You are on page 1of 13

IX.

PETA KENDALIA ATRIBUT

A. Peta Kontrol
1. Penggunaan Peta Kontrol p
Peta kontrol p digunakan untuk mengukur proporsi ketidaksesuaian atau sering disebut cacat dari
item-item dalam kelompok yang sedang diinspeksi. Dengan demikian, peta kontrol p digunakan
untuk mengendalikan proporsi dari item-item yang tidak memenuhi syarat spesifikasi kualitas atau
proporsi dari produk yang cacat yang dihasilkan dalam suatu proses. Proporsi yang tidak memenuhi
syarat didefinisikan sebagai rasio banyaknya item yang tidak memenuhi syarat dalam suatu
kelompok terhadap total banyaknya item dalam kelompok itu. Item-item itu dapat memiliki
beberapa karakteristik kualitas yang diperiksa atau diuji secara simultan oleh pemeriksa. Jika item-
item itu tidak memenuhi standar pada satu atau lebih karakteristik kualitas yang diperiksa, item-
item itu digolongkan sebagai tidak memenuhi syarat spesifikasi atau cacat. Proporsi sering
diungkapkan dalam bentuk desimal, misalnya 30 unit produk yang cacat dari 100 unit produk yang
diperiksa, dikatakan bahwa proporsi dari produk cacat adalah 30/100 = 0,30. Apabila nilai proporsi
ini dikalikan dengan 100%, maka dapat dinyatakan dalam persen, sehingga dikatakan bahwa
persentase dari produk cacat adalah sebesar (0,30 x 100%) = 30%.

2. Langkah-langkah Pembuatan Peta Kontrol p


Peta kontrol p dapat dibuat melalui beberapa langkah berikut ini :
a. Tentukan ukuran contoh yang cukup besar (n > 30).
b. Kumpulkan 20 25 set contoh.
total cacat
c. Hitung nilai proporsi cacat, yaitu : p .
total inspeksi

p 1 p p 1 p
d. Hitung nilai simpangan baku, yaitu : Sp = Sp
n n

p 100 p
Jika p dinyatakan dalam persentase, maka Sp dihitung dengan formulasi : S p
n

e. Hitung batas-batas kontrol 3-sigma dari :


CL = p
UCL = p + 3Sp
LCL = p - 3Sp
f. Plot atau tebar data proporsi cacat dan lakukan pengamatan apakah data itu berada dalam
pengendalian statistikal.
g. Apabila data pengamatan menunjukkan bahwa proses menghasilkan produk dalam
pengendalian statistikal, tentukan kapabilitas proses menghasilkan produk yang sesuai (tidak
cacat) sebesar : (1 - p ) atau (100% - p %), hal ini serupa dengan proses menghasilkan produk
cacat sebesar p .
h. Apabila data pengamatan menunjukkan bahwa proses berada dalam pengendalian statistikal,
gunakan peta kontrol p untuk memantau proses terus-menerus. Tetapi apabila data pengamatan
menunjukkan bahwa proses tidak berada dalam pengendalian statistikal, proses itu harus
diperbaiki terlebih dahulu sebelum menggunakan peta kontrol itu untuk pengendalian proses
terus-menerus.

Berikut ini adalah contoh untuk menjelaskan tahapan tersebut di atas, di mana data diperoleh dari
sebuah perusahaan tentang pengisian formulir yang salah, seperti yang terdapat pada tabel 4 di
bawah ini.

2
Tabel 4. Lembar Perhitungan untuk Pembuatan Peta Kontrol p
Nomor Ukuran Banyaknya Formulir Proporsi Persentase
Pengamatan Contoh Isian yang Salah Kesalahan Kesalahan (p,
(Hari) (n) (Total Cacat, np) (p) %)
1 50 12 0.24 24.0
2 40 8 0.20 20.0
3 50 10 0.20 20.0
4 50 7 0.14 14.0
5 45 9 0.20 20.0
6 44 11 0.25 25.0
7 50 10 0.20 20.0
8 50 12 0.24 24.0
9 52 13 0.25 25.0
10 60 15 0.25 25.0
11 55 11 0.20 20.0
12 56 14 0.25 25.0
13 50 10 0.20 20.0
14 45 9 0.20 20.0
15 42 7 0.17 17.0
16 35 8 0.23 23.0
17 45 9 0.20 20.0
18 50 10 0.20 20.0
19 40 8 0.20 20.0
20 60 9 0.15 15.0
Jumlah 969 202 4.17 417
Rata-rata 48.45 10.1 0.2085 ( p ) 20.85 ( p ,%)

