You are on page 1of 54

MARI BELAJAR

BISNIS
Pendidikan Kewirausahaan untuk
Sekolah Menengah Kejuruan dan
Lembaga Pelatihan Kejuruan dan Teknis

MODUL 5

Bagaimana Saya Mendapatkan Ide Bisnis yang Baik?

RENCANA SESI LATIHAN

Departemen Pendidikan Nasional


dan
International Labor Organization (ILO), Jakarta
Hak cipta International Training Centre, ILO 1996

Publikasi ini dilindungi hak cipta sesuai Protokol 2 Konvensi tentang Hak Cipta
Internasional. Permohonan wewenang untuk menggandakan, menerjemahkan atau
menyadur sebagian atau seluruh materinya harus dikirim ke International Training
Centre, ILO. Permohonan dapat diajukan ke pusat pelatihan ini. Meskipun demikian,
penggandaan kutipan-kutipan singkat dapat dilakukan tanpa harus memperoleh izin,
dengan syarat sumbernya harus disebutkan.

Mengetahui tentang Bisnis

ISBN 92-0949-342-9
Diterbitkan pertama kali pada tahun 1996
Edisi kedua tahun 2000
Edisi ketiga 2002
Edisi keempat 2004
Edisi yang direvisi 2005

Istilah-istilah yang digunakan dalam buku-buku terbitan International Training Centre ILO
yang sesuai dengan aturan PBB, serta penyajian materi-materi yang terkandung di
dalamnya adalah bukan merupakan pendapat International Training Centre mengenai
status hukum suatu negara, daerah, atau wilayah atau otoritas manapun, atau tentang
batas-batas negara/daerah tersebut. Tanggung jawab atas pendapat-pendapat yang
disampaikan dalam artikel, penelitian maupun kontribusi lain yang telah ditanda-tangani
merupakan tanggung jawab dari masing-masing penulisnya, dan penerbitan buku ini
bukan merupakan bentuk persetujuan dari International Training Centre atas pendapat-
pendapat yang disampaikan didalamnya.

Publikasi dan katalog atau daftar buku-buku terbitan terbaru International Training
Centre dapat diperoleh di alamat berikut ini:

Publications
International Training Centre, ILO
Viale Maestri del Lavoro 10
10127, Turin, Italy
Tel: +39 11 693-6693
Fax: +39 11 693-6352
E-mail: MDP@itcilo.it
http://www.itcilo.it/english/publications/index.htm
MODUL 5

BAGAIMANA SAYA MENDAPATKAN IDE BISNIS YANG


BAIK ?

TUJUAN MODUL
Untuk menyediakan teknik-teknik untuk menghasilkan ide bisnis
selain mengidentifikasi dan menilai peluang bisnis.

CAKUPAN MODUL:

1. Menghasilkan ide

2. Mengidentifikasi dan menilai peluang bisnis.............


3. Mengubah peluang bisnis menjadi produk
I TOPIK 1: MENGHASILKAN IDE BISNIS
II WAKTU YANG DISARANKAN : 4 Jam
III TUJUAN :
Agar peserta dapat
a. Menghargai pentingnya mempunyai ide bisnis yang bagus sebagai syarat
untuk kesuksesan dalam memulai bisnis dan untuk bisnis yang sudah
berjalan.
b. Mengetahui caranya untuk memunculkan ide-ide bisnis.
IV DASAR PEMIKIRAN
Ide bisnis yang baik sangat penting untuk memulai usaha yang sukses dan
untuk tetap dapat bersaing kelak. Bagaimanapun, ide bisnis yang baik tidak
hanya timbul secara kebetulan kepada pengusaha. Melainkan, berasal dari
kerja keras, usaha dan kreativitas dari pengusaha tersebut.
V KEGIATAN
1. Minta peserta untuk menyebutkan apakah yang disebut dengan ide bisnis. Catat
jawaban-jawaban mereka di papan tulis. Tunjukkan TRANSPARANSI 1 dan
diskusikan aspek-aspek apapun yang belum tercakup, sehingga mendapatkan
pengertian yang sama.
2. Minta peserta untuk menjelaskan mengapa penting untuk memunculkan ide-ide.
Buat daftar hasil jawaban pada papan tulis atau flipchart. Dengan menggunakan
TRANSPARANSI 2, bandingkan jawaban peserta dengan topik-topik yang
disarankan di TRANSPARANSI 2, dengan membahas isu-isu penting termasuk
fakta bahwa menghasilkan ide bisnis adalah perlu sebelum dan sesudah bisnis
itu didirikan.
3. Pada saat ini, minta agar peserta memberikan contoh-contoh orang atau
perusahaan di lingkungan mereka atau dimanapun juga yang telah
memunculkan ide-ide bisnis yang bagus, dan berikan alasan mengapa ide-ide
itu dianggap bagus. Pimpin diskusi mengenai beberapa ide ini.
4. Minta peserta untuk menyarankan cara-cara untuk menghasilkan ide bisnis.
Buatlah daftar dari saran tersebut di papan tulis atau flipchart. Tunjukkan
TRANSPARANSI 3 dan bandingkan dengan jawaban para peserta, lalu, pimpin
diskusi mengenai pokok-pokok diskusi, berikan contoh-contoh dan ilustrasi.
Bagikan handout dan gunakan untuk diskusi.
5. Dengan menggunakan TRANSPARANSI 4, perkenalkan konsep kreativitas dan
jelaskan bahwa hal ini sangat penting untuk memunculkan suatu ide bisnis yang
baik. Lalu, lakukan latihan mengenai 9 Titik. Tunjukkan bagian atas dari
TRANSPARANSI 5 dan ajak para peserta untuk menghubungkan 9 titik dengan
4 garis yang menerus. Minta setiap orang untuk menuliskan solusi mereka.
Minta peserta yang berhasil mengerjakannya untuk menjelaskan bagaimana dia
melakukannya, sebelum jawaban di bagian bawah TRANSPARANSI 5
diungkapkan. Jelaskan bahwa solusinya terdapat diluar titik-titik berbentuk
kotak, dan kita perlu meluaskan imajinasi dan pikiran kita diluar masalah yang
nyata.
6. Lakukan latihan kotak kreativitas untuk memberi contoh lain dari aksi kreativitas.
Tunjukkan TRANSPARANSI 6 dan ajak setiap orang untuk menghitung jumlah
kotak-kotak di diagram. Tekankan bahwa satu kotak adalah sebuah persegi
panjang dengan sisi-sisi yang panjangnya sama. Diskusikan jawaban dan
proses yang digunakan untuk menyelesaikannya, dengan menekankan
kegunaan dan perlunya kreativitas.
Setelah latihan itu, untuk menggambarkan caranya mendapatkan semua kotak
yang ada, Anda dapat:
Nomori setiap bujur sangkar atau kotak pada diagram utama.
Gabungkan beberapa kotak untuk membentuk bujur sangkar, contoh empat
kotak dengan sisi yang sama.
Tambahkan kombinasi yang mungkin untuk mendapatkan totalnya.
7. Perkenalkan konsep dan prinsip brainstorming dengan menggunakan
TRANSPARANSI 7, kemudian perkuat dengan HANDOUT. Untuk
memberikan pengalaman yang praktis dari penggunaan teknik ini, beritahu
para peserta bahwa mereka hanya diberi waktu 5 menit untuk membuat
sedikitnya satu lusin penggunaan dari salah satu barang berikut ( pilih satu
barang saja)
koran-koran
bekas
batu bata
pakaian bekas
kotak ( terbuat dari kardus atau kayu) tongkat
barang yang lain sesuai pilihan Anda
8. Sekarang bagilah peserta menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 4 atau 5
orang dan beritahukan bahwa mereka akan melakukan beberapa latihan
bagaimana cara menggunakan konsep-konsep dan teknik yang telah
didiskusikan. Gunakan LEMBAR KERJA 1, 2, 3 dan 4 secara berturut-turut.
Anda dapat mengadakan kompetisi dengan memilih ide terbaik dari latihan
dan memberikan hadiah untuk pemenangnya.
9. Rangkumlah poin-poin pembelajaran.
RANGKUMAN
1. Ide bisnis yang bagus adalah prasyarat bagi usaha bisnis yang sukses. Ide
bisnis yang baik, biasanya tidak langsung muncul dari pengusaha.
Melainkan, hasil dari usaha dan, seringkali, kreatifitas pengusaha.
2. Mencari suatu ide yang bagus adalah langkah awal untuk mengubah
keinginan dan kreatifitas pengusaha menjadi suatu peluang bisnis.
3. Terdapat beberapa sumber ide yang bagus. Untuk sukses memunculkan atau
mencari ide, bagaimanapun, pengusaha harus membuka mata dan pikiran
dan waspada terhadap adanya peluang.
4. Suatu ide, betapapun bagusnya, pada akhirnya hanyalah sebuah sarana.
Namun ini harus dikembangkan dan diubah menjadi peluang bisnis yang
dapat berhasil dan memberi keuntungan.
TRANSPARANSI 1 Modul 5:
Topik 1

Apakah Ide Bisnis itu?

