You are on page 1of 13

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...

(Rico Septian Noor) 58-70

PROBLEMATIKA PENEGAKAN HUKUM (LAW ENFORCEMENT) DI
INDONESIA DALAM PERSPEKTIF NEGARA HUKUM

Oleh: Rico Septian Noor
Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
e-mail: rico_septian1989@yahoo.co.id

Abstrak: Permasalahan mengenai hukum dan penegakan hukum memang tidak pernah
selesai untuk dibahas dan dibicarakan,cukup banyak penelitian dan kajian yang meneliti
mengenai hukum dan penegakan hukum begitu pula formulasi kebijakan dan sistem yang
dibuat untuk merubah agar hukum dapat ditegakkan sesuai dengan tujuan hukum itu
sendiri yaitu Keadilan. Kompleksitas persoalan terkait dengan upaya penegakan hukum
di negara kita sebagai Negara Hukum tentunya juga terkait dengan banyak faktor
misalnya saja struktur, substansi dan kultur hukum yang semua nya bermuara pada
adanya ketimpangan antara (Das sollen) atau apa yang selama ini diharapkan oleh
masyarakat dengan (Das sein) yaitu kenyataan dalam implementasi hukum dimasyarakat,
oleh karena itu perlu adanya upaya perubahan dan perbaikan terhadap faktor-faktor apa
saja yang mempengaruhi penegakan hukum tersebut.

Kata Kunci: Penegakan Hukum, Negara Hukum

PENDAHULUAN dalam hal ini pemerintah pun harus tunduk
pada hukum yang berlaku.
Indonesia adalah negara hukum hal Esensi dari Negara Hukum menurut
ini telah secara jelas tertuang dalam Sjahran Basah adalah:
penjelasan UUD 1945 sebelum di “Kekuasaan tertinggi didalam suatu negara
amandemen yang disebutkan bahwa terletak pada hukum atau tiada kekuasaan
Indonesia ialah negara yang berdasar atas lain apapun, terkecuali kekuasaan hukum
hukum (Rechtsstaat), yang berarti bahwa semata yang dalam hal ini bersumber pada
Negara Indonesia berdasarkan atas hukum pancasila selaku sumber dari segala
dan tidak berdasarkan pada kekuasaan sumber hukum.”1
semata (machtsstaat). Kemudian hal ini Sejalan dengan pendapat tersebut
kembali dipertegas pada amandemen UUD diatas bahwa hakekatnya jika sebuah
1945 dalam Pasal 1 ayat (3) yang negara adalah Negara hukum maka
menyatakan bahwa Negara Indonesia hukumlah yang harus menjadi pedoman
adalah Negara Hukum. Berdasarkan dan dasar dalam konteks bernegara, begitu
ketentuan Konstitusi tersebut, maka pula di Indonesia sebagai negara hukum
Negara Indonesia diperintah berdasarkan
hukum yang berlaku, termasuk penguasa 1Sjachran Basah, 1992, Perlindungan Hukum
Terhadap Sikap Tindak Administrasi Negara, Alumni.
Bandung hlm 14.

ISSN : 2085-4757 58
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

yang menjunjung tinggi hukum yang komponen baik komponen struktur,
bersumber dari pancasila sebagai sumber substansi ataupun kultur budaya hukum
dari segala sumber hukum. dari sebuah sistem hukum yang dinamakan
Untuk dapat memahami persoalan sistem hukum Indonesia. Jika melihat
yang berkaitan dengan hukum secara berdasarkan sejarahnya, sistem hukum
mendalam, maka hukum hendaknya dilihat Indonesia memiliki strukturyang sama
sebagai sebuah sistem. Pengertian dasar dengan sistem hukum yang ada pada masa
yang terkandung dalam sistem hukum penjajahan Belanda. Hal itu terjadi jelas
tersebut meliputi dua hal sebagai berikut:2 karena Negara kita dalam kurun waktu
Pertama, yaitu sebagai sesuatu kurang lebih 350 tahun dijajah belanda
wujud atau entitas, yaitu sistem biasa oleh karena itu sistem hukum Indonesia
dianggap sebagai suatu himpunan bagian banyak mengadaptasi pada sistem hukum
yang saling berkaitan, yang membentuk pada masa penjajahan Belanda dan sampai
satu keseluruhan yang rumit atau kompleks sekarang produk hukum tersebut tetap
tetapi merupakan satu kesatuan. dipergunakan salah satu contohnya KUHP.
Pandangan ini pada dasarnya bersifat Sistem hukum dan peradilan di Indonesia
deskriptif, bersifat menggambarkan dan ini sebelum merdeka bersifat majemuk dan
memberikan kemungkinan untuk sistemnya dibeda-bedakan berdasarkan
menggambarkan dan membedakan antara golongan atau ras, yaitu golongan eropa,
benda-benda yang berlainan dan untuk golongan keturunan cina dan timur asing,
menetapkan batas-batas kelilingnya atau serta golongan pribumi.Pada orde lama dan
memilahnya guna kepentingan orde baru perkembangan dan dinamika
penganalisaan dan untuk mempermudah hukum dapat dikatakan mengalami
pemecahan masalah. keterpurukan. Hal ini terlihat bahwa pada
Kedua, sistem mempunyai makna masa itu hukum dijadikan sebagai alat
metodologik yang dikenal dengan kekuasaan bagi penguasa, contoh nya
pengertian umum pendekatan sistem pemerintah membentuk beberapa produk
(system approach). Pada dasarnya hukum undang-undang yang berpihak pada
pendekatan ini merupakan penerapan asing dan memudahkan modal asing
metode ilmiah di dalam usaha berinvestasi di Indonesia dengan alasan
memecahkan masalah, atau menerapkan dan kebijakan tertentu, intervensi
kebiasaan berpikir atau beranggapan pemerintah pada jalannya penegakan
bahwa ada banyak sebab terjadinya hukum sampai akhirnya istilah KKN
sesuatu, di dalam memandang atau (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) mulai
menghadapi saling keterkaitan. Pendekatan berkembang pada saat itu. Kebebasan
sistem berusaha untuk memahami adanya dalam berpendapat dibungkam,rakyat
kerumitan di dalam kebanyakan benda, bahkan dituntut untuk selalu pro terhadap
sehingga terhindar dari memandangnya kebijakan pemerintah,hal ini bahkan
sebagai sesuatu yang amat sederhana atau menimbulkan pelanggaran hak asasi
bahkan keliru. Jadi hukum di Indonesia manusia yang terjadi dimanamana.
merupakan satu kesatuan berbagai Beralihnya masa orde baru ke reformasi
menjadi tonggak perubahan tatanan hukum
2Otje Salman S., H.R. dan Anthon F. Susanto, Teori di Indonesia yang diharapkan membawa
Hukum, Mengingat, Mengumpulkan dan Membuka angin segar bagi pembaharuan hukum di
Kembali, PT Refika Aditama, Bandung, 2004, hlm. 84

