MANUSIA YANG PALING JAHAT YANG PERNAH HIDUP

Dalam keadaan yang tedesak ini, ia berusaha melunakkan hati Tuha, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, dan berdoa kepadaNya. Maka Tuhan mengabulkan doanya, dan mendengarkan permohonannya. Ia membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Dan Manayase mengakui bahwa Tuhan itu adalah Allah. (2 Tawarikh 33:12-13).

Mintalah anggota jemaat untuk menggambarkan suatu gambaran di dalam benak
mereka seorang yang sangat jahat. Mungkin pengertian mereka terhadap orang jahat adalah – seorang penjinah, pembunuh, melecehkan anak-anak dan tidak memperhatikan mereka, seorang pemberontak, orang yang murtad, dll. A. Apakah Allah mencintai mereka? B. Dapatkah (Akankah Allah) menyelamatkan mereka? KESALEHAN AYAH MANAYASE: A. Manayase mempunyai seorang ayah yang saleh, yakni Raja Hizkia: 1. Hizkia adalah seorang pembaharu – 2 Taw. 29:1 s/d 31:21. 2. Hizkia berdoa saat Sanherib menyerang – 2 Taw. 32:1-32 a. Allah menjawab doa Hizkia b. 185.000 orang tentara Asyur (Sanherib) dibunuh – 2 Taw. 32:20, 21 dan 2 Rajaraja 19:35, 36. 3. Hizkia menghidupkan (mempraktekkan) kehidupannya yang saleh itu di hadapan anak-anaknya. TABIAT MANAYASE: A. Tidak ada yang dapat kita ketahui tentang ibunya yang bernama Hefzibah, apakah dia memiliki pengaruh yang jelek kepada anaknya! B. Pada saat berusia 12 tahun, Manayase memerintah bersama-sama dengan ayahnya (Coregent). C. Dia berbuat banyak kesalahan: 1. Daftar dosa dan kesalahan Manayase (2 Taw. 33: 1-9; 2 Raja-raja 21:1-9) a. Mendirikan bukit-bukit pengorbanan

b. Membangun mezbah-mezbah untuk para Baal c. Membuat patung-patung Asyera d. Beribadah kepada tentara-tentara langit e. Mendirikan mezbah-mezbah kafir dirumah Tuhan f. Mendiddrikan mezbah-mezbah untuk tentara-tentara di langit di kedua pelataran rumah Tuhan. g. Mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api di Lebak Ben – Hinom h. Melakukan ramal, telaah dan sihir. i. Menghubungi para pemanggil arwah dan roh peramal j. Menimbulkan sakit hati Tuhan k. Meletakkan patung berhala di rumah Allah Menyesatkan Yehuda dan penduduk Yerusalem 2. Dosa Manayase menurut buku Para NABI & Raja, Jld. II, hal. 453 1. Kekuasaan tangan besi 2. mengadakan penindasan 3. membenci segala kebaikan 4. menyelewengkan keadilan 5. mencurahkan darah orang yang tidak bersalah 6. berbuat jahat melebihi segala pendahulunya 7. membunuh hamba-hamba Allah dengan cara: mengejek, mendera, membelenggu, memenjarakan, melempari, menggergaji, membunuh dengan pedang. Yesaya adalah salah satu yang pertama yang akan ditumpaskan Manayase. D. Adakah Manayase jatuh kepada kumpulan si jahat? Mengapa sebagian orang-orang muda memilih jalan yang salah dalam kehidupan ini? ALLAH BERBICARA KEPADA MANAYASE, (2 Taw. 33:10 bagian pertama) A. Pekabaran yang diberikan Allah kepada orang-orang yang berdosa, Yehezkiel 18:20-32: Orang yang berbuat dosa itu yang harus mati

-

Orang yang benar akan menerima berkat kebenarannya dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya Jika orang fasik bertobat, kemudian berpegang pada ketetapan Tuhan, melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup; durhaka yang dibuatnya tidak diingatnya lagi Jika orang benar berbalik dan melakukan kefasikan maka kebenarannya tidak akan diingat lagi maka ia akan mendapat ganjaran seperti kepada orang fasik Allah akan menghukum masing-masing menurut tindakannya Bertobatlah supaya Allah jangan menjadi batu sandungan

