You are on page 1of 7

Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2005 ISSN 0854 - 5561

KE DAFTAR ISI

DISTRIBUSI PARTIKULAT DAN HUBUNGANNYA DENGAN


KONTAMINASI ZAT RADIOAKTIF DI UDARA PADA
OPERA TlNG AREA SERTA SERVICE AREA INST ALASI
RADIOMET ALURGI

Budi Prayitno

ABSTRAK
DISTRIBUSI PARTIKULAT DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONTAMINASI ZAT
RADIOAKTIF 01 UDARA DAERAH OPERATING AREA SERTA SERVICE AREA
INSTALASI RADIOMETALURGI. Pengukuran Distribusi Partikulat dan Hubungannya
dengan Kontaminasi Zat Radioaktif di Udara pada Operating Area Serta Service
Area Instalasi Radiometalurgi. Pengukuran distribusi partikulat dilakukan dengan
menggunakan alat ukur distribusi partikulat tipe GT- 521 dan Porta Cont buatan TSI
USA, sedangkan untuk mengetahui besarnya kontaminasi zat radioaktif di udara
dilakukan dengan menggunakan pencuplik udara dan hasilnya dicacah dengan
menggunakan detektor alpha tipe SAC-4. Dari hasil pantauan distribusi partikulat
tersebut dipelajari hubungannya dengan aktivitas zat radioaktif alpha yang terdapat di
udara. Dari hasil pengukuran I pantauan tersebut ada kecenderungan semakin tinggi
nilai distribusi partikulat semakin besar pula aktivitas zat radioaktif alpha yang terdapat di
udara. Dari distribusi partikulat menunjukkan daerah Operating Area merupakan Class
100.000 (M7). Sedangkan pantauan radioaktifitas alpha di udara memenuhi persyaratan.

PENDAHULUAN radioaktif di udara yang melebihi batasan yang


Instalasi Radiometalurgi Pusat diizinkan (20 Bq I m3 ). Bahaya radiasi interna
Teknologi Bahan Bakar Nuklir ( IRM-PTBN) dapat disebabkan diantaranya karena sistem
memiliki 12 bilik panas yang terdiri dari 3 bilik ventilasi yang kurang baik atau bocornya
beton dan 9 bilik baja serta laboratorium sistem saluran udara buang serta tidak
analisis pendukung lainnya. Dengan fasilitas ini berfungsinya sistem tekanan negatif antar
IRM-PTBBN dapat melakukan uji Pasca zone didalam instalasi nuklir tersebut.
irradiasi elemen bekas baik untuk elemen Semua udara yang keluar dari
bekas eksperimental maupun elemen bekas laboratorium IRM maupun hot cell IRM
reaktor daya serta bahan struktur untuk dikumpulkan pada satu saluran udara buang
pendukung pembuutan elemen bakar nuklir. (exhaust air room) dan dilepas ke lingkungan
Karena kegiatannya tersebut dimungkinkan melalui cerobong setinggi 60 meter. Pergantian
timbulnya bahaya radiasi externa maupun udara didesain berdasarkan standard IAEA
intern a bagi para pekerja radiasi yang bekerja (Safety saries NO.30 th 1981), untuk daerah
didalam instalasi tersebut. Bahaya radiasi hijau ( zone II) : 5 - 10 kaliljam dan untuk
externa dapat ditimbulkan karena pekerja daerah kuning (zone III): lebih dari 5 kali/jam
radiasi menerima paparan radiasi melebihi serta daerah merah (zone IV) : 10 - 30
batasan yang diizinkan ( 25 IJ Sv I Jam ) kaliljam. Untuk menjamin kesempurnaan
ataupun dibawahnya ( efek stokastik ) yang ventilasi yaitu aliran udara mengalir dari
tidak mempunyai dosis ambang. Sedangkan daerah yang lebih bersih menuju ke daerah
bahaya radiasi interna dapat terjadi dengan risiko kontaminasi lebih tinggi. IRM
diantaranya karena adanya kontaminasi zat

260

J.

