You are on page 1of 10

STATUS KEPANITERAAN THT FK.

YARSI

RS MOH RIDWAN MEUREKSA JAKARTA

IDENTITAS
NAMA : Tn. M
JENIS KELAMIN : Laki-Laki
USIA : 70 tahun
AGAMA : Islam
PEKERJAAN : Pensiun
PENDIDIKAN : S1
ALAMAT : Rempoa, Bintaro
TGL PEMERIKSAAN : 18 Desember 2013

ANAMNESA
Autoanamnesa

KELUHAN UTAMA : Pendengaran telinga kanan menurun

Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke poli THT RS MRM dengan


keluhan pendengaran telinga kanan menurun sejak 6 bulan yang lalu. Selain itu pasien
mengeluh kadang keluar cairan dari telinga kanannya, rasa penuh di telinga dan
suara berdengung di telinga kanannya. Pendengaran telinga kanan yang menurun
tersebut dirasakan sejak sehari setelah operasi usus buntu pada bulan juni 2013 sampai
saat ini. Pasien menambahkan bila sedang banyak aktivitas atau banyak pikiran maka
suara berdengung di telinga kanan disertai demam dirasakan pasien. Tidak ada keluhan
pada telinga kiri pasien. Untuk mengobati keluhan yang dirasakannya pasien membeli
obat tetes telinga di apotek, namun tidak ada perubahan. Pasien juga mengaku sulit untuk
mendengar dan mengerti percakapan di lingkungan sekitarnya dan tidak pernah bepergian
dengan pesawat terbang maupun menyelam. Pasien saat ini sedang mengkonsumsi obat
untuk darah tinggi yaitu valsartan dan canderin. Dalam 10 tahun terakhir pasien sering
mengkonsumsi obat-obatan penghilang nyeri karena merasa lutut dan sendi-sendinya
sakit. Pasien membeli obat penghilang nyeri di toko obat yang dibeli dengan racikan yang
dijual secara bebas (pasien tidak tahu nama obatnya).

1
Keluhan batuk, pilek, hidung tersumbat, demam, bersin-bersin, dan sakit kepala/sakit
di daerah wajah dan rasa adanya cairan yang mengalir di tenggorokan disangkal pasien.
Keluhan gangguan suara (suara serak) sukar membuka mulut, sesak nafas disangkal
pasien. Keluhan jantung berdebar serta nyeri persendian tidak ada. Mata merah, mata
berair, gatal-gatal dan kemerahan di kulit juga disangkal pasien.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Riwayat hipertensi sejak tahun 1989 diakui pasien.
Riwayat kardiomegali pada tahun 1994 diakui pasien.
Riwayat apendiktomi pada bulan juni 2013 diakui pasien.
Riwayat asma, diabetes melitus disangkal oleh pasien.
Riwayat alergi makanan disangkal pasien.

Riwayat Penyakit Keluarga :


Tidak ada anggota keluarga pasien yang mengalami keluhan yang sama dengan
pasien.
Tidak ada anggota keluarga pasien yang memiliki riwayat alergi dan asma.

Riwayat Kebiasaan Dan Gaya Hidup :


Pasien tidak tinggal di lingkungan yang terpapar suara bising
Pasien tidak bekerja di lingkungan yang terpapar suara bising
Pasien selalu teratur dalam meminum obat antihipertensinya

PEMERIKSAAN FISIK
KEADAAN UMUM : Baik
KESADARAN : Compos Mentis
TANDA VITAL :
Frekuensi nadi : 90 x/menit
Pernafasan : 20x/menit
Tekanan Darah : 180/110 mmHg
Suhu : afebris

STATUS GENERALIS
KEPALA : Normocephal
MATA

2
KONJUNGTIVA : Anemis -/-
SKLERA : Ikterik -/-
PUPIL : Bulat, Isokor,Reflek Cahaya +/+
LEHER : Pembesaran kelenjar limfe (-)
THORAX
INSPEKSI : Simetris hemitoraks kanan dan kiri.
PALPASI : Simetris hemitoraks kanan dan kiri
PERKUSI : Sonor di seluruh lapang paru
AUSKULTASI
Cor : BJ I-II reguler murni, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : Vesikuler +/+, Ronkhi -/- , wheezing -/-

ABDOMEN
INSPEKSI : Simetris datar
AUSKULTASI : Normal
PALPASI : Supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba
PERKUSI : Timpani
EKSTREMITAS
EDEMA : - -
SIANOSIS : - -
NEUROLOGIS
REFLEK FISIOLOGIS : +/+
REFLEK PATOLOGIS : -/-
GENITALIA : Tidak diperiks

STATUS LOKALIS

A. TELINGA

BAGIAN KELAINAN KANAN KIRI


Preaurikuler Kongenital (-) (-)
Radang (-) (-)
Tumor (-) (-)
Trauma (-) (-)
Nyeri tekan tragus (-) (-)

3
A. T
Aurikuler Kongenital (-) (-)
E Radang (-) (-)
L Tumor (-) (-)
I Trauma (-) (-)
N
Retroaurikuler Edema (-) (-)
G Nyeri Tarik (-) (-)
A Hiperemis (-) (-)
Sikatriks (-) (-)
Fistula (-) (-)
Fluktuasi (-) (-)
CAE Kongenital (-) (-)
Kulit Tenang (+) Tenang (+)
Sekret (-) (-)
Cerumen (-) (-)
Edema (-) (-)
Jaringan granulasi (-) (-)
Massa (-) (-)
Membran Warna Putih perak Putih perak
Timpani Intak (+) (+)
Refleks Cahaya (+) baik (+) baik
Gambar
perak

Positif (+)