ISSN : 2085-4757 59
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

Inonesia. Diawali dengan mengamande- saja. Golongan masyarakat yang mampu
men Undang-Undang Dasar 1945 hingga dengan begitu mudah mendapatkan
empat kali amandemen UUD 1945 sejak keadilan sedangkan sebaliknya masyarakat
tahun 1999 sampai tahun 2002. biasa yang tergolong tidak mampu akan
Pembentukan beberapa Undang-undang begitu jauh dari keadilan. Dengan kata lain
yang merupakan bentuk pembaruan sistem dari faktor strukturnya hukum di negara
politik dan ketetanegaraan, pembaruan kita contohnya pada putusan pengadilan
sistem hukum dan hak asasi manusia yang dapat diukur dengan uang, karena
danjuga dibidang ekonomi. Akan tetapi yang menjadi parameter untuk keringanan
pada kenyataan nya Penyakit lama pada hukuman dalam peradilan lebih pada
masa orde lama dan orde baru, yaitu KKN pertimbangan berapa jumlah uang untuk
(Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang itu daripada pertimbangan hukum yang
menimbulkan ketimpangan dalam bersandar pada keadilan dan kebenaran
Penegakan Hukum ternyata juga masih yang merupakan tujuan hakiki dari hukum.
tetap kokoh dan mengakar sampai pada Pada Substansi nya juga masih banyak
masa reformasi, bahkan semakin tidak terdapat kekurangan dalam hal produk
terkendali. hukum yang dibuat misalnya saja Undang-
Problematika atau permasalahan Undang dan produk hukum di daerah
terkait dengan persoalan hukum sampai berupa Peraturan Daerah yang bermasalah
pada saat ini di negara ini ternyata dari segi substansial. Dan faktor Kultural
memberikan gambaran yang tidak yang dampaknya ada pada kehidupan
mencerminkan ciri-ciri dari suatu negara hukum dinegara kita menjadi tidak terarah
hukum yang diinginkan oleh masyarakat. dan terpuruk karena ketidak percayaan
Hal tersebut ditandai dengan banyaknya masyarakat terhadap hukum yang
penyimpangan hukum misalnya kasus menimbulkan kurangnya kesadaran hukum
yang terjadi baik itu polisi, jaksa maupun dalam masyarakat. Keterpurukan hukum di
hakim yang melanggar hukumseperti suatu negara tentu akan berdampak negatif
terlibat kasus korupsi. Tebang pilih pula terhadap sektor kehidupan lain nya
terhadap kasus misalnya, banyaknya para misalnya kehidupan ekonomi, politik dan
koruptor yang dibebaskan oleh pengadilan, budaya. Untuk itu, hendaknya hukum
dan kalaupun dihukum hanya mendapatkan menjadi panglima dalam setiap dimensi
hukuman yang ringan. kehidupan yang berarti hukum lah yang
Menjadi hal yang lumrah di dijadikan sebagai pedoman baik dalam
masyarakat bahwa orang miskin akan kehidupan sehari-hari atau pun kehidupan
sangat kesulitan mencari keadilan. Contoh bernegara.
kasus seorang nenek yang mencuri buah
kakao demi kebutuhan hidupnya harus PERMASALAHAN
diancam penjara dan sebaliknya berbeda
dengan Koruptor yang merampas uang Dari berbagai uraian tersebut diatas
rakyat yang dihukum sangat ringan. maka ada beberapa permasalahan yang
Dengan demikian, dapat dilihat bahwa dapat menjadi rumusan masalah yang
praktek penegakan hukum di Indonesia diangkat dalam penulisan ini yaitu:
berjalan dengan diskriminatif dan seakan-
akan hanya memihak golongan tertentu