,.
ISSN 0854 - 5561 Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2005

dibagi menjadi 4 daerah tekanan negatif Laboratorium bersih ( Clean Room ).~Dalam
sebagai berikut : standar NBS (NIST) ditentukan tiga klas
1. Zone I dengan tekanan : 0 - 50 Pa laboratorium yaitu : Ordinary Laboratory, Clean
2. Zone II dengan tekanan : 70 - 100 Pa Room dan Clean Hood. Untuk standar clean
3. Zone III dengan tekanan : 120 - 150 Pa room ini ditentukan sebagai Class 100 dengan
4. Zone IV dengan tekanan : di atas 250 Pa pengertian jumlah partikulat lebih kecil atau
Menurut standard IAEA dari Safety sama dengan 100 partikulat I Cubic foot
Series No. 17 "Technique for Controlling Air dengan diameter partikulat 0,5 um. Pada
Pollution from the Operation of Nuclear dasarnya untuk laboratorium analisis yang
Facilities" selisih tekanan negatif kira-kira - 2,5 menggunakan alat seperti : SEIvt,TEM,UV-VIS
mm wg atau 24,5 Pa .. Untuk memperoleh dan sejenisnya kasifikasinya seharusnya
perbedaan tekanan masing-masing daerah adalah kodisi Clean Room . Untuk kondisi
digunakan Automatic Control Damper. Kondisi tersebut harus dipenuhi beberapa persyaratan
udara tergantung pad a fungsi masing-masing diantaranya mengacu kedalam standar tabel
ruang. Secara garis besar tingkat suhu dan 1. dibawah ini :
kelembaban udara pada ruangan
dikelompokkan sebagai berikut: Tabel 1.Konsentrasi Partikulat di dalam
1.Tempat kerja pernldnen, laboratorium & Laboratorium dalam Satuan IJ gram I m3
ruang kontrol(220 - 250)oC, (45 - 65) Berdasarkan standart NIST
RH (Relatif Humidity)
3Cu
Pb
Cd
0,002 0,000 I 7I ttd
iI Fe
0,00 0,001
0,4
0,02 0,2 2
0,000 0,000
!
2. Ruang-ruang operasional/mesin-mesin
Clean listrik I 0,000 I
Room Laboratoriu
Laboratory
Ordinary Laboratory i 9 m
Clean Hood I2 12 I
200 - 350C, max 65% RH
3. Sel baja: maks 400C, maks 60% RH
4. Sel beton maks 600C, maks 60% RH

Selain dari aturan aturan tersebut


diatas. ada aturan lain yang perlu diperhatikan
yaitu standar bersih laboratorium. Standar
bersih laboratorium yang dipakai oleh badan
Disamping itu ada ketentuan
standar di Amerika (NBS) atau dikenal dengan
Internasinal lain yang dapat diacu dari standart
NIST (National Institute Standard and
untuk Cleansrooms dari Institute of
Technology. Laboratorium yang sistem udara
Environmental Science and Technology.
masuk menggunakan filter HEPA biasanya
drafted IES-RP-CC-006-84-T seperti Tabel 2.
keadaan udara didalam laboratoriumnya
dibawah ini :
bertujuan untuk mencapai kondisi

261
Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2005 ISSN 0854 - 5561

Tabel 2. Konsentrasi Partikulat untuk laboratorium berdasarkan Standar Internasional

75.7 30.9 0.875


265 106 :tOO
757 309 8.75
2,650 1,060 30.0
7,570 3,090 87,5 1,000
26,500 10,600 300 3,530
75,700 30,900 875 10,000-
35,300 247 7.00
100, 618 17.5
353.0 2,470 70.0
1,000 6,180 175
3,530 24:700 700
10,000.000

