c

    

c 
c c 
c

c  c.

c c c c    c .

 c.

 c c.

 c .

cc.

 .

c.

c.

c .

 c c  c c  c  c   c .

c   c  c c c  c .

c  c .

cc c   c    cc c c.

 c  ccc c    c c  c.

cc  c .

c  c c c.

c  c .

c   c.

 .

c  c.

.

c.

c.

 c c   c   c  c c  cc.

 c .

c  c c  c c   c .

c .

 c c  c  .

c .

c  c .

cc .

 c  c  c.

c .

c .

 c  c  c c  c  c  c.

c c c  c c  c   c c c  c .

c  cc c c  c  c c  cc c    c c c  cc c  c   c c  cc c .

  c  cc c .

  c  c c  c c  c c  c c  .

c c.

.

c  c .

c.

 c c  c!  c c  c c  .

c.

c .

c   c.

c  .

.

c.

 c  c   c  c .

.

 c .

.

c .

.

c   c c c c  c.

  c c  c c c  c .

 c c.

 .

c c.

 c  c c c c c   c  c c c c  c .

c c.

  c  cc c  c.

 c  c  c  c  c c.

  c  c  ! c cc .

 c"  c       Wednesday. 18 March 2009 .

 .

.

.

  è    .

 .

yaitu : Ilahiah dan Insaniah. sedang manusia hanya sebagai khalifah yang mengelolanya (Istikhlaf). syariat dan akhlaq. Berciri ilahiah karena berdiri di atas dasar aqidah. ciri Ekonomi Islam sangat khas dan sempurna. Ekonomi Islam berlandaskan kepada aqidah yang meyakini bahwa harta benda adalah milik Allah SWT. Karenanya. sebagaimana diamanatkan Allah .   Pembeda Utama antara Sistem Ekonomi Islam dan Sistem Ekonomi lainnya adalah sumbernya. sedang yang lain datang dari sumber akal. Artinya. Sistem Ekonomi Islam lahir dari sumber wahyu.

seperti perniagaan. pertukaran dan perusahaan. 2   . Di samping itu. Dengan kedua ciri di atas. seperti pemberian. Serta Ekonomi Islam berdiri di atas pilar akhlaq yang membentuk para pelaku Ekonomi Islam berakhlaqul karimah dalam segala tindak ekonominya. Kedua. pertolongan dan perputaran. sebagaimana diamanatkan dalam surat Al-Israa ayat 29 bahwa pengelolaan harta tidak boleh kikir.SWT dalam surat Al-Hadiid ayat 7. Sekurangnya ada 15 (lima belas) aktivitas Ekonomi Islam yang bersifat individual. sosial yaitu aktivitas ekonomi yang bertujuan memberikan keuntungan kepada orang lain. sebagaimana Rasulullah SAW mengingatkan bahwasanya beliau diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan-kemuliaan akhlaq. individual yaitu aktivitas ekonomi yang bertujuan mendapatkan keuntungan materi bagi pelakunya. Namun pada saat yang sama tetap memelihara hak sosial dengan seimbang. Sistem Ekonomi Islam tidak membunuh hak individu sebagaimana Allah SWT nyatakan dalam surat Al-Baqarah ayat 29 bahwa semua yang ada di Bumi diciptakan untuk semua orang. tetap menjaga hubungan dengan negara sebagaimana diperintahkan dalam surat An-Nisaa ayat 59 yang mewajibkan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta Ulil Amri yang dalam hal ini boleh diartikan penguasa (pemerintah) selama taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. aktivitas Sistem Ekonomi Islam terbagi dua : Pertama. Dan Ekonomi Islam berpijak kepada syariat yang mewajibkan pengelolaan harta benda sesuai aturan Syariat Islam. sebagaimana ditekankan dalam surat Al-Maaidah ayat 48 bahwa setiap umat para Nabi punya aturan syariat dan sistem. tapi juga tidak boleh boros. Berciri insaniah karena memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi dan sempurna.

   .

  .

2 2    .

                 .

2 2  .

     2  ! Kelimabelas aktivitas ekonomi di atas merupakan pintu mencari keuntungan materi yang dihalalkan Syariat Islam. . Setiap individu bebas menjadi pelaku aktivitas ekonomi di atas dan bebas pula mengais keuntungan sesuai dengan rukun dan syarat yang ditetapkan syariat untuk tiap-tiap aktivitas tersebut.

2  .Ada pun aktivitas Ekonomi Islam yang bersifat sosial sekurangnya juga ada 15 (lima belas).