Ide Bisnis adalah respon seseorang, atau banyak


orang, atau suatu organisasi untuk memecahkan
masalah yang jelas atau untuk memenuhi kebutuhan
yang dipersepsikan di sebuah lingkungan ( pasar,
komunitas, dll)

Menemukan ide yang baik adalah langkah awal untuk


mengubah keinginan dan kreatifitas pengusaha
menjadi peluang bisnis.
TRANSPARANSI 2 Modul 5:
Topik 1

Mengapa Anda Perlu Menghasilkan


Ide-ide Bisnis

1. Anda perlu suatu ide dan itupun harus ide yang bagus - untuk
bisnis ( yang baru maupun yang sudah berjalan)
2. Untuk merespon kebutuhan pasar
3. Untuk merespon perubahan mode dan kebutuhan
4. Agar tetap bertahan dalam persaingan
5. Untuk memanfaatkan teknologi melakukan segala sesuatu secara
lebih baik
6. Karena siklus umur produk
7. Untuk menyebarkan risiko bisnis dan memberikan kelonggaran
bagi kegagalan
TRANSPARANSI 3 Modul 5:
Topik 1

Sumber-Sumber Ide Bisnis

Hobi/Minat
Ketrampilan perorangan dan pengalaman
Waralaba
Media Massa ( Koran, majalah, lV, internet)
Pameran
Survei
Keluhan-keluhan dari calon pelanggan
Brainstorming
Kreativitas
TRANSPARANSI 4 Modul 5: Topik 1

Kreatifitas

Kreatifitas adalah kemampuan untuk merancang,


membentuk, membuat atau melakukan sesuatu dengan
cara yang baru atau lain.
Kemampuan untuk memunculkan solusi yang kreatif
bagi kebutuhan /masalah dan untuk memasarkannya
sering menandai perbedaan antara kesuksesan dan
kegagalan dalam bisnis. Juga membedakan antara
bisnis dengan pertumbuhan yang pesat atau dinamis
dan perusahaan menengah biasa.
Agar kreatif, Anda perlu membuka pikiran dan mata.
TRANSPARANSI 5 Modul 5: Topik 1

Sembilan Titik
TRANSPARANSI 6 Modul 5:
Topik 1

Sembilan Titik
TRANSPARANSI 7 Modul 5:
Topik 1

Segi-Empat Kreatifitas
TRANSPARANSI 8 Modul 5: Topik 1

Brainstorming

Brainstorming adalah suatu teknik untuk memecahkan masalah secara kreatif demikian
juga untuk menghasilkan ide. Tujuannya adalah untuk menghasilkan sebanyak mungkin
ide.

Ini biasanya diawali dengan suatu pertanyaan atau pernyataan masalah. Setiap ide
menuju satu atau lebih tambahan ide, sehingga menghasilkan sejumlah ide.

EMPAT ATURAN
1. Jangan mengkritik atau menghakimi ide orang lain
2. Kebebasan untuk membuat ide - tidak melarang ide yang seolah-olah liar
atau 'gila'
3. Diharapkan kuantitas - semakin banyak ide, semakin baik
4. Gabungkan dan kembangkan ide-ide dari orang lain
LEMBAR KERJA 1 Modul 5:
Topik 1

Hobi/ Minat

Dalam waktu 5 menit, setiap anggota kelompok harus menulis paling sedikit 4
hobi atau minat dibawah ini

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.
LEMBAR KERJA 2 Modul 5:
Topik 1

Hobi/ Minat

Dari daftar hobi/minat yang telah ditulis di LEMBAR KERJA 1, setiap kelompok harus
memilih satu ide yang akan dikembangkan untuk menjadi suatu bisnis. Anggota
kelompok harus mendiskusikan dan bernegosiasi. Sekarang dengan menggunakan
kertas di bawah dan atau kertas terpisah, atau dengan menggunakan software
komputer Microsoft word kalalu tersdia, secara rinci jelaskan ide Anda dan produk atau
layanan yang dihasilkan, termasuk siapa calon pelanggannya. Anda mempunyai waktu
15 menit untuk mengerjakan tugas ini, setelah itu Anda diberi waktu 5 menit untuk
mempresentasikan ide Anda kepada seluruh kelompok.

Penjelasan dari ide

.................................................................................................................................................

.................................................................................................................................................

.................................................................................................................................................

.................................................................................................................................................

.................................................................................................................................................

.................................................................................................................................................

.................................................................................................................................................

.................................................................................................................................................

.................................................................................................................................................

.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................

LEMBAR KERJA 3 Modul 5: Topik 1


Media massa : Koran dan Majalah

Kelompok Anda harus mengidentifikasi 7 ide bisnis dari artikel dan bagian kolom iklan
dari surat kabar atau majalah. Bagian kolom iklan bisa termasuk iklan-iklan untuk bisnis
atau mesin yang akan dijual, sementara artikel akan menjelaskan jenis bisnis baru atau
mengumumkan perubahan mode atau kebutuhan konsumen.
Kemudian untuk setiap ide yang dipilih, berikan alasan mengapa anda tertarik pada ide
bisnis tersebut. Anda memiliki waktu 20 menit untuk mengerjakan tugas ini.

7
LEMBAR KERJA 4 Modul 5: Topik 1

Ketrampilan & Pengalaman Pribadi


Pertama-tama kerjakan sendiri: catat ketrampilan, pengalaman, pelatihan dan latar
belakang yang Anda miliki untuk memulai bisnis. Contohnya: pekerjaan mengelas,
katering, komputer programming, reparasi mobil, sekreturi. Memasang pipa, dll. Lalu,
tentukan jenis bisnis yang dapat Anda mulai utau jalankan dari hasil catatan Anda.
Ketiga, untuk setiap bisnis, tentukan orang atau perusahaan yang kemungkinan akan
membeli produk atau jasa Anda atau siapa, yang akan ditargetkan. Anda bisa
menggunakan kertas tambahan bila diperlukan. Anda mempunya waktu 15 menit untuk
mengerjakan tugas ini. Setelah itu Anda harus menjelaskan ide Anda kepada anggota
kelompok. Dapatkan Anda menyakinkan mereka ?

.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
.................................................................................................................................................
HANDOUT 3 Modul 5: Topik 1

Menghasilkan Ide Bisnis

Suatu ide bisnis yang bagus adalah penting, atau bahkan merupakan prasyarat untuk
usaha bisnis yang sukses. Namun demikian, ide bisnis yang bagus biasanya tidak
langsung datang kepada pengusaha. Tetapi, merupakan hasil dari kerja keras dan
upaya dari pengusaha untuk membangkitkan, mengidentifikasi dan mengevaluasi
peluang.

Apa itu Ide Bisnis?


Ide bisnis adalah respon seseorang, atau banyak orang, atau suatu organisasi untuk
memecahkan masalah yang teridentifikasi atau untuk memenuhi kebutuhan di suatu
lingkungan (pasar, masyarkat, dll). Mencari sebuah ide bisnis yang bagus adalah
langkah awal untuk mengubah keinginan dan kreatifitas pengusaha menjadi peluang
bisnis.

Dua hal penting yang harus dicatat:


b. Walaupun merupakan prasyarat, ide bisnis hanyalah suatu alat
b. Suatu ide secara tersendiri, betapapun bagus, tidak cukup untuk kesuksesan.

Dengan kata lain, tanpa mengurangi arti pentingnya, sebuah ide hanyalah alat yang
harus dikembangkan, dan diubah menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Apa itu Kreatifitas?


Kreatifitas adalah kemampuan untuk merancang, membentuk, membuat atau
melakukan sesuatu dengan cara yang baru atau lain.
Kemampuan menimbulkan solusi yang kreatif untuk kebutuhan/masalah dan untuk
memasarkan seringkali menandai perbedaan antara sukses dan kegagalan dalam
bisnis. Hal ini juga membedakan antara bisnis yang tumbuh pesat atau dinamis dengan
perusahaan menengah biasa. Kenyataannya, pengusaha yang sukses selalu kreatif
dalam mengidentifikasi sebuah, produk, jasa atau peluang bisnis yang baru.
Agar kreatif, Anda perlu membuka pikiran dan mata. Anda sementara mempelajari
sumber -sumber ide bisnis yang dijelaskan dibawah ini dan menerapkan tekniknya.

Sumber-Sumber Ide Bisnis


Terdapat jutaan pengusaha di seluruh dunia dan mereka membuktikan bahwa terdapat
banyak sumber ide bisnis yang berpotensi. Beberapa sumber yang berguna akan
dijabarkan dibawah ini.

Hobi/ Minat
Hobi adalah aktivitas favorit di waktu luang atau pekerjaan. Banyak orang, dalam
melakukan hobi atau minat, berhasil mendirikan bisnis. Sebagai contoh, jika Anda
menyukai bermain dengan komputer, memasak, musik, perjalanan, olahraga atau
pertunjukan, Anda dapat mengembangkannya menjadi sebuah bisnis. Misalnya, jika
Anda menikmati perjalanan, pertunjukan dan/atau memberikan pelayanan, Anda bisa
memasuki bidang pariwisata, dimana ini merupakan salah satu industri terbesar di
dunia.

Ketrampilan dan Pengalaman Pribadi


Lebih dari separuh ide bisnis yang sukses berasal dari pengalaman bekerja di kantor/
tempat kerja. Sebagai contoh, seorang mekanik yang mempunyai pengalaman bekerja
di bengkel besar yang akhirnya membuka bisnis reparasi mobil atau bisnis berjualan
mobil bekas, Jadi, latarbelakang pengusaha memainkan peranan penting dalam
keputusan untuk memasuki bisnis selain jenis usaha bisnis yang akan mereka ciptakan.
Ketrampilan dan pengalaman Anda merupakan sumber yang paling penting, tidak hanya
untuk menghasilkan ide tetapi juga untuk mendapat keuntungan.

Waralaba
Waralaba adalah sebuah pengaturan dimana produsen atau distributor tunggal dari
suatu merk dagang, produk atau jasa memberi hak eksklusif untuk distribusi lokal
kepada pengecer mandiri/bebas sebagai ganti dari pembayaran royalty dan pemenuhan
prosedur operasi standar. Bisnis waralaba dapat mengambil beberapa bentuk, tetapi
satu bentuk yang menarik adalah jenis yang menawarkan nama, citra, cara untuk
melakukan bisnis dan prosedur operasional bisnis.
Di tahun 1980 dan awal 1990 waralaba mengalami pertumbuhan yang sangat pesat,
dan menjadi metode yang banyak digunakan untuk memasuki bisnis bagi jutaan bisnis
yang didirikan di AS dan Eropa. Di AS, terdapat lebih dari 2000 tipe bisnis waralaba,
yang membukukan penghasilan lebih dari 300 milyar USD dari penjualan tahunan dan
sekitar sepertiga dari semua penjualan retail. Selain membeli bisnis waralaba,
seseorang juga bisa mengembangkan dan menjual konsep bisnis waralaba. Terdapat
banyak buku-buku direktori dan buku pegangan serta asosiasi waralaba, termasuk The
International Frachise Association, yang dapat memberikan banyak informasi.