Berdasarkan ukurannya yang menghitung partikulat merek : Porta Count TSI


dimaksud partikulat yaitu zarah yang USA. Alat ini mempunyai kemampuan
berukuran 0,01 IJ m sampai dengan 5 IJ m. menghitung jumlah partikulat secara
Partikulat yang berukuran lebih keeil dari 2,5 IJ keseluruhan dari mulai berukuran 0,01 IJm
m dengan mudah dapat terhisap dan masuk sampai dengan 5 IJ m. Sedangkan untuk
kedalam saluran pernapasan menuju ke paru- mengetahui penghitungan Classrooms
paru. Sementara paru-paru adalah organ tubuh digunakan alat couter partikulat merek :
yang paling lambat mengusir benda asing Particle Monitor Instruments model GT - 521.
tersebut. Kemudian bend a asing tersebut Adapun lokasi pengambilan jumlah partikulat
dapat terdeposit di paru-paru dan berakibat dan euplikan udara dapat dilihat di gambar (1)
terjadinya kerusakan paru-paru. Badang di bawah ini.
Perlindungan Amerika Serikat ( EPA ) tahun
1997 menetapkan standar maksimum Langkah-Iangkah pengambilan cuplikan udara
partikulat yang terdapat di udara setiap dengan air samplear dan peneaeahannya
tahunnya maksimum sebesar 15 IJ gram adalah sebagai berikut :
partikulat / m3.
Berdasarkan aturan yang berlaku 1. Tempatkan alat peneup!ik udara (movable)
untuk menjamin keselamatan pekerja radiasi ditempatkan ruangan yang akan dipantau
yang bekerja di instalasi nuklir seperti IRM ini tingkat radioaktivitas udaranya pad a
perlu dipantau kondisi radioaktifitasnya dan ketinggian sekitar 150 em.
untuk menunjang hasil anal isis sampei di 2. Pasang kertas filter di filter holder
laboratorium perlu diketahui distribusi partikulat pencuplik udara.
didalam laboratorium tersebut. 3. Hubungkan alat pencuplik udara dengan
sumber listrik tegangan 220 volt dan
TATA KERJA hidupkan sumber listrik.
Pegambilan data untukdistribusi 4. Catat: posisi penunjuk flow ratemeter awal
partikulat dan aktivitas radiasi alpha di udara dan akhir pencuplikan, nomor ruangan
dilakukan didaerah Operating area dan Service kerja, lama pencuplikan
area Instalasi Radiometalurgi. Untuk distribusi
partikulat dilakukan dengan bantuan alat

262
ISSN 0854 - 5561 Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2005

5. Matikan alat pencuplik udara setelah Langkah-Iangkah pemantauan distribusi


pencuplikan selama 15 menit dan matikan partikulat dengan Porta Count TSI USA di
sumber listrik. udara sebagai berikut :
6. Lepaskan kertas filter dengan
menggunakan pinset dan tempatkan 1. Isi (charge) bateray sekitar 15 jam dan isi
dalam wadahnya. cairan pendingin alkohol yang tersedia
7. Kertas filter hasil cuplikan udara di cacah 2. Operasikan alat ditempat pencuplikan
dengan detektor alpha model SAC-4 udara dititik-titik pengambilan masing-
selama 5 menit. masing sebanyak 10 kali, setingi 150 Cm
8. Hasil cacahan digunakan untuk meng- dan caiat uniui<. masillg-masing data
hitung besarnya aktivitas radioatif alpha di distribusi partikulat yang ada dilayar
udara dengan bantuan persamaan (1) monitor alat.
dengan efisiensi detektor sebesar 23 % 3. Data bacaan dalam satuan partikulat I Cm
3

Langkah-Iangkah pemantauan distribusi


partikulat dengan GT-521 di udara sebagai- HasH-HasH dan Pengolahan Data
berikut : Adapun lokasi pengambilan
1. Isi (charge) bateray alat GT -521 sekitar 15 jumlah partikulat dan cup!ikan udara serta
jam dan hidupkan alat tersebut dengan hasil-hasil datanya dapat dilihat pada gambar
memasang terlebih dahulu filter HEPA (1) dan hasil pengukuran dilihat pad a tabel.3,
yang tersedia diperangkat alat. tabelA, tabel.5,tabel.6 dan tabel.7
2. Filter HEPA tersebut berfungsi untuk
membersihkan udara I partikulat yang
; J,,.I ~~I 141)0
3.
r
berada didalam alat GT-521.
~
Atur alat untuk diameter
Gf .' '
~
partikulat
~.~ 0,5 fJm
g; ,?
i1>

i1>

')
:J
0,
.".
JsTi,
I ~:

