You are on page 1of 9

LAPORAN KASUS

PLASENTA PREVIA

Disusun untuk memenuhi syarat dokter internsip

Disusun oleh :
dr. Mohammad Rizky F

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


GELOMBANG II TAHUN 2017
RSAU DR. M. SALAMUN
BANDUNG
1. KETERANGAN UMUM
Nomor RM : 286934
Nama : NY. N
Usia : 33 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Sukajadi
Agama : Islam
Status perkawinan: Menikah
Tanggal Masuk : 09 Agustus 2017

2. ANAMNESIS
A. Keluhan Utama :
Kontrol Kehamilan

B. Riwayat Penyakit Sekarang :


Seorang wanita G2P1A0 datang ke poli kandungan untuk kontrol
kehamilan. Pasien mengaku sebelumnya sempat memeriksakan
kandungannya ke klinik yg memiliki USG dengan hasil plasenta previa
totalis. Namun pasien tidak mengeluh keluar darah segar dari jalan lahir
yang terjadi secara tiba-tiba setelah pasien buang air kecil.
Keluhan tidak disertai dengan nyeri perut dan mulas-mulas yang
diikuti keluarnya lender dari jalan lahir. Keluhan tidak disertai keluarnya
air yang tidak dapat ditahan dari jalan lahir. Keluhan tidak didahului
adanya trauma atau benturan pada perut pasien. Karena keluhan
tersebut pasien dirujuk oleh untuk dirawat dan direncanakan untuk
operasi sectio caesarea.

C. Riwayat Penyakit Dahulu :


Pasien mengaku kehamilan seperti ini baru pertama kali dirasakan.
Pada kehamilan sebelumnya pasien
D. Riwayat Pengobatan :
Pasien rutin kontrol kehamilan di puskesmas sebelumnya.
Kemudian memeriksakan kandungannya di klinik yang memiliki alat
USG.

E. Riwayat keluarga :
Riwayat keluhan serupa di keluarga disangkal.

F. Kondisi lingkungan sosial dan fisik :


Lingkungan sosial baik, pasien berobat dengan menggunakan
asuransi BPJS Kesehatan.

G. Riwayat Kehamilan Sekarang


Usia ibu hamil : 34 tahun
HPHT : 08 Desember 2016
Taksiran persalinan : 15 September 2017
Usia kehamilan : 34-35 minggu
Perdarahan jalan lahir : tidak ada
Keputihan : tidak ada
Mual & muntah : tidak ada
Masalah pada kehamilan sekarang : plasenta menutupi jalan
lahir
Pemakaian obat-obatan : tidak ada

H. Riwayat Haid
Siklus : 28 hari
Lamanya : 6-7 hari
Banyaknya : biasa
Dismenorrhea : tidak ada
I. Riwayat Obstetri
G2P1A0
1. Laki-laki, berat badan lahir 3100 gr, panjang badan lahir lupa,
persalinan normal.
2. Kehamilan sekarang

J. Riwayat KB
Pasien menggunakan KB suntik 3 bulan.

3. PEMERIKSAAN FISIK :
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Kesadaran : compos mentis
Tanda vital : TD :110/70 mmHg
Nadi :84x/menit
Respirasi :20x/menit
Suhu :36,7 C
Status Generalis
-Kepala : konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik
-Leher : JVP tidak meningkat
-Thorax : suara napas vesikuler, ronkhi -/-, wheezing -/-
Bunyi jantung I & II murni reguler
-Abdomen : cembung gravidarum, BU (+)
-Ekstremitas : edema pretibial -/-

Status Obstetrikus
Pemeriksaan Luar
-Inspeksi
Mammae : hiperpigmentasi areola +/+, papilla mamae menonjol +/+
Abdomen : cembung gravidarum, linea nigra (+), striae
gravidarum (+), bekas luka operasi (-)
-Palpasi
Leopold I : fundus uteri teraba benjolan bulat, lunak, tidak melenting
Leopold II : teraba bagian rata dan memanjang di sebelah kanan
perut ibu dan bagian kecil di sebelah kiri perut ibu
Leopold III : bagian terendah teraba bagianyang keras, bulat
homogen, melenting.
Leopold IV : konvergen
-Auskultasi
DJJ (+) 136x/menit dengan frekuensi 11-12-11

-Pemeriksaan dalam
Tidak dilakukan.

Pemeriksaan Penunjang
USG transabdominal : Plasenta Previa Totalis

4. DIAGNOSIS
G2P1A0 Gravida 34-35 minggu dengan Plasenta Previa

5. PENATALAKSANAAN
A. Non Farmakologis :
Perlu dijelaskan kepada pasien dan keluarga pasien mengenai
kondisi pasien, dan pengobatan yang akan diberikan. Perlu juga di
jelaskan tanda bahaya dari penyakit tersebut, serta komplikasi yang
mungkin bisa terjadi.

