You are on page 1of 3

Pengadministrasian Alat Laboratorium

untuk memudahkan pengecekan, penggunaan ,


pemeliharaan, pengadaan , dan terutama
pertangguangjawaban, semua fasilitas dan alat-
alat/bahan di laborataorium harus
diadminisrasikan. Penngertian pengadministrasian
disini adalah pencatatan nama alat/bahan (
identifikasi alat /bahan ), jumlahnya, ukurannya,
spesifikasinya, merknya, nomer kodenya, dan
tempat penyimpananya. Untuk keperluan
pencatatan alat dan bahan laboratorium ini
diperlukan format atau buku perangkat
administrasi yang meliputi :
i. Buku inventaris
ii. Daftar stok
iii. Daftar permintaan/peminjaman
alat/bahan
iv. Daftar alat/bahan yang rusak
v. Program semester kegiatan
laboratorium
vi. Jadwal kegiatan laboratorium
vii. Pengadaan alat dan bahan
Untuk melengkapi atau mengganti alat dan bahan
yang rusak, hilang, atau habis maka diperlukan
pengadaan. Sebelum pengusulan pengadaan alat
dan bahan dipikirkan hal-hal berikut :
Percobaan apa yang akan dilakukan
Alat dan bahan apa yang akan dibeli ( dengan
spesifikasi yang jelas )
Apakah dana institusi tersedia ?
Proses pengajuan
Prosedur pengadaan alat dan bahan biasanya
dimulai dengan penyusunan daftar alat dan bahan
yang akan dibeli. Daftar pengususlan diperoleh
dari masing-masing usulan dosen/ prodi yang
berada di bawah laboratorium alat dan bahan
yang dikoordinasikan oleh penanggung jawab
laboratorium. Daftar alat dan bahan yang akan
dibeli dibuat berdasarkan program
semester/program kegiatan laboratorium. Daftar
alat dan bahan yang dibeli harus dilengkapi
dengan spesifikasi alat dan bahan, kemudian alat
dan bahan disusun berdasarkan prioritas, artinya
tentukan alat dan bahan yang terlebih dahulu
yang akan digunakan. Daftar alat yang akan dibeli
dipisahkan dari daftar bahan. Setelah selesai
penyusunan daftar alat/bahan, daftar ini
diserahkan oleh penanggung jawab laboraorium
kepada yang berwewenag.