ISSN : 2085-4757 60
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

1.) Bagaimana Problematika Penegakan di mana saja dan dalam wilayah Negara
Hukum dari perspektif Negara Hukum tertentu, tanpa membeda-bedakan.”3
di Indonesia? Kemudian menurut Soekarno
2.) Bagaimana upaya perubahan dan Aburaera dkk,:
perbaikan terhadap Problematika “Bahwa hukum dapat dilihat sebagai
Penegakan Hukum tersebut? hukum positif yaitu hukum yang berlaku
didalam sebuah negara. Dalam konteks
METODE PENELITIAN tersebut, hukum merupakan penetapan
oleh pemimpin yang sah dalam suatu
Dalam pembuatan suatu karya ilmiah negara sebagaimana juga yang dimaknai
dalam ilmu hukum tentu tidak akan oleh para ahli hukum.”4
terlepas dari metode penulisan yang Dalam pandangan masyarakat awam,
didasarkan pada hasil penelitian baik hukum dapat dipersepsikan sebagai suatu
penelitian normatif maupun penelitian pola kehidupan bersama dalam masyarakat
empiris. Penelitian yang digunakan dalam yang diatur secara adil. Jadi, nilai-nilai
tulisan ini adalah penelitian dengan metode keadilan dalam hukum yang dipandang
yuridis Normatif (Legal Research) yaitu sebagai norma yang lebih tinggi
dengan cara meneliti bahan pustaka atau dibandingkan dengan norma hukum dalam
data sekunder. Dalam penulisan ini suatu Undang-Undang. Jika dikaitkan
digunakan Pendekatan Konseptual dengan pandangan Satjipto Rahardjo,
(conseptual approach) dan Pendekatan maka titik temunya adalah bagaimana
Kasus (case approach). Bahan hukum membuat suatu produk hukum yang dapat
yang digunakan dalam penulisan ini adalah memberikan kebahagiaan (keadilan) bagi
bahan hukum primer, sekunder, dan bahan rakyat dalam suatu konsep hukum untuk
hukum tersier.Bahan-bahan hukum itu manusia. Hukum yang tidak hanya dilihat
kemudian disusun secara sistematis dikaji sebagai bangunan peraturan perundang-
secara mendalam untuk selanjutnya ditarik undangan sebagai produk atau perintah
kesimpulan. penguasa semata, tetapi hukum harus
dibuat ibarat suatu organis yang mampu
PEMBAHASAN berpikir, merencanakan dan sekaligus
Membahas mengenai hukum bertindak sesuai dengan hati
memang tidak ada suatu defenisi yang nuraninyayang dilandasi pada nilai-nilai
baku tentang apa yang dimaksuddengan keadilan dalam masyarakat untuk
hukum, namun dapat ditarik beberapa mewujudkan kebahagiaan rakyat.5
kesimpulan terkait pengertian hukum Berdasarkan berbagai uraian tersebut
menurut beberapa ahli, menurut Sudikno diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
Mertokusumo yaitu: hukum adalah:
“Hukum pada umumnya adalah
keseluruhan kumpulan peraturan-peraturan 3Sudikno Mertokusumo,2003.Mengenal Hukum-
atau kaedah-kaedah dalam suatu kehidupan Suatu Pengantar.Liberty, Yogyakarta hlm. 40
4Sukarno Aburaera dkk, 2009, Filsafat Hukum,
bersama yang dapat dipaksakan
Bayumedia Publishing, Malang, hlm. 32
pelaksanaannya dengan suatu sanksi. 5Satjipto Rahardjo, 2009, Negara Hukum Yang

Karakteristik hukum sebagai kaedah selalu Membahagiakan Rakyatnya, Gentha Publishing,
dinyatakan berlaku umum untuk siapa saja, Yogyakarta,hl.73

ISSN : 2085-4757 61
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

a. Hukum dalam arti Ketentuan penguasa: Kontinental dikembangkan antara lain oleh
Hukum diartikan sebagai perangkat Immanuel Kant, Paul Laband, Julius Stahl,
peraturan yang dibuat oleh penguasa Fichte, dan lain-lain dengan menggunakan
dalam hal ini adalah pemerintah. istilah Jerman, yaitu “rechtsstaat’.
Misalnya produk hukum berupa suatu Sedangkan dalam tradisi Anglo Amerika,
Undang-Undang. konsep Negara hukum dikembangkan atas
b. Hukum dalam arti Petugas: Hukum kepeloporan A.V. Dicey dengan sebutan
dideskripsikan dalam wujud petugas “The Rule of Law”. Friedrich Julius Stahl
yang berseragam yang bertugas dari kalangan ahli hukum Eropa
menegakan hukum misalnya polisi. Kontinental memberikan ciri-ciri
c. Hukum dalam arti Sikap tindak: Rechtsstaat sebagai berikut yaitu:
Hukum di gambarkan sebagai perilaku 1. Hak asasi manusia.
yang ajeg atau sikap tindak yang 2. Pemisahan atau pembagian kekuasaan
teratur. Misalnya: A sewa kamar dari untuk menjamin hak asasai manusia
B, dengan kewajiban setiap bulan A yang biasa dikenal sebagai Trias
membayar uang sewa. Maka secara Politica.
teratur setiap bulan A membayar sewa 3. Pemerintahan berdasarkan peraturan-
kamar pada B. peraturan.
d. Hukum dalam arti Sistem Kaedah: 4. Peradilan administrasi dalam
Hukum digambarkan sebagai perilaku perselisihan.6
masyarakat yang menuruti norma atau Adapun AV Dicey dari kalangan ahli
kaedah yang berlaku dalam hukum Anglo Saxon memberikan ciri-ciri
masyarakat. Apabila tidak menaatinya Rule of Law sebagai berikut yaitu:
maka dianggap sebagai perilaku yang 1. Supremasi hukum, dalam arti tidak
menyimpang. boleh ada kesewenang-wenangan
Pemikiran mengenai Konsep Negara sehingga seseorang hanya boleh
hukum telah ada sejak dulu yaitu pada dihukum jika terbukti melanggar
abad XIX s/d abad XX, pada hakekatnya hukum.
Negara hukum berakar dari konsep teori 2. Kedudukan yang sama di depan
kedaulatan hukum yang pada prinsipnya hukum, baik bagi rakyat biasa maupun
menyatakan bahwa kekuasaan tertinggi bagi pejabat.
didalam suatu Negara adalah hukum, oleh 3. Terjaminnya hak-hak manusia dalam
sebab itu seluruh alat perlengkapan Negara undang-undang atau keputusan
apapun namanya termasuk warganegara pengadilan.7
harus tunduk dan patuh serta menjunjung Konsepsi Negara hukum merupakan
tinggi hukum tanpa terkecuali. Negara terjemahan dari istilah Rechtsstaat atau
hukum yang muncul pada abad ke-XIX Rule of Law. Rule of Law itu sendiri dapat
adalah negara hukum formil atau negara dikatakan sebagai bentuk perumusan
hukum dalam arti sempit. Istilah yuridis dari gagasan kostitusionalisme.
Rechtsstaat diberikan oleh para ahli
6Friedrich
hukum Eropa Kontinental sedang istilah Julius Stahl dalam Astim
Riyanto,2006.Teori Konstitusi, Bandung: Yapemdo,hlm
Rule of Law diberikan oleh para ahli 45.
hukum Anglo Saxon. Pada zaman modern, 7A.V. Dicey, 1952.Introduction to Study of The Law

konsepsi Negara Hukum di Eropa of The Constitution, Ninth Edition, ST. Martin’s Street,
London: Macmillan And Co, Limited: hlm.202-203

