagene guttatoris botol tetesan
Liq Liquor cairan
lit or litus oris dioleskan pada mulut
loc dol locus dolens bagian yang sakit
M
m et v mane et vespere pagi dan sore
Mf misce fac campur dan buatlah
m, man Mane pagi hari
Merid Meridie tengah hari
Mg miligramma miligram
Mixt Mixture mikstur

5
N
n, noct Nocte tengah malam/malam
Ni ne iteratur jangan diulang
Nedet ne detur belum diserahkan
Nig Niger hitam
No Nomero jumlah
non rep non repetatur jangan diulang
Nov Novus baru, segar
O
o alt h omnibus alternis horis tiap dua jam
Od oculus dexter mata kanan
oh omni dimidia hora tiap setengah jam
Oh omni hora tiap jam
Om omni mane tiap pagi
On omni nocte tiap tengah malam
Os oculus sinister mata kiri
oculent Oculentum salep mata
P
Pa parti affectae dipakai pada bagian yang sakit
Paeq partes aequales bagian yang sama
Pc post coenam setelah makan
Pim periculum in mora berbahaya bila ditunda
Pm post meridiem setelah tengah hari
part dol partes dolentes pada bagian yang sakit
Prand Prandium makan malam
pro us ext pro usus externum untuk pemakaian luar
Pulv pulveres, pulvis serbuk terbagi, serbuk
pulv adsp pulvis adspersorius serbuk tabur
Q
Q quarta, quinque 4, 5
Qd quarter die empat kali sehari
Qs quantum satis secukupnya
R
R/ Recipe ambillah
rec par recenter paratus dibuat segar
Reiter Reiteratur hendaknya diulang lagi
S
S Signa tandai
sddC semel de die cochlear 1 kali sehari 1 sendok makan
Simm signa in manus medici serahkan ke dokter
Sos si opus sit jika perlu
Sns si necesse sit jika diperlukan
Sol Solutio larutan
Supp suppositorium suppositoria
Syr Syrupus sirup
T
Tdd ter de die tiga kali sehari
Tab Tabletta tablet
Tinct Tinctura tingtur
Tuss Tussis batuk
U
Uc usus cognitus pemakaian diketahui

6
Ue usus externus pemakaian luar
Ui usus internus pemakaian dalam
Un usus notus pemakaian diketahui
Ung Unguentum salep
V
v, vesp Vespere sore hari
Vehic Vehiculum bahan pembawa
Vol Volatilis menguap, atsiri

VALIDASI RESEP
Validasi resep merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh Apoteker seterlah
mendapat resep dari dokter. Validasi resep dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan
dalam penyerahan obat. Validasi resep adalah suatu tahapan yang wajib dilakukan sebelum
proses dispensing obat.
Tujuan dilakukan validasi resep adalah:
Mencegah terjadinya pelayanan resep yang palsu
Menghindari adanya penyalahgunaan obat oleh pihak yang tidak memiliki wewenang
Menjamin obat yang diberikan kepada pasien adalah obat yang benar diperlukan oleh
pasien
Hal mendasar yang perlu diperhatikan saat proses validasi adalah resep mencantumkan
identitas dokter penulis resep (nama, alamat dan no. SIP), kesesuaian tanggal yang tertulis di
resep dengan waktu saat pasien menebus obat, serta kelengkapan resep lainnya (skrining resep).