Media Massa
Media massa merupakan sumber informasi, ide dan bahkan peluang yang besar. Surat
kabar, majalah, televisi, dan dewasa ini internet, adalah contoh dari media massa.
Misalnya, jika Anda benar-benar memperhatikan, di iklan komersial pada surat kabar
atau majalah Anda mungkin terdapat informasi mengenai bisnis yang dijual. Satu cara
untuk menjadi pengusaha adalah untuk merespon tawaran seperti itu.
Artikel yang terdapat di media cetak atau internet, atau film dokumenter di TV banyak
melaporkan perubahan dalam gaya hidup atau kebutuhan konsumen. Misalnya, Anda
mungkin pemah membaca atau mendengar bahwa sekarang banyak orang yang tertarik
pada makanan kesehatan atau kebugaran fisik.
Anda juga bisa menemukan iklan yang mencari penyediaan jasa tertentu berdasarkan
ketrampilan, misalnya akuntansi, katering atau keamanan. Atau Anda mungkin bisa
menemukan konsep baru yang membutuhkan investor, seperti bisnis waralaba.

Pameran
Jalan lain untuk menemukan ide dari suatu bisnis adalah dengan menghadiri pameran
dan pameran perdagangan. Pameran ini biasanya diiklankan di radio atau di surat
kabar. Dengan menghadiri pameran secara teratur, Anda tidak hanya menemukan
produk dan jasa baru, tetapi Anda juga bisa bertemu dengan para penjual, pabrik,
pedagang grosir, distributor dan pelaku bisnis waralaba. Mereka merupakan sumber ide
dan informasi bisnis yang bagus dan membantu kita untuk memulai suatu bisnis.
Beberapa dari mereka mungkin pula mencari seseorang seperti Anda.

Survei
Initi dari suatu ide bisnis baru seharusnya adalah pelanggan. Kebutuhan dan keinginan
dari pelanggan, alasan pemilihan produk atau jasa oleh pelanggan, dapat kita pastikan
melalui suatu survei. Survei dapat kita lakukan secara formal atau tidak formal melalui
percakapan dengan orang-orang - biasanya menggunakan kuesioner, wawancara - atau
melalui observasi.
Anda bisa memulainya dengan berbicara kepada keluarga dan teman-teman untuk
mencari tahu, menurut mereka apa yang dibutuhkan atau diinginkan yang belum
tersedia. Atau, sebagai contoh, apakah mereka tidak puas dengan produk dan jasa yang
sudah ada dan perbaikan atau perubahan apa yang mereka inginkan. Kemudian Anda
bisa melanjutkan dan berbicara dengan orang yang merupakan bagian dari rantai
distributor, seperti pabrik, pedagang, distibutor, agent grosir atau penjual retail. Sangat
berguna jika Anda mempersiapkan pertanyaan terlebih dahulu untuk dicantumkan pada
kuesioner atau digunakan dalam wawancara. Dengan kontak yang dekat dengan
pelanggan, anggota jaringan memiliki pengertian dari apa yang dibutuhkan dan apa
yang tidak dapat dijual. Anda harus banyak bertanya kepada banyak pelanggan - baik
pelanggan tetap atau pelanggan tidak tetap. Semakin banyak informasi yang Anda
dapatkan akan semakin baik.
Selain berbicara dengan orang-orang, Anda juga bisa mendapat informasi melalui
observasi. Sebagai contoh, untuk memutuskan membuka toko di suatu jalan, Anda
harus mengamati dan menghitung jumlah orang yang akan melewati jalan tersebut
setiap hari dan membandingkan dengan lokasi lain. Atau, jika Anda tertarik pada daerah
yang banyak pelancongnya, Anda dapat membuat atau memasarkan produk dari bisnis
kerajinan. Atau Anda mungkin memperhatikan bahwa di kota Anda tidak ada hotel atau
restoran yang layak di rute turis atau di kota tertentu.
Satu langkah untuk memastikan bahwa Anda tidak lalai di bidang ini adalah agar selalu
waspada pada kebutuhan dan peluang untuk melakukan bisnis. Seorang pengusaha
rupanya secara rutin menghadiri setiap pesta cocktail dan menanyakan jika ada yang
memakai suatu produk yang tidak memenuhi maksud produk tersebut. Ada lagi
pengusaha yang memperhatikan mainan kerabat anaknya untuk mencari ide peluang
pasar.

Keluhan
Keluhan dan kekecewaan dari pelanggan telah banyak menghasilkan produk dan jasa
baru. Bilamana pemakai atau pelanggan mengeluh tentang produk atau jasa, atau
ketika Anda mendengar seseorang berkata " Seandainya kita ada......" atau " jika ada
barang atau jasa yang bisa...... '; Anda mempunyai potensi untuk menghasilkan ide
bisnis. Idenya bisa berupa mendirikan perusahaan tandingan yang menghasilkan produk
atau jasa yang lebih baik, atau membuat produk atau jasa baru yang bisa dijual ke
perusahaan tersebut atau perusahaan lain.

BRAINSTORMING
Brainstorming adalah suatu teknik pemecahan masalah yang kreatif selain untuk
menghasilkan ide. Tujuannya adalah untuk mendapat sebanyak mungkin ide.
Hal ini biasanya mulai dengan suatu pertanyaan atau pernyataan masalah. Sebagai
contoh, Anda dapat bertanya "Produk dan jasa apa yang sekarang dibutuhkan di rumah
tetapi belum tersedia?" Setiap ide dapat menghasilkan satu tambahan ide atau lebih,
yang jumlahnya akan lumayan banyak. Ketika Anda menggunakan metode ini, Anda
harus mengikuti empat aturan berikut:
Jangan mengkritik atau menghakimi ide orang lain
Biarkan ide dilontarkan secara bebas - ide yang tampaknya liar dan tidak masuk
akal agar diterima baik
Kuantitas diharapkan- semakin banyak ide, semakin baik
Gabungkan dan kembangkan ide-ide dari orang lain

Selanjutnya, semua ide, walaupun tidak logis atau tidak masuk akal, harus dicatat.
HANDOUT 7 Modul 5: Topik 1

Mengapa Anda Harus menghasilkan Ide Bisnis?


Banyak alasan mengapa pengusaha atau calon pengusaha perlu menghasilkan ide
bisnis. Berikut adalah beberapa diantaranya:
Anda membutuhkan sebuah ide dan harus ide yang bagus untuk bisnis.
Sebagaimana dibahas sebelumnya, dilihat dari dasar pemikiran topik ini, ide yang
bagus adalah penting untuk suatu usaha bisnis yang sukses - baik untuk memulai
sebuah bisnis dan untuk selanjutnya tetap dapat bersaing .
Untuk merespon kebutuhan pasar. Pasar terdiri dari kepentingan pelanggan yang
ingin agar kebutuhan dan kemauannya dipenuhi. Penghargaan akan diberikan bagi
orang atau perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Perubahan mode dan kebutuhan membuka peluang bagi pengusaha untuk
merespon permintaan akan ide, produk dan jasa baru.
Agar tetap memimpin persaingan. Ingat, jika Anda tidak memiliki ide , produk dan
jasa baru, pesaing Anda akan memilikinya. Tantangannya adalah bagaimana ide kita
berbeda atau lebih baik dari yang lain.
Memanfaatkan teknologi - melakukan segala sesuatu secara lebih baik.
Teknologi telah menjadi alat kompetitif yang utama di pasar dewasa ini, dengan laju
perubahan yang memaksa banyak perusahaan untuk berinovasi. Terdapat beberapa
perusahaan di dunia, yang bergerak di industri elektronik dan peralatan rumah
tangga, yang menghasilkan banyak produk baru setiap bulan. Bagi perusahaan
tersebut dan banyak perusahaan lain di pasar global dewasa ini, menghasilkan ide
bisnis adalah sesuatu yang krusial.
Membagi rata risiko dan memberi kelonggaran bagi kegagalan. Sehubungan
dengan konsep siklus hidup produk adalah fakta bahwa lebih dari 80 persen
produk baru gagal di pasar. Maka, perlu bagi perusahaan untuk membagi rata
risikonya dan memberi kelonggaran bagi kegagalan yang akan muncul dari waktu
ke waktu dengan secara konstan menghasilkan ide-ide baru.
Karena siklus hidup produk. Semua produk mempunyai umur terbatas. Seperti
tampak dari bagan siklus hidup produk," bagaimanapun produk baru akhirnya akan
menjadi tidak terpakai atau kuno. Maka, dibutuhkan perencanaan untuk produk
baru dan pertumbuhannya. Kemajuan dan pertumbuhan perusahaan tergantung
dari kemampuan perusahaan untuk memperkenalkan produk baru dan mengelola
pertumbuhannya.
Siklus Hidup Produk