ISSN : 2085-4757 62
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

Secara sederhana yang dimaksud negara landasan ini, Undang-Undang dalam
hukum adalah negara yang penyeleggaraan arti formal dan UUD sendiri
kekuasaan pemerintahannya didasarkan merupakan tumpuan dasar tindak
atas hukum. Di dalamnya negara dan pemerintahan. Dalam hal ini
lembaga-lembaga lain dalam melaksana- pembentuk undang-undang merupakan
kan tindakan apapun harus dilandasi oleh bagian penting negara hukum;
hukum dan dapat dipertanggung jawabkan b. Pembagian kekuasaan; syarat ini
secara hukum. Dalam teori Negara hukum mengandung makna bahwa kekuasaan
terdapat dua sistem hukum yaitu rechtstaat negara tidak boleh hanya bertumpu
dan rule of law. Burkens, et.al., pada satu tangan;
mengemukakan pengertian Rechtsstaat c. Hak-hak dasar (grondrechten); hak-hak
secara sederhana seperti yang dikutip dari dasar merupakan sasaran perlindungan
A. Hamid S. Attamimi yaitu: hukum bagi rakyat dan sekaligus
“Negara yang menempatkan hukum membatasi kekuasaan pembentukan
sebagai dasar kekuasaan negara dan Undang-Undang;
penyelenggaraan kekuasaan maka negara d. Pengawasan pengadilan Administrasi;
tersebut dalam segala bentuk atau praktek bagi rakyat tersedia saluran melalui
bernegara nya dilakukan di bawah pengadilan yang bebas untuk menguji
kekuasaan hukum. Dalam Rechtsstaat, keabsahan tindak pemerintahan
menurutnya adalah ikatan antara negara (rechtmatigheids toetsing).
dan hukum tidaklah berlangsung dalam Sementara itu, The rule of law dalam
ikatan yang lepas atau pun bersifat pengertian ini pada intinya adalah
kebetulan, melainkan ikatan yang hakiki.”8 common law sebagai dasar perlindungan
Dari pandangan tersebut di atas , bagi kebebasan individu terhadap
mengandung arti bahwa kekuasaan suatu kesewenang-wenangan oleh penguasa atau
pemerintahan dalam suatu negara dengan kata lain dapat dikatakan bahwa
bersumber pada hukum dan sebaliknya para pejabat negara tidak bebas dari
untuk melaksanakan hukum dalam kewajiban untuk mentaati hukum yang
penyelenggaraan pemerintahan suatu mengatur warga negara biasa atau dari
negara harus berdasarkan kekuasaan. yuridiksi peradilan biasa dan tidak dapat
Syarat-syarat dasar rechtsstaat yang menolak kehadiran peradilan administrasi.
dikemukakan oleh Burkens, et.al., yang Di dalam negara hukum, setiap aspek
dikutip oleh Philipus M. Hadjonadalah:9 tindakan pemerintahan baik dalam
a. Asas legalitas; setiap tindak lapangan Pengaturan (Regulation) maupun
pemerintahan harus didasarkan atas dalam lapangan Pelayanan (Public
dasar peraturan perundang-undangan Servant) harus didasarkan pada peraturan
(wetterlijke grondslag). Dengan perundang-undangan atau berdasarkan
pada asas legalitas. Artinya pemerintah
8A. Hamid S. Attamimi, 25 April 1992, Teori
tidak dapat melakukan tindakan
Perundang-Undangan Indonesia, Pidato Pengukuhan pemerintahan tanpa adanya dasar
Jabatan Guru Besar Tetap Fakultas Hukum Universitas kewenangan yang dimilikinya.
Indonesia,hlm. 8.
9Philipus M. Hadjon, 1994, Ide Negara Hukum Unsur-unsur yang berlaku umum bagi
Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia, setiap negara hukum, yakni sebagai berikut
Makalah,hlm 4. :

ISSN : 2085-4757 63
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

a. Adanya suatu sistem pemerintahan panglima dalam artian hukum lah yang
negara yang didasarkan atas kedaulatan menjadi dasar dan pedoman dalam konteks
rakyat. bernegara. Hukum yang dibuat oleh
b. Pemerintah dalam melaksanakan tugas penguasa dalam hal ini pemerintah dan
dan kewajibannya harus berdasar atas diterapkan pada yang dikuasai dalam hal
hukum atau peraturan perundang- ini masyarakat atau rakyatnya harus sesuai
undangan. dengan tujuan hukum, tujuan hukum
c. Adanya jaminan terhadap perlindungan menurut beberapa ahli hukum yang
Hak-hak Asasi Manusia (warga merumuskan prinsip-prinsip umum tujuan
negara). hukum adalah Keadilan, Kemanfaatan,
d. Adanya pembagian kekuasaan dalam atau kefaedahan dan Kepastian. Untuk
Negara. mencapai tujuan tersebut maka norma-
e. Adanya pengawasan dari badan-badan norma hukum harus ditegakkan.
Peradilan (rechterlijke controle) yang
bebas dan mandiri, dalam arti lembaga Problematika Penegakkan Hukum
peradilan tersebut benar-benar tidak
memihak dan tidak berada di bawah Berbicara mengenai penegakan
intervensi atau pengaruh kekuasaan hukum dapat diartikan Penegakan hukum
eksekutif. adalah proses dilakukannya upaya untuk
f. Adanya partisipasi aktif atau peran tegaknya atau berfungsinya norma-norma
yang nyata dari anggota-anggota hukum secara nyata sebagai pedoman
masyarakat atau warga negara untuk perilaku dalam lalu lintas atau hubungan-
turut serta mengawasi perbuatan dan hubungan hukum dalam kehidupan
pelaksanaan kebijaksanaan yang bermasyarakat dan bernegara. Penegakan
dilakukan oleh pemerintah. hukum atau diistilahkan dengan law
g. Adanya sistem perekonomian yang enforcement merupakan istilah hukum
dapat menjamin pembagian yang yang sudah sering kita dengar dalam
merata sumberdaya yang diperlukan kehidupan sehari-hari. Penegakan aturan
bagi kemakmuran warga negara. hukum juga dapat ditinjau dari sudut
subyek dan sudut obyek penegakan
Unsur-unsur negara hukum ini hukum. Dari sudut subyek penegakan
biasanya terdapat dalam sebuah konstitusi aturan hukum sendiri dapat dibedakan
dalam sebuah Negara. Oleh karena itu, menjadi dua arti, yakni dalam arti sempit
keberadaan konstitusi dalam suatu negara dan dalam arti luas. Dalam arti sempit,
hukum merupakan suatu keharusan. penegakan hukum dari segi subyeknya
Dengan demikian, sebuah Negara dapat diartikan sebagai upaya aparat
dikatakan sebagai Negara Hukum adalah penegak hukum untuk menjamin dan
Negara yang mendasarkan berbagai memastikan aturan hukum berjalan
kebijakan dan tindakannya harus sebagaimana mestinya, dalam situasi
berdasarkan hukum tanpa adanya tertentu aparat penegak hukum tersebut,
pembatasan atau diskriminasi berdasarkan apabila diperlukan dapat menggunakan
golongan, kedudukan, agama, ras, maupun daya paksa untuk menegakkannya. Dalam
suku bangsa tertentu. Demikian pula di arti luas, penegakan aturan hukum dari
Indonesia hukum yang dijadikan sebagai segi subyeknya dapat diartikan sebagai