MATERI II
APOTEK, PELAYANAN RESEP DAN NON RESEP

APOTEK

7
Menurut PP no 26 tahun 1965 tentang Apotek, Apotek didefinisikan sebagai suatu
tempat tertentu dimana dilakukan usaha-usaha dalam bidang farmasi dan pekerjaan
kefarmasian. Sedangkan berdasarkan PP no 25 tahun 1980 tentang perubahan atas PP no 26
tahun 1965 menyebutkan bahwa Apotek merupakan suatu tempat tertentu, tempat dilakukan
pekerjaan kefarmasian dan penyaluran obat kepada masyarakat. Permenkes no 922 tahun 2003
menyebutkan definisi Apotek adalah tempat tertentu tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian
dan penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat. Sedangkan berdasarkan Kepmenkes no
1332 tahun 2002 dan Kepmenkes no 1027 tahun 2004, Apotek didefinisikan sebagai tempat
tertentu tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran sediaan farmasi, perbekalan
kesehatan lainnya kepada masyarakat.
Tugas dan fungsi sebuah apotek adalah:
Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan
Sarana farmasi yang melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, dan
penyerahan obat atau bahan obat
Sarana penyalur perbekalan farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan
masyarakat secara meluas dan merata
Menurut Undang-Undang no 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, pekerjaan kefarmasian adalah
pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, penyimpanan dan
distribusi obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter. Sedangkan perbekalan
kesehatan adalah semua bahan dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan upaya
kesehatan.
PELAYANAN APOTEK
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelayanan apotek adalah sebagai berikut:
Apotek wajib melayani resep dokter, dokter gigi dan dokter hewan
Pelayanan resep sepenuhnya menjadi tanggung jawab Apoteker Pengelola Apotek (APA)
Apoteker tidak boleh mengganti obat generik yang tertulis dalam resep dengan obat paten
Jika pasien tidak mampu menebus obat yang tertulis di resep, apoteker wajib berkonsultasi
dengan dokter untuk pemilihan obat yang lebih tepat dan terjangkau
Apotek dilarang menyalurkan barang dan/atau menjual jasa yang tidak ada hubungannya
dengan fungsi pelayanan kesehatan
Yang berhak meracik obat adalah apoteker dan tenaga teknis kefarmasian di bawah
pengawasan apotekernya
PELAYANAN RESEP
Pelayanan resep didefinisikan sebagai suatu proses pelayanan terhadap permintaan
tertulis dokter, dokter gigi, dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan obat bagi pasien
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Prosedur tetap pelayanan resep adalah:
Skrining resep
Melakukan pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan resep
Melakukan pemeriksaan kesesuaian farmasetik
Mengkaji aspek klinis
Mengkonsultasikan ke dokter tentang masalah dalam resep bila diperlukan

8
Penyediaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan
Menyiapkan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan sesuai dengan permintaan pada
resep
Menghitung kesesuaian dosis dan tidak melebihi dosis maksimum
Mengambil obat dengan menggunakan sarung tangan/alat/spatula/sendok
Menutup kembali wadah obat setelah pengambilan dan mengembalikan ke tempat
semula
Meracik obat (timbang, campur, dan kemas)
Mengencerkan sirup kering sesuai takaran dengan air yang layak minum
Menyiapkan etiket
Menulis nama dan cara pemakaian obat pada etiket sesuai dengan permintaan dalam
resep
Penyerahan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan
Melakukan pemeriksaan akhir sebelum dilakukan penyerahan (kesesuaian antara
penulisan etiket dengan resep)
Memanggil nama dan nomor tunggu resep
Memeriksa ulang identitas dan alamat pasien
Menyerahkan obat yang disertai dengan pemberian informasi obat
Membuat salinan resep sesuai dengan resep asli dan diparaf oleh apoteker
Menyimpan resep pada tempatnya dan mendokumentasikan

9
Gambar 2. Alur pelayanan resep

PELAYANAN NON RESEP


Golongan obat yang dapat dilayani di apotek tanpa resep adalah obat bebas, obat bebas
terbatas, dan obat wajib apotek.
Obat bebas
Merupakan obat yang dapat dibeli secara bebas dan tidak membahayakan bagi si pemakai
dalam batas dosis yang dianjurkan. Obat bebas diberi tanda berupa lingkaran berwarna
hijau dengan tepi berwarna hitam.

Obat bebas terbatas

10
Merupakan obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter dalam bungkus aslinya
dari produsen (disertai tanda peringatan P1-P6). Obat bebas terbatas diberi tanda berupa
lingkaran berwarna biru dengan tepi berwarna hitam.
Obat wajib apotek
Merupakan obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker di apotek tanpa resep dokter.
Obat wajib apotek ini biasanya diberi tanda berupa lingkaran berwarna merah dengan huruf
K di dalamnya.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pelayanan non resep adalah:
Penyerahan obat tanpa resep harus disertai nota penjualan
Obat diserahkan dengan kemasan asli dari produsen
Jika diperlukan, dapat dilengkapi etiket yang memuat cara pemakaian obat

Materi Ilmu Resep dan Administrasi Farmasi

ILMU RESEP
Ilmu resep adalah ilmu yang mempelajari tentang cara penyediaan obat obatan
menjadi bentuk tertentu hingga siap digunakan sebagai obat. Ada anggapan bahwa ilmu ini
mengandung sedikit kesenian, maka dikatakan bahwa ilmu resep adalah ilmu yang
mempelajari seni meracik obat (art of drug compounding), terutama ditujukan untuk
melayani resep dari dokter.
Penyediaan obat-obatan disini mengandung arti pengumpulan,pengenalan , pengawetan
dan pembakuan dari bahan obat-obatan. Melihat ruang lingkup dunia farmasi yang cukup

