You are on page 1of 30

Drs. Wildian, M.Si.

Bab 1

MEDAN LISTRIK

Dewasa ini, hampir semua aktivitas kehidupan manusia bergantung pada listrik.
Perhatikanlah berbagai alat di sekitar kita. Sebagian besar alat tersebut (seperti lampu,
televisi, komputer, mesin cuci, proyektor, mikrofon dan pengeras suara) membutuhkan
energi listrik untuk dapat menjalankan fungsinya. Energi listrik ini dihasilkan oleh mesin
pembangkit listrik (PLTA, misalnya), dan dikirim ke unit-unit pengguna (rumah, kantor,
pabrik, dan lain sebagainya) dalam bentuk arus listrik. Arus listrik merupakan salah satu
fenomena kelistrikan (electricity). Pada saat cuaca buruk, fenomena kelistrikan juga dapat
diamati dalam bentuk terjadinya kilat. Tapi, apakah listrik itu?
Listrik bukanlah benda, melainkan sifat yang melekat pada suatu besaran—yaitu
sesuatu yang memiliki kuantitas dan satuan. Itulah sebabnya, kata “listrik” tidak berdiri
sendiri, melainkan selalu digandengkan dengan kata lainnya yang menyatakan besaran
dari sifat kelistrikan itu, seperti arus listrik, medan listrik, potensial listrik, muatan listrik,
dan lain sebagainya. Bahasan tentang kelistrikan selalu diawali dengan apa yang disebut
muatan listrik.

1.1 Muatan Listrik

Pada hari yang cerah dan kering, gosoklah sebuah sisir atau mistar plastik secara berulang
dengan sehelai kain yang kering, lalu dekatkanlah sisir atau mistar itu ke sobekan-
sobekan kecil kertas yang juga kering. Kamu akan melihat kertas akan tertarik dan
menempel pada sisir atau mistar plastik itu.
Selanjutnya, gantunglah sebatang kaca (yang telah digosok dengan kain) dengan
seutas benang, lalu dekatkan sebatang kaca lainnya (yang juga telah digosok dengan
kain) ke batang kaca yang tergantung itu. Apa yang terjadi? Kamu akan melihat batang
kaca yang tergantung itu bergerak menjauhi batang kaca yang ada di tanganmu.
Sebaliknya, jika benda yang kamu dekatkan ke batang kaca yang tergantung itu adalah
sisir atau mistar plastik dari percobaan pertama tadi, maka batang kaca itu akan bergerak
mendekati sisir atau mistar itu. Sulap? Bukan.

Gambar 1-1: Dua benda bermuatan listrik akan (a) saling tarik-menarik jika
muatannya berbeda tanda, dan (b) saling tolak-menolak jika
muatannya bertanda sama.

Jurusan Fisika Universitas Andalas 1

Drs. Wildian, M.Si.

Benda/bahan (material) yang semula netral (tidak dapat menarik atau menolak
benda lain) lalu menjadi dapat menarik atau menolak benda lain setelah digosok;
dikatakan bahwa benda tersebut menjadi bermuatan listrik (electrified, atau electrically
charged). Eksperimen di atas memperlihatkan salah satu fenomena kelistrikan yang
dihasilkan dari gaya-gaya yang bekerja di antara dua muatan listrik yang tak-mengalir.
Ilmu yang mempelajari tentang muatan listrik statis ini disebut elektrostatika.
Dari serangkaian eksperimen sederhana yang telah dilakukan, diketahui bahwa
ada dua jenis muatan listrik. Benjamin Franklin (1706 – 1790), menamakan jenis muatan
yang ada pada batang kaca yang telah digosok dengan kain itu sebagai muatan listrik
positif dan yang ada pada batang plastik sebagai muatan listrik negatif. Eksperimen
tersebut memperlihatkan bahwa muatan sejenis bersifat tolak-menolak dan muatan yang
tak-sejenis bersifat tarik-menarik. Tapi, kenapa mistar plastik yang telah digosok dengan
kain itu menjadi bermuatan listrik negatif, sementara batang kaca yang juga digosok
dengan kain menjadi bermuatan listrik positif?
Fenomena ini merupakan implikasi dari hukum kekekalan muatan listrik. Ketika
suatu benda digosok dengan benda lain, maka dalam proses ini tidak ada muatan listrik
yang tercipta; yang ada hanyalah perpindahan (transfer) muatan—yaitu elektron—dari
benda yang satu ke benda yang lain. Pada proses plastik yang digosok dengan kain,
misalnya, sebagian elektron pada kain pindah ke plastik sehingga plastik menjadi
bermuatan negatif; sedangkan pada proses kaca yang digosok dengan kain, sebagian
elektron pada kacalah yang berpindah ke kain sehingga kaca bermuatan positif. Tentang
elektron dari bahan mana yang berpindah, ini sangatlah bergantung pada kedua jenis
bahan yang berinteraksi. Namun yang pasti, elektron memegang peranan penting dalam
proses perubahan suatu benda dari keadaan netral menjadi bermuatan listrik. Kalau
begitu, kita perlu mengetahui lebih jauh tentang elektron.
Dari penelitian tentang struktur zat diketahui bahwa semua zat terdiri dari atom-
atom. Democritus, ahlifikir Yunani Kuno, berpendapat bahwa atom merupakan bagian
terkecil dari suatu benda (dalam bahasa Yunani, atomos berarti “tak dapat dipotong-
potong atau dibagi-bagi lagi”). Namun pendapat ini kemudian terbantah setelah J.J.
Thomson pada 1897, menemukan keberadaan elektron dalam atom. Elektron merupakan
partikel sub-atomik (bagian dari atom) yang bermuatan negatif. Pada 1907, Ernest
Rutherford menemukan bahwa di dalam atom terdapat inti atom, dan sebagian besar dari
atom itu merupakan ruang kosong.
Apakah inti atom merupakan sebuah partikel tunggal ataukah terdiri atas
beberapa partikel yang lebih kecil lagi? Segera setelah teori kuantum berhasil
menjelaskan tentang sifat-sifat atom berdasarkan struktur elektroniknya, proton
teridentifikasi sebagai inti atom hidrogen. Karena atom bersifat netral, sementara elektron
bermuatan negatif, maka tentulah proton bermuatan positif dan besarnya sama dengan
besar muatan elektron.
Pada tahun 1909, Robert Millikan dalam eksperimennya—lazim disebut
eksperimen tetes minyak Milikan—berhasil mengukur besar muatan elektron (yaitu 1,6 x
10-19 coulomb) dan massanya (9,11 x 10-31 kg) . Millikan juga menyimpulkan bahwa
tidak ada muatan lain yang lebih kecil daripada muatan elektron sehingga besar muatan
elektron dinamakan muatan elementer, disimbolkan dengan e. Semua muatan listrik

Jurusan Fisika Universitas Andalas 2

Drs. Wildian, M.Si.

selalu merupakan kelipatan bulat muatan elementer ini. Dikatakan bahwa muatan listrik
(q) itu terkuantisasi.
q   ne (1.1)
dengan n = 1,2,3, …, e adalah muatan elementer.

Contoh Soal 1:
Sebuah benda memiliki muatan total sebesar –1,00 x 10-9 C. Berapa banyak
elektron yang terkandung dalam benda tersebut?