B. Farmakologis :
Folamil Genio 1x1

6. PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam
PEMBAHASAN

1. Definisi
Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen
bawah rahim sehingga menutupi seluruh atau sebagian dari ostium uteri
internum.

2. Etiologi
Penyebab pasti dari plasenta previa belum diketahui secara pasti, tetapi
ada beberapa hal yang telah diketahui menjadi factor risiko dari terjadinya
plasenta previa, antara lain paritas tinggi, usia lanjut, cacat pada rahim
akibat bedah sesar, kerokan, maupun miomektomi.

3. Klasifikasi
1. Plasenta previa totalis adalah plasenta yang menutupi seluruh ostium
uteri internum.
2. Plasenta previa parsialis adalah plasenta yang menutupi sebagian
ostium uteri eksternum.
3. Plasenta previa marginalis adalah plasenta yang tepinya berada
pada pinggir ostium uteri internum.
4. Plasenta letak rendah adalah plasenta yang berimplantasi pada
segmen bawah Rahim sehingga tepi bawahnya berada pada jarak 2 cm
dari ostium uteri internum
4. Insiden
Plasenta previa lebih banyak terjadi pada kehamilan dengan parita
tinggi dan pada usia di atas 30 tahun. Kejadian ini juga lebih sering terjai
pada kehamilan ganda daripada kehamilan tunggal.

5. Patogenesis
Pada usia kehamilan lanjut, umumnya trimester ketiga akan mulai
terbentuk segmen bawah rahim. Pembentukan segmen bawah rahim akan
menyebabkan pelepasan dari tapak plasenta. Dengan melebarnya isthmus
uteri menjadi segmen bawah rahim, maka plasenta yang berimplantasi di
situ akan mengalami laserasi akibat pelepasan desidua sebagai tapak
plasenta. Demikian pula saat serviks mendatar dan membuka, akan ada
tapak plasenta yang terlepas. Laserasi tersebut yang akan menyebabkan
perdarahan.

6. Gambaran Klinis
a) Perdarahan jalan lahir pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu
b) Tidak disertai nyeri
c) Perdarahan bisa terjadi lebih dari satu kali selama kehamilan
d) Perdarahan bisa sedikit hingga banyak seperti solusio plasenta
e) Bagian terbawah janin masih tinggi
f) Perut tidak tegang

7. Penanganan
1. Rawat inap
Seluruh pasien dengan keluhan perdarahan antepartum harus
dirawatkan. Pasien diistirahatkan tirah baring dan dilakukan
pemeriksaan darah lengkap. Bila keadaan umum pasien baik, tidak
shock dan tidak memerlukan transfuse (Hb>10g%) serta perdarahan
berhenti maka pasien dapat dipulangkan.
2. Perbaiki keadaan umum
Apabila terjadi perdarahan hingga terjadi shock, maka dilakukan
penanganan shock terlebih dahulu hingga keadaan umum pasien dan
janin membaik. Perdarahan umumnya sedikit dan akan berhenti sendiri.
Perdarahan dapat terjadi banyak pada pasien yang aterm.
3. Transfusi
Transfuse dilakukan pada pasien dengan kadar Hb <10g%. Pasien
dapat diberikan transfuse whole blood maupun packed red cell
tergantung hasil lab yang didapat.
4. Terminasi kehamilan
Terminasi kehamilan pada kasus plasenta previa dapat dilakukan
secara pervaginam maupun bedah sesar. Pada plasenta letak rendah
dan marginalis, persalinan dapat dilakukan secara pervaginam. Apabila
letak plasenta partialis dan totalis maka harus dilakukan bedah sesar.
Pada pasien dengan plasenta previa banyak disertai kelainan letak,
sehingga untuk terminasi kehamilan harus dengan bedah sesar.

8. Tatalaksana
1. Rawat inap
2. Observasi tanda vital
3. Observasi DJJ
4. Persiapan operasi
5. IVFD RL 20 tpm makrodrip
6. SC cito

9. Prognosis
Prognosis ibu pada plasenta previa dipengaruhi oleh jumlah dan
kecepatan perdarahan serta kesegeraan pertolongannya. Kematian pada
ibu dapat dihindari apabila penderita segera memperoleh transfusi darah
dan segera lakukan pembedahan seksio sesarea. Prognosis terhadap janin
lebih buruk oleh karena kelahiran yang prematur lebih banyak pada
penderita plasenta previa melalui proses persalinan spontan maupun
melalui tindakan penyelesaian persalinan. Namun perawatan yang intensif
pada neonatus sangat membantu mengurangi kematian perinatal.