You are on page 1of 3

Apakah Kutil Kelamin Pada Wanita Berbahaya ?

_ Jika Anda bertanya demikian, maka
jawabannya penyakit yang satu ini cukup berbahaya bagi wanita. Penyebab kutil kelamin
sendiri adalah suatu jenis virus yang dinamakan dengan Human Papilloma Virus (HPV),
virus ini selain dapat mengakibatkan kutil, juga dapat menimbulkan kanker, seperti kanker
serviks pada wanita. Maka dari itu wanita yang terkena kutil kelamin, juga akan beresiko
terkena kanker serviks, walaupun kemungkinannya kecil.

Apabila kutil muncul didalam vagina, akan mengakibatkan rasa sakit saat berhubungan intim,
bahkan jika kutil sudah banyak atau besar ukurannya, akan menimbulkan rasa sakit saat
buang air kecil. Selain daripada itu, kutil yang tumbuh dibagian dalam akan membuat sulit
saat proses melahirkan pada wanita hamil. Jika kutil muncul di anus bagian dalam, juga dapat
menimbulkan rasa sakit saat BAB.

Pengertian Kutil Kelamin
Kutil kelamin atau dengan nama lain Kondiloma Akuminata merupakan kutil di dalam atau
di sekeliling vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Kondiloma akuminatum ialah vegetasi oleh Human Papiloma Virus tipe tertentu, bertangkai,
dan permukaannya berjonjot. Tipe HPV tertentu mempunyai potensi onkogenik yang tinggi,
yaitu tipe 16 dan 18. tipe ini merupakan jenis virus yang paling sering dijumpai pada kanker
serviks. Sedangkan tipe 6 dan 11 lebih sering dijumpai pada kondiloma akuminatum dan
neoplasia intraepitelial serviks derajat ringan.

Silahkan Baca Juga : Faktor Penularan Penyakit Kutil Kelamin

Kutil genitalis sering ditemukan dan menyebabkan kecemasan karena:

1. Tidak enak dilihat,
2. Bisa terinfeksi bakter
3. Bisa merupakan petunjuk adanya gangguan sistem kekebalan.
4. Kadang gatal
Penyebab
Penyebab penyakit ini adalah virus papilloma.Pada wanita, virus papiloma tipe 16 dan 18,
yang menyerang leher rahim tetapi tidak menyebabkan kutil pada alat kelamin luar dan bisa
menyebabkan kanker leher rahim. Virus tipe ini dan virus papiloma lainnya bisa
menyebabkan tumor intra-epitel pada leher rahim (ditunjukkan dengan hasil Pap-smear yang
abnormal) atau kanker pada vagina, vulva, dubur, penis,mulut, tenggorokan atau
kerongkongan.

Silahkan Baca Juga : Cara Penularan Kutil Kelamin

Gejala Klinis
Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembap. Pada pria,
area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan dibawah kulit depannya (jika
tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks) dan
kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di daerah sekeliling anus dan
rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan hubungan seksual
melalui dubur.

Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi, dimulai sebagai
pembengkakan kecil yang lembut, lembap, berwarna merah atau pink. Mereka tumbuh
dengan cepat dan bisa memiliki tangkai. Pada suatu daerah seringkali tumbuh beberapa kutil
dan permukaannya yang kasar memberikan gambaran seperti bunga kol (blumkol).

Pada wanita hamil, pada gangguan sistem kekebalan (penderita AIDS atau pengobatan
dengan obat yang menekan sistem kekebalan) dan pada orang yang kulitnya meradang,
pertumbuhan kutil ini sangat cepat.

Silahkan Baca Juga : Obat Kutil Kelamin Tanpa Operasi

Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Kutil yang menetap
bisa diangkat melalui pembedahan dan diperiksa dibawah mikroskop untuk meyakinkan
bahwa itu bukan merupakan suatu keganasan. Wanita yang memiliki kutil di leher rahimnya,
harus menjalani pemeriksaan Pap-smear secara rutin.

Silahkan Baca Juga : Obat Kutil Kelamin

Obat Penyakit Kutil Kelamin Tanpa Operasi
 Menggunakan cuka sari apel.

Setelah berbelanja singkat di supermarket, Anda siap mengatasi masalah menjengkelkan ini.
Jika Anda sanggup menahan sakit, cukup oleskan sedikit ke kapas (seperti menggunakan
minyak jarak) dan tempelkan pada kutil semalaman. Cuci bersih keesokan paginya. Kutil
akan hilang sepenuhnya (dengan perbedaan yang tampak nyata dalam hitungan jam) dalam 2-
3 minggu.

Metode ini mungkin agak menyakitkan. Jika Anda sudah mencoba untuk membiarkannya
semalaman tetapi tidak dapat menahan rasa terbakar yang muncul, tempelkan pada kutil
dengan penambahan waktu 15 menit secara bertahap sepanjang hari.

 Memanfaatkan minyak vitamin E dan bawang putih.

Bawang putih ibarat lakban di dapur, jika Anda tidak ingin menghindari pengobatan barat
(dan vampir), bawang putih adalah pilihan yang tepat. Adapun pengganti minyak vitamin E
adalah minyak ikan (mengandung vitamin E dosis tinggi)).

Untuk metode ini, oleskan kutil dengan minyak secukupnya. Kemudian tutupi area tersebut
dengan gerusan bawang putih. Tempelkan kasa ke atas kutil (dan gerusan bawang putih) lalu
biarkan selama 48 jam. Setelah waktu berlalu, buka kain kasa dan ulangi kembali pengobatan
seperti di awal.

 Memanfaatkan irisan bawang merah.

Bahan kedua selain bawang putih yang juga bermanfaat adalah bawang merah. Meskipun
ilmu pengetahuan tidak menyetujui hal ini, nenek dan ibu di urmah sangat mempercayai
metode ini. Ambil sedikit irisan bawang merah kemudian tempelkan ke atas kutil lalu tutup
dengan perban, biarkan jusnya bekerja. Ulang kembali pengobatan setiap beberapa jam.

 Mandi oatmeal.

Jika Anda belum mengetahui manfaat oatmeal untuk kesehatan (makanan super untuk
kesehatan!), ia juga sangat bermanfaat untuk kulit. Oatmeal tidak menyingkirkan kutil, tetapi
akan mengurangi iritasi, nyeri, dan rasa gatal yang muncul terus menerus.

Jika merendam seluruh tubuh di dalam air hangat kurang memuaskan untuk Anda, buatlah
lulur dari 1 sendok makan oatmeal dan air untuk mengelupas sel-sel kulit yang mati dan
menghaluskan kulit. Kulit yang bersih, bebas dari kotoran dan segar dapat mencegah
timbulnya kutil di kemudian hari.

Silahkan Baca Juga : Obat Kutil Kelamin