You are on page 1of 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Pemberdayaan masyarakat adalah sebagai subjek sekaligus objek dari
sistem kesehatan. dalam dimensi kesehatan, pemberdayaan merupakan proses yang
dilakukan oleh masyarakat (dengan atau tampa campur tangan pihak luar) untuk
memperbaiki kondisi lingkungan, sanitasi dan aspek lainnya yang secara langsung
maupun tidak langsung berpengaruh dalam kesehatan masyarakat.
Program pemberdayaan yang akan mempengaruhi kualitas hidup adalah
pemberdayaan masyarakat miskin. Faktor ini akan mampu memutuskan ketinggalan
rakyat baik dari segi pendidikan, ekonomi maupun kesehatan. Fektor lain yang akan
menjamin penguatan daya tawar dan akses guna mendukung masyarakat untuk
memperolah dan memamfaatkan input sumber daya yang dapat meningkatkan
kegiatan ekonomi adalah melakukan penguatan lembaga dan organisasi masyarakat.
Pembangunan merupakan proses perubahan menuju peningkatan taraf
hidup dan kesejahteaan masyarakat. Seberapa jauh proses pembangunan tersebut
telah mampu menghasilkan perubahan-perubahan yang membawa dampak pada
peningkatan taraf hidup dan kesejahtraan masyarakat, diukur dengan indikator-
indikator yang umum bersifat ekonomi.
Rendahnya tingkat perubahan kondisi kehidupan masyarakat melalui
kebijakan pemerataan melahirkan paradigma pembangunan yang berpusat pada
manusia. Implementasinya tercerminpada pogram-pogram yang secara lansung
ditujukan kepada masyarakat lapisan bawah seperti pemenuhan kebutuhan dasar
masyarakat (pangan, sandang, papan, kesehatan, pandidikan) maupun pogram
penanggulangan kemiskinan.
Kebijakan paradigma pembangunan yang berpusat pada manusia
implementasinya cukup berhasil, namun secara proses terlihat lambat akibat masih
adanya intervensi kekuasaan pemerintahan dalam menetapkan prioritas pogram yang

1

2 Rumusan Masalah Bagaimanakah konsep Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU)? 1.3 Tujuan Tujuan penyusunan makalah ini adalah agar mendapatkan informasi dan pemahaman mengenai konsep Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU). 1. diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dan menguatnya dominasi kekuasaan pemerintah dalam pengololaan paradigma pemberdayaan masyarakat. 2 .

Jadi dengan adanya Posbindu diharapkan adanya kesadaran dari usia lanjut untuk membina kesehatannya serta meningkatkan peran serta masyarakat termasuk keluarganya dalam mengatasi kesehatan usia lanjut. Fungsi dan tugas pokok Posbindu yaitu membina lansia supaya tetap bisa beraktivitas. 2001). 2. BAB II PEMBAHASAN 2. produktif dan mandiri selama mungkin serta melakukan upaya rujukan bagi yang membutuhkan (Depkes.2 TUJUAN POSBINDU Tujuan diadakannya Posbindu adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berguna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan eksistensinya dalam strata kemasyarakatan. Tujuan pokok dari pelayanan Posbindu adalah : 1. Memperlambat angka kematian kelompok masyarakat lansia 3 . Posbindu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. karena Posbindu dikhususkan untuk pembinaan para orang tua baik yang akan memasuki masa lansia maupun yang sudah memasuki lansia (Depkes. khususnya penduduk usia lanjut. Posbindu kependekan dari Pos Pembinaan Terpadu. Posbindu lansia adalah suatu forum komunikasi alih teknologi dan pelayanan bimbingan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumberdaya manusia sejak dini (Effendy. program ini berbeda dengan Posyandu. 2007). 2007).1 PENGERTIAN Posbindu menurut Depkes RI (2002) adalah pusat bimbingan pelayanan kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan dalam rangka pencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera. namun sesuai kondisi usianya agar tetap sehat.