Penyelesaian:
Jumlah elektron yang terkandung dalam benda adalah
q
n
e
 (1,00  109 C)
n  6,25  109
1,60  1019 C

Pada 1932, James Chadwick menemukan partikel sub-atomik lainnya: neutron. Neutron
tidak bermuatan listrik alias netral, dan massanya hampir sama dengan massa proton
(1,67 x 10-27 kg). Bersama proton, neutron membentuk partikel inti atom yang disebut
nukleon.
Fungsi utama neutron dalam inti atom adalah
sebagai “perekat” (“glue”) yang menjaga agar inti
atom tidak tercerai-berai akibat gaya tolak menolak
yang terjadi antar sesama proton yang bermuatan
positif itu. Tapi, apakah proton dan neutron juga
merupakan partikel elementer (yang tak dapat
dibagi-bagi lagi), seperti halnya elektron?
Gambar 1-2: Skematik atom helium

Bila kamu perhatikan perbandingan massa proton ataupun neutron yang jauh lebih
besar daripada massa elektron, mudah diduga bahwa baik proton maupun neutron
bukanlah partikel elementer. Hasil penelitian di bidang fisika partikel mengungkapkan
bahwa baik proton maupun neutron masih mengandung partikel-partikel yang lebih kecil
lagi. Partikel-partikel pembangun proton dan neutron itu dikenal sebagai quark.

Gambar 1-3: Quark sebagai partikel elementer

Jurusan Fisika Universitas Andalas 3

karet. Elektron-elektron ini bergerak bebas di permukaan logam seperti molekul-molekul gas yang bergerak di dalam sebuah kotak (container). hanya daerah yang digosok saja yang menjadi bermuatan. dan b bermuatan  13 . Ketika atom-atom ini membentuk material logam.2 Isolator dan Konduktor Material-material yang ada di alam dapat dikelompokkan berdasarkan kemampuannya untuk menghantarkan arus listrik:  Konduktor Konduktor listrik adalah material yang memiliki sejumlah elektron yang dapat bergerak bebas. strange (s). M. c. sedangkan neutron terdiri atas dua quark jenis d dan sebuah quark jenis u (sehingga muatan total sebuah neutron adalah nol alias netral).Si. 1. s. seperti tembaga. down (d). maka muatan dapat mendistribusikan dirinya ke seluruh permuakaan material tersebut. Wildian. dan t masing-masing bermuatan  23 . Material ini banyak digunakan Contoh: silikon. charm (c). Quark jenis u.  Isolator Isolator listrik adalah material di mana elektron tidak dapat bergerak bebas. dan muatan tidak dapat bergerak ke daerah lain dalam bahan tersebut. melainkan terikat pada atomnya. Sebuah atom logam. Bila bahan-bahan ini menjadi bermuatan karena digosok. Contoh bahan yang bersifat isolator adalah kaca. mengandung satu atau lebih elektron terluar. yang memiliki ikatan lemah terhadap inti atomnya. Proton terdiri atas dua quark jenis u dan sebuah quark jenis d (sehingga muatan total sebuah proton adalah +1). Contoh material yang bersifat konduktor adalah tembaga. yang tidak terikat ke atom manapun pada material tersebut. alumunium.  Semikonduktor Semikonduktor adalah bahan yang sifat kelistrikannya berada di antara sifat isolator dan konduktor. dan germanium. sementara quark jenis d. maka elektron-elektron terluar inilah yang disebut elektron-elektron bebas. Ada 6 jenis quark.3 Hukum Coulomb Jurusan Fisika Universitas Andalas 4 . dan kayu. dan top (t). dan perak. Gambar 1-4: Komposisi quark jenis u dan d sebagai penyusun proton dan neutron. masing-masing diberi-nama: up (u). bottom (b). tidak terikat pada atomnya.Drs. 1. Bila material-material ini diberi muatan dalam daerah yang kecil.

Wildian.99 x 109 N-m2/C2 Dalam penyelesaian soal. gaya tersebut bisa bersifat tarik-menarik (jika kedua muatan bertanda sama) atau tolak-menolak (jika kedua muatan berbeda tanda). Jurusan Fisika Universitas Andalas 5 .85 x 10-12 C2-N-1-m-2 Contoh Soal 2: Dua muatan titik. Oleh sebab itu.q F21  k 1 2 2 r r (1C).q F k 1 22 (1. (2) Besar gaya tersebut sebanding dengan hasil kali besar kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua muatan itu. q .2) hanya berlaku untuk muatan titik.2) tidak berlaku. k = 8. Pada 1785. Nilai k terkait dengan permitivitas ruang hampa (  0 ): 1 k 40 dengan  0 = 8. maka sifat gaya yang terjadi adalah tarik- menarik. misalnya berupa dua plat sejajar (jadi. M.Si. arah gaya yang bekerja pada q2 akibat q1 adalah menuju q1. terpisah sejauh 2 m antara satu sama lain. Hasil eksperimen Coulomb itu menunjukkan bahwa (1) Masing-masing dari kedua muatan itu mengalami gaya yang arahnya segaris dengan garis yang melalui kedua muatan. Berapakah besar dan arah gaya bekerja pada q2 akibat q1? q1 q2 Penyelesaian: F12 F21 Besar gaya yang bekerja pada q2 akibat q1: + - q . maka Pers. Charles Coulomb mengukur besar gaya listrik yang bekerja di antara dua muatan titik statik dengan menggunakan neraca torsi. (1. (1. q1 = +1 C dan q2 = -1 C.25 x 109 N Karena q2 dan q1 berbeda tanda. nilai k biasanya dibulatkan menjadi 9 x 109 N-m2/C2. Berdasarkan hasil eksperimen.2) r di mana: F = gaya yang dialami masing-masing muatan (N) q = muatan titik (C) r = jarak antara kedua muatan titik (m) k = konstanta gaya Coulomb (N-m2/C2) Pers.Drs.(1C) F21  (9  109 N  m 2 / C2 ) ( 2 m) 2 F21 = 2. Bila benda mempunyai bentuk. bukan berupa titik).

sedangkan pada hukum Newton tentang gravitasi semesta hanya dikenal satu jenis massa. hukum Coulomb dan hukum Newton tentang gravitasi semesta tentulah tidak sama.m2 F G (1. dapat menghasilkan gaya yang cukup berarti. M.  Konstanta k jauh lebih besar daripada konstanta G.Si. diperoleh: G = 6. Gaya resultan:  F = F 12 + F13 (1. sementara gaya gravitasi hanya mengenal gaya tarik-menarik (tak ada gaya tolak-menolak). Prinsip ini dikenal sebagai prinsip superposisi. Itu berarti.4) Gambar 1-5: Superposisi gaya-gaya Coulomb yang bekerja pada muatan q1. Prinsip Superposisi Gaya-gaya Coulomb Ketika beberapa muatan titik berada dalam suatu kawasan ruang. Gaya F 13 adalah gaya pada muatan q1 akibat q3. masing-masing muatan mengalami gaya yang dikerjakan oleh muatan-muatan lain.67 x 10-11 N-m2/kg2 Meskipun mirip. Gaya resultan (the resultant force) yang bekerja pada masing-masing muatan merupakan jumlah vektor semua gaya Coulomb yang bekerja pada muatan tersebut.  Gaya Coulomb dapat bersifat tarik-menarik atau tolak-menolak (tergantung jenis kedua muatan). Perbedaan penting antara kedua hukum itu adalah:  Pada hukum Coulomb dikenal dua jenis muatan (muatan positif dan muatan negatif). Besar gaya resultan dapat ditentukan dengan 2 cara: Cara I:  F  F   F   2F12.5) Jurusan Fisika Universitas Andalas 6 .3) r2 di mana: F = gaya yang dialami masing-masing benda (N) m = massa benda (kg) r = jarak antara kedua benda (m) G = konstanta gravitasional (N-m2/kg2) Berdasarkan hasil eksperimen. Hukum Coulomb mirip dengan hukum Newton tentang gravitasi semesta (universal gravitation) yang dirumuskan sebagai m1.F13 cos 2 2 12 13 (1. Gaya F 12 adalah gaya pada muatan q1 akibat q2.Drs. interaksi antara kedua muatan (meskipun muatan-muatan itu kecil). Wildian.

