You are on page 1of 10

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui…( Yuli, Vitri

)

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MENYUSUI
DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Mothers Knowledge about Breastfeeding and Its Impact on Exclusive Breastfeeding

Yuli Amran1, Vitri Yuli Afni Amran2
1
Program Studi Kesehatan Masyarakat, FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2
Jurusan Kebidanan Universitas Baiturrahmah, Padang
1
Email: putri80aisyah@yahoo.com

Abstract

Background: Breastfeeding is the best way to promote healthy and qualified human resources. Currently
the practice of breastfeeding was still sub-optimal. The coverage was still below the target set by the
government.
Objective: To identify the knowledge of mothers about breastfeeding and its impact on exclusive
breastfeeding practices.
Methods: The study used a cross-sectional design, using information from 401 mothers selected using
multistage sampling technique. Data were collected using structured interviews. Univariate analysis was
performed to describe the variables examined.
Results: The results show the low level of knowledge about breastfeeding in mothers in addition to the lack
of information/counselling provided by health personnel regarding breastfeeding. This might have
adversely affect the quality of breastfeeding, which was reflected by the low coverage of exclusive
breastfeeding.
Conclusions: Efforts to increase the knowledge of breastfeeding and promote behaviour change in mothers
to sub-optimally breastfeed their babies are required. Therefore, the role of health personnel in providing
information related to breastfeeding should be enhanced, to obtain the optimal benefits of breastfeeding.

Key words: Knowledge about breastfeeding, exclusive breastfeeding, role of health workers

Abstrak

Latar Belakang: Pemberian ASI merupakan cara terbaik menciptakan sumber daya manusia yang sehat
dan berkualitas. Saat ini pemberian ASI belum optimal dan cakupannya masih dibawah target yang
ditetapkan pemerintah.
Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan ibu tentang cara menyusui dan dampaknya terhadap pemberian
ASI eksklusif.
Metode: Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif ini memiliki desain studi cross-sectional.
Sampel yang berjumlah 401 ibu ini diambil dengan menggunakan teknik mulstistage sampling. Data
dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara terstruktur. Data yang telah dikumpulkan dianalisis
dengan menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan variabel yang diteliti.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu yang berkaitan dengan menyusui masih
dikatagorikan rendah dan informasi/nasihat yang diberikan tenaga kesehatan terkait menyusui ini juga
masih kurang. Hal ini diduga berdampak buruk terhadap buruknya kualitas pemberian ASI, yang
dibuktikan rendahnya cakupan ASI eksklusif.
Kesimpulan: Masih perlu upaya yang keras untuk meningkatkan pengetahuan dan merubah perilaku ibu
agar menyusui bayi dengan optimal. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan lebih meningkatkan
perannya dalam memberikan informasi terkait ASI agar keberhasilan pemberian ASI bisa optimal.

Kata kunci: Pengetahuan menyusui, ASI eksklusif, peran nakes

Naskah masuk: 19 Februari 2012, Review: 15 Februari 2012, Disetujui terbit: 18 April 2012

PENDAHULUAN pemberian makan pada bayi yaitu 1)
Berdasarkan pernyataan bersama UNICEF, memberikan air susu ibu (ASI) segera setelah
WHO dan IDAI di Jakarta-Indonesia pada 7 lahir pada satu jam pertama, 2) Hanya
Januari 2005, ada beberapa kebijakan tentang memberikan ASI saja sampai umur enam

