You are on page 1of 2

Hukum Operasi Untuk Mengembalikan

Keperawanan

Buya Yahya Menjawab Hukum Operasi Untuk Mengembalikan Keperawanan

Pertanyaan :

Ustadz yang saya hormati semoga selalu dalam lindungan Allah. Saya mau tanya, apa hukum
mengoperasi vagina / kemaluan saya (maaf) agar kembali perawan sedangkan saya mempunyai
masa lalu yang buruk saat masih kecil dan saya takut menikah. Apa hukumnya dan saya harus
bagaimana Ustadz? Apakah saya tidak menikah sampai tua? Apa saya harus membohongi calon
suami saya dengan cara melakukan operasi keperawanan?

Jawaban :

Keindahan di dalam Islam bahwa siapapun yang terjerumus ke dalam dosa kepada Allah SWT
seperti zina hendaknya ditutup rapat. Nabi pernah mengisyaratkan dalam kisah seseorang yang
terjerumus ke dalam zina datang kepada Rasulullah SAW ternyata Nabi menghimbau untuk bisa
menutupnya. Maka siapapun yang terjerumus ke dalam zina hendaknya ditutup. Jangan
diceritakan kepada siapapun dari bangsa manusia. Kalaupun seandainya dia pernah berzina
cepatlah taubat dan menangis kepada Allah SWT. Dan tidak perlu membicarakan kepada
siapapun termasuk orang yang akan menikahinya. Bahkan kalau menceritakan, itu tanda
kebodohan seorang wanita. Bahkan harom untuk menceritakan kepada siapapun dalam urusan
yang demikian ini. Bukan sesuatu yang dianjurkan. Tutup dan tutup dan tutup aib tersebut.

Adapun masalah operasi selaput dara adalah termasuk adalah kebodohan yang lain lagi. Tidak
diperkenankan operasi selaput dara dengan tujuan tersebut. Maka hukum operasi selaput dara
adalah haram karena dalam prosesnya pun akan membuka aurot besar. Itu hanya kebodohan saja
yang direncanakan oleh orang orang yang tidak kenal agama Allah SWT, Pendidikan yang
benar bagi siapapun yang terjerumus dalam zina adalah menutup aib. Jangan ceritakan kepada
siapapun termasuk kepada orang yang akan menikahinya. Tutup, biar Allah saja Yang Tahu.
Oang yang bakal menikahinya tidak bakal tahu kalau ia sudah tidak perawan. Karena
keperawanan bisa saja robek karena jatuh, terpeleset dan lain sebagainya, tidak harus dengan
berzina. Tidak diperkenankan berterus terang dalam urusan perzinaan karena zina adalah dosa
kepada Allah SWT, yang seharusnya ditutup. Tidak boleh diceritakan. Bahkan jika seandainya
seseorang telah terlanjur melakukan perzinaan kemudian ada yang tahu, kalau ternyata orang
tersebut membuka dan bercerita kepada orang banyak maka bagi orang yang telah berzina tidak
boleh terpengaruh. Harus teta berprinsip untuk menutup dosa tersebut. Da hendaknya menepis
dengan tegas bahwa itu semua adalah fitnah dan tidak boleh mengakuinya.

Maka kami himbau kepada siapapun yang mempunyai masalah seperti itu hendaknya menutub
aib tersebut dan jika harus minta bantuan kepada orang lain karena beratnya permasalahan
seperti terlanjur hamil dll maka hendaknya meminta petunjuk kepada orang yang punya
wawasan dalam hal ini dan dapat dipercaya untuk menutup aibnya. Dan di lapangan kami telah
menemukan banyak kesalahan dari sebagian orang di dalam memberikan solusi terhadap orang
yang telah berzina.Sehingga kasus perzinaan menjadi tersebar dan yang demikian itu
memberatkan bagi pezina untuk tobat dan menyakiti keluarga yang tidak berdosa dan masih
banyak akibat buruk dari tersebarnya kisah perzinaan. Semoga Allah SWT mengampuni orang
yang telah berzina dan menutup aib mereka. Dan menjauhkan kita dari membicarakan orang
yang telah berzina. Wallahu alam bisshowab