Penentuan batas-batas kontrol 3-Sigma untuk peta kontrol p, dilakukan dengan formula seperti pada
penjelasan sebelumnya : [Sebagai contoh perhitungan untuk UCL dan LCL hari ke- 1]:
p(1 p) (0,2085)(1 0,2085)
Sp 0,057
n 50
CL = 0,2085 = 0,21 (dibulatkan)
UCL = 0,2085 + (3)(0,057) = 0,38 (dibulatkan)
LCL = 0,2085 (3)(0,057) = 0,04 (dibulatkan)

Catatan :
LCL untuk peta kontrol p tidak boleh negatif (LCL > 0), apabila ditemukan nilai negatif
dalam perhitungan LCL, maka ditetapkan sama dengan nol, sehingga LCL < 0 ditetapkan
LCL =0.

p 1 p 0,20851 0,2085
Sp = Sp =
n n
3
Berdasarkan data tersebut maka dapat dibuat peta kontrol p sebagai berikut :

0,5
Prorporsi Kesalahan
Pengisian Formulir

0,4
Proporsi
0,3 UCL
0,2 LCL
CL
0,1

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Pengamatan (Hari Ke-)

Gambar 7. Peta Kontrol p 3-Sigma untuk Proporsi Kesalahan Pengisian Formulir dengan
Ukuran Contoh Berubah-ubah

Berdasarkan gambar tersebut di atas, maka proses pengisian formulir berada dalam pengendalian
statistikal karena seluruh data pengamatan berada dalam peta kontrol p. Apabila dihitung tingkat
kapabilitas prosesnya, maka diperoleh nilai sebesar = 1 0,2085 = 0,7915 atau sekitar 80%. Hal ini
berarti bahwa kemampuan proses menghasilkan produk yang tidak cacat sebesar 80% atau dapat
menghasilkan produk cacat sebesar 20%.

B. Peta Kontrol np
1. Penggunaan Peta Kontrol np
Pada dasarnya peta kontrol np serupa dengan peta kontrol p, kecuali bahwa dalam peta kontrol np
terjadi perubahan skala pengukuran. Peta kontrol np menggunakan ukuran banyaknya item yang
tidak memenuhi spesifikasi atau banyaknya item yang tidak sesuai (cacat) dalam pemeriksaan. Peta
kontrol p dan np cocok untuk situasi dasar yang sama, sehingga pilihan penggunaan peta kontrol np
apabila hal-hal berikut berlaku :
a. Data banyaknya item yang tidak sesuai adalah lebih bermanfaat dan mudah untuk
diinterpretasikan dalam pembuatan laporan dibandingkan data proporsi.
b. Ukuran contoh (n) bersifat konstan dari waktu ke waktu.

2. Langkah-langkah Pembuatan Peta Kontrol np


Pembuatan peta kontrol np mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

4
a. Tentukan ukuran contoh yang cukup besar (n > 30) dan konstan dari waktu ke waktu.
b. Kumpulkan 20 25 set contoh.
c. Hitung rata-rata banyaknya cacat, menggunakan formula :

(np np np ... np ) total cacat


np 1 2 3 k
k banyaknya periode pengamatan

1 np
d. Hitung nilai simpangan baku, yaitu : S np np

np 1 p
n

e. Hitung batas-batas kontrol 3-sigma dari :