7 persen.4 Tulisan ini adalah bagian dari penelitian tentang pengetahuan ibu tentang menyusui Walaupun kampanye tentang pentingnya ASI dan dampaknya terhadap pemberian ASI sudah sering dilakukan oleh pemerintah yang bertujuan menjelaskan bagaimana maupun pihak Lembaga Swadaya gambaran pengetahuan ibu tentang menyusui Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan. memiliki ketahanan hidup yang lebih yang benar agar pemberian ASI menjadi tinggi dibandingkan dengan bayi yang diberi lancar. April 2013 : 52 – 61 bulan. dukungan tenaga bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI kesehatan yang membantu persalinan paling mempunyai risiko kematian sebesar 26. 3) Memberikan Makanan Pendamping Provinsi Banten angka ibu yang memberikan ASI (MP-ASI) setelah bayi umur enam ASI eksklusif hanya 52. Indonesia belum memberikan ASI kepada bayinya secara optimal. Pada penelitian ini juga disebutkan segi faktor pendorong. psikologi. Sedangkan khusus 2010. Pemberian ASI kepada bayi sebesar 80 persen. Sementara pelaksanaan ASI esklusif sebaiknya lain bayi yang mendapatkan ASI dengan dilakukan pada saat ibu menjalani masa durasi 4-5 bulan mempunyai ketahanan hidup kehamilan bukan pada saat ibu sudah 2. namun masih banyak ibu-ibu di keberhasilan pemberian ASI eksklusif. 3 No 1. dan pengalaman ibu adalah yang berhubungan dengan kelangsungan faktor predisposisi yang berpengaruh positif hidup bayi adalah faktor waktu pemberian terhadap keberhasilan ASI eksklusif.5 (2006) tentang kelangsungan hidup bayi di perkotaan dan pedesaan Indonesia Pada penelitian lain ditemukan pendidikan. Pada studi tersebut terbukti menginformasikan kepada ibu tentang bahwa bayi yang mendapatkan ASI selama 6 pentingnya ASI dan bagaimana menyusui bulan.19 nyata pengaruhnya dalam keberhasilan ASI kali dibandingkan bayi yang segera Eksklusif. Dari ASI. Dilakukan di wilayah Kotamadya memberikan ASI eksklusif kepada bayinya Tangerang Selatan. dan 4) Tetap memberikan ASI sampai pemerintah lewat keputusan Menteri anak umur dua tahun atau lebih. Berdasarkan Profil METODE Kesehatan Kesehatan Indonesia tahun 2011 yang bersumber dari data Survei Sosial Penelitian dengan menggunakan pendekatan Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2010 kuantitatif ini menggunakan desain cross- menunjukkan bahwa ibu di Indonesia yang sectional.3 Penelitian lain Salah satu bentuk dukungan dari tenaga menunjukkan bahwa durasi pemberian ASI kesehatan penolong persalinan terhadap sangat mempengaruhi ketahanan hidup bayi keberhasilan pemberian ASI adalah di Indonesia. Dapat dikatakan cakupan merupakan cara pemberian makanan yang pemberian ASI eksklusif di Indonesia belum terbaik. dari enam bulan.Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 450/Menkes/SK/IV/Tahun 2004 tentang Pemberian ASI secara eksklusif Pernyataan di atas menunjukkan bahwa ASI pada bayi di Indonesia menetapkan merupakan hal yang penting diberikan pada pemberian ASI eksklusif selama enam bulan bayi sejak dia lahir sampai dia berusia dua dan menargetkan cakupan ASI eksklusif tahun atau lebih. Peningkatan pengetahuan ibu tentang ASI dengan durasi 4-5 bulan saja.6 bayi yang mendapatkan ASI dengan durasi kurang dari 4 bulan.38) lebih tinggi dibandingkan melahirkan. menemukan hasil bahwa faktor dominan pengetahuan. penelitian mengatakan ibu yang suaminya neurologis. Banten pada akhir tahun hanya 61. bayi terutama ASI eksklusif. Sampel dalam penelitian ini adalah .5 persen. kecerdasan. Sebuah imunologik. Hal ini disebabkan karena ASI mengandung banyak manfaat yang Sebenarnya banyak faktor yang berhubungan dibutuhkan bayi pada enam bulan pertama dengan keberhasilan pemberian ASI kepada masa kehidupannya seperti aspek gizi. Padahal bulan.6 mendapatkan ASI.1 Kesehatan RI No.2 berpeluang memberikan ASI eksklusif 2 (dua) kali daripada ibu yang suaminya tidak Sebuah penelitian yang dilakukan Demsa mendukung pemberian ASI eksklusif. ekonomis dan penundaan mendukung pemberian ASI eksklusif kehamilan. terutama disaat bayi berumur kurang mencapai target yang diharapkan.6 kali (1/0.