PENJUALAN

KEMATANGAN
PERTUMBUHAN
PENGENALAN
PENURUNAN

WAKTU
I TOPIK 2: Mengidentifikasi & Menilai
Peluang Bisnis
II WAKTU YANG DISARANKAN : 3 Jam
III TUJUAN :
Peserta dapat menghargai pentingnya teknik mengidentifikasi dan
menilai peluang usaha.
IV DASAR PEMIKIRAN
Pengenalan suatu peluang usaha bersama dengan kemampuan
merespon secara efektif adalah dasar untuk memulai dan
mempertahankan usaha yang sukses. Ini juga merupakan suatu sifat dari
pengusaha yang sukses. Hal ini bukan hanya melibatkan menghasilkan
ide atau mengenal peluang namun juga menyaring dan mengevaluasi ide
dan peluang tersebut untuk menentukan mana yang paling
menguntungkan dan menarik untuk dipilih.
IV KEGIATAN
1. Minta peserta menjelaskan istilah peluang usaha: Tunjukkan TRANSPARANSI
1 agar lebih jelas. Kemudian, gambarkan perbedaan antara sebuah ide dan
sebuah peluang, dengan bantuan catatan dari HANDOUT 1.
2. Pimpin sebuah diskusi dari karasteristik sebuah peluang usaha yang bagus,
catat saran-saran di papan atau flipchart. Bandingkan daftar yang dibuat oleh
peserta dengan TRANSPARANSI 2, diskusikan aspek-aspek yang tidak
dimasukkan oleh peserta dengan bantuan catatan dari HANDOUT 1, jika perlu.
3. Minta peserta untuk membuat daftar faktor-faktor yang terlibat dalam
pengidentifikasian dan penilaian suatu peluang bisnis. Bandingkan daftar
dengan TRANSPARANSI 3 dan jelaskan poin-poin utama
4. Lakukan salah satu hal berikut:
a. Undang seorang pengusaha untuk berbicara kepada para peserta
tentang bagaimana dia menemukan suatu ide/peluang bisnis dan
mengubahnya menjadi usaha bisnis yang sukses, atau
b. Minta seseorang dari masyarakat di sekitar anda atau organisasi
daerah/nasional seperti pusat promosi investasi, organisasi pengusaha,
badan pengembangan ekonomi wilayah daerah, lembaga promosi bisnis,
universitas atau politeknik, masyarakat pengusaha atau perusahaan
konsultansi - untuk datang dan berbicara mengenai peluang usaha, atau
c. Bagilah peserta menjadi kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 orang. Ajak
mereka untuk menyusun sebuah kuesioner yang sederhana atau
merumuskan beberapa pertanyaan wawancara, dengan menggunakan
LEMBAR KERJA sebagai panduan. Lalu, minta setiap kelompok
mengunjungi dan berbicara dengan pengusaha yang sukses. Wawancara
harus difokuskan pada bagaimana pengusaha menghasilkan ide bisnis,
bagaimana dia mengidentifikasi atau mengenali peluang bisnis, bagaimana
dia menilai peluang dan bagaimana dia mengubahnya menjadi suatu usaha
bisnis yang sukses. Selama wawancara, setiap kelompok harus
mengumpulkan beberapa informasi latarbelakang dasar tentang pengusaha
dan perusahaannya, seperti tipe usahanya, jumlah pegawainya, berapa
lama usaha dibangun, dll. Anggota kelompok harus mendiskusikan dan
mengatur seluruh proses wawancara, meskipun fasilitator memberikan
beberapa pengarahan jika perlu. Apabila mereka sudah menyelesaikan
latihan, setiap kelompok menyiapkan laporan dan mempresentasi laporan
ke seluruh kelas.
5. Terakhir, tarik kesimpulan dari latihan dan tekankan poin pembelajaran utama
6. Untuk membantu pemahaman yang lebih mendalam, minta peserta membaca
HANDOUT 2 dan 3 .

RANGKUMAN
1. Pengenalan peluang bisnis serta kemampuan merespon secara efektif adalah
dasar untuk memulai dan memelihara bisnis yang sukses. Hal ini tidak hanya
menghasilkan ide atau mengidentifikasi peluang, tetapi juga menyaring dan
mengevaluasi ide untuk menentukan usulan yang paling menguntungkan dan
menarik untuk dipilih.
2. Peluang bisnis bisa dijelaskan sebagai suatu ide investasi yang menarik atau
usulan usaha yang menghasilkan kemungkinan pengembalian untuk
seseorang yang mengambil resiko. Peluang seperti itu diwakili oleh
persyaratan pelanggan dan mengarah ke penyediaan suatu produk atau jasa
yang membuat atau menambah nilai untuk pembelinya atau pengguna akhir.
3. Ide yang baik belum tentu merupakan peluang usaha yang baik. Sebagai
contoh, lebih dari 80 % dari seluruh produk baru akan gagal. Maka sangat
penting bagi semua ide dan peluang untuk di saring dan dikaji.
4. Mengidentifikasi dan menilai peluang usaha bukanlah pekerjaan yang mudah.
Namun hal ini perlu untuk meminimalkan resiko kegagalan. Pada intinya, ini
melibatkan penentuan resiko dan penghargaan/pengembalian.
TRANSPARANSI 1 Modul 5:
Topik 2

Apa itu Peluang Bisnis?

Peluang Bisnis dapat dijelaskan sebagai suatu ide investasi atau usulan
bisnis yang menarik yang memberi kemungkinan untuk memberikan hasil
bagi seseorang yang mengambil resiko. Peluang seperti itu digambarkan
oleh persyaratan pelanggan dan mengarah ke penyediaan suatu produk
atau jasa yang dibuat atau ditambahkan nilainya untuk keperluan pembeli
atau pengguna akhir.

Perbedaan antara ide dan peluang


1. Suatu ide yang bagus belum tentu merupakan peluang bisnis yang
baik. Sebagai pertimbangan, contoh, lebih dari 80% dari seluruh
produk baru gagal dipasarkan
2. Jadi, apa yang mengubah suatu ide menjadi peluang bisnis?
3. Secara sederhana, Pendapatan > Biaya, dengan kata lain
Laba
4. Periksa karakteristik dari peluang bisnis yang bagus.
TRANSPARANSI 2 Modul 5:
Topik 2

Ciri-Ciri Peluang Bisnis yang Bagus

Untuk menjadi peluang bisnis yang bagus, maka peluang harus


memenuhi, atau mampu memenuhi beberapa kriteria:
1. Permintaan yang nyata terhadap barang dan atau jasa
2. Pengembalian Nilai investasi (Return on Investment)
3. Kompetitif / mampu bersaing
4. Mencapai tujuan
5. Ketersediaan sumber daya dan kompentensi
TRANSPARANSI 3 Modul 5:
Topik 2

Mengidentifikasi dan Menilai Peluang Bisnis

Bukan tugas yang mudah,


Pada intinya melibatkan penentuan resiko dan imbalan/hasil
yang dicerminkan dalam:
Kondisi Industri dan pasar
Lama masa peluang
Tujuan Pengusaha dan kompetensi yang dimiliki
Pengusaha
Pengelolaan Tim
Persaingan
Modal, teknologi dan sumber daya lain yang
dibutuhkan
Kondisi Lingkungan (politik, ekonomi, hukum,
kebijakan/peraturan pemerintah, dll)
HANDOUT 1 Modul 5: Topik 2

Mengidentifikasi & Menilai Peluang Bisnis


Melihat, mencari dan bertindak terhadap peluang yang tersedia adalah salah satu
karakteristik dari pengusaha sukses dimanapun. Ini juga merupakan dasar untuk
memulai dan mempertahankan usaha bisnis yang sukses. Hal ini tidak hanya
melibatkan menghasilkan ide dan mengenal peluang, tetapi juga menyaring dan
mengevaluasi peluang untuk menentukan usulan yang paling mungkin dan menarik
untuk dipilih.

Apa yang dimaksud dengan peluang usaha?


Peluang bisnis dapat dijelaskan sebagai suatu ide yang menarik atau usulan bisnis yang
memberi kemungkinan untuk memberikan hasil bagi investor atau orang yang
mengambil resiko. Peluang seperti itu diwakili oleh persyaratan pelanggan dan menuju
penyediaan suatu produk atau jasa yang menciptakan atau menambah nilai bagi
pembelinya atau pengguna akhir.
Bagaimanapun juga, suatu ide yang bagus belum tentu merupakan peluang bisnis yang
baik. Sebagai contoh, Anda menciptakan suatu produk yang bagus dari segi teknis
namun pasar belum siap untuk produk itu. Atau ide itu masuk akal, tetapi tingkat
persaingan dan sumber daya yang dibutuhkan sedemikian rupa sehingga tidak layak
untuk dilanjutkan. Kadang-kadang bahkan ada pasar yang siap untuk ide itu, tetapi
pengembalian investasi tidak dapat diterima. Untuk ditekankan lebih lanjut,
pertimbangkan fakta bahwa lebih dari 80 % dari semua produk baru gagal. Memang,
bagi para investor atau penanam modal, ide itu kelihatan bagus, namun jelas tidak tahan
uji terhadap pasar.
Jadi, apa yang mengubah suatu ide menjadi peluang usaha? Jawaban yang sederhana
adalah bila pendapatan melebihi biaya = laba. Dalam praktek, secara menyeluruh Anda
harus memeriksa faktor-faktor yang terdapat dan digambarkan dibawah.

Karakteristik dari suatu peluang bisnis yang bagus


Untuk dapat disebut bagus, suatu peluang bisnis harus memenuhi, atau mampu
memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:
Permintaan yang nyata, yaitu. merespon kebutuhan yang tidak dipenuhi atau
mensyaratkan pelanggan yang mempunyai kemampuan untuk membeli dan
yang bisa memilih
Pengembalian investasi (return on investment), yaitu memberikan hasil dalam
jangka waktu yang lama, tepat waktu, dan layak untuk resiko dan usaha yang
dikeluarkan
Kompetitif, yaitu sama dengan atau lebih baik - dari sudut pandang pelanggan -
dibandingkan dengan produk atau jasa lain yang tersedia
Mencapai tujuan, yaitu memenuhi tujuan dan aspirasi dari orang atau organisasi
yang mengambil resiko
Ketersediaan sumberdaya dan ketrampilan, yaitu terjangkau oleh pengusaha
dari segi sumberdaya, kompetensi, persyaratan hukum, dll.

Mengidentifikasi dan menilai peluang bisnis


Ide dan peluang harus disaring dan dinilai untuk kelayakannya setelah ide dan peluang
diidentifikasikan atau dihasilkan. Ini bukan tugas yang mudah dan juga sangat penting.
Hal ini dapat membedakan antara berhasil dan gagal, antara membuat kaya atau
melenyapkan apapun yang Anda miliki. Sementara latihan ini tidak menjamin
kesuksesan tetapi memang sebetulnya tak sesuatupun di dunia ini terjamin, kecuali
ada campurtangan dari Atas - namun latihan tersebut akan membantu meminimalkan
resiko dan kemungkinan gagal.
Mengidentifikasi dan menilai peluang bisnis termasuk, pada intinya, menentukan resiko
dan hasil/imbalan yang menggambarkan beberapa factor di bawah ini:

Kondisi Industri dan pasar. Apakah terdapat pasar untuk ide tersebut? Apakah
terdapat pelanggan dengan kemampuan membeli produk atau jasa? Bisakah
Anda dapat memenuhi apa yang mereka butuhkan atau inginkan? Berapa
banyakkah mereka?

Pasar di konteks ini terdiri dari para pelanggan potensial atau nyata dengan
kebutuhan dan keinginan, yang memiliki kemampuan untuk membeli produk atau
jasa Anda dan yang bersedia atau cenderung untuk melakukannya. Maka, perlu
dipikirkan apakah keinginan pelanggan dapat dipenuhi dengan harga yang
sesuai, di tempat yang tepat, dan dengan cara yang tepat waktu.

Pertimbangan penting lainnya.disini adalah ukuran pasar dan laju pertumbuhan


industri. Situasi ideal adalah pasar yang besar dan tumbuh - dimana untuk
mendapatkan pangsa pasar sekalipun kecil dapat merupakan volume penjualan
yang signifikan dan bertambah.

Dalam hal ini, calon pengusaha perlu mencari informasi. Jika beberapa
pengusaha mengira bahwa itu merupakan terlalu banyak kerja keras, mereka
akan sedikit terhibur dengan ungkapan bahwa data pasar yang tersedia (bentuk,
karakteristik, pesaing,dll) sering berhubungan secara terbalik dengan potensi
sesungguhnya dari sebuah peluang. Dengan lain kata, jika data pasar mudah
didapat dan jika data jelas menunjukkan potensial yang signifikan, maka
kemungkinan besar sejumlah besar pesaing akan memasuki pasar dan peluang
akan mengecil. Terdapat beberapa sumber informasi yang diterbitkan (juga
disebut informasi sekunder), termasuk perpustakaan yang bagus, kamar dagang,
pusat promosi investasi, kementrian pemerintah, universitas, kedutaan asing,
internet, surat kabar, dll.

Sebagai tambahan, seringkali ada pula kebutuhan untuk mengumpulkan


informasi di sumber (juga disebut penelitian primer) dengan mewawancara
orang, sebagai contoh pelanggan dan supplier. Dalam hal ini, Anda perlu
merancang metodologi penelitian.

Lamanya masa peluang produk. Bisakah Anda menciptakan atau


mengambil peluang sementara peluang itu masih ada?
Peluang sering diumpamakan sebagai memiliki sebuah jendela, Yaitu,
jendela tersebut benar-benar ada, tetapi tidak dibuka selamanya. Pasar
tumbuh dengan laju yang berlainan, dan ketika pasar menjadi besar dan
kokoh, kondisinya tidak begitu menguntungkan. Pengambilan waktu juga
penting. Maka tantangannya adalah untuk menentukan lamanya waktu
jendela akan terbuka, dan apakah peluang dapat diciptakan atau diraih
sebelum jendela menutup.

Tujuan individu dan kompetensi yang dimiliki pengusaha. Apakah Anda


benar-benar ingin berusaha dalam bisnis? Apakah Anda punya apa yang
dibutuhkan? Apakah Anda cukup termotivasi?
Pertanyaan penting dari seseorang yang memasuki dunia bisnis adalah jika
mereka bersedia melakukan usaha bisnis tertentu. Motivasi pribadi adalah sifat
yang penting dari pengusaha yang sukses. Dengan demikian, orang tersebut
harus betul-betul ingin melakukan usaha jenis itu, atau dia seharusnya tidak
mengusahakannya sama sekali.
Pertanyaan yang selanjutnya ialah apakah calon pengusaha mempunyai
kompetensi yang diperlukan (termasuk pengetahuan, ketrampilan dan
kemampuan) untuk persyaratan bisnis tersebut dan, jika tidak, apakah hal
tersebut dapat dibawa masuk. Banyak pemilik/manajer bisnis kecil telah
memasuki usaha berdasarkan kekuatan dari ketrampilan mereka.
Bila aspek-aspek diatas digabungkan, tantangannya kemudian menjadi apakah
ada kecocokan antara persyaratan bisnis dan apa yang dikehendaki oleh
pemiliknya. Hal ini penting, bukan hanya untuk sukses, tapi juga untuk
kebahagiaan pengusaha. Sebagaimana diungkapkan, "Sukses adalah
mendapatkan apa yang Anda inginkan; kebahagiaan adalah menginginkan apa
yang Anda dapatkan".

Tim managemen. Siapa saja yang akan terlibat dengan Anda dalam usaha
bisnis ini? Apakah mereka mempunyai pengalaman, pengetahuan, kontak
atau atribut lain yang diperlukan?
Di banyak usaha bisnis, khususnya yang melibatkan modal yang besar, resiko
yang tinggi, pasar yang canggih dan/atau kompetisi yang tinggi, tim
manajemen biasanya merupakan dimensi terpenting dalam menentukan daya
tarik. Pengalaman dan ketrampilan dari tim terhadap industri, teknologi dan
pasar yang sama atau serupa sering menentukan kesuksesan atau
kegagalan. Ini menjelaskan mengapa penanam modal usaha (atau orang
yang menyediakan keuangan untuk usaha) begitu menekankan faktor
manajemen, dan mereka sering mengatakan bahwa lebih baik mempunyai
manajemen yang baik dengan ide/produk/jasa yang sedang dibandingkan
dengan ide/produk/jasa yang bagus dengan manajemen yang buruk.

Kondisi Persaingan. Siapa saja saingan Anda? Apakah Anda mempunyai


sesuatu yang diinginkan oleh pelanggan yang tidak dimiliki oleh pesaing Anda ?
Sebagai contoh, bisakah Anda memproduksi atau memasarkan dengan harga
yang lebih murah?
Agar menarik, sebuah peluang harus mempunyai keuntungan kompetitif yang
pasti. Ini sebagai contoh, dapat berupa biaya yang lebih rendah dari segi
produksi dan pemasaran. Atau kualitas yang lebih baik. Sebagai tambahan,
ketersediaan entry barriers yang dapat berbentuk jumlah modal besar yang
diperlukan, perlindungan seperti paten atau peraturan, keuntungan kontraktual
seperti hak ekslusif pada pasar atau dengan pemasok - dapat membuat
perbedaan besar antara keputusan investasi'ya' atau'tidak: Dengan kata lain, jika
sebuah perusahaan tidak dapat menghalangi banyak calon pesaing dari
pasarnya, atau jika perusahaan itu menghadapi hambatan yang ada, maka
peluang itu tidak begitu menarik.

Modal, Tehnologi, dan sumberdaya lain yang dibutuhkan. Berapa banyak


modal, tekhnologi atau sumberdaya lain yang diperlukan? Apakah Anda sudah
mempunyai hal itu atau dapatkah Anda memperolehnya?
Ketersediaan dan akses pada modal, teknologi, dan sumberdaya yang lain
seperti ketrampilan menentukan apakah peluang tertentu dapat dikejar dan
sampai sejauh mana. Sebagai aturan umum, semakin sulit persyaratan di bidang
ini, semakin menarik usulannya, dengan syarat tentunya bahwa terdapat pasar
untuk ide/produk/jasa itu. Sebagai contoh, meskipun memasarkan produk
terobosan atas dasar teknologi yang dipatenkan bukan jaminan sukses, namun
hal ini pasti akan menciptakan keuntungan kompetitif yang besar.

Kondisi Lingkungan. Apakah situasi politik, ekonomi, geografi, hukum dan


peraturan mendukung? Apakah bisnis Anda akan menimbulkan kerusakan
lingkungan secara fisik?
Akhirnya, lingkungan dimana usaha bisnis akan beroperasi mempunyai
pengaruh yang besar pada daya tarik peluang apapun. Yang dimaksud dengan
lingkungan bukan hanya isu yang berhubungan dengan lingkungan (yaitu
lingkungan fisik, dimana sangat penting dan semakin penting), tapi juga politik,
ekonomi, geografi, hukum dan konteks peraturan. Ketidakstabilan politik, sebagai
contoh, mengurangi daya tarik peluang bisnis di banyak negara - terutama untuk
bisnis yang memerlukan investasi tinggi dengan periode pembayaran kembali
yang panjang. Selain itu, inflasi dan fluktuasi nilai tukar atau sistem pengadilan
yang lemah tidak mencerminkan prospek yang baik untuk investasi, meskipun
pengembalian investasinya tinggi. Kurangnya atau ketersediaan infrastruktur dan
jasa ( seperti jalan, listrik, persediaan air, telekomunikasi, transportasi dan
bahkan sekolah dan rumah sakit) juga mempengaruhi daya tarik peluang di
daerah tertentu.

Studi Kelayakan dan Rencana Bisnis


Pada akhirnya, proses pemeriksaan faktor-faktor diatas sering disebut sebagai
studi kelayakan. Dewasa ini, investor dan lembaga kredit mensyaratkan hal ini
dan dibuat dalam bentu Rencana Bisnis. Bagaimana mempersiapkan rencana
bisnis disampaikan dalam Modul 8.

Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah jenis isu yang harus dihadapi. Jawaban dari
beberapa
pertanyaan tersebut akan menentukan daya tarik dari peluang usaha apapun.
HANDOUT 2 Modul 5:
Topik 2
Ide Produk Baru

1. Memecahkan suatu masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Ada beribu-ribu


permasalahan di dunia. Ciptakan suatu produk yang dapat menyediakan suatu
solusi bagi salah satu dari permasalahan itu.
2. Temukan trend yang saat ini sedang terjadi. Anda dapat menemukan trend apa
sedang terjadi dengan menyaksikan TV, membaca surat kabar dan mencari data
di internet, kemudian menciptakan suatu produk dihubungkan dengan
kecenderungan/trend yang sedang terjadi saat ini.
3. Perbaiki, tingkatkan nilai suatu produk yang telah ada di pasar.Anda lihat
produk di rumah, di iklan, pada gudang/ toko, dan lain-lain. Ambil produk
tersebut dari pasar, kemudian lakukan perbaikan ( pengembangan produk)
4. Ciptakan suatu relung baru (new nicer) untuk suatu produk sekarang. Anda
dapat menetapkan diri dan terlepas dari kompetisi dengan menciptakan suatu
relung. Produk Anda bisa lebih cepat, lebih besar, lebih kecil, atau lebih cepat
dari pesaing produk anda
5. Tambahkan sesuatu pada produk ada sehingga lebih menarik. Anda bisa
membungkus pasta gigi dengan produk lain yang berhubungan misalnya siikat
gigi.
6. Ubah penampilan produk lebih tua. Anda dapat melakukan perubahan
pembungkusan, manfaat, bentuk dan ukuran pada produk yang sudah ada dan
menggantikan dengan produk baru
LEMBAR KERJA 1 Modul 5:
Topik 2

Bersama dengan anggota kelompok Anda yang lain, buat kuisioner yang sederhana
(beberapa pertanyaan) yang mungkin Anda gunakan untuk mewancara seorang
pengusaha

Pertanyaan harus terfokus pada :

Bagaimana pengusaha menghasilkan ide usahanya


Bagaimana ia mengidentifikasi dan mengenali peluang
Bagaimana ia menyaring, mengevaluasi atau menilai peluang
Bagaimana ia mengubah ide menjadi sebuah usaha

Kuesioner harus tidak lebih dari 2 halaman panjangnya, termasuk halaman untuk
mencatat jawaban. Cobalah kuesioner itu (pada anggota kelompok lain di kelas,
misalnya) untuk memastikan bahwa pertanyaannya jelas dan tunjukkanlah kepada
pengajar sebelum Anda menggunakannya. Setelah Anda mengunjungi pengusaha,
analisa jawabannya, buatlah laporan singkat dan presentasikan kepada seluruh kelas.

Anda dan anggota kelompok Anda yang lainnya harus menegosiasikan dan mengatur
seluruh latihan sendiri. Pengajar Anda akan memberi pengarahan jika perlu.

Nikmati! Selamat bersenang-senang!


I TOPIK 3: MENGUBAH IDE ANDA MENJADI
SEBUAH PRODUK
II WAKTU YANG DISARANKAN : 3 Jam
III TUJUAN
Peserta dapat memahami pentingnya teknik mengubah Ide menjadi
sebuah produk.
IV DASAR PEMIKIRAN
Memiliki ide bagus merupakan langkah awal bagi seorang
pengusahaMemiliki ide yang bagus merupakan langkah awal bagi
pengusaha. Calon pengusaha sering tidak yakin dengan apa yang harus
dilakukan dengan ide tersebut? Ubah mimpi Anda menjadi sebuah produk
yang dapat dipasarkan dengan langkah-langkah yang mudah ini.
V KEGIATAN
1. Jelaskan bahwa peserta akan melakukan sebuah kegiatan yang mensimulasikan
pasar. Instruksi-instruksi yang spesifik meliputi:
a. Kosongkan bagian tengah ruangan dan tunjuk sebagai pasar.
b. Pilih seorang peserta untuk menjadi penjaga kartu-kartu Big Apple (Gambar A).
c. Pilih seorang peserta untuk mencatat semua transaksi di Lembar Catatan
Transaksi Kelas Big Apple. Anda harus membuat kembali lembar catatan
tersebut di papan agar dapat dilihat semua orang atau membuat transparansinya
di OHP (TRANSPARANSI 1).
d. Bagi kelas menjadi dua kelompok yang seimbang. Sebuah kelompok akan
menjadi penjual; kelompok yang lain menjadi pembeli. Jelaskan bahwa pembeli
akan terus menjadi pembeli sepanjang permainan, dan penjual akan terus
menjadi penjual sepanjang permainan. Jelaskan bahwa ketika seorang penjual
menemukan seorang pembeli dan sepakat tentang suatu harga, penjual pergi ke
Lembar Catatan Transaksi Kelas Big Apple dan mencatatkan kesepakatan
tersebut. Kemudian baik penjual dan pembeli mendapatkan kartu baru dari
penjaga kartu Big Apple dan memasuki pasar kembali. (Adalah ide yang bagus
untuk membuat penjaga kartu berlokasi di bagian ruang kelas yang sama
dimana Lembar Catatan Transaksi Kelas Big Apple berlokasi).
e. Jelaskan bahwa pembeli dan penjual dapat membeli/menjual dalam kelipatan
Rp. 5,000 dan Rp. 10,000 saja. Berikan Lembar Penilaian Individual (LEMBAR
KERJA 1) dan meminta bahwa setiap peserta mencatat transaksi-transaksinya
sambil dilakukan. Tinjau kembali rincian di lembar penilaian jika perlu.
f. Jelaskan bahwa tujuan pembeli dan penjual adalah untuk menghasilkan laba.
g. Jelaskan bahwa Anda akan melakukan tiga putaran sesi perdagangan yang
masing-masing berlangsung selama 10 menit. Umumkan ke peserta pada saat
waktu yang tersisa tinggal satu menit di masing-masing putaran. (Waktu
berdagang)
h. Setelah setiap putaran perdagangan, berikan waktu kepada peserta untuk
mencari tahu kerugian atau keuntungan bersih mereka.
j. Dorong peserta untuk membuat sebanyak mungkin kesepakatan dalam waktu
yang ada. Jelaskan bahwa mereka dibolehkan untuk mengambil kerugian dalam
rangka mendapatkan kartu transaksi Big Apple yang baru. Cobalah agar jangan
membocorkan fakta bahwa peserta yang akan memiliki laba tertinggi biasanya
adalah mereka yang terlibat dalam paling banyak transaksi. Fakta ini akan
ditemukan selama diskusi setelah permainan selesai (Prosedur 1).
k. Selama waktu tidak berdagang antara Putaran 1 dan Putaran 2, arahkan
perhatian peserta ke catatan pasar di Lembar Catatan Transaksi Kelas Big
Apple. Katakan bahwa catatan tersebut mengandung informasi yang berguna
bagi mereka. JANGAN MENGURAIKAN LEBIH LANJUT.
2. Adakan diskusi pasca permainan:
Berapa harga apel yang paling sering terjual di Putaran 1? Putaran 2? Putaran
3? (Periksa datanya.)
Di putaran keberapa terdapat kisaran harga yang lebih besar? (Periksa datanya.)
Mengapa harga-harga menjadi semakin mengelompok? (Jawaban: Kompetisi
yang meningkat adalah penyebab yang paling penting bagi pengelompokkan
harga. Fenomena ini mewakili kecenderungan pasar yang berdaya saing untuk
bergerak ke arah harga ekuilibrium (titik keseimbangan).)
Siapa yang menentukan harga pasar untuk apel, pembeli atau penjual?
(Jawaban: Keduanya, baik pembeli dan penjual berinteraksi di pasar.)
Bagaimana penawaran dan permintaan (penjual dan pembeli) mempengaruhi
harga? (Jawaban: Penjual berusaha untuk memperoleh harga yang lebih tinggi,
pembeli berusaha untuk mendapatkan harga yang lebih rendah. Karena terdapat
persaingan antara anggota-anggota tiap kelompok, tidak ada yang memiliki
kendali harga.)
Mengapa beberapa peserta bisa menghasilkan jumlah laba yang lebih besar
dibandingkan dengan yang lain? (Kemungkinan Jawaban: Mereka dapat
menutup banyak transaksi, masing-masing menghasilkan laba yang kecil.
Gambar A

BUAT 36 BUAT 36

Kartu Pembeli Kartu Penjual

Rp Rp

Anda membeli 1 keranjang Apel Merah.


Cobalah untuk mendapatkan harga
serendah mungkin Anda tidak boleh
membayar lebih dari Rp _______ kecuali
jika Anda memutuskan untuk rugi.

$ Big Apple $ Big Apple


(Pembeli) (Penjual)

Anda membeli 1 keranjang Apel Merah. Anda menjual 1 keranjang Apel Merah.
Cobalah untuk mendapatkan harga Cobalah untuk mendapatkan harga
serendah mungkin Anda tidak boleh setinggi mungkin Anda tidak boleh
membayar lebih dari Rp _______ kecuali menerima kurang dari Rp _______ kecuali
jika Anda memutuskan untuk rugi. jika Anda memutuskan untuk rugi.

BUAT: 4 KARTU PEMBELI BUAT: 4 KARTU PENJUAL


SEHARGA Rp 90.000, SEHARGA Rp.100.000,
Rp 80.000, Rp 30.000, Rp 90.000, Rp 40.000,
Rp 20.000 Rp 30.000
(16 kartu) (16 kartu)

5 KARTU PEMBELI 5 KARTU PENJUAL


SEHARGA Rp. 70.000, SEHARGA Rp 80.000,
Rp 60.000, Rp 50.000, Rp.70.000, Rp. 60.000,
Rp. 40.000 Rp.50.000
(20 kartu) (20 kartu)
LEMBAR KERJA 1 Modul 5: Topik 3

Lembar Nilai Individual Big Apple

Lingkaran Satu: Pembeli Penjual Nama ______________________________

Instruksi: Untuk setiap transaksi, ketika Anda memperoleh sebuah kartu


masukkan harga di kolom II. Setelah Anda membuat transaksi, catat harganya di
Kolom III di baris yang sama. Jumlahkan untung, rugi, dan totalnya di akhir
permainan. Jumlahkan kerugian dan keuntungan Anda dengan mengambil selisih
antara harga transaksi Anda dan harga di kartu Anda untuk setiap transaksi.
Misalnya, seorang penjual yang menjual dengan harga yang lebih tinggi dari
harga di kartu, memperoleh untung; harga yang lebih rendah berarti rugi.
Seorang pembeli yang membeli dengan harga yang lebih rendah dari harga di
kartu, memperoleh keuntungan. Harga yang lebih tinggi berarti kerugian. Tidak
usah pedulikan titik impas. Jumlahkan keuntungan dan kerugian Anda dan tandai
di tempat yang tepat dibawah. Keuntungan atau kerugian bersih Anda adalah
selisih antara jumlah keuntungan dan jumlah kerugian. Beri tanda dimana
putaran 1, 2 dan 3 berakhir dengan sebuah tanda.
Transaksi Harga di Kartu Harga Keuntungan Kerugian
Nomor Anda Transaksi (IV) (V)
(I) (II) (III)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Total # Transaksi ______ Total Keuntungan _______ Total Kerugian ______
Keuntungan/Kerugian Bersih (Lingkari Salah Satu)
TRANSPARANSI 1 Modul 5: Topik 3
Catatan Transaksi Kelas Big Apple
(Dibuat kembali di papan tulis atau sebagai transparansi)

HARGA PUTARAN 1 PUTARAN 2 PUTARAN 3


(10 menit) (10 menit) (10 menit)
$ 100
95
90
85
80
75
70
65
60
55
50
45
40
35
30
25
20

Instruksi untuk Pencatat: tempatkan tanda titik (e.g., ) disamping harga yang
disepakati ketika penjual melaporkannya untuk Anda. Hanya satu tanda titik yang
boleh dicatat untuk setiap transaksi.
HANDOUT 1 Modul 5: Topik 3

5 Langkah untuk Mengubah Ide Anda Menjadi sebuah


Produk

Lampu bohlam diatas kepala Anda bersinar dengan sangat terang sehingga sinarnya
mengancam untuk membutakan semua orang di sekitar Anda. Tetapi apa yang harus
Anda lakukan dengan ide karya cipta Anda yang hebat tersebut? Sebelum Anda mulai
berkoar-koar tentang temuan Anda tersebut ke orang yang salah atau pergi ke
perusahaan pertama yang menawarkan Anda untuk membeli ide tersebut, Anda perlu
melakukan satu hal: Melindunginya.

Baik jika Anda mau memproduksi dan memasarkan penemuan Anda sendiri atau
memberikan ijin penggunaannya ke perusahaan lain, satu-satunya cara untuk
menghasilkan uang dari karya cipta Anda dan untuk menjamin bahwa tidak seorang pun
akan mencuri ide Anda adalah dengan mengajukan hak paten ke U.S. Patent and
Trademark Office. Hal ini bisa menjadi sebuah proses yang mengintimidasi, jadi kami
meminta Andy Gibbs, CEO di PatentCafe.com, untuk membaginya menjadi lima langkah
yang mudah untuk Anda.

Langkah 1: Dokumentasikan
Hanya memiliki "ide" saja tidak berarti apa-apa--Anda harus memiliki bukti ketika Anda
muncul dengan ide untuk karya cipta Anda. Tuliskan segala sesuatu yang dapat Anda
pikirkan yang terkait dengan karya cipta Anda tersebut, dari apakah ide yang dimaksud
dan bagaimana cara kerjanya sampai ke bagaimana Anda akan membuat dan
memasarkannya. Ini adalah langkah pertama untuk memperoleh hak paten atas ide
Anda dan mencegahnya untuk tidak dicuri. Anda mungkin pernah mendengar tentang
"hak paten orang miskin"--menuliskan ide Anda dan mengirimkannya sendiri di dalam
sebuah amplop kosong sehingga Anda memiliki bukti tanggal dari lahirnya karya cipta
tersebut. Hal ini tidak dapat diandalkan dan kecil kemungkinannya untuk dapat
dipertahankan di ruang pengadilan. Tuliskan ide Anda di sebuah jurnal pencipta dan
minta seorang saksi untuk menandatanganinya. Jurnal ini akan menjadi kitab suci Anda
melalui proses perolehan hak paten. Jurnal seorang penemu dapat berupa buku catatan
apapun yang halamannya ditulis secara berurut dan tidak dapat dipindahkan atau
disisipkan. Anda dapat menemukan jurnal yang khusus dirancang untuk pencipta di
toko-toko buku (coba Nolo Press atau Book Factory untuk memulai), atau Anda dapat
menghemat uang dan membeli buku catatan biasa dimana pun buku semacam itu dijual,
seperti toko kelontong, toko alat tulis kantor, toko pasokan alat-alat kantor, dll. Pastikan
saja bahwa buku tersebut memenuhi persyaratan diatas.

Langkah 2: Menelitinya
Anda akan perlu meneliti ide Anda dari sudut pandang legal dan bisnis. Sebelum Anda
mengajukan hak paten, Anda harus:

Menyelesaikan pencarian hak paten awal. Hanya karena Anda belum pernah melihat
karya cipta seperti milik Anda tidak berarti bahwa hal tersebut belum ada. Sebelum Anda
mempekerjakan seorang pengacara hak paten atau agen hak paten, selesaikanlah
pencarian dasar secara cuma-cuma di www.uspto.gov untuk memastikan bahwa tidak
ada seorang pun yang telah memiliki hak paten atas ide Anda. Anda juga harus
menyelesaikan pencarian "prior art" non-paten. Apabila Anda menemukan sejenis karya
seni atau rancangan yang terkait dengan ide Anda, Anda tidak dapat memperoleh hak
patennya--tanpa memandang apakah hak paten tersebut telah diajukan sebelumnya
atau tidak.
Meneliti pasar Anda. Tentu saja, kakak Anda pasti berpikir bahwa ide Anda untuk mesin
penyiram halaman yang baru merupakan ide yang bagus, tetapi tidak berarti bahwa
tetangga Anda akan membelinya. Lebih dari 95 persen dari seluruh paten tidak pernah
mendatangkan uang bagi penciptanya. Sebelum Anda menghabiskan terlalu banyak
uang dan waktu untuk memperoleh hak paten atas karya cipta Anda, lakukan beberapa
penelitian awal tentang pasar sasaran Anda. Apakah produk ini merupakan sesuatu
yang benar-benar akan dibeli orang? Setelah Anda mengetahui bahwa ada pasarnya,
pastikan bahwa produk Anda dapat dibuat dan didistribusikan dengan biaya yang cukup
rendah sehingga biaya penjualan ecerannya masuk akal. Anda dapat menentukan
biaya-biaya ini dengan membandingkannya dengan produk serupa yang sudah ada di
pasaran. Hal ini juga akan membantu Anda mengukur persaingan--yang akan Anda
miliki, tanpa memandang seberapa khasnya karya cipta Anda menurut Anda.

Langkah 3: Membuat sebuah Prototipe


Sebuah prototipe adalah sebuah model karya cipta Anda yang mempraktekkan seluruh
hal yang telah Anda tulis di jurnal pencipta Anda. Hal ini akan mendemonstrasikan
rancangan karya cipta Anda ketika Anda menyajikannya ke calon pemberi pinjaman dan
ijin. Jangan mengajukan hak paten sebelum Anda membuat sebuah prototipe. Anda
akan hampir selalu menemukan sebuah kesalahan dalam rancangan awal Anda atau
memikirkan fitur baru yang ingin Anda tambahkan. Apabila Anda mematenkan ide Anda
sebelum Anda mengerjakan hal-hal ini, akan terlalu terlambat nantinya untuk
memasukkan hal-hal ini kedalam hak paten tersebut dan Anda akan beresiko kehilangan
hak paten atas rancangan yang baru ini ke orang lain.
Berikut ini adalah beberapa aturan dasar yang umum ketika Anda membuat prototipe
karya cipta Anda:

1. Mulailah dengan sebuah gambar. Sebelum Anda memulai fase prototipe, buatlah
sketsa dari semua ide Anda di dalam jurnal pencipta Anda.

2. Buat konsep tiruan dari seluruh bahan yang akan memungkinkan Anda menciptakan
sebuah model 3-D dari rancangan Anda.

3. Setelah Anda puas dengan tiruannya, ciptakan sebuah model dari ide Anda yang
dapat bekerja sepenuhnya. Terdapat banyak buku dan alat-alat yang dapat membantu
Anda membuat prototipe. Apabila karya cipta Anda merupakan sesuatu yang akan
menghabiskan banyak uang atau tidak mungkin dibuat prototipenya (seperti proses
pengilangan minyak atau obat farmasi baru), pertimbangkan untuk menggunakan
prototipe virtual animasi komputer.

