You are on page 1of 7

MULSA VERTIKAL (SLOT MULCH

)

Teknik budi daya yang telah diperkenalkan untuk lahan kering, kadangkadang masih
belum efektif dalam hal pemanfaatan air hujan sebagai sumber air. Kelebihan air hujan yang
belum terinfiltrasi seringkali masih dibiarkan terbuang melalui saluran batas bedengan
dan/atau SPA pada teras gulud atau teras bangku. Kelebihan air tersebut jika terkonsentrasi
pada satu aliran, berpotensi menggerus tanah. Untuk memaksimalkan peresapan air ke dalam
tanah, dapat dilakukan dengan menambahkan sisa tanaman, serasah gulma, pangkasan
tanaman penguat ke dalam saluran teras, rorak, atau ke dalam lubang-lubang peresapan air.
Teknik ini dikenal sebagi mulsa vertikal/slotch mulch. Mulsa vertikal juga dapat
dikembangkan sebagai alternatif untuk memudahkan pemanfaatan sisa tanaman di lahan
pertanian. Pemanfaatan sisa tanaman sebagai mulsa konvensional belum banyak diterapkan,
karena beberapa kesulitan yang dialami oleh petani dalam membersihkan sisa tanaman
sebelum melakukan pengolahan tanah dan menyebarkannya kembali di antara barisan
tanaman. Dengan sistem mulsa vertikal juga dapat dilakukan pengomposan sisa tanaman,
serasah gulma dan lain sebagainya secara insitu (Brata, 1995a). Aplikasi mulsa vertikal dapat
dilakukan secara bersamaan dengan aplikasi teknik konservasi tanah lainnya, misalnya teras
bangku, teras gulud, rorak, alley cropping (budi daya lorong), strip rumput, tanaman penutup
tanah dan lain sebagainya. Mulsa vertikal juga sangat efektif untuk meningkatkan resapan air
di daerah terbangun (pemukiman, perkantoran, dan lain-lain).

Aplikasi mulsa vertikal pada alley cropping (kiri) dan teras gulud
(kanan)

Dalam hubungannya dengan perbaikkan sifat fisik tanah, salah satu fungsi utama dari
mulsa vertikal adalah untuk menyediakan lingkungan yang kondusif bagi terciptanya biofore
di dalam tanah (Brata, 2004). Biofore yang diciptakan oleh fauna tanah dan akar tanaman
tersebut sangat berperan dalam proses peresapan air ke dalam tanah. Hal ini sangat berguna
dalam hubungannya dengan pengendalian aliran permukaan dan erosi tanah. Beberapa hasil
penelitian telah menunjukkan efektivitas mulsa vertikal dalam mengendalikan aliran
permukaan dan erosi.

Pengertian
Mulsa vertical adalah penggunaan sisa tanaman (mulsa) untuk tindakan konservasi tanah
melalui penimbunan sisa tanaman pada parit-parit teras atau parit yang dirancang mengikuti
kontur guna mengendalikan laju erosi dan hilangnya unsur hara dari bidang olah.

memperkaya pupuk organik Sasaran lokasi adalah areal usahatani lahan kering yang tingkat kehilangan unsur haranya sangat tinggi akibat pengangkutan biomasa. Tujuan Pengendalian aliran permukaan.25m X 0. dan kadar air tersedia tanah sebagaimana disajikan pada Tabel 2.  Kegiatan ini dapat dikombinasikan dengan penanaman rumput pada tampingan teras Pengaruh Terhadap Sifat Fisik Tanah Penerapan teknik mulsa vertikal pada pertanaman jeruk manis terhadap sifat fisika tanah dapat dilihat dari rerata berat volume. penampungan dan pengendalian alian sedimen di sepanjang teras dan bidang olah. Pelaksanaan  Buat saluran pembuangan air sepanjang bidang olah atau parit pada lereng diperdalam lagi 0. Perlakukan teknik mulsa vertikal piringan (MVP.  Sisa tanaman yang telah membusuk (terdekomposisi) pada musim pengolahan tanah berikutnya diangkat dan ditaburkan secara merata pada saluruh bidang olah sebagai pupuk organik. terutama dengan perlakukan kontrol (tanpa pemberian mulsa). permeabilitas. pamanfaatan sisa tanaman secara mudah dan efisien.25m. Dari Tabel 2 dapat diketahui bahwa perlakuan mulsa vertikal terhadap berat (kerapatan) volume. kadar air kering udara dan kadar air titik layu permanen berpengaruh nyata. Lampiran Gambar 2) menunjukkan rataan permeabilitas. porositas. pencucian dan erosi. porositas. kadar air kering udara dan kadar air titik layu permanen tertinggi dan berbeda nyata dengan perlakukan lainnya. sedangkan terhadap permeabilitas. . kadar air kapasitas lapang. kadar air kapasitas lapang dan kadar air tersedia tidak berpengaruh nyata.  Masukan sisa tanaman pada parit yang dibuat dan ditimbun dengan tanah hasil galian parit saluran teras.