sebelum persalinan atau saat antenatal yang memiliki pengetahuan yang tinggi care. mengenai posisi menyusui yang benar. Hanya mengatasi radang payudara.7 Cara Mengatasi Putting Lecet 175 43.7 persen ibu yang mendapatkannya diketahui. Pada penelitian ini digambarkan pengetahuan Pada penelitian ini data dikumpulkan dengan sekitar menyusui yang meliputi cara mengunakan metode wawancara terstruktur menyusui yang benar. separoh ibu yang menerima nasihat/informasi tanda radang payudara dan ada 38.5 Perawatan Payudara Cara Mengatasi Putting Datar 23 5. entry dan cleaning. tentang cara terhadap ibu menyusui. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui…( Yuli. Tabel 1. Sementara lain Terdapat 7. tidak sampai memiliki pengetahuan tinggi tentang tanda.6 Cara Mengatasi Payudara Bengkak 31 7. Sampel diambil Pengetahuan tentang Menyusui dengan menggunakan metode multistage sampling dengan jumlah 401 ibu. Berdasarkan sebagian kecil ibu yang menerima distribusi yang ditunjukkan pada tabel 1.1%) pernah mendapatkan yang punya pengetahuan tinggi.7 persen ibu yang punya informasi/nasihat yang diterima ibu tentang pengetahuan tinggi dalam mengatasi ASI. Data dianalisis dapat dilihat pada tabel 1.9 persen yang yang memiliki pengetahuan tinggi. Berikut pengetahuannya tinggi tentang cara ini akan dipaparkan informasi/nasihat yang menyusui yang benar. Distribusi Ibu yang memiliki pengetahuan tinggi tentang menyusui Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui n=401 % Cara Menyusui yang Benar 92 22. Sementara lain pernah diperoleh ibu mengenai ASI dari diketahui hanya sebagian kecil (15.4 Cara Menyimpan ASI yang Benar 24 6.7 persen 281 orang (70.7 Mengatasi Radang Payudara 154 38.0 Pada tabel 1 diketahui dari 401 ibu yang menyimpan ASI yang benar hanya 6. ibu merencanakan bersama menyusui masih dalam katagori rendah. Berikut hasilnya editing. dan untuk informasi/nasihat tentang pemberian ASI cara mengatasi puting lecet hampir oleh nakes sebelum persalinan atau saat separohnya mempunyai pengetahuan tinggi. cara perawatan payudara.7 Tanda-tanda Radang Payudara 111 27. hanya 22. perawatan/ Sedangkan pengetahuan tentang cara kebersihan payudara dan cara lain untuk . secara deskriptif untuk menggambarkan variabel yang diteliti. Untuk Pada grafik 1 terlihat sebagian besar ibu yaitu cara mengatasi putting datar hanya 5.5 %) ibu nakes. coding. keluarga untuk memberi ASI. yang memiliki pengetahuan tinggi untuk cara memberi ASI dan Manfaat ASI. antenatal care. informasi/nasihat tentang anjuran ibu makan dikatakan bahwa pengetahuan ibu tentang makanan bergizi. Instrumen yang menyimpan ASI. Ada 27. dari hasil wawancara pada 281 ibu yang payudara bengkak. Vitri) semua ibu yang mempunyai anak berusia HASIL lebih dari enam bulan. digunakan adalah panduan wawancara posisi menyusui yang benar dan terstruktur yang telah dilakukan uji validitas informasi/nasihat yang sudah pernah diterima terlebih dahulu. Sebelum dilakukan analisis ibu baik sebelum persalinan atau saat data.0 persen diwawancarai.9 Posisi Menyusui yang Benar 62 15.4 persen tentang anjuran menyusui sesegera mungkin. data yang telah dikumpulkan diolah antenatal care maupun pascapersalinan oleh dengan langkah-langkah yaitu. tenaga kesehatan (nakes).

Hasilnya secara detail dapat dilihat pada tabel 2. Distribusi ibu berdasarkan status menerima informasi/ nasihat dari nakes sebelum persalinan Tabel 2.4 Semakin sering/lama menyusui.8 Agar memberi ASI saja 49 17.Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 3 No 1.1 Cara memberi ASI 72 25. Grafik1. dll 63 22.2 Agar ASI segera 30-60 menit setelah lahir 5 1.4 Berikan makanan/minuman selain ASI 5 1.8 Perawatan/kebersihan payudara/putting 10 3.6 Agar ibu merencanakan bersama keluarga untuk ASI (segera/ekslusif) 10 3.8 Tidak tahu/lupa 39 13.9 Selanjutnya paparan tentang ibu yang ASI dari nakes pada saat nakes melakukan mendapatkan nasihat/informasi tentang ASI kunjungan neonatal atau ibu memeriksakan setelah persalinan.6 Manfaat ASI untuk bayi. ASI baik.8 Agar memberikan hanya ASI saja 4-6 bulan 40 14. .6 Agar ibu makan makanan bergizi 21 7. terbaik.1 Agar tidak memberikan susu formula 36 12. Nasihat Tentang ASI yang Diberikan Tenaga Kesehatan Nasihat Tentang ASI n = 281 % Agar menyusui sesegera mungkin 111 39.6 Lain-lain 8 2. April 2013 : 52 – 61 memperbanyak ASI. makin banyak ASI 0 0.5 Agar ibu makan sayur 13 4.5 Agar memberikan kolestrum 34 12. Diperkirakan ibu akan diri dan bayinya ke tenaga kesehatan setelah mendapatkan informasi atau nasihat tentang persalinan.0 Cara lain untuk memperbanyak/memperlancar ASI 3 1.