11
luas ,maka mudah dipahami bahwa ilmu resep tidak dapat berdiri sendiri tanpa kerjasama
yang baik dengan cabang ilmu lain,seperti Fisika , Kimia , Biologi dan Farmakologi.
2.1.1 Sejarah Kefarmasian
Ilmu resep sebenarnya telah ada dikenal yakni semenjak timbulnya penyakit. Dengan
adanya manusia di dunia ini mulai timbul peradaban dan mulai terjadi penyebaran penyakit
yang dilanjutkan dengan usaha masyarakat untuk melakukan usaha pencegahan terhadap
penyakit.
Ilmuwan-ilmuwan yang berjasa dalam perkembangan farmasi dan kedokteran adalah:
Hipocrates (460-370), adalah dokter Yunani yang memperkenalkan farmasi dan kedokteran
secara ilmiah. Dan Hipocrates disebut sebagai Bapak Ilmu Kedokteran
Dioscorides (abad ke-1 setelah Masehi), adalah ahli botani Yunani, merupakan orang pertama
yang menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan. Karyanya De Materia
Medica. Obat-obatan yang dibuatnya yaitu Aspiridium, Opium, Ergot, Hyosyamus dan
Cinnamon.
Galen (130-200 setelah Masehi), adalah dokter dan ahli farmasi bangsa Yunani. Karyanya
dalam ilmu kedokteran dan obat-obatan yang berasal dari alam, formula dan sediaan farmasi
yaitu Farmasi Galenika.

2.1.2 Pengertian Resep


Resep adalah permintaan teryulis dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan yang
diberi izin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker
pengelola apotik untuk menyediakan dan menyerahkan obat-obatan bagi penderita. Resep
disebut juga formulae medicae, terdiri dari formulae officinalis (yaitu resep yang tercantum
dalam bukku farmakope atau buku lainnya dan merupakan standar) dan formulae magistrasi
(yaitu resep yang tercantum dalambuku farmakope atau buku lainnya dan merupakan standar) dan formulae
magistralis (yaitu resep yang ditulis oleh dokter).
Resep selalu dimulai dengan tanda R/ yang artinya recipe (ambilah). Dibelakang
tanda ini (R/) biasanya baru tertera nama dan jumlah obat. Umumnya resep ditulis dalam
bahasa Latin. Suatu resep yang lengkap harus memuat :
Nama, alamat dan nomer izin praktek dokter, dokter gigi atau dokter hewan
Tanggal penulisan resep, nama setian obat atau komposisi obat
Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep
Tanda tangan atau paragraph dokter penulis resep sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Nama pasien, jenis hewan, umur, serta alamat/ pemilik hewan
Tanda seru dan paragraph dokter untuk resep yang mengandung obat yang jumlahnya melebihi
dosis maksimal.
Yang berhak menulis resep adalah dokter, dokter gigi (terbatas pada pengobatan
gigi dan mulut) , dokter hewan ( terbatas pada pengobatan hewan). Dokter gigi diberi izin
menulis resep dari segala macam obat untuk pemakaian obat melalui mulut, injeksi
(parentral) atau cara pemakaian lainnya, khususnya untuk mengobati penyakit gigi dan mulut.
Sedangkan pada prmbiusan secara umum tetap dilarang bagi dokter gigi (S.E.) Depkes
No.19/Ph/62 Mei 1962. Salinan resep hanya boleh diperlihatkan kepada dokter penulis resep
atau yang merawat penderita, penderita sendiri dan petugas kesehatan atau petugas lain yang
berwenang menurut perundang-undangan yang berlaku (contohnya petugas pengadilan bila
diperlukan untuk suatu perkara).
2.1.3 Penyimpanan Resep
Apoteker Pengelola Apotek mengatur resep yang telah dikerjakan menurut urutan
tanggal dan nomer urut penerimaan resep. Resep harus disimpan sekurang-kurangnya selama
3 tahun. Resep yang mengandung narkotika harus di pisahkan dari resep yang lainnya. Resep

