You are on page 1of 3

Struktur SPPBN

Penerapan SPPBN ditingkat fasilitas dinegosiasi antara pihak Negara (BPT A)dengan pihak
lntemasional (IAEA) dan didokumentasikan dalam suatu Iampiran fasilitas. Dalam Iampiran fasilitas
ini dieantumkan seeara rinei infonnasi fasilitas dan struktur SPPBN yang akan diterapkan di fasilitas,
antara lain ditentukan daerah neraea bahan "lvfaterial Balance Area" (MBA) dan temp at pengukuran
pokok "Key Measurement Point" (KMP), pengukuran dan kualitas pengukuran, bentuk peneatatan dan
pelaporan, pelaksanaan inventarisasi fisik, perhitungan neraea bahan, Containment and Surveilance
(CIS), serta organisasi.
Di fasilitas IPEBRR dikenal dengan struktur I-MBA yang diberi nama
MBA Rl-D terdiri dari 3 buah KMP-Alir dan 6 buah KMP-Inventori, seperti
ditunjukkan dalam Lampiran-l.
Secara keseluruhan eakupan dari MBA dan KMP di dalam fasilitas
IPEBRR ditunjukkan dalam Lampiran-2.

Organisasi

Untuk melaksanakan SPPBN di tingkat fasilitas diperlukan adanya


organisasi dengan tugas, fungsi dan wewenangnya yang jelas. Struktur organisai
pelaksana SPPBN di MBA Rl-D didasarkan pada pada SK Dirjen No.
362/DJ/IX/94 dengan mempertimbangkan struktur MBA beserta KMPnya. Ka. PEBN melalui SK No.
OOl/HK 00 09/EBN1l996 telah menetapkan struktur
organisasi dan personil pelaksana di MBA RI-D seperti terlihat dalam Lampiran 3.

Penguasa Instalasi Atom


Tugas :
1. Melaksanakan pertanggungjawaban dan pengendalian BN
2. Menyusun/ merevisi DIQ
Tanggung jawab :
1. Dipatuhinya peraturan SPPBN sesuai SK Dirjen dan lampiran fasilitas
2. Persiapan dan pembuatan instruksi tertulis yang diperlukan dalam
rangka pelaksanaan SPPBN maupun sebagai tindak lanjut dari petunjuk
yang dikeluarkan oleh Pihak Berwenang.

-Pengawas Bahan-Nuklir
Tugas :
1. Mengawasi dipatuhinya peraturan tentang dan intruksi tertulis yang
diperlukan dalam rangka pelaksanaan pertanggu.ngjawaban dan pengendalian
BN dalam lingkup tanggung jawabnya.
2. Memberi saran kepada PIA
3. Melapor kepada PIA dan Pihak Berwenang
Tanggung jawab :
Dipatuhinya peraturan SPPBN sesuai aturan yang berlaku.

Pengawas Bahan-Nuklir
Tugas :
1. Mengawasi dipatuhinya peraturan tentang dan intruksi tertulis yang
diperlukan dalam rangka pelaksanaan pertanggu.ngjawaban dan pengendalian
BN dalam lingkup tanggung jawabnya.
2. Memberi saran kepada PIA
3. Melapor kepada PIA dan Pihak Berwenang
Tanggung jawab :
Dipatuhinya peraturan SPPBN sesuai aturan yang berlaku.
Koordinator Pengurus Bahan Nuklir
Tugas:
1. Melaksanakan SPPBN pada daerah neraca bahan yang menjadi tanggung
jawabnya sesuai aturan yang berlaku.
2. Mengkoordinasikan pengurus BN dalam melaksanakan tugasnya.
Tanggung jawab :
Terlaksananya SPPBN pada daerah neraca bahan yang menjadi tanggung
Jawabnya

Pengurus Bahan Nuklir


Tugas :
Melaksanakan SPPBN pada tempat pengukuran pokok yang menjadi
tanggung jawabnya.
Tanggung jawab:
Terlaksananya SPPBN pada tempat pengukuran pokok yang menjadi
tanggung jawabnya.

Pelaksanaan Kegiatan SPPBN

Secara garis besar pelaksanaan sistem pertanggungjawaban dan


pengendalian BN di MBA RI-D adalah berupa kegiatan administrasi dan kegiatan
fisik yang keduanya sejalan dan saling berkaitan.

-Kegiatan Administrasi
1. Pencatatan jurnal transaksi ke atau dari MBA dalam Jurnal Buku Besar
dan di jurnal transaksi dalam wilayah MBA cli antara KMP ke dalam
Jurnal Pelengkap
2. Pembuatan lCD, dan Transfer Internal
3. Perhitungan neraca buku atas dasar transaksi baik neraca Buku Besar
maupun neraca Buku Pelengkap
4. Pelaporan ke IAEA yang disarnpaikan melalui IYB (BPT A) berupa:
ICR (Inventory Change Report) dilaksanakan secara periodik tiap
bulan bila terjadi perubahan inventori di MBA dan ditetapkan setiap
bulan sebelum tanggal 5.
PIL (Phisical Inventory Listing) dan MBR (Material Balance Area)
yang dilaksanakan setalah pelaksanaan inventarisasi fisik dan
ditetapkan paling lambat 3 hari setelah inventarisasi fisiko
5. Perhitungan neraca bahan (MUF= Material Unaccounted For)

Kegiatan Fisik
1. Pemindahan BN, pemeriksaan, pengukuran dan analisa.

2. Penyimpanan, penggudangan
3. Pelaksanan Inventarisasi Fisik
Pelaksanan inventarisasi fisik dilakukan dengan prosedur tertulis dengan
membentuk organisasi pelaksana inventarisasi fisik yang personil penanggungjawab
berasal dari pengurus KMP ditambah personil yang mengetahui kegiatanl
aktivitas di lingkungan KMP bersangkutan.
Secara keseluruhan kedua kegiatan ini dapat dibagi dalam.:
1. Pengendalian pemindahan bahan yang dilaksanakan secara tertulis
seperti yang ditunjukkan dalam lampiran 4, 5 dan 6.
2. Pembuktian keberadaan BN melalui pelaksanan inventarisasi fisik
berupa:
Penghentian/cut-off: Semua transaksi ke / dan sutatu MBA dan
-antar KMP dalam MBA dihentikan.-
Pembersihan: mengadakan pembersihan peralatan dan proses
Pengumpulan dan pengukuran bahan serta stratifikasi
1. Pembuatan list dan pemasangan identifikasi/ tag