ISSN : 2085-4757 64
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

keterlibatan seluruh subyek hukum dalam yang dikemukakan oleh Lawrence
setiap hubungan hukum untuk proses Friedman. Menurut Lawrence Friedman
penegakan hukum baik polisi jaksa dan ada 3 Faktor yang mempengaruhi
hakim. Selanjutnya, penegakan hukum dari Penegakan Hukum itu yaitu:10
sudut pandang obyeknya atau hukum itu Pertama, Struktur hukum yang
sendiri juga dapat dibedakan dalam arti meliputi lembaga-lembaga pemegang
luas dan sempit. Penegakan hukum dalam fungsi kekuasaan di negara kita yaitu
arti luas dapat berarti penegakan hukum eksekutif, legislatif dan yudikatif serta
yang mencakup atau meliputi nilai-nilai lembaga-lembaga terkait, seperti
keadilan yang hidup di tengah masyarakat Kejaksaan, Kepolisian, Pengadilan, Komisi
dan nilai-nilai keadilan yang terkandung Judisial, Komisi Pemberantasan Korupsi
dalam hukum formal itu sendiri. (KPK) dan lain-lain. Struktur hukum tentu
Penegakan hukum dari aspek obyeknya sangat mempengaruhi tegak tidaknya
dalam arti sempit dapat diartikan sebagai hukum tersebut karena struktur hukum
penegakan hukum yang sebagaimana yang terkait dengan kewenangan lembaga
tertuang dalam aturan yang tertulis atau penegak hukum dalam membuat dan
formal. Penegakan hukum memang telah mengaplikasikan hukum, Permasalahan
menjadi persoalan yang hingga saat ini umum yang terjadi terkait dengan struktur
mungkin masih menimbulkan tanda tanya hukum, adalah :1).Kualitas Lembaga-
apakah penegakan hukum telah berjalan lembaga Penegak Hukum, Seperti di
dengan baik atau bahkan stagnan tanpa ada Negara kita bahwa Lembaga Penegak
kemajuan. Menurut Adnan Topan Husodo Hukum di Negara kita terdiri atas
(Wakil Koord. ICW), selama kurun waktu Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman.
sepuluh tahun, yakni sejak tahun 2002 2).Kualitas aparat Penegak hukum yaitu
sampai dengan tahun 2012 saja dalam individu-individu yang berada pada
pemantauan ICW telah ditemukan sekitar lembaga-lembaga penegak hukum. Kedua,
empat puluh sembilan (49) terpidana Substansi hukum yaitu terkait dengan
dalam kasus korupsi yang putusan substansi hukum berarti akan berbicara
terhadap mereka tidak dapat dieksekusi mengenai isi dari suatu aturan hukum,
karena berbagai alasan. Melihat pada maka persoalan yang berhubungan dengan
kenyataan tersebut jelas dapat membuat substansi hukum adalah mengenai norma,
masyarakat luas menjadi ragu terhadap peraturan maupun undang-undang yang
keseriusan upaya penegakan hukum yang kadang tidak bisa mengakomodasi
dilakukan pemerintah di Indonesia. berbagai kepentingan masyarakat karena
Keraguan terhadap penegakan hukum di tidak adanya peran serta dalam hal aspirasi
sisi lain juga akan berimplikasi menurun di masyarakat terhadap substansi produk
nya tingkat kesadaran hukum masyarakat. hukum yang akan dibuat. Substansi hukum
Sehingga yang terjadi adalah kekacauan menjadi faktor tidak berjalan dengan baik
hukum, dimana penegakan aturan hukum nya hukum ditataran pelaksanaan nya
berjalan lambat dan kesadaran hukum contoh banyak produk-produk hukum yang
masyarakat rendah. Jika melihat pada secara substansial tidak mewakili dan
kompleksnya Problematika Penegakan mengakomodir keinginan dan kepentingan
Hukum di Negara kita maka mungkin
10Lawrence M. Friedman, Hukum Amerika Sebuah
dapat diuraikan sesuai dengan pendapat
Pengantar, PT Tata Nusa, Jakarta, 2001, hlm. 7-8