5 %.0 Tidak tahu/lupa 5 14.9 Cara lain untuk memperbanyak/memperlancar ASI 2 5.4 Agar ibu merencanakan bersama keluarga untuk ASI (segera/ekslusif) 0 0. 0 0.9 Agar ASI segera 30-60 menit setelah lahir 0 0.0 Agar ibu makan sayur 3 8.8 Lain-lain. Dari 81. ASI baik.8 % persalinan saat ibu berkunjung ke nakes yang mendapatkan nasihat tentang ASI. agar memberi ASI saja ASI di masyarakat.0 Agar memberikan ASI saja 5 14.0 Manfaat ASI untuk bayi.9 Berikan makanan/minuman selain ASI 0 0. Distribusi Ibu yang Mendapatkan Kunjungan Neonatal Oleh Tenaga Kesehatan Pada grafik 2 terlihat hanya 34 orang Ibu mendapatkan cara memberikan ASI dan (8. Hanya neonatal oleh nakes. Dari ibu yang sampai usia 6 bulan. dll 2 5. dapat dilihat pada tabel 4. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui…( Yuli.7 Makin sering/lama menyusui.5%) yang mendapatkan kunjungan anjuran menyusui sesegera mungkin. diketahui tidak sampai sepertiganya yang Tabel 3.9 Cara memberikan ASI 11 32. cara lain memperbanyak mendapatkan kunjungan neonatal oleh tenaga ASI dan perawatan payudara. Pada tabel tersebut .7 Selanjutnya distribusi ibu yang mendapatkan ibu yang datang ke pelayanan kesehatan ada informasi/nasihat tentang ASI pasca 81. Hal ini dapat dikatakan sebagian kecil atau tidak ada memperoleh masih kurangnya kepedulian tenaga nasihat/informasi mengenai anjuran ibu kesehatan terhadap keberlangsungan program banyak makan sayur. Vitri) Grafik 2.8 Agar tidak memberikan susu formula 1 2.5 % tersebut hanya 38.9 Agar ibu makan bergizi 0 0.5 Agar memberikan kolostrum 4 11. makin banyak Air Susu Ibu 2 5.9 Agar memberikan hanya ASI saja sampai 4-6 bulan 1 2. Nasihat tentang ASI yang diberikan Tenaga Kesehatan Saat Kunjungan Neonatal Nasihat tentang ASI n = 34 % Agar menyusui sesegera mungkin 8 23. Secara detail kesehatan tujuh hari setelah persalinan hasilnya dapat dilihat pada tabel 3. terbaik.0 Perawatan/kebersihan payudara/putting 1 2.

7 Total 401 100. 3 No 1.59 menit 43 10.3%) Waktu n %  30 menit 182 45.0 Pemberian Kolustrum Kolustrum merupakan cairan yang pertama kali keluar lewat payudara ibu pascapersalinan yang sangat baik untuk bayi.1 Pemberian ASI menghisap puting walaupun ASI belum keluar.Waktu Pertama kali Bayi diletakkan di (33.3%) dan tidak ada ASI (Walaupun ASI belum keluar) (33.3 Tidak 44 11. Pemberian Kolostrum Informasi Pemberian Kolustrum n % Pemberian Kolustrum (n=395) Ya 345 87. Hasilnya dapat bayi.0 %).5 Mendapatkan Nasihat/Informasi tentang ASI (n=327) Ya 127 38.0%) yang memberikan ASI Segera kolustrum pada bayinya dihari pertama Berikut ini paparan tentang waktu pertama kelahiran. Distribusi Informasi Kunjungan Neonatal ke tenaga Kesehatan Informasi kunjungan neonatal ke nakes n % Kunjungan Ke tenaga Kesehatan (n=401) Ya 327 81. yaitu :ibu sakit Tabel 5. Sementara lain dari 345 orang Grafik 3.8 Tidak 190 58. sebagian besar 345 orang (87.3%).0 Lebih dari hari Ketiga 13 3.5 Hari Pertama Beri Kolostrum (n=345) Pertama 231 67.5 > 24 jam 75 18.5 persen yang dilihat secara detail pada tabel 5.4 %) ibu meletakkan bayi semua ibu yang diwawancarai (98.5 Tidak 72 18. payudara ibuuntuk menghisap puting bayi tidak mau (33.7 . Hasil penelitian menunjukkan hampir Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separoh (45.7 60 menit/1 jam 33 8. lebih dari separohnya (67.1 Lupa 6 1.4 31 .0 Kedua 70 20. April 2013 : 52 – 61 Tabel 4.0 Lupa 2 0.1 Lupa 10 3. Sementara 1. Dari 395 ibu yang mengatakan pernah menyusui. Gambaran Ibu yang Pernah Menyusui ibu yang memberikan kolustrum.7 Tidak ada jawaban 27 6.7 Tidak tahu/lupa 15 3.3%) diantaranya pernah memberikan kolustrum pada bayinya. lain tidak pernah memberikan ASI kepada bayinya dengan alasan.2 61 menit-23 jam 26 6.5 %) dipayudara ibu untuk menghisap puting mengatakan pernah memberi ASI kepada dalam waktu ≤ 30 menit. kali bayi diletakkan di payudara ibu untuk Tabel 6.Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. ada masalah payudara (50.3 Ketiga 31 9.