-

B. Raja Manayase dan rakyatnya menolak untuk mendengarkan pekabaran Tuhan ini. 2 Taw. 33:10, bagain kedua. C. Tuhan bebicara dalam nada yang lebih keras. 2 Taw. 33:11; 2 Raja-raja 21:10-16. Segerombolan tentara musuh menyerbu, Manayase ditawan (dipenjarakan). Boleh jadi satu rantai diikatkan pada hidungnya seperti yang sering dibuat kepada seekor hewan, dia ditempatkan pada kumpulan barisan para budak. Illustrasi: Seperti halnya hanya ada dua sisi mata uang logam, demikian juga hanya ada dua sisi dosa, yakni: sisi kenikmatan/kesenangan dan sisi yang menyakitkkan/penderitaan. Illustrasi: Bayangkanlah seorang raja muda yang menderita dalam kegelapan, dalam kamar tahanan bawah tanah yang lembab dan basah. Potongan rantai yang menembusi kulitnya mengakibatkan perasaan sakit yang hebat. Sekaranglah waktunya untuk memikirkan hidupnya yang telah disiasiakan selama ini. DIMANA ALLAH BERADA PADA SAAT MANAYASE YANG LEMAH ITU MENDERITA? Allah berada dalam penjara beserta anaknya pemberontak itu, Dia masih mengasihinya, masih juga berusaha membujuknya, masih siap untuk memaafkannya dan memulihkannya. A. Raja itu mulai mendengar Allah B. Manayase berdoa dan Allah menjawab doanya, 2 Taw. 33:12, 13. Dalam keadaan yang mendesak ini saya teringat kepada pertentangan (perebutan) antara Tuhan dan

Setan terhadap Imam Besar Yosua dalam Yehezkiel 3:17. Setan berseru kepada Allah agar Allah membiarkan pemberontak itu mati dalam api. Tetapi Allah membungkamkan si jahat itu dan menarik “patung” (Yosua) keluar dari api. C. Kita dapat menanggapi hal itu seperti yang terjadi kepada Yosua dan seorang malaikat menarik atau menanggalkan jubah Manayase yang kotor itu dan menggantikannya dengan jubah putih yang bersih. Allah memandang raja itu seperti seseorang yang tak pernah berdosa (Lihat SDA BC, Vol. 5, hal 1142) ALLAH MENEMPATKAN MANAYASE KEMBALI KE TAHTANYA SEMULA

A. Manayase berusaha untuk tidak melakukan kembali segala kejahatan yang pernah dilakukannya sebelumnya. (2 Taw. 33:14-20): Ia menjauhkan allah-allah asing dan berhala dari rumah Tuhan, juga segala mezbah yang didirikannya di atas gunung rumah Tuhan di Yerusalem dan membuangnya ke luar kota. Ia menegakkan kembali mezbah Tuhan, mempersembahkan korban keselamatan dan korban syukur di atasnya, menyerukan kepada Yehuda untuk beribadah kepada Tuhan, Allah Israel.

-

B. Tetapi bekas dosa itu masih ada: 1. Abu pembakaran anak-anaknya di mezbah dewa kafir 2 Taw 33:6. 2. Rakyat yang dianiaya oleh perintah raja. 3. Rakyat yang masih berjalan dalam dosanya oleh karena teladan raja. PANGGILAN: Dan Manayase mengakui, bahwa Tuhan itu adalah Allah. 2 Taw. 33:13. A. Syukur sekali raja itu dapat melihat ke depan kepada hidupnya yang baru di dalam Allah dalam sisa hidupnya. Tetapi betapa sangat berbeda sekali sekiranya dia telah mengambil keputusan itu pada saat ia berusia 16 tahun gantinya pada usianya yang 60 tahun itu. B. Ajaklah para pendengar untuk memulai hidup dalam Tuhan dan tetap dengan Tuhan. C. Ajaklah jemaat untuk mendengarkan suara Tuhan

D. Ajaklah seluruh umat untuk menyadari sisi lain dari dosanya masing-masing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful