You are on page 1of 7

JEMIS VOL. 2 NO.

1 TAHUN 2014 ISSN 2338-3925

ANALISIS PENERAPAN TOTAL QUALITY


MANAGEMENT (TQM) INDUSTRI PERTAHANAN
NASIONAL (Studi kasus pada Industri Senjata)
Yusuf Novrianto 1*, Rudy Soenoko 2, Purnomo Budi Santoso3

1,2,3
Universitas Brawijaya, Fakultas Teknik, Malang, 65145, Indonesia

Abstract Military weapons industries supporting industries most likely to be developed into a leading center of
technology in accordance with the type of industry. With that goal achieved through Total Quality Management is an
approach oriented to continuous quality improvement. Based on this analysis needs to be done related to the components of
total quality management what are the qualities that support the quality of production and how its application in the arms
industry and how to identify one component of total quality management that affect the quality improvement of quality
related to changes in the occurrence of downtime in production with the method klongsong MVSM. On the basis of the
proposed theoretical model, the analysis of corporate performance, descriptive analysis and analysis of TQM. TQM
implementation is based on customer focus, obsession with quality, scientific approach, long-term commitment, teamwork,
continuous improvement systems, education and training, unity of purpose, as well as the involvement and empowerment of
employees.
Key Word Defense Industry , TQM , Klongsong, Spindle motor.

1. PENDAHULUAN Indonesia merupakan satu dari tujuh Negara besar di


dunia yang diprediksi bakal menguasai industri
Indonesia memerlukan industri strategis pertahanan pertahanan dunia. Negara-negara tersebut adalah Amerika
dengan kemampuan luas untuk memproduksi berbagai Serikat, Rusia, Tiongkok, Eropa Barat, Brasil, India, dan
sistem senjata yang diperlukan TNI. Industri strategis Indonesia. Ketujuh negara tersebut juga akan memiliki
tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan pertahanan yang terkuat di antara negara-negara di dunia.
menjadi pusat unggulan teknologi sesuai dengan jenis Ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam
industrinya, termasuk dalam mendukung industri militer. membangun industri pertahanan hal ini disebabkan karena
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Indonesia masih perdagangan senjata tidak dapat disamakan dengan bisnis
memiliki prospek dan peluang yang baik dalam produk lain yang bebas diperdagangkan. Semakin banyak
membangun industri pertahanan yang dewasa ini telah negara yang memproduksi senjata ringan, semakin ketat
menuntut adanya pengembangan terhadap praktik-praktik pula persaingan yang terjadi [3]. Esensi TQM adalah
manajemen yang inovatif dan relevan. Perubahan ini melibatkan dan memberdayakan seluruh pegawai dalam
menyebabkan terciptanya lingkungan baru pada mengadakan perbaikan kualitas barang dan jasa secara
manajemen. Seperti halnya dengan perusahaan berkelanjutan, yang dapat memberi kepuasan kepada
manufaktur lainnya, Industri Pertahanan, juga konsumen. Pelaksanaan TQM didasarkan pada
memerlukan standar Total Quality Management (TQM). konstribusi dari manajemen ilmiah, dinamika kelompok,
Dasar pemikiran perlunya Total Quality Management pelatihan dan pengembangan pegawai, teori motivasi,
diterapkan di industri pertahanan yakni bahwa cara keterlibatan pegawai, mata rantai hubungan organisasi,
terbaik agar dapat bersaing dan unggul dalam persaingan sistem sociotechnical, pengembangan organisasi, budaya
global adalah dengan menghasilkan kualitas terbaik[1]. perusahaan, serta teori kepemimpinan baru yang
Untuk menghasilkan kualitas terbaik diperlukan upaya digunakan dalam menyusun perencanaan strategi
perbaikan berkesinambungan terhadap kemampuan perusahaan[4].
manusia, proses, dan lingkungan secara terus-menerus[2]. Berdasarkan permasalahan di atas maka perumusan
masalahnya adalah
* Corresponding author: Yusuf Novrianto a. Komponen-komponen total quality management apa
Email: yusufitra@gmail.com
sajakah yang mendukung mutu kualitas produksi
Published online at
Copyright year PSTI UB Publishing. All Rights Reserved
dan bagaimanakah penerapannya di industri senjata?