0 Air putih 1 0. radang payudara.3 persen dari total sampel. air gula dan buah-buahan. Vitri) Pemberian ASI Eksklusif 3 hari pertama kelahirannya. dll. rendah.0 Jus buah/sayur 0 0.7 Lain-lain 1 0. Padahal terjadwal tidak merupakan masalah.0 Pisang dan/atau buah lainnya 3 0.4%) yang pada bayi mereka dalam tiga hari pertama dapat bertahan memberikan ASI eksklusif pascamelahirkan.64 persen. ASI secara maksimal.5 Madu 12 3. selain itu di rumahnya sendiri menyusui tidak bayi juga merasa tidak nyaman. gunakan susu formula7. Analisis lebih lanjut mengenai ibu yang tidak memberikan Meskipun banyak juga ibu yang memberikan makanan/atau minuman selama tiga hari kolustrum kepada bayinya pada tiga hari pertama kelahiran diketahui berjumlah 226 pertama. Namun di wilayah Lebih lanjut dijelaskan bahwa pemberian Tangerang Selatan. hal itu masih sulit ASI yang baik yaitu yang sesuai kebutuhan. Makanan/Minuman yang Diberikan Pada Bayi Selama 3 Hari Pertama Setelah lahir Makanan/Minuman n=401 % ASI 377 94.2 Air tajin 0 0.2 Air teh 0 0. terwujud. Namun memberikan makan selain ASI/kolustrum dari total tersebut ada 175 (77.4 Susu formula 148 36. Hal ini dapat dilihat pada kepada bayinya selama enam bulan. yang memberikan ASI eksklusif madu. Kurangnya pengertian dan puting lecet.9 Susu (selain ASI & susu formula) 2 0. dikarenakan pada penelitian ini Namun pada penelitian ini tidak banyak ibu secara keseluruhan pengetahuan ibu tentang yang tahu cara mengatasi permasalahan yang menyusui disimpulkan masih dalam katagori terjadi selama menyusui seperti puting datar.0 Air gula 9 2. puting susu rumah tangga dan ibu yang menjadi pekerja lecet dan nyeri. Syarat kedua. Ibu ibu sering cepat merasa lelah. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui…( Yuli.0 Kolostrum/susu jolong 234 58. pemberian ASI harus Pengetahuan ibu tentang cara menyusui yang dilakukan secara eksklusif minimal selama benar dapat mendukung bayi mendapatkan empat bulan dan maksimal enam bulan.2 PEMBAHASAN diperlukan dua syarat utama. pengetahuan ibu tentang ASI dan menyusui Selain pengetahuan ibu mengenai menyusui menyebabkan ibu-ibu akan mudah yang benar dan tahu bagaimana mengatasi terpengaruh dan akhirnya beralih meng- apabila payudara mengalami masalah. Berarti dapat dikatakan hampir mencapai separoh bayi tidak diberi ASI eksklusif sejak Tabel 7.8 menyimpan ASI berdampak kurangnya Pengetahuan ibu yang kurang mengenai asupan ASI bagi bayi yang ibunya bekerja posisi menyusui yang benar bisa berdampak atau berpergian dalam waktu lama. selama enam bulan hanya ada 43. radang payudara. Ada juga yang memberikan (401 ibu). Ada 36. namun juga banyak yang atau 56. air putih. Sebuah penelitian pengetahuan tentang menyimpan ASI juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara dianggap memegang peranan penting.9 persen ibu memberikan dikatakan bahwa dari keseluruhan sampel susu formula. Dapat tabel 8. namun menurut Pakar Laktasi untuk mendapatkan bagi ibu yang bekerja di luar rumah dan manfaat optimal dari pemberian ASI harus meninggalkan anaknya lebih dari tujuh . pengetahuan ibu dengan perilaku pemberian Kurangnya pengetahuan ibu tentang cara ASI eksklusif. Syarat pertama yaitu pemberian ASI harus dilakukan dengan Gambaran Pengetahuan Ibu tentang baik sehingga keberhasilan menyusui dapat Menyusui dicapai.