Pengaruh Terhadap Sifat Biologi Tanah Pengaruh penerapan teknik konservasi tanah (mulsa vertikal dan guludan) terhadap sifat biologi tanah dapat dilihat dari rataan populasi bakteri. Fungsi bedengan/galangan sangat penting dalam membudidaya berbagai macam jenis tanaman buah maupun sayur mayur. P-tersedia. and Johnson. Bainbridge. jamur dan aktinomicetes. terhadap sifat kimia teknik konservasi yang lebih baik adalah perlakuan benteng piringan. Membuat galangan/bedengan untuk tanaman cabe sangat mudah sekali dilakukan. serta respirasi tanah. Pengaruh Terhadap Sifat Kimia Tanah Pengaruh penerapan teknik mulsa vertikal terhadap sifat kimia tanah dapat dilihat dari kadar C-organik. Berbeda pengaruhnya terhadap sifat fisika yang lebih tinggi pada perlakuan mulsa vertikal piringan (MVP). tidak hanya pada lapisan permukaan tetapi sampai ke lapisan yang lebih dalam. Pengaruh positif dari perlakuan mulsa vertikal terhadap perbaikan sifat fisik tanah ini sesuai dengan pendapat Bainbridge (1996) yang menyatakan bahwa penempatan bahan organik sebagai mulsa vertikal dapat memperbaiki sifat fisik tanah secara umum. populasi aktinomicetes. karena dapat membuat struktur tanah menjadi lebih gembur dan memungkinkan keadaan akar tanaman menjadi lebih nyaman sehingga akar- akarnya tumbuh sempurna dan menghasilkan tanaman yang sehat. dapat diketahui bahwa penerapan teknik konservasi tanah (mulsa vertikal dan guludan) berpengaruh nyata terhadap sifat biologi tanah. dan respirasi tanah. 1993. Keadaan ini menyebabkan tanah dapat menyerap dan menyimpan air lebih banyak yang memungkinkan tanaman tidak stress terhadap kekurangan air pada musim kemarau atau pada daerah dengan curah hujan rendah hingga sangat rendah. nisbah C/N. seperti di daerah gurun (Hammond. dan K-tukar tanah. berkualitas tinggi. tanaman palawija. N-total. Sebab adanya galangan inilah memungkinkan di atasnya ditanami berbagai macam jenis sayuran budidaya. . 1995). Terhadap populasi bakteri. tanaman apotek hidup. Mills. maupun tanaman buah. terutama kegemburan tanah.