.' l~
~-
14iJB
";5
I140 E
1~1l;;1'~lol- 11}1
;:,.
;,: I""
-1 140 P.
"

~ ~ t7r
sid 5 !-1mdan lama pencuplikan selama 1 '02

men it serta besarnya satuan dalam


partikulat I liter.
4. Atur alat GT-521 untuk pengambilan
berbatas bawah dan berbatas atas (mode:
Difference)
5. Lengkapi alat dengan perangkat ujung
pengambilan partikulat.
6. Operasikan alat ditempat pencuplikan
udara dititik-titik pengambilan masing-
masing sebanyak 5 kali setinggi 150 Cm.
7. Data pantauan langsung terekam di alat Gambar (1). Peta lokasi pengambilan cuplikan
GT-521. udara dan jumlah partikulat.

263
Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2005 ISSN 0854 - 5561

Tabel. 3: Distribusi Partikulat di di Operating Area dengan diameter 0,01 !Jm sid 5 !Jm
( Partikulat I Cm 3 )

140B
3.579
2.778
140E
2.7882.390
2.892
140A
140C
1400
176
93 69 40
41
LOKASI

Jumlah Rerata Partikulat di Operating Area = ( 2.885 84) partikulat I Cm 3

Tabel.4: Distribusi Partikulat di di Service Area dengan diameter 0,01 IJm sId 5 IJm
( Partikulat I Cm 3 )

3.318
143B
143A 3.597
34 42
LOf<ASI

Jumlah Rerata Partikulat di Service Area = ( 3.458 38) partikulat! Cm 3

Tabel. : Distribusi Partikulat di di Operating Area dengan diameter 0,5 IJm sId 5 IJm untuk
penentuan classrooms ( Partikulat I Liter)
!!
140C
9.448
174.441
140B
101400
7.901
24
11 5 140A
9.8295.549
'140E
DIAMETER

Rerata distribusi partikulat untuk diameter 0,51JmsId 5IJm (8.834 1.991) Partikulat I Liter

Untuk pantauan radioaktif a. di udara 1


pada daerah Operating Area dan AK = N x --- x ...... ( 1 )
ServiceArea dilakukan dengan mengguna- V Ed
kan air sampler. Kemudian kertas filternya
dicacah dengan alat cacah radiasi alpha dengan :
model SAC-4 dan hasil berikut ralatnya Ak = aktivitas kontaminasi radioaktif
3
dapat dilihat di Tabel.6 dan Tabel.7 dibawah alpha, Bq/m
ini. Hasil cacahan radioaktif alpha tersebut
dihitung aktivitas radiasinya dengan N = cacah n8tto cuplikan, Cps
menggunakan persamaan : V = volume udara yang dihisap, m3
E = efisiensi alat cacah, 23,06 %

264
ISSN 0854 - 5561 Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2005

Ralat hasil pengukuran radioaktif alpha persamaan (1) dan hasilnya ditampilkan di
dihitung dengan cara perambatan ralat dari Tabel.6 dan Tabel.7 di bawah ini.

Tabel .6: Aktivitas radioaktif a di udara pada daerah operating area

Sv
Se
volume
Ralat
0,042
0,007
0,101 Ak
Sak
Cacahan
cacah
Ralat
Volume
Efisiens
Aktivitas
Ralat
efisiensi
0,378
0,041
0,045
0,011
0,044
0,117
0,108
0,095
0,113
0,08
0,375 Sn
Uam)
N
(cps)1,1550,633
V23,06
1,2490,670
1,0860,670
1,3460,704
1,3000,633
(cps) (%)
(m3) (m3) (Bq/m3 ) Ralat

Aktivitas radioaktif a rata-rata di udara pada daerah operating area (1,227 0,662) Bq/m3

Tabel .7: Aktifitas radioaktif a di udara pada daerah service area


- I
1 SvSe
volume
Ralat
Cacahan
efisiensi
Ralat
Aktivitas
Volume
Efisiensi
Ak
0,011
0,143
0,375
0,007
N0,051
0,047
Sn Sak Ralat
cacah
0,378
0,78
0,372
23,06
1,5140,767
0,050
0,132
0,151
0,128
1,7280,845
1,4680,750
1,6500,819
1,4920,633
0,08
J
(m3)
V (cps)
10,048
(%)
0,007(m3)
(Bq/m3 )
E (%) Ralat
(cps)