Salah satu hikmah pelarangan ini adalah untuk menjaga kemurnian nilai sosial dan memelihara kemuliaan jiwa kepedulian tanpa pamrih yang ada dalam aktivitas Al-Qardh. 2  ()* . walau satu sen. Selain itu. dalam rangka melindungi keseimbangan individual dan sosial dalam aktivitas ekonomi umat.    "    2    #      $   2  #   #    %    &  '  ' ! Dalam kelimabelas aktivitas ekonomi di atas para pelakunya tidak dibenarkan mengambil keuntungan untuk dirinya. maka Sistem Ekonomi Islam membuat proteksi yang tinggi dari segala penyimpangan perilaku ekonomi yang mengancam dan membahayakan keseimbangan tersebut. si pemilik piutang (yang memberi utang) tidak dibenarkan mengambil "untung" dengan mensyaratkan "kelebihan" kepada orang yang berutang dalam pengembalian utangnya. sehingga "keuntungan" apa pun bagi pemberi utang yang disyaratkan dalam utang menjadi Riba yang diharamkan syariat. kecuali jika di antara keduanya sudah sering saling memberi hadiah atau meminjamkan barang dari sebelum adanya utang. dalam aktivitas Al-Qordh (Utang). Misalnya. sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ath-Thabrani rhm dalam Al-Mu'jam Al-Kabir. karena Al-Qordh adalah bentuk bantuan dan pertolongan kepada orang lain. melainkan ditujukan untuk memberi keuntungan kepada orang lain. Menariknya. Untuk itu ada 8 (delapan) perilaku ekonomi menyimpang yang diharamkan syariat. bukan perniagaan. dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah rhm disebutkan bahwa Rasulullah SAW melarang pemberi utang untuk menerima hadiah atau memanfaatkan pinjaman barang apa pun dari orang yang berutang sebelum utangnya dilunasi.

 . + .

 ()* .

 $ ()**/  +   ()* + $.  ()*- +  ()* + . + .

Ekonomi Islam disebut sebagai Ekonomi Wasathiyah (Ekonomi Pertengahan) yaitu sistem ekonomi yang menjaga tawazun (keseimbangan) antara : Hak Allah dan Hak Manusia. Hak Dunia dan Hak Akhirat.2 (  -+  $ ($**+! Lebih dari itu. bahkan antara hak Khaliq dan hak makhluq. Hak Rakyat dan Hak Negara. Sistem Ekonomi Islam tidak hanya menjaga keseimbangan antara hak individu dan hak sosial. . Hak Individu dan Hak Sosial. Karenanya.

dan sistem ini pasti berjaya sebagaimana pernah berjaya sebelumnya. tetap saja sama mengorbankan rakyat kecil. Sedang Sistem Ekonomi Barat yang kini dibanggakan. serta hanya bertujuan untuk : Pengendalian Pasar. Dan kini. yang hanya mengenal materi. karena sistem ini berciri ilahiah dan insaniah. adalah Riba yang merupakan cerminan dari pengambilan. kesucian. kekikiran. angka dan untung-rugi. Kenapa Sistem Ekonomi Islam mampu berjaya sekian lama ? Jawabnya. Kapitalis sangat individualisme dimana secara teori hanya fokus kepada : Membela Individu dan Membunuh Sosial. Sistem Ekonomi Islam adalah sebuah sistem ekonomi sempurna yang sudah teruji dan telah membuktikan kesempurnaan sistemnya selama tidak kurang dari 1300 tahun. Memperkaya Diri dan Merugikan Orang. Namun jika diperhatikan lebih mendalam. Sistem Ekonomi Islam tidak bisa disamakan dengan Sistem Ekonomi Kapitalis yang kini tampil dengan Ekonomi Neo Liberal nya dan sering mengklaim sebagai Sistem Ekonomi Modern. kemurahan. sehingga pada prakteknya. masih sangat muda sekali umurnya dan belum teruji dengan baik. baik Kapitalis mau pun Komunis. tidak pernah seimbang. kekejian. di Millenium ke-3. Lihat saja. Mengalahkan Pesaing. bahkan kini sedang mengalami kebangkrutan global untuk menuju kehancuran. yaitu sejak dari awal abad ke 7 Miladiyah saat kepemimpinan Rasulullah SAW s/d awal abad ke 20 Miladiyah saat kejatuhan Kekhilafahan Islam. di negeri-negeri Kapitalis pajak tinggi walau cari uang mudah. Landasan sosio-ekonomi Barat. Sedang landasan sosioekonomi Islam adalah Sedekah yang merupakan cerminan dari pemberian. Sistem Ekonomi Islam mulai bangkit kembali. Sedang Komunis sangat sosialisme dimana secara teori hanya fokus kepada : Membela Sosial dan Membunuh Individu. kesetia-kawanan dan ketulusan. Dengan demikian. Sepintas memang Kapitalis berbeda dengan Komunis. keegoisan dan ketamakan. dimana selalu menjaga keseimbangan aktivitas ekonominya. baik Kapitalis mau pun Komunis. ternyata keduanya sama bermadzhab Materialisme yang bertujuan materi semata. Dan Sistem Ekonomi Islam juga tidak bisa disamakan dengan Sistem Ekonomi Komunis atau yang kini tampil dengan Ekonomi Neo Sosialis nya dan sering mengklaim sebagai Sistem Ekonomi Kerakyatan. Jadi. dan sebaliknya di negeri-negeri Komunis cari uang susah walau pajak rendah. dan sama berperisai Demokrasi untuk menghalalkan segala cara agar bebas mengais keuntungan. selalu di posisi sulit bagi pelaku .Berbeda dengan Sistem Ekonomi Barat. baik Kapitalis mau pun Komunis.

cari uang mudah dan pajak rendah. Solusinya : Tegakkan Sistem Ekonomi Islam ! Allahu Akbar ! c c . Itulah yang ditawarkan oleh Sistem Ekonomi Islam. alhamdulillah. Sedang di Negara Islam yang berekonomi Islam.ekonominya. Ironisnya. di negeri kita yang mayoritas berpenduduk muslim terbesar di dunia : cari uang susah dan pajak tinggi ! Kasihan betul rakyatnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful