You are on page 1of 18

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI

WISMA MELATI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI

SEJAHTERA BANJARBARU

I. PENGKAJIAN
- Identitas Klien
Nama : Ny. Y

Umur : 70 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia

Pendidikan Terakhir : SD

Status Perkawinan : Kawin Janda

Alamat : Gang Rahayu Rt.09 Kelurahan Teluk Dalam

Kota Banjarmasin

Ruangan Dirawat : Wisma Melati

Tgl Masuk Panti : 28 Agustus 2006

Tgl Pengkajian : 14 Maret 2012

Diagnosa Medis : Hipertensi

- Identitas Penanggung Jawab Klien

Nama : Dr.W

Umur : -----
Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : Dokter

Alamat : Banjarmasin

Hubungan dgn Klien : Majikan Klien

II. RIWAYAT MASUK PANTI


Klien bekerja di rumah seorang dokter sebagai pembantu, klien tidak mempunyai anak lagi,
anak klien dua orang dan sudah meninggal keduanya dan suami klien juga sudah meninggal.
Klien di Kalimantan bekerja sebagai pembantu di rumah seorang dokter, tapi karena dokter
tersebut akan pindah dari pulau Kalimantan, maka klien disarankan oleh majikannya untuk
tinggal di PSTW Budi Sejahtera. Atas rujukan dokter tersebut klien dibawa ke panti, dan
akhirnya klien tinggal di PSTW Budi Sejahtera sampai sekarang.

III. RIWAYAT KELUARGA


Klien merantau ke Kalimantan setelah suami dan kedua anaknya meninggal, klien di
Kalimantan bekerja sebagai pembantu di rumah seorang dokter. Dan karena dokter tersebut
akan pindah dari pulau Kalimantan, maka klien disarankan untuk tinggal di PSTW Budi
Sejahtera agar klien ada yang merawat.

IV. RIWAYAT KESEHATAN


Menurut penuturan klien, klien mempunyai riwayat darah tinggi. Yang dirasakan klien saat di
panti sekarang adalah klien mengeluh sering mengalami sakit kepala.

V. SOSIALISASI
- Hubungan dengan petugas.
Klien mampu berkomunikasi dengan baik kepada petugas, serta apa yang ditanyakan oleh
petugas mampu di jawab klien dengan baik.
- Hubungan dengan teman sewisma.
Klien di wisma tidur berdua sekamar dengan Ny. J dan hubungannya cukup baik, dan klien
mampu bersosialisasi dengan baik dengan penghuni - penghuni lain di Wisma Melati.

VI. STATUS MENTAL


- Fungsi Kognitif
Klien mampu mengingat kebutuhannya di masa lalu dan mampu menceritakannya pada
petugas.
- Fungsi Afektif
Emosi klien labil, apalagi ada salah satu penghuni wisma yang membuat kesalahan, klien
langsung berbicara lepas.

VII. RIWAYAT SPIRITUAL


Klien beragama islam, klien mampu mengikuti kegiatan kerohanian yang diadakan di
musholla yang ada di komplek panti.

VIII. PENGKAJIAN POLA KESEHATAN


a. Persepsi dan Pemeliharaan Kesehatan
Klien mengerti dengan keadaannya sekarang dan berusaha menjaga kondisi kesehatannya
dengan berolahrga seperti : jalan-jalan di sekitar wisma.

b. Pola Nutrisi
Klien mampu makan 3x sehari dengan menu berupa nasi, ikan, sayur-sayuran, serta klien
menghabiskan porsi makanan yang disediakan oleh panti. Tapi klien tidak menyukai ikan.

c. Pola Eliminasi
Klien BAB 1x sehari dengan konsistensi padat lembek serta tidak ada keluhan lain dalam
BAB, BAK klien 4-5x sehari tetapi bisa juga tergantung dari banyaknya cairan yang
diminum klien.

d. Pola Aktivitas
Kemampuan perawatan diri klien seperti makan/minum, mandi, toileting, berpakaian,
mobilitas fisik semuanya dapat dilakukan klien secara mandiri.

e. Pola Tidur dan Istirahat


Klien mengatakan apabila tidur siang kurang nyenyak karena klien jarang tidur siang, kalau
pada malam hari klien tidak ada keluhan apa apa.

f. Pola Perseptual
Pendengaran, penciuman, pengecapan, dan penglihatan klien baik, tidak mengalami
gangguan serta tidak ada keluhan lain.

g. Pola Peran Hubungan


Baik dengan petugas maupun yang ada di Panti / Wisma Melati hubungan terjalin dengan
harmonis.
h. Pola Manajemen Koping Stress
Perubahan yang terbesar adalah klien merasa sudah tua dan menyadari klien tidak mampu
beraktivitas seperti dulu lagi.

i. Psikososial
Klien tampak tenang dan ceria serta tidak mengeluh tentang keadaan dirinya.
j. Sistem Nilai dan Keyakinan
Klien beragama islam, klien sering mengikuti acara acara kerohanian di musholla yang ada
di panti.

IX. PEMERIKSAAN FISIK


A. Keadaan Umum

Saat pengkajiaan klien terorientasi baik terhadap tempat, waktu dan orang. Kesadaran klien
compos mentis. Pemeriksaan tanda vital pada hari Rabu 14 Maret 2012 jam 10.00 WITA :
TD = 150/110 mmHg. Respirasi = 25 x/menit.

Nadi = 86 x/menit. Suhu = 36,2 C.

B. Kulit

Kulit tampak bersih, kekenyalan dan kelembaban kulit kurang karena proses degenaratif
(menua), warna kulit kuning langsat. Keadaan kulit kering dan keriput.

C. Kepala dan Leher

Struktur kepala simetris, kulit kepala bersih, rambut sebagian beruban, rambut klien pendek
dan ikal, tidak ada luka maupun peradangan serta benjolan pada kepala klien. Klien
menyatakan kepalanya sering pusing. Tidak ada keluhan pada pergerakan leher, tidak ada
sakit pada tenggorokan klien, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid pada leher klien. Tidak
ada suara serak dan peradangan pada leher klien. Dan juga tidak ada lesi atau luka.
D. Mata

Struktur mata simetris, keadaan mata cukup bersih, tidak ada peradangan pada mata klien.

Klien tidak menggunakan kacamata ataupun alat bantu penglihatan lainnya.

E. Penciuman

Struktur hidung simetris, tidak ada kelainan pada bentuk hidung, tidak ada nyeri pada hidung,
tidak ada sekret maupun cairan yang keluar dari rongga hidung. Fungsi penciuman masih
baik, yaitu klien masih dapat membedakan bau parfum dan bau balsem.

F. Pendengaran / Telinga

Struktur telinga kanan dan telinga kiri simetris, tidak ada kelainan pada bentuk luar, ada
sedikit serumen (kotoran) pada telinga, tidak ada cairan yang keluar dari telinga klien, fungsi
pendengaran menurun karena faktor usia sehingga kalau berbicara dengan klien harus harus
dengan suara yang agak keras. Klien tidak menggunakan alat bantu pendengaran.
G. Mulut

Mulut dan gigi bersih, sebagian gigi sudah ada yang tanggal. Tidak ada peradangan pada
mulut, fungsi mengunyah agak terganggu apabila makan makanan yang agak keras karena
gigi klien sudah tidak lengkap lagi. Klien masih dapat membedakan rasa manis, asam, asin,
dan pahit. Fungsi pembicaraan masih baik, yaitu isi pembicaraan klien masih dapat
dimengerti. Tidak ada mual dan muntah.

H. Dada, Pernafasan dan Sirkulasi

Struktur dada simertis, pola nafas teratur dengan frekuensi 25 x/menit, tidak ada bunyi nafas
tambahan, tidak ada penggunaan otot bantu pernafasan dalam bernafas. Pengembangan dada
simetris sewaktu bernafas. Tidak ada massa (benjolan) dan lesi maupun peradangan pada
dada klien. Tidak ada spuntum (dahak) dan darah yang keluar.

I. Perut, Abdomen

Keadaan kulit sekitar perut bersih, tidak ada nyeri tekan pada perut klien. Tidak ada acites
(bengkak) pada perut klien, tidak ada lesi atau luka, tidak ada peradangan, tidak ada
pembesaran hati (hepar).

J. Genitalia/Reproduksi

Klien berjenis kelamin perempuan. Klien sudah berhenti menstruasi (menoupause). Klien
mengatakan tidak ada nyeri sewaktu BAB maupun BAK.

K. Ekstremitas atas dan bawah

Pada ekstremitas (lengan) atas tidak ada kelainan dan tidak ada keterbatasan gerak, tidak ada
oedema (bengkak). Pada eksterimitas bawah (kaki dan tungkai) tidak terdapat oedema
(bengkak). Terdapat bekas tanda gatal-gatal dan hitam, tidak ada bekas luka. Klien dapat
melakukan aktivitas dengan baik dan tanpa bantuan orang lain.

X. ANALISA DATA

Nama : Nenek Y Wisma : Melati

Umur : 70 Tahun Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera

No Data Subjektif dan Data Objektif Etiologi Masalah


1. DS :

- Klien mengatakan kadang kadang

kepala pusing, nyeri Peningkatan

DO : - Tanda - Tanda Vital tekanan vaskuler Nyeri kepala

TD : 150/110 mmHg selebral

Nadi : 86 x/mnt

RR : 25 x/mnt

Suhu : 36,2 C

2. DS :

- Klien mengatakan bahwa dia

kadang merasa lemah apabila

keletihan.

- Klien mengatakan kadang

mengalami nyeri/pusing pada Kelemahan fisik Resiko tinggi

kepala dan proses terhadap cedera

DO : menua

- Lantai di depan kamar mandi dan

WC agak basah dan licin.

- Klien berjalan perlahan-lahan dan

nampak berhati-hati.

- Lantai wisma keramik.

- Usia klien 70 Tahun.

XI. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN

1. Nyeri kepala berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral.


2. Resiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan kelemahan fisik dan proses menua.

XII. RENCANA KEPERAWATAN

Nama : Nenek Y Wisma : Melati

Umur : 70 Tahun Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera

Diagnosa
No Tujuan Rencana intervensi Rasionalisasi
Keperawatan

1. Nyeri kepala Setelah 1. Menganjurkan tirah baring1. Mengurangi rasa


berhubungan
dengan dilakukan selama fase akut. nyeri/sakit kepala.
peningkatan
tekanan tindakan 2. Lakukan massase pada 2. Untuk
vaskuler
serebral. keperawatan kepala dan leher. melancarkan

diharapkan nyeri3. Ciptakan lingkungan peredaran darah

berkurang/hilang. nyaman dan tenang. dan melemaskan

Kriteria : 4. Ajarkan teknik relaksasi otot leher.

- Klien dan distraksi. 3. Supaya klien dapat

mengatakan 5. Anjurkan pada pasien untuk beristirahat dan

bahwa nyeri/sakit menghindari/meminimalkan memulihkan

kepalanya aktivitas yang dapat tenaga

berkurang/hilang. meningkatkan sakit 4. Untuk mengurangi

- Ekspresi wajah kepala/nyeri. rasa nyeri.

klien rilek. 5. Aktifitas yang

berlebihan bisa
menyebabkan sakit

kepala.

2. Resiko Setelah 1. Ajarkan klien cara untuk 1. Dengan lebih


tinggi
terhadap dilakukan menggerakan badan agar sering bergerak
cedera
berhubungan tindakan tidak lemah lagi. badan klien
dengan
kelemahan keperawatan di 2. Anjurkan klien untuk lebih menjadi lebih
fisik dan
proses harapkan klien sering menggerakan bertenaga.
menua.
memenuhi kakinya. 2. Agar tidak terjadi

kriteria : 3. Anjurkan klien untuk lebih kekakuan pada

- Klien tidak lagi berhati-hati saat berjalan. sendi sendi kaki.

merasa lemah 4. Anjurkan klien meminta 3. Agar resiko cedera

- Klien lebih bantuan apabila klien tidak terjadi.

berhati hati merasa lemah. 4. Meminimalkan

ketika berjalan. resiko cedera.

- Klien terhindar

dari cedera.
XIII. IMPLEMENTASI DAN CATATAN
PERKEMBANGAN

No Hari/ D Implementasi Evalua

Tgl x si

1. Rabu 1.
I Menganjurkan S:

14 tirah baring Klien

Mare selama fase mengat

t akut. akan

2012 2. Melakukan kepala

massase pada nya

kepala dan sakit.

leher. O:

3. Menciptakan Tanda

lingkungan tanda

nyaman dan Vital

tenang. TD :

4. Mengajarkan 150/11

teknik 0

relaksasi dan mmHg

2. I distraksi. N :

I5. Menganjurkan 86

Rabu pada pasien x/meni

14 untuk t

Mare menghindari/m RR :

t eminimalkan 25
2012 aktivitas yang x/meni

dapat t

meningkatkan Suhu :

sakit 36,2 C

kepala/nyeri. A:

1. Mengajarkan Masala

klien cara h

untuk belum

menggerakan teratasi

badan agar P:

tidak lemah Interve

lagi. nsi

2. Menganjurkan dilanju

klien untuk tkan

lebih sering

menggerakan

kakinya.

3. Menganjurkan

klien untuk

lebih berhati- S:

hati saat Klien

berjalan. mengat

4. Menganjurkan akan

klien meminta kadang

bantuan merasa
apabila klien lemah

merasa lemah apabila

keletih

an.

O: - Di

depan

kamar

mandi

dan

WC

tampak

licin

dan

basah.

- Klien

tampak

tertatih

saat

berjala

n.

- Usia

klien:

70

Tahun

A:
Masala

belum

teratasi

P:

Interve

nsi

dilanju

tkan

Kamis 15 Maret 2012


Hari/ D Implemen Evaluas
No
Tgl x tasi i

1. Kami 1.
I Menganj S: Klien

s urkan mengat

15 tirah akan

Mare baring kepalan

t selama ya tidak

2012 fase akut. pusing

2. Melakuk dan

an nyeri.

massase O:

pada Tanda

kepala tanda
dan leher. Vital

3. Mencipta TD :

2. II kan 140/100

lingkunga mmHg

n nyaman N :

Kami dan 85

s 15 tenang. x/menit

Mare 4. Mengajar RR :

t kan 24

2012 teknik x/menit

relaksasi Suhu :

dan 36,4 C

distraksi A:

seperti Masala

tarik h

nafas teratasi

yang P:

dalam Hentika

lewat n

hidung interven

dan si

keluarkan

lewat

mulut

secara S: Klien
perlahan. mengat

1. Mengajar akan

kan klien masih

cara merasa

menggera letih

kan badan apabila

agar tdk beraktiv

lemah itas.

lagi. O: - Di

2. Menganj depan

urkan kamar

klien mandi

untuk dan WC

lebih sudah

sering tidak

menggera licin

kan lagi.

kakinya. - Klien

3. Menganj masih

urkan tampak

klien tertatih

untuk saat

lebih berjalan

berhati- .

hati saat - Usia


berjalan. klien:

4. Membant 70

u klien Tahun

apabila A:

ingin Masala

beraktivit h

as yg teratasi

berat.

sebagia

P:

Interve

nsi

dilanjut

kan

Jumat 16 Maret 2012


No Hari/Tgl Dx Implementasi Evaluasi

1. Jumat 16 II1. Menjelaskan kepada klien S: Klien mengatakan

Maret bahwa dia harus berhati-hati sudah mengerti apa yg di

2012 apabila ke WC / Kamar katakan dan diajarkan

Mandi. oleh perawat.

2. Mengawasi klien ketika O: - Klien tampak

klien berjalan ke WC / berhati hati ketika akan

Kamar Mandi. ke WC/ Kamar Mandi.

- Keadaan depan dan


dalam WC/ Kamar

Mandi sudah tdk licin

lagi.

A: Masalah teratasi

sebagian

P: Lanjutkan intervensi

Sabtu 17 Maret 2012


No Hari/Tgl Dx Implementasi Evaluasi

1. Sabtu 17 II1. Menjelaskan kepada klien S: Klien mengatakan

Maret bahwa dia harus berhati-hati sudah memahami apa

2012 apabila ke WC / Kamar yang di ajarkan oleh

Mandi. perawat.

2. Membersihkan lantai WC / O: - Klien tampak

Kamar Mandi. berhati hati ketika akan

3. Mengeringkan lantai di ke WC/ Kamar Mandi.

depan pintu masuk WC / - Keadaan depan dan

Kamar Mandi. dalam WC/ Kamar

4. Mengawasi klien ketika Mandi sudah tdk licin

klien berjalan ke WC / lagi.

Kamar Mandi. A: Masalah teratasi

P: Hentikan intervensi

Senin 19 Maret 2012


No Hari/Tgl Dx Implementasi Evaluasi
1. Senin 19 I 1. Menganjurkan klien untuk S: Klien mengatakan

Maret istirahat di kamar nya. kepala terasa sakit.

2012 2. Melakukan massase pada O: Tanda tanda Vital

kepala dan leher klien. TD : 140/100 mmHg

3. Menciptakan lingkungan N : 79 x/menit

aman dan tenang. RR : 25 x/menit

- Klien tampak menahan

nyeri pada kepala nya.

A: Masalah belum

teratasi

P: Lanjutkan intervensi

Selasa 20 Maret 2012


No Hari/Tgl Dx Implementasi Evaluasi
1. Selasa 20 I 1. Menganjurkan klien agar S: Klien mengatakan

Maret tidak terlalu letih sudah tidak pusing lagi.

2012 beraktivitas. O: Tanda tanda Vital

2. Memeriksa tanda tanda TD : 130/90 mmHg

vital klien. N : 81 x/menit

3. Menjelaskan kepada klien RR : 24 x/menit

kenapa klien bisa - Klien tampak rileks

mengalami sakit kepala lagi.- Klien kembali

beraktivitas seperti biasa.

A: Masalah teratasi

P: Hentikan intervensi