dengan  = sudut antara kedua vektor gaya Cara II: F   F    F  x 2 y 2 (1. Muatan q1 menyebabkan q3 mendapat gaya tarik sebesar F31 ke arah muatan q1.7)   Fx  Gambar 1-6: Sudut  menyatakan arah gaya resultan (F).( 4  106 C) F32  k 3 2  (9  109 N  m 2 / C2 )  100 N r32 (3 2  10 2 m) 2 Jurusan Fisika Universitas Andalas 7 . dan muatan q2 menyebabkan q3 mendapat gaya tolak sebesar F32 menjauhi muatan q2.q (5  106 C). Penyelesaian: (a) Cara I Gambarkanlah terlebih dahulu gaya-gaya yang bekerja pada muatan q3 akibat adanya muatan q1 dan q2.q1 2 (5  10 C).(1 10 C) F31  k  (9  109 N  m 2 / C )  50 N r31 (3  10 2 m) 2 dan q . M.Drs. 6 6 q3 .6) dengan  F = gaya resultan dalam arah sumbu x x  F = gaya resultan dalam arah sumbu y y dan arah gaya resultan ini dapat ditentukan dari:   arc tan   y   F  (1. Contoh Soal 3: Berdasarkan gambar di samping. Wildian.Si. tentukanlah gaya yang bekerja pada q3.

gaya- gaya non-kontak dialami oleh kedua benda yang berinteraksi. Gaya resultan kedua gaya itu:  F  F   F   2F12. antara lain. Di lain pihak.Drs. yaitu  = 135o. q2 dan q3 membentuk segitiga samakaki. sehingga dengan mudah diperoleh sudut antara F32 dan F31. Dengan kata lain. Lantas. Perlu ditekankan di sini.  Gunakan rumus Pythagoras. apakah yang dimaksud dengan “medan”? Jurusan Fisika Universitas Andalas 8 . F32 F32 sin 45o  Tentukan gaya resultan pada sumbu x dan gaya resultan pada sumbu y. seorang ilmuan Inggris. atau ketika raket tenis yang kita ayunkan mengenai bola tenis.Si. Medan hanyalah sebuah konsep—namun merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat untuk menjelaskan gaya-gaya non-kontak. yaitu gaya-gaya yang timbul sebagai akibat interaksi antara dua benda meskipun kedua benda itu terpisah sejauh jarak tertentu.F13 cos 2 2 12 13  F  50 N  100 N  2(50 N). yang dikembangkan oleh Michael Faraday (1791-1867). M. kita lebih mudah memahami atau menerangkan gaya-gaya yang dikenal sebagai gaya kontak (contact forces) daripada gaya-gaya non-kontak. 45o F31 + x F x  F31  F32 cos 45 o F32 cos 45 o q3 F x  50  (100)( 1 2 2 )  21 N  F   21N  71N 2 2 dan  Fy  F32 sin 45o  F  74 N F  (100)( 12 2 )  71 N y sehingga F   F    F  x 2 y 2 Umumnya. bahwa medan bukanlah sesuatu yang berwujud zat (materi).(100 N) cos135o = 74 N 2 2 (b) Cara II: y  Uraikan gaya-gaya yang bekerja pada q3. Wildian. Gaya kontak adalah gaya yang terjadi ketika kedua benda yang berinteraksi bersentuhan/kontak langsung antara satu dengan yang lain. Contoh gaya kontak. meskipun keduanya tidak saling bersentuhan sama sekali. kita agak kesulitan untuk memahami atau menerangkan tentang gaya-gaya non-kontak. adalah ketika tangan kita mendorong atau menarik sebuah kursi. Posisi muatan q1. Contoh gaya-gaya non-kontak adalah gaya graviatasi dan gaya Coulomb. Kesulitan-kesulitan konseptual dalam menjelaskan gaya-gaya non-kontak tersebut dapat diatasi dengan konsep medan (field).

Hal yang sebaliknya terjadi jika muatan sumber berupa muatan negatif. Besar atau kuat medan listrik di suatu titik di dalam ruang didefinisikan sebagai ”Gaya yang dialami oleh satu satuan muatan titik positif (positive charge)—yang berlaku sebagai muatan uji (test charge)—ketika muatan uji itu ditempatkan di titik dalam medan listrik tersebut. Di dalam medan listrik. muatan lain (disebut muatan uji) yang kita tempatkan di dalam ruang itu akan mengalami gaya interaksi (yaitu gaya Coulomb). dan begitu pula arah medan listriknya. Jika muatan sumber berupa muatan positif.1. melainkan q’ pada ada tidaknya muatan sumber (q). Temperatur dalam ruang adalah suatu medan. Keberadaan medan listrik tidak bergantung pada + F  q' E ada-tidaknya muatan uji. Dengan kata lain (pernyataan matematis). Wildian. untuk menentukan kuat medan listrik pada suatu titik. Ada dua macam medan: medan skalar dan medan vektor.8) q' Berdasarkan Pers. maka pada titik tersebut kita tempatkan muatan uji berupa muatan titik positif.1 Kuat Medan Listrik oleh Muatan Titik 1. Itu berarti. Jurusan Fisika Universitas Andalas 9 . medan adalah sesuatu yang merupakan fungsi kontinu dari posisi dalam ruang.8). Karena gaya Coulomb merupakan besaran vektor. maka dikatakan bahwa di titik itu terdapat medan listrik. satuan kuat medan listrik adalah N/C.4. Jika muatan uji ( q ' ) yang diletakkan di suatu titik di dalam medan listrik itu mengalami gaya F .1 Kuat Medan Listrik oleh Satu Muatan Titik Muatan titik sebagai muatan sumber (q) bisa berupa muatan positif ataupun muatan negatif.” Jadi. M. maka muatan uji akan mengalami gaya tolak. Dalam hal ini medan yang dihasilkan itu adalah medan listrik (electric field). arah gaya yang dialami muatan uji adalah menjauhi muatan sumber. Medan adalah suatu besaran yang memiliki nilai (besar atau harga) pada tiap titik dalam ruang. Gambar 1-7: Arah medan E searah dengan arah gaya F yang dialami muatan uji q’. 1. (1.Drs. Medan temperatur ini merupakan medan skalar karena temperatur merupakan besaran skalar. yaitu medan temperatur sebab temperatur memiliki harga pada tiap titik dalam ruang. maka medan listrik juga merupakan medan vektor.4 Medan Listrik Jika di suatu titik diletakkan sebuah muatan listrik sedemikian sehingga muatan listrik itu mengalami gaya tarik atau gaya tolak.Si.4. Medan juga terbentuk akibat adanya muatan listrik. Arah medan listrik ini sama dengan arah gaya litrik yang E dialami muatan uji q ' . 1. maka kuat medan listrik ( E ) pada titik itu adalah F E (1. sedangkan muatan uji (q’ ) ditetapkan berupa muatan positif.

