You are on page 1of 3

9/8/2017 Aturan Penentuan BILOKS ~ Pustaka Ilmu

ATURAN PENENTUAN BILOKS

Alif Permana 01:12:00

Dalam penentuan biloks ada beberapa syarat dan cara yang bisa digunakan untuk
mengetahui biloks suatu unsur. Biloks suatu unsure dapat berubah-ubah kecuali unsure logam.
Diantara aturan-aturan penentuan biloks adalah sebagai berikut.

A. Biloks atom dalam unsur bebas sama dengan nol.


Contoh :
H2, O2, N2, setiap atom tersebut memiliki biloks nol.

B. Jumlah biloks semua atom dalam senyawa netral sama dengan nol.
Contoh :
1. Dalam senyawa H2SO4 berlaku : 2 biloks H + 1 biloks S + 4 biloks O = 0
2. Dalam senyawa H2O berlaku : 2 biloks H + 1 biloks O = 0
3. Dalam senyawa CO2 berlaku : 1 biloks C + 2 biloks O = 0

C. Biloks monoatom sama dengan muatan ion.


Contoh :
1. Biloks ion K+ = +1
2. Biloks ion S 2- = -2
3. Biloks ion I - = -1
4. Biloks ion Cl- = -1

D. Jumlah biloks semua atom dalam ion poliatomik sama dengan muatan ionnya.
Contoh :
1. Dalam ion NO3- berlaku : 1 biloks N + 3 biloks O = -1
2-
2. Dalam ion SO4 berlaku : 1 biloks S + 4 biloks O = -2
-
http://alifpustaka.blogspot.co.id/2014/06/aturan-penentuan-biloks.html 1/3
9/8/2017 Aturan Penentuan BILOKS ~ Pustaka Ilmu

3. Dalam ion CN- berlaku : 1 biloks C + 1 biloks N = -1

E. Unsur nonlogam umumnya mempunyai biloks negatif (-).


Contoh :
1. Golongan VII A (F, Cl, Br, I) memiliki biloks (-1).
2. Golongan VI A (O, S, Se) memiliki biloks (-2).
3. Golongan V A (N, P) memiliki biloks (-3).
4. Golongan IV A (C) memiliki biloks (-4).

F. Biloks oksigen (O) dalam senyawanya adalah -2, kecuali senyawa biner fluorida,
peroksida, dan superoksida.
Contoh :
1. Dalam senyawa Na2O, CO2, H2O, dan CaO biloks O adalah (-2).
2. Dalam senyawa H2O2, Na2O2, dan KO2 biloks O adalah (-1).

G. Biloks hidrogen (H) jika berikatan dengan nonlogam sama dengan +1.
Contoh :
1. Biloks H pada senyawa H2O, H2SO4, dan HF adalah (+1).
2. Biloks H pada senyawa CaH2 dan NaH adalah (-1).

H. Biloks logam I A, II A, III A, selalu sesuai dengan golongannya.


Contoh :
1. Golongan I A (Li, Na, K, Rb, Cs) bilangan oksidasinya selalu (+1).
2. Golongan II A (Be, Mg, Ca, Sr, Ba) bilangan oksidasinya selalu (+2).
3. Golongan III A (Al, Ga, In, Tl) bilangan oksidasinya selalu (+3).

I. Biloks logam transisi dengan senyawa dapat lebih dari satu.


Contoh :
1. Unsur Fe memiliki biloks (+3) dalam Fe2O3, memiliki biloks (+2) dalam FeO, dan
seterusnya.
2. Unsur Mn memiliki biloks (+4) dalam MnO2, memiliki biloks (+7) dalam KMnO4, dan
seterusnya.

J. Unsur yang elektronegativitasnya lebih besar memiliki biloks negatif, sedangkan unsur
yang elektronegativitasnya lebih kecil memiliki biloks positif.
Contoh :
1. Biloks O dalam senyawa F2O bernilai (+2) karena elektronegativitas kecil, sedangkan F
biloks bernilai (-1) karena elektronegativitas besar. Atau kata lain F didahulukan dalam
penghitungan biloks.

Sekian artikel yang dapat saya tampilkan. Mohon komentarnya jika ada yang salah ya...
Assalamualaikum...

http://alifpustaka.blogspot.co.id/2014/06/aturan-penentuan-biloks.html 2/3
9/8/2017 Aturan Penentuan BILOKS ~ Pustaka Ilmu

http://alifpustaka.blogspot.co.id/2014/06/aturan-penentuan-biloks.html 3/3