Selain itu kepada bayi dan dapat mencukupi kebutuhan gerakan untuk menghisap pada bayi baru nutrisi bayi. pemberian ASI eksklusif selanjutnya.15 Pada Masih banyak ibu-ibu yang tidak penelitian ini terdapat 87.16. namun masih kurang dari ASI. telah dijelaskan juga merupakan faktor predisposisi yang pada subbab hasil di atas bahwa ibu yang berpengaruh positif terhadap keberhasilan memberikan ASI segera setalah lahir (≤ 30 ASI eksklusif. Padahal dukungan nakes tentang ASI dan MP-ASI terhadap dalam pelaksanaan pemberian ASI terutama Pemberian ASI. memperkecil kejadian kelum. dan memperkecil risiko menyusui. Beberapa Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian menunjukkan ada hubungan yang sebagian besar ibu telah pernah memberikan signifikan antara status pekerjaan dengan ASI-nya kepada bayi.17 penyakit infeksi.12 (Fredregill. maupun teknik menjalankan program ASI eksklusif. karena mengeluarkan hormone oksitosin untuk dengan menyusui ibu dapat memberikan ASI mempercepat pengeluaran ASI. menyusui juga lahir akan mencapai puncaknya pada waktu memiliki banyak manfaat. pada bayi. 2010). sehingga apabila maupun bagi ibu. Angka ini pengetahuan dalam kelancaran pemberian cukup besar. Kegiatan merangsang kelenjer hipofise posterior menyusui sangat penting dilakukan.3 persen ibu memberikan ASI secara ekslusif kepada memberikan kolustrum pada bayinya dan bayinya. oleh karena itu menjadi tanggung jawab separoh ibu yang melakukan ASI segera ibu untuk mencari informasi berkaitan (Immediate Breastfeeding).15 ASI eksklusif merupakan hal penting dan Terkait pemberian ASI. kolustrum dan yang bermakna status perolehan informasi ASI Eksklusif. pemberian ASI segera.4 persen. April 2013 : 52 – 61 jam ini sangat memberatkan9. Hal Keberhasilan responden memberikan yang demikian sepertinya kurang disadari kolustrum dapat mempengaruhi praktik ibu-ibu di Kotamadya Tangerang Selatan. pemberian kolustrum juga kerusakan gigi.13 (Moore dan De Costa.Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. badan. 2006). lebih dekat dan lebih akrab dengan Kolustrum mengandung zat gizi dan bayi. dapat melancarkan pencernaan. tetapi juga belajar menyusui guna Gambaran Pemberian ASI mempersiapkan payudara ibu mulai memproduksi ASI. Padahal apabila menyusui dan tenaga kesehatan juga harus bayi pada usia kurang dari 30 menit segera proaktif dalam memberikan informasi disusukan pada ibunya.10. Sedangkan manfaat bagi ibu merupakan hal penting untuk dijadikan fokus antara lain mempermudah penurunan berat perhatian ibu untuk diberikan pada bayi. baik bagi bayi berusia 20-30 menit. Padahal cara menyusui yang benar Rendahnya pengetahuan ibu tentang akan membantu bayi dalam menyusu menyusui dirasa wajar karena sehingga proses produksi ASI akan berjalan informasi/nasihat yang diberikan nakes juga dengan baik. Selain ASI segera (Immediate Breastfeeding) puhan. memperkecil yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh ibu risiko obesitas. Hanya sebagian kecil bahwa ada hubungan yang signifikan antara saja ibu yang mendapatkan informasi/nasihat teknik menyusui dengan keberhasilan terkait menyusui yang benar. mengurangi alergi. payudara. perawatan pemberian ASI eksklusif. Masalah ini ibu tidak tahu cara menyimpan ASI maka diduga akibat kurangnya pengetahuan ibu akan menjadi permasalahan besar dalam tentang manfaat ASI. Hal ini disebabkan Menyusui adalah kegiatan alamiah perasaan senang yang timbul saat melihat memberikan ASI kepada bayi atau balita dari bayi dan kepuasaan dapat menyusui akan payudara ibu. Selain itu. 3 No 1.11Jadi sebagian total sampel yang memberikan ASI dapat disimpulkan apabila ibu bekerja dan esklusif selama enam bulan. Sebuah penelitian menunjukan dirasa masih kurang. 67. Namun kurang dari pemberian ASI secara eksklusif. menyusui. serta mengurangi risiko kanker kekebalan yang sangat dibutuhkan oleh bayi.14 penelitian lain payudara.0 persen diantaranya memberikan pada .6 Mengingat pentingnya menit) ada sebanyak 45. itu berarti tidak berkaitan dengan cara menyimpan ASI yang sekedar memberikan nutrisi yang bermanfaat dibutuhkan oleh ibu menyusui. Adapun manfaat bagi bayi terlambat menyusui bisa saja refleks tersebut antara lain adalah mengurangi frekuensi akan berkurang dan melemah. cara memperbanyak/memperlancar juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan ASI.