EB q EA B .q' F  k 2 rˆ r Tapi. maka arah medan listriknya adalah menuju q. dan (b) q bermuatan negatif.25 N/C (ke kanan) rB ( 2 m) (c) F  q'. A rB = 2 m rA = 1 m 9 (a) E A  k q2  E A  (9  109 N .E A  F = (1 x 10-12 C)(9 N/C) = 9 x 10-12 N (ke kiri) Jurusan Fisika Universitas Andalas 10 . E q q’ r̂ E (P) (a) + + E P q q + - q q’ r̂ E (P) (b) . maka gaya Coulomb yang dialami q’ adalah: q. kuat medan listrik di titik P adalah F E q' sehingga q E (r )  k 2 rˆ (1. (c) Tentukanlah gaya yang bekerja pada suatu muatan +1 pC yang diletakkan di titik medan A. (a) q bermuatan positif. M.Si. + P r Titik-titik medan (field points) (c) (d) Gambar 1-8: Arah medan listrik di titik P bila. (b) pada titik medan B yang terletak 2 m di kiri q. Wildian.m2 / C2 ) (1  10 2C) = 9 N/C (ke kiri) rA (1m) 9 (b) EB  k q2  EB  (9  109 N . dan (d) q bermuatan negatif.Drs.9) r dengan r̂ = vektor satuan yang arahnya selalu dari muatan sumber q ke titik P. Jika muatan sumber (q) berjarak r dari muatan uji (q’ ) yang berada di titik P. (c) Arah medan listrik di sekitar q jika q bermuatan positif.m2 / C2 ) (1  10 2C) = 2. Contoh Soal 4: Hitunglah besar dan arah medan listrik yang dihasilkan oleh suatu muatan sumber q = -1 nC (a) pada titik medan A yang terletak 1 m di kanan q. Penyelesaian: Karena muatan sumber q bertanda negatif.

. x = -5 cm dan x = + 5 cm..4..2 Kuat Medan Listrik oleh Beberapa Muatan Titik Jika sumber suatu medan listrik berasal dari sekelompok muatan titik (q1. Penyelesaian: Terlebih dahulu. B. Jurusan Fisika Universitas Andalas 11 .1... qn).  k 2n rˆn r1 r2 rn atau q q q  E tot  k  12 rˆ1  22 rˆ2  .  En q q q E tot  k 12 rˆ1  k 22 rˆ2  . berturut-turut. M.. q2. Wildian. maka medan listrik yang dialami muatan uji q’ merupakan resultan medan listrik yang dihasilkan oleh masing-masing muatan itu. Contoh Soal 5: Muatan-muatan titik q1 = +5 nC dan q2 = -5 nC berada pada sumbu x dengan koordinat..Drs. Tentukanlah medan listrik (a) di A yang berada di titik pangkal koordinat. …. E tot  E1  E2  ...10)  r1 r2 rn  Gambar 1-9: Medan listrik yang dihasilkan sekelompok muatan titik merupakan penjumlahan vektor medan listrik dari masing-masing muatan sumber.. (b) di B yang berada pada x = -10 cm...Si. dan C) sebagai superposisi kuat medan listrik dari muatan q1 dan q2. gambarkan kuat medan listrik di masing-masing titik yang ditinjau (A... dan (c) dan di C yang berada di sumbu y dan berjarak 10 cm dari masing-masing muatan itu.  2n rˆn  (1. 1.

dan arahnya seperti pada gambar di atas. (a) Di titik A.6 x 10 N/C sama dari titik C). q (5  109 ) E1  k 12  (9  109 ) r1 (5  10 2 ) 2 E1 = 1. dan keduanya ke kanan. menjauhi q1 dan menuju q2.8 x 104 N/C dan q (5  109 ) E2  k 22  (9  109 ) r2 (5  10 2 )2 E2 = 1.4.E2 (B) Etot(C) = 4500 N/C Etot(B) = (1. melainkan sebuah benda.8 x 104 N/C sehingga E tot (A)  E1 (A)  E 2 (A) (c) Di titik C. Wildian.8 x 10 N/C  Ey  0 (karena: E1y = E2y) dan dan 9  q2 E2  k 2  (9  109 ) (5 10 )  Ex  E1x  E2 x r2 (15  10 2 )2 4 E2 = 0. Dengan demikian.Drs. r1 (5  10 2 ) 2 Dari gambar di atas. medan E 1 dan E 2 dan besarnya memiliki besar yang sama (karena Etot(A) = E1 (A) + E2 (A) Etot(A) = (1. muatan q1 dan q2 menghasilkan medan E 1 dan E 2 . di mana jarak antar-muatan titik di dalamnya jauh lebih kecil daripada jarak dari kelompok muatan itu ke titik di mana medan listriknya hendak dihitung.8 x 104) kedua muatan sumbernya berjarak 4 Etot(A) = 3.8 x 104) + (1. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa sistem muatan itu kontinu. 9 (b) Di titik B.6 x 104 N/C 1.2 x 104) Etot(B) = 1.8 x 104) . Medan listrik total diperoleh dengan 9 q (5  10 ) E1  k 12  (9  109 ) penjumlahan vektor E 1 dan E 2 . M. medan listrik total di C: Etot(B) = E1 (B) .5  103 N/C kanan (menuju q2). di titik C berlaku: 4 E1 = 1.(0.1) 2 dan q2 menghasilkan medan E 2 ke E2  E1  4.2 Kuat Medan Listrik oleh Muatan yang Terdistribusi Kontinu Seringkali sumber medan listrik itu bukan sekadar sekelompok kecil muatan titik. q1 menghasilkan q1 9 (5  10 ) E2  E1  k 2  (9  10 ) medan E 1 ke kiri (menjauhi q1) r1 (0.2 x 10 N/C  Ex  E1 cos 60o  E2 cos 60o sehingga  Ex  (4500)( 12 )  (4500)( 12 ) E tot (B)  E1 (B)  E 2 (B)  Ex  4500 N/C dan besarnya Jadi.Si. metode yang telah kita bahas sebelumnya menjadi tidak lagi memadai untuk Jurusan Fisika Universitas Andalas 12 .

Rapat muatan listrik untuk masing- masing kasus itu dirumuskan seperti pada Tabel 1. No. M. Kita tentu saja tidak mungkin menghitung medan listrik yang dihasilkan oleh 1010 elektron bebas itu secara satu per satu. Misalkan benda A memiliki muatan positif yang terdistribusi kontinu. Rapat Muatan Listrik Adakalanya muatan listrik terdistribusi kontinu di sepanjang suatu garis.11) r Gambar 1-10: Medan dE(P) yang dihasilkan elemen muatan dq. atau dalam suatu volume benda. Untuk menghitung kuat medan listrik yang dihasilkan oleh seluruh elemen muatan yang terdistribusi itu di titik P. Wildian. Untuk menghitung kuat medan listrik di titik P. Jenis rapat muatan Rumus Keterangan 1 Rapat muatan garis Q  = rapat muatan garis (C/m)  L Q = muatan total (C) L = panjang garis (m) 2 Rapat muatan permukaan Q  = rapat muatan permukaan (C/m2)  A Q = muatan total (C) A = luas permukaan (m2) 3 Rapat muatan volume Q  = rapat muatan volume (C/m3)   V Q = muatan total (C) V = volume benda (m3) Jurusan Fisika Universitas Andalas 13 .Si. (1. r̂ = vektor satuan yang arahnya dari dq ke titik P. menghitung medan listrik yang ditimbulkannya. muatan terdistribusi itu dibagi-bagi menjadi elemen-elemen muatan yang sangat kecil sehingga elemen muatan itu dapat dianggap sebagai sebuah muatan titik: q.1. Kuat medan listrik di titik P oleh elemen muatan q adalah: q  E ( P )  k 2 rˆ (1. boleh jadi memiliki 1010 elektron bebas di permukaannya. pada suatu luasan permukaan.Drs. Sebagai penggantinya.11): dq E ( P)  k  2 rˆ (1. Plat logam bermuatan listrik. kita dapat menganggap elektron-elektron bebas itu sebagai suatu distribusi kontinu muatan pada permukaan plat logam tersebut. misalnya. kita integralkan Pers.12) r dengan r = jarak elemen muatan dq ke titik P.