CL = np

UCL = np + 3Snp
LCL = np - 3Snp
f. Plot atau tebarkan data banyaknya item cacat dan lakukan pengamatan apakah data itu berada
dalam pengendalian statistikal.
g. Apabila data pengamatan menunjukkan bahwa proses menghasilkan produk dalam
pengendalian statistikal, tentukan kapabilitas proses menghasilkan produk yang sesuai (tidak
cacat) seperti halnya peta p, yakni sebesar : (1 - p ), hal ini serupa dengan proses menghasilkan
produk cacat sebesar p .
h. Apabila data pengamatan menunjukkan bahwa proses berada dalam pengendalian statistikal,
gunakan peta kontrol np untuk memantau proses terus-menerus. Tetapi apabila data pengamatan
menunjukkan bahwa proses tidak berada dalam pengendalian statistikal, proses itu harus
diperbaiki terlebih dahulu sebelum menggunakan peta kontrol itu untuk pengendalian proses
terus-menerus.

Untuk menjelaskan tahapan tersebut di atas, perhatikan contoh berikut ini, yakni sekumpulan data
yang telah ditabulasi seperti pada tabel 5 di bawah ini.

5
Tabel 5. Lembar Perhitungan untuk Pembuatan Peta Kontrol np dengan Ukuran Contoh yang
Sama (n = 50)

Nomor Banyaknya Formulir Proporsi


Pengamatan Isian yang Salah (Total Kesalahan
(Hari) Cacat, np) (p)
1 12 0,24
2 8 0,16
3 10 0,20
4 7 0,14
5 9 0,18
6 11 0,22
7 10 0,20
8 12 0,24
9 13 0,26
10 15 0,30
11 11 0,22
12 14 0,28
13 10 0,20
14 9 0,18
15 7 0,14
16 8 0,16
17 9 0,18
18 10 0,20
19 8 0,16
20 9 0,18
Jumlah 202 4,04
Rata-rata 10,1 ( np ) 0,202 ( p )

Berdasarkan data dan hasil perhitungan tersebut, maka dapat ditentukan nilai simpangan baku dan

batas-batas kontrolnya untuk, sebagai berikut : S np


np 1 p (10,1)(1 0,202) 2,893

CL = 10,1 = 10 (dibulatkan)
UCL = 10,1 + (3)(2,839) = 18,617 = 18 (dibulatkan ke bawah agar peta kontrol np lebih ketat)
LCL = 10,1 (3)(2,839) = 1,583 = 2 (dibulatkan)

Catatan : Seperti halnya peta p, apabila nilai LCL < 0, maka nilai LCL = 0.

Di bawah ini adalah peta np dari permasalahan tersebut di atas :

6
20

Banyaknya Formulir Isian


15 Total Cacat

yang Salah
UCL
10
LCL
5 CL

0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Pengamatan (Hari Ke-)

Gambar 8. Peta Kontrol np 3-Sigma untuk Banyaknya Kesalahan Pengisian Formulir

C. Peta Kontrol c
1. Penggunaan Peta Kontrol c
Suatu item yang tidak memenuhi syarat atau cacat dalam proses pengendalian kualitas didefinisikan
sebagai tidak memenuhi satu atau lebih spesifikasi untuk item itu. Konsekuensinya setiap item yang
tidak memenuhi syarat akan mengandung paling sedikit satu titik spesifik yang tidak memenuhi
syarat. Penggolongan produk dengan kriteria tersebut kadang-kadang untuk jenis produk tertentu
dianggap kurang representatif, karena bisa saja suatu produk masih dapat berfungsi dengan baik
meskipun mengandung satu atau lebih titik spesifik yang tidak memenuhi spesifikasi. Sebagai
contoh, dalam proses perakitan komputer, setiap unit komputer dapat saja mengandung satu atau
lebih titik lemah, namun kelemahan itu tidak mempengaruhi operasional komputer, dan oleh karena
itu dapat digolongkan sebagai tidak cacat atau masih layak untuk diterima.
Dalam kasus seperti di atas, di mana perusahaan masih dapat memberikan toleransi atas kelemahan
satu atau beberapa titik spesifik yang tidak memenuhi syarat sepanjang tidak mengurangi fungsi
dari item yang diperiksa itu, peta kontrol yang sesuai adalah peta kontrol c yang didasarkan pada
banyaknya titik spesifik yang tidak memenuhi syarat dalam suatu item. Dengan kata lain, peta
kontrol c didasarkan pada titik spesifik yang tidak memenuhi syarat dalam produk itu, sehingga
suatu produk dapat saja dianggap memenuhi syarat meskipun mengandung satu atau beberapa titik
spesifik yang cacat. Peta kontrol c membutuhkan ukuran contoh konstan atau banyaknya item yang
diperiksa bersifat konstan untuk setiap periode pengamatan.