3 hari pertama kelahira tersebut.18 Selain faktor pengetahuan yang berperan dalam kegagalan ASI esklusif ini. periode cuti yang terlalu singkat bagi ibu yang bekerja. persepsi sosial budaya Berdasarkan hasil penelitian. diduga undang-undang pemasaran susu formula. Hampir separuh bayi tidak ASI antenatal care dan bukannya setelah eksklusif sejak 3 hari pertama masa persalinan.5 persen ibu yang menyusui hanya kurang penolong persalinan. Hal ini senada waktu kehamilan ternyata mereka yang dengan hasil penelitian Fikawati & Syafiq memberikan ASI secara eksklusif bahwa responden yang tidak ASI eksklusif proporsinya lebih besar dibandingkan yang telah memberikan makanan/minuman tidak mendapatkan informasi. Selanjutnya kurang dari separoh menunjukkan bahwa ibu yang mendapatkan total sampel yang bertahan memberikan ASI informasi tentang ASI dan MP ASI pada eksklusif sampai enam bulan. dan informasi yang menyusui yang baik. dukungan pemberian ASI eksklusif 6 bulan naan ASI eksklusif yang telah dimulai sejak adalah perlu kebijakan cuti untuk menyusui. untuk meningkatkan pengetahuan ibu . pada penelitian Capaian angka pemberian ASI segera dan tersebut direkomendasikan untuk kolustrum yang cukup memuaskan ini tidak meningkatkan pengetahuan ibu tentang diiringi kesuksesan dalam pemberian ASI pelaksanaan ASI eksklusif pada saat eksklusif. Oleh karena itu. sanksi untuk pengetahuan ibu yang mempengaruhi bidan yang memberikan dan mengenalkan kegagalan ASI eksklusif 16 susu formula kepada bayi.15 prelakteal dalam 3 hari pertama setelah bayi dilahirkan. Hal Hal ini didukung oleh UNICEF (2006). Vitri) hari pertama kelahiran. namun yang memberikan pemberian ASI masih rendah. kurangnya air putih dan air gula. cara menyusui yang benar. dan peningkatan kualitas ante-natal care. pengaruhnya dalam keberhasilan ASI eksklusif. Bidan adalah salah satu diperoleh ibu dari nakes baik sebelum tenaga kesehatan yang paling tepat untuk maupun sesudah persalinan terkait menyusui penyuluhan ASI eksklusif terutama di daerah juga masih dikatagorikan sedikit. Dukungan Kesimpulan nakes berupa memberikan informasi/nasihat Dari tulisan ini disimpulkan bahwa berkaitan cara menyusui itu sangatlah pengetahuan ibu berkaitan menyusui masih penting agar ibu tahu betul bagaimana cara dikatagorikan rendah. disebabkan oleh faktor lain di luar sanksi untuk iklan susu formula. yang ini dibuktikan pada tiga hari pertama menyatakan bahwa promosi pemberian ASI pascapersalinan hampir separoh ibu sudah masih terkendala oleh rendahnya memberikan makanan selain ASI kepada pengetahuan ibu tentang manfaat ASI dan bayi. Hanya kolustrum cukup banyak. seperi memberikan susu formula. Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Menyusui…( Yuli. faktor KESIMPULAN DAN SARAN kurangnya dukungan nakes juga mengambil andil dalam kegagalan tersebut. karena bidan sering berhubungan diduga mempunyai dampak yang buruk dengan sasaran penyuluhan pada saat terhadap pemberian ASI kepada bayi. Dari memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan 98. Capaian pemberian Penelitian Fikawati & Syafiq (2009) kolustrum ini cukup memuaskan walau menunjukkan bahwa dukungan tenaga belum semua ibu yang memberikan kesehatan penolong persalinan paling nyata kolustrum pada bayinya. maka dan gencarnya produsen susu formula disarankan agar tenaga kesehatan terus mempromosikan produknya kepada berupaya melakukan promosi kesehatan masyarakat dan petugas kesehatan. Hal ini pedesaan. madu.15 dari separoh ibu yang segera (≤30 menit) Pada penelitian ini ditemukan peran tenaga memberikan ASI kepada bayinya kesehatan dalam mendukung program pascapersalinan. Sebuah penelitian lain juga kelahiran. Pemberian ASI sebagain kecil saja ibu yang mendapatkan segera dan kolustrum tidak cukup membuat informasi tentang ASI dari tenaga kesehatan. pelayanan konseling laktasi dari petugas Saran kesehatan. Di samping itu pada penelitian Sementara lain rekomendasi pakar terkait juga ditemukan bahwa kegagalan pelaksa. ibu bertahan memberikan ASI eksklusif.