ia memperkenalkan konsep garis medan (field lines).6  1019 C)  4 3  4  8.  Tidak boleh ada garis-garis medan yang berpotongan satu sama lain. Hitunglah rapat muatan inti tersebut.4 x 10-15 m dan membawa muatan sebesar +92e. medan magnet. arah Gambar 1-11: Arah medan listrik di titik-titik P dan Q direpresentasikan oleh arah garis singgung di medan listrik di titik-titik P dan Q titik-titik tersebut. Garis medan listrik adalah garis khayal yang dibuat sedemikian rupa sehingga arah garis singgung di masing-masing titik pada garis kontinu itu menyatakan arah medan listrik di titik-titik tersebut. Medan listrik merupakan medan vektor. Contoh Soal 6: Inti uranium memiliki jejari 7.Drs. Aturan untuk menggambarkan garis-garis medan listrik adalah sebagai berikut:  Garis-garis medan listrik bermula pada (atau keluar dari) muatan positif dan berakhir pada (masuk ke) muatan negatif. Dalam medan gaya. direpresentasikan oleh arah garis singgung di titik-titik tersebut (Gambar 1-11). karena besaran yang terkandung dalam medan listrik—yaitu gaya Coulomb—bersifat vektor. Penyelesaian: Karena muatan inti tersebar di seluruh volume inti. Jadi. dan dengan menganggap inti berbentuk bola.  Jumlah garis yang digambarkan meninggalkan muatan positif atau menuju muatan negatif sebanding dengan besar muatan tersebut. Jadi. Michael Faraday menggunakan konsep medan. garis medan disebut juga garis gaya. seperti pada medan listrik.7  1024 C / m3 3 r 3  (7. M. maka rapat muatan inti dapat dihitung dengan rumus rapat muatan volume: Q   V  92e (92)(1. Jurusan Fisika Universitas Andalas 14 .5 Garis Medan Listrik Untuk menjelaskan interaksi antara dua benda yang tidak bersentuhan/kontak langsung (gaya non-kontak). Wildian.Si. medan listrik merupakan medan gaya. maupun medan gravitasi.4  10 m) 15 3 1. Untuk menjelaskan konsep medan ini.

Gambar 1-12: (a) Garis-garis medan listrik bermula pada (atau keluar dari) muatan positif dan (b) berakhir pada (masuk ke) muatan negatif. Wildian. garis-garis medannya dilukiskan rapat. (a) (b) Gambar 1-13: Garis medan listrik untuk (a) dua muatan titik yang sama besar tapi berlawanan tanda (disebut dipol listrik). Jurusan Fisika Universitas Andalas 15 . sebaliknya.Drs. Selain untuk menyatakan arah medan listrik. garis-garis medannya dilukiskan renggang. Di tempat yang bermedan kuat. garis medan listrik juga dapat merepresentasikan besar suatu medan listrik. dan (b) dua muatan titik yang sama besar dan bertanda sama. kuat medan yang menembus permukaan A lebih besar dari pada yang menembus permukaan B Gambar 1-14: Garis-garis medan listrik yang (Gambar 1-14). M. di tempat yang bermedan lemah.Si. Jadi. menembus permukaan A lebih besar dari pada yang menembus permukaan B.

Hasil kali besar medan listrik E dan Gambar 1-15: Garis-garis medan listrik luas permukaan A yang tegak lurus terhadap yang merepresentasikan medan listrik yang menembus suatu bidang yang luasnya A medan itu disebut fluks listrikJadi.Si. Jumlah garis medan listrik per satuan luas permukaan (dengan kata lain. yang tegak lurus terhadap medan E. satuan  adalah N.13  105 N  m2 /C Jika permukaan yang ditinjau tidak tegak lurus terhadap medan listriknya. yaitu di permukaan bola. Oleh sebab itu. kerapatan- garisnya) sebanding dengan besar medan listrik tersebut.13)  Dalam satuan SI. tegak lurus terhadap medan tersebut. Penyelesaian: Besar medan listrik di titik-titik yang berjarak 1 m dari muatan ini.6 Fluks Listrik Tinjau suatu medan listrik serbasama (uniform). maka garis medan listriknya berarah radial keluar dan tegak lurus terhadap permukaan bola. Contoh Soal 7: Berapakah fluks listrik yang menembus permukaan sebuah bola besar yang memiliki jejari 1 m dan membawa muatan +1 C di pusatnya.Drs. Jurusan Fisika Universitas Andalas 16 .6 m2 )  1. Fluks listrik yang melalui permukaan bola (yang luas permukaannya A = 4pr2 = 12. (1. medan listrik E dinyatakan dalam N/C dan luas A dalam m2. EA (1. Jadi. M. seperti ditunjukkan pada Gambar 1-15. di mana garis normal terhadap permukan seluas A berada pada sudut  terhadap medan listrik serbasama tersebut. m2/C.6 m2) adalah   E A  (9  103 N/C)(12. baik besar maupun arahnya. jumlah total garis yang menembus permukaan ini sebanding dengan hasilkali EA. Kita dapat memahami hal ini dengan meninjau Gambar 1-16.13). maka fluks listrik yang melalui permukaan itu tentulah lebih kecil daripada yang diberikan oleh Pers. adalah q (1  106 C) E  k 2  (9  109 N  m 2  C 2 )  9  103 N/C r (1m) 2 Karena medan listrik ini berasal dari muatan positif di pusat bola. Wildian. Garis-garis medan tersebut menembus suatu permukaan empat-persegi panjang dengan luas A. 1.

jika garis normal permukaan itu tegak lurus terhadap arah medan listrik yang menembusnya (berarti:  = 90o).Si. Kalau begitu. (1. sama dengan jumlah garis yang melalui luasan A’ yang merupakan proyeksi luasan A dan tegak lurus terhadap medan listrik E . yaitu Ai . Fluks total yang melalui permukaan itu:   lim lim  E i   Ai   E  d A (1. Dengan kata lain. (1. tak ada garis medan yang melalui permukaan tersebut). Besar vektor  Ai menyatakan luas elemen ke-i permukaan itu.15) vektor elemen luas ke-i  Ai atau (secara vektor) dari suatu permukaan. Jadi. Pada uraian terdahulu.14) berlaku hanya pada tiap elemen kecil luas dari suatu permukaan. contohnya. fluks listriknya menembus suatu permukaan tertutup (a closed surface). permukaan yang ditembus oleh garis medan listrik itu umumnya merupakan permuakaan keseluruhan sebuah benda. maka di sini kita perlu mendefinisikan elemen luas ke-i sebagai suatu vektor.16) Bentuk perkalian pada Pers. tapi. yaitu  . Perhatikan bahwa jumlah garis yang melalui luasan A ini.14) Dari Pers. medan listrik pada suatu permukaan yang luas boleh jadi bervariasi. merupakan sebuah permukaan tertutup.17) Ai  0 permukaan Dalam kenyataan sehari-hari. Karena arah garis normal elemen luas suatu permukaan terhadap arah medan listrik yang menembus permukaan benda itu bervariasi. maka fluks listriknya nol (dengan kata lain. Wildian. dan arahnya didefinisikan tegak lurus terhadap elemen permukaan tersebut (Gambar 1-17). M. maka fluks listriknya maksimum. Pers. yaitu  Ai . yaitu  . dengan luas masing-masing adalah A .14) dapat disimpulkan: Jika garis normal suatu permukaan sejajar dengan arah medan listrik yang menembusnya (berarti:  = 0o). Pemukaan sebuah bola.16) merupakan hasil kali skalar dari dua vektor (Bentuk umumnya: A  B  AB cos ). (1.   Ei   Ai (1.    sedangkan   EA dan A  Acos Gambar 1-16: Fluks listrik pada permukaan seluas sehingga A yang tidak tegak lurus terhadap medan listrik E   E.Acos (1. Tinjau suatu permukaan benda yang dibagi-bagi menjadi sejumlah besar elemen yang sangat kecil. Namun dalam situasi yang lebih umum.Drs. Gambar 1-17: Medan listrik Fluks listrik yang melalui elemen luas ini adalah membentuk sudut  terhadap   Ei Ai cos (1. Jurusan Fisika Universitas Andalas 17 . kita anggap medan listrik itu serbasama.