Langkah 4: Ajukan Hak Paten


Sekarang setelah Anda mengerjakan segala sesuatunya untuk rancangan Anda,
akhirnya tiba waktunya untuk mengajukan hak paten. Ada dua jenis hak paten utama
yang harus Anda pilih: hak paten utilitas (untuk proses atau mesin baru) atau sebuah
paten rancangan (untuk pembuatan rancangan ornamental yang baru, tidak nyata).
Anda dapat menuliskan paten ini dan mengisi formulir permohonannya sendiri, tetapi
jangan mengajukannya sendiri sampai Anda memiliki seorang ahli paten yang
profesional yang memeriksanya terlebih dahulu. Apabila karya cipta tersebut benar-
benar berharga, seseorang akan melanggarnya. Apabila Anda tidak memiliki hak paten
yang kuat yang dituliskan oleh seorang pengacara atau agen hak paten, nantinya Anda
akan pusing ketika seorang pesaing menemukan sebuah lubang yang memungkinkan
mereka untuk menyalin ide Anda. Sebaiknya Anda meminta bantuan hukum sekarang
untuk menghindari masalah-masalah hukum di masa depan.

Ketika mencari seorang pengacara atau agen hak paten, ingat satu hal: Apabila Anda
melihat mereka diiklankan di TV, segera lari! Jika sudah jauh, ikuti langkah-langkah ini
untuk memilih ahli hak paten yang terbaik:

1. Kerjakan pekerjaan rumah Anda. Pegang jurnal pencipta, prototipe dan catatan-
catatan Anda. Hal ini akan menghemat waktu mereka dan uang Anda. Hal ini juga
akan membantu meyakinkan mereka untuk bekerja dengan Anda.

2. Pastikan bahwa mereka terdaftar dalam U.S. Patent and Trademark Office.
3. Tanyakan apa latar belakang teknis mereka. Apabila karya cipta Anda berbentu
elektronik, mintalah seorang ahli paten yang juga merupakan insinyur elektro.

4. Diskusikan biayanya. Tetapkan fokus Anda pada perusahaan paten yang lebih kecil.
Mereka lebih murah dan mereka akan bekerja secara lebih dekat dengan Anda.
Sepakatilah perkiraan jumlah biayanya sebelum mempekerjakan ahli hak paten Anda.

Langkah 5: Pasarkan Karya Cipta Anda


Sekarang sudah waktunya untuk mencari tahu bagaimana Anda akan membawa produk
Anda ke pasaran. Buat sebuah rencana bisnis: Bagaimana Anda akan memperoleh
uang? Dimana Anda akan membuat produk tersebut? Bagaimana Anda akan
menjualnya? Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memutuskan jika Anda akan
membuat dan menjual produk tersebut sendiri atau menjual ijin untuk penjualannya
melalui perusahaan lain. Ketika Anda memberikan ijin untuk produk Anda, Anda mungkin
akan menerima dua sampai lima persen biaya royalti. Hal ini sering kali menakutkan
bagi para pencipta yang berpendapat bahwa mereka berhak atas jumlah yang lebih
besar. Tetapi pertimbangkan hal-hal positifnya: Anda tidak akan mendapatkan beban
keuangan yang diasosiasikan dengan usaha untuk mempertahankan sebuah bisnis. Hal
ini bisa berarti lebih banyak uang yang dapat Anda hasilkan dalam jangka panjang.

Mengikuti kelima langkah ini akan memastikan jalan yang mudah untuk memperoleh hak
paten atas karya cipta Anda. Ingat saja bahwa jalan yang mudah tidak berarti jalan yang
singkat. Dari saat Anda melahirkan ide tersebut sampai waktu Anda melihat produk
tersebut di rak pajangan merupakan proses yang sangat panjang. Kebanyakan karya
cipta membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menghasilkan sesuatu.
Bersabarlah dan ikuti proses hukumnya dalam langkah-langkah untuk memperoleh hak
paten atas karya cipta Anda dan tahun-tahun kerja keras Anda akhirnya akan
terbayarkan.
HANDOUT 2 Modul 5: Topik 3

Memilih sebuah Produk atau Jasa untuk Dijual


Agar dapat berhasil sebagai seorang pengusaha, Anda harus mengembangkan
kemampuan untuk memilih dan menawarkan barang atau jasa yang tepat kepada para
pelanggan Anda di pasar yang bersaing. Lebih dari faktor-faktor yang lain, kemampuan
Anda untuk mengambil pilihan ini akan menentukan kesuksesan atau kegagalan Anda.
Sepenuhnya 80 persen barang dan jasa yang dikonsumsi pada saat ini berbeda dari
barang dan jasa yang dikonsumsi lima tahun yang lalu. Dan lima tahun dari sekarang,
sepenuhnya 80 persen produk yang digunakan akan merupakan produk baru dan
berbeda dari produk-produk yang digunakan sekarang ini.
Terdapat ribuan barang dan jasa yang tersedia bagi para pelanggan pada saat ini. Dan
terdapat kesempatan yang tidak terbatas bagi Anda untuk memasuki pasar dan bersaing
secara efektif dengan barang atau jasa yang baru yang lebih baik dalam beberapa hal
dari apa yang sudah ditawarkan oleh para pesaing Anda. Ingat, keterampilan Anda
dalam memilih barang atau jasa merupakan hal yang kritis bagi kesuksesan Anda.
Hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan sebelum memutuskan apa yang harus
dijual adalah untuk berpikir. Dan semakin banyak Anda berpikir tentang sebuah barang
atau jasa sebelum Anda membawanya ke pasar, akan semakin baik keputusan Anda
jadinya.
Jadi, bagaimana Anda mulai? Untuk membuat sebuah produk itu sukses, Anda harus
berkomitmen secara pribadi dan secara emosional terhadap kesuksesannya. segera
setelah Anda memperoleh sebuah produk atau jasa, Anda perlu memulai dengan
sebuah analisa diri sendiri:
1. Jenis produk seperti apa yang Anda sukai, nikmati, konsumsi, dan peroleh
manfaatnya?
2. Apakah Anda menyukai barang atau jasa yang Anda rencanakan untuk Anda
jual?
3. Dapatkan Anda melihat diri Anda sendiri menjadi semangat dengan barang atau
jasa ini?
4. Apakah Anda sendiri akan membeli dan menggunakannya?
5. Apakah Anda akan menjualnya ke ibu Anda, sahabat Anda, tetangga di sebelah
rumah Anda?
6. Apakah Anda dapat melihat diri Anda sendiri menjual barang atau jasa ini selama
lima sampai 10 tahun kedepan?
7. Apakah ini adalah sebuah barang atau jasa yang sangat Anda inginkan untuk
Anda bawa ke pasar?

Kemudian, analisa produk atau jasa tersebut dari sudut pandang pelanggan:
1. Apakah yang dicapai, dihindari atau dipertahankan oleh produk tersebut bagi
pelanggan?
2. Bagaimana produk tersebut mengubah kehidupan atau pekerjaan pelanggan
Anda?
3. Jenis pelanggan seperti apa yang akan Anda tuju untuk menjual produk
tersebut?
4. Apakah secara pribadi Anda menyukai pelanggan yang akan membeli barang
atau jasa ini?

Bayangkan bahwa Anda telah mempekerjakan seorang konsultan manajemen untuk


memperoleh saran mengenai cara untuk memperkenalkan produk atau jasa baru ini.
Mereka akan langsung masuk ke pokok permasalahannya dan mengajukan pertanyaan-
pertanyaan yang sangat obyektif dan sangat mendasar tentang produk tersebut kepada
Anda:
1. Apakah benar-benar ada permintaan atas produk tersebut dengan harga yang
harus Anda kenakan?
2. Apakah terdapat permintaan yang cukup besar agar Anda dapat menghasilkan
laba?
3. Apakah permintaannya cukup terkonsentrasi sehingga Anda dapat beriklan,
menjual dan mengantarkan produk tersebut dengan harga yang masuk akal?
Gali lebih dalam lagi kedalam potensi kesuksesan barang atau jasa Anda dengan
menentukan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan kritis berikut ini:
1. Sebenarnya, apa yang akan dijual? Deskripsikan produk tersebut dalam hal apa
yang dilakukan produk tersebut untuk pelanggannya.
2. Kepada siapa produk tersebut akan dijual? Deskripsikan pelanggan ideal Anda.
3. Berapa harga yang akan Anda kenakan agar produk tersebut menghasilkan
laba?
4. Siapa yang akan menjual produk tersebut?
5. Bagaimana produk tersebut akan dijual?
6. Metode penjualan, atau proses promosi apa yang akan Anda gunakan?
7. Bagaimana barang atau jasa tersebut dibuat atau diproduksi?
8. Bagaimana produk tersebut akan dibayar dan oleh siapa?
9. Bagaimana barang atau jasa tersebut akan disampaikan kepada pelanggan?
10. Bagaimana produk tersebut akan mendapatkan layanan purna jual, perbaikan,
garansi atau penggantian?
Dan Anda belum selesai. Masih ada sejumlah pertanyaan tambahan yang perlu Anda
ajukan sebelum Anda membuat keputusan akhir tentang penawaran barang atau jasa
baru.
1. Apakah benar-benar terdapat kebutuhan atas barang atau jasa dalam pasar
sekarang ini?
2. Apakah barang atau jasa baru Anda lebih baik dari produk-produk lain yang
tersedia pada saat ini?
3. Apakah ketiga cara yang membuat produk Anda lebih unggul dari produk
pesaing-pesaing Anda?
4. Apakah produk Anda lebih rendah harganya atau lebih bagus kualitasnya dari
hal-hal lain yang tersedia?
5. Apakah menurut Anda Anda dapat menjadi pemasok nomor satu dalam pasar
untuk barang atau jasa ini?

Agar sebuah barang atau jasa dapat sukses, produk ini harus menjadi produk yang
tepat, dijual pada saat yang tepat, kepada pelanggan yang tepat, di pasar yang tepat.
Produk ini harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan yang tepat, dan orang yang
tepat. Yang harus Anda putuskan adalah: Apakah produk ini tepat untuk Anda