atau batu cadas yang terkadang juga tertimbun pada lahan sebelum dibuatkan bedengan. terlebih dahulu bersihkan lahan dari kemungkinan adanya batu-batuan kerikil besar. Sebaiknya bedengan/galangan dibuatkan membujur dari arah utara ke selatan supaya proses fotosintesis tanaman cabe berjalan optimal pada waktu pagi hari.  Sebelum membuat bedengan. maka selanjutnya mendesain tanah membentuk bedengan- bedengan dan juga galangan yang menghubungkan satu bedengan/galangan satu dengan lainnya. selanjutnya adalah membajak tanah dengan cara dibolak-balik tanahnya hingga cukup halus. dan langsung saja melakukan praktek.  Pembajakan tanah selesai.30 cm. . lebar= 1 meter.30 cm. Berikut ini panduan singkat tentang bagaimana cara membuat galangan/bedengan tanaman cabe yang baik dan benar. pastikan juga bahwa tinggi tanah yang dibajak setinggi 25 . sebab tidak perlu memerlukan teknik khusus. hal ini sangat positif supaya air dapat tertampung pada wadah yang optimal.  Ukuran bedengan yang ideal untuk tanaman cabe adalah panjang=sesuaikan lahan tanam.Cabe Hibrida Lado F1 di Lahan Perkebunan Hortikultura.  Buatkan juga saluran irigasi di antara bedengan satu dengan bedengan lainnya. Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan) Dan cara untuk membuat bedengan untuk tanaman cabe sebenarnya sangat mudah sekali. jangan lupa lekatkan juga mulsa plastik di atas bedengan/galangan sebelum ditanami benih cabe.  Untuk membudidaya tanaman cabe supaya lebih produktif.  Setelah dibersihkan lahannya. dan tinggi bedengan adalah 25 . akar tanaman yang mengganggu.

Atap harus dinaungi yang biasanya oleh paranet atau sarlon. maka bedengan dapat dibuat searah lereng. bedengan justru dibuat searah lereng. Namun bila tanaman yang diusahakan sangat peka terhadap drainase yang buruk. 3. Bedengan akan efektif sebagai teknik konservasi tanah bila dibuat searah kontur. menurut Fungsinya bedengan dibagi menjadi Bedeng Tabur dan Bedeng Sapih: Fungsi Bedeng tabur adalah untuk mengecambahkan benih yang berasal dari biji biasanya biji-biji dengan ukuran kecil tapi gak menutup kemungkinan untuk biji berukuran besar seperti biji buah Ulin Fungsi Bedeng sapih adalah untuk menampung polibag yang berisi semai.200 bibitdengan ukuran polibag 10 x 15 cm. Terdapat Jarak Antara Bedengan yang berfungsi sebagai jalan pemeliharaan biasanya selebar 1/2m 5. Dilakukan Penyungkupan / pemberian naungan. Ukuran biasanya memakai 1m x 5 m memuat bibit sebanyak 1.Khusus bagi semai yang baru disapih. semoga rencana untuk budidaya cabe dapat berjalan dengan baik. namun setiap jarak tertentu bedengan dipotong oleh . maka bedengan tersebut dapat pula berfungsi untuk menanggulangi aliran permukaan dan erosi. bila tanaman yang diusahakan tidak terlalu rentan terhadap drainase yang lambat. Bedengan Mutlak harus ada dalam kegiatan Persemaian. di beberapa lokasi khususnya pada areal tanaman sayuran. ada dua macam yaitu Bedeng Tabur dan Bedeng Semai. padahal dengan dibuatnya bedengan searah lereng. bedengan dibuat searah kontur (Gambar 13). terutama bagi bibit yang berasal dari cabutan atau stek pucuk Pada awalnya bedengan dibuat untuk menciptakan media tumbuh yang lebih baik untuk tanaman.Jika anda mengikuti langkah demi langkah seperti yang dijelaskan di atas. Oleh karena itu. yang berasal dari bedeng tabur atau semai dari biji atau stek yang langsung ditanam dalam polibag. Sehubungan waktu bibit paling lama di bedeng sapih maka ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki bedeng sapih 1. aliran air menjadi kurang terkendali. sebaiknya 120 Dariah et al. Bila bedengan tersebut dibuat dengan mengikuti kaidah-kaidah konservasi tanah. Namun. Hal ini dimaksudkan petani untuk memperbaiki drainase tanah.Namun bisa juga oleh daun rumbia atau alang alang jika jenis persemaian sementara 2. Arah Bedengan adalah membujur Utara Selatan dengan harapan bisa dapat sinar matahari pagi 4.