Drs. vektor-vektor ini tegak lurus terhadap permukaan. fluks listrik yang melalui elemen ini (   Ei   Ai ) bertanda positif. Fluks total yang menembus permukaan sebanding dengan jumlah garis medan yang keluar dari permukaan itu dikurangi dengan jumlah garis medan yang masuk ke permukaan. dan sebaliknya. Penyelesaian: Jurusan Fisika Universitas Andalas 18 . Untuk elemen-3. Tinjau permukaan tertutup pada Gambar 1-18. maka fluks totalnya positif.17) permukaan permukaan dengan En menyatakan komponen medan listrik yang tegak lurus terhadap permukaan. Gambar 1-18: Medan Untuk elemen-2. Vektor-vektor  Ai menunjuk dalam berbagai arah berbeda. fluks total dapat ditulis sebagai:    E  d A   En  dA (1. Tetapi di tiap titik. Contoh Soal 8: Tinjau suatu medan listrik serbasama yang arahnya sejajar sumbu x. Pada elemen berlabel-1. dan arahnya ke luar. M.Si.  = 90o dan fluks listriknya nol. garis-garis medan menembus permukaan dari dalam ke luar dan  < 90o . 180o > 90o dan fluks listriknya negatif (sebab cos  pada keadaan ini bernilai negatif). Wildian. Tentukanlah fluks listrik total yang menembus permukaan sebuah kubus yang panjang sisi-sisinya l. dengan demikian. di mana garis-garis medan itu menembus permukaan dari luar kedalam. Jika lebih banyak garis medan yang keluar dari pada yang masuk. Dengan menggunakan simbol integral permukaan tertutup. jadi. yang diorientasikan seperti pada Gambar1-17. garis-garis medan sejajar dengan elemen bidang permukaan (atau dengan kata lain: tegak lurus terhadap vektor  Ai ).

M. Wildian. fluks total yang menembus permukaan kubus itu adalah nol. Jurusan Fisika Universitas Andalas 19 . 4. jadi. Mari kita tinjau kembali sebuah muatan titik positif q yang berada di pusat sebuah bola berjari-jari r (Gambar 1-20).Si. tetapi d A1 berarah keluar (sehingga  = 180o). fluks total yang menembus keenam permukaan kubus itu adalah:    El 2  El 2  0  0  0  0  0 Jadi. Fluks total yang menembus kubus adalah sama dengan jumlah fluks yang menembus semua permukaan kubus itu.Drs. Gambar 1-19. jadi. fluks listrik yang melalui permukaan (dengan luas A = l2) ini adalah:  E  d A   E cos180  dA  E  dA  EA  El o 2 1 1 1 Untuk permukaan-2. dan dua permukan lainnya yang tak dinomori) adalah nol karena pada permukaan-permukaan ini E tegak lurus terhadap d A . Perhatikan bahwa empat permukaan (yaitu permukaan 3. E konstan dan berarah masuk.7 Hukum Gauss Hukum Gauss memperlihatkan adanya hubungan antara fluks listrik total yang melalui suatu permukaan tertutup (sering disebut permukaan Gauss) dan muatan listrik yang ditutupi/dilingkupi oleh permukaan tersebut. E konstan dan berarah keluar. fluks listrik yang melalui permukaan (dengan luas A = l2) ini adalah:  E  d A   E cos 0  dA  E  dA  EA  El o 2 2 2 2 dengan demikian. dan d A1 juga berarah keluar (sehingga  = 0o). 1. Fluks total yang melalui permukaan-1 dan permukaan-2 adalah:   EdA EdA 1 2 Untuk permukaan-1.

Si. Oleh sebab itu.17) permukaan i 0 0 dengan qi adalah muatan titik ke-i di dalam permukaan Gauss. Jurusan Fisika Universitas Andalas 20 . E sejajar dengan vektor  Ai yang merepresentasikan elemen lokal yang memiliki luas Ai yang melingkupi titik permukaan tersebut. r̂ = vektor satuan dalam arah radial). (1. qin adalah total muatan di dalam permukaan Gauss.9) kita mengetahui bahwa besar medan q listrik di mana saja di permukaan bola adalah E  k . dan besarnya adalah q Ek 2. M. dan E adalah medan listrik total yang mencakup kontribusi muatan di dalam maupun di luar permukaan Gauss. di tiap titik permukaan. r2 Seperti telah diperlihatkan pada Contoh Soal 7. secara umum.rˆ  1 . karena permukaannya berbentuk bola.Drs. yang berada di pusat bola. Wildian. dan dari Pers. garis- garis medan listrik itu berarah radial keluar dan oleh sebab itu tegak lurus terhadap permukaan di setiap titik pada permukaan tersebut. maka 40 1   4 ( )q 40 q atau   0 Jadi. Jadi. maka  dA  A  4r 2 sehingga kq  2 (4r 2 )  4kq r 1 karena k  . r Selain itu. (1. hukum Gauss dapat ditulis sebagai q q    E  d A   i  in (1.17) kita peroleh bahwa fluks total yang melalui permukaan Gauss adalah    E  d A   En  dA  En  dA permukaan permukaan permukaan di mana E dapat dikeluarkan dari integral sebab E bernilai konstan di seluruh permukaan. Gambar 1-20: Permukaan Gauss berbentuk bola dengan jejari r yang E   Ai  ( Erˆ)( Ai rˆ)  E Ai melingkupi sebuah muatan titik q (karena rˆ. Dari Pers.

Si. lukiskan dulu permukaan Jurusan Fisika Universitas Andalas 21 .18) r Perhatikan bahwa hasil tersebut identik dengan hasil yang kita peroleh untuk sebuah muatan titik. kita pilih/gambarkan suatu permukaan Gauss yang juga berbentuk bola berjari- jari r. maka medan listrik yang dihasilkannya juga berbentuk simetri bola.rˆ)  (dA.rˆ)   permukaan 0 Q E. M.(4r 2 )  0 Q Q E k 2 (4r ) 0 2 r yang secara vektor ditulis sebagai Q E  k 2 rˆ (untuk r > a ) (1. Oleh sebab itu. Untuk medan listrik di luar bola (r > a ): Muatan listrik total yang berada dalam lingkup permukaan Gauss adalah Q. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa untuk bola bermuatan serbasama. medan listrik di luar bola identik dengan medan listrik yang dihasilkan muatan titik yang terletak di pusat bola. (b) besar medan listrik di titik yang berada di bagian dalam bola itu. Contoh Soal 9: Sebuah bola pejal dengan jejari a memiliki rapat muatan volum serbasama  dengan muatan positif total Q. dan (b) titik di dalam bola. dan sepusat dengan bola pejal tersebut (Gambar 1-21a). Penyelesaian: (a) Karena distribusi muatannya berbentuk simetri bola. (b) Untuk menentukan medan listrik di dalam bola.Drs. Gambar 1-21: Permukaan Gauss berbentuk bola dengan jejari r untuk (a) titik di luar bola. sehingga q    E  d A  in permukaan 0 Q  ( E. Wildian. Tentukanlah: (a) besar medan listrik di titik yang berada di bagian luar bola itu.