19
JEMIS VOL. 2 NO. 1 TAHUN 2014 ISSN 2338-3925

b. Bagaimana mengidentifikasi salah satu komponen Mulai


total quality management yang berpengaruh terkait
peningkatan mutu kualitas terhadap perubahan
terjadinya downtime pada produksi klongsong Survey Pendahuluan
dengan metode MVSM sehingga dapat menurunkan
nilai downtime. Studi Literatur

Identifikasi dan
2. METODOLOGI PENELITIAN Perumusan Masalah

Penelitian ini akan diawali dengan analisis kinerja


perusahaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, Tujuan Penelitian
dimana dengan pendekatan ini peneliti berusaha untuk
memahami analisis kualitas mutu penerapan TQM dan
Pengumpulan Data
obsesi kualitas produk longsong dengan metoda (menurut jenis dan sumber data)
Maintenance Value Stream Mapping (MVSM). Jenis data
yang digunakan berupa data kuantitatif (data dalam
bentuk angka-angka yang dapat dihitung, yang diperoleh Pengolahan Data Obyek
Penelitian, berupa:
dari buku laporan perkembangan produksi, penjualan, 1. Analisa TQM
perawatan perusahaan yang akan diteliti yang berkaitan 2. Analisa MVSM
dengan masalah yang akan dibahas) maupun kualitatif
(data yang tidak dalam bentuk angka yang diperoleh dari
hasil wawancara dengan pihak perusahaan yang Kesimpulan

berhubungan dengan masalah yang dibahas) dan sumber


data primer (data yang diperoleh melalui pengamatan dan
Hasil yang di
dengan wawancara langsung dengan pihak perusahaan Rekomendasikan
yang akan diteliti) juga data sekunder (data yang
diperoleh dari dokumen perusahaan dan informasi tertulis
mengenai keadaan perusahaan yang berkaitan dengan Selesai
pembahasan)
Sedangkan analisis deskriptif, merupakan upaya yang Gambar 1 Diagram Alir Penelitian
dilakukan dengan jalan bekerja dengan data,
mengorganisasikan data (Peneliti mendapatkan data
langsung dari subjek melalui wawancara mendalam / 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
indepth inteviwer, dimana data tersebut direkam dengan
tape recoeder dibantu alat tulis lainya. Kemudian Analisis Penerapan TQM
dibuatkan transkripnya dengan mengubah hasil Industri senjata telah berhasil menerima sertifikat
wawancara dari bentuk rekaman menjadi bentuk tertulis ISO 9002 dan ISO 9001 sebagai realisasi bahwa
secara verbatim), memilah-milahnya menjadi satuan yang perusahaan telah menerapkan Total Quality Management
dapat dikelola dan juga menginterprestasikan data yang (TQM). Penerapan TQM yang telah diterapkan yaitu:
ditemukan di lapang[5].
Untuk mengetahui mutu kualitas terpadu dan Obsesi a. Fokus pada pelanggan
terhadap kualitas pada Industri pertahanan dapat dilihat Industri senjata telah melakukan langkah-langkah
dari perencanaan, pengambilan tindakan, solusi masalah yang tepat dan sesuai permintaan pasar. Penerapan
yang dihadapi, dan evaluasi kinerja. karakteristik fokus pada pelanggan di Industri
Salah satu analisis Total Quality Management yang Senjata sudah dilakukan sesuai International
mengimplementasikan obsesi terhadap kualitas adalah hal Standard Organization ialah top manajemen harus
perawatan yang mana untuk menjaga mutu kualitas menjamin persyaratan/keinginan pelanggan yang
tersebut, dengan menggunakan metode yang bisa ditetapkan dan dipenuhinya tujuan meningkatkan
digunakan untuk mengatasi permasalahan aktivitas kepuasan pelanggan. Karakteristik Industri Senjata
perawatan yang belum terprogram dan keandalan mesin dalam membentuk fokus pada pelanggan, yaitu:
dikarenakan usia mesin yang sudah tua maka perlu 1) Visi, Komitmen dan suasana.
dilakukan adanya penggambaran sistem perawatan aktual 2) Penjajaran dengan pelanggan.
dengan menggunakan MVSM. 3) Kemauan untuk mengidentifikasi dan mengatasi
Adapun diagram alir penelitiannya adalah pada permasalahan pelanggan Industri Senjata selalu
Gambar 1 berikut.
berusaha untuk mengidentifikasi dan mengatasi
permasalahan para pelanggannya.
4) Memanfaatkan informasi dari pelanggan.
20
JEMIS VOL. 2 NO. 1 TAHUN 2014 ISSN 2338-3925

5) Industri Senjata dalam mendekati para Pada analisis obsesi terhadap kualitas produk pada
pelanggan berdasarkan pendekatan TQM, tidak semua divisi yang ada di Industri senjata telah sesuai
cukup bila Industri Senjata hanya pasif dan product design, process management, SPC /
menunggu umpan balik yang disampaikan oleh feedback manajemen inti Industri Senjata, namun
pelanggannya. guna peningkatan kualitas dimasa depan ada salah
6) Industri Senjata telah melakukan pemberdayaan satu bagian yang harus dievaluasi berkaitan dengan
pegawai sebagai profesional yang memiliki produktifitasnya. Berikut hasil data temuan masalah
kemampuan melakukan hal-hal yang dianggap produktifitas pada bagian proses produksi di Industri
perlu dalam rangka memuaskan kebutuhan Senjata, data downtime pada tahun 2010-2012.
pelanggan. Dapat diketahui hasil pengolahan data seperti pada
Gambar 2 dan Tabel 1.
Keenam karakteristik tersebut oleh Industri
Senjata digunakan sebagai pedoman dan membentuk
fokus pada pelanggan. Pada tahap awal setiap
Industri Senjata perlu melakukan analisis diri.
Dalam analisis ini akan ditentukan karakteristik
mana yang sudah dan belum ada dalam Industri
Senjata. Industri Senjata perlu mewujudkan
karakteristik yang belum ada tersebut sehingga
fokus pada pelanggan dapat terbentuk. Adapun
untuk penerapan kepuasan pelanggan diarahkan ke
sisi harga (biaya) dan ketepatan delivery (sesuai
kontrak), memberikan layanan produk khusus pada
pelanggan dimana produk tersebut tidak Gambar 2 Pareto Downtime Proses Produksi klongsong
memperhatikan besaran margin profit.
Tabel 1 Jumlah Downtime Setiap Komponen Pada Proses
b. Obsesi terhadap kualitas Bor Lubang Api
Industri senjata selalu menjaga kualitas produknya
sebaik mungkin. Hal ini sangat mendukung
penerapan Total Quality Management yang
mengutamakan peningkatan kualitas dari waktu
kewaktu. Industri senjata telah menerapkan sistem
manajemen mutu sesuai standar ISO 9001/9002 dan
ISO Guide 25, selain itu untuk mewujudkan
tercapainya kualitas / kebijakan mutu dan K3LH,
Industri senjata menerapkan ISO 2001:9008 untuk
sistem management mutu dan ISO 14001:2004 +
OHSAS 18001:2007 untuk kesehatan & keselamatan
kerja serta lingkungan hidup.

Gambar 3. Current State Value Stream Map Perbaikan Motor Spindle


21
JEMIS VOL. 2 NO. 1 TAHUN 2014 ISSN 2338-3925

Berdasarkan analisis dari diagram sebab akibat maka


dapat dilakukan usulan perbaikan dengan melakukan
pembuatan Pin Spindle bor lubang api.
Permasalahan utama yang menyebabkan pin spindle
ini sering rusak adalah retak dan pecah. Hal ini
diakibatkan oleh kualitas yang kurang baik dari
komponen. Proses pembuatannya Tabel 2, sebagai
berikut:

Tabel 2 Proses Pembuatan Sambungan Rotor Spindle Bor

Gambar 4. Dimensi Pin spindle

Gambar 5. Future State Value Stream Map Perbaikan Motor Spindle 22


JEMIS VOL. 2 NO. 1 TAHUN 2014 ISSN 2338-3925

c. Pendekatan ilmiah. e. Kerjasama tim.


Pendekatan ini sangat diperlukan dalam penerapan Industri senjata memiliki satu visi dan misi untuk
TQM, terutama untuk mendesain pekerjaan dan menyatukan gerak langkah pegawainya dalam
dalam proses pengambilan keputusan dan mencapai tujuan. Seluruh pegawai industri senjata
pemecahan masalah yang berkaitan dengan harus memiliki misi yang sama sehingga akan terjadi
pekerjaan yang didesain tersebut. Dengan demikian, kesamaan gerak menuju tercapainya misi dan
data diperlukan dan dipergunakan dalam menyusun terjalinnya kerjasama tim yang kuat antar pegawai.
patok duga (benchmark), memantau prestasi, dan Di industri senjata berusaha menghindari
melaksanakan perbaikan. Fokus dari kegiatan ketidaksamaan misi antara perusahaan dengan
benchmarking diarahkan pada praktik terbaik dari pegawai. Perusahaan memiliki misi mengejar
perusahan lainnya. Ruang lingkupnya kearah proses, keuntungan sebesar-besarnya, sedangkan pegawai
fungsi, kinerja organisasi, logistik dan pemasaran. mempunyai misi mencari gaji, jabatan, dan
Benchmarking di Industri Senjata juga berwujud penghargaan setinggi-tingginya. Kondisi ini akan
perbandingan yang terus-menerus, jangka panjang membuat perusahaan hancur dengan sendirinya.
tentang praktik dan hasil dari perusahaan yang Untuk menghindari hal tersebut, masing-masing
terbaik dimanapun perusahaan itu berada. Top harus menyadari tujuan perusahaan. Sinergi selalu
manajemen Industri Senjata sangat menyadari tanpa dilakukan di industri senjata untuk mencapai
benchmarking sebuah perusahan dapat menjadi picik kesamaan tujuan supaya semua langkah akan seiring
dan cepat merasa puas. Perusahaan mungkin saja dan sejalan. Kerjasama tim juga diperlukan industri
telah menentukan sasaran yang kelihatannya agresif senjata untuk menyatukan gerak dan langkah
berdasarkan kinerja yang ada sekarang, tetapi tidak perusahaan. Tim kerja yang solid akan menciptakan
menyadari mungkin saja di kemudian hari meleset suasana yang kondusif bagi para pegawai.
dibandingkan dengan pesaing-pesaing yang sangat Kegairahan masing-masing anggota tim dalam
berhasil. menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung
d. Komitmen jangka panjang. jawabnya akan mempercepat penyelesaian tugas
Komitmen jangka panjang Industri Senjata tersebut dengan kualitas maksimal.
tergambar dalam visi dan misi perusahaan sebagai f. Perbaikan sistem secara berkesinambungan.
berikut: Setiap produk dan atau jasa dihasilkan industri
1) Visi Industri Senjata adalah menjadi produsen senjata dengan memanfaatkan proses-proses
peralatan pertahanan dan keamanan terkemuka tertentu di dalam suatu sistem / lingkungan. Oleh
di Asia pada tahun 2023 melalui upaya inovasi karena itu sistem yang ada industri senjata selalu
produk dan kemitraan strategik. diperbaiki secara terus-menerus agar kualitas yang
2) Misi utama melaksanakan usaha terpadu dihasilkannya dapat makin meningkat. Perbaikan
dibidang peralatan dan keamanan serta berkesinambungan di industri senjata adalah usaha
peralatan industrial untuk mendukung peningkatan di segala bidang dalam jangka
pembangunan nasional, khususnya bidang panjang. Usaha tersebut perlu dilandasi oleh mindset
pertahanan keamanan negara Republik yang semestinya agar unsur berkelanjutan dapat
Indonesia. dipertahankan dalam jangka panjang. Budaya
3) Tujuan adalah mampu menyediakan kebutuhan kualitas di industri senjata adalah sistem nilai
Alat Utama Sistem Persenjataan secara mandiri organisasi yang menghasilkan sesuatu lingkungan
untuk mendukung penyelenggaraan pertahanan yang kondusif bagi pembentukan dan perbaikan
dan keamanan Negara Republik Indonesia. kualitas terus-menerus. Untuk itu industri senjata
4) Sasaran adalah meningkatkan potensi perlu melakukan proses sistematis dalam
perusahaan untuk mendapatkan peluang usaha melaksanakan perbaikan berkesinambungan. Konsep
yang menjamin masa depan perusahaan melalui yang berlaku di industri senjata adalah PDSA (Plan-
sinergi internal dan eksternal. Do-Study-Act) yang terdiri dari langkah-langkah :
5) Prinsip Dasar adalah Loyalitas, Integritas dan 1) Membentuk dewan kualitas.
Dedikasi, yang berarti: berpegang teguh pada 2) Menyusun pernyataan tanggung jawab dewan
tujuan perusahaan, kejujuran dan keutuhan kualitas.
sikap dalam interaksi organisasi dan pengabdian 3) Membangun infrastruktur yang diperlukan
pada perusahaan. Ketiga hal ini merupakan Kegiatan perbaikan berkesinambungan dengan
sikap keseharian setiap anggota organisasi yang berdasarkan partisipasi semua pegawai di industri
mendasari setiap aksi individual dan organisasi. senjata melalui wadah CIT (Continual Improvement
Semangat kelompok tidak boleh mengalahkan Team) dan 3I (Individual Improvement Idea) yang
prinsip pertama ini. ada di semua unit kerja. CIT dan 3I mengembangkan

23
JEMIS VOL. 2 NO. 1 TAHUN 2014 ISSN 2338-3925

dan merumuskan ide atau gagasan inovasinya tanggung jawab dan harus dilaksanakan oleh
berpedoman kepada ISO 9001:2008 tentang departemen yang berkedudukan lebih rendah.
Pedoman Perbaikan Mutu Berkelanjutan dan Inovasi Artinya mengambil tanggung jawab orang
di Lingkungan Industri Senjata. Pedoman ini merupakan suatu kesalahan karena keadaan ini
digunakan sebagai acuan kegiatan perbaikan dan akhirnya menjadikan orang tersebut tidak
inovasi yang terstruktur dan sistematis guna terampil.
meningkatkan mutu proses maupun hasil kerja. 2) Semua pegawai pada dasarnya baik. Inti
g. Pendidikan dan pelatihan pemberdayaan pegawai adalah keyakinan
Industri senjata sangat memperhatikan kualitas bahwa orang pada dasarnya baik.
pegawai untuk meningkatakan kemampuan pegawai Pemberdayaan pegawai dapat dipandang
hal itu dibuktikan dengan Surat Keputusan Direksi sebagai pemerdekaan, karena dengan
Nomor: Skep/2a/P/BDNII/2007 tanggal 4 Juni 2012 pemberdayaan, pimpinan tidak lagi
tentang Peraturan Pengembangan dan Pembinaan menggunakan pengawasan, pengecekan,
Karir Pegawai. verifikasi dan mengatur aktivitas orang yang
h. Kebebasan yang terkendali bekerja dalam organisasi. Pimpinan melakukan
Industri senjata memberikan kebebasan seluas- pemberdayaan dengan memberikan pelatihan
luasnya kepada karyawan untuk mengambil dan teknologi yang memadai kepada pegawai,
keputusan dan memecahkan masalah selama masih memberikan arah yang benar, dan membiarkan
dalam koridor Code of Conduct yang tercantum pada pegawai untuk mengerjakan semua yang dapat
Surat Keputusan Direksi Nomor: 00223/DIR/l/2009 dikerjakan oleh mereka. Oleh karena konsep
tanggal 12 Januari 2009 tentang Kode Etik Perilaku pemberdayaan di Industri Senjata dimulai dari
Perusahaan. keyakinan bahwa pegawai pada dasarnya ingin
i. Kesatuan tujuan mengerjakan pekerjaan baik, direktur tidak
Industri senjata telah menerapkan kesatuan tujuan perlu lagi menerapkan metode guna membujuk
yang berkaitan erat dengan kegiatan menyamakan pegawai untuk mengerahkan usaha mereka.
persepsi perusahaan terhadap pentingnya Pimpinan telah memastikan bahwa pegawai
mengutamakan kualitas. Salah satu kunci memiliki pengetahuan dan teknologi yang
keberhasilan adalah bergantung pada kinerja diperlukan untuk pekerjaan mereka, dan
sumberdaya manusia yang secara langsung atau pimpinan harus mendukung usaha pegawai
tidak langsung memberi kontribusi pada perusahaan, dengan menghilangkan hambatan apa pun yang
yang meliputi pemangku kepentingan eksternal mencegah terwujudnya kinerja unggul.
(stake holders) dan kepentingan internal (pegawai) 3) Trust-based relationship. Pemberdayaan
yang dimiliki oleh perusahan. Untuk memperoleh pegawai menekankan aspek kepercayaan yang
kinerja optimal dari keberadaan pegawai dalam diletakkan oleh manajemen kepada pegawai.
perusahaan maka perusahaan perlu menetapkan Dari pemberdayaan pegawai, hubungan yang
strategi yang tepat, yaitu memikirkan bagaimana tercipta antara manajemen dengan pegawai
mengelola pegawai agar mau mencapai tujuan adalah hubungan berbasis kepercayaan (trust-
perusahaan yang telah ditetapkan. Strategi ini based relationship) yang diberikan oleh
merupakan strategi yang berorientasi pada tujuan manajemen kepada pegawai, atau sebaliknya
dengan menyamakan persepsi antara tujuan yang kepercayaan yang dibangun oleh pegawai
ingin dicapai oleh perusahaan dengan tujuan yang melalui kinerjanya. Dalam pendelegasian
ingin dicapai oleh pegawai yang bekerja pada wewenang, manajer tingkat atas memiliki
perusahaan tersebut. Hal tersebut karena wewenang karena posisinya (position-based
kepentingan tujuan perusahaan dan kepentingan power) dan kemudian mendelegasikan
tujuan pegawai tidak dapat dipisah-pisahkan karena sebagian wewenangnya kepada pegawai yang
berada dalam satu kesatuan kebersamaan yang utuh. lebih rendah posisinya. Pegawai yang lebih
j. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan pegawai rendah ini juga menerima wewenang karena
Industri senjata dalam menerapkan Total Quality posisinya, sehingga diapun memperoleh
Management, partisipasi penuh dari pegawai dan position-based power. Sedangkan di dalam
pimpinan menjadi kunci utama dalam pencapaian pemberdayaan pegawai, pegawai memperoleh
produktivitas, efisiensi dan efektivitas produk. wewenang bukan berdasarkan posisinya,
Pemberdayaan pegawai di Industri Senjata terwujud namun karena kinerjanya (performance-based
dilandasi oleh tiga keyakinan dasar berikut ini: power). Tanpa kinerja, pegawai tidak akan
1) Subsidarity. Prinsip subsidiarity mengajarkan mampu menumbuhkan kepercayaan dalam diri
bahwa departemen yang lebih tinggi manajemen, sehingga trust-based relationship
kedudukannya tidak boleh mengambil tidak akan dapat terwujud.
24
JEMIS VOL. 2 NO. 1 TAHUN 2014 ISSN 2338-3925

4. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA


Secara keseluruhan Industri Senjata telah [1] Al Fakhri, Faiz.2013.Analisis Pengendalian
menerapkan Total Quality Management dengan optimal. Kualitas Produksi di PT. Masscom Graphy Dalam
Hasil pengembangan analisis TQM pada Obsesi terhadap Upaya Mengendalikan Tingkat Kerusakan Produk
Kualitas di bagian proses produksi klongsong didapat Menggunakan Alat Bantu Statistik, (Online),
Current dan Future State Value Stream Map perbaikan (http://eprints.undip.ac.id/23023/, diakses 6 Okt13).
Spindle Motor, sebagai berikut:
a. MTTO = 1549,66 Jam 34,66 Jam (eliminasi [2] Ariani, Dorothea Wahyu. 2004. Pengendalian
pemborosan) Kualitas Statistik. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta
b. MTTR = 0,5 Jam tetap
c. MTTY = 0,5 Jam tetap [3] Assauri, Sofjan. 1998. Manajemen Operasi dan
d. Komponen pin spindle bor lubang api untuk Produksi. Jakarta : LP FE UI.
peningkatan keandalan mesin dan penurunan biaya
suku cadang. [4] Asyari, Rorie. Anggaran Pertahanan 2011 Naik
10,72 Persen. Media Indonesia, 30 Desember 2010,
diunduh dari http:/ / www. mediaindonesia.
com/read/2010 /12/30/191881/17/1/ Anggaran-
Pertahanan-2011-Naik-10,72-Persen, pada tanggal 5
April 2011, pukul 14.00 WIB.

[5] Bhakti, Ikrar Nusa. Reformasi Sektor Keamanan:


Sebuah Pengantar. Jakarta: IDSPS&DCAF, 2009.

25