Aktivitas radioaktif a rata-rata di udara pad a daerah service area = (1,570 0,763) Bq/m

PEMBAHASAN partikulat ini dihubungkan dengan kontaminasi


Oari hasil-hasil data distribusi partikulat untuk radioaktif alpha yang berada didaerah tersebut
diameter 0,01 IJm sId 5 IJm didaerah Operating akan lebih besar kontaminasi didaerah Service
area sebesar = ( 2885 84) partikulat I Cm 3 Area (1,570 0,763) Bq/m3 jika dibandingkan
dan daerah Service Area sebesar = ( 3.458 dengan daerah Operating Area area (1,227
38) partikulat I Cm 3 terlihat ada kecen- 0,662) Bq/m3 . Hal ini wajar karena udara akan
derungan partikulat yang terdapat dilabo- bergerak dari Zone 2 (Operat/ng Area) me-
ratorium IRM menuju kedaerah Service Area. nuju Zone 3 ( Service Area) atau dari tekanan
Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan yang positif menuju ketekanan yang lebih
tekanan antara kedua daerah tersebut yaitu negatif. Jika dihubungkan dengan ketetuan ke-
udara akan bergerak dari Zone 2 (Operating selamatan kerja terhadap radiasi aktivitas di
Area) menuju Zone 3 ( Service Area) atau kedua daer8h tersebut dibawah batasan yang
dari tekanan yang positif menuju ketekanan izinkan ( Batasan yang diizinkan maksimum 20
yang lebih negatif. Kemudian jika distribusi ) Bq/m3 . Sedangkan untuk distribusi partikulat

265
Hasi/-hasil Penelitian EBN Tahun 2005 ISSN 0854 - 5561

untuk penentuan classrooms ditunjukan pada DAFTAR PUSTAKA


tabel. 5 dengan diameter 0,5 ~m sId 5 ~m 1. C. Vande Casteele and C. B. Block,
berkisar ( 8.834 1.991 ) Partikulat I Liter atau Modern Methods For Trace Element
sama dengan ( 8.834.000 1.991.000 ) Determination , Copy right 1993 by John
Partikulat I Liter dan jika dihubungkan dengan Wily and Sons Ltd, 1993.
standar yang berlaku termasuk dalam 2. Surat Keputusan I<epala Badan Pengawas
Classrooms 100.000 (M7). Tenaga Nuklir No. 011 Ka- BAPETEN / V-
99 tentang Ketentuan Keselamatan Kerja
KESIMPULAN dan SARAN Terhadap Radiasi, 1999.
Dari hasil pantauan kegiatan ini dapat diambil 3. Sri Wahyuningsih, Pengaruh Ventilasi Dan
beberapa kesimpulan diantaranya Pengkondisian Udara Terhadap Tingkat
1. Ada hubungan antara banyaknya distribusi Radioaktivitas Alpha di Udara Pada
partikulat di daerah Operating Area dan Laboratorium Inst81asi Radiometalurgi.
Service Area dengan tingkat aktivitas Tugas Akhir Jurusan Tekno Kimia STTN
radioaktif alpha di udara di daerah Yogyakarta, 2005.
tersebut. 4. Particle Monitor Model GT-521 Operation
2. Secara keseluruhan untuk daerah Manual, Met One Instruments,lnc 1600
Operating Area dan Service Area IRM jauh NW Washington Blvd.
dibawah batas kontaminasi zat radioaktif 5. Pusat Elemen Bakar Nuklir, "Laporan
yang diizinkan. Analisis Keselamatan Instalasi
3. Untuk distribusi partikulat di daerah Radiometalurgi", Revisi 3, PEBN, Serpong.
Operating Area termasuk dalam 1995.
Classrooms 100.000 (M7 ).
4. Disarankan agar diusahakan untuk
meningkatkan klasifikasi Operating Area
minimal menjadi Classrooms diatasnya.

266 KE DAFTAR ISI