12
yang disimpan melebihi jangka 3 tahun dapat dimusnahkan. Pemusnahan resep dapat
dilakukan dengan cara dibakar atau dengan cara lain yang memadai oleh Apoteker Pengelola
Apotik bersama-sama dengan sekurang-kurangnya seorang petugas apotik. Pada pemusnahan
resep harus dibuat berita acara pemusnahan sesuai dengan bentuk yang telah ditentukan,
rangkap 4 dan ditanda tangani oleh APA bersama dengan sekurang-kurangnya seorang
petugas apotik.
Obat ialah semua bahan tunggal/campuran yang digunakan oleh semua mahluk
untuk bagian dalam maupun maupun luar, guna mencegah meringankan ataupun
menyembuhkan penyakit. Menurut undang-undang yang dimaksud obat ialah suatu bahan
atau bahan-bahan yang dimaksudkan untuk dipergunakan dalam menerapkan diagnose,
mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka
atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan, untuk memperelok badan
atau bagian badan manusia.
2.1.4 Pengertian Obat Secara Khusus
1. Obat Jadi
Yakni obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk, cairan, salep, tablet,
pil, suppositoria atau bentuk lain yang mempunyai teknis sesuai dengan Farmakope Indonesia
atau buku lain yang ditetapkan oleh pemerintah.
2.Obat Paten
Yakni obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat yang
dikuasakannya dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya.
3. Obat Baru
Yakni obat yang terdiri atau berisi zat, baik sebagai yang berkhasiat, ataupun yang
tidak berkhasiat, misalnya lapisan, pengisi, pelarut, pembantu atau komponen lain, yang
belum dikenal sehingga tidak diketahui khasiat dan kegunaannya.
4. Obat Asli
Yakni obat yang didapat langsung dari bahan- bahan alamiah Indonesia, terolah
secara sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan dalam pengobatan tradisional.
5.Obat Esensial
Adalah obat yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat
terbanyak dan tercantum dalam Daftar Obat Esensial yang ditetapkan oleh
Menteri Kesehatan
6.Obat Generik
Adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia
untuk zat berkhasiat yang dikandungannya.
2.1.5 Pengolongan Obat
Macam-macam penggolongan obat :
a. Menurut kegunaannya obat dapat dibagi :
a) Untuk menyembuhkan (therapeutic)
b) Untuk mencegah (prophylactic)
c) Untuk diagnose (diagnostic)
b. Menurut cara penggunaan obat dapat dibagi :
a) Medicamentum ad usum internum (pemakaian dalam), adalah obat yang digunakan melalui
organ dan diberi tanda etiket putih.
b) Medicamentum ad usum externum (pemakaian luar), adalah obat yang cara penggunaannya
selain melalui oral dan diberi tanda etiket biru. Contohnya implantasi, injek, topical,
membrane mucosal, rectal, vaginal, nasal, opthal, aurical, collution/gargarisma.
c. Menurut cara kerjanya obat dapat dibagi :
a) Local, adalah obat yang bekerjanya pada jaringan setempat, seperti obat-obat yang
digunakan secara topical pemakaian topical. Contohnya salep, liniment dan cream

13
b) Sistemis, adalah obat yang didistribusikan keseluruh tubuh. Contohnya tablet, kapsul, obat
minum dan lain-lain.
d. Menurut undang-undang kesehatan obat digolongkan dalam :
a) Obat narkotik ( Obat bius), merupakan obat yang diperlukan dalam bidang pengobatan dan
ilmu pengetahuan dan dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan
apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan.
b) Obat Psikotropika (Obat berbahaya), obat yang mempengaruhi proses mental, merangsang
dan menegangkan, mengubah pikiran/perasaan/kelakuan orang.
c) Obat keras adalah semua obat yang :
Mempunyai takaran maksimum atau yang tercantum dalam daftar obat keras.
Diberi tanda khusus lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi berwarna hitam
dengan huruf K yang menyentuh garis tepi.
d) Obat Bebas Terbatas adalah obat keras yang diserahkan tanpa resep dokter dalam
penyerahan dalam bungkus aslinya dan diberi tanda peringatan (P1 s/d P6)
e) Obat Bebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas, dan tidak membahayakan bagi si
pemakai dan diberi tanda lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam
2.3 ADMINISTRASI FARMASI
2.3.1 Pengertian Administrasi Farmasi
Dilihat dari asal katanya (etimologi), kata administrasi dalam bahasa
Inggris Administration, berasal dari kata Administrare (bahasa Latin) yaitu suatu kata kerja
yang berarti melayani, membantu, dan memenuhi. Sering pula diartikan ad yaitu intensitif
dan ministrare yang berarti melayani. Jadi,administrasi berarti melayani secara intensif.
2.3.2 Harga Jual Dan Harga Beli
Harga jual merupakan jumlah tertentu yang dibayarkan oleh konsumen terhadap
barang atau jasa yang diterima. Harga dapat didefinisikan sebagai jumlah uang yang ditagih
untuk suatu produk atau jasa, jumlah nilai ditukarkan konsumen untuk manfaat
memiliki atau menggunakan barang atau jasa yang diperlukan itu. Harga atau tariff adalah
jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk
mendapatkan jumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Harga adalah nilai suatu
barang dan jasa diukur dengan jumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang atau
pengusaha bersedia melepaskan barang dan jasa yang dimiliki kepada pihak lain.

2.3.3 Harga Eceran Tertinggi (HET)


HET adalah singkatan dari kata Harga Eceran Tertinggi. Istilah harga eceran
tertinggi apabila disingkat menjadi HET. Akronim HET (harga eceran tertinggi) merupakan
singkatan/akronim resmi dalam Bahasa Indonesia

14