Tetapi.bangunan pengendali erosi seperti gulud atau tanaman strip (dibahas lebih mendalam pada Bab 6).Dengan bedengan permanen. Berbeda ketika kita menggunakan bedengan permanen. yang telah diberi pupuk organik. Beberapa kali saya melihat. karena kita menyebar pupuk di tempat yang sama secara terus-menerus.2 meter. efek buruk dari perlambatan drainase tidak akan terjadi. ketika kita kehabisan stok pupuk organik. Kita hanya akan mengeluarkan biaya sekali untuk membuat bedengan. kini berganti menjadi parit antar bedengan. Selain itu. Alat . 1. Dan pada akhirnya. kita bisa menanam tanpa menambahkan pupuk lagi. sebagian orang membuatnya dengan cara menggeser bedengan yang lama dengan membalik tanah dan ditempatkan di lahan yang sebelumnya merupakan parit antar bedengan. pupuk bisa kita fokuskan ke lahan yang sudah berbentuk bedengan tersebut. keuntungan yang lain. kita akan membuat bedengan lagi. biasanya yang sering dipake adalah 1X10 meter atau 1×1. Dengan bedengan permanen. Biaya pengolahan lahan. Biasanya jarak tanam sayuran itu berkisar dari 20×20 cm atau 40×40 cm sehingga dengan ukuran bedengan tersebut kita mudah untuk menghitung kebutuhan bibit. adanya pupuk yang terbuang sia-sia. Bedengan Permanen Bedengan. Jika kita menggunakan bedengan yang tidak permanen. baik dari biaya penggunaan pupuk maupun biaya dalam pengolahan lahan. Dari situ. Atau dapat pula bedengan dibangun dengan membuat sudut tertentu terhadap kontur (Gambar 14). Dan tentunya.di situ. dalam pembuatan bedengan. tergantung luasan lahan yang digunakan. Yang sebelumnya merupakan bedengan. sehingga tidak banyak pupuk yang terbuang sia-sia. setelah panen kita akan mengolah lagi bedengan tersebut. di sini saya akan mengulas tentang bedengan permanen. Ukurannya ada bermacam-macam. Nutrisi untuk tanaman akan senantiasa bertambah dan tidak terbuang percuma. Kenapa harus bedengan permanen? Ini dimaksudkan untuk menghemat biaya. yang seharusnya bisa kita manfaatkan lagi sebagai nutrisi bagi tanaman. dan itu akan mempermudahkan kita untuk mengolah maupun merawat tanaman. berbentuk gundukan tanah yang menajang. kini lahannya menjadi parit antar bedengan. dengan cara menggarpu/mencangkulnya. lahan tersebut akan semakin subur/gembur(efek dari pemupukan organik yagn difokuskan di bedengan itu). sebenarnya masih ada cadangan makanan untuk tanaman yang berasal dari pupuk yang kita sebar pada penanaman sebelumnya ( di sini saya berbicara penggunaan pupuk organik). lama kelamaan. 2. Biaya penggunaan pupuk. Ini adalah tempat menanam tanaman khusunya sayuran. Kalo di tempat saya dinamakan dengan galengan. Langkah untuk membuat bedengan permanen 1. karena di situ masih banyak cadangan makanan untuk tanaman. Sebenarnya bila bedenganbedengan yang dibuat searah kontur dilengkapi d engan SPA yang baik. kita bisa melihat. dan selanjutnya kita tinggal mengolahnya setiap kita akan melakukan penanaman. Penggunaan ukuran itu dimaksudkan untuk mempermudah menghitung jumlah kebutuhan bibit yang akan ditanam. Ok. kita bisa menghemat biaya pembuatan bedengan.

Gunakan batu bata/ bambu yang dibelah untuk penahan bedengan di setiap sisinya agar bedengan tersebut tidak longsor. 4. Buatlah bedengan seperti biasa. Bahan a.(rumput madu punya perakaran yang menyampung sehingga tidak mengganggu tanaman yang ada dalam bedengan). Batu bata/ bambu bisa kita ganti dengan menanami rumput madu di sekeliling bedengan. . Tali kenur 2. 2. Sebelum di buat bedengan. Cangkul b.(Ukuran bedengan menyesuaikan lahan) 3. gunakan tali kenur(tali yang lain)untuk meluruskan bedengan yang akan kita buat agar terlihat rapi. dan pastikan batu-bata/bambu kuat untuk menahan tanah yang ada di bedengan tersebut. cangkul/ bajak lahan terlebih dahulu.a. Batu bata/bambu/rumput madu/ atau bahan yang mudah didapat Langkah 1.