ISSN : 2085-4757 65
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

masyarakat bahkan terkesan merupakan kandas dan kalah akibat putusan
produk hukum yang disetting untuk pengadilan yang berpihak kepada golongan
kepentingan golongan tertentu saja. tertentu yaitu para pemilik modal dan
Kelemahan substansi lain nya yaitu pemilik kekuasaan. Hal tersebut membuat
pedoman dalam ketentuan hukum yang dampak yang nyata yang negatif misalnya
secara substansial telah ketinggalan zaman saja secara individu, seseorang gampang
contoh KUHP, sebagaimana yang kita mencurigai seorang yang lain, gampang
ketahui bahwa KUHP yang sekarang berperilaku seenaknya seolah-olah tidak
dipergunakkan merupakan warisan ada aturan dan hukum yang dapat
pemerintahan kolonial belanda yang dijadikan pegangan dan pedoman dianggap
tentunya banyak ketidak sesuaian dengan tidak dapat memenuhi keinginan
dinamika dan perkembangan masyarakat masyarakat.Kemudian Secara komunal,
pada saat ini. Ketiga, Kultur hukum atau prinsip kehidupan komunal yang bersifat
Budaya hukum adalah meliputi pandangan, anarkisme semakin berkembang. Hal ini
kebiasaan maupun perilaku dari ditandai dengan persoalan individu
masyarakat mengenai pemikiran nilai-nilai dianggap sebagai persoalan kelompok
dan pengharapan dari sistem hukum yang yang melahirkan konflik antar kelompok
berlaku, dengan perkataan lain, budaya misalnya tawuran antar kelompok atau
hukum itu adalah iklim dari pemikiran bahkan aksi main hakim sendiri.
sosial tentang bagaimana hukum itu Sementara itu, pada tataran institusional
diaplikasikan, dilanggar atau dilaksanakan terlihat dari contoh lemahnya lembaga-
yang berkaitan dengan struktur dan lembaga hukum dalam melakukan proses
substansi hukum. Persepsi masyarakat penegakan hukum yang membuat
terhadap hukum tentunya akan masyarakat menilai bahwa hukum tidak
mempengaruhi pola perilaku masyarakat berjalan dengan baik. Sementara dalam
terhadap hukum artinya ketika masyarakat konteks pemerintahan, permasalahan
menilai secara struktur dan substansi diskriminasi dalam penyelenggaraan
hukum lemah maka otomatis kepatuhan pemerintahan dan hukum masih menjadi
masyarakat juga akan berkurang. Budaya persoalan yang serius. Dimana, proses
hukum juga dapat dimaknai sebagai nilai- penegakan hukum dan penyelenggaraan
nilai dasar bagi berlakunya hukum, nilai- pemerintahan masih kental dengan praktek
nilai yang merupakan konsepsi-konsepsi KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).
abstrak mengenai apa yang dianggap baik
dan apa yang dianggap buruk. Nilai-nilai Perbaikan Sistem Hukum dalam
tersebut, biasanya merupakan pasangan Konteks Penegakan Hukum
nila-nilai yang mencerminkan dua keadaan
ekstrim yang harus diserasikan.Terkait Upaya agar adanya perubahan dan
dengan itu, Pemaknaan tentang hukum pembaharuan di bidang hukum yang
sekarang dalam kondisi tertentu seakan tentunya diinginkan oleh masyarakat
tidak mengikat lagi, semua boleh diatur semakin bergema seiring dengan kondisi
karena yang mengatur bukan lagi hukum hukum yang semakin terpuruk. Perubahan
itu sendiri tetapi kekuasaan dan harta. Ini atau Reformasi sistem hukum menjadi
akibat frustasinya para pencari keadilan di wacana hangat yang patut di sambut baik
pengadilan atau meja hijau yang harus demi perbaikan kondisi hukum di Negara

ISSN : 2085-4757 66
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

ini. Karena kita telah sepakat hukum membuat publik geleng-geleng kepala
menjadi salah satu penentu perbaikan adalah Kasus Korupsi Akil Muchtar
bangsa di atas moralitas dan kepribadian sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi yang
masyarakat.Kemerosotan dalam bidang seharusnya menjadi panutan dan contoh
hukum di Indonesia juga disebabkan bagi masyarakat akan tetapi sebaliknya
karena sistem hukum yang bekerja di malah mencoreng istitusi yang selama ini
dalamnya mengalami disorientasi gerakan marwah nya begitu besar. Koruptor di
dan tujuan oleh karena itu perlu adanya Indonesia bisa dengan leluasa menikmati
perbaikan yang sistematis dan terstruktur hidup seakan tanpa dosa, karena mereka
terhadap sistem hukum tersebut. Sistem memandang bahwa penegakan hukum di
hukum yang dimaksud dan perlu Negara kita belum lah sempurna sehingga
diperbaiki adalah sesuai dengan pendapat banyak celah yang dapat digunakan untuk
Lawrence Friedman diatas yaitu, struktur, melakukan tindakan tercela tersebut
substansi dan kultur hukum. Perbaikan misalnya korupsi. Ketimpangan hukum
Struktur hukum,Struktur adalah pola yang lainnya jika kita ambil contoh terpidana
menunjukkan tentang bagaimana hukum korupsi Arthalyta Suryani misalnya, ketika
dijalankan menurut ketentuan-ketentuan telah divonis bersalah dan dihukum dan
formalnya. Struktur ini jika dikaitkan ketika di penjara bahkan menerima
dengan struktur hukum terkait dengan fasilitasi yang mewah, menempati ruang
bagaimana pengadilan, pembuat hukum tahanan yang terbilang mewah dari
dan badan serta proses hukum itu berjalan tahanan yang lain karena lengkap dengan
dan dijalankan sesuai dengan fungsinya, fasilitas televisi, kulkas, AC, bahkan
Struktur diibaratkan sebagai mesin yang di sampai ruang Karaoke. Atau kasus yang
dalamnya terdapat berbagai macam paling baru adalah fasilitas lengkap nan
komponen-komponen yaitu institusi- mewah milik seorang narapidana kasus
institusi pembuat dan penegakan hukum narkoba di Sulawesi yang juga membuat
Eksekutif, Legislatif, Kepolisian, publik semakin heran dengan hukum dan
Kejaksaan dan Pengadilan. Ketika salah penegakan Hukum di Indonesia. Hal lain
satu komponen rusak atau lemah maka nya kemudian juga banyak memper-
tentunya akan mempengaruhi kinerja lihatkan adanya diskriminasi atau tebang
mesin secara keseluruhan. Berkaitan pilih di dalam pemutusan perkara oleh
dengan struktur hukum tersebut diatas lembaga peradilan kita dimana rakyat
menarik jika kita melihat pada kondisi miskin yang tidak mempunyai kekuatan
akhir-akhir ini yaitu banyaknya isu yang financial seakan hukum begitu runcing
diperbincangkan yang paling mencolok kepadanya sedangkan para orang-orang
mungkin adalah permasalahan Korupsi. yang berduit menganggap hukum itu bisa
Korupsi yang seakan sudah menjadi tradisi dibeli dan dengan gampang merasakan
yang mendarah daging di Negara ini. tumpulnya penegakan hukum itu.
Penyakit korupsi melanda seluruh lapisan Pertanyaan yang umum dimasyarakat
masyarakat bahkan yang menjadi perhatian sebenarnya apa yang terjadi dengan
saat ini adalah para aparat atau oknum penegakan hukum di Negara kita, sehingga
yang seharusnya menjadi penegak hukum yang harusnya Justice for all (keadilan
dalam kasus ini juga ikut terkait dan untuk semua) berubah menjadi Justice not
terlibat di dalamnya. Contoh kasus yang for all (keadilan untuk tidak semua).

