You are on page 1of 2

BOGOR, KOMPAS.

com Kasus pemerkosaan penumpang di angkutan umum hampir terjadi


lagi. MD (48), sopir angkutan kota trayek 38 Cibinong-Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa
Barat, mencoba memerkosa penumpangnya, B (15), siswi kelas III SMP, di dalam angkot.
Percobaan pemerkosaan itu terjadi pada Selasa (24/1/2012) sekitar pukul 20.00. Penyidik Satuan
Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor berhasil membekuk sopir angkot itu pada Rabu sore.
Pemerkosaan terhadap korban belum terjadi. Namun, pelaku berbuat cabul kepada korban yang
tidak melawan karena dia masih anak-anak dan pelaku juga sempat mengancam korban, tutur
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Ajun
Komisaris Imron Ermawan di Cibinong, Kamis (26/1/2012).
Pelaku kini terancam hukuman 15 tahun penjara karena melanggar Pasal 81 dan 82 Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Saat kejadian, korban naik angkot bernomor polisi F 1915 MB yang dikemudikan pelaku di
depan Rumah Sakit Bina Husada, Cibinong, untuk pulang ke rumahnya di Gunung Putri.
Di dalam angkot masih ada tujuh penumpang. Namun, satu per satu penumpang turun
sehingga tinggal tersisa korban. Saat itu, pelaku meminta korban yang duduk di belakang pindah
ke depan. Korban tidak curiga. Setelah korban duduk di depan, MD berbuat tidak senonoh
sambil membawa angkot ke tempat sepi di Kampung Tlajung, Desa Cikeas Udik, Kecamatan
Gunung Putri. Pelaku kemudian memaksa korban pindah ke bagian belakang angkot.
Dia menggunakan jok angkot sebagai alas untuk memerkosa korban, tetapi karena
melihat orang lewat dan berupaya mendekatinya, MD berhenti dan melarikan diri dengan
angkotnya dan meninggalkan korban di jalan. Korban pulang naik ojek, lalu menceritakan
kejadian itu kepada orangtuanya, lalu mereka melapor kepada kami. Berdasarkan ciri-ciri pelaku
dan ciri mobil, kami menangkap MD, ujar Imron.

Analisis:
1.Pelaku:
Berdasarkan kasus diatas maka dapat disimpulkan bahwa supir angkot telah melanggar
kasus pidana pada pasal 53 ayat (1) : Mencoba melakukan dipidana, jika niat itu telah ternyata
dari adanya permulaan pelaksanaan dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata
disebabkan karena kehendaknya sendiri
2.Tindak Pidana:
Tindak Pidana Percobaan
Pelaku yang berupaya mencoba memperkosa korban dan berhenti tidak jadi memperkosa karena
ada seseorang yang sedang lewat dan mendekati pelaku. Hal ini dapat dianalisis dari kejadian di
atas adalah : Sopir angkutan berencana untuk memperkosa siswi kelas III SMP. Sopir angkot
mencoba memperkosa siswi tersebut, tapi kejahatan yang dilakukan sopir angkot belum
sepenuhnya selesai, karena ditengah aksinya sopir angkot melihat orang lewat dan berupaya
untuk mendekatinya, pelaku yang berhenti dan melarikan diri dengan angkotnya dan
meninggalkan korban di jalan. Inilah yang kemudian disebut percobaan dalam hukum pidana.
3.Akibat dari tindak pidana
Pelaku dihukum 10 tahun penjara. Hal ini dikarenakan hukuman yang dijatuhkan hakim yaitu 15
tahun dikurangi 1/3nya yaitu 5 tahun.