UNICEF. Makara Kesehatan. Fredregill. 2006. Buku Panduan Manajemen 13. Solehah pengumpulan data penelitian ini. Everything Breastfeeding Book (2nd ed) 2005. dengan harapan Indonesia 9. Jurnal 14. Fikawati. Jurnal Sumatera Barat). Juni 2010. Majalah Kedokteran tercapai secara optimal. 1(1):3-10 Primipara di Wilayah Puskesmas Kaibon 4. Juni 2010. Paiman dan Rahayu. Nurmiati dan Besral. Pernyataan Bersama 12. Michele C. Depkes RI. 1999. Sumatera Barat. Kelangsungan Hidup Bayi Johns Hopkins University Press di Perkotaan dan Pedesaan Indonesia. New life. Ramadani. Kesehatan. 2004. Universitas Indonesia izin dan mendukung terlaksananya 11. Ahmad. Ahmad. 13(4):353-360 4(6):269 – 274 16. Dwi. Suzanne dan Fredregill. Demografi dan Faktor Dukungan Suami dalam Pemberian ASI Inforasi Tentang ASI dan MP-ASI (Studi di Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Air Kota Padang dan Kabupaten Solok Provinsi Tawar Kota Padang. Ekonomi. 14(1):17-24 . 43(6) 10. Budiwiarti. 2004. 1999. Sandra dan Syafiq.Jurnal Kesehatan Reproduksi Vol. 22(2) 7. Faktor-Faktor yang 18. Hubungan antara Menyusui Segera Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan (Immediate Breastfeeding) dan Pemberian Praktik Pemberian ASI Eksklusif. Ray. WHO dan IDAI 7 Januari 2005. Fikawati. USA: F+W Media Inc 2. 4(3): Jurnal Kedokteran Trisakti. Universitas menyusui yang benar. Ahmad. Soetjiningsih. 2009.tempo. Januari 2012. Agustus dengan Keberhasilan Laktasi pada Ibu Nifas 2006. 3 No 1. dan De Costa. April 2013 : 52 – 61 berkaitan dengan perawatan payudara dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Karakteristik Sosial. WHO. dan IDAI. Caroline Laktasi: Dit. 1989. Hubungan antara Pola Pemberian ASI dengan Faktor Sosial. Makara Kesehatan. Barat. Depok: Skripsi Program Sarjana. 15. Madiun. Pemberian ASI Eksklusif dan 17. Hermina dan Afriansyah. 6. 3(1): 10-16 Bayi di Indonesia. Jakarta 2010. Sandra dan Syafiq. Rumpiati. Mery dan Hadi.id/medika/arsip/082001 1. Fakultas Kesehatan Tangerang Selatan yang telah memberikan Masyarakat. Cipto pihak Dinas Kesehatan Kotamadya Mangunkusumo Jakarta. Akre J. Jurnal Penelitian Kesehatan Pemberian ASI terhadap Ketahanan Hidup Suara Forikes. Persepsi dan Perilaku keberhasilan dalam pemberian ASI dapat Menyusui di Bali. Kajian Berhubungan dengan Perilaku Pemberian Implementasi dan Kebijakan Air Susu Ibu ASI Eksklusif pada Bayi Usia 0-4 Bulan di Eksklusif dan Inisiasi Menyusui Dini di Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Indonesia. Diakses pada tanggal 8 Desember tentang Pemberian Makanan Bayi pada 2012 Situasi Darurat. Rekomendasi /art-3. Moore. M. Oktober 2010. Kesehatan Masyarakat Nasional. Ella Nurlaela. Pengaruh Durasi Kab.co. Depok: Skripsi Program Sarjana. Bull World Health Organ. Indonesia. Arifin. Sandra dan Syafiq. Soeparmanto. Sumatera Utara: USU 67(Suppl): 1-108 8.htm. Jakarta: Depkes RI Five: Mid Life. Hubungan antara Teknik Menyusui Kesehatan Masyarakat Nasional. Widyastuti. Catur. Juni 1993. Nurfi. USA: The 3. Endang. Siregar. Gizi Masyarakat-Depkes RI. Jurnal ASI Eksklusif sampai dengan Empat Bulan. Simbolon. Basis. The UNICEF. Diunduh dari DAFTAR PUSTAKA http://www. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Masyarakat Nasional. Demsa. Hubungan Pemberian UCAPAN TERIMA KASIH Minuman Prelakteal Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu-Ibu Pengunjung Klinik Penulis mengucapkan terima kasih kepada Laktasi Anak RSUPN DR. Mei-Agustus 120-131 2003. dan Perawatan Kesehatan. Pregnancy and Parenting After Thirty- 2001. Fikawati. 12(2):47-52 Praktik Pemberian ASI Eksklusif Dengan 5. Infant Feeding: The Physiological Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Hubungan Desember 2008.