ISSN : 2085-4757 67
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

Hukum di negara kita ini seakan tidak calon wakil yang nantinya mewakili
memperlihatkan cerminan terhadap kepentingan dalam kedudukan nya sebagai
kesamaan di depan hukum yang merata wakil rakyat di Legislatif baik di daerah
kepada semua lapisan masyarakat, padahal maupun di pusat, sehingga kualitasnya
dalam konsep negara hukum terkandung dapat memberikan pengaruh terhadap
prinsip Equality Before The Law yang kualitas produk peraturan perundang-
berarti perlakuan yang sama dihadapan undangan yang akan dibuat. Lemahnya
hukum tidak memandang apakah pejabat mentalitas aparat penegak hukum juga
atau pejahat sekalipun ketika melakukan mengakibatkan penegakkan hukum tidak
tindakan yang melanggar hukum maka berjalan sebagaimana mestinya. Banyak
akan dihukum sesuai ketentuan hukum faktor yang mempengaruhi lemahnya
yang berlaku. Berbagai kasus terkait mentalitas aparat penegak hukum
dengan penegakan hukum di Indonesia diantaranya lemahnya pemahaman agama,
yang sangat memprihatinkan menjadi etika, moral dan motif ekonomi, serta
cambuk atau pukulan telak serta menjadi proses rekruitmen yang tidak transparan
potret buram bagi kita semua sebagai satu dan banyak lagi yang lain nya.. Jika
kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan peraturan yang dibuat sudah baik, tetapi
Republik Indonesia. Problematika lain nya kualitas penegak hukum yang menjalankan
ternyata selain lembaga peradilan, ternyata peraturan tersebut rendah maka tentunya
oknum-oknum di Kepolisianpun tidak hukum tidak akan berjalan dengan baik.
lepas dari penyelewengan hukum. Demikian juga sebaliknya, apabila
Misalnya saat terkena tilang oleh oknum peraturannya masih kurang atau tidak baik
polisi lalu lintas, ada beberapa oknum sedangkan kualitas penegak hukum sudah
polisi yang mau atau bahkan terkadang baik, maka penegakan hukum juga tidak
minta suap agar kasus ini tidak dapat berjalan dengan baik. Perbaikan
diperpanjang, Inilah contoh konkrit Substansi Hukum,Substansi adalah apa
gambaran hukum dan penegakan hukum di yang dikerjakan dan dihasilkan oleh
Negara kita. Terkait dengan hal ini, maka struktur hukum itu, yang berupa putusan
perlu kiranya dilakukan upaya perubahan dan ketetapan, aturan baru yang disusun
menuju perbaikan sistem hukum di Negara berupa produk hukum yang nantinya akan
kita, misalnya seleksi yang objektif dan diimplementasikan pada masyarakat,
transparan terhadap aparatur penegak substansi juga mencakup aturan yang
hukum karena yang nantinya menegakan hidup dan bukan hanya aturan yang ada
hukum adalah aparatur penegak hukum dalam kitab Undang-Undang.Selain itu,
baik di Kepolisan, Kejaksaan Maupun di substansi suatu peraturan perundang-
Pengadilan. Selain itu, keanggotaan undangan juga dipengaruhi sejauh mana
lembaga legislatif selaku pembuat produk peran serta atau partisispasi masyarakat
peraturan perundang-undangan juga dalam merumuskan berbagai kepentingan-
harusnya mendapat perhatian dalam nya untuk dapat diatur lebuh lanjut dalam
proses pemilihannya walaupun dipilih suatu produk peraturan perundang-
secara langsung tetapi partai dapat menjadi undangan. Partisipasi menunjukan bahwa
penyaring bagi individu-individu yang ada peran serta masyarakat untuk
benar-benar berintegritas dan masyarakat (mengawasi, mengontrol dan
selaku pemilih juga harus jeli melihat mempengaruhi) dalam suatu kegiatan