Si.(4r )    2 a 0 3 r  Q E   2 a Q.r E  k 3 rˆ (untuk r < a ) (1. gunakan hukum Gauss: q    E  d A  in permukaan 0 3 r  Q a  ( E. yang secara fisis tidak mungkin).rˆ)  (dA. dan r > a. Dengan demikian. Wildian. diperoleh E = . lalu tentukan muatan di dalam permukaan Gauss tersebut (qin) dengan menggunakan konsep rapat muatan volume: Q Q   4 3 V 3 a dan q q   in  4 in 3 Vin 3 r sehingga dari kedua persamaan di atas diperoleh 3 r qin    Q a Untuk menentukan medan listriknya.19) memperlihatkan bahwa E  0 ketika r  0.rˆ)  permukaan 0 3 r  Q E.Drs. Gambar 1-22: Grafik E versus r pada bola pejal untuk kasus r < a. Jurusan Fisika Universitas Andalas 22 . r = a.r k 3 (4r ) 0 a yang secara vektor ditulis sebagai Q. M.19) a Pers. hasil ini menjawab masalah yang akan muncul pada r = 0 untuk E yang 1 berubah menurut 2 (di mana r pada r = 0. Gauss berbentuk bola dengan jejari r seperti pada pembahasan sebelumnya. tetapi dengan r < a . (1.

Tentukanlah medan listrik di titik-titik (a) di luar dan (b) di dalam bola berongga itu. itu berarti: qin = 0. medan listrik di titik yang berada di luar bola ini sama seperti medan listrik yang dihasilkan muatan titik sebesar Q dan ditempatkan di pusat bola. Dengan demikian.20) r (b) Medan listrik di dalam bola berongga Dengan menggambarkan permukaan Gauss di dalam bola berongga seperti ditunjukkan pada Gambar 1-23c.Drs. Gambar 1-23: (a) Medan listrik di dalam bola berongga dengan muatan merata adalah nol. tampak bahwa tak ada muatan listrik yang dilingkupinya. Contoh Soal 10: Sebuah bola tipis berongga dengan jari-jari a memiliki muatan total Q yang terdistribusi merata pada permukaannya (Gambar 1-23). Penyelesaian: (a) Medan listrik di luar bola berongga Dengan melukiskan permukaan Gauss yang memiliki jejari r > a dan sepusat dengan bola berongga. (b) Permukaan Gauss untuk r > a. medan listrik di dalam bola berongga itu adalah nol (E = 0).Si. dan (c) permukaan Gauss untuk r < a. Dengan demikian. kita mudah memahami bahwa muatan total yang dilingkupi permukaan Gauss itu adalah sama dengan Q. Medan listrik di luarnya adalah sama seperti sebuah muatan titik yang ditempatkan di pusat boal. M. yaitu Q E  k 2 rˆ (untuk r > a ) (1. Jurusan Fisika Universitas Andalas 23 . Wildian.

rˆ)   permukaan 0 l E.rˆ)  (dA. Penyelesaian: Sebuah garis bermuatan listrik dapat dipandang sebagai untaian muatan titik yang tiap titiknya menghasilkan medan listrik yang tegak lurus terhadap permukaan masing-masing titik itu dan arahnya menyebar ke luar. Untuk bagian lengkung permukaan silinder ini. yaitu bentuk silinder yang sesumbu dengan muatan garis tersebut.Si. besar medan listriknya konstan dan tegak lurus terhadap permukaan di tiap titiknya. M. Contoh Soal 11: Tentukanlah medan listrik yang berjarak r dari sebuah garis bermuatan positif yang panjangnya tak berhingga dan rapat muatan per satuan panjangnya . (b) Permukaan Gauss yang menyelimuti garis bermuatan listrik dilukiskan berbentuk silinder dengan jejari r dan panjang l. Wildian. kita peroleh medan listrik total: q    E  d A  in permukaan 0 l  ( E. Gambar 1-24: (a) Medan listrik yang dihasilkan muatan titik. kita pilih bentuk permukaan Gauss yang sesuai. yaitu permukaan di kedua ujung silinder itu. seperti ditunjukkan pada Gambar 1-24a. fluks listriknya adalah nol (karena arah normal permukaan kedua ujung silinder itu tegak lurus terhadap arah medan listriknya). Silinder ini berjari-jari r dan memiliki panjang l (Gambar 1-24b).l )  0 Jurusan Fisika Universitas Andalas 24 . Dari definisi rapat muatan per satuan panjang ( = Q/l) diperoleh muatan total di dalam permukaan Gauss: Q = l. Dengan menerapkan hukum Gauss. sedangkan permukaan silinder lainnya. Untuk menentukan medan listrik total yang dihasilkan garis bermuatan listrik itu.(2r.Drs.

l 2.dA. kita peroleh medan Jurusan Fisika Universitas Andalas 25 .Drs. sehingga dengan menggunakan hukum Gauss. fluks listriknya adalah nol (karena d A tegak lurus terhadap E ). maka arah E pada permukaan yang satu berlawanan dengan arah E pada permukaan lainnya pada bidang datar itu. Karena arah E menjauhi muatan positif. Hal yang sama berlaku pada plat bagian kiri. Wildian.21) r Contoh soal 12: Tentukanlah medan listrik yang dihasilkan sebuah plat penghantar terisolasi yang cukup besar dan bermuatan positif yang terdistribusi merata dengan kerapatan muatan permukaan sebesar . 0  E  2k (1.Si. tidak harus) yang sumbunya tegak lurus terhadap bidang datar dan ujung-ujung silinder itu masing-masing memiliki luas A dan berjarak sama dari bidang datar tersebut. d A . Penyelesaian: Plat tipis bermuatan listrik itu menghasilkan medan listrik E yang tegak lurus terhadap bidang plat dan memiliki besar yang sama pada semua titik yang berjarak sama dari plat tersebut. M. Gambar 1-25: Permukaan Gauss silindris pada plat bermuatan listrik dilihat dari (a) samping depan. kita pilih bentuk permukaan Gauss-nya berupa sebuah silinder (tapi. dan (b) samping. Sedangkan pada permukaan selubung silinder. sehingga fluks listrik yang melalui bidang ujung kanan silinder adalah E.l ) 0 4r. Muatan total di dalam permukaan Gauss keseluruhan untuk plat tersebut adalah qin = A . Untuk menentukan besar medan listrik E . yaitu r. E  (2r. Permukaan plat bagian kanan menghasilkan medan listrik yang searah dengan arah vektor elemen luas (normal permukaan) plat.

Jurusan Fisika Universitas Andalas 26 . M. (1. Itu berarti. yaitu r. 0 dengan  = rapat muatan permukaan (= muatan per satuan luas) dan arahnya tegak lurus terhadap permukaan konduktor itu. 1. tinjau sekeping konduktor yang ditempatkan di dalam medan listrik eksternal ( E eksternal ). sebuah konduktor yang baik mengandung muatan-muatan (elektron-elektron) yang tidak terikat pada atom manapun dan oleh sebab itu muatan- muatan ini bebas bergerak di dalam material tersebut. rapat muatan permukaan paling besar terdapat di lokasi di mana jejari kelengkungan permukaannya paling kecil. tidak muncul  pada Pers.8 Konduktor dalam Kesetimbangan Elektrostatik Sebagaimana diketahui. Wildian.A E. medan listrik yang dihasilkan plat tipis bersifat serbasama di mana saja. (4) Pada konduktor yang bentuknya tak-beraturan.22). maka dikatakan konduktor itu berada dalam kesetimbangan elektrostatik. maka muatan listrik itu berada di permukaannya. A  0  E.Drs.Si. (2) Jika konduktor terisolasi dan membawa muatan listrik. Jika tidak ada gerak muatan di dalam konduktor. Untuk memahami sifat pertama.  (3) Besar medan listrik di setiap titik pada permukaan konduktor bermuatan adalah .22) 2 0 Karena jarak dari masing-masing ujung silinder ke plat. kita simpulkan bahwa kuat medan listrik sebesar E  2 0 berlaku pada jarak berapa saja dari plat. A  0 sehingga  E (1. Konduktor yang berada dalam kesetimbangan elektrostatik memiliki sifat sebagai berikut: (1) Besar medan listrik di dalam konduktor adalah nol. listrik E yang dihasilkan plat itu sebagai berikut: qin  E permukaan dA  0 qin EdA EdA EdA   ujung1 se limut ujung 2 0  .