pendidikan. faktor sosial budaya. harga/biaya pelayanan. jenis kelamin. persepsi terhadap sarana kesehatan. perilaku dalam bentuk praktik yang sudah nyata berupa perbuatan terhadap situasi atau rangsangan dari luar (kepercayaan) dan keterjangkauan sarana pelayanan kesehatan. Faktor lain yang mempengruhi perilaku ketaatan seseorang pada kesehatan adalah sebagai berikut: kebutuhan. 5. 1998). maupun perilaku terhadap program kesehatan. Meningkatkan pembinaan dan bimbingan peran serta kelompok masyarakat lansia dalam rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat (Effendy. Ketaatan lansia untuk menggunakan sarana kesehatan atau mengikuti program kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: pengetahuan. sebaiknya posyandu digiatkan kembali seperti pada masa orde baru karena terbukti ampuh mendeteksikan permasalahan gizi dan kesehatan di berbagai daerah. Pendekatan dan pemerataan pelayan kesehatan pada kelompok masyarakat lansia dalam usa meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan pada penduduk berdasarkan letak geografis.2. Secara umum perilaku kesehatan seseorang mencakup perilaku terhadap sakit dan penyakit. jarak. pendapatan. 2003). etnik. Meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat lansia untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dari kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup sehat. Terbukti mempunyai daya ungkit besar terhadap penurunan angka kematian bayi. persepsi. 4. Posyandu yang meliputi lima program prioritas yaitu: KB. jumlah dan struktur keluarga. KIA. dan kekuatan pengambilan keputusan (Notoatmodjo. Meningkatkan pelayanan kesehatan kelompok masyarakat lansia 3. sikap. Imunisasi dan penanggulangan Diare. sebagai salah satu tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang langsung bersentuhan dengan masyarakat level bawah. Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu ) Posyandu merupakan jenis UKM yang paling memasyarakatkan dewasa ini.permasalahan gizi buruk anak 4 . perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan.

Langkah-langkahnya meliputi: 1.4 KOMPONEN Posbindu sebagai wadah yang bernuansa pemberdayaan masyarakat. Pertemuan tingkat desa 2. oleh dan untuk masyarakat. busung lapar dan masalah kesehatan lainnya menyangkut kesehatan ibu dan anak akan mudah dihindari jika posyandu kembali diprogramkan secara menyeluruh . Kepemimpinan Posbindu merupakan kegiatan dari. Untuk pelaksanaanya memerlukan orang yang mampu mengurus dan memimpin penyelenggaraan kegiatan tersebut sehingga kegiatan yang dilaksanakan 5 . Pendekatan PKM merupakan suatu pendekatan yang sudah umum dilaksanakan dan merupkan pendekatan pilihan yang dianjurkan untuk pembentukan Posbindu baru. 1. akan berjalan dengan baik dan optimal apabila memenuhi beberapa komponen pokok. terjadinya proses pengorganisasian. Pelatihan kader 5. adanya anggota dan kader serta tersedianya pendanaan. balita. Pembinaan dan pelestarian kegiatan 2. yaitu: adanya proses kepemimpinan.3 PEMBENTUKAN POSBINDU Pada prinsipnya pembentukan Posbindu didasarkan atas kebutuhan masyarakat usia lanjut tersebut. kekurangan gizi. 2. kelompok jemaat gereja. Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam pembentukan posbindu di masyarakat sesuai dengan kondisi dan situasi masing-masing daerah. Pembentukan Posbindu dapat pula menggunakan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). Musyawarah Masyarakat Desa 4. Pelaksanaan upaya kesehatan oleh masyarakat 6. misalnya mengambangkan kelompok-kelompok yang sudah ada seperti kelompok pengajian. Survey mawas diri 3. kelompok arisan usia lanjut dan lain-lain.

penunjukan kader. Bendahara dan beberapa seksi dan kader. Pengorganisasian Ciri dari suatu proses pengorganisasian dapat dilihat dari adanya pembagian tugas. Pendanaan Pendanaan bisa bersumber dari anggota kelompok Posbindu. Struktur organisasi Posbindu sedikitnya terdiri dari Ketua. yaitu sedikitnya 3 orang. jadwal kegiatan yang teratur dan sebagainya. Anggota Kelompok Jumlah anggota kelompok Posbindu berkisar antara 50-100 orang. sehingga apabila terpaksa tidak tertutup kemungkinan anggota Posbindu kurang dari 50 orang atau lebih dari 100 orang. volume dan jenis kegiatannya. 2. berupa iuran atau sumbangan anggota atau sumber lain seperti donatur atau sumber lain yang tidak mengikat. Pemimpin Posbindu bisanya berasal dari anggota Posbindu itu sendiri. 4. 3. Kader Jumlah kader di setiap kelompok tergantung pada jumlah anggota kelompok. mencapai hasil yang optimal. Sekretaris. 6 . 5. Perlu diperhatikan juga jarak antara sasaran dengan lokasi kegiatan dalam penentuan jumlah anggota.

dalam rangka kegiatan perawatan kesehatan masyarakat (public health nursing). buang air besar/kecil dan sebagainya 2. Jenis pelayanan kesehatan yang dapat diberikan kepada usia lanjut dikelompok sebagai berikut: 1. Kartu Menuju Sehat (KMS) Usia Lanjut sebagai alat pencatat dan pemantau untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi dan mencatat perkembangannya dalam Buku Pedoman Pemeliharaan Kesehatan (BPPK) Usia Lanjut atau catatan kondisi kesehatan yang lazim digunakan di Puskesmas.5 PELAYANAN KESEHATAN Pelayaan kesehatan di Posbindu meliputi pemeriksaan kesehatan fisik dan mental emosional. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan 9. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan Talquist atau Sahli 6. mandi. Pemeriksaan adanya protein dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal 8. berjalan. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari (activity of daily living) melipui kegiatan dasar dalam kehidupan seperti makan/minum. 7 . Pengukuran tekanan darah dengan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama 1 menit 5.2. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus) 7. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman 2 menit 3. naik turun tempat tidur. Penyuluhan bisa dilakukan di dalam maupun di luar kelompok dalam rangka kunjungan rumah dan konseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi oleh individu dan atau kelompok usia lanjut 10. Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi anggota kelompok usia lanjut yang tidak datang. berpakaian. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik Indeks Masa Tubuh (IMT) 4.

Buku pencatatan kegiatan (buku register buntu) 5. dibutuhkan sarana dan prasarana penunjang antara lain: 1. mekanisme pelaksanaan kegiatan yang sebaiknya digunakan sistem 5 tahapan/5 meja sebagai berikut: 1.8 REKRUTMEN DAN PELATIHAN KADER POSBINDU Kader sebaiknya berasal dari anggota kelompok Posbindu sendiri atau dapat saja diambil dari anggota masyarakat lainnya yang bersedia menjadi kader. ruangan atau tempat terbuka) 2. Tahap kedua: Pencatatan kegiatan sehari-hari yang dilakukan usila. stetoskop.7 MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima terhadap usia lanjut di kelompok.11. tensimeter. Alat tulis 4. dilakukan sebelum pelaksanaan pelayanan 2. Meja dan kursi 3. Tahap pertama: Pendaftaran. Kartu Menuju Sehat (KMS) usia lanjut 2. Tempat kegiatan (gedung. pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan status mental 4. Tahap ketiga: Pengukuran tekanan darah. Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Kit usia lanjut yang berisi: Timbangan dewasa. serta penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan 3. Adapun persyaratan untuk menjadi kader Posbindu adalah: 8 . Tahap Kelima: Pemberian penyuluhan dan konseling 2. penyuluhan contoh menu makanan dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi usia lanjut serta menggunakan bahan makanan yang berasal dari daerah tersebut 12. gerak jalan santai dan lain sebagainya untuk meningkatkan kebugaran 2. Kegiatan olah raga seperti senam lansia.6 SARANA DAN PRASARANA Untuk kelancaran pelaksanaan Posbindu. meteran pengukur tinggi badan. peralatan laboratorium sederhana termometer 6. Tahap keempat: Pemeriksaan air seni dan kadar darah (laboratorium sederhana) 5.

Meja 2 : Penimbangan 3.10 KEGIATAN POSBINDU Kegiatan posyandu lebih di kenal dengan sistem lima meja yang. Surveilans hipertensi (survey mawas diri) 3. 4. maka panitia mengumumkan secara terbuka tentang rekrutmen kader Posbindu sesuai dengan persyaratan di atas. Pengelolaan dan Pengorganisasian Posbindu 2.1.9 MEKANISME PELAKSANAAN Setelah melakukan Musyawarah Masyarakat Desa dan Musyawarah di tingkat RW. Meja 4 : Penyuluhan Kesehatan pembarian oralit Vitamin A dan tablet besi 5. Meja 5 : Pelayanan kesehatan yang meliputi imunisasi. Jika sampai pada waktu yang ditetapkan masih sedikit. penumbuhan jumlah posyandu sebagai berikut : 9 . Pencegahan hipertensi 6. pemeriksaan kesehatan dan pengobatan. Penatalaksanaan hipertensi dan komplikasinya 5. Setelah rekrutmen kader Posbindu selesai. 2. Meja 1 : Pendaftaran 2. serta pelayanan keluarga berencana. meliputi : 1. Mau dan mampu bekerja secara sukarela. maka dilanjutkan dengan penyelenggaraan pelatihan kader Posbindu dengan materi pelatihan meliputi: 1. Sejak dicanangkan pada tahun 1984. Meja 3 : Pengisian Kartu Menuju Sehat 4. Sabar dan memahamil usia lanjut. Dipilih dari masyarakat dengan prosedur yang disesuaikan dengan kondisi setempat. 3. maka panitia bersama pengurus RW melakukan musyawarah kembali untuk menentukan kader Posbindu berdasarkan pertimbangan tokoh masyarakat setempat. Pertolongan pertama kedaruratan penyakit kardiovaskuler dan serebrovaskuler 2. 2. Untuk meja 1 sampai 4 dilaksanakan oleh petugas kesehatan. Prosedur deteksi dini hipertensi dan komplikasinya 4. Bisa membaca dan menulis huruf latin.