ISSN : 2085-4757 68
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

pembentukan peraturan, mulai dari pemanfaatan norma-norma lain diluar
perencanaan sampai dengan evaluasi norma hukum menjadi salah satu alternatif
pelaksanaan suatu produk hukum baik untuk menunjang imeplementasinya norma
yang berbentuk Undang-Undang sampai hukum dalam bentuk peraturan perundang-
dengan produk hukum daerah berupa undangan. Misalnya, pemanfaatan norma
Peraturan Daerah (Perda). Adanya agama dan norma moral dalam melakukan
partisipasi masyarakat dalam pembentukan seleksi terhadap para penegak hukum, agar
suatu Undang-Undang memungkinkan dapat melahirkan aparatur penegak hukum
substansi dari suatu Undang-Undang atau yang berintegritas memiliki kompetensi
produk hukum lain nya benar-benar yang baik melindungi kepentingan rakyat,
berasal dari pemikiran atau aspirasi yang maupun sebagai norma pelengkap dalam
dinginkan masyarakat yang berkembang rangka menegakkan hukum.Meningkatkan
didalam masyarakat yang akan ditampung Kesadaran Hukum masyarakat melalui
melalui lembaga perwakilan atau badan sosialisasi atau penerangan hukum juga tak
legislatif, dan didalam lembaga inilah kalah penting selain persoalan sistem
pemikiran atau ide tersebut kemudian hukum yang harus diperbaikiguna
dirumuskan untuk dijadikan sebagai mencapai tujuan dan terciptanya supremasi
produk hukum baik Undang-Undang hukum.
maupun produk hukum lain nya. Substansi
hukum juga terkait dengan peran serta KESIMPULAN
masyarakat untuk mendorong pemerintah
dan legislatif untuk segera merancang Implikasi dari suatu konsepsi Negara
peraturan perundang-undangan yang baru Hukum yang telah disepakati bersama di
misalnya RUU KUHP agar secara Indonesia yang tertuang dalam Konstitusi,
substansial aturan hukum yang ada sesuai maka sudah selayaknya segenap rakyat di
dengan keadaan masyarakat pada saat ini. Indonesia menghormati dan selalu
Perbaikan dari segi kultur hukum,yang menerapkan prinsip-prinsip Negara
tidak kalah penting adalah kultur atau Hukum dalam kehidupan berbangsa dan
budaya hukum karena kultur hukum bernegara. Akan tetapi pada implementasi
menyangkut apa saja atau siapa saja yang nya yang terjadi adalah banyak terjadi
memutuskan untuk menghidupkan dan permasalahan atau problematika dalam
mematikan mesin dalam hal ini struktur upaya menegakkan hukum dan penerapan
dan substansi hukum itu, serta prinsip-prinsip Negara Hukum yang
memutuskan bagaimana mesin itu dilakukan oleh para oknum atau aparat
digunakan, yang mempengaruhi suasana Penegak Hukum, hal ini menimbulkan
pikiran sosial dan kekuatan sosial yang ketidakpuasan dan berkurangnya
menentukan bagaimana hukum digunakan, kepercayaan masyarakat terhadap kinerja
dihindari atau disalahgunakan . Untuk itu aparat penegak hukum, dan dari tumpukan
diperlukan upaya untuk membentuk suatu kekecewaan tersebut, kadang memuncul-
karakter masyarakat yang baik agar dapat kan luapan emosi yang terlihat dari sikap
melaksanakan prinsip-prinsip maupun main hakim sendiri di dalam masyarakat
nilai-nilai yang terkandung didalam suatu dalam mewujudkan rasa keadilan
peraturan perundang-undangan (norma masyarakat karena berkurangnya
hukum). Terkait dengan hal tersebut, maka kepercayaan terhadap hukum itu sendiri.

ISSN : 2085-4757 69
Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 11, No 1, April 2016 Problematika Penegakan...(Rico Septian Noor) 58-70

Hal ini menjadi gambaran bahwa hukum Philipus M. Hadjon, 1994, Ide Negara
belum mendapat kepercayaan penuh dari Hukum Dalam Sistem
masyarakat yang tentunya memegang Ketatanegaraan Republik
peranan yang penting dalam Indonesia, (Makalah).
menumbuhkan kesadaran dan kepatuhan Sjachran Basah, 1992, Perlindungan
terhadap hukum dalam masyarakat Hukum Terhadap Sikap Tindak
sekaligus menegakkan prinsip-prinsip Administrasi Negara, Alumni,
Negara hukum. Untuk itu, ketiga faktor Bandung.
Penegakan Hukum yaitu Struktur, Satjipto Rahardjo, 2009, Negara Hukum
Substansi dan Kultur Hukum haruslah Yang Membahagiakan Rakyatnya,
berjalan dengan baik, ketiga faktor Gentha Publishing, Yogyakarta.
tersebut harus saling bersinergi agar upaya Sudikno Mertokusumo, 2003.Mengenal
penegakan hukum yang selama ini Hukum-Suatu Pengantar, Liberty,
dilakukan dapat berjalan dengan baik dan Yogyakarta.
tentunya masyarakat selalu mendambakan Sukarno Aburaera dkk, 2009.Filsafat
hukum yang dapat memenuhi rasa keadilan Hukum, Bayumedia Publishing,
bagi masyarakat bukan hukum yang Malang.
layaknya pisau hanya sekedar tajam ke http:///www.google.com.Problematika+hu
bawah tapi tumpul ke atas. kum-di-indonesia.htmldiakses Pada
Tanggal 14 Maret 2016.
DAFTAR RUJUKAN http:///www.antikorupsi.org.diakses Pada
Tanggal 14 Maret 2016.
A. Hamid S. Attamimi,1992.Teori
Perundang-Undangan Indonesia,
Pidato Pengukuhan Jabatan Guru
Besar Tetap Fakultas Hukum
Universitas Indonesia.
Dicey, A.V,1952.Introduction to Study of
The Law of The Constitution, Ninth
Edition, ST. Martin’s Street,
London: Macmillan And Co,
Limited.
FreidrichJulius Stahl dalam Astim Riyanto,
2006.Teori Konstitusi, Bandung:
Yapemdo.
Lawrence M. Friedman, 2001.Hukum
Amerika Sebuah Pengantar, PT
Tata Nusa, Jakarta.
Otje Salman S., H.R. dan Anthon F.
Susanto,2004.Teori Hukum,
Mengingat, Mengumpulkan dan
Membuka Kembali, PT Refika
Aditama, Bandung.

ISSN : 2085-4757 70