Medan listrik di dalam konduktor bernilai nol Gambar 1-27: Permukaan Gauss pada ketika konduktor itu dalam kesetimbangan konduktor dengan bentuk sembarang elektrostatik. dan lubang (muatan positif) di sisi sebaliknya (Gambar 1-26). elektron-elektron bebas tersebar merata di seluruh bagian konduktor itu. kelebihan muatan pada konduktor itu haruslah berada di permukaannya. Sistem secara keseluruhan dalam kesetimbangan elektrostatik. Ketika medan eksternal dikenakan. sehingga terjadi pengumpulan elektron bebas (muatan negatif) di permukaan konduktor yang lebih dekat ke sumber medan eksternal. Dengan menggunakan hukum Gauss. elektron-elektron bebas ini mengalami gaya yang arahnya berlawanan dengan arah medan eksternal. Rapat muatan permukaan itu listrik internal yang mengimbangi akan terus bertambah sampai kuat medan listrik yang medan eksternalnya. Gambar 1-27 memperlihatkan sebuah konduktor berbentuk sembarang. kita gunakan hukum Gauss. Sebuah permukaan Gauss digambarkan di bagian dalam konduktor dan dibuat sedekat mungkin dengan permukaan konduktor. tentukanlah medan listrik di daerah: (1) r < a (2) a < r < b (3) b < r < c Gambar 1-28: Bola konduktor pejal (4) r > c berjari-jari a dan bermuatan 2Q dilingkupi kulit bola konduktor bermuatan –Q. Sebelum medan eksternal dikenakan pada konduktor. dihasilkannya tepat menghapuskan kuat medan listrik eksternal di dalam konduktor tersebut. M.Si. Wildian. maka konduktor itu. Dengan kata lain. Adanya polarisasi muatan listrik pada konduktor ini menyebabkan terciptanya medan listrik internal di dalam konduktor yang berarah dari kumpulan muatan positif ke kumpulan muatan Gambar 1-26: Medan listrik total di negatif. Untuk membuktikan sifat kedua. Karena kelebihan muatan (net charge) digambarkan tepat di bawah permukaan tidak boleh ada di dalam permukaan Gauss. Jurusan Fisika Universitas Andalas 27 . Contoh Soal 13: Sebuah bola konduktor pejal berjari-jari a mempunyai muatan positif sebesar 2Q berada sepusat dengan sebuah kulit bola konduktor bermuatan –Q dengan jejari bagian dalamnya b dan jejari bagian luarnya c (Gambar 1-28).Drs. arah medan listrik internal dalam konduktor terisolasi sama dengan ini berlawanan dengan arah medan listrik eksternal nol terjadi akibat terbentuknya medan yang menyebabkannya.

Tentukan besar dan arah gaya yang dialami oleh mutan positip ! Jurusan Fisika Universitas Andalas 28 .Drs.(4r 2 )  0 1 Q E 2  2( ) 40 r2 Q atau E2  2k 2 r 1. Medan E di daerah 1 (r < a): Untuk menentukan medan E di dalam bola pejal (daerah 1). Jelaskan apa yang dimaksud dengan prinsip superposisi dalam penentuan gaya interaksi antar partikel bermuatan listrik ! c.(4r 2 )  0 maka E1 = 0 (untuk r < a). M. (2). Tiga buah muatan negatip masing-masing -q dan sebuah muatan positip +q tersebar pada titik-titik sudut sebuah bujur-sangkar dengan sisi a. q    E  d A  in permukaan 0 kita peroleh 2Q E2 . Permukaan Gauss untuk daerah 2. misalnya. (1). Jelaskan secara singkat yang anda ketahui tentang Hukum Coulomb dan tuliskan perumusannya secara matematis ! b. Dengan menggunakan hukum Gauss. garis-garis medan listriknya haruslah berarah radial keluar dan besarnya konstan pada permukaan Gauss tersebut. Karena di bagian dalam suatu konduktor yang berada pada kesetimbangan elektrostatik tidak boleh ada muatan alias qin = 0. q    E  d A  in permukaan 0 E1. dapat dilihat pada Gambar 1-25 berupa garis putus-putus. kita lukiskan permukaan Gauss berbentuk bola untuk masing-masing dari keempat daerah yang hendak ditinjau itu. di mana a < r < b dan perhatikan bahwa muatan di bagian dalam permukaan ini adalah +2Q (yaitu muatan bola pejal). maka berdasarkan hukum Gauss. Wildian. Disebabkan prinsip simetri bola. tinjau suatu permukaan Gauss berjari-jari r < a.Si. Medan E di daerah 2 (a < r < b): Di daerah 2—yaitu antara permukaan bola pejal dan permukaan bagian dalam kulit bola konduktor—kita lukiskan permukaan Gauss berbentuk bola berjari-jari r. a. Penyelesaian: Untuk menentukan medan listrik pada berbagai jarak r dari pusat bola.

Dua partikel masing-masing bermuatan 2.0 µC berada pada sumbu X. Misalkan muatan tersebar merata pada sebuah benda pejal.0 µC yang berada pada y = 0. Jika jari-jari bola tersebut adalah R.5 m ! 3.5 m. 4.0 m dan satunya lagi pada x= -1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan fluks medan listrik ! b. Jelaskan definisi medan listrik dan berikan perumusan matematisnya ! b. a. b dan c konstanta. Tuliskan perumusan matematis Hukum Gauss dan jelaskan apa maksudnya ! b. a. Tentukan fluks listrik yang menembus permukaan pada bidang xy.Si. dari x = 0 sampai x = w dan dari y = 0 sampai y = h. Di dalam sebuah bola pejal yang terbuat dari bahan isolator terdapat muatan listrik positip yang tersebar secara merata (homogen) dengan kerapatan ρ.0 m. yang mana a. (b) Hitunglah gaya listrik yang dialami oleh partikel bermuatan -3. Wildian. Jelaskan bagaimana anda menentukan medan listrik di suatu titik jika di sekitarnya terdapat lebih dari satu partikel bermuatan ? d. (a) Tentukan medan listrik pada sumbu Y dengan y = 0. Jelaskan bagaimana anda menerapkan Hukum Gauss untuk menentukan medan listrik di dalam dan di luarnya ! c. 2. Di dalam suatu ruang terdapat medan listrik tidak homogen yang secara matematis dinyatakan sebagai E = ay i + bz j + cx k. Jelaskan bagaimana anda menentukan fluks pada suatu permukaan bidang jika bidang tersebut berada di dalam medan listrik yang tidak homogen ! c. tentukan medan listrik di dalam dan di luar bola dan gambarlah grafik medan listrik terhadap posisi r ! Jurusan Fisika Universitas Andalas 29 . M. Jelaskan apa yang dimaksud dengan muatan uji ? c.Drs. Satu berada pada x = 1. a.

Jurusan Fisika Universitas Andalas 30 .Si. M.Fisika Drs. Wildian.