Instrumen surveilans berupa angket/kuesioner yang terlebih dahulu telah disiapkan oleh tim pengabdian masyarakat.255.815 3. langkah selanjutnya adalah pelaksanaan surveilans.154 Tabel 2. 3. pemeriksaan tekanan darah tidak dilakukan secara pasif (menunggu di Posbindu). 2. Yang dimaksud dengan surveilans adalah survey lapangan untuk mengumpulkan data tentang prevalensi hipertensi di masyarakat.255 4. Berikut ini sebagai salah satu contoh pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan posbindu: 1. Surveilans hipertensi Setelah kader Posbindu dilatih. dan data yang terkumpul diolah dan dianalisis bersama oleh kader. Surveilans dilakukan oleh kader Posbindu yang telah diberikan pelatihan surveilans.1: Pertumbuhan Jumlah Posyandu Bila diperhitungkan bahwa tiap posyandu rata-rata mempunyai lima orang kader. dan tenaga kesehatan. 1991 251. 1993 233. Pembuatan peta kewaspadaan hipertensi Data hasil surveilans dijadikan dasar untuk menyusun peta kewaspadaan hipertensi di komunitas. Peta ini sekaligus sebagai bukti dokumentasi hasil surveilans yang telah dilakukan dan diberi kode-kode khusus berdasarkan kesepakatan tim tentang kategori masyarakat dalam kaitannya dengan kewaspadaan hipertensi. 1990 244. Namun demikian dalam kasus tertentu.061 5. maka jumlah kader aktif posyandu 5x245. NO TAHUN JUMLAH 1.770 orang kader .382 2. tokoh masyarakat. 1992 242. tetapi justru dilakukan secara aktif dari rumah ke rumah (door to door) pada kelompok masyarakat yang memiliki faktor 10 . Pemeriksaan tekanan darah secara rutin Pemeriksaan tekanan darah secara rutin merupakan bagian dari pelayanan Posbindu.154 = 1. 2003 245.

Pemberdayaan masyarakat (empowerment) 11 . Dalam konteks ini. Dukungan sosial (social support) Kegiatan ini difokuskan bagi para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Desa Randobawa Ilir. b. terhadap kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. 4. Promosi kesehatan yang berkaitan dengan bahaya hipertensi Promosi kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. baik dalam masyarakat itu sendiri. Diharapkan melalui advokasi ini. semua aparatur pemerintahan di Desa Randobawa Ilir bisa memberikan dukungan. Berdasarkan hal tersebut maka strategi promosi kesehatan yang akan dikembangkan dalam rangka pencegahan hipertensi adalah: a. baik dukungan moral maupun material. 5. maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Advokasi (advocacy) Kegiatan ini ditujukan untuk para pembuat keputusan dan penentu kebijakan di tingkat kecamatan dan desa. tetapi juga bisa diikuti oleh seluruh elemen masyarakat. pelaksanaan senam ini juga bukan saja diikuti oleh kelompok masyarakat berisiko atau kelompok lansia saja. Program ini dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah serta pengendalian salah faktor risiko hipertensi. Penemuan kasus secara aktif ini merupakan upaya penapisan (screening) kasus hipertensi di masyarakat sebagai salah satu upaya deteksi dini kasus hipertensi dan komplikasinya. Pelaksanaan senam jantung sehat dan senam lansia secara rutin Kegiatan senam jantung sehat dan senam lansia juga merupakan bagian dari pelayanan Posbindu. Diharapkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama tersebut dapat menjembatani komunikasi antara pengelola program kesehatan dan masyarakat. c. risiko dan kelompok lansia atau dikenal sebagai penemuan kasus hipertensi secara aktif (active case finding).

Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki kemampuan dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri (self reliance in health). Pelatihan pengukuran tekanan darah bagi keluarga lansia dan keluarga penderita hipertensi 12 . perlindungan spesifik. Dan lain-lain) d. serta diagnosis dini dan pengobatan segera. Kegiatan ini diarahkan pada masyarakat langsung sebagai sasaran primer promosi kesehatan. Kegiatan promosi kesehatan pada setiap level tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Promosi kesehatan: a) Senam jantung sehat dan senam lansia b) Kampanye anti-rokok c) Penyuluhan gizi lansia d) Pelatihan pemeriksaan tekanan darah bagi keluarga lansia 2) Pencegahan spesifik: Pemberian multivitamin bagi lansia. Bentuk kegiatannya lebih ditekankan pada penggerakkan masyarakat untuk kesehatan. pemeriksaan neurologis. Berdasarkan tingkat pelayanan kesehatan yang diberikan. Diagnosis dini dan pengobatan segera: 3) Pemeriksaan tekanan darah teratur bagi penderita hipertensi 4) Pemeriksaan tanda-tanda komplikasi hipertensi (pemeriksaan protein urin. promosi kesehatan yang dilakukan hanya berada pada level promosi kesehatan. e. dalam hal ini adalah pengelolaan Posbindu. Ruang lingkup promosi kesehatan sendiri meliputi tatanan keluarga (rumah tangga) dan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penyuluhan kesehatan tentang pencegahan & penatalaksanaan hipertensi Penyuluhan kesehatan merupakan bagian dari strategi promosi kesehatan yang tujuannya memampukan masyarakat untuk dapat menghindari perilaku-perilaku yang berisiko meningkatkan kejadian hipertensi dan/atau melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah hipertensi pada masyarakat dan keluarga penderita hipertensi.

13 . Sudah barang tentu. tanpa harus pergi ke Puskesmas yang memakan waktu dan biaya transportasi. Pada akhirnya setiap keluarga dari penderita hipertensi dapat melakukan pemantauan tekanan darah penderita hipertensi secara teratur. f. Dana sosial ini ditujukan untuk membantu pembiayaan warga masyarakat yang mengalami komplikasi hipertensi sehingga membutuhkan pengobatan lebih kompleks atau rujukan ke rumah sakit. anggota keluarga yang dilatih adalah mereka yang memenuhi syarat tertentu sehingga dimungkinkan mampu menguasai dalam mempraktikkan dan menginterpretasikan hasil pengukuran tekanan darahnya. Karena itu. khususnya bagi penderita hipertensi dalam melakukan pemantauan (monitoring) terhadap kondisi kesehatannya. Dalam hal pengumpulan dana sosial maka dibutuhkan dukungan dari para pengambil keputusan di tingkat desa dan kecamatan. ketersediaan tensimeter atau sphygmomanometer di Posbindu harus cukup sebagai antisipasi bagi kebutuhan terhadap pemantauan tekanan darah secara mandiri oleh keluarga penderita. kegiatan ini bersifat fleksibel terutama ditujukan bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kemampuan ekonomi menengah ke atas. serta kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Tentu dalam kondisi yang tidak mengikat. Kegiatan ini juga ditujukan sebagai salah satu upaya memperpendek akses pelayanan kesehatan. Pengumpulan dana sosial Tanggap Hipertensi Kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari strategi gerakan masyarakat sebagai salah satu strategi promosi kesehatan.

1 KESIMPULAN Posbindu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Ini akan mendukung profesionalisme dalam wewenang dan tanggung jawab perawat sebagai bagian dari tenaga medis yang memberikan pelayanan Asuhan Keperawatan secara komprehensif. karena Posbindu dikhususkan untuk pembinaan para orang tua baik yang akan memasuki masa lansia maupun yang sudah memasuki lansia. BAB III PENUTUP 3. khususnya penduduk usia lanjut. Posbindu kependekan dari Pos Pembinaan Terpadu. 3. program ini berbeda dengan Posyandu.2 SARAN Pemahaman dan keahlian dalam aplikasi Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU) merupakan salah satu cabang ilmu keperawatan yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan khususnya perawat agar dapat mengaplikasikannya serta berinovasi dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien. 14 .