You are on page 1of 4

Pengukuran TSS

Total Suspended Solid (TSS), adalah salah satu parameter yang digunakan untuk
pengulkuran kualitas air. Pengukuran TSS berdasarkan pada berat kering partikel
yang terperangkap oleh filter, biasanya dengan ukuran pori tertentu. Umumnya, filter
yang digunakan memiliki ukuran pori 0.45 μm. Nilai TSS dari contoh air biasanya
ditentukan dengan cara menuangkan air dengan volume tertentu, biasanya dalam
ukurtan liter, melalui sebuah filter dengan ukuran pori-pori tertentu. Sebelumnya,
filter ini ditimbang dan kemudian beratnya akan dibandingkan dengan berat filter
setelah dialirkan air setelah mengalami pengeringan. Berat filter tersebut akan
bertambah disebabkan oleh terdapatnya partikel-partikel tersuspensi yang
terperangkap dalam filter tersebut. Padatan yang tersuspensi ini dapat berupa bahan-
bahan organik dan inorganik. Satuan TSS adalah miligram per liter (mg/l).

A. TUJUAN PERCOBAAN
Untuk mengetahui nilai Total Suspended Solid (TSS) Residu Tersuspensi pada sampel
air,

B. PRINSIP PEKERJAAN
1. Pemeriksaan residu total dilaksanakan dengan cara menimbang berat contoh
yang telah dikeringkan pada suhu 103 – 105oC hingga diperoleh berat tetap,
2. Pemeriksaan residu tersuspensi dilakukan dengan cara menimbang berat residu
di dalam sampel yang tertahan pada kertas saring yang berpori 0,45 µm dan
telah dikeringkan pada suhu 103 – 105 oC hingga diperoleh berat tetap,
3. Pemeriksaan residu terlarut dilakukan dengan cara menimbang berat residu
yang lolos melalui kertas saring dengan pori 0,45 µm dan telah dikeringkan
pada suhu 103 – 105 oC.

C. ALAT DAN BAHAN
1. ALAT
a.Cawan penguap berkapasitas 100 ml dan berdiameter 90 mm yang terbuat dari
porselen atau platina atau silica berkualitas tinggi,
b.Cawan Goch atau alat penyaring lain yang dilengkapi pengisap atau penekan,
c.Tanur untuk pemanasan pada suhu 550 ± 50 oC,
d.Kertas saring yang berpori 0,45 µm misalnya Gelman tipe A/E atau Whatman tipe
934 AH atau Millipore tipe AP40 atau yang sejenis,
e. Penangas air,
f.Tempat khusus untuk menaruh kertas saring yang terbuat dari baja nir karat atau
aluminium,
g.Oven untuk pemanasan pada suhu 103 – 105 oC,
h. Desikator,
i. Neraca analitik dengan kapasitas 200 gram dan ketelitian 0,1 mg,
j. Pinset / penjepit.

BAHAN a.) Kemudian mendinginkan dalam desikator selama 15 menit. e. . Sampel air b. ) Lalu memanaskan dalam oven selama 1 jam.2. PROSEDUR KERJA Langkah penimbangan cawan kosong : a) Memanaskan cawan kosong dalam tanur pada suhu 550 ± 50 oC selama 1 jam.) Lalu menimbang dengan neraca analitik. c.) Berikutnya mendinginkan dalam desikator selama 15 menit. d. namun sebelum dipanaskan cuci dulu dengan air kran dan bilas dengan aquadest. f. b. biarkan hingga hampir dingin. Aquadest 3.) Kemudian ulangi langkah (c) sampai (e) hingga diperoleh berat tetap (kehilangan berat) <4%) misalnya B mg.

Mengambil filtrat sebanyak 100 ml kemudian tuangkan ke dalam cawan yang telah diketahui beratnya dan banyaknya contoh yang diambil disesuaikan dengan kadar residu terlaurt dalam contoh uji sehingga berat residu terlarut diperoleh antara 2. f.2. g. Mengeringkan di dalam oven hingga suhu 103 – 105 oC selama 1 jam. Mendinginkan dalam desikator selama 1 menit. Lalu ulangi langkah (e) sampai (g) hingga diperoleh berat tetap (kehilangan berat <4%) misalnya B mg. c. Mengeringkan di dalam oven pada suhu 103– 105 oC selama 1 jam. Mengambil kertas saring dan taruh di atas tempat khusus. h. Menimbang dengan neraca analitik. i. Mengulangi pembilasan hingga bersih dari pertikel-partikel halus pada kertas saring. c. d. Membilas kertas saring dengan air suling sebanyak 20 ml dan operasikan alat penyaring (triplo). Lalu hasil tersebut dapat dilanjutkan untuk penetapan residu terlarut. f. kemudian uapkan di atas penangas air hingga hamper kering. f. e. Mengeringkan di dalam oven pada suhu 103 – 105 oC selama 1 jam. kemudian residu tersuspensi dibilas dengan air suling sebanyak 10 ml dan dilakukan 3 kali pembilasan. 3. Menimbang dengan neraca analitik. b. Lalu mengeringkan kertas saring tersebut dalam oven pada suhu 103 oC – 105 oC selama 1 jam. d. c. Menyiapkan kertas saring alat penyaring. Menyaring contoh sebanyak 250 ml. c. d. Langkah penimbangan kertas saring : a. g. Menimbang dengan neraca analitik. d. Pertama. e. Langkah penyaringan residu terlarut : a. Menyaring contoh. Menuangkan ke dalam cawan terebut diatas. Kemudian contoh dikocok hingga merata dan memasukkan 100 ml ke dalam alat penyaring : banyaknya contoh yang dimbil disesuaikan dengan kadar residu tersuspensi sehingga berat residu tersuspensi antara 2. Menaruh kertas saring ke dalam alat penyaring (corong + kertas dimasukkan ke erlenmeyer. e. Mendinginkan di dalam desikator selama 15 menit. . b.5 mg sampai 200 mg. h. Mendinginkan dalam desikator selama 15 menit. Lalu ulangi langkah (c) sampai (e) hingga diperoleh berat tetap (kehilangan berat <4%) misalnya A mg. Mendinginkan dalam desikator selama 15 menit. f. Kemudian ulangi langkah (e) sampai (g) hingga dipeoleh berat tetap (kehilangan berat <4%) misalnya A mg.5 mg sampai 200 mg. sampel dikocok hingga serba sama dan diambil sebanyak 100 ml. Langkah penyaringan contoh dan penimbangan residu tersuspensi : a. 5. b. 4. b. e. Menyiapkan kertas saring yang telah diketahui beratnya pada alat penyaring. Mengambil kertas saring dan taruh di atas tempat khusus kertas saring. Menimbang dengan neraca analitik. Langkah penimbangan residu total : a.

.g. Kemudian ulangi langkah (d) sampai (f) hingga dipeoleh berat tetap (kehilangan berat <4%) misalnya A mg. .