You are on page 1of 3

BAB III

METODE KEGIATAN

A. Metode Pengumpulan Data


1. Rancangan Pengumpulan Data
Pengumpulan data digunakan untuk mengetahui tingkat
pengetahuan pasien Prolanis tentang komplikasi penyakit Diabetes
Melitus di Puskesmas Purwosari, Pasuruan. Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan kuesioner.

2. Populasi dan Sampel


a. Populasi target adalah pasien dalam acara Prolanis di
Puskesmas Purwosari, Pasuruan.
b. Sampel
Kriteria sampel yang memenuhi syarat yaitu :
- Kriteria inklusi
Sampel merupakan pasien yang menghadiri acara
Prolanis pada hari Sabtu, 11 Maret 2017.
- Kriteria eksklusi
Sampel yang tidak bersedia mengisi kuisioner
3. Waktu dan Tempat Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan pada hari Sabtu, 11 Maret 2017 di
Ruang Pertemuan lantai 2, Puskesmas Purwosari, Pasuruan.

4. Instrumen Pengumpulan Data


Instrumen pengumpulan data pada mini project ini adalah
kuisioner, yang terdiri dari pertanyaan yang berkaitan dengan
pengetahuan tentang komplikasi yang bisa terjadi pada pasien
Diabetes Melitus. Terdiri dari pretest serta posttest mengenai
penyakit Diabetes Melitus.

5. Cara Pengumpulan Data


Semua jenis data yang dikumpulkan pada mini project ini adalah
data primer yaitu profil responden dan hasil intervensi.
Pengumpulan data yang dilakukan dengan pengisian kuesioner
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pelaksana dalam hal ini dokter internship Puskesmas Purwosari
meminta persetujuan responden untuk melakukan pengisian
kuesioner.
b. Memberikan penjelasan tentang tujuan pengumpulan data dan
sifat keikutsertaan responden dalam hal ini.
c. Membagikan kuesioner kepada pasien yang hadir dalam acara
Prolanis.
d. Memberikan penjelasan kepada responden pada masing-masing
pertanyaan yang belum jelas dan mendampingi selama
pengisian kuesioner.
e. Kuesioner yang telah diisi, dikumpulkan dan diperiksa
kelengkapannya.
B. Intervensi
1. Analisis masalah
Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit tidak menular
yang banyak ditemukan di Puskesmas Purwosari. Penyakit ini
menduduki urutan ke-12 dari 20 penyakit yang sering ditemukan,
dalam program Prolanis yang dilaksanakan setiap bulan, sebagian
besar pesertanya adalah pasien dengan Diabetes Melitus dan
jumlah peserta yang menghadiri program Prolanis di Puskesmas
Purwosari semakin meningkat setiap bulannya.
Seperti yang kita ketahui, penyakit Diabetes Melitus dapat
menyebabkan banyak komplikasi baik akut maupun kronis apabila
tidak dikontrol dengan baik. Pengetahuan mengenai komplikasi
penyakit Diabetes Melitus sangat penting untuk diketahui oleh
semua pasien sehingga timbul kesadaran untuk mengontrol
penyakit Diabetes Melitus tersebut dengan harapan dapat
menurunkan bahkan mencegah angka kejadian komplikasi akibat
penyakit Diabetes Melitus.

2. Metode Intervensi
Metode intervensi yang digunakan dalam mini project ini
adalah penyuluhan yang dilakukan langsung setelah responden
menjawab pertanyaan pretest. Hal ini diharapkan membuat
responden lebih memahami tentang komplikasi yang dapat terjadi
pada pasien Diabetes Melitus apabila tidak dikontrol dengan baik.
Instrument yang digunakan adalah penyuluhan menggunakan
media Slide Power Point yang berisi jenis-jenis komplikasi yang
dapat terjadi pada pasien dengan Diabetes Melitus.
Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan posttest
setelah dilakukan penyuluhan. Hal ini diharapkan dapat menilai
adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden
mengenai komplikasi penyakit Diabetes Melitus.