2. Langkah-langkah Pembuatan Peta Kontrol c

Pembuatan peta kontrol c mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :


a. Tentukan ukuran contoh yang bersifat konstan selama periode pengamatan.

7
b. Lakukan pengamatan untuk beberapa periode waktu atau beberapa kelompok contoh.
c. Hitung nilai rata-rata banyaknya ketidaksesuaian (titik spesifik) yang ditemukan, yaitu

total banyaknya ketidakseusaian


c
banyaknya periode pengamatan

d. Hitung nilai simpangan baku, yaitu : S


c
c

e. Hitung batas-batas kontrol 3-sigma dari :


f. CL = c

g. UCL = c + 3Sc
h. LCL = c - 3Sc
i. Plot atau tebarkan data banyaknya titik spesifikasi yang tidak sesuai dan lakukan pengamatan
apakah data itu berada dalam pengendalian statistikal.
j. Apabila data pengamatan menunjukkan bahwa proses menghasilkan produk dalam
pengendalian statistikal, tentukan kapabilitas proses menghasilkan banyaknya titik spesifik
yang tidak sesuai sebesar = c .
k. Apabila data pengamatan menunjukkan bahwa proses berada dalam pengendalian statistikal,
gunakan peta kontrol c untuk memantau proses terus-menerus. Tetapi apabila data pengamatan
menunjukkan bahwa proses tidak berada dalam pengendalian statistikal, proses itu harus
diperbaiki terlebih dahulu sebelum menggunakan peta kontrol itu untuk pengendalian proses
terus-menerus.

Untuk menjelaskan tahapan tersebut di atas, perhatikan contoh berikut ini, yakni sekumpulan data
yang diperoleh dari perusahaan penyedia jasa transportasi taksi dan telah ditabulasi seperti pada
tabel 6 di bawah ini.

Tabel 6. Lembar Perhitungan untuk Pembuatan Peta Kontrol c

Nomor Pengamatan (Hari) Banyaknya Keluhan Pengguna


Taksi (Berbagai Sebab, c)
1 12
2 8
3 10

8
4 7
5 9
6 11
7 10
8 12
9 13
10 12
11 11
12 14
13 10
14 9
15 10
16 12
17 11
18 10
19 8
20 9
Jumlah 208
Rata-rata 10,4 ( c )

Berdasarkan data tersebut di atas, maka dapat ditentukan nilai simpangan baku dan batas-batas
kontrolnya, sebagai berikut : S
c
c 10,4 3,225

CL = 10,4 = 10 (dibulatkan)
UCL = 10,4 + (3)(3,225) = 20,075 = 20 (dibulatkan)
LCL = 10,4 (3)(3,225) = 0,725 = 1 (dibulatkan)

Catatan : Seperti halnya peta p dan np, apabila nilai LCL < 0, maka nilai LCL = 0.

Bentuk peta c dari permasalahan tersebut adalah :

25
Banyaknya Keluhan

20
Pengguna Taksi

Banyaknya Keluhan
15 UCL
10 LCL
CL
5

0
13

15

17

19
1

11

Pengamatan (Hari Ke-)

Gambar 9. Peta Kontrol c 3-Sigma untuk Banyaknya Keluhan Pengguna Taksi


9
D. Peta Kontrol u

1. Penggunaan Peta Kontrol u

Peta kontrol u mengukur banyaknya ketidaksesuaian (titik spesifik) per unit laporan inspeksi dalam
kelompok (periode) pengamatan, yang mungkin memiliki ukuran contoh (banyaknya item yang
diperiksa). Peta kontrol u serupa dengan peta kontrol c, kecuali bahwa banyaknya ketidaksesuaian
dinyatakan dalam dasar per unit item. Peta kontrol u dapat dipergunakan apabila ukuran contoh
lebih dari satu unit dan mungkin bervariasi dari waktu ke waktu.

2. Langkah-langkah Pembuatan Peta Kontrol u

Pembuatan peta kontrol u mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :


a. Tentukan ukuran contoh selama periode pengamatan.
b. Lakukan pengamatan untuk beberapa periode waktu atau beberapa kelompok contoh.
c. Hitung nilai rata-rata banyaknya ketidaksesuaian (titik spesifik) yang ditemukan per unit item,

total banyaknya ketidakseusaian


yaitu u banyaknya unit item yang diperiksa

d. Hitung nilai simpangan baku, yaitu : S u


u n

e. Hitung batas-batas kontrol 3-sigma dari :


CL = u

UCL = u + 3Su
LCL = u - 3Su
f. Plot atau tebarkan data banyaknya titik spesifikasi yang tidak sesuai per unit item yang diperiksa
(u = c/n) dan lakukan pengamatan apakah data itu berada dalam pengendalian statistikal.
g. Apabila data pengamatan menunjukkan bahwa proses berada dalam pengendalian statistikal,
tentukan kapabilitas proses yang menghasilkan banyaknya titik spesifik yang sesuai per unit
item sebesar = u .
h. Apabila data pengamatan menunjukkan bahwa proses berada dalam pengendalian statistikal,
gunakan peta kontrol u untuk memantau proses terus-menerus. Tetapi apabila data pengamatan

10
menunjukkan bahwa proses tidak berada dalam pengendalian statistikal, proses itu harus
diperbaiki terlebih dahulu sebelum menggunakan peta kontrol itu untuk pengendalian proses
terus-menerus.

Untuk menjelaskan tahapan tersebut di atas, perhatikan contoh berikut ini, yakni sekumpulan data
yang diperoleh dari perusahaan perakitan komputer yang telah mengumpulkan data selama 20 hari
dengan ukuran contoh 5 unit komputer per hari. Data tersebut telah ditabulasi seperti pada tabel 7 di
bawah ini.

11
Tabel 7. Lembar Perhitungan untuk Pembuatan Peta Kontrol u

Nomor Ukuran Banyaknya Banyaknya Komponen yang


Pengamatan Contoh Komponen yang Tidak Memenuhi Syarat Per
(Hari) (n) Tidak Memenuhi Unit Komputer (u = c/n)
Syarat (c)
1 5 10 2,0
2 6 12 2,4
3 5 8 1,6
4 7 14 2,8
5 5 10 2,0
6 8 16 3,2
7 8 11 2,2
8 5 7 1,4
9 6 10 2,0
10 5 15 3,0
11 5 9 1,8
12 5 5 1,0
13 5 7 1,4
14 6 11 2,2
15 7 12 2,4
16 5 6 1,2
17 5 8 1,6
18 6 10 2,0
19 5 7 1,4
20 5 5 1,0
Jumlah 100 193 38,6
Rata-rata 5 1,93 ( u )

Berdasarkan data tersebut di atas, maka dapat ditentukan nilai simpangan baku dan batas-batas

kontrolnya, sebagai berikut : Su u 1,93 0,621


n 5

CL = 1,93
UCL = 1,93 + (3)(0,621) =3,79
LCL = 1,93 (3)(0,621) = 0,07
Catatan : Seperti halnya peta p, np dan c, apabila nilai LCL < 0, maka nilai LCL = 0.

Bentuk peta u dari permasalahan tersebut adalah:

12
Cacat Per Unit Komputer
4

Banyaknya Komponen
3,5
3 Banyaknya Cacat
2,5
UCL
2
1,5 LCL
1 CL
0,5
0

13

15

17

19
1

11
Pengam atan (Hari Ke-)

Gambar 10. Peta Kontrol u 3-Sigma untuk Banyaknya Komponen Cacat Per Unit Komputer

13