Cavum Timpani Tidak dapat dinilai Tidak dapat dinilai


TES PENDENGARAN KANAN KIRI
Tes Rinne (+) (+)
Tes Weber Lateralisasi ke telinga
kiri
Tes Swabach Memendek Sama dengan
pemeriksa

1. Valsava Test : AD (+), AS (+)


2. Toynbee Test : AD (+), AS (+)
Kesan : fungsi tuba eustachius tidak terganggu

4
B. HIDUNG

PEMERIKSAAN KELAINAN KANAN KIRI

Keadaan luar Bentuk dan Normal Normal


ukuran
Rhinoskopi Mukosa Tenang Tenang
Anterior Sekret (+) (+)
Krusta (-) (-)
Konka Eutrofi Eutrofi
inferior

Septum (-)
deviasi
Polip/Tumor (-) (-)
Pasase udara (+) Baik (+) Baik
Gambar:

Rhinoskopi Mukosa Tidak dilakukan Tidak dilakukan


Posterior Sekret Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Choana Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Fossa Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Rossenmuller
Massa/tumor Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Os.tuba Tidak dilakukan Tidak dilakukan
eustachius

5
C. CAVUM ORIS DAN OROFARING

BAGIAN KETERANGAN
Mukosa Tenang
Lidah Normal
Gigi geligi Normal

Uvula Dalam batas normal

Pilar Tenang (+/+), Simetris


Halitosis (-)
Palatum Molle Tenang, simetris
Tonsil
- Mukosa Tenang
- Besar T1-T1
- Kripta Dalam batas normal
- Detritus (-/-)
- Perlengketan (-/-)
Gambar

Faring
- Mukosa Tenang
- Granula (-)
- Post nasal drip (-)
Laring
1. Epiglotis Tidak diperiksa
2. Kartilago
arytenoid
3. Plika
aryepiglotika
4. Plika vestibularis
5. Plika vokalis

6
6. Rima glotis
7. Trakea

D. MAXILLOFACIAL
BAGIAN KETERANGAN
Maxillofacial
- Bentuk Simetris
- Parese (-)
N.Cranialis

E. LEHER

BAGIAN KETERANGAN
Leher
- Bentuk Simetris
- Massa (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Belum dilakukan pemeriksaan penunjang

7
RESUME
Pasien datang ke RS MRM dengan keluhan pendengaran telinga kanan
menurun sejak 6 bulan yang lalu. Selain itu pasien mengeluh kadang rasa penuh di
telinga dan suara berdengung di telinga kanannya. Pendengaran telinga kanan yang
menurun tersebut dirasakan sejak sehari setelah operasi usus buntu pada bulan juni 2013.
Pasien menambahkan bila sedang banyak aktivitas atau banyak pikiran maka suara
berdengung di telinga kanan disertai demam dirasakan pasien.
Pasien saat ini sedang mengkonsumsi obat antihipertensi yaitu valsartan dan
canderin. Dalam 10 tahun terakhir pasien sering mengkonsumsi obat analgetik (pasien
tidak tahu nama obatnya).
Menurut pengakuan pasien, pasien sulit untuk mendengar dan mengerti
percakapan disekitarnya. Pada pemeriksaan telinga kanan dan kiri tidak didapatkan
kelainan. Pada tes rinne (+/+), tes weber lateralisasi ketelinga kiri, dan tes schwabach
memendek.

PERMASALAHAN
Anamnesis Pemeriksaan fisik
Pendengaran telinga kanan menurun Tes rinne (+) positif
Rasa penuh di telinga Tes weber lateralisasi ketelinga kiri
Suara berdengung di telinga Tes schwabach memendek.

DIAGNOSIS KERJA
o Hearing Loss AD Derajat Sedang Berat susp Sensori Neural Hearing Loss (SNHL)
AD

DIAGNOSIS BANDING
o SNHL e.c Presbikusis
o SNHL e.c Ototoksik
o Tuli Mendadak (Sudden Deafness)

RENCANA PEMERIKSAAN PENUNJANG


o Audiometri nada murni
o Audiometri tutur (Speech Audiometri)
o ABR (Auditory Brainstem Response)
o Laboratorium

8
RENCANA TERAPI
o Sesuai etiologi
o Pada presbikusis pemasangan hearing aid
o Ototoksik hentikan obat
o Latihan ujaran (speech reading)
o Latihan mendengar (auditory training)
o Terapi wicara (speech therapy)

MONITOR
o Subjektif :
a. Pemantauan pendengaran pada telinga kanan
b. Pemantauan depresi dan kecemasan karena kurang pendengaran
c. Pemantauan telinga berdengung pada telinga kanan
d. Pemantauan rasa penuh pada telinga kanan
o Objektif : menunggu hasil tes audiometri

EDUKASI
Beberapa tindakan pencegahan yang dapat mengurangi prevalensi SNHL :

Pasien didampingi salah satu anggota keluarga bila bepergian

Menghindari untuk mengkonsumsi obat obatan ototoksik

Hidup sehat dan bersih, menghindari diri untuk terkena infeksi terutama infeksi yang
dapat menyebabkan SNHL

PENATALAKSANAAN
o SNHL karena obat-obatan ototoksik : menghentikan penggunaan obat
obatan tersebut
o SNHL karena pajanan kebisingan : menghindari diri untuk terpajan
kebisingan dan itu berlaku untuk sebagian besar penyebab lainnya.
o Alat bantu yang dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi pendengaran
pada penderita SNHL : hearing aid dan cochlear implant.

9
KOMPLIKASI
o Penurunan pendengaran berlangsung lama, yang kemudian dapat menyebabkan
depresi dan kecemasan.

PROGNOSIS
QUO AD VITAM : ad malam
QUO AD FUNCTIONAM : ad malam
QUO AD SANATIONAM : ad malam

10